cover
Contact Name
Agus Kurniawan
Contact Email
kurniawanlearning@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
planoearth.ummat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Planoearth
ISSN : 25025031     EISSN : 26154226     DOI : -
Jurnal Planoearth adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari penelitian di bidang Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: Agustus 2019" : 8 Documents clear
Pemetaan Pulau Vulkanik Kecil di Indonesia: Studi Pendahuluan untuk Manajemen Bencana Erupsinya Agung Hidayat; Muh Aris Marfai; Danang Sri Hadmoko
Jurnal Planoearth Vol 4, No 2: Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.313 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v4i2.1145

Abstract

Indonesia  merupakan  salah  satu  negara  yang  dilalui  oleh  Cincin  Api  Pasifik.  Lebih dari  400  gunungapi  berada  pada  jalur  tersebut  dan  130  diantaranya  masih  aktif  hingga sekarang. Erupsi gunungapi menghasikan material dari ukuran kecil (abu, pasir, kerikil) hingga ukuran besar (bongkah). Material –material yang keluar dari vent,sebagian akan diendapkan di  dekat ventdan  perlahan  akan membentuk  kerucut  gunungapi.  Penelitian  ini  bertujuan untuk memetakan pulau vulkanik kecil di Indonesia yang memiliki gunungapi aktif sejak era Holosen. Selain itu juga untuk menganalisis jumlah pendudukyang berada di pulau vulkanik dan sekitarnya untuk melihat jumlah orang yang potensial terdampak erupsi. Identifikasi pulau vulkanik dilakukan  dengan interpretasi visualcitra satelit yang diverifikasi dengan database gunungapipada pulau vulkanik yang dipetakan. Hasil identifikasimenunjukkan ada 22 pulau vulkanik  dengan  catatan  erupsi  sejak  era  Holosen. Sebanyak  16  pulau  teridentifikasi  masih terdapat  gunungapi  aktif  dan  sebanyak  6  pulau  teridentifikasi  terdapat  gunungapi  dalam masa istirahat. Potensi penduduk terpapar bahaya erupsi pada radius 5kilometer dari pusat eruspi sebanyak 180.434 orang, radius 10 kilometer dari pusat erupsi sebanyak 373.286 orang, dan  radius  30  kilometer  dari  pusat  erupsi  sebanyak  1.471.995  orang. Ada  kebutuhan  yang nyata untuk melakukan kajian tentang bahaya erupsi di pulau vulkanik di Indonesia, dimana penduduk dan kegiatan ekonominya terus mengalami perkembangan, sehingga berpotensi tinggi terpapar bahayaerupsi. Untuk menyusun strategi pengurangan risiko bencana di pulau vulkanik diperlukan pemahaman tentang wilayah bahaya dan kejadian –kejadian erupsi sertadampaknya pada pulau vulkanik Indonesia dimasa lalu.
Dampak Perkembangan Pariwisata Terhadap Ekonomi Masyarakat Di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji – Kota Batu Ida Soewarni; Novia Sari; Endratno Budi Santosa; Ardiyanto Maksimilianus Gai
Jurnal Planoearth Vol 4, No 2: Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.724 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v4i2.874

Abstract

Abstrak: Pariwisata merupakan sektor yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan cepat dalam penyediaan lapangan kerja dan peningkatan penghasilan. Desa Tulungrejo di Kota Wisata Batu, yang merupakan salah satu desa dengan beberapa destinasi wisata yang potensial meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perkembangan pariwisata terhadap ekonomi masyarakat di Desa Tulungrejo. Metode analisa menggunakan deskriptif kuantitatif, yaitu dengan analisis distribusi frekuensi dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui perkembangan pariwisata, kondisi ekonomi, dan dampak perkembangan pariwisata terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan pariwisata di Desa Tulungrejo semakin tahunnya meningkat. Hal ini mempengaruhi pendapatan masyarakat, memiliki pengaruh yang sangat signifikan 95,5% terhadap perekonomi masyarakat di Desa Tulungrejo, hal ini menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat wisatawan yang datang ke tempat wisata, maka semakin meningkat pula pendapatan masyarakat, yang  dihitung menggunakan metode regresi linier berganda. Abstract: Tourism is a sector which is able to rapidly increase the community economic growth in providing employment and increasing income. Desa Tulungrejo in Kota Wisata Batu (Batu Tourism City), which is one of the villages with several potential tourism destination to increase the community economic growth. This research aims to determine the impact of tourism development on the community economic condition in Desa Tulungrejo. Descriptive quantitative method was employed to analyze the data using frequency distribution analysis and multiple linear regression analysis to determine the development of tourism, economic conditions, and the impact of the tourism development on the community economic condition. Based on the research results, it was shown that the tourism development in Desa Tulungrejo is increasing annually. This affects the community income which has a very significant influence of 95.5% on the community economic condition in Desa Tulungrejo. In addition, the results of multiple linear regression calculation show that the higher the number of tourists coming to tourist destinations, the higher the income of the community.
Strategi Pengembangan Obyek Wisata Religi Bukit Surowiti di Kecamatan Panceng, Gresik Tisa Angelia; Eddy Imam Santoso
Jurnal Planoearth Vol 4, No 2: Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.838 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v4i2.1118

