cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata : G-SMART (Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air, Transfortasi)
ISSN : 26205297     EISSN : 26205297     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal G - SMART : Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang meliputi Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air dan Transportasi.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1: Juni 2023" : 6 Documents clear
Analisis Sempadan Sungai Pepe Kota Surakarta Satria Dinda Pradana; Budi Santosa; Djoko Suwarno
G-SMART Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i1.5992

Abstract

Sungai Pepe yang berada di Kota Surakarta, adalah salah satu sungai yang sebagian daerah sempadan sungainya saat ini telah mengalami alih fungsi. Pencemaran akibat aktifitas masyarakat yang berada disekitar wilayah sempadan sungai Pepe telah mengakibatkan terjadinya pencemaran air di sungai tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang sempadan yang sesuai dan tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah no 38 tahun 2011. Penelitian ini memanfaatkan program ArcGIS dan peta citra Kota Surakarta untuk menentukan garis sempadan sungai sesuai dengan aturan  Peraturan Pemerintah no 38 Tahun 2011. Hasil dari penelitian menunjukkan semua sungai bertanggul sesuai dengan aturan yang berlaku dan untuk sungai tidak bertanggul ada yang tidak sesuai dengan peraturan yaitu Kelurahan Kepatihan Wetan, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Sudiroprajan, Kelurahan Kedung Lumbu, dan Kelurahan Gandekan. Maka Perlu dilakukan peninjauan kembali oleh pemerintah terhadap pemukiman yang berada di sempadan sungai agar pemanfaatan daerah sempadan sungai sesuai dengan peraturan yang ada dan segera dilakukan perencanaan dan pelaksanaan penataan sempadan Sungai Pepe agar dapat berfungsi kembali sesuai dengan peruntukannya.Sungai Pepe yang berada di Kota Surakarta, adalah salah satu sungai yang sebagian daerah sempadan sungainya saat ini telah mengalami alih fungsi. Pencemaran akibat aktifitas masyarakat yang berada disekitar wilayah sempadan sungai Pepe telah mengakibatkan terjadinya pencemaran air di sungai tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang sempadan yang sesuai dan tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah no 38 tahun 2011. Penelitian ini memanfaatkan program ArcGIS dan peta citra Kota Surakarta untuk menentukan garis sempadan sungai sesuai dengan aturan  Peraturan Pemerintah no 38 Tahun 2011. Hasil dari penelitian menunjukkan semua sungai bertanggul sesuai dengan aturan yang berlaku dan untuk sungai tidak bertanggul ada yang tidak sesuai dengan peraturan yaitu Kelurahan Kepatihan Wetan, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Sudiroprajan, Kelurahan Kedung Lumbu, dan Kelurahan Gandekan. Maka Perlu dilakukan peninjauan kembali oleh pemerintah terhadap pemukiman yang berada di sempadan sungai agar pemanfaatan daerah sempadan sungai sesuai dengan peraturan yang ada dan segera dilakukan perencanaan dan pelaksanaan penataan sempadan Sungai Pepe agar dapat berfungsi kembali sesuai dengan peruntukannya
Evaluasi Kinerja Pelayanan Gedung Parkir Terhadap Parkir Di Sepanjang Jalan Pandanaran (Studi Kasus: Kawasan Kuliner) Imanuel Bayu Purnomo; Vitus Erdi Helga Adrian; Djoko Setijowarno; Daniel Hartanto Daniel Hartanto
G-SMART Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i1.8920

Abstract

Permasalahan parkir sering dijumpai pada kawasan yang memiliki tingkat aktifitas tinggi tapi memiliki tempat parkir terbatas seperti Jalan Pandanaran. Pemerintah kota Semarang telah memberikan penyelesaian masalah dengan menyediakan Gedung Parkir Pandanaran. Gedung Parkir Pandanaran dibangun untuk menampung parkir pengunjung kawasan kuliner. Realita yang terjadi adalah gedung tersebut tidak berfungsi secara optimal dan pengendara lebih memilih parkir di sekitar kawasan kuliner. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kinerja dan permasalahan yang terjadi pada Gedung Parkir Pandanaran. Berdasarkan hasil penelitian diketahui volume maksimum Gedung Parkir saat jam sibuk pada hari libur sebesar 12 unit kendaraan pukul 11.00-12.00 dan saat hari kerja sebesar 38 unit kendaraan pukul 13.00-14.00, volume maksimum pada kawasan kuliner tidak berpengaruh pada jam sibuk gedung parkir. indeks parkir Gedung Parkir Pandaranan tertinggi sebesar 25,68 persen sedangkan kawasan kuliner sebesar 150 persen, sehingga kinerja Gedung Parkir Pandanaran tidak berfungsi optimal. Kebutuhan total ruang parkir pada hari libur sebesar 35 unit kendaraan dan hari kerja sebesar 40 unit kendaraan, maka kinerja Gedung Parkir Pandanaran terhadap kebutuhan ruang parkir sudah mencukupi. Hasil survei kuesioner faktor penyebab responden tidak ingin menggunakan Gedung Parkir Pandanaran kembali karena kemudahan manuver kendaraan yang buruk dan kemudahan mencapai tempat perbelanjaan yang sulit
Potensi Penurunan Debit Banjir Di Sungai Jragung Akibat Pembangunan Bendungan Jragung Guntoro Riki Wibisono; Avin Ananta Paranindya; Budi Santosa; Djoko Suwarno
G-SMART Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i1.10079

