cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN ADOPSI PETANI TERHADAP KARTU TANI DI EKS-KARESIDENAN SURAKARTA Yuliana, Agata; Nadapdap, Hendrik Johannes
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.475 KB) | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1117

Abstract

Program pemerintah terkait kartu tani bertujuan menyejahterakan petani, tetapi saat ini belum terealisasi secara luas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi petani terhadap kartu tani, serta faktor apa yang memengaruhi adopsi petani terhadap kartu tani. Penelitian dilaksanakan bulan Januari hingga Februari 2020 di Karesidenan Surakarta, khususnya Kabupaten Karangannyar dan Klaten. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Responden 60 orang dipilih secara acak dengan teknik Multistage Cluster Random Sampling dengan kriteria 30 petani menggunakan kartu tani dan 30 petani  tidak menggunakan kartu tani. Analisis data menggunakan regresi logistik. Hasil: variabel tingkat pendidikan, karakteristik inovasi, dan persepsi petani berpengaruh signifikan terhadap keputusan adopsi petani, sedangkan variabel usia, luas lahan, pengalaman bertani, dan peran penyuluh tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan adopsi petani. Variabel yang paling penting dalam menentukan adopsi petani terhadap kartu tani di Eks-Karesidenan Surakarta adalah variabel karakteristik inovasi.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN ADOPSI PETANI TERHADAP KARTU TANI DI EKS-KARESIDENAN SURAKARTA Yuliana, Agata; Nadapdap, Hendrik Johannes
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.475 KB)

Abstract

Program pemerintah terkait kartu tani bertujuan menyejahterakan petani, tetapi saat ini belum terealisasi secara luas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi petani terhadap kartu tani, serta faktor apa yang memengaruhi adopsi petani terhadap kartu tani. Penelitian dilaksanakan bulan Januari hingga Februari 2020 di Karesidenan Surakarta, khususnya Kabupaten Karangannyar dan Klaten. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Responden 60 orang dipilih secara acak dengan teknik Multistage Cluster Random Sampling dengan kriteria 30 petani menggunakan kartu tani dan 30 petani  tidak menggunakan kartu tani. Analisis data menggunakan regresi logistik. Hasil: variabel tingkat pendidikan, karakteristik inovasi, dan persepsi petani berpengaruh signifikan terhadap keputusan adopsi petani, sedangkan variabel usia, luas lahan, pengalaman bertani, dan peran penyuluh tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan adopsi petani. Variabel yang paling penting dalam menentukan adopsi petani terhadap kartu tani di Eks-Karesidenan Surakarta adalah variabel karakteristik inovasi.
SIKLUS ESTRUS DAN PROFIL HORMON REPRODUKSI INDUK SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN SILANGAN SIMMENTAL-PERANAKAN ONGOLE Batseba M.W. Tiro; Siska Tirajoh; Petrus A. Beding; Endang Baliarti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.306 KB) | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1119