Abstract

Gresik Regency is an industrial area which is also one of the famous tourist destinations in East Java with a variety of tourism potentials, namely natural tourism, cultural tourism and religious tourism. Religious tourism is spread across several regions in Gresik and is developed to increase regional income. These religious tourism objects include guardian tourism and some Islamic religious tourism. Tourism Sunan Giri and Maulana Malik Ibrahim are two religious tourism objects that are visited by many tourists and become an icon of Gresik City as the Tourism City of Wali. Surowiti Hill Tourism is one of the attractions in Gresik which consists of religious tourism objects consisting of Islamic tombs and religious leaders, and cave-shaped nature tourism. However, in its development, Bukit Surowiti Tourism, which is in contact with Bukit Jamur Tourism and Dalegan Beach Tourism, has not been optimally managed and promoted. This study aims to determine the potential of Surowiti Hill Tourism and then formulate a strategy for developing religious tourism.This research uses exploratory research methods with SWOT analysis techniques. Explorative research is carried out by searching and gathering information to formulate a hypothesis. Research factors and factors that are related to other factors are natural potential and ancestral heritage are Islamic leaders and tombs, as well as the emergence of well-known religious tourism such as Wali Sunan Giri and Maulana Malik Ibrahim Tourism, nature tourism such as Bukit Jamur Tourism and Dalegan Beach Tourism in Gresik , factors of weakness from weather demands, water supply and inadequate accessibility, and safety factors, the lack of community and government support, as well as the increasing industrial development in Gresik. Furthermore, the factors that are expected to be a reference and contribution to local governments in formulating strategies for developing religious tourism in Surowiti Hill. 
Pilar-Pilar Eksistensi Dan Keberlanjutan Kampung Kramat: Kampung Tematik Di TPU Kasin Kota Malang Antonio Heltra Pradana
Jurnal Planoearth Vol 4, No 2: Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.266 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v4i2.947

Abstract

Di Kota Malang terdapat kampung tematik di TPU Kasin yaitu kampung Kramat.Kampung ini telah ada sejak 50 tahun lalu dan dulu dikenal sebagai kampung pelarian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu tentang pola kehidupan social masyarakat Kampung Kramat, dengan mendalami hal-hal terkait cara masyarakat kampung Kramat bertahan hidup ditengah-tengah lingkungan pemakaman, pola hubungan antara masyarakat yang satu dengan yang lain di Kampung Kramat, proses transformasi Kampung Kramat dari Kampung pelarian menjadi Kampung tematik dan basis keberadaan dan keberlanjutan Kampung Kramat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif-induktif-kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini digunakan untuk menggali konsep warga Kampung Kramat bertahan hidup dan cara mereka mempertahankan kampungnya hingga sekarang menjadi kampung tematik. Hasilnya, kampung dapat bertahan keberadaannya karena memiliki konsep meruang-berkehidupan yang kontekstual-kompleks. Konsep-konsep ini menjadi pilar-pilar penyokong keberadaan dan keberlanjutan Kampung Kramat. Adanya studi ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan khusus mengenai arahan pemberdayaan kampung kota melalui konsep tematik agar dapat lebih mengena dan berdaya guna. Khususnya bagi kampung yang terletak di area pemakaman. Abstract:  In Malang regency, there is a thematic village in TPU Kasin namely Kramat Village. This village has existed since 50 years ago and was once known as an escape village. The purpose of this research is to find out about the social life pattern of the people of Kampung Kramat, by exploring the things related to the way the village of Kramat survive amid the  funeral environment, the pattern of relationship between Community that is one with the other in Kampung Kramat, the transformation process of Kampung Kramat from the runaway village becomes the thematic village and base of the existence and sustainability of Kampung Kramat. The method used in this research is a-inductive-qualitative dexsriptif with a phenomenological approach. This approach is used to excavate the concept of villagers survive and the way they defend their village is now a thematic village. As a result, the village can survive its existence because it has a contextual-complex living concept. These concepts are the pillars of the existence and sustainability of Kampung Kramat. The existence of this study is expected to be a specific consideration of the direction of empowerment of village city through thematic concept to be more effective and effective. Especially for the village located in the burial area.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Wisata Alam dan Budaya Sebagai Media Promosi Desa Sangiang Tri Putri Rahmatillah; Osy Insyan; Nurafifah Nurafifah; Fariz Primadi Hirsan
Jurnal Planoearth Vol 4, No 2: Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.894 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v4i2.970