Abstract

Daerah Aliran Sungai Jragung pada saat debit banjir yang mengalir cukup besar menyebabkan daerah tengah dan hilir dilanda banjir setiap tahun, bahkan banjir besar di beberapa daerah salah satunya di Bendung Guntur dapat terjadi dua kali dalam setahun, kondisi Daerah Aliran Sungai Jragung sudah sebagian besar terbuka karena hampir 70% berupa kebun dan ladang, tetapi dengan kondisi tersebut masih terdapat oknum yang melakukan kegiatan pembukaan lahan dan illegal logging sehingga pemerintah membuat Bendungan Jragung untuk mereduksi banjir pada aliran Sungai Jragung. Penelitian ini berguna untuk mengetahui debit banjir sebelum ada Bendungan Jragung dan setelah ada Bendungan Jragung sehingga dapat diketahui angka reduksi dari debit banjir pada Sungai Jragung untuk kala ulang 2, 5,1 0, 20, 50, 100, 200, 500, dan 1000 Tahun. Untuk menganalisis pengaruh pembangunan Bendungan Jragung terhadap potensi penurunan debit banjir Sungai Jragung pada penelitian ini digunakan analisis Hidrograf Satuan Sintetik dan debit melalui waduk. Penelitian ini menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik Snyder dan debit melalui waduk menggunakan metode level pool routing. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah curah hujan peta Daerah Aliran Sungai Jragung, data parameter bendungan, data parameter Daerah Aliran Sungai, dan debit aliran Sungai Jragung. Dari hasil penelitian dapat diketahui debit sebelum ada bendungan yaitu sebagai aliran inflow untuk kala ulang 2, 5, 10, 20, 50, 100, 200, 500, dan 1000 tahun sebesar sebesar 26,79 m3/det, 36,80 m3/det, 43,46 m3/det, 49,79 m3/det, 58,14 m3/det, 64,53 m3/det, 71,03 m3/det, 79,56 m3/det dan 86,13 m3/det. Untuk hasil penelitian debit setelah ada bendungan sebagai outflow untuk kala ulang 2, 5, 10, 20, 50, 100, 200, 500, dan 1000 tahun sebesar 24,41 m3/det, 33,46 m3/det, 39,46 m3/det, 45,19 m3/det, 52,90 m3/det, 58,84 m3/det, 64,61 m3/det, 72,30 m3/det, dan 78,22 m3/det. Berdasarkan hasil debit banjir sebelum ada bendungan dan setelah ada bendungan dapat diketahui potensi penurunan debit banjir pada Sungai Jragung untuk kala ulang 2, 5, 10, 20, 50, 100, 200, 500, dan 1000 tahun sebesar 8,88%, 9,06%, 9,18%, 9,25%, 9,01%, 8,95%, 9,04%, 9,12% dan 9,18%.Kata kunci: debit banjir, hidrograf satuan sintetik snyder, debit melalui waduk.
Kajian Interpretasi Daya Dukung Pondasi Tiang Bor Menggunakan Hasil Uji Beban Statis Aksial Tekan Dan Uji Beban Dinamis (Studi Kasus: Proyek Queen City, Jalan Pemuda Kota Semarang) Hendry Herman Jaya; Maria Wahyuni; Aksan Kawanda
G-SMART Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i1.4263

