cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
ISSN : 14113023     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
Eksplorasi Limbah Uang Kertas Tidak Layak Edar dengan Metode Double Diamond, Studi Kasus: BI Purwokerto Nursanti, Rizna Eka; Octanio Haryanto, Laurensius Windy; Fauziah, Emmareta
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.15357

Abstract

Tercatat Bank Indonesia Purwokerto menarik 235.930,00 hingga 512.968,00 (dalam jutaan Rupiah) setiap bulan. Masalah muncul ketika limbah ini terus bertambah sebelum limbah lama musnah/terurai atau termanfaatkan kembali. Pengolahan limbah utas Bank Indonesia Purwokerto sejauh ini adalah dengan dikubur dalam tanah di suatu area khusus dalam wilayah kerja. Dengan keteradaan yang kontinyu, limbah utas memenuhi persyaratan untuk dimanfaatkan sebagai material alternatif produk komersial. Aplikasi limbah utas sebagai material alternatif membutuhkan pondasi yang jelas terkait potensi dan batasan pemanfaatan untuk aplikasi dalam desain produk. Metode Double Diamond merupakan metode desain dengan 4 tahap yakni discover, define, develop dan deliver. Metode ini memungkinkan porsi penggalian permasalahan dengan dalam. Dari keseluruhan tahap didapat hasil yakni pengolahan limbah utas berwujud cacahan (shredded) dengan teknik fusing. Dengan menggunakan plastik kresek (plastic bag) yang belum mengalami recycle sebagai laminasi, cacahan limbah uang kertas dapat dijadikan material lembaran. Metode fusing yang dianjurkan adalah metode berlapis. Sementara hasil eksplorasi material lembaran seperti cutting, gluing, coiling, sewing, woving, folding disajikan dalam tabel. Dari eksplorasi ini, dengan pertimbangan estetika, ability untuk dibuat, ability dan estetika untuk digabung dengan material lain, serta kecocokan properties, maka material utas diproyeksikan salah satunya untuk pengembangan produk pouch.
Pengolahan Limbah Batok Kelapa Muda Menggunakan Teknik Press sebagai Material Produk Seri Lampu Samboro, MY Alief; Kusuma, Linda Monica Hadi; Yulardi, Audit; Primaditya, Primaditya
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.17960

Abstract

Batok kelapa muda kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga menyebabkan penumpukan di beberapa tempat. Padahal karakteristik batok kelapa muda yang tidak keras dan memiliki motif serabut yang khas berpotensi untuk dijadikan bahan pengembangan desain dari produk olahan batok kelapa yang ada di pasaran saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perlakuan yang tepat dalam pengolahan batok kelapa muda menggunakan teknik press. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi desain yang berbeda dari produk olahan batok kelapa yang sudah ada. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara ke beberapa pengguna dan ahli, lalu dilanjutkan dengan observasi ketersediaan limbah dan produk olahan batok kelapa untuk menemukan karakteristik dan perlakuan yang tepat pada pengolahan limbah batok kelapa muda. Melalui hasil eksperimen ini, diperoleh bahwa karakteristik batok kelapa muda yang tidak keras berpotensi untuk dijadikan material produk lampu dengan teknik pengolahan baru. Teknik pelunakan yang digunakan juga berpotensi untuk menghasilkan desain produk olahan batok kelapa yang unik dan berbeda dari sebelumnya. Di sisi lain, motif khas batok kelapa muda masih bisa dipertahankan, sehingga produk yang dihasilkan nantinya dapat menampilkan kesan natural.Abstract—Young coconut shells are often ignored by the community, which results in the accumulation of waste in several locations. In fact, the characteristics of young coconut shells are soft and have unique fiber patterns and motifs, which have the potential to be used as material for design development in processed coconut shell products that are already circulating on the market. The aim of this research is to determine an effective processing method for young coconut shells using the press technique. Apart from that, this research aims to create design innovations that are different from previously existing processed coconut shell products. Data collection was carried out by conducting interviews with several users and experts, accompanied by direct observation of the availability of waste in the field and existing processed products to identify the characteristics and appropriate treatment in processing this waste. The experiments carried out discovered new processing techniques in processing materials for making hood products. The softening technique used also has the potential to produce designs for processed coconut shell products that are unique compared to existing products. Meanwhile, the typical patterns and motifs of young coconut shells can be maintained, resulting in a product that displays the natural impression of the material.
Desain Furnitur Berbahan Bambu dengan Konsep Modern Rustic untuk Kafe di Kota Blitar, Studi Kasus Linang Kopi Yulardi, Audit; Tristiyono, Bambang; Dharmawan, Salma
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.17911

