cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 539 Documents
Simulasi Numerik Aliran Melintasi Susunan Empat Silinder Sirkular pada Rasio L/D= 3,0 Dekat Dinding A Grummy Wailanduw; Priyo Heru AW
Mesin Vol. 25 No. 1 (2016)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2016.25.1.3

Abstract

Aliran yang melintasi susunan empat silinder sirkular di center line telah banyak dilakukan, baik secara eksperimen, simulasi, maupun visualisasi. Fenomena aliran yang terjadi di sekeliling silinder akan berbeda, ketika rasio susunan empat silinder sirkular disetting di L/D= 3,0 dan diletakkan dekat dinding. Pengaruh lapis batas dari dinding akan mempengaruhi aliran pada lower cylinder terutama down-stream cylinder yang sebelumnya hanya dipengaruhi oleh up-stream cylinder. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena aliran di sekeliling susunan silinder yang diletakkan dekat dengan dinding tersebut. Metode simulasi numerik disini menggunakan bantuan software FLUENT 6.3.26, dan karakteristik aliran diteliti pada susunan empat silinder sirkular dengan rasio L/D= 3,0 yang ditempatkan dekat dinding dengan variasi rasio G/D= 0,2; 0,7; dan 1,2 pada bilangan Reynolds 5,3x104 berdasarkan  diameter silinder. Dalam menentukan model viskos yang akan digunakan, dilakukan validasi antara hasil simulasi numerik yang menggunakan berbagai model viskos dan hasil eksperimen pada silinder sirkular tunggal yang ditempatkan di center line. Hasil validasi menunjukkan bahwa dari berbagai model viskos 2D-URANS yang telah dicoba, model viskos k-ω sst memiliki hasil yang mendekati hasil eksperimen. Berdasarkan penelitian tersebut, diperoleh pressure coefficient distribution (Cp) dari upper cylinder dan lower cylinder yang berbeda. Selanjutnya dari hasil simulasi ini juga dapat dilihat bahwa daerah di belakang silinder sirkular, antara upper dan lower cylinder terjadi perbedaan pola vortex shedding. 
Pengaruh Variasi Diameter O-ring pada Permukaan Silinder terhadap Koefisien Drag Si Putu Gede Gunawan Tista; Ainul Ghurri; I Ketut Suanjaya Adi Putra
Mesin Vol. 25 No. 2 (2016)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam aplikasi engineering banyak ditemukan peralatan yang menggunakan silinder, seperti tiang penyangga jembatan, cerobong asap, dan sebagainya. Peralatan-peralatan ini mengalami hembusan udara setiap saat, yang menyebabkan kekuatan konstruksinya mengalami penurunan, hal ini disebabkan adanya drag yang arahnya searah dengan arah aliran. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi drag adalah dengan memanipulasi medan aliran fluida. Manipulasi aliran fluida dapat dilakukan secara pasif antara lain dengan menambahkan helical strake pada permukaan silinder, menambahkan penghalang di depan silinder dan sebagainya. Dalam penelitian ini manipulasi aliran fluida dilakukan dengan menambahkan O-ring pada permukaan silinder. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh variasi diameter O-ring terhadap koefisien drag. Penelitian ini dilakukan pada sebuah wind tunnel yang terdiri dari blower, pipa pitot, manometer, timbangan digital, dan silinder. Penambahan O-ring diletakkan pada permukaan silinder dengan variasi diameter O-ring yaitu 3mm, 4mm, 5mm, 6mm dan jarak antar O-ring 30mm. Silinder diletakkan ke arah vertikal. Bilangan Reynolds berdasarkan diameter silinder (60mm) adalah Re = 3,64 x .Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan koefisien drag dibandingkan tanpa variasi O-ring. Nilai koesisien drag terendah didapat dari variasi diameter O-ring 5mm atau d/D=0,08 dengan nilai 0,650259, dimana terjadi penurunan drag sebesar  24,15% dibandingkan dengan silinder tanpa O-ring. 
Sifat Mekanik Komposit Polipropilena Berpenguat Serat Sansevieria Unidirectional Mardiyati Mardiyati; Raden Reza Rizkiansyah; Ikhsan Purnomo
Mesin Vol. 25 No. 2 (2016)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat hayati merupakan bahan yang saat ini sedang banyak dikembangkan sebagai penguat material komposit bermatriks polimer. Penggunaan serat hayati sebagai penguat pada suatu komposit memiliki beberapa keunggulan dibandingkan serat sintetis, diantaranya yaitu lebih ramah lingkungan, dapat diperbaharui, murah, serta memiliki densitas yang relatif rendah. Lidah mertua (Sansevieria trifasciata) merupakan salah satu jenis tanaman yang umumnya digunakan sebagai tanaman hias yang banyak tumbuh di Indonesia. Serat dari tanaman ini pada dasarnya memiliki potensi untuk digunakan sebagai penguat pada komposit berpenguat serat hayati karena memiliki sifat mekanik yang cukup baik, namun masih belum banyak dipelajari dalam aplikasinya sebagai penguat komposit. Pada penelitian ini, dilakukan studi mengenai pembuatan komposit sansevieria/ polipropilena dengan menggunakan metode tekan panas dengan fraksi volume serat terukur 4.9%, 8.6% dan 13.5%. Kualitas dari komposit diuji melalui pengujian tarik yang mengacu kepada ASTM D-3039 dan pengujian densitas. Pada penelitian ini telah berhasil dilakukan pembuatan komposit yang berbahan dasar serat sansevieria unidirectional dengan matriks polipropilena. Berdasarkan pengujian void dan bahan penyusun komposit, nilai fraksi volume serat terukur lebih rendah dibandingkan dengan fraksi volume serat terhitung. Seiring peningkatan fraksi volume serat terukur dapat menurunkan fraksi volume void, meningkatkan densitas, kekuatan tarik serta kekakuan dari komposit sansevieria/PP. Kekuatan tarik dan kekakuan tertinggi dari komposit sansevieria/PP diperoleh pada komposit sansevieria/PP dengan fraksi volume serat terukur 13.5%, yakni sebesar 53.07 MPa dan 2841 MPa.  
The Influence of Sheet Metal Forming on The Axial Crushing Analysis of Top–Hat Columns Sigit P Santosa; Le Hoai Tam; Leonardo Gunawan; Annisa Jusuf
Mesin Vol. 25 No. 1 (2016)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2016.25.1.4

