cover
Contact Name
Prasko
Contact Email
prmik@poltekkes-smg.ac.id
Phone
+622476479188
Journal Mail Official
rmik@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah 50268
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
ISSN : 26221863     EISSN : 26227614     DOI : https://doi.org/10.31983/jrmik.v2i1.4391
Core Subject : Health,
It is aimed at all medical record and health information practitioners and researchers and those who manage and deliver medical record and health information services and systems. It will also be of interest to anyone involved in health information management, health information system, and health information technology.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020" : 8 Documents clear
Analisis Peramalan Jumlah Penderita Hipertensi pada Lansia di Kabupaten Malang Menggunakan Metode Arima Box-Jenkins Nanta Sigit; Arief Setiyoargo
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.76 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i1.5578

Abstract

Changes in the elderly in developed countries, namely changes in the cardiovascular system which is a major disease that takes its toll because it will affect other diseases such as hypertension, coronary heart disease, pulmonic heart, cardiomyopathy, stroke, kidney failure.Hypertension or high blood pressure is a medical condition where people whose blood pressure rises above normal is 140/90 mmHg and can run the risk of morbidity and even death. Risk factors for hypertension are divided into 2 groups, namely hypertension that cannot be changed and hypertension that can be changed. Modifiable hypertension includes smoking, obesity, a monotonous lifestyle and stress. Hypertension that can not be changed include age, gender, ethnicity, heredity. So this time the researchers tried to predict hypertension sufferers in Malang using the Jenkins ARIMA Box model. Researchers hope that forecasting methods and forecasting results can be used as additional information for the health department in Malang district in determining policies to be taken in the prevention of hypertension patients according to the needs of patients in Malang district.AbstrakHipertensi merupakan sebuah kondisi medis dimana orang yang tekanan darah meningkat diatas normal yaitu 140/90 mmHg dan hipertensi dapat mengalami resiko kesakitan (morbiditas) bahkan kematian (mortalitas). Dalam rangka membuat perencanaan menurunkan jumlah penderita hipertensi di daerah dengan prinsip efektif dan bertanggung jawab diperlukan perkiraan peramalan yang valid. Adanya selisih yang relatif cukup besar antara target dan capaian dalam menanggulangi penderita hiperteni Kabupaten Malang selama tahun 2014 - 2019, dan mengingat pentingnya peramalan sebagai indikator menurunkan penderita hipertensi, maka dipandang perlu melakukan penelitian mengenai penerapan model Box-Jenkins dalam peramalan penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model estimasi penderita hipertensi kabupaten malang dengan mengunakan data dinkes dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2019.Teknik analisis yang diterapkan adalah model Box-Jenkins atau Autoregresive Integreted Moving Average (ARIMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan data dinas kesehatan kabupaten malang tahun 2014 sampai dengan tahun 2019, disimpulkan bahwa model peramalan yang terbaik adalah dengan ARIMA(1,0,1). Peneliti berharap metode peramalan dan hasil peramalan tersebut dapat digunakan sebagai tambahan informasi bagi pihak dinas kesehatan di kabupaten malang dalam menentukan kebijakan yang harus diambil dalam pencegahan penderita hipertensi sesuai kebutuhan pasien di kabupaten Malang.
Studi Deskriptif Kelengkapan Dokumen Rekam Medis Ika Setya Purwanti; Diah Prihatiningsih; Ni Luh Putu Devhy
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.516 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i1.5194

