cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013" : 24 Documents clear
GROWTH AND YIELD OF THREE VARIETIES OF MAIZE IN DRY LAND AT WAIHATU VILLAGE, WEST PART CERAM REGENCY MP Sirappa; A.J. Rieuwpassa
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.18 KB)

Abstract

Activity was conducted in July until October 2009. Research prepared on randomized block design, three replications. Purpose: to know respons of three maize varieties which cultivated on dry land. Size of plots area is 15 m × 16 m, plant spacing 75 cm × 40 cm, two plants per hole. Varieties assess is Bima-3 Bantimurung, Srikandi Kuning, and Bisi-2. Dosage of fertilizer used is NPK Phonska 300 kg, urea 300 kg, chicken manure two t ha-1. Study shows: varieties Bima-3 Bantimurung, Srikandi Kuning give highest growth and yield than Bisi-2. Phonska NPK fertilizer application combined with manure give average yield of maize is higher than average of national and Moluccas yields, each 3.45 t ha-1 and 2.30 t ha-1, respectively. Bima-3 Bantimurung hybrid variety gives average highest yield and not significantly different from composite Srikandi Kuning, but significantly different from hybrid Bisi-2. Bima-3 Bantimurung and Srikandi Kuning potentially developed on dry land in Moluccas because in addition to high yield, Bima 3 Bantimurung a maize hybrid that has a high biomass and stay green until harvest so that waste can be utilized for animal feed, while Srikandi Kuning is a composite maize rich of protein that can be used as an alternative food sources. Key-words: growth, variety, maize.
PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH SAPI DAN PEMANFAATAN LIMBAH BIOGAS SEBAGAI PUPUK ORGANIK Subeni Subeni; Sukoco Sukoco; Untoro Budi Surono
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.945 KB)

Abstract

Kegiatan ipteks bagi peternak sapi dan petani salak ini dilakukan dengan tujuan untuk memanfaatkan nilai tambah limbah sapi untuk kebutuhan energi dan penggunaan limbah biogas sebagai pupuk organik pada tanaman salak. Pelaksanaan kegiatan telah dilakukan pada peternak sapi di Dusun Mlambangan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman dalam bentuk demplot dan pada pertanaman salak dari petani kelompok Margomulyo di Margososno, Dusun Wates, Desa Jerukagung, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, dalam bentuk pelatihan dan pelaksanaan di lapangan. Hasil Demplot pembuatan digester cukup berhasil, karena bahan tersedia secara cukup dan berkesinambungan serta adanya tenaga yang aktif. Hasil uji laboratorium terhadap kadar N, P, dan K dari limbah biogas yang dihasilkan berturut-turut adalah 0,07 persen, 0,29 persen, dan 3,21 persen; sedangkan untuk limbah padat sapi berturut-turut adalah 1,64 persen, 0,99 persen, dan 4,38 persen. Pemanfaatan limbah biogas pada tanaman salak ditanggapi positif oleh petani, mengingat keterbatasan persediaan pupuk organik di lokasi pertanaman salak, hal ini dikarenakan terbatasnya ternak yang ada di lokasi pertanaman salak. Kata kunci: limbah sapi, limbah biogas, pupuk organik.
ADAPTASI VARIETAS UNGGUL BARU PADI SAWAH SERAM TIMUR MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN WILAYAH Wahid Wahid; A. Arifin Rivaie; Maryam M
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.352 KB)

