cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata : G-SMART (Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air, Transfortasi)
ISSN : 26205297     EISSN : 26205297     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal G - SMART : Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang meliputi Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air dan Transportasi.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2: Desember 2022" : 6 Documents clear
Interpretasi Hasil CPTu Untuk Menghitung Penurunan Konsolidasi Primer dan Daya Dukung Pondasi Dangkal Pada Tanah Lunak Kevin Kristiadi; Clifford Charmen Wijaya; Maria Wahyuni; Rinda Karlinasari
G-SMART Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v6i2.4809

Abstract

Proyek Perumahan Mutiara Arteri yang terletak di Jalan Gajah Raya, Kecamatan Gayam Sari, Kota Semarang merupakan lokasi penelitian. Pemilihan lokasi berdasarkan pertimbangan bahwa tanah tersebut dahulunya merupakan sawah dan rawa-rawa dengan kondisi tanah yang kurang layak dijadikan lokasi pembangunan. Hal ini disebabkan kondisi tanah yang dilunakkan dan jenuh air sehingga berdampak adanya perubahan kondisi tanah menjadi tanah lunak. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui karakterisitik tanah di lokasi penelitian, jangka waktu dan besar penurunan konsolidasi primer, daya dukung pondasi pada lokasi penelitian sebelum dan sesudah konsolidasi berdasarkan hasil uji CPTu dengan menggunakan program PLAXIS. Dalam penelitian ini pengujian tanah dibagi menjadi 2 kondisi yaitu dengan muka air pada kedalaman 2 meter (muka air asli) dan kedalaman 1,5 meter (saat kondisi hujan). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakterisitik tanah di lokasi penelitian pada kedalaman 0 – 2 meter merupakan tanah timbunan, 5 – 9 meter merupakan tanah pasir, sedangkan pada kedalaman 9 meter merupakan tanah lempung berlanau dengan konsistensi soft to medium. Dengan kondisi muka air tanah pada kedalaman 2 meter sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mengalami konsolidasi 50% (U50) adalah 1856 hari dengan penurunan lokal sebesar 64,07 cm, dan penurunan pondasi sebesar 4,65 cm. Saat terkonsolidasi 90% (U90), sehingga waktu yang dibutuhkan sebesar 3919 hari dengan penurunan lokal sebesar 70,96 cm, dan penurunan pondasi sebesar 6,3 cm. Saat terkonsolidasi 100% (U100), waktu yang dibutuhkan sebesar 6333 hari dengan penurunan lokal sebesar 72,21 cm, dan penurunan pondasi sebesar 6,74 cm. Saat sebelum dikonsolidasi besar daya dukung ijin sebesar 73 kN/m2, daya daya dukung ultimate sebesar 270 kN/m2 dan faktor kemanan sebesar 3,6; sedangkan setelah di konsolidasi besar daya dukung ijin sebesar 88 kN/m2, daya daya dukung ultimate sebesar 300 kN/m2 dan faktor kemanan sebesar 3,4. Pada kondisi muka air tanah pada kedalaman 1,5 meter  waktu yang dibutuhkan untuk mengalami konsolidasi 50% (U50) adalah 1877 hari dengan penurunan lokal sebesar 63,35 cm, dan penurunan pondasi sebesar 5 cm. Saat terkonsolidasi 90% (U90), waktu yang dibutuhkan sebesar 4009 hari dengan penurunan lokal sebesar 71,57 cm, dan penurunan pondasi sebesar 6,97 cm. Saat terkonsolidasi 100% (U100), waktu yang dibutuhkan sebesar 6385 hari dengan penurunan lokal sebesar 73,02 cm, dan penurunan pondasi sebesar 6,74 cm. Saat sebelum dikonsolidasi besar daya dukung ijin sebesar 50 kN/m2, daya daya dukung ultimit sebesar 248 kN/m2 dan faktor kemanan sebesar 4,96; sedangkan setelah di konsolidasi besar daya dukung ijin sebesar 75 kN/m2, daya daya dukung ultimate sebesar 290 kN/m2 dan faktor kemanan sebesar 3,8. Semakin tinggi muka air tanah beban ijin akan turun, dan jangka waktu konsolidasi akan semakin lama.
Analisis Pengaruh Lingkungan Asam Terhadap Beton Bertulang Ditinjau Dari Corrosion Rate Tulangan Iqbaal Rizky Ananto; Fiona Indah Yurisaputri Martanni; Djoko Suwarno; Widija Suseno
G-SMART Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v6i2.4331

