cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
ISSN : 14113023     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
Perancangan Signage pada Kawasan Wisata Exotic Mengare di Kabupaten Gresik Nur Adilah Luthfiyyatur Rohmah; Didit Prasetyo; Naufan Noordyanto
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i1.9330

Abstract

Exotic Mengare merupakan objek wisata alam dan bernilai sejarah dari Kabupaten Gresik. Seiring bertambahnya tahun, wisatawan yang berdatangan terus meningkat begitu juga dengan intensitas pergerakan dalam kawasan objek wisata tidak diimbangi dengan fasilitas sign system yang informatif. Sehingga didalam perjalanan, ditemukan beberapa pengunjung yang tersesat dan kebingungan. Tujuan perancangan ini adalah menciptakan signage pada Exotic Mengare untuk mengoptimalkan kualitas pengalaman wisatawan yang berkunjung dan memudahkan wisatawan mendapatkan informasi dalam bentuk komunikasi visual.Perancangan signage pada ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif yang diperolah dari depth interview, dan user persona dalam proses mengumpulkan informasi dan menganalisis data. Desain konsep yang dihasilkan dari perancangan ini menyesuaikan dengan konten objek wisata, yakni mengusung kesan dari unsur alam dan diadaptasi dari elemen sekitar dengan menggunakan font, material, konten informasi dan bahasa yang sesuai dengan kondisi lingkungan Pulau Mengare. Luaran dari perancangan ini meliputi signage peta wisata, directional sign serta signage peringatan berupa visualisasi desain digital untuk Exotic Mengare. Diharapkan dari penelitian yang dihasilkan bermanfaat untuk Pulau Mengare supaya lebih dikenal masyarakat sekitar. Exotic Mengare is a natural and historical tourism object from Gresik Regency. As the years go by, the tourists who arrive continue to increase as well as the intensity of movement within the tourist attraction area is not matched by an informative sign system facility. So that on the way, some visitors were found lost and confused. The purpose of this design is to create signage on Exotic Mengare to optimize the quality of the experience of tourists visiting and make it easier for tourists to get information in the form of visual communication. The design of this signage is prepared using qualitative methods obtained from depth interviews, and user personas in the process of gathering information and analyzing data. The concept design resulting from this design adapts to the content of the tourist attraction, which carries the impression impression of natural elements and is adapted from the surrounding elements by using fonts, materials, information content and language that are in accordance with the environmental conditions of Mengare Island. The output of this design includes tourist map signage, directional signs and warning signage in the form of visualizing digital designs for Exotic Mengare. It is hoped that the resulting research will be useful for Mengare Island so that it will be better known to the surrounding community.
Perancangan Desain Motif Baju sebagai Penunjang Identitas Tradisi Malam Selawe di Gresik Nur Adilah Luthfiyyatur Rohmah; Putri Dwitasari; Didit Prasetyo
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i1.9331