Abstract

Pondasi tiang bor merupakah salah satu jenis pondasi dalam yang hingga saat ini masih banyak digunakan, tidak terkecuali pada proyek Queen City yang berlokasi di Jl. Pemuda  Semarang ini. Pada proyek Queen City yang direncanakan dibangun apartemen, hotel, mall dan perkantoran ini menggunakan pondasi tiang bor  diameter 60 cm, 80 cm dan 100 cm. Penggunaan jenis pondasi ini dipertimbangkan dari hasil penyelidikan tanah terhadap tiga (3) borlog disertai dengan Standard Penetration Test yang menunjukkan jenis tanah dominan tanah lempung serta kondisi di sekitar lokasi proyek yang cukup padat dengan bangunan – bangunan di sekitarnya.  Muka air tanah berdasarkan pengujian ini berada pada kedalaman -12.90 m dari permukaan tanah eksisting. Analisis daya dukung pondasi tiang bor menggunakan metode Meyerhof-Kullhawy dan metode Reese and Wright menunjukkan nilai daya dukung ultimit berturut – turut berkisar antara 199.67 -  344.09 ton, 271.87 - 506.55 ton dan 373.29 - 718.58 ton untuk diameter 60 cm, 80 cm dan 100 cm. Berdasarkan hasil analisis dari kedua metode ini juga menunjukkan nilai daya dukung selimut tiang lebih dominan dibandingkan dengan daya dukung ujung tiang. Verifikasi daya dukung ultimit pondasi tiang bor menggunakan uji beban aksial tekan memberikan hasil  berturut – turut sebesar 350 ton, 550 ton dan 700 ton untuk diameter 60 cm, 80 cm dan 100 cm. Verifikasi  daya dukung ultimit pondasi tiang bor diameter 80 cm menggunakan  uji beban dinamis yang telah diolah dengan program CAPWAP memberikan hasil daya dukung ultimit  tiang berkisar antara 628.7 - 784 ton dan untuk diameter 100 cm daya dukung ultimit berkisar antara  602 - 952 ton. Berdasarkan hasil uji beban dinamis juga menunjukkan bahwa daya dukung selimut tiang lebih dominan dibanndingkan dengan daya dukung ujung tiang. Hasil interpretasi uji beban statis aksial tekan pada pondasi tiang bor berdiameter 60 cm dan 80 cm didapatkan bahwa metode Chin memberikan hasil yang konservatif (hasil lebih tinggi) dibandingkan dengan metode Davisson dan metode Mazurkiewicz.
Pemodelan Rodit Untuk Menghitung Gaya Lateral Pada Pondasi Tiang Pancang Ujung Bebas Pada Tanah Kohesif Menggunakan Metode Brom’s Berbasis Mit App Inventor Liong Leandro Lionggono; Ardito Saharuddin; Daniel Hartanto Daniel Hartanto; Hironimus Leong
G-SMART Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i1.10252

Abstract

Pondasi adalah salah satu bagian awal dari sebuah struktur yang berperan sangat penting untuk menopang beban diatasnya. Pondasi tiang pancang termasuk ke dalam bagian struktur bawah bangunan yang berguna untuk menahan beban aksial dan juga beban lateral pada perencanaannya. Tiang pancang yang digunakan pada penelitian ini merupakan tipe tiang pancang panjang ujung bebas yang memiliki berbagai bentuk penampang antara lain: tiang pancang segitiga, bujur sangkar dan lingkaran dengan jenis tanah kohesif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung pondasi tiang pancang ujung bebas akibat gaya lateral, pemodelan Rodit berbasis MIT App Inventor dan juga melakukan perbandingan hasil perhitungan manual dengan Rodit. Hasil penelitian ini dapat mengetahui besarnya gaya lateral ultimit (Qu), gaya lateral ijin (QIjin), defleksi (y0) dan rotasi (θ) yang terjadi pada pondasi tiang tiang pancang tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Brom’s. Dari hasil perbandingan perhitungan manual dengan model Rodit diperoleh hasil Qu = 1.195,012 kg, Qijin = 478 kg, defleksi tiang (y0) = 0,475 cm dan rotasi tiang (θ)= 0,00205 rad, untuk tiang pancang bujur sangkar memiliki hasil Qu = 3.111,58 kg, Qijin = 1.244,63 kg, defleksi tiang pancang (y0) = 0,993 cm dan rotasi tiang (θ)= 0,0031 rad dan tiang pancang lingkaran memiliki hasil Qu = 6.572,98 kg, Qijin = 2.629,19 kg, defleksi tiang pancang (y0) = 0,777 cm dan rotasi tiang (θ)= 0,00181 rad. Selisih yang didapat sebesar 0 dengan presentase error 0%.
Optimalisasi Penyediaan Air Baku Di Desa Wiru Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Menggunakan Program Epanet 2.2 Rizky Arnata; Dava Fahrezi Nurtanto; Budi Santosa; Yohanes Yuli Mulyanto
G-SMART Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v7i1.10185

