cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Elektrika
Published by Universitas Semarang
ISSN : 20850565     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal eLEKTRIKA diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Semarang sejak tahun 2009, dan terakreditasi oleh Kementerian Ristekdikti pada tanggal 29 Januari 2009, dengan No. ISSN 2085-0565. Jurnal eLEKTRIKA adalah jurnal open akses dengan pelibatan mitra bebestari (peer-reviewed yang terbit dua kali dalam setahun, Maret dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
MANAJEMEN ALIRAN ENERGI MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIK PADA dc/ac MIKROGRID Kusmantoro, Adhi
Elektrika Vol. 17 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/elektrika.v17i2.12915

Abstract

Pembangkitan energi listrik terdesentralisasi memakai energi terbarukan semakin banyak digunakan untuk mendorong inklusi sosial penduduk di wilayah pedesaan. Dalam daerah yang belum terjangkau jaringan listrik, maka semakin banyak infrastruktur jaringan yang dipasang menggunakan genset. Sumber energi ini hanya berfungsi untuk menyediakan listrik di lokasi tersebut, sementara penduduk setempat membutuhkan listrik yang meningkat setiap tahunnya. Penggunaan mikrogrid berbasis energi terbarukan, khususnya energi photovoltaic (PV), di lokasi-lokasi pedesaan dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan mikrogrid ini dapat memastikan pasokan listrik yang berkelanjutan bagi penduduk setempat. Untuk mencapai konvergensi antara akses universal terhadap kebutuhan energi penduduk dan penyediaan energi memakai mikrogrid, maka penggunaan algoritma optimasi untuk perencanaan dan efisiensi operasional mikrogrid yang lebih baik sangatlah penting. Untuk tujuan ini, algoritma genetik digunakan untuk manajemen aliran energi yang optimal dalam sistem multi-PV dan multi-beban, untuk menguji kemampuan mikrogrid dalam mencapai tujuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan mikrogrid yang optimal menjamin Probabilitas Kehilangan Pasokan Daya sebesar 0,16%, penghematan biaya listrik sebesar 53%, dan faktor penghematan emisi sebesar 88,9%. Rendahnya biaya listrik yang diperoleh menunjukkan bahwa metode ini merupakan peluang nyata untuk meningkatkan akses listrik bagi penduduk berpenghasilan rendah di pedesaan. Demikian pula, nilai faktor terbarukan maksimum yang diperoleh menunjukkan pengurangan waktu pengoperasian genset, yang berdampak pada pengurangan biaya operasional dan emisi gas rumah kaca secara signifikan.
Analisis Akurasi Diagnostic Pocket pada Parameter SpO₂, BPM, dan Suhu Tubuh Sofie, Mohamad; Ichsan Widiyana; Bayu Wahyudi
Elektrika Vol. 17 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/elektrika.v17i2.12928

Abstract

Pengembangan alat diagnostik berbasis IoT yang akurat dan terjangkau sangat penting untuk memajukan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja alat Diagnostic Pocket dalam mengukur suhu tubuh, saturasi oksigen (SpO₂), dan denyut jantung (BPM) dengan membandingkannya terhadap alat standar (thermogun dan pulse oximeter). Sebanyak 54 subjek dilibatkan dalam studi perbandingan ini. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji paired t-test atau Wilcoxon signed-rank test untuk signifikansi perbedaan, analisis Bland-Altman untuk menilai tingkat kesepakatan, dan korelasi Pearson/Spearman untuk kekuatan hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diagnostic Pocket memiliki kinerja yang baik dalam mengukur SpO₂ dan BPM, dengan tingkat kesepakatan dan korelasi yang memadai terhadap alat standar. Namun, untuk pengukuran suhu, alat ini masih menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dan kesepakatan yang rendah. Disparitas pada pengukuran suhu diduga disebabkan oleh perbedaan sensitivitas sensor, kalibrasi, atau lokasi pengukuran. Variasi pada BPM mungkin dipengaruhi oleh kondisi fisiologis subjek. Simpulannya, Diagnostic Pocket menjanjikan untuk pemantauan SpO₂ dan BPM, namun diperlukan penyempurnaan lebih lanjut pada komponen sensor suhunya.

Page 13 of 13 | Total Record : 122