cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2010)" : 5 Documents clear
Perkembangan Permukiman dan Wilayah di Koridor Gempol – Pasuruan ( Studi kasus : Desa Kraton, Tambakrejo dan Semare, Pasuruan ) Kusumastuti, Kusumastuti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.867 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i1.2730

Abstract

Studi dilakukan di kota Pasuruan desa Kraton, Tambakrejo, dan Semare, sebagai daerah pertanian dan kelautan. Kehidupan penduduknya berciri pedesaan yang didominasi oleh masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga penyediaan prasarana dan sarana permukimannya masih kurang memadai. Tujuan studi adalah untuk mengetahui konsep dan strategi perkembangan perumahan dan permukiman serta sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Penelitian diuji dengan menggunakan analisis swot dan perencanaan strategis, untuk mengetahui perkembangan perumahan dan permukimannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek kemitraan menjadi sangat penting sebagai interaksi dan komunikasi yang baik dengan pihak-pihak terkait dalam mensukseskan pembangunan perumahan dan permukiman, potensi keberadaan Home Based Enterprises (HBEs) pada desa Kraton, Tambakrejo, dan Semare, secara luas dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan dan perkembangan wilayah permukimannya.
Pengaruh Chemcrete Modifier Terhadap Nilai Stabilitas dan Flow pada Campuran Hot Rooled Sheet Ami Asparini
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.001 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i1.2731

Abstract

Kondisi Jalan Pantura Jalur Gersik- Lamongan dengan pelapisan permukaan memakai HRS (Hot Rolled Sheet) mengalami percepatan kerusakan pada permukaan perkerasan yang ada. Hal ini akibat adanya volume lalulintas yang cukup padat dan beban kendaraan yang berat (berlebihan). Sedangkan kerusakan yang terjadi umumnya berupa: Rutting/ alur akibat beban ekstra berat, Corrugation/ keriting akibat gaya rem, teroksidasi sinar matahari, bleeding akibat panas matahari, serta shoving akibat gaya centrifugal yang ada. Adanya permasalahan diatas memotivasi penulis untuk dilakukannya penelitian HRS dengan Chemcrete Modifier sebagai bahan tambahan aspal, sejauh mana perilakunya terhadap stabilitas dan flow , selanjutnya diharapkan dapat mengatasi masalah yang ada. Metode penelitian yang dilakukan dengan mengacu rujukan AASHTO, ASTM, dan BS 812, yaitu dengan menganalisa fisik material HRS dilaboratorium (Berat jenis dan Penyerapan, Keausan, Soundness test, Analisa pembagian butir gradasi, Kadar organik agregat halus, Kelekatan agregat terhadap aspal. Selain itu juga dilakukan test Aspal (penetrasi, titik lembek, titik bakar, daktilitas). Selanjutnya perencanaan komposisi agregat campuran HRS, dengan variasi kadar aspal 5,5 % sampai dengan 7,5 %, dilakukan Test Marshall I dicapai kadar aspal optimum. Berdasarkan kadar aspal optimum dilakukan Test Marshall II untuk HRS dan HRS + chemcrete dengan variasi umur 1 hari, 14 hari, 28 hari,  2 bulan untuk dievaluasi perilakunya. Dari hasil penelitian laboratorium didapat HRS kelas B (beban lalu lintas sedang s/d berat) dengan 2 x 75 pukulan menghasilkan stabilitas dan flow lebih tinggi dari standart (test marshall I ) dengan kadar aspal optimum 6,9 % dan variasi umur 1 hari, 14 hari, 28 hari dan 2 bulan pada Test Marshall II didapat campuran HRS + Chemcrete nilai stabilitas meningkat dan flow dalam batas toleransi, secara teknis memenuhi syarat. Jadi Chemcrete bisa dipertanggungjawabkan dimana kekokohan aspalnya juga meningkat, sehingga dapat memperpanjang umur pelayanan perkerasan yang ada.
42Pemodelan Infiltrasi Air ke Dalam Tanah dengan Alat ”Kolom Infiltrasi” untuk Menghitung Koefisien Permeabilitas Tanah Tidak Jenuh (kw) Mohammad Muntaha
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.923 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i1.2732

