cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 539 Documents
ANALISIS KESALAHAN FUNGSI RESPON FREKUENSI AKIBAT KETERBATASAN WAKTU REKAM PADA PENGUJIAN GETARAN DENGAN EKSITASI IMPAK KASUS DOMAIN WAKTU KONTINU Lilansa, Noval; Abidin, Zainal; Suharto, Djoko
Mesin Vol 23, No 1 (2008)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5513.88 KB)

Abstract

This paper derives mathematical equation describing the relation between errors in FRF due to limited record time length, record time and the time constant of a vibration system modelled by the I- dof vibration system with viscious damping. It is assumed in derivation of the equations that both impact excitation as well as response signals are not contaminated by noises. Moreover, the impact excitation is assumed to be a delta Dirac function. Consequently, the spectrum of the excitation is constant for all frequencies. The derived mathematical equations results show that the FRF error is a complex function so that is can be expressed by the magnitude anf phase functions. The magnitude of FRF error represent the maximum possible error occuring in the FRF magnitude. The maximum possible error occuring in the FRF magnitude at fn is influenced by parameters, such as record time and time constant of the structures. This maximum possible error shows an exponentially decreasing nature as the ratio of these parameters increases. Based on the derived equation, a recording of the response signal within three times of the system time constant results in the maximum possible error at fn in the FRF magnitude in the order of 5% of the theoritical FRF magnitude. Such recording can be performed if the peak amplitude of the response signal ceases to about 5% of the initial peak amplitude at the end of the record time for between 0.001 and 0,1.
Studi Kasus: Analisis Kegagalan Sambungan Las Pipa CRA Clad Penyalur Gas 12 inch Akibat Terjadinya Perubahan Fasa dan Terbentuknya Cacat Las pada Saat Konstruksi Widyanto, Bambang
Mesin Vol 27, No 2 (2018)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.417 KB)

Abstract

Suatu sistim perpipaan penyalur gas telah dibangun dengan mempergunakan material baja karbon API 5LX60, PSL2 yang dilapis dengan baja tahan karat 316L atau disebut juga sebagai Corrosion Resistance Alloy (CRA) dibagian dalamnya (CRA Clad Pipe). Mengingat bahwa suatu sistim penyalur yang dibangun akan mencapai ukuran yang cukup panjang, maka sudah barang tentu perlu dilakukan penyambungan dengan mempergunakan proses las. Pelaksanaan penyambungan ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat jenis pipa yang dipergunakan merupakan pipa baja yang dilapis oleh bahan yang berbeda yaitu mempergunakan bahan baja tahan karat 316L yang memiliki sifat dan kemampuan las yang berbeda dengan baja. Demikian pula material lasan yang dipergunakan adalah baja tahan karat 309L. Dalam kondisi normal, hasil pengelasan tidak akan menunjukkan terjadinya perubahan struktur yang ekstrim, dimana logam-logam tersebut akan tersambung dengan baik dan tidak ada perubahan sifat dasar dari logam-logam yang disambung baik itu bahan baja karbon sebagai bahan pipanya, bahan baja pelapis yang terbuat dari baja tahan karat 316L dan bahan lasan antara yang sering disebut sebagai buttering yang dalam hal ini mempergunakan bahan SS 309L. Tetapi pada kenyataannya suatu kegagalan berupa retakan, terjadi pada saat dilakukannya konstruksi sehingga perlu dilakukan suatu evaluasi terhadap kegagalan tersebut, sebagai bahan pembelajaran dan hasil evaluasi ini dapat dijadikan bahan untuk melakukan tindakan pencegahan agar kegagalan serupa tidak terulang lagi dikemudian hari. Metoda analisa yang dipakai dimulai dari pemeriksaan visual, pemeriksaan spesifikasi material dan komposisi kimia, pemeriksaan fraktografi, pemeriksaan metalografi mikro dan makro, pengukuran kekerasan, pemeriksaan dokumen seperti WPS dan WPQR. Dari pengamatan fraktografi dan metalografi ternyata terungkap adanya sambungan yang tidak sempurna yang disebut sebagai Lack of Fusion,dan adanya pembentukan fasa martensit yang berlebihan disertai adanya retakan mikro pada akar lasan. Dari hasil pengamatan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kegagalan terjadi karena adanya cacat lasan dan terjadinya retakan pada logam lasan akibat terbentuknya fasa martensit, yang saling berasosiasi untuk menghasilkan kegagalan final dari sambungan las.
Design and Fabrication of Ball Punch Deformation Test of Metallic Sheet Material Asti Rosalia, Citra; Wicaksono, Satrio; Dirgantara, Tatacipta; Basuki, Arif; Setya Putra, Ichsan
Mesin Vol 27, No 1 (2018)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.283 KB)