Abstract

Tradisi Malam Selawe merupakan kegiatan mencari berkah yang rutin diadakan setiap tahun pada akhir bulan Ramadhan. Tetapi dari beberapa masyarakat, khususnya para remaja Gresik sendiri masih kurang memahami dan menyalahartikan makna dari tradisi itu diadakan. Sehingga dalam kegiatan Tradisi Malam Selawe membutuhkan media yang dapat digunakan sebagai media pengenalan sejarah dan budaya dalam bentuk merchandise berupa desain motif baju. Perancangan desain merchandise ini menggunakan beberapa metode yaitu, observasi, analisis segmentasi dan depth interview. Metode perancangannya dimulai dari tahap pengumpulan data, melakukan analisis data, selanjutnya membuat konsep visual desain melalui sketsa digital dengan membuat tiga desain motif yang saling berhubungan. Desain motif yang dibuat diadaptasi dari elemen-elemen yang ada dalam Tradisi Malam Selawe mencakup sejarah, makna, kebudayaan, dan aktifitas masyarakat sekitar untuk diwujudkan menjadi identitas visual Tradisi Malam Selawe. Tujuan perancangan ini adalah untuk membuat desain merchandise Tradisi Malam Selawe sebagai media pengenalan sejarah dan budaya bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan.Malam Selawe tradition is a blessing-seeking activity that is routinely held every year at the end of the month of Ramadan. However, some people, especially the Gresik teenagers themselves still do not understand and misinterpret the meaning of the tradition being held. So that in the Malam Selawe tradition, it requires media that can be used as a medium for introducing history and culture in the form of merchandise in the form of clothing motif designs. The design of this merchandise design uses several methods, namely, observation, segmentation analysis and depth interviews. The design method starts from the data collection stage, performs data analysis, then creates a visual design concept through digital sketches by making three interconnected motif designs. The motif designs that are made are adapted from elements that exist in the Malam Selawe tradition, including history, meaning, culture, and activities of the surrounding community to be transformed into a visual identity of the Selawe Night Tradition. The purpose of this design is to design Malam Selawe Tradition merchandise as a medium for introducing history and culture to the people who participate in the activity. 
Desain Sespan Tandem Samping Kiri Lepas-Pasang untuk Sepeda dengan Pengayuh Taufik Hidayat; Ari Dwi Krisbianto; Djoko Kuswanto
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i1.9332

Abstract

Sepeda kayuh adalah sarana transportasi yang murah dan menyehatkan. Kendaraan ini tidak mengeluarkan polusi dan sangat ramah lingkungan. Akhir-akhir ini sepeda lebih banyak digunakan sebagai sarana berolahraga. Hampir setiap rumah tinggal di Indonesia mempunyai sepeda pancal minimal satu sampai dua buah.Sepeda tandem umumnya berupa sepeda yang bersambung kebelakang. Secara mekanik dihubungkan dengan rantai dan dikayuh oleh dua orang dewasa. Saat ini pemakai sepeda tandem ke belakang tersebut sudah mulai jenuh dan sudah mulai ditinggalkan karena faktor: 1) Ukuran sepeda tersebut terlalu panjang sehingga kurang nyaman dan cukup sulit untuk dikendarai, 2) Bila digunakan oleh seorang diri tidak pantas secara visual, 3) Penyimpanan sepeda tersebut cukup sulit dan memakan tempat atau ruang, 4) Sebagian orang sulit untuk mencari teman yang mau diajak bersepeda tandem, 5) Kurang disukai karena salah satu pengayuhnya di belakang sehingga tidak nyaman bersepeda santai apalagi kalau sambil berbincang. Masalah-masalah tersebut diusahakan diselesaikan dengan penelitian mendesain sespan tandem samping kiri lepas pasang dengan pengayuh. Akhir kontribusi orisinal dari penelitian adalah: (1) Prototipe tandem samping kiri dengan sarana kayuh, (2) Menggunakan sepeda kayuh yang sudah ada, (3) Mudah dilepas pasang, (4) Hemat biaya.Pedal bikes are a cheap and healthy transportation. This vehicle does not emit pollution and very environmentally friendly. Lately, more bicycles are used as a means of exercise. Almost every house in Indonesia has one to two bikes per house. Tandem bikes are generally backward, mechanically connected by chains and pedaled by two adults. At present the tandem back users started to get bored and abandoned due to factors: 1) The size of the bicycle is too long making it less comfortable and quite difficult to drive, 2) If used by one person is not visually appropriate, 3) Storage of the bicycle is quite difficult and takes up spaces, 4) It difficult to find friends who want to be invited to a tandem bike ride, 5) Less preferred because one of the peddlers in the back makes it uncomfortable to ride especially when talking. These problems are endeavoured to be resolved by researching the design of the left side tandem bicycles. At the end of the original contributions of the research are: (1) The prototype tandem with the left side pedal, (2) Using the existing pedal bikes, (3) Easily removable plug, (4) cost savings.
Perancangan Desain Produk dengan Inspirasi Art Nouveau Era Tahun 1809-1920 dengan Metode Peta Morfologi Devanny Gumulya; Sisilia Huang; Eileen Florean Gunawan
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i1.9328

