cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2007)" : 5 Documents clear
Beberapa Pengalaman Menghadapi Serangan Rayap Dan Upaya Pencegahannya pada Saat Pra dan Pasca Konstruksi Prayogo, Imam
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.769 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2549

Abstract

Serangan rayap akhir-akhir ini telah menjadi perhatian para ahli konstruksi, terutama bangunan gedung. Sebanding dengan naiknya jumlah pihak yang dirugikan akibat serangannya, semakin besar pula nilai kerugian materi maupun non materi yang ditimbulkan. Sehingga kemajuan teknologi pengendaliannyapun ikut semakin bervariasi. Dari beberapa pengalaman yang terpantau selama ini, baik di lingkungan kampus ITS maupun di tempat lain pada tingkat regional dan nasional, serangan akibat rayap sangat mungkin untuk dikendalikan mulai dari tahap Pra Konstruksi (Perencanaan) hingga Pasca Konstruksi (Operasi dan Perawatan). Rencana pengendalian cara Pisik, pada tahap perencanaan  konstruksi dan pengendalian Non Pisik  di tahap Operasi & Perawatan yang telah dilakukan, diyakini lebih berhasil guna, karena cara demikian lebih rasional atau tidak emosional serta terjamin kelanjutannya. Dengan demikian tipologi Manajemen Konstruksi yang berperan selama siklus hidup proyek (project life cycle) dapat dimanfaatkan bagi pengendalian rayap yang menggunakan pendekatan rasional.
Identifikasi Kekuatan Batu Kumbung (Batu Putih) Sebagai Salah Satu Alternatif Bahan Bangunan Muhammad Muntaha
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.491 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2550

Abstract

Meningkatnya kebutuhan rumah sebagai tempat tinggal menyebabkan semakin bertambahnya jumlah pemakaian bahan bangunan. Hal ini mengakibatkan semakin bervariasinya bahan bangunan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, seperti batako, paving stone, batu pecah, batu bata, dan batu kumbung (batu putih). Disamping itu, pemakaian bahan bangunan di suatu daerah umumnya dipengaruhi oleh kondisi daerah tersebut. Misalnya di daerah Bangkalan, Gresik, Tuban, Bojonegoro dan Lamongan karena daerah ini banyak terdapat gunung kapur, maka batu gunung ini yang disebut batu kumbung banyak dipakai sebagai bahan bangunan. Metode penelitian dalam studi ini adalah studi teoritis mengenai identifikasi parameter dasar dan kekuatan batuan berdasarkan ketentuan yang ada di Standar Nasional Indonesia (SNI) meliputi berat jenis, kadar air, porositas dan kuat tekan uniaksial batuan. Sedangkan benda uji berupa batu kumbung (batu putih)  diambil dari 2 daerah yang mewakili yaitu daerah Bangkalan dan Lamongan. Dari hasil studi menunjukkan, batu kumbung Lamongan dan Bangkalan mempunyai parameter dasar (berat jenis, kadar air, porositas) yang hampir sama yaitu berat jenis berkisar antara 1.8 gr/cm3, kadar air 0,24 % dan porositas 0,4. Sedangkan kuat tekan uniaksial batu kumbung (batu putih) Lamongan rata-rata 32.5 kg/cm2, untuk batu kumbung (batu putih) Bangkalan  adalah rata-rata 22.5 kg/cm2. Mempunyai kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan kuat tekan uniaksial batu bata yaitu 11.2 kg/cm2 , dan kuat tekan uniaksial batako yaitu 21.2 kg/cm2. akan tetapi lebih rendah dibandingkan kuat tekan batu pecah (batu belah)
Pengaruh Operasi Bangunan Pengatur Kali Surabaya, Wonokromo, Kalimas terhadap Banjir Kota Surabaya, dan Penyelesaiannya Sismanto Sismanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.024 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2551

