cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Alfaz (Arabic Literatures for Academic Zealots)
ISSN : 23392282     EISSN : 26205351     DOI : -
ALFAZ (Arabic Literature for Academic Zealots) is an open access and a peer-reviewed journal on Arabic Language and Literature in the world. This journal is published by the Arabic Language and Literature Departement, Faculty of Ushuluddin and Adab, Sultan Maulana Hasanuddin State Islamic University of Banten. Editors welcome scholars, researchers and practitioners of Arabic Education around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 02 (2019): December 2019" : 5 Documents clear
Jam‘u at-Taksīr dan Tejemahnya dalam “Al-Quranul Karim Bacaan Mulia” karya H.B Jassin (Kajian Shorfiyah) Tia Nuraeni; Aang Saeful Milah; Hatta Raharja; Lalu Turjiman Ahmad; Endang Saeful Anwar
Alfaz (Arabic Literatures for Academic Zealots) Vol 7 No 02 (2019): December 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.837 KB) | DOI: 10.32678/alfaz.Vol7.Iss02.2289

Abstract

This reaserch is discuss about forms of the Broken Plural along with the translation contained in “Al-Qur’anul Karim Bacaan Mulia”, written by Indosesian writer he is H.B Jassin who has translated Al-Qur’an by poetic language. The restricting the problem of this reaserch are the only forms of the Broken Plural in Letter of Al-Noor. In this study, the researcher used the qualitive method of library study. Qualitive method are research methods that produce descriptive data in the form of written words, from books relating to research problems. Using the theory of morphologi to determinate the patterns of the Broken Plural in the object of studies. As for the results, found 31 of Broken Plurals by denying some of the same words. There are 14 words of Lesser Broken Plural in Letter of Al-Noor with three patterns, which are اَفعُل، افعِلة ، افعال. There are 14 words of Greater Broken Plural with six patterns, which are فعلاء، فعول، فعال، فِعْلان، فَعلى، وفعُل, and 3 words of Ultimate Plural (Ṣīgah Muntaha al-Jumu‘) which are: ف واعل، فعاليل، مفاعل.Then the suitability of H.B Jassin in translating the Broken Plural in his creation, it’s “Al-Qur’anul Karim Bacaan Mulia”.
Arabisasi (Ta’rib) Istilah-istilah Ilmiah dalam Buku Pelajaran Biologi Kelas 3 SMA Hilda Dimyati Asmara
Alfaz (Arabic Literatures for Academic Zealots) Vol 7 No 02 (2019): December 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.802 KB) | DOI: 10.32678/alfaz.Vol7.Iss02.2290

Abstract

Language is currently experiencing very rapid development, this has led to the birth of many new terms in the western world that effect between one language with another language, one of which is Arabic. One of the cuases of the birth of a new term because of the development of the science, technology and other sciences. So that arises the phenomenon of arabization or so-called ta’rib making Arabic adopt various foreign elements, either in the form of terms or words. Based on this background this research will discuss what words are contained in high school class 3 biology textbooks and how the method used in this study is a qualitative method of library study. The qualitative method is a research method that produces descriptive data in the form of written word from books related to research.
Kajian Morfologis Nama-nama Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an Nabilatul Ulya
Alfaz (Arabic Literatures for Academic Zealots) Vol 7 No 02 (2019): December 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.425 KB) | DOI: 10.32678/alfaz.Vol7.Iss02.2292