Abstract

Penyebab utama rendahnya produktivitas padi di Maluku adalah tidak tersedianya varietas unggul spesifik lokasi. Untuk itu, perlu dikaji penggunaan varietas unggul baru yang adaptif di Seram Bagian Timur (SBT), Maluku dengan produktivitas tinggi, baik kualitas maupun kuantitas dan sesuai preferensi konsumen dalam mendukung ketahanan pangan Maluku. Telah dilakukan kajian adaptasi beberapa varietas unggul baru padi sawah irigasi Desa Jakarta Baru, SBT tahun 2011 untuk mendapatkan dua hingga tiga varietas unggul berproduksi tinggi. Rancangan Acak Kelompok digunakan dengan tiga ulangan dan lima perlakuan (Conde, Cibogo, Inpari 3, Inpari 6, dan Inpari 13). Sistem tanam yang digunakan adalah model legowo 4:1 dengan jarak tanam (20 cm x 10 cm) x 40 cm. Parameter yang diamati: tinggi tanaman saat menjelang panen, jumlah anakan produktif/rumpun, panjang malai jumlah bulir per/malai, berat gabah total (g)/rumpun, dan hasil gabah kering panen per ha (ton per ha). Hasil: dari lima varietas unggul yang diuji, Inpari 13 memperlihatkan hasil lebih tinggi, berbeda nyata dengan varietas lainnya, varietas Conde. Dari daya hasilnya, kedua varietas (Inpari 13 dan Conde) berpeluang untuk dikembangkan di Kabupaten Seram Bagian Timur untuk mendukung ketahanan pangan wilayah Maluku. Kata kunci: varietas; padi; pangan.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN MIMBA UNTUK MENEKAN SERANGAN ALTERNARIA PORRI TANAMAN BAWANG MERAH Loso Winarto; Novia Chairuman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.076 KB)

Abstract

Bercak ungu yang disebabkan Alternaria porri merupakan penyakit utama pada tanaman bawang merah di seluruh dunia. Penyakit ini juga tersebar luas di daerah pertanaman bawang merah di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepekatan ekstrak daun mimba terhadap penekanan serangan penyakit bercak ungu pada tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara pada bulan Oktober 2010 sampai dengan Januari 2011. Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan terdiri dari enam dosis daun mimba yang masing-masing perlakuan dilarutkan dalam satu liter air. Banyaknya ulangan empat untuk setiap perlakuan. Perlakuan yang digunakan adalah 0 g plot-1 (kontrol); 100 g plot-1; 150 g plot-1; 200 g plot-1; 250 g plot-1; 300 g plot-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mimba berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan penyakit bercak ungu dan produksi bawang merah. Kata kunci: mimba, Alternaria porri, bawang merah
UPAYA PENINGKATAN KANDUNGAN PATI UMBI GARUT DENGAN PERLAKUAN BOKHASI DAN PENGOLAHAN TANAH Bambang Rudianto W; Rosi Widarawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.158 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui: (1) pertumbuhan dan hasil tanaman garut terhadap pemberian pupuk bokashi, (2) dosis pupuk bokashi optimal untuk meningkatkan produksi garut, (3) pertumbuhan dan hasil garut terhadap kedalaman tanam; (4) interaksi antara kedalaman tanam dan dosis pupuk bokashi pada garut. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan: Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Faktor yang dicoba: tingkat kedalaman tanam dan dosis pupuk bokashi. Hasil: pemupukan bokashi meningkatkan kandungan pati umbi garut, dengan nilai tertinggi pada dosis tiga persen. Dosis pupuk bokashi yang terbaik untuk meningkatkan hasil adalah tiga persen, dengan indikator kandungan pati menjadi sebesar 19,634 persen. Kedalaman tanam 20 cm berpengaruh terhadap volume umbi per tanaman, bobot segar umbi, dan produksi per satuan luas, sedangkan kedalaman tanam 30 cm berpengaruh terhadap kandungan pati umbi garut. Terdapat interaksi antara kedalaman tanam dengan pemupukan bokashi, yaitu pada variabel kandungan pati umbi garut dengan nilai tertinggi 19,898 persen pada pemupukan bokashi tiga persen dengan kedalaman 30 cm. Kata kunci: garut, bokhasi, pati.
KERAGAAN GALUR HARAPAN KACANG TANAH DI LAHAN KERING KABUPATEN MALUKU TENGAH Sheny Kaihatu; Marietje Pesireron
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.597 KB)