Abstract

Medical records are files that contain records and patient identify documents, the results of examination treatments, action, and services that have been provided. The completeness of filling in the medical record file can make it easier for other health workers to provide patient action or treatment, and can be used as a useful source of information for hospital management in determining the evaluation and development of health services. The purpose of this research was to study the complete picture of medical record documents at Sanjiwani General Hospital, Gianyar. This research is a quantitative study using the checklist in accordance with Permenkes RI No. 269/Menkes/Per/III/2008. The method used in this study was observation using cross sectional and restrospective data collection. The results of this study indicate that the completeness of the medical record from the patients identity, the identity of the doctor, the identity of the nurse shows a completeness of 100% and the completeness of the information was 64,1%. Analysis of data from this research used descriptive methods. So that it is expcted from the results of this study to maintain the awareness and discipline of the officers responsible for filling out medical record in accordance with predetermined procedures.AbstrakRekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan yang telah diberikan. Kelengkapan pengisian berkas rekam medis dapat memudahkan tenaga kesehatan lain dalam memberikan tindakan atau pengobatan pasien, dan dapat dijadikan sebagai sumber informasi yang berguna bagi manajemen rumah sakit dalam menentukan evaluasi dan pengembangan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelengkapan  rekam medis di RSUD Sanjiwani, Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan Check list sesuai dengan Permenkes RI No. 269/Menkes/Per/III/2008. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan datanya secara retrospektif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan rekam medis dari kelengkapan identitas pasien, kelengkapan identitas dokter, kelengkapan identitas perawat menunjukkan kelengkapan rekam medis sebesar 100% sedangkan kelengkapan inform concern sebanyak 64,1%. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar rumah sakit dapat mempertahankan kesadaran dan kedisiplinan petugas yang bertanggung jawab dalam pengisian rekam medis sehingga sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Petugas Rekam Medis Puskesmas Adan-adan Kabupaten Kediri Hikmawan Suryanto
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2011.268 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i1.5514

Abstract

Human resources are an important and vital component in an organization's operations. Quality health services can not be separated from the organization of a good medical record. In order to run well, sufficient medical records are needed. In the Adan-Adan Health Center, the number of patient visits from July 2018 to July 2019 was 16,828 people. Medical records officer only numbered 1 person. The research objective is to calculate the needs of human resources in the medical record unit using the ABK method. The design of this research is descriptive observational with case study approach. Respondents in this study were medical staff at the Adan-adan Health Center in Kediri Regency with a total of 1 person. The results of the study are that there is a shortage of human resources in the Adan-Adan Health Center medical record unit which should be 3, but totaling 1 person. Suggestions for Adan-Adan Health Center are employee recruitment needs to be done so that the number of medical records officers can be fulfilled. AbstrakSumber daya manusia merupakan komponen penting dan vital dalam operasional sebuah organisasi. Pelayanan kesehatan yang bermutu tidak terlepas dari penyelenggaraan rekam medis yang baik. Agar berjalan dengan baik, maka dibutuhkan sumber daya rekam medis yang cukup. Kunjungan pasien di Puskesmas Adan-adan pada periode Juli 2018 – Juli 2019 sebesar 16.828 orang. Petugas rekam medis hanya berjumlah 1 orang. Tujuan penelitian untuk menghitung kebutuhan sumber daya manusia di unit rekam medis menggunakan metode ABK. Desain penelitian ini yaitu observasional deskriptif dengan pendekatan case study. Responden dalam penelitian ini yaitu petugas rekam medis Puskesmas Adan-adan Kabupaten Kediri yang bejumlah 1 orang. Hasil penelitian yaitu terdapat kekurangan jumlah sumber daya manusia di unit rekam medis Puskesmas Adan-adan yang seharusnya berjumlah 3, namun saat ini berjumlah 1. Saran bagi Puskesmas Adan-adan yaitu perlu dilakukan rekrutmen pegawai agar jumlah petugas rekam medis dapat terpenuhi.
Identifikasi Prioritas Masalah Unit Rekam Medis di Puskesmas Nusukan Puguh Ika Listyorini
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1337.568 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i1.5574