Abstract

Reducing the rate of casualty in the crash events is always on the top priority of car manufacturers and customers. It is therefore necessary to make accurate predictions of car structural behavior during the crash events. To achieve this goal, the axial crushing behavior of the thin-walled top hat column needs to be understood thoroughly so that the crashworthiness performance of the column can be predicted accurately. The effect of sheet metal forming should be considered since many car crashworthiness components are fabricated by sheet metal forming. This paper presents a numerical study to investigate sheet metal forming effects such as: thickness distribution, residual stress and plastic strain change to the crushing force characteristics of the top-hat columns. First, the design of the top-hat column was generated by using deep drawing forming process simulation. Then, the forming parameters (geometry, residual stress, plastic strain, thickness distribution) were transferred to the non-linear finite element dynamic analysis model. The axial crushing simulations for the top-hat column with forming parameters were then performed and analyzed. The results showed that the sheet metal forming has a considerable effect on the crush behavior and performance of the thin-walled top-hat columns.
The Influence of Forming Effects on The Bending Crush Behavior of Top-Hat Thin–Walled Beams Sigit Puji Santosa; Nguyen Van Nhat Vu; Leonardo Gunawan; Annisa Jusuf
Mesin Vol. 25 No. 2 (2016)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents a study on the effects of forming process of a top–hat thin–walled beams to its bending crush resistance under dynamic bending load. The thin–walled beam was formed using a one step deep drawing. HyperForm software simulated the forming process and mapped its effects such as thickness variations and residual plastic strains in to the crash analysis models. Then the dynamic bending crush analysis was carried out using LS–DYNA by using the geometry and materials data obtained from the forming analysis results. For each material model, the analyses were carried out for model with and without the forming effects. The bending crush behavior of the top–hat thin–walled beams were then analyzed to compare between the simulations with and without forming effects. The results show that by incorporating the effect of forming process, the bending crush resistance of the thin–walled beams is increase by 4.7%. The introduction of strain rates to the material model increases even further on the bending crush resistance of the thin–walled beam.
An Experimental Verification of a Methodology for Assessing The Energy Performance on Turning Processes Sri Raharno; Yatna Yuwana Martawirya; Jeffry Aditya Cipta Wijaya
Mesin Vol. 25 No. 2 (2016)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aimed to experimentally verify the methodology for assessing energy performance of turning processes that had been developed on the prior research. Specific energy consumption is used as the indicator in the process assessment. The experimental verification can be separated into two main steps. The first step is to construct the reference values of specific energy consumption and the second step is to compare the reference values to the specific energy consumption from the assessed process. The reference values were constructed based on the data of specific energy (from experiment) using data envelopment analysis (DEA) method. In this case, MaxDEA Basic 6.6 program has been used to determine the reference values. The experiment was conducted using several lathe machines based on the certain metering strategy. The metering strategy must be determined to maintain the consistency and validity of the process assessment.  After the reference values were constructed, the assessment can be carried out. Energy consumption from the assessed process was measured using power analyzer, and then it was converted into specific energy consumption value according to the material removal rate. Energy reduction score could be calculated based on the distance between the data of specific energy consumption (from the assessed process) and the reference value. The energy performance of the machine is better if the score of energy reduction is lower and nearer to the reference value. The methodology was designed to be as simple as possible in order to be appropriately implemented on the industry, but without reduce the quality of the assessment. shedding. 
USAHA MENUJU STANDARISASI KEKASARAN PERMUKAAN DAN PROBLEMATIKNYA Muljowidodo Sastrodinoto
Mesin Vol. 1 No. 1 (1982)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.1982.1.1.1

