cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Hidroteknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Hidroteknik ini terbit pertama kali pada tahun 2015. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Tujuan utama penerbitan jurnal ini adalah menampung karya tulis mahasiswa dan dosen teknik sipil dengan konsentrasi hidroteknik dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, yang diterbitkan oleh Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai ITS.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2015)" : 6 Documents clear
REDESAIN WADUK KLAMPIS KECAMATAN KEDUNGDUNG KABUPATEN SAMPANG SEBAGAI BANGUNAN PEMBANGKIT TENAGA AIR Achmad Agung; Nadjadji Anwar; Danayanti A D Nusantara
Jurnal Hidroteknik Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.056 KB) | DOI: 10.12962/jh.v1i2.1670

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).Waduk klampis yang terletak di Desa Kramat Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang merupakan waduk yang memiliki pontesi besar untuk dijadikan pembangkit listrik tenaga air. Permasalahan utama yang dihadapi Waduk Klampis adalah semula waduk klampis di gunakan untuk mencukupi kebutuhan irigasi, sekarang akan direncanakan pembangkit listrik tenaga air. Dengan meninggikan tinggi mercu hingga di +35 agar kapasitas waduk lebih besar dan efektif. Untuk mengetahui debit yang akan digunakan agar kebutuhan irigasi dan pembangkit listrik tenaga air berjalan seimbang maka di perlukan analisa debit inflow dan outflow. Dari hasil analisa diperoleh debit banjir rencana periode ulang 1000 tahun sebesar 1098,098 m³/detik, volume efektif tertampung 15.302.727,00 m³, debit outflow yang melimpah di atas mercu sebesar 526.89 m³/detik. Mercu di desain dengan lebar 50 m dengan tinggi air sebesar 2.84 m dan panjang spillway 12,5305 m. Debit inflow dari metode FJ. Mock 2.42 m³//detik total setahun. Debit irigasi sebesar 26,745 m³/detik dalam setahun. Dengan mengunakan metode simulasi direncanakan 2 buah turbin dengan debit 1.1 m³/detik/turbin yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air, didapat dimensi intake 2 m x 2 m, diameter pipa sebesar 79 cm dengan tebal 4 mm dan dimensi saluran pembuang lebar 1.5 m tinggi air 0.9m, dari hasil perencanaan pembangkit listrik didapat energi listrik yang di hasilkan sebesar 1.259.757 KwH dalam setahun.
REDESAIN BENDUNGAN WAY APU KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU Ahmad Dwi Cahyadi; Umboro Lasminto; Mohamad Bagus Ansori
Jurnal Hidroteknik Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.881 KB) | DOI: 10.12962/jh.v1i2.1671

Abstract

Kecamatan Waeapo merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terpadat di Kabupaten Buru. Sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor pertanian, oleh karena itu Kecamatan Waeapo termasuk dalam wilayah pertanian untuk Kabupaten Buru dengan penghasilan padi terbesar bagi Provinsi Maluku dan khususnya bagi Kabupaten Buru. Hasil pertaniannya tidak hanya padi namun banyak lagi misalkan ubi-ubian, kacang-kacangan dan lainnya. Untuk itu kebutuhan air yang dibutuhkan harus tersedia sepanjang tahun agar tetap menjaga hasil produksi tidak berkurang, tetapi pada kenyataannya ketersediaan air tidak selalu ada karena adanya musim kemarau dan pada saat musim penghujan pun sungai Way Apu tidak dapat menampung debit air yang ada. Bendungan adalah salah satu alternatif solusi untuk menampung air saat hujan turun dan memanfaatkan air tersebut saat musim kemarau. Perhitungan yang dipakai dalam Perencanaan yaitu meliputi perhitungan curah hujan rencana dengan menggunakan Pearson Tipe III, analisa ketersediaan debit menggunakan metode FJ Mock, debit rencana menggunakan metode hidrograf Nakayasu, analisa tampungan menggunakan lengkung kapasitas waduk, sedangkan untuk penelusuran banjir menggunakan metode tahap demi tahap (step by step), analisa tubuh bendungan dan kestabilannya, serta analisa pelimpah dan kestabilannya. Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh curah hujan rencana sebesar 895.76 mm, debit rencana periode ulang PMF sebesar 5959,9 m3/detik, dengan kapasitas tampungan efektif sebesar 10,241,211.48 m3 dan dengan debit andalan rata-rata sebesar 10,05 m3/detik. Kebutuhan air baku sebesar 0,2162 m3/detik , kebutuhan PLTA sebesar 0,4 m3/detik dan kebutuhan irigasi dengan luas sawah yang terairi sebesar 7600 ha telah terpenuhi atau tercukupi. Mercu bangunan pelimpah menggunakan mercu tipe Ogee pada elevasi +123.50 dan elevasi muka air banjir pada elevasi +129.20. Tubuh bendungan menggunakan urugan tanah dengan kemiringan hulu dan hilir adalah 1:2, elevasi puncak bendung pada elevasi +131.50 dengan dasar bendungan pada elevasi +107.50,dan panjang dasar tubuh bendungan adalah 103.00 m. Perhitungan stabilitas tubuh bendungan dan spillway aman terhadap gaya-gaya yang terjadi baik dalam kondisi muka air banjir maupun dalam kondisi muka air normal.
PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DI SALURAN IRIGASI MATARAM Titis Haryani; Wasis Wardoyo; Abdullah Hidayat
Jurnal Hidroteknik Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.422 KB) | DOI: 10.12962/jh.v1i2.1672