Abstract

Peta morfologi berasal dari keilmuan teknik. Artikel ini mempelajari cara menerapkannya dalam  proses desain kreatif yang memungkinkan pemikiran yang berbeda dan logis untuk digunakan secara bersamaan. Selanjutnya dibahas karya mahasiswa desain produk yang merancang dengan menggunakan grafik morfologi. Sejarah, bagaimanapun, telah mengilhami banyak desainer untuk menciptakan banyak hal baru. Art Nouveau adalah sebuah gerakan seni arsitektur dan dekoratif yang lahir dan berpusat di Eropa Barat sekitar tahun 1809 - 1920 berawal dari Paris dan menyebar ke Amerika Serikat dan wilayah Eropa lainnya. Salah satunya adalah Catalan, juga dikenal sebagai Art Nouveau Catalan, gerakan seni dari wilayah Catalan (Barcelona, Girona, Lleida, Tarragona). Garis asimetris dan bergelombang, bentuk alami (organik) seperti tangkai, kuncup bunga, tanaman merambat dan sayap serangga adalah ciri khas Art Nouveau Catalan untuk memberikan kesan elegan. Sementara Art Nouveau AS terkenal dengan mosaik kaca organik. Tujuan dari studi ini adalah untuk mencapai kaca dan desain lampu dinding yang menggabungkan elemen Art Nouveau dengan preferensi mahasiswa desain produk. Hasil riset adalah kerangka untuk menggunakan grafik morfologi dalam proses desain proyek jangka pendek. Luaran akhir artikel ini menghasilkan 11 (sebelas)  ide desain produk baru.Morphology charts come from engineering discipline, this paper studies how to apply them in a creative design process that allows divergent and logical thinking to be used simultaneously. The paper discusses product design students' work to design using morphological charts. History, however, has inspired many designers to create many new things. Art Nouveau is an architectural and decorative art movement that was born and centered in Western Europe around 1809 – 1920 from Paris and spread to the US and other regions of Europe. One of them is Catalan, also known as Art Nouveau Catalan, art movements from the Catalan region (Barcelona, Girona, Lleida, Tarragona). Asymmetrical and wavy lines, natural (organic) forms like stalks, flower buds, vines and insect wings are unique works of Art Nouveau Catalan to give an elegant impression. While Art Nouveau US is renowned for organic glass mosaics. The paper objective is to achieve glassware and wall lamp design combining Art Nouveau elements with product design student preferences. The result of this paper is a framework for using morphological charts in a short-term project design process. This exercise produces 11 (eleven) new product design ideas.
Eksplorasi Teknik Membuat Pola Pattern Die Cut Pewarnaan dan Finishing Kulit Ikan Nila sebagai Kombinasi Material pada Produk Tas Wanita Bambang Tristiyono; Ellya Zulaikha; Hertina Susandari; Ari Dwi Krisbianto; MY Alief Samboro; Aarifatun Nurul Ilmi
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i1.9333