Abstract

Predicting the behavior of sheet metal in forming process is very important to avoid material failure. The strain limit of sheet metals before tearing occurs is attainable in Forming Limit Diagram (FLD), which can be obtained experimentally or theoretically. Experimentally, FLD of a sheet metal can be achieved by performing ball punch deformation test. Unfortunately, commercially available ball punch deformation test apparatus is still very expensive. In this paper, the design, fabrication and testing process of more affordable ball punch deformation test apparatus is be presented. The ball punch apparatus has indenter?s diameter of 22.4 mm, which capable to tear 0.2-2.0 mm thick specimen blanks with maximum capacity of 200 kN. The test results are then compared with other commercially available ball punch deformation test apparatus results in the literature, and show very good agreement.
Effect of L-Citrulline from Watermelon Seed Extract as a Green Corrosion Inhibitor against the Corrosion Rate of Pipe Steel API 5L X65 Widyanto, Bambang
Mesin Vol 27, No 1 (2018)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.737 KB)

Abstract

API 5L X65 carbon steel is used in many industries, especially as oil and gas pipelines. However, this carbon steel pipe is vulnerable to corrosion at the inner surface owing to the flow of oil that is a multiphase system and contains dissolved salts. The corrosion phenomenon of the internal surface can be prevented by using an inhibitor. Most of the inhibitors used in industry are composed of compounds that are toxic and environmentally unfriendly. Consequently, the use of a natural inhibitor is at the forefront of corrosion inhibition studies. This study examines the efficiency of watermelon seed extract as an inhibitor before and after the addition of methyl ethyl glycol (MEG). The influence of L-citrulline from watermelon seed extract (WMSE) and MEG on the inhibition of corrosion of carbon steel in 3% NaCl containing acetic acid saturated by CO2 at room temperature was investigated by the immersion test, polarization test, electrochemical impedance spectroscopy (EIS), and surface analysis by scanning electron microscopy (SEM). According to the experiment results, the corrosion rate increased with the acid concentration and the effect of CO2. The corrosion rate can be inhibited by MEG, WMSE, and mixtures thereof. In comparison with 3% NaCl media containing acetic acid (HAc) 3360 ppm in saturated CO2 at room temperature, the inhibition efficiency of WMSE using polarization and EIS methods were 93.54% and 95.89%, respectively. However, based on the immersion test results, the inhibition efficiency was decreased. The inhibition efficiency of WMSE dropped after 120 hours of the immersion process by almost 40fold to 2.38%, while the efficiency of MEG was able to inhibit the surface by 80.48%. The mechanism of the inhibition by a WMSE molecule is through a chemisorption process, which forms a complex bond and generates a passive layer of Fe-WMSE.
Pembuatan dan Karakterisasi Bioplastik Pati-Kitosan Dengan Menggunakan Metode Dialisis-Solution Casting Steven, Steven; Mardiyati, Mardiyati; Widyanto, Bambang
Mesin Vol 27, No 1 (2018)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.911 KB)