Abstract

Health services consist of two kinds, namely medical and non-medical services. One of the non-medical services provided by the medical record unit. In providing medical record unit services do not always run well, therefore it is necessary to identify the priority determination of the problem to find out what problems must be solved first. The Multiple Criteria Utility Assessment (MCUA) method is a method of determining priority problems with scoring techniques. The purpose of this study was to determine the priority of problems in the medical record unit of the Nusukan Health Center using the MCUA Method. This research uses descriptive research design with 4 speakers. According to the results of the identification of problems carried out by the Group Group Discussion (FGD) that there are 3 problems in the medical record unit of the Nusukan Public Health Center, namely the lack of resources for medical records, medical record documents, and the availability of rooms for managing medical records that are still limited. The priority problem with the MCUA method shows that the problem with the highest value is the lack of medical record personnel. Before making additional workforce, it is recommended to calculate the workforce needs in the medical record unit according to the workload of the medical record officer so that the additional workforce is in accordance with the workload of the officer.AbstrakPelayanan kesehatan terdiri dari dua macam yaitu pelayanan medis dan non medis. Pelayanan non medis salah satunya diberikan  oleh unit rekam medis.  Dalam memberikan pelayanan unit rekam medis tidak selalu berjalan dengan baik, oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi penentuan prioritas masalah untuk mengetahui masalah apa saja yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Metode Multiple Criteria Utility Assessment (MCUA) adalah salah satu metode penentuan prioritas masalah dengan tekhnik scoring. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prioritas masalah di unit rekam medis Puskesmas Nusukan menggunakan Metode MCUA. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan 4 orang narasumber. Menurut hasil identifikasi masalah yang dilakukan dengan Forum Group Discussion (FGD) bahwa terdapat 3 masalah di unit rekam medis Puskesmas Nusukan, yaitu kurangnya sumber daya tenaga rekam medis, missfile dokumen rekam medis, dan ketersediaan ruagan untuk penggelolaan rekam medis yang masih terbatas. Prioritas masalah dengan metode MCUA menunjukkan masalah dengan nilai paling tinggi adalah kurangnya sumber daya tenaga rekam medis. Sebelum melakukan penambahan tenaga kerja, maka disarankan agar menghitung kebutuhan tenaga kerja di unit rekam medis menurut beban kerja petugas rekam medis agar penambahan tenaga kerja sesuai dengan beban kerja petugas.
Kelebihan dan Kekurangan Penerapan Family Numbering System di Puskesmas Dinas Kesehatan Kota Surakarta Harjanti Janti; Astri Sri Wariyanti
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.187 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i1.5554

Abstract

The numbering system is one of the identification systems used to distinguish one patient's medical record file from another patient. Numbering system in the Surakarta Family Health Service Area Region Health Center Region. The implementation of the numbering system is experiencing problems, if there are patients who move or live separately the Head of the Family takes longer to register the patient, because the Officer will provide a new medical record number, create a new medical record document and a new folder for the patient. The research objective is to identify the strengths and weaknesses of the implementation of the Family Numbering System. A qualitative analysis research method with a case study approach. Sample 16 health centers with saturated sampling techniques. Data collection is done by observation, interview and FGD. The results of the study are the advantages of saving storage space, ease of retrieval and return of documents, ease of access to family-based documents while the weakness of the registration time is longer in the event of separation of the head of the family or moving residence. It is recommended that policies be made for all Puskesmas if there are patients who move house or separate families, maximizing the use of tracers by adding information to the tracer including name, medical record number, date and borrower unit.AbstrakSistem penomoran merupakan salah satu sistem identifikasi yang digunakan untuk membedakan berkas rekam medis satu pasien dengan pasien yang lain. Sistem penomoran di Puskesmas Wilayah Dinas Kesehatan Surakarta Family Numbering System. Pelaksanaan sistem penomoran ini mengalami kendala yaitu jika ada pasien yang pindah tempat tinggal ataupun pisah Kepala Keluarga membutuhkan waktu yang lebih lama dalam mendaftar pasien, dikarenakan Petugas akan memberikan nomor rekam medis baru, membuat dokumen rekam medis baru dan folder yang baru untuk Pasien.  Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan penerapan Family Numbering System. Metode penelitian analisis kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel 16 puskesmas dengan tehnik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan FGD. Hasil penelitian yaitu kelebihan hemat tempat penyimpanan, kemudahan pengambilan dan pengembalian dokumen, kemudahan akses dokumen berbasis keluarga sedangkan kelemahan waktu pendaftaran lebih lama jika terjadi pisah Kepala Keluarga atau pindah tempat tinggal.  Disarankan adanya penentuan kebijakan untuk semua Puskesmas jika ada pasien yang pindah rumah atau pisah KK,  memaksimalkan penggunaan tracer dengan menambahkan informasi pada tracer meliputi nama, nomor rekam medis, tanggal dan unit peminjam.
Prediksi Jumlah Calon Mahasiswa Baru Tahun 2018-2022 di Poltekkes Kemenkes Semarang Adhani Windari; Emi Murniati
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.027 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i1.5665

