cover
Contact Name
Y.B. Agung Prasaja
Contact Email
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Phone
+6281331550744
Journal Mail Official
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru 45 Surabaya 60118 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan
ISSN : 14126206     EISSN : 25805886     DOI : https://doi.org/10.30996/parafrase.v23i1
Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is an international scientific journal which is devoted to social and humanity studies. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is a double blind peer-reviewed international journal published online and in printed form. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan publishes original, previously unpublished research and opinion papers written in English. Paper topics include the following: Literature, Language, History, Philosophy, Arts, Cultural studies, and Anthropology.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 01 (2013)" : 8 Documents clear
TEKS BERITA KONFLIK PEKERJA PT FREEPORT INDONESIA: ANALISIS WACANA KRITIS FOUCAULT Yudhi Hari Wibowo
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.485 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i01.226

Abstract

ABSTRACT. This study reports a critical discourse analysis on news reports on labour conflicts at PT Freeport Indonesia. The study adopts Foucault’s approaches to critical discourse analysis. According to Foucault, a discourse is an organized language constructing social practice in order to change or to maintain power domination. In this perspective, language is recognized as both the power and the instrument. The analysis article examines the news on the PT Freeport Indonesia labour conflict from the viewpoints of topic, data, theme identification, the search of hidden discourse elements, the search of meaning relationship among the discourse elements, the contextualization of the discourse elements of the power-knowledge network. The results show that the difference of the wages based on biopolical practices under the basis of race discrimination among the Freeport labours triggered the horizontal conflict that was settled under the control of the company. The study also found an indication of a practice of panoptic. This control was effective to settle the conflict because it demanded the obediance productivities on the side of the labours. However, this kind of control camuflased the reality of the Freeport’s massive profit gaining, Freeport’s exploration that damaged the environment, and Timika people’s living in poverty.  Key words: critical discourse analysis, race discrimination, biopolitic, hidden elements, knowledge power  
A STUDY OF STRUCTURAL ELEMENTS OF GOSSIP AMONG FEMALE UNIVERSITY STUDENTS Margaretha Suriana Mangul
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.909 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i01.222

Abstract

Abstract. Artikel ini melaporkan penelitian tentang unsur-unsur struktural percakapan dalam gosip. Gosip adalah salah satu jenis percakapan santai dalam satu kelompok yang terjadi dalam kontens informal. Fokus  penelitian adalah menemukan topik dan fungsi gosip di kalangan mahasiswi. Penelitian ini didasarkan atas teori tentang gosip oleh Eggins dan Slade (1997) yang menyatakan bahwa gosip berfungsi untuk membangun dan mempertahankan keanggotaan dalam kelompok dan sebagai salah satu bentuk kontrol sosial. Gosip dapat dianalisis berdasarkan unsur wajib dan pilihannya. Pertanyaan yang diajukan dalam penelitian adalah: (1) apakah topik-topik dalam gosip di kalangan mahasiswi? dan (2) apakah unsur-unsur struktural dalam gosip di kalangan mahasiswi? Penelitian menggunakan ancangan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari percakapan santai antara mahasiswi di dalam tempat kos mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga topik utama dalam gosip di kalangan mahasiswi dan terdapat unsur wajib, pilihan dan tambahan dalam struktur gosip. Keywords: casual conversation, gossip, structural elements
IDEAS OF HAPPINESS AND THREE WOMEN IN NANCY THAYER’S THREE WOMEN AT THE WATERS’ EDGE Wahyu Velariyanty Wijana
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.21 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i01.227

Abstract

Abstrak. Artikel ini membahas hasil penelitian tentang arti kebahagiaan bagi tiga karakter, Margaret Wallace. Daisy Wallace, dan Dale Wallace  dalam novel Nancy Thayer yang berjudul Three Women at the Waters’ Edge. Kerangka teoretis tentang konsep kebahagiaan diambil dari pandangan Platonik tentang arti kebahagiaan yang dikembangkan oleh Barrow (1975), Eysenck (1994) dan Selignman. Arti kebahagiaan ini berkaitan dengan apa yang membuat setiap karakter di atas bahagia dalam hidup mereka dan alasan mereka menjadi bahagia dalam situasi tertentu. Fokus penelitian ini  adalah ide-ide kebahagiaan yang berbeda di antara tiga karakter tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan arti kebahagiaan dari ketiga tokoh dalam novel. Yang pertama adalah Margaret Wallace yang merasa bahagia setelah dia bercerai dengan suaminya, Harry Wallace. Setelah lepas dari suaminya, ia merasa bebas dan  senang  dalam menjalani hidupnya dengan prinsip-prinsip hidupnya sendiri.Yang kedua adalah Daisy Wallace yang begitu bahagia ketika ia bisa berkumpul dengan anak-anaknya di rumah yang besar dan indah dan bisa bercanda dan berbincang-bincang dengan teman-temannya. Dia juga merasa hidupnya berarti dan mudah setelah ia bercerai dengan suaminya. Sebaliknya Dale Wallace  mendapatkan kebahagiaan setelah ia jatuh cinta dengan Hank Kennedy dan bekerja sebagai guru. Dia lebih bahagia lagi dan puas dan lega ketika ia  bisa mengatasi dilema yang ia hadapi dengan cara menikah dengan Hank. Kata kunci: happiness,  emotional state
HUMANISME SEKULAR DALAM IFIGENIA DI SEMENANJUNG TAURIS KARYA J. V. GOETHE Mateus Rudi Supsiadji
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.23 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i01.223