Abstract

Kajian multilokasi beberapa galur kacang tanah bertujuan mendapatkan dua hingga tiga galur harapan (produktivitas lebih dari tiga ton per ha, toleran kekeringan Deret Hari Kering lebih dari 15 persen) dan adaptif pada agroekosistem lahan kering Maluku. Lokasi: lahan kering Desa Makariki, Maluku Tengah, 2010. Rancangan: Rancangan Acak Kelompok tiga ulangan. Sepuluh galur dan dua varietas kacang tanah yang ditanam: S-4, S-5, S-8, S-9, S-10, S-11, S-15, S-16, S-19, S-20, dan dua varietas pembanding, VUB Singa dan Lokal Merah, 36 petak percobaan. Luas petak 2,5 m x 3,5 m, jarak 40 cm x 15 cm, satu tanaman per lubang. Parameter: jumlah tanaman dipanen, 50 persen berbunga, tinggi tanaman saat panen, jumlah polong per tanaman, bobot polong basah per tanaman, bobot polong kering per tanaman, bobot polong kering per petak, bobot 100 biji, bobot biji kering. Hasil: semua galur harapan memiliki tanggapan berbeda terhadap kondisi lahan kering tempat tumbuhnya, varietas unggul Singa berbobot polong basah, polong kering, dan bobot biji kering lebih tinggi di uji adaptasi Makariki, galur S-4 berbobot polong basah dan bobot polong kering lebih tinggi, sedangkan galur S-5, S-11, dan S-15 bobot biji kering lebih tinggi, namun tidak berbeda nyata dengan galur lain kecuali galur S-16 dan Lokal Merah. Semua galur harapan kacang tanah yang ditanam di lahan kering Maluku Tengah dapat tumbuh dan beradaptasi dengan baik, ditunjukkan oleh berat 100 biji semua galur yang melebihi 35 g. Kata kunci: galur; kacang tanah; lahan kering.
KELAYAKAN TEKNIS EKONOMIS VARIETAS PADI SAWAH PENDEKATAN PTT SPESIFIK LOKASI DI PAPUA (Kasus Kabupaten Jayapura) Afrizal Malik
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.533 KB)

Abstract

Kajian bertujuan mengetahui kelayakan teknis ekonomis varietas sawah di Desa Sumbe, Distrik Namblong, Jayapura berupa on farm research melibatkan petani kooperator seluas 2,50 ha, Juli hingga November 2011. Teknologi yang diintroduksi: PTT, sistem legowo 4:1, benih berlabel varietas Inpari 1, 2, 4, 6, 7, 9, 10, dan Sintanur. Pupuk: urea 150 kg+100 kg SP-36+100 kg KCL+50 kg Phonska per ha. Variabel: tinggi dan jumlah anakan 35 dan 65 hst, berat 1000 biji, produktivitas, input, output. Data dianalisis secara deskriptif. Produktivitas tertinggi pada varietas Inpari 7 (7,925 ton per ha gkg) dan terendah varietas Sintanur (4,625 ton per ha gkg). Hama menonjol: hama putih palsu dan walang sangit. Pengeluaran terendah pada varietas Ciherang petani non kooperator Rp 12.150.000 per ha per MT dan tertinggi varietas Inpari 7 (Rp 15.005.000 per ha per MT). Penerimaan terendah pada varietas Ciherang petani non kooperator, Rp 16.400.000 per ha per MT dan tertinggi pada varietas Inpari 7, Rp 27.700.000 per ha per MT. Jika menerapkan teknologi anjuran menggunakan varietas Inpari 7, penerimaan Rp 3.173.750 per bulan (lebih besar UMR Jayapura). Perlu dukungan pemda agar ketergantungan dari luar dapat diminimalkan.Kata kunci: kelayakan, padi, Papua
SIFAT FISIK DAN KIMIA BUAH SALAK PONDOH DI KABUPATEN SLEMAN Nurul Hidayati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.297 KB)