Abstract

Kali Surabaya merupakan anak sungai Kali Brantas yang berasal dari Kali Marmoyo. Pintu Air Mlirip yang selanjutnya mengalir menuju menujukotaSurabayamelalui bendung Gunungsari. Di Kota Surabaya, kali Surabaya bercabang menjadi 2 yaitu kali Wonokromo dan Kalimas dengan bangunan pengatur Bendung Jagir, sedangkan di Kalimas terdapat Dam Gubeng yang dulunya berfungsi untuk menaikkan muka air disaat musim kemarau. Disisi lain Kota Surabaya yang selalu banjir disaat terjadi hujan menimbulkan suatu suatu pendapat bahwa banjir banjir tersebut sebagian diakibatkan oleh Sistem Operasi Bangunan pengendali yang ada di sungai sungai tersebut. Kajian ini dimaksudkan untuk membuktikan pendapat tersebut dan bagaimana solusinya jika pendapat tersebut ternyata benar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisa Model dan dengan menggunakan bantuan program HEC-RAS. Dianalisa dengan berbagai kondisi kondisi debit dan metode operasi bangunan bangunan pengendali yang ada di kali Surabaya, kali Wonokromo, dan Kalimas.Hasil dari Penelitian ini menunjukkan bahwa metode operasi Bangunan bangunan pengendali tidak banyak berpengaruh  terhadap banjir kota Surabaya selama debit yang melewati kali kali tersebut tidak lebih dari 60% dari dengan Debit rencana 25 tahunan. Upaya yang harus dilakukan untuk menanggulangi banjir di Kota Surabaya terutama untuk daerah pematusan Kalibokor dan medokan Semampir harus dengan menormalisasi saluran sekunder. Kali Surabaya dan Wonokromo juga harus dilakukan normalisasi untuk mengantisipati debit Q25 tahunan pada beberapa dibagian hilir, sedangkan untuk Kalimas harus dilakukan pengerukan secara berkala untuk ruas antara pintu Jagir hingga bendung karet Gubeng.
Analisa Model Gravity dan Analogi Fluida padaTrip Distribusi Penumpang Angkutan Kota Trayek Terminal Bratang – JMP Surabaya Achmad Faiz Hadi Prayitno
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.963 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2552

Abstract

Angkutan umum perkotaan merupakan bagian dari suatu system transportasikota. Tingkat kebutuhan angkutan umum erat kaitannya dengan pola pergerakan atau penyebaran perjalanan (trip distribusi) pengguna jasa angkutan umum (penumpang). Pola penyebaran perjalanan penumpang  dapat dinyatakan dalam bentuk suatu Matrik Asal Tujuan (MAT) penumpang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola pergerakan perjalanan (trip distribusi) penumpang angkutan kota Bemo Lyn Q dan Bemo Lyn N sebagai trayek mikrolet  Terminal Bratang - JMP Surabaya yang dibentuk dalam suatu Matrik Asal Tujuan (MAT) berdasarkan hasil pengamatan (observasi) lapangan, Model Analogi Fluida dan Model Gravity. MAT hasil permodelan dilakukan perbandingan terhadap MAT hasil pengamatan untuk mengetahui model yang terbaik diantara keduanya dengan mengadakan uji suai statistik  Kolmogorov-Smirnov, Pair-T test, Mann-whitney dan Root Means Square Error(RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan Matrik Asal Tujuan sebagai suatu bentuk dari penyebaran perjalanan penumpang berdasarkan pemodelan mempunyai kesesuaian dengan hasil pengamatan lapangan berdasarkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov pada taraf nyata α = 4 %. Matrik Asal Tujuan Model Analogi Fluida dapat dinyatakan sama dengan Model Gravity berdasarkan nilai  signifikan RMSE pada  tiga desimal, untuk nilai signifikan empat desimal atau lebih, Model Analogi Fluida lebih baik dari Model Gravity.    
Analisa Perbandingan Perhitungan Geser Lentur Berdasarkan Truss Model Muhammad Sigit Darmawan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.338 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2548

Abstract

Sebagian besar para peneliti geser pada beton bertulang telah setuju bahwa teori Truss Model merupakan cara yang meyakinkan untuk menganalisa geser. Akan tetapi hingga kini, belum ada kesepakatan mengenai Truss Model versi mana yang paling mendekati mekanisme geser.  Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang terdapat pada Truss Model usulan Nielsen, Hardjasaputra, Reineck dan Collins dkk untuk perhitungan geser lentur. Perumusan Truss Model ini juga akan dibandingkan dengan perumusan geser yang dipakai oleh SNI 03-2847, AS 3600 dan EC2. Hasil studi menunjukkan bahwa keempat Truss Model diatas hanya berlaku untuk balok dengan jumlah tertentu tulangan geser (qv). Truss Model usulan Reineck berlaku untuk balok dengan qv£qvmin, Hardjasaputra dan Collins dkk berlaku untuk balok dengan qv ³qvmin, dan Nielsen hanya berlaku untuk balok dengan qv=qvmax. Hal ini terjadi karena kriteria keruntuhan geser berubah dengan bertambahnya jumlah tulangan geser. Studi ini juga menunjukkan bahwa Truss Model usulan Collins dkk adalah yang paling mendekati hasil tes yang didapat dari survey literatur, sedangkan dari hasil uji beban  ketiga Truss Model (selain Nielsen) menghasilkan prediksi rata-rata hanya ±60% dari beban runtuh. Hasil prediksi tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan prediksi berdasarkan ketiga peraturan beton diatas

Page 1 of 1 | Total Record : 5