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi siklus estrus dan profil hormon estrogen dan progesteron induk sapi Peranakan Ongole (PO) dan sapi silangan Simmental-Peranakan Ongole (SimPO). Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan termasuk masa prakondisi selama 2 bulan. Menggunakan 5 ekor induk sapi PO dan 5 ekor induk sapi SimPO. Pemberian pakan hijauan dan pakan penguat diberikan secara optimum, begitu pula dengan penyediaan air minum untuk mempertahankan skor kondisi tubuh antara 3,0-3,5. Induk sapi diikuti siklus birahinya sampai 3 siklus, gejala birahi dilihat dengan pengamatan visual yaitu dengan munculnya gejala-gejala birahi. Pengambilan plasma darah dilakukan pada hari ke 18 sampai 21 (hari ke 0 siklus berikutnya) dilanjutkan setiap 6 hari sampai hari ke 18. Analisis konsentrasi hormone progesteron dan estrogen menggunakan ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi panjang siklus estrus antara individu baik pada induk sapi PO maupun sapi SimPO, namun rataan panjangnya siklus estrus berada pada kisaran normal yakni sapi PO 19,92 ± 1,13 hari dan sapi SimPO 18,60 ± 1,34 hari. Kadar hormon progesteron pada hari menjelang estrus berada pada konsentrasi tinggi dan menurun pada saat estrus baik pada induk sapi PO maupun sapi SimPO. Sedangkan hormon estrogen pada induk sapi PO terjadi peningkatan pada hari ke 18 – 20 dalam siklus estrus, pada sapi SimPO pada hari ke 18 dan puncaknya pada hari ke 21
SIKLUS ESTRUS DAN PROFIL HORMON REPRODUKSI INDUK SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN SILANGAN SIMMENTAL-PERANAKAN ONGOLE Tiro, Batseba M.W.; Tirajoh, Siska; Beding, Petrus A.; Baliarti, Endang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.306 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi siklus estrus dan profil hormon estrogen dan progesteron induk sapi Peranakan Ongole (PO) dan sapi silangan Simmental-Peranakan Ongole (SimPO). Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan termasuk masa prakondisi selama 2 bulan. Menggunakan 5 ekor induk sapi PO dan 5 ekor induk sapi SimPO. Pemberian pakan hijauan dan pakan penguat diberikan secara optimum, begitu pula dengan penyediaan air minum untuk mempertahankan skor kondisi tubuh antara 3,0-3,5. Induk sapi diikuti siklus birahinya sampai 3 siklus, gejala birahi dilihat dengan pengamatan visual yaitu dengan munculnya gejala-gejala birahi. Pengambilan plasma darah dilakukan pada hari ke 18 sampai 21 (hari ke 0 siklus berikutnya) dilanjutkan setiap 6 hari sampai hari ke 18. Analisis konsentrasi hormone progesteron dan estrogen menggunakan ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi panjang siklus estrus antara individu baik pada induk sapi PO maupun sapi SimPO, namun rataan panjangnya siklus estrus berada pada kisaran normal yakni sapi PO 19,92 ± 1,13 hari dan sapi SimPO 18,60 ± 1,34 hari. Kadar hormon progesteron pada hari menjelang estrus berada pada konsentrasi tinggi dan menurun pada saat estrus baik pada induk sapi PO maupun sapi SimPO. Sedangkan hormon estrogen pada induk sapi PO terjadi peningkatan pada hari ke 18 – 20 dalam siklus estrus, pada sapi SimPO pada hari ke 18 dan puncaknya pada hari ke 21
PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN ALTERNATIF DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI BUDIDAYA LELE SISTEM BIOFLOK PADA KOLAM TERPAL DAN DRUM DI DESA PANDOWOHARJO SLEMAN Tresno Sumbodo; Sardi Sardi; Sunarya Raharja; Hermawan Prasetyanto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1137

Abstract

Pemanfatan lahan pekarangan dapat dijadikan sebagai sumber bahan pangan sehat dan sumber pendapatan alternatif pada masa pandemi Covid-19. Desa Pandowoharjo di Kabupaten Sleman memiliki potensi besar dalam budidaya Lele. Pengembangan usaha budidaya ikan Lele (Clarias Sp) terus dilakukan dengan berbagai aplikasi teknologi semi-modern salah satunya sistem bioflok. Tujuan penelitian: mengetahui pola pengelolaan, permasalahan, pemasaran hasil, serta gambaran struktur biaya, penerimaan, keuntungan, dan nilai R/C ratio budidaya lele kolam terpal dan drum sistem bioflok. Metode: studi kasus, dengan pemilihan sampel secara purposive sampling. Hasil: usaha budidaya ikan Lele di Desa Pandowoharjo secara finansial layak diusahakan dengan nilai R/C ratio > 1 dan PBP = 1,22 periode pemeliharaan kolam terpal dan 3,60 periode untuk kolam drum. Permasalahan yang dihadapi pembudidaya terkait ketersediaan benih, kenaikan harga pakan, harga jual lele dan penyakit. Dalam menjaga keberlanjutan budidaya Lele di Desa Pandowoharjo perlu memperhatikan daya dukung  lingkungan serta pengelolaan usaha yang baik.
KAJIAN STRUKTUR TANAH RIZOSFER TANAMAN KACANG HIJAU DENGAN PERLAKUAN PUPUK KANDANG DAN KASCING Nurhuda, Muhammad; Inti, Muhammad; Nurhidayat, Efan; Anggraini, Dinna Juwita; Hidayat, Nurul; Rokim, Anjariana Makmum; Rohmadan, Ananda Rizqi azharry; Nurmaliatik, Nurmaliatik; Nurwito, Nurwito; Setyaningsih, Indah Rohana; Setiawan, Nurdin Cahyo; Wicaksana, Yuda; Darnawi, Darnawi; Maryani, Yekti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1277