Abstract

Campus managers must be sensitive to consumers in the marketing process, students are importantassets in college life, strategies and regular promotions have a correlation with the number of registrants.Data analysis for 5 years from 2013 to 2017 provides precise accuracy every year and can be used as areference for predicting new student admissions in the following year. The growth in the number of newstudent admissions has an impact on providing lecture halls and improving services. One method forresearch related to the right prediction is to use non linear regression analysis.The results of predictions with non linear regression analysis indicate an increase in the number ofregistrants and decreases each year.AbstrakPengelola kampus harus sensitif terhadap konsumen pada proses pemasaran, mahasiswa adalah asetpenting dalam kehidupan Perguruan Tinggi, strategi dan promosi reguler mempunyai korelasi terhadapjumlah pendaftar. Analisis data selama 5 tahun dari tahun 2013 sampai dengan 2017 memberikan akurasiyang tepat setiap tahunnya dan bisa dijadikan acuan prediksi penerimaan mahasiswa baru pada tahunsetelahnya. Pertumbuhan jumlah penerimaan mahasiswa baru berdampak pada penyediaan ruang kuliahdan peningkatan pelayanan. Salah satu metode untuk penelitian berkaitan dengan prediksi yang tepatadalah menggunakan analisis regresi non linear.Hasil prediksi dengan analisis regresi non linier menunjukkan adanya peningkatan jumlahpendaftar maupun penurunan setiap tahunnya.
Capaian Indikator Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan pada Puskesmas di Kota Semarang Anton Kristijono
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.767 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i1.5666

Abstract

Start from 2017, the capitation payment based on the fulfilment of service commitment has been implemented throughout all FKTP in Indonesia. There are three ration indicators of service commitment: contact number (≥150 per mile), ratio of participants of Prolanis who regularly visit (≥50%), and the ratio of non-specialistic outpatient referral (≤5%). The achievement of indicator target shows the service quality and influences the amount of capitation rate obtained by the Community Health Centre from BPJS Kesehatan. The research objective is to identify the glimpse of the achievement of the three indicators and the achievement of capitation number in 37 (thirty seven) Community Health Centres in Semarang City in 2018 and Semester 1 of 2019. The research method is descriptive observational, where during the the research, there has not been any intervention implemented. The data type used is quantitative data obtained from the secondary data of BPJS Kesehatan, Department of Health of Semarang City and Community Health Centres.The research result describes the average achievement of Contact Number of semester 1 and 2 in 2018 which reached 156.43 per mile and 157.08 per mile bigger that the indicator target, semester 1 of 2019 was 144.99 per mile, under the indicator target. Prolanis ratio describes that the Prolanis participants registered in Community Health Centres in Semarang City who regularly pay a visit to the Community Health Centres to obtain the service over chronic diseases they suffer continuously. Non-specialistic outpatient referral ratio suggests that the service quality in Community Health Centres in Semarang city is good. The average achievement of capitation payment based on the service commitment of the same period respectively is: 97,74%; 98,07%; 98,07%. Community Health Centre of Karanganyar has the lowest average achievement of capitation payment in 2018 as well as in Semester 1 of 2019 of 92.50% which shows that in average, there are 2 (two) indicators of capitation payment based on service commitment in Community Health Centres of Karanganyar which is located in unsafe zone during that period.Abstrak        Mulai tahun 2017 pembayaran kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan dilaksanakan di seluruh FKTP di Indonesia. Terdapat tiga rasio indikator komitmen pelayanan : angka kontak (≥150 per mil), rasio peserta prolanis rutin berkunjung (≥50%), dan rasio rujukan rawat jalan non spesialistik (≤5%). Pencapaian target indikator menunjukan kualitas pelayanan dan mempengaruhi besaran tarif kapitasi yang didapat Puskesmas dari BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pencapaian ketiga indikator dan capaian besaran kapitasi pada 37 (tigapuluh tujuh) Puskesmas di Kota Semarang tahun 2018 dan semester 1 tahun 2019. Jenis penelitian adalah observasional deskriptif, dimana selama penelitian berlangsung tidak dilakukan intervensi. Jenis data yang digunakan : data kuantitatif, yang berasal dari data sekunder BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Semarang.       Hasil penelitian menggambarkan rata-rata capaian Angka Kontak  semester 1 dan semester 2 tahun 2018 mencapai 156,43 per mil dan 157,08 per mil lebih besar dari target indikator, semester 1 tahun 2019 adalah 144,99 per mil, di bawah target indikator. Rata-rata capaian peserta Prolanis rutin berkunjung dan rata-rata capaian rasio rujukan rawat jalan non spesialistik pada periode yang sama, hasilnya di atas target indikator. Rata-rata capaian pembayaran kapitasi pada periode yang sama berturut-turut : 97,74%; 98,07%; 98,07%. Puskesmas Karanganyar rata-rata capaian pembayaran kapitasinya terendah selama tahun 2018 serta semester 1 tahun 2019 sebesar 92,50%.
Pengaruh Ketepatan Kodefikasi Penyakit Terhadap Validasi Laporan Morbiditas Rawat Jalan Ivana Putri Risyanti; Syafira Atikah Yudianti
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.65 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i1.5667