Abstract

Furnitur merupakan komponen penting di ruangan, selain berfungsi menunjang aktivitas juga menunjang estetika ruang, tidak terkecuali pemanfaatan furnitur pada kafe. Tersedianya material bambu di Kabupaten dan Kota Blitar melatar belakangi tujuan penelitian ini untuk menghasilkan desain furnitur berbahan utama bambu yang sesuai dengan kebutuhan fungsi serta estetika berdasarkan karakteristik pengunjung kafe di Kota Blitar. Pengembangan desain dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu studi aktifitas dan kebutuhan fungsi furnitur pengunjung kafe, pengolahan material bambu untuk furnitur, serta perumusah konsep bentuk melalui pengamatan karakteristik desain interior kafe sesuai studi kasus. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi desain produk furnitur untuk kafe di Kota Blitar, Indonesia bertema modern rustic.Abstract— Furniture is an essential component in a room that can function as both aesthetic and functional elements, especially in cafe. With the abundance of bamboo materials in Blitar, Indonesia, this research aims to designing bamboo-based furniture that align with the functional needs and aesthetics based on the characteristics of cafe visitors in Kota Blitar. The development of the designs involves several stages, such as the study of functional requirements of café’s furniture based on visitors activity, the study related to bamboo material processing for furniture, and the study of interior design characteristics of cafes based on the case study. The result of this research are furniture design recommendations for modern-rustic themed café  in Blitar, Indonesia.
DESAIN PRODUK INSTALASI UNIT KESEHATAN DENGAN REFUNCTION CONTAINER BERKONSEP SEMI PERMANEN (STUDI KASUS: LAPANGAN THOR SURABAYA) Sirojul, Hafidz; Adrianto, Yosef Richo; Budiarjo, Hardman
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.15430

Abstract

ABSTRAK: Kota Surabaya memiliki pelabuhan peti kemas tersibuk kedua di Indonesia dan terbesar di Indonesia Bagian Timur yakni Pelabuhan Tanjung Perak. Data yang diambil melalui situs resminya bahwa arus petikemas melalui Terminal Petikemas Surabaya (TPS) hingga bulan Desember tahun 2021 tercatat sebanyak 1.415.644 TEUs. Jumlah ini meningkat 2,6% dari periode yang sama pada tahun 2020 lalu. Dari data diatas, sebuah petikemas dapat berpotensi untuk di ubah dan dijadikan sebuah produk yang berguna untuk khalayak umum daripada berakhir di tempat besi tua. Tujuan yang ingin dicapai peneliti pada Tugas Akhir ini adalah menghasilkan Desain Produk Unit Kesehatan dengan Refunction Container Berkonsep Semi Permanen guna melayani dan membantu masyarakat di sekitar lokasi studi kasus untuk perawatan kesehatan seperti cedera atau kecelakaan yang disebabkan oleh aktifitas olahraga. Peneliti mengambil topik tersebut karena dilatar belakangi oleh beberapa hal yaitu, 1) Ketersediaan shipping container bekas yang ada di terminal peti kemas cukup melimpah di pelabuhan namun terbengkalai dan hanya menjadi besi tua. 2) Unit kesehatan pada Lapangan Thor Surabaya dirasa kurang laik pakai. 3) Konsep semi pemanen memungkinan shipping container dengan mudah dalam proses bongkar pasang 4) Desain unit pelayanan kesehatan masih kurang menarik perhatian masyarakat sekitar. 5) Fasilitas penunjang seperti tempat duduk maupun toilet dapat menambah nilai fungsional dari sebuah unit kesehatan berbasis shipping container. Abstract—The city of Surabaya has the second-busiest container port in Indonesia and the largest in Eastern Indonesia, namely the Port of Tanjung Perak. Data taken through the official website shows that the flow of containers through the Surabaya Container Terminal (TPS) until December 2021 was recorded at 1,415,644 TEUs. This number increased by 2.6% from the same period in 2020. From the data above, a container has the potential to be converted and made into a useful product for the general public rather than ending up in a scrap metal bin. The goal that researchers want to achieve in this final project is to produce a Health Unit Product Design with a Semi-Permanent Refunction Container Concept to serve and help the community around the case study location for health care such as injuries or accidentscaused by sports activities. Researchers took this topic because it was motivated by several things, namely, 1) The availability of used shipping containers at container terminals was quite abundant at ports but was neglected and only turned into scrap metal. 2) The health unit at Thor Field in Surabaya is deemed unsuitable for use. 3) The semi-harvesting concept allows shipping containers to be easily disassembled in the process of disassembling4) The design of the health service unit still does not attract the attention of the local community. 5) Supporting facilities such as seats and toilets can add functional value to a shipping container-based health unit.
Desain dan Pengembangan Media Edukatif Tematik: Tamasya untuk PAUD Gumuly, Devanny; Natashia, Maria
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v22i1.20095