Abstract

Saluran Irigasi Mataram adalah saluran irigasi yang menghubungkan Sungai Progo di Yogyakarta sebelah Barat dan Sungai Opak di Yogyakarta sebelah Timur. Meskipun letaknya strategis, namun potensi aliran air di Saluran Irigasi Mataram belum dimanfaatkan secara maksimal dalam hal pembangkit listrik tenaga air. Menurut kapasitas daya yang dihasilkan, ada beberapa macam pembangkit listrik tenaga air, salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro adalah pembangkit listrik skala kecil dengan daya kurang dari 100 KW. Tenaga air yang digunakan dapat berupa aliran sungai yang dibendung, air terjun, dan aliran air pada sistem irigasi. Ditinjau dari ketersediaan air di Saluran Irigasi Mataram, yaitu debit andalan 85% sebesar 1,7 m³/detik dan beda tinggi sebesar 3,56 meter, Saluran irigasi Mataram berpotensi untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro ini berdasarkan pada studi literatur, survei lapangan, dan analisa data. Dari perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro ini akan menghasilkan daya sebesar 59,37 kW dan energi listrik yang dihasilkan sebesar 358938, 69 KWH per tahun
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KALI DAPUR / OTIK SEHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN KOTA LAMONGAN Ichsan Rizkyandi; Bambang Sarwono; Yang Ratri Savitri
Jurnal Hidroteknik Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.8 KB) | DOI: 10.12962/jh.v1i2.1664

Abstract

Lamongan yang terus berkembang dari sebuah kabupaten menjadi sebuah kota menyebabkan Lamongan melakukan pembenahan di bidang infrastruktur. Bidang infrastruktur yang dibenahi salah satunya ialah sistem drainase. Pembenahan sistem drainase dilakukan karena banjir masih sering terjadi ketika hujan terjadi. Perencanaan sistem drainase ini dilakukan sehubungan dengan adanya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Lamongan tahun 2011 - 2031. Perbedaan perencanaan pada tahun 2011 dan pada tahun 2031 dapat dilihat dari nilai koefisien pengalirannya. Perbedaan nilai koefisien pengaliran terjadi akibat dari adanya perubahan fungsi tata guna lahan di Lamongan pada tahun 2011 dan pada tahun 2031. Kali Dapur / Otik sebagai salah satu dari empat Kali yang berperan penting dalam sistem drainase Lamongan akan dievaluasi / direncanakan kembali. Evaluasi terhadap Kali Dapur / Otik bertujuan untuk mengetahui kapasitas penampang Kali Dapur / Otik dalam menampung debit rencana. Evaluasi dilakukan pada penampang Kali Dapur sepanjang ± 5,5 km. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, penampang eksisting Kali Dapur / Otik belum mampu menampung debit banjir sehingga perlu dilakukan normalisasi. Normalisasi dilakukan dengan cara merapikan bentuk penampang dan kemiringan sungai tanpa mengubah elevasi dasar penampang eksisting di hilir Kali Dapur / Otik. Hal ini dikarenakan perencanaan normalisasi Kali Dapur / Otik tidak dilakukan secara keseluruhan melainkan hanya sepanjang ± 5,5 km. Oleh karena itu, normalisasi sepanjang ± 5,5 km dilakukan tanpa mengubah elevasi dasar penampang di hilir dengan tujuan agar tidak memengaruhi bentuk dasar penampang Kali Dapur / Otik secara keseluruhan. Selain itu, normalisasi Kali Dapur / Otik tidak dilakukan dengan memperlebar penampang dikarenakan adanya pemukiman dan jalan raya di sisi kanan maupun sisi kiri Kali Dapur / Otik sepanjang ± 5,5 km. Setelah normalisasi dilakukan, penampang Kali Dapur / Otik sudah mampu menampung debit banjir yang terjadi. Namun, penampang normalisasi belum memenuhi syarat tinggi jagaan sebesar 0,5 m. Oleh karena itu, diperlukan suatu tindakan penyelesaian untuk membantu Kali Dapur dalam memenuhi syarat tinggi jagaan. Tindakan yang dilakukan ialah dengan merencanakan suatu boezem di saluran Primer Sidoharjo dengan kebutuhan kapasitas tampung sebesar 359408,74 m3.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERUMAHAN THE GREENLAKE SURABAYA Riska Wulansari; Edijatno Edijatno; Yang Ratri Savitri
Jurnal Hidroteknik Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.595 KB) | DOI: 10.12962/jh.v1i2.1673