Abstract

Pengembangan  desa  wisata  berdasarkan  budaya  dan  potensi  alam  berkembang pesat di Indonesiadan memberikan pemasukan besar bagi pembangunan. Salah satudesa yang  berpotensi  dikembangkan  sebagai  desa  wisata  adalah  Desa  Sangiang,  Kecamatan Wera,  Kabupaten  Bima,  Provinsi  Nusa  Tenggara  Barat. Penelitian ini  bertujuan  untuk mencari  tahu mengenai  permasalahan  mendasar  terkait  pengembangan  desa  wisata  alam dan budaya di Desa Sangiang serta upaya mengatasi permasalahan tersebut, mencari tahu sejauh  mana  peranan  dari  masyarakat  Desa  Sangiang  dalam  mendukung  pengembangan desa  wisata  Sangiang  dan  pada  akhirnya  dari  penelitian  ini  diharapkan  dapat  menemukan strategi  pengembangan  desa  wisata  berbasis  wisata  alam  dan  budaya  sebagai  media promosi  Desa  Sangiang.Adapun metode  yangdigunakan  dalam  analisis  adalah  deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Dari penelitian ini ditemukan bahwapermasalahan dasar yang menghambat  pengembangan  wisata  di  Desa  Sangiang berupa  pelayanan  sarana  dan prasarana  yang  belum  maksimal. Di  sisi  lain  kekuatan  yang  dimiliki  Desa  ini  dalam mengembangkan   wisata   adalahmasyarakat   setempat   sudah   ikut   berperan   dalam pengembangan  desa  wisata. Setelah  dilakukan  analisis,  strategi  yang  dapat  dilakukan dalam  mengembangkan Desa  Wisata  Sangiang  yaitu  peningkatan  kualitas  pelayanan sarana prasarana, menjaga dan melestarikan potensi wisata, meningkatkan promosi wisata, dan mengemas seluruh potensi wisata menjadi kesatuan paket wisata
Analisis Ambang Batas Lahan Pemakaman di Kota Makassar Kartini Kartini; Nur Syam AS; Fadhil Surur
Jurnal Planoearth Vol 4, No 2: Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.582 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v4i2.1025

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk Kota Makassar dari tahun 2014-2016 berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kematian sehingga kebutuhan lahan untuk pemakaman tiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besar ambang batas lahan pemakaman umum Islam di Kota Makassar dan menyusun arahan perencanaan dalam pengembangan pemenuhan kebutuhan lahan pemakaman ditinjau dari aspek tata ruang. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, proyeksi penduduk dan daya tampung sebagai ambang batas lahan pemakaman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ambang batas lahan pemakaman umum Islam di Kota Makassar masih mampu menampung jumlah kematian hingga tahun 2023 dengan sistem normal sedangkan untuk sistem tumpuk mampu menampung hingga tahun 2029. Arahan perencanaan dalam pengembangan pemenuhan kebutuhan lahan pemakaman ditinjau dari aspek tata ruang dengan pengoptimalisasian lahan pemakaman, sistem penumpukan makam, hutang lindung sebagai tempat pemakaman umum, pemakaman berdiri, pemindahan makam, pembuangan abu kremasi, pemakaman terpadu dan ideal.
Studi Alih Fungsi Lahan Hutan Sagu Sebagai Perumahan Residence Di Kabupaten Jayapura Musfira Musfira; Harina H.Ohee
Jurnal Planoearth Vol 4, No 2: Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.886 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v4i2.692