Abstract

Usaha menufu standarisasi kekasaran permukaan telah dilakukan secara intensif sejak dua dekade terakhir ini Hasil-hasil usaha tersebut temyata belumlah nampak secara nyata. Dalam paper singkat ini akan dibahas hal-hal yang menjadi dasar dilaksamkamya usaha-usaha tersebut, parameter-parameter kekasaran permukaan yang diusulkan serta kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam mencapai tujuan akhir dari usaha tersebut.
PERANAN INTERAKSI PENDIDIKAN DAN PROFESI DAL AM MENINGKATKAN KEMAMPUAN TEKNOLOGI NASIONAL B Subianto
Mesin Vol. 1 No. 1 (1982)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.1982.1.1.2

Abstract

Makalah ini disusun berdasarkan akumulasi pengalaman kami sebagai alumni 1TB yang berke- cimpung dalam dunia usaha swasta setama lebih dari satu dasawarsa, serta hasil pembicaraan dengan rekan rekan sesama alumni.Pengalaman tersebut kami gabungkan pula dengan pengamatan kami terhadap perkembangan ekonomi dan industri di negara-negara maju dan perkembangan ekonomi dan industri di Indonesia serta pengamatan kami mengikuti sejumlah adik adik kami yang bant lulus dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang mulai bekeija dilingkungan pemsahaan kami.Adalah suatu kehormatan bagi kami untuk menyampaikan makalalr ini sekedar sebagai umpan balik bagi pimpinan, staf pengajar dan mahasiswa mesin 1TB.Semoga tulisan ini merupakan titik tolak yang akan dikembangkan dengan diskusi diskusi dan kerja sama yang lebih erat yang kiranya perlu untuk membantu perkembangan pendidikan mesin ITB
KINEMATIKA TRANSMISI CYCLO B Sutjiatmo
Mesin Vol. 1 No. 1 (1982)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.1982.1.1.3

Abstract

Perkembangan pengetahuan tentang kinematika, kinetika,teknik produksi dan material telah menghasilkan suatu sistem transmit reduksi putaran yang emptmyai perbandingan putaran konstan, efisiehsi, ringan, kompak dan batons. Sistem transmisi ini disebut Cyclo dan akan segera merupakan altematif tain yang tebih unggul disamping transmisi roda gigi. Dalam tulisan ini akan diperkenal- kqn dan diunfukkan kinematika sistem trasmisi Cyclo tersebut.
MASALAH TENAGA KERJA DALAM PEMBANGUNAN INDUSTHI OTOMOTIP Sri Hardjoko Wirjomartono
Mesin Vol. 1 No. 1 (1982)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.1982.1.1.4

Abstract

Industri otomotip, suatu industri yang mempuny ai kaitan iuas dengan industri hulu, memerlukan teknologi tinggi. Disamping itu industri ini menganut sistem produksi rnasa dan produknya terdiri dari banyak komponen yang bersifat mampu tukar, Karena sifat-sijat diatas maka industri otomotip memerlukan penanganan yang serins dan memerlukan tenaga kerja yang tinggi dalam ketrampilan dan pengetaltuan.Ketenaga-kerjaan di Indonesia pada saat ini dianaiisa kualitasnya, dan disamping itu situasi pendidikan dan latihan tenaga kerja dianaiisa dan dibandingkan dengan Belaud a dan India yang masing-masing sebagai negara maju dan negara berkembang. Kekurangan-kekurangan secara kualitatip keadaan tenaga kerja di Indonesia dibahas dan alternatip pemecahan untuk menutupi kekurangan diberikan, khususnya untuk menghadapi pembangunan industri otomotip pada PEIATA IV