Abstract

Tren fashion berubah dengan cepat, dan merupakan tantangan bagi brand lokal untuk terus berinovasi agar dapat bersaing pada pasar nasional dan internasional. Beberapa inovasi produk dapat dengan menggunakan material yang unik, dan penggunaan teknik produksi yang berbeda. Seperti halnya penggunaan material kulit ikan untuk diaplikasikan pada produk fashion dan lifestyle yang belum banyak diketahui oleh penikmat produk fashion. Kulit ikan adalah material kulit hewan dengan karakter kulit yang berbeda tiap spesies ikan. Seperti kulit ikan Nila, yang memiliki tekstur dan motif sisik pada penampang kulit, dengan ketebalan kulit kurang dari 1 mm. Ikan Nila sendiri merupakan jenis ikan yang mudah dibudidayakan, dan tidak termasuk satwa endemik di Indonesia. Ini merupakan sebuah potensi bagi ikan Nila untuk dapat diaplikasikan pada produk-produk kerajinan kulit. Artikel ini membahas mengenai eksperimental material kulit ikan Nila, untuk membentuk ragam hias, sebagai kombinasi material produk tas wanitaFashion trends change rapidly, and it is a challenge for local brands to continue to innovate in order to compete in national and international markets. Some product innovations can use unique materials, and use different production techniques. Like the use of fish skin material to be applied to fashion and lifestyle products that are not widely known by fashion product connoisseurs. Fish skin is an animal skin material with different skin characteristics for each fish species. Like Tilapia fish skin, which has a texture and scale motif on the skin, with a skin thickness of less than 1 mm. Tilapia itself is a type of fish that is easily cultivated, and is not endemic to Indonesia. This is a potential for tilapia to be applied to leather handicraft products. This journal discusses the experimental material of Tilapia fish skin, to form decorations, as a material combination for women's handbags. 
Pengembangan Konsep Brand Identity dan Visual System ITS yang Lebih Terintegrasi Sayatman Sayatman; Bambang Mardiono Soewito; Naufan Noordyanto
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i1.9329

Abstract

Brand Identity merupakan aspek yang sangat penting dalam sebuah entitas, antara lain sebagai tanda kepemilikan, jaminan kualitas, mencegah peniruan atau pembajakan. Selain sebagai ciri dan sarana identifikasi, brand identity juga dapat difungsikan sebagai alat promosi dan branding entitas tersebut. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai sebuah entitas pendidikan tinggi teknologi di Indonesia sudah saatnya membangun konsep brand identity-nya secara lebih komprehensif, konsisten dan terintegrasi. Karena penggunaan brand identity secara konsisten dan terintegrasi sangat penting untuk mendukung brand image ITS dalam kontestasi lokal maupun global. Melalui pendekatan metode desain dan visual branding, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep brand identity ITS secara lebih konsisten dan terintegrasi. Lingkup penelitian ini antara lain meliputi; studi eksisting terhadap penerapan system identitas visual yang ada, mengembangkan konsep desain dan pedoman penerapannya secara lebih terintegrasi pada atribut kebutuhan ITS.  Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan kebijakan bagi ITS dalam penerapan visual identity system di ITS selanjutnya. Sehingga melalui penerapan brand identity yang teratur dan konsisten diharapkan dapat memberikan dampak dalam penguatan branding ITS menuju World Class University.Brand Identity is a very important aspect in an entity, among others, as a sign of ownership, quality assurance, preventing imitation or piracy. Apart from being a feature and means of identification, brand identity can also function as a promotional and branding tool for the entity [1]. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) as a higher technology education entity in Indonesia, it is time to build a more comprehensive and consistent brand identity concept. Because the consistent use of brand identity is very important to support ITS brand image in local and global contestation.Through the design method approach and visual branding, this study aims to develop the ITS brand identity concept in a more consistent and integrated manner. The scope of this research includes; Existing studies on the application of existing visual identity systems, develop design concepts and guidelines for their implementation in a more integrated manner in formal attributes according to ITS needs. The results of the development of this design concept are expected to be material for policy considerations for ITS in the next application of the visual identity system at ITS. So that through the regular and consistent application of brand identity, it is hoped that it can have an impact in strengthening ITS branding towards World Class University.
Penerapan Motif Batik Pesisir Utara Jawa pada Perhiasan Logam (Studi Kasus: Warak Ngendog) Dewi Isma Aryani; Elliati Djakaria
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i2.11605