Abstract

Perumahan The Greenlake terletak di Jl. Raya Wiyung-Menganti, Surabaya. Kawasan ini dahulu adalah daerah irigasi sehingga terdapat saluran cacing (saluran irigasi). Pada saat ini saluran irigasi dialihfungsikan sebagai saluran drainase perkotaan. Saluran itu adalah saluran Taman Citra 1. Dalam sistem drainase perumahan The Greenlake, saluran ini diharapkan mampu untuk menampung limpasan air wilayah utara. Untuk kawasan The Greenlake wilayah selatan, direncanakan long storage melalui saluran sekunder (site drain). Langkah yang dilakukan untuk memecahkan masalah ini adalah perumusan masalah, perumusan metode yang digunakan dan pengumpulan data yang terdiri atas data hidrologi dan data hidrolika. Berdasar pada analisa data hidrologi yaitu data curah hujan didapatkan debit rencana. Selanjutnya, hasil perhitungan ini digunakan utnuk merancang dimensi saluran dalam sistem drainase perumahan The Greenlake, termasuk perhitungan kapasitas long storage dan saluran Taman Citra 1. Berdasar pada hasil perhitungan, dapat disimpulkan bahwa dimensi saluran tersier mempunyai dimensi lebar = kedalaman sebesar 0,50 meter; saluran sekunder 0,80 meter; saluran primer 1,00 meter. Fasilitas drainase yang dibutuhkan untuk long storage 1 meliputi dua buah pintu air dengan dimensi 1,20 meter x 2,00 meter dan satu buah pompa. Untuk long storage 2 meliputi satu buah pintu dengan dimensi 1,00 meter x 1,00 meter dan dua buah pompa. Normalisasi diperlukan pada beberapa penggal saluran Taman Citra 1 yaitu pada P4-P5, P7-P8, dan P8-P9.
STUDI OPTIMASI PEMANFAATAN WADUK WAY APU DI PROVINSI MALUKU UNTUK JARINGAN IRIGASI, KEBUTUHAN AIR BAKU, DAN POTENSI PLTA Radita Ahadunnisa; Nadjadji Anwar; Nastasia F Margini
Jurnal Hidroteknik Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.82 KB) | DOI: 10.12962/jh.v1i2.1667

Abstract

Waduk Way Apu terletak di aliran Sungai Way Apu dan masuk wilayah Kecamatan Waeapo di Pulau Buru, Provinsi Maluku. Secara geografis sesuai dengan koordinat UTM, Waduk Way Apu terletak di koordinat X = 260630,764 dan Y = 9608598. Waduk Way Apu mampu mengairi 5726 ha sawah padi. Waduk Way Apu direncanakan mampu untuk memenuhi kebutuhan irigasi, air baku, dan potensi PLTA. Sehubungan dengan permasalahan tersebut diatas, perlu adanya studi optimasi Waduk Way Apu untuk pemanfaatan irigasi, kebutuhan air baku, dan potensi PLTA. Dengan adanya studi optimasi dapat diketahui pengaturan cara pemberian air yang baik dan pengaturan pola tanam. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan studi optimasi antara pola tanam dan kebutuhan air baku serta potensi PLTA sehingga fungsi dari Waduk Way Apu dapat digunakan secara optimal. Untuk analisa ini digunakan program linier dengan program bantu POM-QM for Windows 3. Dari hasil analisa yang telah dilakukan, didapatkan beberapa kesimpulan yaitu Debit andalan yang digunakan untuk menghitung besar kebutuhan air adalah Debit Andalan 80% terbesar adalah 21.27 m3/detik dan Debit Andalan 80% terkecil adalah 0.95 m3/detik, Alternatif Pola Tanam yang paling optimal adalah Alternatif Pola Tanam 1 dengan masa awal tanam Nopember 1, besar kebutuhan air untuk kebutuhan air baku pada tahun 2012 pada kondisi jam puncak adalah sebesar 44.67 liter/detik, dan besar energi yang dihasilkan dari perhitungan potensi PLTA didapatkan daya sebesar 152.16 kW dengan Debit Andalan 90% sebesar 2.47 m3/detik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6