Abstract

According to the WHO in 2004 the coding implementation must be complete and accurate according to the direction of ICD 10. The accuracy of the code is influenced by the determination or determination of the patient's diagnosis. If the diagnosis is not accurate, it will affect the number of cases in making reports of morbidity, mortality and the calculation of various statistics of the hospital. There is an outpatient coding officer at RS X and also duty to make report morbiditas while making report morbiditas made manually because SIMRS not able to present data needed. In addition, the implementation of codification is performed on the main diagnosis only and outpatient morbidity reports have not been well documented. The objective of this research is to know the effect of the outpatient code on the  validation of outpatient morbidity report in RS X. This type of research uses analytic observation with Cross sectional approach. The population of this study is the number of outpatient cases in daily census outpatient dn report morbidity as many as 573 cases with total sampling technique. Statistical test using chi square on SPSS. The result of the research shows that there is an influence between the accuracy of disease codification on the validation of outpatient morbidity report in RS X with p = 0,000.AbstrakMenurut WHO tahun 2004 pelaksanaan pengkodean harus lengkap dan akurat sesuai arahan ICD 10. Keakuratan kode dipengaruhi oleh penetapan atau penentuan diagnosis pasien. Apabila dalam mengode diagnosis tidak akurat maka akan berpengaruh pada jumlah kasus dalam pembuatan laporan morbiditas, mortalitas serta penghitungan berbagai angka statistik rumah sakit. Petugas koding rawat jalan di RS X berjumlah satu dan bertugas pula membuat laporan morbiditas sedangkan pembuatan laporan morbiditas dibuat secara manual karena SIMRS belum bisa menyajikan data yang dibutuhkan. Selain itu, pelaksanaan kodefikasi dilakukan pada diagnosis utama saja dan laporan morbiditas rawat jalan belum terdokumentasikan dengan baik. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh ketepatan kodefikasi penyakit rawat jalan terhadap validasi laporan morbiditas rawat jalan di RS X. Jenis penelitian menggunakan observasi analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah jumlah kasus rawat jalan pada sensus harian rawat jalan dn laporan morbiditas sebanyak 573 kasus dengan teknik pengambilan total sampling. Uji statistik menggunakan chi square pada SPSS. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh antara ketepatan kodefikasi penyakit terhadap validasi laporan morbiditas rawat jalan di RS X dengan nilai p = 0,000. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8