Abstract

Kebutuhan air pada penduduk terus meningkat seiring terjadinya peningkatan jumlah penduduk. Aktivitas makhluk hidup terkait dengan kebutuhan air yang tersedia. Kejadian tersebut merupakan suatu yang harus sudah diprediksi dan sudah direncanakan untuk melaksanakan pengoptimalan supaya kebutuhan air tercukupi. Masalah yang dapat menyebabkan terganggunya pemenuhan kebutuhan air pada penduduk yaitu tersedia atau tidaknya sumber mata air yang mencukupi, untuk memenuhi kebutuhan air pada penduduk pada masa mendatang. Untuk mencapai pemenuhan kebutuhan air pada penduduk perlu dilakukan upaya optimalisasi dalam penyediaan air baku.Proyeksi pertumbuhan penduduk pada Desa Wiru diperhitungkan dari tahun 2021 hingga 2040. Optimalisasi yang dilaksanakan yaitu menggunakan proyeksi pertumbuhan penduduk pada tahun 2025, 2030, dan 2040. Pertumbuhan penduduk sebesar 3240 orang pada tahun 2025. Untuk 5 tahun yang akan datang pada tahun 2030 diproyeksikan pertumuhan penduduk sebesar 3405 orang. Kemudian pada tahun 2035 sebesar 3578 orang. Pada tahun 2040 sebesar 3760 orang.Jumlah kebutuhan air yang digunakan menggunakan peraturan berdasarkan Peraturan Mentri Dalam Negeri No. 23 Tahun 2006. Peraturan tersebut dikembangkan dari peraturan Unesco Tahun 2002. Peraturan yang digunakan memberikan kebutuhan air baku sebesar 60 lt/org/hari. Kebutuhan air baku pada tahun 2025 sebesar 3,51 lt/dtk, untuk 5 tahun yang akan datang yaitu pada tahun 2030 sebesar 3,69 lt/dtk, kemudian tahun 2035 sebesar 3,88 lt/dtk, dan pada tahun 2040 sebesar 4,07 lt/dtk.Optimalisasi dalam pemenuhan kebutuhan air baku dilaksanakan pada daerah Desa Wiru, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Daerah tersebut terdiri dari Dusun Krajan Wiru, Mojo, Ngelo, Pelem, Jrebeng, dan Kedunglaran. Pemenuhan kebutuhan air tidak mengalami kekurangan dalam pemenuhan air baku terhadap dusun yang terletak pada Desa Wiru. Jumlah air maksimum yang mengalir pada Tahun 2025 sebesar 0,54 lt/dtk, kemudian pada 5 tahun selanjutnya yaitu tahun 2030 sebesar 0,45 lt/dtk, pada tahun 2035 sebesar 0,63 lt/dtk, dan pada tahun 2040 sebesar 1,52 lt/dtk. Ketersediaan air yang tersedia pada Sungai Tuntang memiliki minimal debit air pada 3,22 lt/dtk.Proyeksi pertumbuhan penduduk pada Desa Wiru diperhitungkan dari tahun 2021 hingga 2040. Optimalisasi yang dilaksanakan yaitu menggunakan proyeksi pertumbuhan penduduk pada tahun 2025, 2030, dan 2040. Pertumbuhan penduduk sebesar 3240 orang pada tahun 2025. Untuk 5 tahun yang akan datang pada tahun 2030 diproyeksikan pertumuhan penduduk sebesar 3405 orang. Kemudian pada tahun 2035 sebesar 3578 orang. Pada tahun 2040 sebesar 3760 orang.Jumlah kebutuhan air yang digunakan menggunakan peraturan berdasarkan Peraturan Mentri Dalam Negeri No. 23 Tahun 2006. Peraturan tersebut dikembangkan dari peraturan Unesco Tahun 2002. Peraturan yang digunakan memberikan kebutuhan air baku sebesar 60 lt/org/hari. Kebutuhan air baku pada tahun 2025 sebesar 3,51 lt/dtk, untuk 5 tahun yang akan datang yaitu pada tahun 2030 sebesar 3,69 lt/dtk, kemudian tahun 2035 sebesar 3,88 lt/dtk, dan pada tahun 2040 sebesar 4,07 lt/dtk.Optimalisasi dalam pemenuhan kebutuhan air baku dilaksanakan pada daerah Desa Wiru, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Daerah tersebut terdiri dari Dusun Krajan Wiru, Mojo, Ngelo, Pelem, Jrebeng, dan Kedunglaran. Pemenuhan kebutuhan air tidak mengalami kekurangan dalam pemenuhan air baku terhadap dusun yang terletak pada Desa Wiru. Jumlah air maksimum yang mengalir pada Tahun 2025 sebesar 0,54 lt/dtk, kemudian pada 5 tahun selanjutnya yaitu tahun 2030 sebesar 0,45 lt/dtk, pada tahun 2035 sebesar 0,63 lt/dtk, dan pada tahun 2040 sebesar 1,52 lt/dtk. Ketersediaan air yang tersedia pada Sungai Tuntang memiliki minimal debit air pada 3,22 lt/dtk.

Page 1 of 1 | Total Record : 6