Abstract

Land problems in urban areas are very complex land issues, high rates of population growth, accompanied by the construction of residential areas, industrial estates and shopping areas which have led to increasing demands for land supply. In line with land use and urban land development, it causes frequent conflicts or land problems. The Nontrol Village of East Sentani District is one of the villages that has a Sago Forest Land which is protected by the Sago Forest Protection Act, and due to water infiltration, the community around the project area is very disturbed by the existence of the project and the income from Sagu begins to decrease , fish catches start to decrease, and pollute clean water. The purpose of this study is to identify the factors related to regulation and the issuance of permits for the construction of Residence Residence in Nindung City in the Sago Forest Protected Area. Analyzing the impact of the construction of the Recidence Nendali City housing on the Environment and Social Conditions of the Nontrol Village Community. The analytical method used to answer the research objectives is the descriptive method, where the descriptive method covers repetitive approaches to the object description at the study location. Research is not only limited to the stages of data collection but also includes analysis and processing of data. Whereas in this study began with collective data collection which was carried out through surveys and direct observations on the study sites which previously carried out literature studies as theoretical basic material.
Tahap Pengembangan Smart Kampung di Desa Ketapang Kabupaten Banyuwangi Vincentius Paulinus Baru; Achmad Djunaedi; Yori Herwangi
Jurnal Planoearth Vol 4, No 2: Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.616 KB) | DOI: 10.31764/jpe.v4i2.1000

Abstract

Smart village merupakan sebuah konsep yang baru berkembang di dunia dan menjadi fenomena baru digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di desa. Desa Ketapang merupakan salah satu desa di kabupaten Banyuwangi yang telah berhasil mengadopsi konsep ini untuk dikembangkan di wilayah mereka. Dalam penerapannya berhasil digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di desa. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk menjelasakan tahapan pengembangan dan faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam pengembangan konsep ini sehingga berhasil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus eksploratif berbekal sedikit teori dan mengeksplorasi kasus dilapangan. Hasil dari penelitian ini, tahapan perkembangan smart village terdiri dari empat tahap yaitu tahapan persiapan (2011-2015), tahapan pelaksanaan (Akhir 2015-2016), tahap pengembangan (2017-2018) dan tahap monitoring dan evaluasi. Program kegiatan yang dilakukan dalam tahap persiapan terdiri dari pembangunan infrastruktur TIK dan pengembangan aplikasi layanan, penyiapan sumber daya aparatur pemerintah dan pengembangan komunitas masyarakat.Faktor-faktor yang berpengaruh dalam tahapan pengembangan smart kampung antara lain faktor kepemimpinan, teknologi, dukungan warga dan alokasi anggaran. Abstract: Smart village is a concept that has just developed in the world and has become a new phenomenon used to solve various problems in the village. Ketapang Village is one of the villages in Banyuwangi district that has successfully adopted this concept to be developed in their area. In its implementation, it was successfully used to overcome various problems that occurred in the village. For this reason, research is needed to explain the stages of development and what factors are influential in developing this concept so that it works. This study uses a qualitative approach with explorative case study methods armed with little theory and explores cases in the field. The results of this study, the stages of development of smart village consist of four stages, namely the preparation stage (2011-2015), the implementation stage (End of 2015-2016), the development stage (2017-2018) and the monitoring and evaluation stages. Factors that influence the stages of smart village development include leadership, technology, citizen support, and budget allocations.The phases of the village smart development of Ketapang consist of the preparation stage (2011- 2015), the stage of implementation (2015-2016), the development stage (2017-2018), and the Monitoring and evaluation stage (in each year). The Program activities conducted in the preparatory phase consist of ICT infrastructure development and Service application development, government apparatus resource preparation and community development.

Page 1 of 1 | Total Record : 8