Abstract

Bioplastik pati merupakan salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh material plastik konvensional. Namun dikarenakan ketahanan airnya yang buruk, bioplastik pati umumnya digabungkan dengan material yang memiliki ketahanan air yang lebih baik, seperti kitosan. Didalam pembuatan bioplastik pati-kitosan umumnya melibatkan asam asetat yang dapat membuat bioplastik yang dihasilkan menjadi asam dan kurang baik untuk dimanfaatkan pada beberapa aplikasi. Untuk mengatasi hal tersebut, pada penelitian ini dilakukan pembuatan bioplastik pati-kitosan dengan metode dialisis-solution casting. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan kitosan didalam bioplastik pati-kitosan. Didalam penelitian ini pembuatan bioplastik pati-kitosan dilakukan dengan menggunakan metode dialisis-solution casting. Untuk mengukur peforma dari bioplastik pati-kitosan dilakukan pengujian tarik, pengujian ketahanan air serta pengujian degradasi tanah. Pengujian tarik dilakukan dengan mengacu pada ASTM D882. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa seiring peningkatan konsentrasi kitosan didalam bioplastik pati-kitosan akan meningkatkan kekuatan tarik, kekakuan tarik, dan ketahanan air namun menurunkan perpanjangan dan kemampuan degradasi dari bioplastik pati-kitosan.
Study Correlation Wear Rate Measurement Technique of Flared Chisel Bucket Teeth Using 3D Scan Imaging and ASTM G105 Budiwantoro, Bagus; Kurniawan, Kurniawan; Suratman, R.; Brodjonegoro, S.S
Mesin Vol 26, No 2 (2017)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.435 KB) | DOI: 10.5614/MESIN.2017.26.2.3

Abstract

The aim of this study is searching a new method to provide wear rate measurement which simple and have better accuracy that occur in worn mining component surface addressed like flare chisel bucket teeth. Having correlation between Wet Sand Abrasion Test ASTM G105 and 3D scan modeling of worn surface, the validation of a new method to provide wear rate measurement using 3D scan technology would be elaborated. The preliminary study to provide wear rate measurement using 3D scan imaging have been established. The study related volume comparison by which 3d scan imaging process generated and buoyancy. Specimens were abraded using Wet Sand Abrasion Test ASTM G105 to provide specimen in certain percentage of volume loss. Several specimens consist of different percentage of volume loss were prepared. Specimens measured its volume over buoyancy and 3D scan imaging in two grade of meshing which are normal and smooth. Both of volume generated from 3D scan imaging compared to buoyancy volume measurement.  Study focused on dissimilarity among volume data generated. Analysis are carried out through the center and variability both 3D scan volume compared to buoyancy volume. The study shows that normal meshing has less dissimilarity level compare to smooth meshing. Both dissimilarity level span at -0.01% and -0.027% respectively. Higher mesh level tends to inaccurate volume measurement. Further study to determine suitable mesh level should be conduct in near future.
SIMULASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS DAN UAP TANJUNG PRIUK Kosasih, Engkos Achmad; Suwono, Aryad
Mesin Vol 12, No 1 (1997)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.781 KB)

Abstract

Pencocokan setiap komponen PLTGU bisa dilakukan dengan sualu program simulasi. Pada penelitian ini, simulasi keadaan tunak dibuat untuk PLTGU Tanjung Priuk dengan beberapa penyederhanaan. Tiap blok PLTGU tersebut terdiri dari 3 buah siklus gas dan 1 buah siklus uap dengan 3 buah HRSG. Data yang diambil dari ruang kontrol diolah untuk mendapatkan persamaan karakteristik garis operasi dari setiap komponen. Selanjutnya program simulasi dibuat berdasarkan persamaan-persamaan tersebut bersama-sama dengan persamaan persamaan ?sik lainnya sehingga terbentuk sistem persamaan simultan 47 persamaan dengan 47 variabel. Program simulasi ternyata bisa mencapai nilai konvergen untuk berbagai input beban (daya total) serta menunjukkan kecenderungan yang sama dengan data ruang kontrol, khususnya dalam hal e?siensi siklus kotor (bruto).
Analisis Keselamatan Penumpang Train Set Akibat Efek Sekunder Tabrakan Bagus Budiwantoro; IGN Wiratmaja Puja; Muhammad Agus Kariem; Elias S. Sinuraya
Mesin Vol. 25 No. 1 (2016)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2016.25.1.1