Abstract

Secara alami, tanah di alam dapat dibagi menjadi dua kondisi: pertama, tanah berada pada kondisi jenuh sempurna (fully saturated), dan kedua, tanah dalam kondisi jenuh sebagian (partially saturated). Kondisi kejenuhan yang berbeda ini dapat disebabkan oleh adanya perbedaan fase air/kebasahan di dalam struktur partikel-pertikel yang membentuk suatu massa tanah. Satu parameter penting pemahaman perilaku tanah tidak jenuh adalah koefisien permeabilitas tanah tidak jenuh air (kw). Dalam studi ini akan dilakukan penelitian tentang pengaruh perubahan kadar air terhadap koefisien permeabilitas tanah tidak jenuh (kw). Sebuah alat “Kolom Infiltrasi” disiapkan untuk menghitung koefisien permeabilitas tanah tidak jenuh (kw). Persamaan empiris dari Campbell, untuk menghitung koefisien permeabilitas tanah tidak jenuh (kw) digunakan sebagai kalibrasi alat. Dari hasil penelitian, pada kondisi kadar air 12% dengan alat “kolom Infiltrasi” didapat koefisien permeabilitas tanah tidak jenuh (kw) adalah 1,338x10-7 m/s. Dengan kondisi yang sama jika dihitung dengan menggunakan perumusan Campbel koefisien permeabilitas tanah tidak jenuh (kw) adalah 1,35x10-9 m/s. Perbedaan hasil ini mungkin disebabkan media tanah yang dipakai pengujian berbeda. Campbel menurunkan perumusan, memakai media tanah pasir kelempungan, sedangkan benda uji alat “kolom infiltrasi” adalah lanau kelempungan.
Analisa Kepuasan Penumpang Angkutan Kota terhadap Sistem Pelayanan Angkutan Kota di Kota Sidoarjo Ibnu Solichin
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.419 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i1.2728

Abstract

Sistem pelayanan angkutan kotadi Sidoarjo memegang peranan yang sangat penting. Sistem pelayanannya saat ini mengikuti sistem jaringan trayek. Walaupun sistem pelayanan angkutan kotasudah mengikuti sistem jaringan trayek, pelayanan dari trayek-trayek yang ada dirasakan kurang, misalnya dalam hal waktu tunggu, ketersediaan kendaraan, kenyamanan dan banyak lagi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian mengenai seberapa besar kepuasan dan harapan penumpang angkot di Kota Sidoarjo terhadap kinerja angkot di Kota Sidoarjo saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner pada penumpang angkot di Kota Sidoarjo dan Pemerintah Kota Sidoarjo. Kuisioner ini berisi beberapa pertanyaan yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan dan kepentingan bagi penumpang angkot dan pegawai Pemerintah Kota Sidoarjo terhadap sistem yang berlaku saat ini, yaitu: kapasitas, aksesibilitas, keandalan, tarif  terjangkau, frekuensi, responsiveness, tangible, dan jumlah angkot. Pada penelitian ini akan digunakan metode deskriptif-kuantitatif. Tingkat kepuasan penumpang angkot dan Pemerintah Kota Sidoarjo dianalisis dengan menggunakan analisis tingkat kepentingan dan kinerja/kepuasan pelanggan (analisis kuadran). Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa kinerja angkot di kota Sidoarjo yang berkenaan dengan pelayanan angkot berada dalam kuadran C dan D. Selain itu, terdapat pula beberapa atribut yang pelaksanaannya dapat dipertahankan yaitu faktor muat, ketetapan jadwal waktu dalam menunggu angkot, dan pelayanan angkot dengan frekuensi yang tinggi. Ketiga atribut tersebut berada dalam kuadran B. Hal ini di tunjukkan pada diagram kartesius. 
Pilinan Bambu sebagai Alternatif Pengganti Tulangan Tarik pada Balok Beton Endang Kasiati; Boedi Wibowo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.943 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i1.2729

Abstract

Baja tulangan adalah produk olahan hasil tambang yang akan habis. Sebagai alternatif dicoba pemakaian tulangan bambu yang murah dan berkekuatan tinggi. Penelitian ini akan membandingkan kuat tarik Bambu Apus/Tali, Bambu Ori, dan Bambu Jawa/Kèlès yang sudah dipilin dengan tegangan leleh baja tulangan mutu U-22. Bambu akan diambil bagian kulitnya, dengan dimensi 1x3x750 mm. Bagian kulit diambil tiga helai dan dipilin, kemudian 15 pilinan disatukan dengan kawat bendrat sepanjang pilinan bambu dengan jarak 20 mm. Lalu, dilakukan uji kuat tarik dengan acuan tegangan leleh baja tulangan mutu U-22 pada PBBI 1971. Pilinan bambu jenis yang paling kuat akan diaplikasikan pada balok beton fc-22,5 dengan dimensi 20x40x100 cm. Dari hasil evaluasi ternyata kuat tarik pilinan bambu tidak dapat melebihi tegangan leleh baja tulangan mutu U-22. Kuat tarik pilinan bambu rata-rata terbesar adalah 1.989,97 kg/cm2, lebih kecil 9,55 % dari baja mutu U-22, yaitu dari bambu jenis Apus. Gaya lentur yang dihasilkan dari balok bertulangan pilinan bambu apus lebih besar 75,49 % dari hasil perhitungan balok normal secara teoritis menggunakan tegangan baja.

Page 1 of 1 | Total Record : 5