Abstract

Abstrak—Perhiasan telah dikenal oleh manusia sejak zaman prasejarah yang terbuat dari batu-batuan maupun tulang hewan. Perhiasan tidak hanya memiliki fungsi estetis, melainkan juga status sosial bagi pemakainya. Seiring dengan berkembangnya peradaban manusia, teknologi pengolahan perhiasan juga mengalami kemajuan dari segi pembuatannya salah satunya dengan ditemukannya teknik pengerjaan logam. Salah satu teknik pengerjaan logam yang berkembang dan banyak digunakan oleh para pengrajin perhiasan logam adalah teknik elektroplating atau penyepuhan. Melalui artikel ini akan dipaparkan tentang desain perhiasan logam yang dikombinasikan dengan penerapan beberapa motif batik Pesisir Utara Jawa, salah satunya dari Batik Semarang yaitu motif Warak Ngendog, sebagai hasil akulturasi budaya Jawa, Tionghoa, dan Arab melalui penggambaran hewan mitologi sebagai simbol keharmonisan menurut kepercayaan masyarakat Kota Semarang. Material yang digunakan sebagai bahan utama perhiasan adalah logam tembaga karena bersifat reaktif terhadap elektroplating. Teknik pengolahan logam dengan metode elektroplating dipilih karena teknik ini sudah banyak digunakan dalam bidang industri kerajinan logam, khususnya perhiasan di Indonesia. Adapun metode penelitian ini adalah eksperimental deskriptif melalui percobaan  teknik elektroplating pada logam tembaga disertai proses identifikasi dan dokumentasi terstruktur. Hasil akhir dari eksperimen ini berupa satu set produk perhiasan dengan penerapan motif Warak Ngendog berupa anting, gelang, dan liontin kalung. Abstract—Jewelry has been known to humans since prehistoric times made of rocks and animal bones. Jewelry not only has an aesthetic function, but also a social status for the wearer. Along with the development of human civilization, jewelry processing technology has also progressed in terms of manufacture, one of them being the discovery of metalworking techniques. One of the developed metalworking techniques and widely used by metal jewelry craftsmen is electroplating or gilding techniques. Through this article, we will describe the design of metal jewelry combined with the application of several North Coast Java batik motifs, one of them are Batik Semarang, namely Warak Ngendog motifs, as a culture result of Javanese, Chinese, and Arabic acculturation through the depiction of mythological animals as symbols of harmony according to Semarang’s people beliefs. The main jewelry material used is copper due to its electroplating reactivity. The metal processing technique with the electroplating method was chosen because this technique has been widely used in the metal craft industry, especially jewelry in Indonesia. The research method is descriptive experimental through electroplating technique experiments on copper accompanied by a structured identification and documentation process. The final result of this experiment is a set of jewelry products with the application of the Warak Ngendog motif in the form of earrings, bracelets, and necklace pendants.
Studi Kebutuhan Desain Wearable Chair untuk Mengurangi Faktor Kelelahan pada Tenaga Medis Nadya Paramitha Jafari; Djoko Kuswanto; M Yoma Alief Samboro; Bambang Tristiyono
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i2.11597