Abstract

Jumlah penduduk di dunia meningkat setiap tahunnya. Pada provinsi Jawa Tengah jumlah penduduk pada tahun 2020 mencapai 36.516.035 juta jiwa. Perkembangan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan manusia meningkat. Guna memenuhi kebutuhan tersebut,maka aktivitas industri dan transportasi dilakukan. Aktivitas tersebut menghasilkan gas emisi yang kemudian menjadi polutan. Zat polutan tersebut akan berkumpul di udara dan menyebabkan terjadinya hujan asam. Hujan asam merupakan proses turunnya air yang bersifat asam dan memiliki pH di bawah 5,6. Kota Semarang dari tahun 2018 hingga tahun 2020 memiliki rata-rata pH air hujan sebesar 5,37. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hujan yang terjadi di kota Semarang adalah hujan asam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh hujan asam terhadap sifat mekanis beton melalui uji kuat tekan beton dan durabilitas beton bertulang melalui uji laju korosi.Hasil uji kuat tekan beton yang di­-curing dan direndam menggunakan air PDAM pada umur 28 hari adalah sebesar 30,93 MPa, sedangkan beton yang di-curing dan direndam menggunakan air pH 5±0,5 pada umur 28 hari adalah sebesar 23,66 MPa.Hasil uji laju korosi pada beton yang di­-curing dan direndam menggunakan air PDAM adalah sebesar 0,218 mm/tahun, sedangkan beton yang di-curing dan direndam menggunakan air pH 5±0,5 memiliki nilai laju korosi sebesar 0,343 mm/tahun.
Efek Penggunaan Shear Wall Terhadap Perilaku Dan Level Kinerja Struktur Gedung Pabrik X (The Effect of Shear Wall Usage on Behavior and Performance Based Design of The Structure of Factory Building X) Lita Lahita; Vinsensia Dina Septiana; David Widianto; Yohanes Yuli Mulyanto
G-SMART Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v6i2.5075

Abstract

Tasikmalaya, Jawa Barat merupakan daerah yang rawan terjadi gempa. Oleh karena itu dalam perancangan bangunan perlu memperhitungkan gaya akibat gempa. Penggunaan shear wall mampu mengoptimalkan kinerja struktur dengan gaya gempa. Gedung Pabrik X didesain menggunakan shear wall agar dapat diketahui perilaku dan level kinerja strukturnya apabila terkena gaya gempa kemudian dibandingkan dengan gedung Pabrik X tanpa shear wall. Dalam memperhitungkan gaya gempa menggunakan analisis respon spektrum dan analisis pushover untuk level kinerja struktur. Berdasarkan hasil pemodelan, didapatkan hasil perilaku struktur berupa periode gedung Pabrik X tanpa shear wall untuk arah X sebesar 1,699 detik dan arah Y sebesar 1,805 detik sedangkan gedung Pabrik X dengan shear wall sebesar 1,289 detik dan arah Y sebesar 1,419 detik. Displacement pada gedung Pabrik X tanpa shear wall untuk arah X sebesar 229,775 mm dan arah Y sebesar 412,260 mm sedangkan gedung Pabrik X dengan shear wall untuk arah X sebesar 104,959 mm dan arah Y sebesar 61,171 mm. Berdasarkan analisis pushover didapatkan level kinerja struktur gedung Pabrik X tanpa shear wall berupa collapse prevention pada arah X maupun arah Y sedangkan gedung Pabrik X dengan shear wall berupa Immediate Occupancy pada arah X dan Operational pada arah Y menurut peraturan FEMA 440.
Analisis Tingkat Bahaya Erosi Lahan Di Daerah Aliran Sungai (Das) Kupang Menggunakan Metode Modified Universal Soil Loss Equation (Musle) Aldian Seputra Sudianto; Aditya Manung Pratama; Daniel Hartanto; Budi Santosa
G-SMART Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v6i2.4388