Abstract

Abstract. This article reports an investigation of secular humanism values in J.V. Goethe’s Ifigenia di Semenanjung Tauris. The issues being investigated are: (1) the conflicts among the characters, and (2) the values of secular humanism in the conflicts themselves. This study adopts the theory of humanism that is the system of belief based on a faith in democracy, rationality, and human autonomy. The research uses descriptive qualitative method in which the data are in the form of text. The analysis shows that the conflicts are caused by personal will based on authority, religion, and revenge, and the rejection of the will based on humanity. Agamemnon and Thoas represent the authority to fulfill their will of human sacrifice in accordance with their religious teaching. On the contrary, Ifigenia represents the rejection of human sacrifice. The debate between the fulfillment of the will and the rejection of the will reveals the values of humanism. Key words: conflict, humanism secular, human autonomy
INTERNAL CONFLICT OF THE MAIN CHARACTER IN GEORGE MOORE’S ESTHER WATER * Tupriyah
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.135 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i01.228

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini membahas tentang analisis konflik internal dalam novel karya George Moore yang berjudul Esther Water. Konflik internal pada karakter utama dalam novel karangan George Moore ini dianalisadengan menggunakan teori karakter dan teori konflik (Diettich and Sundell, 1974, Holmal, 1936). Penelitian ini menerapkan rancangan deskriptif kualitatif terhadap novel untuk menjawab pertanyaan: apakah konflik internal yang dihadapi tokoh Esther dan bagaimanakah karakter tokoh Esther. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan teori konflik, konflik yang terjadi pada Esther adalah disaat ia mengandung tanpa suami dan ketika ia harus membesarkan anak yang dianggap masyarakat tidak mempunyai status hukum. Esther mengalami konflik rumit yang merupakan konflik internal. Konflik tersebut didominasi oleh konflik pribadi karena ia harus membuat keputusan sendiri dan tidak ada seorangpun yang dapat ia percaya. Sedangkan teori karakter jelas menunjukkan bahwa Esther sebagai karakter utama adalah karakter dinamis. Berasal dari kelas bawah, Esther tampak mempunyai karakter lemah namun setelah mengalami kehidupan yang semakin keras, Esther berubah menjadi karakter yang sangat kuat. Dengan percaya pada Tuhan, Esther berjuang demi anaknya, ia menjadi sangat berani menghadapi kenyataan dan berhasil menghidupi anaknya tanpa bantuan orang lain. Keywords: internal conflict, main character, round character 
IMPLICATURE IN GOVERNMENT SLOGANS Dedi Trisandi
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.46 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i01.224

Abstract

Abstrak. Penelitian ini membahas implikatur dalam sebelas slogan pemerintah yang dipajang di jalan-jalan utama Surabaya. Slogan yang umumnya mengandung kalimat-kalimat yang menarik dan dicetak dalam warna menantang memiliki makna atau pesan tersirat (implisit). Penelitian difokuskan pada jenis kalimat yang digunakan dan jenis implikatur dalam  slogan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan (9) dari sebelas (11) slogan menggunakan bentuk imperative, sementara dua menggunakan deklaratif. Makna tersirat dalam slogan bervariasi sesuai dengan tujuan slogan, antara lain, peringatan (warning), himbauan dan penyebaran informasi. Jenis implikatur yang digunakan adalah conversational implicature, scalar implicature dan conventional implicature. Keywords: implicit meaning, conversational, scalar, conventional implicature
THE RECRONSTRUCTION OF EUGENE O’NEILL’S LIFE IN EUGENE O’NEILL’S LONG DAY’S JOURNEY INTO NIGHT Danu Wahyono
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.724 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i01.229

Abstract

Abstract. Penelitian ini menganalisa tentang rekonstruksi kehidupan pengarang di dalam drama Long Day’s Journey into Night karya Eugene O’Neill. Pendekatan teoretis yang digunakan adalah pendekatan historis-biografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa fakta dalam kehidupan pengarang yang dibangun kembali kedalam fiksi seperti anggota keluarga, konflik ibu pengarang, dan konflik pengarang sendiri. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Long Day’s Journey into Night merupakan drama biografidarisi pengarang, Eugene O’Neill. Penelitian ini diharapkan memperluas wawasan dan pemahaman tentang hubungan antara karya sastra dan pengarangnya. Keywords: (historical-) biographical approach, reconstruction of author’s life 
A QUEST FOR MEANING OF LIFEIN MITCH ALBOM’S THE FIVE PEOPLE YOU MEET IN HEAVEN * Debora
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 13 No 01 (2013)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.263 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v13i01.225

Abstract

Abstract. Artikel ini melaporkan tentang penelitian karya sastra yang bertemakan pencarian akan makna kehidupan sebagaimana dinyatakan dalam novel karya Mitch Albom yang berjudul The Five People You Meet in Heaven. Penelitian deskriptif kualitatif ini didasarkan atas konsep teoretis tentang makna kehidupan yang dikemukakan oleh Frankl (1963) yang berpendapat bahwa manusia menemukan makna kehidupan ketika ia memiliki kesadaran, kepekaan dan tanggungjawab atas kehidupan. Frankl juga mengajukan tiga aspek nilai (value) utama dalam makna kehidupan: nilai kreatif (creative value), nilai pengalaman (experience value) dan nilai sikap (attitudinal value). Penelitian ini memusatkan pada analisis plot novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga aspek nilai makna kehidupan tampak dalam struktur plot novel The Five People You Meet in Heaven. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan akan aspek nilai makna kehidupan manusia seperti yang digambarkan dalam novel The Five People You Meet in Heaven, dan kekayaan khasanah filosofis karya sastra pada umumnya. Keywords. Thematic analysis, experiential, attitudinal and creative life values

Page 1 of 1 | Total Record : 8