Abstract

Abstrak—Operasi membutuhkan gerakan yang tepat menggunakan ketelitian beberapa milimeter, "stabilitas batang tubuh" sangat mempengaruhi stabilitas operasi. Proses operasi dilakukannya mampu mencapai 8 sampai 12 jam lamanya. Proses operasi yang lama dan dilakukan pada postur berdiri selama berjam-jam menyebabkan kasus yaitu beban dalam punggung bagian bawah dan kaki semakin tinggi sebagai akibatnya mengakibatkan kelelahan dan sakit dalam bagian tersebut. Terdapat alasan mengapa tidak disediakan kursi ataupun kursi disediakan hanya terbatas yaitu lingkungan ruang operasi didesain untuk melakukan operasi pada postur berdiri. Ahli bedah bisa mengganti posisi mereka tergantung dalam area dan perawatan yang dilakukan selama operasi. Selain itu, banyak orang bekerja sama pada operasi sementara banyak sekali kabel untuk alat kesehatan terletak pada lantai, sebagai akibatnya tidak terdapat ruang cukup untuk kursi apa pun.. Wearable chair layaknya kursi yang dapat diduduki tetapi tetap melekat pada tubuh saat digunakan untuk kegiatan berjalan ataupun berpindah tempat. Dalam beberapa sumber mengungkapkan bahwa penggunaan wearable chair dapat mengurangi rasa lelah dan sakit ketika berkativitas menggunakan posisi berdiri pada waktu yg lama. Tetapi sayangnya alat ini belum dipakai di Indonesia, padahal kebutuhan akan wearable chair sangat tinggi dan dapat dipakai tidak hanya untuk proses operasi pada rumah sakit tetapi bisa dipakai pula untuk pabrik atau perusahaan yang mempunyai sistem kerja menggunakan posisi berdiri dalam waktu yang lama. Selain belum dipakai di Indonesia, alat yang telah ada mempunyai harga yang relatif mahal dan sulit dijangkau oleh rumah sakit maupun perusahaan yang membutuhkan alat ini. Penulis pada penelitian ini mengembangkan dan menciptakan desain wearable chair yang mempunyai bentuk simple, easy to use, kuat, mempunyai sudut yang dapat dirubah dan memiliki harga yang terjangkau.Abstract— Surgery requires specific motion with a precision of several millimetres, "balance of the torso" significantly impacts the steadiness of the surgical treatment. The surgical treatment system may be up to eight to twelve hours. The long system of surgical treatment and is done in a standing posture for hours causes problems, namely, the burden at the lower back and legs increased, inflicting fatigue and ache with inside the part. There is a purpose why no seats or chairs are provided only restrained i.e. the working room surroundings is designed to carry out operations in a standing posture. Surgeons can alternate their function relying upon the place and the treatment performed during the surgical treatment. In addition, many humans cooperate with inside the operation while numerous cables for medical devices are positioned on the floor, so there isn't sufficient area for any chair. A wearable chair is sort of a chair that may be occupied however nevertheless connected to the frame while used for on foot or shifting activities. A few sources point out that using wearable chairs can lessen fatigue and ache while advantages with the standing position for a long time. But unfortunately, this device has not been utilized in Indonesia, however, the need for wearable chairs may be very excessive and may be used not only for the operating system in hospitals however may be used additionally for factories or organizations which have a working system with standing positions for a long time. In addition to not yet being utilized in Indonesia, existing tools have a pretty highly-priced charge and are hard to attain by hospitals and organizations that want this device. The authors on this look at advanced and made a wearable chair layout that has a simple shape, clean to use, is strong, has a revamped angle, and has a low-cost price.
Desain Alat Sterilisasi Covid-19 dengan Teknologi Sinar UV yang Ramah untuk Anak-anak Usia 2-6 Tahun Yosef Richo; Martinus Sony; Hafidz Sirojul
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i2.11603