Abstract

Abstrak, Pendidikan PAUD merupakan fondasi utama dalam pembelajaran anak-anak. Oleh karena itu, penting untuk mendukungnya dengan menggunakan media edukatif yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji desain dan pengembangan media edukatif tematik tamasya yang fokus pada pengalaman belajar yang holistik, bermakna, otentik, dan aktif bagi anak-anak PAUD. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan research through design yang menerapkan kerangka proses ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dengan guru PAUD dari TK Bintang Timur, Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif tematik tamasya efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan minat belajar anak-anak PAUD. Anak-anak menunjukkan fokus dan antusiasme yang lebih tinggi saat terlibat dalam aktivitas belajar yang melibatkan unsur kreativitas, seperti aktivitas mewarnai. Mereka juga menjadi lebih atentif dalam mendengarkan cerita yang disampaikan guru, dan merespon dengan menggunakan token ikon yang disediakan. Selain itu, komponen media edukatif yang beragam, seperti alat peraga, buku panduan, token, cap reward, dan lembar kerja aktivitas anak, memberikan variasi dan keberagaman dalam pembelajaran, sehingga dapat memenuhi kebutuhan belajar anak-anak yang beragam. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pembelajaran PAUD dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan serta memfasilitasi perkembangan kreativitas dan pemahaman anak-anak terhadap materi pelajaran.Abstract—Early childhood education (PAUD) is the fundamental foundation for children's learning. Therefore, it is important to support it by using appropriate learning kit. This study aims to examine the design and development of thematic learning kit called “Vacation” that focuses on holistic, meaningful, authentic, and active learning experiences for PAUD children. The research method used in this study is qualitative research with a research through design approach, applying the ADDIE framework (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data for the study was collected through interviews with PAUD teacher from TK Bintang Timur, Bali. The findings of the study indicate that the use of thematic educational media, "tematik tamasya," is effective in enhancing the engagement and interest of PAUD children in learning. Children showed higher levels of focus and enthusiasm when engaged in creative activities such as coloring. They also became more attentive when listening to stories presented by teachers and responded using the provided icon tokens. Additionally, the diverse components of educational media, including teaching aids, guidebooks, tokens, cap rewards, and activity worksheets, provide variation and diversity in learning, thus catering to the diverse learning needs of children. This research contributes significantly to early childhood education by creating a pleasant learning environment and facilitating the development of children's creativity and understanding of the subject matter.
Desain Skuter Selam Pribadi Untuk Kegiatan Rekreasi Dengan Konsep Dua Posisi Berkendara Adiguna Kharismawan; Andhika Estiyono
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i1.2828