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui laju erosi yang terjadi pada DAS Kupang, Jawa Tengah. Proses erosi yang terjadi perlu dilakukan analisis menggunakan rumus MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) dengan aplikasi ArcGIS. Metode penelitian ini digunakan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi pada area DAS Kupang yang dapat ditampilkan dalam bentuk peta. Hasil penelitian yang diperoleh berupa total laju erosi DAS Kupang sebesar 63.720,681 ton/ha/th kriteria sangat berat dengan luasan DAS sebesar 181,109 km2. Erosi terbesar terjadi pada Kecamatan Talun dengan 28.784,349 ton/ha/th dengan luas kecamatan sebesar 44,821 km2Adapun skala prioritas untuk penanganan bahaya erosi yakni pada Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan dengan total skor 36,339, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan dengan total skor 32,578, dan Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan dengan total skor 25,857
Pengaruh Penggunaan High Damper Rubber Bearing Pada Gedung Bertingkat Ditinjau Terhadap Level Kinerja Struktur Dengan Metode Analisis Time History (Studi Kasus: Pembangungan Gedung Hotel) Friedrich Adescanius Suryawinata; Tavio Fortino Tirtosugondo; Gabriel Ghewa; David Widianto; Daniel Hartanto
G-SMART Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v6i2.4466

Abstract

Kota Yogyakarta terkhususnya kabupaten Kulon Progo merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi pada beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, pembangunan gedung harus diberi penahan gempa yang biasa disebut dengan base isolator. Base isolator yang digunakan pada penelitian ini berjenis high damper rubber bearing. Perencanaan struktur tahan gempa ini menggunakan metode time history dengan memberikan riwayat gempa yang pernah terjadi sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas base isolator pada struktur gedung dengan membandingkan struktur gedung yang sudah dipasang base isolator dengan struktur gedung fixed base dan untuk membandingkan level kinerja struktur. Hasil pemodelan struktur berupa nilai displacement dan level kinerja struktur berdasarkan sendi plastis yang terjadi. Berdasarkan hasil pemodelan, didapatkan hasil displacement pada struktur gedung fixed base pada arah X sebesar 10,57 cm dan pada arah Y sebesar 31,09 cm. Pada struktur gedung menggunakan base isolator didapatkan displacement pada arah X sebesar 4,135 cm dan pada arah Y sebesar 6,327. Berdasarkan hasil ini artinya displacement pada struktur dengan base isolator direduksi 60,9% pada arah X dan 79,6% pada arah Y. Berdasarkan standar ATC 40 serta FEMA 356 dan FEMA 440 didapatkan level kinerja pada struktur fixed base Collapse Prevention (CP) dan pada struktur menggunakan base isolator didapatkan level kinerja Immidiate Occupancy (IO).
Perencanaan Struktur Gedung Rumah Sakit Dengan Shearwall Menggunakan Permodelan ETABS 2018 V18.1.0 Maria Carmenina Wening Tungga Hayu; Alicia Nugraheni; Widija Suseno Widjaja; Budi Setiadi
G-SMART Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v6i2.4704

Abstract

Ditinjau dari segi umur, jumlah penduduk kota Semarang memiliki 70% dengan usia produktif dan 30% sisanya termasuk dalam usia balita dan lansia. Mayoritas penduduk pada usia produktif yaitu pelajar dan pekerja memiliki tingkat aktivitas yang tinggi sehingga membutuhkan jaminan kesehatannya. Oleh karena itu, kebutuhan akan rumah sakit akan terus naik seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Berdasarkan pada jumlah lahan yang tersedia pada lokasi yang strategis, keterbatasan lahan pada pembangunan menjadi faktor utama dan dilakukan modifikasi pemodelan struktur gedung tersebut. Kombinasi beban menggunakan beban mati, hidup dan gempa. Perencanaan menggunakan aplikasi perangkat lunak yaitu ETABS 2018 v18.1.0 untuk mendapatkan hasil gaya dalam yang telah dimodelkan. Fungsi lain dari penggunaan aplikasi tersebut yaitu memasukkan gempa pada pemodelan struktur gedung yang mengacu pada SNI 1726:2019 sehingga bangunan tahan terhadap beban gempa yang terjadi. Rumah sakit termasuk dalam kategori resiko IV pada bangunan gedung dan non gedung untuk beban gempa. Analisis gempa meliputi periode fundamental, faktor skala, simpangan dan pengaruh P-Delta. Sistem struktur mengacu pada SNI 2847:2013 dan SNI 2847:2019 menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Perhitungan struktur meliputi struktur atas (pelat, balok, kolom, dinding geser, tangga) dan struktur bawah (tie beam, pondasi, pile cap). Perencanaan struktur gedung dimulai dari penentuan lokasi, pengambilan data, pengolahan data, penyusunan gambar struktur, analisa perhitungan struktur dan melakukan penyusunan jadwal pelaksanaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6