Abstract

Abstrak—Pencegahan sejak dini terkait Covid-19 perlu dilakukan masyarakat. Meskipun Vaksin sudah dilaksaaannnakan oleh pemerintah, namun langkah pencegahan Virus Covid 19 tetap wajib dilakukan. Apalagi untuk anak kecil (usia 2-6 tahun) yang bersekolah pada jenjang TK/Playgorup tentunya harus lebih dicermati, karena anak-anak memiliki pemahaman yang tidak sekompleks orang dewasa. Sekolah umumnya sudah menggunakan produk pendukung untuk program sterilisasi Covid-19 bagi mudridnya. Beberapa penelitian sebelumnya membuktikan Lampu LED (ultra Violet) dan hand sanizer mampu dengan cepat membunuh virus yang menempel pada benda-benda, untuk itu peneliti mencoba membuat suatu desain lemari sederhana untuk meletakkan barang bawaan dari luar ruangan  yang didalamnya mampu membasmi virus Covid dengan bantuan Lampu LED dan Hand sanitizer. Selanjutnya ditentukan skala prioritas dengan menggunakan metode sampling. Tempat sampling pada beberapa lokasi  Sekolah mengenai beberapa bentuk yang disukai anak. Hal ini diperlukan karena anak cenderung takut dengan produk baru yang asing terutama yang bersifat medis. Setelah prioritas produk ditentukan, selajutnya peneliti melakukan proses new product development dengan metode QFD untuk menentukan final desain. Final desain yang sudah terbentuk selanjutnya dilakukan finishing dengan menggunakan program komputer untuk melihat hasil akhir dan siap diproduksi. Tujuan riset ini adalah memberikan menajemen perancangan pada sebuah desain produk sterilisiasi Covid-19 untuk sekolah tingkat dasa yang ramah bagi anak-anak.  Abstract - Early prevention related to Covid-19 needs to be done by the community. Even though the government has implemented a vaccine, it is still mandatory to take steps to prevent the Covid-19 virus. Especially for small children (aged 2-6 years) who attend kindergarten/Playgroup level, of course, it must be more closely observed, because children have an understanding that is not as complex as adults. Schools have generally used supporting products for the Covid-19 sterilization program for their students. Several previous studies have proven that LED (ultra Violet) lights and hand sanitizers are able to quickly kill viruses that stick to objects, for that researchers tried to make a simple wardrobe design to put luggage from outside the room in which it was able to eradicate the Covid virus with the help of lights. LED and hand sanitizer. Furthermore, the priority scale is determined using the sampling method. Sampling places at several school locations regarding several forms that children like. This is necessary because children tend to be afraid of new, unfamiliar products, especially medical ones. After the priority of the product is determined, the researcher then conducts a new product development process using the QFD method to determine the final design. The final design that has been formed is then finished using a computer program to see the final result and is ready to be produced. The purpose of this research is to provide design management for a Covid-19 sterilization product design for elementary-level schools that are friendly for children.
Studi Kebutuhan pada Perancangan Mobile Kitchen Truck sebagai Sarana Penunjang Penanggulangan Bencana Daerah Dataran Tinggi Mohammad Aulia Yustisia Anwar; Bambang Iskandriawan; Ari Dwi Krisbianto; Bambang Tristiyono
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i2.11598

Abstract

Abstrak—Sebagai negara dengan julukan Ring of Fire membuat sebagian wilayah di Indonesia rawan mengalami bencana alam seperti gunung meletus, banjir bandang, dan kebakaran hutan. Dampak yang dirasakan adalah terganggunya aktifitas primer, kehilangan tempat tinggal hingga sanak saudara, dan kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok khususnya makanan. Fasilitas yang diberikan oleh pemerintah khususnya untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari adalah dengan pengadaaan truk Dapur Umum Lapangan (Dumlap). Dalam praktiknya, truk ini mengalamani beberapa kendala dalam mengakses daerah terdampak khususnya dataran tinggi. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menjawab kendala yang dialami seperti kurang memadainya spesifikasi mesin produk eksisting, dimensi kendaraan yang perlu disesuaikan dengan karakteristik dataran tinggi, dan rancang bangun truk yang kurang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah pertama dengan breakdown masalah dan kebutuhan, preview produk eksisting dan produk acuan, observasi lapangan untuk menentukan Design Requirement & Objective,  wawancara, hingga studi model.Abstract—As a country with the predicated of the Ring of Fire, several areas in Indonesia are vulnerable to natural disasters such as volcanic eruptions, floods, and forest fires.  The impact that is felt is disruption of primary activities, loss of residence to relatives, and difficulties in getting necessities, especially food. The facilities provided by the government, especially to meet daily food needs, are the provision of trucks for the Field Public Kitchen (Dumlap). In practice, this truck has experienced several obstacles in accessing the affected areas, especially the highlands. The purpose of this research is to answer the problems experienced, such as inadequate specifications for existing product machines, Vehicle dimensions that must be adapted to the highlands particularities, and ineffective truck design. The research method used is the first with a breakdown of problems and needs, previews of existing products and reference products, field observations to determine Design Requirements & Objectives, interviews, to model studies.