Abstract

Rekreasi bawah laut digemari oleh wisatawan di seluruh dunia. daya tarik dari pesona wisata bawah laut adalah keanekaragaman biota terutama terumbu karang. Fakta bahwa snorkeling dan scuba diving merupakan kegiatan yang juga ikut andil dalam perusakan habitat laut menjadi peluang untuk memperkembangkan rancangan DPV sebagai kendaraan bagi diver dan snorkeler untuk ikut dalam kampanye perlindungan terumbu karang di seluruh dunia karena DPV bisa menggantikan fin yang sering mengenai terumbu karang saat dikibaskan. Konsep skuter selam pribadi dengan dua posisi berkendara menjadi konsep dalam perancangan ini yang bertujuan untuk menghasilkan DPV (Diver Propulsion Vehicle) yang ergonomis saat berada di air dan di darat. Konfigurasi komponen utama di dalam DPV dan tambahan fitur action cam serta GPS. DPV ini ditujukan untuk dua pengoperasian yang bisa digunakkan untuk scuba diver dan snorkeler, untuk itu penelitian ini menggunakkan metode analisa terhadap user dan DPV eksisting. Underwater recreation is favored by tourists all over the world. The attractiveness of the underwater tourism charms is it marine life, especially coral reefs. The fact that snorkeling and scuba diving is an activity that also contributes to the destruction of marine habitats is an opportunity to develop the DPV design as a vehicle for diver and snorkeler to participate in coral reef protection campaigns around the world as DPV can replace the frequent fin on coral reefs when wagged . The concept of a private dive scooter with two driving positions becomes a concept in this design that aims to produce an ergonomic DPV (Diver Propulsion Vehicle) while on the water and on land. Configure the main components inside DPV and additional cam and cam action features. DPV is intended for two operations that can digunakkan for scuba diver and snorkeler, for that this research method of analysis of the user and existed DPV.
Desain Interior Car Body Kereta Api Komuter Khusus Wanita di Indonesia (Studi Kasus: Kereta Rel Diesel Elektrik Prambanan Ekspress) Aditya Mumtaz; Bambang Tristiyono
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i1.2830

Abstract

Meningkatnya kepadatan penumpang pada moda transportasi berbanding lurus dengan tindak kriminalitas. Kabin penumpang khusus wanita yang terdapat pada KRL & KRDE merupakan bentuk peningkatan layanan yang diharapkan menjadi salah satu ujung tombak dalam hal perlindungan terhadap konsumen khususnya perempuan. Kabin penumpang khusus wanita yang masih menggunakan standar kabin umum pada KRDE Prambanan Express mengakibatkan kesan feminim kurang menonjol pada interior. Kedua, atribut interior belum sesuai dengan ergonomi & anthropometri penumpang wanita. Ketiga, LOPAS perlu disesuaikan dengan kebiasaan dan kecenderungan penumpang wanita. Keempat, perlunya penyesuaian bentuk & sistem paneling untuk mempermudah perawatan dan produksi. Perancangan ini berfokus pada redesain kabin penumpang khusus wanita di KRDE Prambanan Express, meliputi penambahan sign, recolour, dan penambahan utilitas untuk menonjolkan kesan feminim. Kedua, pembuatan atribut interior sesuai ergonomi dan anthropometri penumpang wanita. Ketiga, penyesuaian LOPAS dengan kebiasaan dan kecenderungan penumpang wanita sehingga tidak menimbulkan penumpukan. Keempat, implementasi sistem modular agar kabin menjadi mudah perawatan & produksinya. The increase passengers of public transportation are equal compared with the crime act. Because of that, the woman passenger cabin on KRL and KRDR was built by KAI to protect them. This cabin is still use a regular cabin standard of KRDE Express. It makes the interior cabin looks basic. Also, the cabin are not yet using an ergonomic and anthropometric study, and it need and adjustment and a panelling system to make it easier to care. This design are focusing on redesign the woman passenger’s cabin on KRDE Prambanan Express, including the addition of sign, recolor and the addition of new utilities to make it more feminine, redesigning the furniture using an woman ergonomic and anthropometric study, the adjustment between LOPAS and woman passenger’s habit, and the modular system implementation on the furniture to make it cabin easier to care.
Desain Peralatan Memasak Untuk Anak Usia 5 Tahun ke Atas sebagai Edukasi Makanan Sehat Bunga Asgiani Aziza; Eri Naharani Ustazah
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i1.2831