Filter by Year

1982 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025) Vol 30 No 1 (2024) Vol 29 No 2 (2023) Vol 29 No 1 (2023) Vol. 28 No. 1 (2019) Vol 27, No 2 (2018) Vol. 27 No. 2 (2018) Vol. 27 No. 1 (2018) Vol 27, No 1 (2018) Vol 26, No 2 (2017) Vol 26, No 2 (2017) Vol. 26 No. 2 (2017) Vol 26, No 1 (2017) Vol. 26 No. 1 (2017) Vol. 25 No. 2 (2016) Vol 25, No 2 (2016) Vol. 25 No. 1 (2016) Vol 25, No 1 (2016) Vol. 24 No. 2 (2009) Vol 24, No 2 (2009) Vol 24, No 1 (2009) Vol. 24 No. 1 (2009) Vol 23, No 2 (2008) Vol. 23 No. 2 (2008) Vol 23, No 1 (2008) Vol. 23 No. 1 (2008) Vol 23, No 1 (2008) Vol 22, No 2 (2007) Vol. 22 No. 2 (2007) Vol. 22 No. 1 (2007) Vol 22, No 1 (2007) Vol 21, No 2 (2006) Vol. 21 No. 2 (2006) Vol 21, No 1 (2006) Vol 21, No 1 (2006) Vol. 21 No. 1 (2006) Vol. 20 No. 2 (2005) Vol 20, No 2 (2005) Vol 20, No 1 (2005) Vol. 20 No. 1 (2005) Vol. 19 No. 2 (2004) Vol 19, No 2 (2004) Vol. 19 No. 1 (2004) Vol 19, No 1 (2004) Vol 18, No 2 (2003) Vol. 18 No. 2 (2003) Vol. 18 No. 1 (2003) Vol 18, No 1 (2003) Vol. 17 No. 3 (2002) Vol 17, No 3 (2002) Vol 17, No 2 (2002) Vol. 17 No. 2 (2002) Vol. 17 No. 1 (2002) Vol 17, No 1 (2002) Vol 16, No 3 (2001) Vol. 16 No. 3 (2001) Vol. 16 No. 2 (2001) Vol 16, No 2 (2001) Vol 16, No 1 (2001) Vol 16, No 1 (2001) Vol. 16 No. 1 (2001) Vol 15, No 3 (2000) Vol. 15 No. 3 (2000) Vol. 15 No. 2 (2000) Vol 15, No 2 (2000) Vol 15, No 1 (2000) Vol. 15 No. 1 (2000) Vol 14, No 3 (1999) Vol. 14 No. 3 (1999) Vol. 14 No. 2 (1999) Vol 14, No 2 (1999) Vol 14, No 1 (1999) Vol. 14 No. 1 (1999) Vol. 13 No. 3 (1998) Vol 13, No 3 (1998) Vol. 13 No. 2 (1998) Vol 13, No 2 (1998) Vol 13, No 1 (1998) Vol. 13 No. 1 (1998) Vol. 12 No. 3 (1997) Vol 12, No 3 (1997) Vol 12, No 2 (1997) Vol. 12 No. 2 (1997) Vol 12, No 1 (1997) Vol 12, No 1 (1997) Vol. 12 No. 1 (1997) Vol 11, No 3 (1996) Vol. 11 No. 3 (1996) Vol 11, No 2 (1996) Vol. 11 No. 2 (1996) Vol. 11 No. 1 (1996) Vol 11, No 1 (1996) Vol. 10 No. 1&2 (1994) Vol 10, No 1&2 (1994) Vol 9, No 1&2 (1990) Vol. 9 No. 1&2 (1990) Vol 8, No 1&2 (1989) Vol. 8 No. 1&2 (1989) Vol 7, No 1&2 (1988) Vol. 7 No. 1&2 (1988) Vol 6, No 1&2 (1987) Vol. 6 No. 1&2 (1987) Vol. 5 No. 1&2 (1986) Vol 5, No 1&2 (1986) Vol. 4 No. 3&4 (1985) Vol 4, No 3&4 (1985) Vol 4, No 1&2 (1985) Vol. 4 No. 1&2 (1985) Vol. 3 No. 2&3 (1984) Vol 3, No 2&3 (1984) Vol 3, No 4 (1984) Vol. 3 No. 4 (1984) Vol 3, No 1 (1984) Vol. 3 No. 1 (1984) Vol. 2 No. 2&3 (1983) Vol 2, No 2&3 (1983) Vol 2, No 4 (1983) Vol. 2 No. 4 (1983) Vol 2, No 1 (1983) Vol. 2 No. 1 (1983) Vol 1, No 1 (1982) Vol. 1 No. 1 (1982) More Issue