cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Arsir
ISSN : 25801155     EISSN : 26144034     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arsir is published by Architecture Department, Faculty of Engineering, Muhammadiyah University of Palembang. It reviews any subjectt related to the field of architecture. Published a twice a year; in June and December; there are two version of publication; ISSN 2580-1155 (print) and ISSN 2614-4034 (online)
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): Arsir" : 6 Documents clear
Adaptasi Arsitektural Rumah Panggung di Palembang Wazir, Zuber Angkasa; F Anwar, Widya Fransiska
Arsir Vol 3, No 2 (2019): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v3i2.1942

Abstract

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang kolektif karena memandang kepentingan kelompok lebih penting daripada kepentingan pribadi.  Walau demikian, karakter ini semakin berkurang seiring berkembangnya ekonomi. Hal ini semestinya ditunjukkan dari aspek adaptasi secara arsitektural rumah panggung. Penelitian ini memeriksa adaptasi ini pada sembilan rumah panggung yang ada di Kawasan 9 Ilir Kota Palembang. Rumah-rumah ini dibangun pada periode 1928 – 1964 dan terus bertahan hingga sekarang. Karenanya, kami juga berkesempatan menguji teori periodisasi adaptasi arsitektur dari Brand dan Schmidt et al. Berdasarkan periode perubahan material kolong dari segi tempat, struktur, dan bidang ruang, disimpulkan bahwa teori Brand lebih sesuai dengan konteks rumah panggung. Sementara itu, terkait penutupan dan pembangunan kolong, dapat disimpulkan bahwa telah terjadi perubahan fungsi kolektif menjadi individual namun kembali bergeser ke arah kolektif.
Kajian Konsep Teori Lima Elemen Citra Kota pada Kawasan Kota Lama Semarang Rafsyanjani, Muhammad Akbar; Purwantiasning, Ari Widyati
Arsir Vol 3, No 2 (2019): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v3i2.2219

Abstract

Kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan kawasan yang memiliki makna tradisional dan modern pada saat ini. kutipan buku Image Of The City secara umum ialah kota harus mempunyai ciri khas dari sebuah kota. Dikarenakan kota adalah menimbulkan karateristik yang berbeda-beda. Misalkan dari Kawasan Kota Lama Semarang mempunyai ciri khas dengan penataan kota dengan sistem grid, maupun banyaknya persimpangan jalan untuk lalu lalang manusia. Maka dari itu, Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk menjelaskan bagaimana penerapan Kawasan Kota Lama Semarang Jakarta dengan teori lima elemen citra kota menurut Kevin Lynch, kemudian untuk mengkaji teori lima elemen citra kota menurut Kevin Lynch, serta dapat menjelaskan prinsip-prinsip teori lima elemen citra kota menurut Kevin Lynch terhadap Kawasan Kota Lama Semarang. Prinsip-prinsip lima elemen citra kota menurut Kevin Lynch adalah Path, Edges, Node, District, Landmark. Oleh sebab itu, hasil dalam penelitian kali ini akan menjelaskan Kawasan Kota Lama Semarang dengan konsep teori lima elemen citra kota yang akan dijabarkan antara lain pathnya pada kawasan ini dapat menghubungkan antar bangunan, kemudian edgesnya ditunjukkan dengan pembatas jembatan berok, kemudian nodenya ditunjukkan dengan banyaknya persimpangan jalan, dan hanya sedikit titik kumpulnya, kemudian districtnya ditunjukkan dengan pola deretan bangunannya, landmarknya ditunjukkan dengan gereja blenduk.Kata kunci : Lima Elemen, Kevin Lynch, Kawasan Kota Lama Semarang
Konsep Ruang Sakral dan Profan Pasar Gawok Iskandar, Dedi; Sardjono, Agung Budi; ., Wijayanti
Arsir Vol 3, No 2 (2019): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v3i2.1950

Abstract

The purpose of this study examines the concept of the sacred space and profane of Gawok market Sukoharjo which was formed and grew because of the beliefs held between the Gawok community and the previous King Kasunanan. From this belief, traditions and cultures are created, such as the determination of the Pon market day, the Angon Putu Tradition, the Sesajen Jum’at Ritual, the Kulo Nuwun Ritual, the Nyuwun Pitedah Ritual, and the Ngubur Blanjan Ritual. Qualitative research methods are used to explore and observe research objects in depth and then describe the state of cultural traditions such as places, social behavior, activities, market activities that are not yet known specifically for analysis of the influence of the concept of sacred and profane spaces that form a market tradition. The result of this concept is to create a local cultural identity and character of local wisdom and the noble norms of the Gawok market to make the market survive and exist until now amidst current penetration and modernization.
Kajian Kerusakan Finishing Dinding Bata pada Bangunan Gedung Sary, Reny Kartika; Zulfikri, Zulfikri; Asysyauki, Akhmad Hamdi
Arsir Vol 3, No 2 (2019): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v3i2.2313