Abstract

Obesitas yang terjadi pada anak usia dini dapat menimbulkan potensi munculnya berbagai penyakit degeneratif hingga berujung pada kematian. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi tentang makanan sehat untuk menanggulangi permasalahan obesitas tersebut. Penanaman pendidikan tentang makanan sehat pada anak sejak dini bisa dilakukan melalui kegiatan memasak bersama. Keamanan, kenyamanan, penerapan edukasi tentang makanan sehat, hingga proses pembersihan merupakan permasalahan dan kebutuhan yang perlu diperhatikan dalam kegiatan memasak bersama anak. Pada kebutuhan ini, penulis mencoba memberikan solusi berupa desain peralatan memasak yang berfokus pada edukasi pengolahan makanan sehat. Selain itu peralatan memasak dirancang agar aman digunakan oleh anak. Metode perancangan dilakukan dengan observasi langsung percobaan memasak dengan anak dan dilakukan dengan usability test prototip produk pada anak untuk pengembangan desain. Pengamatan pada user dilakukan dengan metode shadowing dan usability test. Dari metode shadowing tersebut didapatkan hasil analisa permasalahan dan kebutuhan yang dirangkum dalam Affinity Diagram hingga ditemukan konsep perancangan yang berhubungan dengan fitur yang ditawarkan pada perancangan ini. Desain peralatan memasak berkonsep edukasi makanan sehat ini bertujuan untuk memfasilitasi pengolahan sayur dan buah sekaligus mengedukasi anak untuk mengonsumsi makanan sehat. Hasil dari perancangan meliputi peralatan memasak, di antaranya pisau, peeler, cetakan buah, melon baller, spatula, Alat tumbuk, dan Alas potong, sesuai dengan kebutuhan mengolah buah dan sayur. Obesity that occurs in early childhood can lead to the potential emergence of various degenerative diseases to lead to death. Therefore, it is necessary to educate about healthy food to overcome obesity problems. The cultivation of education about healthy food in children from an early age can be done through joint cooking activities. Safety, comfort,the application of education about healthy food, to the cleaning process is a problem and needs that need to be considered in the cooking activity with children. In this need, the author tries to provide solutions in the form of cooking equipment design that focuses on the education of healthy food processing. In addition cooking utensils are designed to be safe for use by children. The design method was carried out by direct observation of the cooking experiment with the child and performed with usability test of the product prototype in the child for the design development. Observation on the user is done by shadowing method and usability test. From Shadowing method is obtained the results of problem analysis and needs are summarized in Affinity Diagram to find the design concept associated with the features offered on this design. The design of cooking equipment conceptual education of healthy food aims to facilitate the processing of vegetables and fruits as well as educate children to eat healthy food. The results of the design include cooking utensils for example, knives, peeler, fruit molds, melon baller, spatula, cutting, mortar and pestle, in accordance with the needs of processing fruits and vegetables.
Analisa Akurasi Geometri Penggunaan Metode Injection Moulding Berbasis Printer 3D Untuk Produksi Implan Pada Bedah Cranioplasty Djoko Kuswanto; Alva Edy Tontowi; Taufik Hidayat; Agus Windharto; Arie Kurniawan
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i1.2832