Abstract

Daerah Istimewa Yogjakarta menetapkan Salak Pondoh sebagai komoditas unggulan di Sleman. Agar berhasil, perlu upaya pengembangan di bidang pasca panen, yaitu karakter salak pondoh. Tujuan: mengidentifikasi sifat fisik dan kimia buah salak pondoh dari petani, pedagang pengepul, dan pedagang pengecer pada tiga tingkat mutu. Pengambilan sampel dengan metode Purposive Random Sampling. Aspek yang diamati: sifat fisik daging buah dan sifat kima daging buah. Hasil: salak pondoh di berbagai pelaku pasar menunjukkan bahwa tekstur, kadar air, asam total, dan tanin daging buah berbeda nyata, sedang warna, ketebalan, dan kadar gula total daging buah, serta persentase bagian yang dapat dimakan tidak berbeda nyata. Karakter salak pondoh di berbagai tingkat mutu menunjukkan bahwa warna, dan tekstur daging buah berbeda nyata, sedang persentase bagian yang dapat dimakan, ketebalan, kadar air, gula total, asam total, dan tanin daging buah tidak berbeda nyata. Karakter salak pondoh di berbagai jenis salak yang berbeda menunjukkan bahwa persentase bagian yang dapat dimakan, kadar air, asam dan tanin daging buah berbeda nyata, sedang warna, ketebalan, tekstur, dan kadar gula total daging buah tidak berbeda nyata. Kata kunci : salak pondoh, karakter, Sleman.
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN MINGGIR KABUPATEN SLEMAN Saputro, Johan; Kruniasih, Ichwani; Subeni, Subeni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.091 KB)

Abstract

Usaha tani cabai merah potensial untuk dikembangkan karena dapat menaikkan pendapatan petani, namun besarnya pendapatan dan faktor produksinya belum diketahui, khususnya di Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani cabai merah, mengetahui faktor apa saja yang memengaruhi produksi cabai merah dan efisiensi penggunaan faktor produksi pada usaha tani cabai merah. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Lokasi penelitian ditentukan dengan purposive sampling, yaitu di Kecamatan Minggir. Petani sampel ditentukan dengan metode acak sistematis dan diambil 30 sampel. Data dianalisis dengan (1) analisis pendapatan, (2) regresi linier berganda, (3) fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata per hektar petani cabai merah sebesar Rp 80.098.297,00. Faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk Phonska, pupuk kandang, tenaga kerja, dan pestisida berpengaruh nyata pada tingkat kepercayaan 95 persen sedangkan pupuk urea tidak berpengaruh nyata. Efisiensi penggunaan faktor produksi usaha tani cabai merah yang tidak efisien antara lain luas lahan, bibit, pupuk urea, pupuk phonska, pupuk kandang, tenaga kerja, dan pestisida. Kata kunci: pendapatan, efisiensi, cabai merah.
ANALISIS KEBERLANJUTAN KELOMPOK USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN SRAGEN JAWA TENGAH Satmoko, Sriroso; Santosa, Krishna A.; G., S. Budi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 15, No 1: Edisi Januari 2013
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.418 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk : 1) menganalisis pengaruh sikap anggota, motivasi, kepemimpinan kelompok, pengetahuan peternak, keterdedahan informasi, peran penyuluh dan peran pamong desa terhadap peran anggota kelompok dan 2) menganalisis pengaruh sikap anggota, motivasi, kepemimpinan kelompok, pengetahuan peternak, keterdedahan informasi, peran pamong desa, peran penyulu dan peran anggota kelompok terhadap keberlanjutan kelompok usaha peternakan sapi potong. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sragen dari bulan September sampai dengan November 2010. Penelitian menggunakan metode survei. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan panduan kuesioner terhadap 220 responden. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) motivasi berkelompok, kepemimpinan kelompok, pengetahuan peternak, keterdedahan informasi dan peran pamong desa berpengaruh terhadap peran anggota kelompok dan 2) motivasi berkelompok, kepemimpinan kelompok, pengetahuan peternak, keterdedahan informasi, peran pamong desa dan peran anggota kelompok berpengaruh terhadap keberlanjutan berkelompok peternak sapi potong di Kabupaten Sragen. Kata kunci: peran anggota kelompok, keberlanjutan kelompok

Page 1 of 3 | Total Record : 24