Abstract

Efek tabrakan kereta dapat dibagi atas dua kategori yaitu efek tabrakan primer (primary collision) dan efek tabrakan sekunder (secondary collision). Kedua efek tabrakan tersebut merupakan ancaman bagi keselamatan penumpang yang berada di dalam kendaraan. Paper ini terfokus pada keselamatan penumpang akibat efek sekunder tabrakan. Analisis tingkat keselamatan penumpang dilakukan dengan memanfaatkan data-data karakteristik perlambatan dan kecepatan selama terjadinya tabrakan. Selanjutnya diaplikasikan terhadap kriteria keselamatan yaitu Head Injury Criterion (HIC)/Severity Index (SI). Analisis keselamatan dan tingkat cedera penumpang dilakukan berdasarkan posisi, jarak rintang dan keberadaan modul penyerap energi impak. Penumpang pada baris 1 dan 2 mengalami perlambatan 74g dan 73g, sedangkan untuk baris selanjutnya, nilai perlambatan bervariasi antara 3g - 21g.  Jarak rintangan yang semakin dekat akan mengakibatkan penumpang tersebut mengalami tingkat cedera yang semakin tinggi. Variasi kecepatan, massa penumbuk, dimensi modul penyerap energi impak, akan mempengaruhi tingkat cedera penumpang.
Penilaian Risiko Dan Perencanaan Inspeksi Pipa Transmisi Gas Alam Cepu-Semarang Menggunakan Metode Risk Based Inspection Semi-Kuantitatif Api 581 Gunawan Dwi Haryadi; Himawan Kristian Kustomo; Seon Jin Kim
Mesin Vol. 25 No. 1 (2016)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2016.25.1.2

Abstract

Saluran perpipaan adalah salah satu metode yang paling praktis dan terjangkau untuk transportasi minyak dan gas. Akibatnya, masalah kegagalan pipa semakin banyak terjadi. Faktor ekonomis dan lingkungan serta kehidupan manusia menjadi pertimbangan untuk melibatkan masalah saat ini sebagai integritas struktural dan standar keamanan. Oleh karena itu, keandalan integritas struktural dan keamanan jaringan pipa minyak dan gas dalam berbagai kondisi termasuk adanya cacat harus dievaluasi secara seksama. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui laju korosi, remaining life time dan risk level serta merekomendasikan penyusunan prioritas inspeksi pada instrumen pipa gas lurus (inlet automatic valve KP-20 Ø 20"), pipa Gas Lurus (Outlet Automatic Shutdown Valve KP-20 Ø 20") dan sambungan Tee (KP-20 Ø 20") pada Stasiun Gas KP-20, Blora, Jawa Tengah milik salah satu perusahaan distributor gas alam untuk pembangkit listrik menggunakan metode Risk-Based Inspection menggunakan standard API 581 dengan bantuan software hitung Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini adalah langkah-langkah menentukan Risk Level pada setiap instrumen menggunakan metode Risk-Based Inspection standard API 581 dan hasil berikutnya adalah merekomendasikan perencanaan inspeksi yang efektif berdasarkan Risk Level dan Remaining Life Time.
Karakterisasi Sifat Mekanik Mild Steel St37 dan High Strength Steel CR420LA pada Laju Regangan Menengah Leonardo Gunawan; Agustinus Dimas; Annisa Jusuf; Tatacipta Dirgantara; Ichsan Setya Putra
Mesin Vol. 25 No. 2 (2016)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendapatkan prediksi respon yang cukup akurat dalam analisis tabrakan kendaraan darat, dimana terjadi pembebanan dan deformasi struktur dalam waktu yang cepat, diperlukan data sifat mekanik material pada berbagai laju regangan. Makalah ini menyajikan pengukuran sifat mekanik Mild Steel St37 dan High Strength Steel CR420LA pada kondisi kuasi-statik dengan laju regangan 0.001 s-1 dan pada kondisi dinamik dengan laju regangan 0.1 s-1, 1 s-1, 10 s-1, dan 100 s-1. Dalam pengujian, data beban terhadap waktu direkam menggunakan load cell, sedangkan data perpindahan terhadap waktu diperoleh menggunakan ekstensometer untuk uji kuasi-statik dan menggunakan kamera kecepatan tinggi diikuti dengan perhitungan regangan berdasarkan metode Korelasi Citra Digital (KCD) untuk kondisi dinamik. Hasil pengukuran menunjukan bahwa baja St37 dan CR420LA termasuk ke dalam jenis material yang sensitif terhadap laju regangan, dimana tegangan luluh material meningkat dengan naiknya laju regangan pada material.