Abstract

Perkembangan teknologi printer 3D untuk medis, memungkinkan aplikasi produksi implan pra-operasi dengan keunggulan akurasi geometri yang baik, mengurangi waktu operasi dan resiko kehilangan banyak darah. Teknologi printer 3D paling populer dan potensial untuk dikembangkan masal di Indonenesia adalah fused deposition modeling/FDM. Akan tetapi memiliki kekurangan: single material, jenis material terbatas dan temperatur yang tinggi sehingga tidak bisa dicampur dengan material/senyawa bioaktif yang sensitif terhadap panas. Pengembangan metode injection moulding berbasis printer 3D telah dilakukan pada penelitian ini dengan melakukan modifikasi alat, material, tahapan dan sistim produksi implan pra-operasi yang mengacu pada teknologi printer 3D untuk cranioplasty yang sudah dilakukan di negara maju. Untuk memastikan modifikasi ini bisa menghasilkan implan pra-operasi dengan akurasi geometri yang diinginkan, dilakukan karakterisasi terhadap deviasi dimensi implan yang diproduksi yaitu deviasi volume, deviasi tebal, deviasi panjang linear dan deviasi sudut kelengkungan permukaan implan, pada dua metode berbeda yang diuji, yaitu metode cranial/intra operatif dan metode injection moulding dengan menggunakan material polymethylmethacrylate/ PMMA. Hasil yang didapatkan adalah deviasi volume implan yaitu sebesar 1.87 ± 1.27 % (injection moulding) dibandingkan 11.39 ± 3.71 % (metode cranial), deviasi tebal sebesar 2.54 ± 0.86 % (injection moulding) dibandingkan 7.35 ± 1.43 % (metode cranial), deviasi panjang linear sebesar 2.61 ± 0.47% (injection moulding) dibandingkan 5.76 ± 0.79 % (metode cranial) dan deviasi sudut kelengkungan permukaan sebesar 0.98 ± 0 % (injection moulding) dibandingkan 15.45 ± 3.94 % (metode cranial). Dapat diambil kesimpulan bahwa metode injection moulding lebih baik daripada metode cranial/intra operatif. Manufacture of pre-surgery implant may shorten the surgery duration and blood loss risk which provide medical benefit for patient. Additive manufacturing technology (AMT) have been applied in manufacture of pre-implant for cranioplasty surgery. Application of AMT allows production of pre-surgery implant with good geometrical accuracy. The most popular and potential printer 3D technology for mass developed in medical, is fused deposition modeling/FDM, because capable of producing its porosity high with a pattern laydown and the mechanical force good. However, FDM technology have some drawbacks i.e. the use of single type material, limited types of materials, and operation at high temperatures. This research was conducted to develop pre-surgery implants based on additive manufacturing technology to reconstruct and redesign cranial bone defects in Indonesia. This research produced 3D printer-based of injection moulding method by modifying tools, materials, steps, and pre-surgery implants production system based on the additive manufacturing for cranioplasty. Geomatrical accuracy of implant was measured in term of volume deviation, thickness deviation, linear length deviation and surface curve angle deviation of implants. The study comparing two different methods tested: cranial/intra-operative method and injection moulding method using PMMA material. The result showed that implant manufactured by 3D printer based mould have a higher geometrical accuracy as compared to cranial method. Volume deviation on the produced implants is 1.87 ± 1.27 % (injection moulding) compared to 11.39 ± 3.71 % (cranial method), thickness deviation of 2.54 ± 0.86 % (injection moulding) compared to 7.35 ± 1.43 % (cranial method), linear length deviation of 2.61 ± 0.47% (injection moulding) compared to 5.76 ± 0.79 % (cranial method), curve length deviation of 1.54 ± 0.77% (injection moulding) compared to 6.34 ± 0.99 % (cranial method) and surface curve angle deviation of 0.98 ± 0 % (injection moulding) compared to 15.45 ± 3.94 % (cranial method). From the data, it can be concluded that the injection moulding method is better suited than the cranial/intra-operative method.
Persepsi Konsumen Terhadap Endorser dan Citra Produk (Studi Kasus Sabun Lux) Nurina Orta Darmawati; Putri Dwitasari; Luri Renaningtyas
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v16i1.2834

Abstract

Sebuah iklan merupakan bentuk budaya populer yang turut mengkonstruksi budaya di masyarakat. Sebagai sebuah media komunikasi audio visual yang berfungsi menyampaikan pesan kepada calon konsumen, iklan harus memiliki strategi kreatif dalam menghadapi persaingan dengan produk sejenis. Salah satu strateginya menggunakan selebriti. Iklan sabun Lux memiliki potensi yang dapat diangkat menjadi topik penelitian meliputi masalah sosial, budaya, perempuan dan gaya hidup. Oleh karena itu diteliti persepsi konsumen terhadap penggunaan selebriti perempuan sebagai endorser yang menjadi inti iklan dan sejauh mana efek dari strategi iklan ini mempengaruhi kaum perempuan akan pandangan mereka terhadap kecantikan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan mengenai iklan, endorser serta kaitannya dengan mitos antropologi dan kecantikan masa kini. Bagi perempuan, diharapkan penelitian ini juga memberi pandangan lebih luas lagi dalam memaknai kecantikan. Endorser Lux memiliki kualitas daya tarik yang baik, terbukti dari daya tarik endorser Lux yang dipersepsi oleh konsumen dengan baik, namun untuk membuat sebuah strategi endorser yang sukses, unsur lain seperti kredibilitas dan relevansi juga harus diperhatikan pengiklan. An advertisement is a form of popular culture in the society, that constructs the culture in the community. Advertisement as a media of audio visual comunication that serves to convey the message to prospective customers must have a creative to compete with similar products. One of which is the use of celebrities. Lux soap ads are potential to be observed because there are many problems that can be promoted to research topics include social, cultural, women and lifestyle. Therefore, this study assess the perceptions of women towards celebrity endorser who became the core of advertising and how far this strategy affects women and their view of beauty. The method is qualitative and quantitative. The benefit of the research are to expand knowledge about advertising, endorser and its relation to myth and beauty of contemporary anthropology. For women, it is expected to gives a broader view on the meaning of beauty. Lux is an example of endorsment who has strength mainly in the quality of physical attractiveness, based on the consumer perception, however to make a succesful endorser campaign strategy, the other two elements such as credibility and relevance must also be considered by the advertisers.

Page 9 of 18 | Total Record : 175