Abstract

Nabi Muhammad saw memiliki banyak nama. Dan nama-nama tersebut banyak tertera dalam kitab-kitab terdahulu yang dikarang oleh para ulama. Baik itu kitab tentang sejarah nabi, kitab tentang hadist nabi, maupun dalam kitab al-Qur’an. ‘Athif Qosim al-Maliji dalam kitab karangannya “Asma’ Nabi Fii al-Qur’an wa as-Sunnah”, memaparkan nama-nama nabi itu adalah muhammad, ahmad, ‘abdullah, al-ummi, ar-rahiim, al-basyir, asy-syaahid/asy- syahiid, an-nadzir, ad-daa’i ila allah, al-muballigh, al-hanif, al-mahi, rasul al-malahim, al-hasyir, nabi at-taubah, an-nur, as-sirojul munir, al-musthofa, al-mudatstsir, al-muzammil, ath-thahir, al-muthahar, al-muthahir, al-mutawakkal, al-amin, ash-shadiq, thaha, al-jami’, al-wali, al-fatih, al-hadi, shohibul kautsar. Hal ini menarik perhatian peneliti untuk menganalisis nama-nama nabi muhammad saw dalam al-Qur’an dengan kajian morfologi. Morfologi adalah cabang ilmu linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa yang mempelajari seluk beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan kata terhadap golongan arti kata. Dalam linguistik arab, istilah morfologi dikenal dengan ilmu sharaf. Kata sharaf sendiri berarti pemalingan kata yang mengakibatkan perubahan bentuk kata yang berdampak pada perolehan makna, perubahan dan pemalingan kata inilah yang disebut dengan at-tashrif. Hasil dari proses at-thasrif ini menghasilkan wazan atau timbangan yang kemudian menjadi standar dalam pembentukan kata dalam bahasa arab. Seperti kata عِلْمُ (‘ilmu) yang merupakan bentuk kalimat isim masdar dari kata يَعْلَمُ-عِلْمًا عَلِمَ (‘alima-ya’lamu-‘ilman) dengan bentuk wazan فِعْلً -يَفْلُ- فَعِلَ (fa’ila-yaf’alu-fi’lan). Setiap perubahan bentuk dari suatu wazan ke wazan lainnya memiliki perubahan arti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan desain penelitian library research. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja nama-nama nabi muhammad saw dalam al-Qur’an. Dan bagaimana bentuk kajian morfologi (shorof) pada setiap nama nabi muhammad saw dalam al-Qur’an.
Pendekatan Fonetik, Kontrastif, dan Komunikatif dalam Pengajaran Membaca Alquran Azkia Muharom Albantani
Alfaz (Arabic Literatures for Academic Zealots) Vol 7 No 02 (2019): December 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.211 KB) | DOI: 10.32678/alfaz.Vol7.Iss02.2294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendekatan fonetik, pendekatan kontrastif, dan pendekatan komunikatif dalam mengajar membaca Alquran bagi muslim Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan untuk mengungkap pengajaran membaca Alquran dengan pendekatan fonetik, kontrastif, dan komunikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran membaca Alquran efektif dilakukan dengan menggunakan pendekatan fonetik, kontrastif, dan komunikatif. Pendekatan fonetik maksudnya mengajarkan bunyi-bunyi atau huruf Alquran lebih ditekankan kepada cara mengucapkan lambang bunyi Alquran baik yang berupa huruf maupun yang berupa harakat yang semestinya menurut Ilmu Tajwid dari pada mengenalkan nama-nama huruf atau harakat itu. Pendekatan kontrastif maksudnya mengajarkan membaca Alquran kepada anak-anak Indonesia harus dimulai dengan mengenalkan huruf-huruf atau harakat yang bunyinya ada padanannya dalam bahasa Indonesia untuk mempermudah mereka dalam pengucapan. Pendekatan komunikatif maksudnya kita mengajarkan membaca Alquran melalui mengenal tanda baca dan bagaimana membunyikan tanda baca-tanda baca itu dengan benar, baik dalam bentuk huruf, harakat, kata maupun kalimat yang betul-betul ada dan dipakai dalam Alquran.
Tindak Tutur dan Maksim Kesantunan Berbahasa Dalam Surat-surat Ali bin Abi Thalib Kepada Muawiyah (Studi Analisis Pragmatik) Lukman Fajariyah
Alfaz (Arabic Literatures for Academic Zealots) Vol 7 No 02 (2019): December 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.315 KB) | DOI: 10.32678/alfaz.Vol7.Iss02.2224

Abstract

This paper aims to explore the speech acts and the modesty of the language politeness principles by Ali bin Abi Thalib in his letters to Muawiyah. In addition, to find out the meaning of using politeness in various speech acts in Ali bin Abi Thalib's letters to Muawiyah, The researcher used speech act theory (Searle) and politeness maxim that was formulated by Leech as the main analysis in this research. The findings of this study indicate that almost all the letters of Ali bin Abi Talib used indirect speech acts in the form of representative sentences, expressive sentences, commissive sentences, and declarative sentences. Each variant of these sentences contains an imperative meaning. The use of politeness maxim in language has its own benefits and meanings, which is to give varying influences to the letter reader according to the variance of politeness maxim politeness used. The impact on the reader of the letter (Muawiyah) is to convince and give consideration in order to submit to the legitimate government that is the caliphate of Ali bin Abi Talib.

Page 1 of 1 | Total Record : 5