Filter by Year

1982 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025) Vol 30 No 1 (2024) Vol 29 No 2 (2023) Vol 29 No 1 (2023) Vol. 28 No. 1 (2019) Vol 27, No 2 (2018) Vol. 27 No. 2 (2018) Vol. 27 No. 1 (2018) Vol 27, No 1 (2018) Vol 26, No 2 (2017) Vol 26, No 2 (2017) Vol. 26 No. 2 (2017) Vol 26, No 1 (2017) Vol. 26 No. 1 (2017) Vol. 25 No. 2 (2016) Vol 25, No 2 (2016) Vol. 25 No. 1 (2016) Vol 25, No 1 (2016) Vol. 24 No. 2 (2009) Vol 24, No 2 (2009) Vol 24, No 1 (2009) Vol. 24 No. 1 (2009) Vol 23, No 2 (2008) Vol. 23 No. 2 (2008) Vol 23, No 1 (2008) Vol. 23 No. 1 (2008) Vol 23, No 1 (2008) Vol 22, No 2 (2007) Vol. 22 No. 2 (2007) Vol. 22 No. 1 (2007) Vol 22, No 1 (2007) Vol 21, No 2 (2006) Vol. 21 No. 2 (2006) Vol 21, No 1 (2006) Vol 21, No 1 (2006) Vol. 21 No. 1 (2006) Vol. 20 No. 2 (2005) Vol 20, No 2 (2005) Vol 20, No 1 (2005) Vol. 20 No. 1 (2005) Vol. 19 No. 2 (2004) Vol 19, No 2 (2004) Vol. 19 No. 1 (2004) Vol 19, No 1 (2004) Vol 18, No 2 (2003) Vol. 18 No. 2 (2003) Vol. 18 No. 1 (2003) Vol 18, No 1 (2003) Vol. 17 No. 3 (2002) Vol 17, No 3 (2002) Vol 17, No 2 (2002) Vol. 17 No. 2 (2002) Vol. 17 No. 1 (2002) Vol 17, No 1 (2002) Vol 16, No 3 (2001) Vol. 16 No. 3 (2001) Vol. 16 No. 2 (2001) Vol 16, No 2 (2001) Vol 16, No 1 (2001) Vol 16, No 1 (2001) Vol. 16 No. 1 (2001) Vol 15, No 3 (2000) Vol. 15 No. 3 (2000) Vol. 15 No. 2 (2000) Vol 15, No 2 (2000) Vol 15, No 1 (2000) Vol. 15 No. 1 (2000) Vol 14, No 3 (1999) Vol. 14 No. 3 (1999) Vol. 14 No. 2 (1999) Vol 14, No 2 (1999) Vol 14, No 1 (1999) Vol. 14 No. 1 (1999) Vol. 13 No. 3 (1998) Vol 13, No 3 (1998) Vol. 13 No. 2 (1998) Vol 13, No 2 (1998) Vol 13, No 1 (1998) Vol. 13 No. 1 (1998) Vol. 12 No. 3 (1997) Vol 12, No 3 (1997) Vol 12, No 2 (1997) Vol. 12 No. 2 (1997) Vol 12, No 1 (1997) Vol 12, No 1 (1997) Vol. 12 No. 1 (1997) Vol 11, No 3 (1996) Vol. 11 No. 3 (1996) Vol 11, No 2 (1996) Vol. 11 No. 2 (1996) Vol. 11 No. 1 (1996) Vol 11, No 1 (1996) Vol. 10 No. 1&2 (1994) Vol 10, No 1&2 (1994) Vol 9, No 1&2 (1990) Vol. 9 No. 1&2 (1990) Vol 8, No 1&2 (1989) Vol. 8 No. 1&2 (1989) Vol 7, No 1&2 (1988) Vol. 7 No. 1&2 (1988) Vol 6, No 1&2 (1987) Vol. 6 No. 1&2 (1987) Vol. 5 No. 1&2 (1986) Vol 5, No 1&2 (1986) Vol. 4 No. 3&4 (1985) Vol 4, No 3&4 (1985) Vol 4, No 1&2 (1985) Vol. 4 No. 1&2 (1985) Vol. 3 No. 2&3 (1984) Vol 3, No 2&3 (1984) Vol 3, No 4 (1984) Vol. 3 No. 4 (1984) Vol 3, No 1 (1984) Vol. 3 No. 1 (1984) Vol. 2 No. 2&3 (1983) Vol 2, No 2&3 (1983) Vol 2, No 4 (1983) Vol. 2 No. 4 (1983) Vol 2, No 1 (1983) Vol. 2 No. 1 (1983) Vol 1, No 1 (1982) Vol. 1 No. 1 (1982) More Issue