Abstract

Dinding merupakan salah satu komponen pembentuk bangunan yang berperan penting untuk konstruksi dan estetika bangunan. Pemahaman tentang pengetahuan dan metode teknis dalam pembuatan dinding bata yang mencakup karakteristik pemilihan bahan yang akan dipakai dapat meminimalisir kerusakan yang terjadi. Kerusakan yang sering terjadi pada finishing dinding bata adalah dinding basah dan dinding bercak-bercak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan masalah yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada finishing dinding bata serta mencari jalan keluar atau solusi yang baik dan benar untuk bangunan gedung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yaitu dengan cara observasi atau dengan pengamatan pada suatu peristiwa yang terjadi. Sehingga dapat digambarkan secara jelas karakteristik kondisi pada obyek penelitian sesuai dengan fakta yang didapat. Adapun penyebab dinding basah dan dinding bercak adalah (1) Pekerjaan pengecatan yang kurang baik, (2) Tertinggalnya material bekisting (kayu) pada pondasi dan sloof dinding, (3) Pemilihan bahan atau material yang kurang tepat, (4) Kebocoran pada pipa Air Conditioner (AC) dan pipa instalasi air, (5) Pekerjaan pengecatan dilakukan sebelum dinding bata benar-benar kering, (6) Rembesan pada atap, dinding dan lantai bangunan, (7) Sirkulasi atau peredaran udara yang tidak baik. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat dan dapat diaplikasikan oleh pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan pembangunan gedung maupun rumah tinggal.
Pengukuran Kenyamanan Pencahayaan Buatan pada Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Bandarlampung Munawaroh, Ai Siti; Nurbaiti, Fitriana
Arsir Vol 3, No 2 (2019): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v3i2.1833

Abstract

Perpustakaan merupakan salah satu tempat yang seharusnya sering dikunjungi oleh masyarakat.  Karena sesuai amanat UUD 1945, perpustakaan merupakan wadah mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, dari hari ke hari, pengunjung perpustakaan di Bandarlampung semakin menurun.Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui kondisi intensitas pencahayaan buatan didalam ruang Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Bandar Lampung dan Mengetahui tanggapan pengunjung mengenai kenyamanan pencahayaan buatan di  dalam ruang Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Bandarlampung.Metode yang digunakan yaitu dengan pengukuran dan pembagian kuesioner. Hasil dari pengukuran akan dijelaskan secara deskriptif untuk mengetahui tingkat kenyamanan terhadap pencahayaan buatan. Teknis analisis dalam penelitian ini membandingkan hasil data tingkat kenyamanan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Bandar Lampung berdasarkan SNI 03-6197-2000 Konservasi Enegi pada Sistem Pencahayaan tentang tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung.Hasil penelitian menunjukan intensitas cahaya buatan pada Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Bandarlampung termasuk kurang baik. Karena dari hasil data terlihat banyak titik pencahayaan yang tidak memenuhi standar SNI pencahayaan buatan. Disisi lain, berdasarkan pendapat pengunjung dapat disimpulkan pengunjung Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Bandarlampung merasa fokus saat berada di dalam gedung, namun pencahayaan buatan yang kurang membuat pengunjung merasa kurang nyaman di bagian rak penyimpanan buku.
Elemen Pembentuk Citra Patung Kuda Pangeran Diponogoro di Semarang Fahri, Muhammad; Harsritanto, Bangun I.R.
Arsir Vol 3, No 2 (2019): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v3i2.1981

Abstract

Untuk memahami pembentukan sebuah citra kota, sebuah citra tersebut harus dibangun melalui elemen fisik. Penggalian elemen fisik diperlukan untuk mengetahui seberapa baik citra suatu kota. Elemen-elemen fisik dapat terbentuk dari hanya satu objek fisik saja  jika dilihat dari pendekatan Kevin Lynch yang dijelaskan pada Image of the City. Patung Kuda Pangeran Diponegoro merupakan tugu salah satu tokoh pahlawan yang dimana citra dari pangeran Diponegoro yaitu Pahlawan Nasional yang dibentuk melalui sebuah objek fisik yang berbeda- beda pada setiap kotanya. Dengan menggunakan kognisi pengamat terhadap Patung Kuda Pangeran Diponegoro Semarang penelitian diharapkan ini dapat menggali elemen fisik yang terdapat pada objek fisik Patung Kuda Pangeran Diponegoro Semarang dan mengetahui apakah ada citra lain yang terbentuk dari elemen fisik yang ditemukan Di Kota Semarang yang dapat membedakan dari kota lainnya. Metode Penelitian ini menggunakan Eksplorasi deskriptif. Lokasi Penelitian ini berada pada kawasan Kota Semarang yang dimana dari hasil kognisi pengamat dilapangan memunculkan 4 titik seberan temuan objek fisik Patung Kuda Pangeran Diponegoro  di Kota Semarang.

Page 1 of 1 | Total Record : 6