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengkaji struktur tanah rizosfer tanaman kacang hijau (Vigna radiata L) dengan perlakuan pupuk kandang dan kascing. Data pendukung diperoleh dari percobaan yang dilaksanakan di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta, ketinggian ± 10 m dpl dan jenis tanah berpasir. Percobaan disusun dalam Split plot dua factor, yaitu frekuensi penyiraman sebagai main plot yang terdiri dari satu kali satu hari dan tiga hari satu kali. Faktor kedua pemberian pupuk organik sebagai sub plot, yaitu tanpa pemberian pupuk, pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, pupuk kascing. Variable yang diamati adalah fase vegetatif (rasio tajuk-akar segar, rasio tajuk-akar kering, lengas tanah, berat volume tanah, berat kering tanaman). Data dianalisis menggunakan sidik ragam jenjang nyata 5%, perbedaan antar-perlakuan diuji dengan uji jarak berganda Duncan Multiple Range Test jenjang 5%. Hasil: perlakuan pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing dan kascing meningkatkan daya ikat air dan memperbaiki struktur, sehingga meningkatkan bobot kering tanaman. Perlakuan frekuensi penyiraman satu kali sehari meningkatkan daya ikat air yang tercermin pada lengas tanah, sehingga meningkatkan bobot kering tanaman. Perlakuan pupuk sapi, kandang kambing dan kascing memberikan Sum Growth Rate lebih tinggi daripada tanpa pupuk. Penyiraman sehari sekali sehari memberikan Sum Growth Rate lebih tinggi daripada penyiraman 3 hari sekali.
PERBAIKAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI DI LAHAN TADAH HUJAN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI DI KABUPATEN KUBU RAYA Nurita, Sari
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1297

Abstract

Lahan tadah hujan merupakan lahan penyedia padi ke dua setelah lahan sawah irigas, namun lahan ini umumnya tidak subur (miskin hara), sehingga produktivitas padi dilahan ini rendah. Penerapan komponen teknologi yang saling bersinergis akan berpengaruh terhadap produksi. Kajian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani di Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan dilaksanakan di lahan tadah hujan Desa Parit Baru Kecamatan Sui Raya Kabupaten Kubu Raya pada MT Gadu 2020 dari bulan Maret hingga Agustus 2020 di Kelompok Tani Dewi Sri seluas tiga ha dengan empat petani kooperator. Pada kegiatan ini diintroduksikan paket teknologi dengan komponen varietas unggul, benih bermutu, pupuk hayati agrimeth, sistem tanam jajar legowo dan pemupukan berdasarkan PUTS. Data yang dikumpulkan meliputi produksi, input dan output. Data dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. sedangkan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani dilakukan analisis kelayakan finansial dan kelayakan perubahan teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbaikan teknologi budidaya padi yang tepat dilahan tadah hujan dapat meningkatkan produksi 1,1 ton/ha atau 31,34%, peningkatan pendapatan petani Rp 4.950.000 dengan Marginal (B/C) ratio 2,15 yang berarti perubahan teknologi yang dilakukan sangat layak diusahakan.
TEKNOLOGI BUDIDAYA TRADISIONAL PADI VARIETAS LOKAL DI LAHAN RAWA PASANG SURUT (Studi Kasus Di Kalimantan Selatan) Khairullah, Izhar; Saleh, Muhammad
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1131

Abstract

Lahan rawa kini dan ke depan sangat strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional mengingat semakin menciutnya lahan produktif, terutama di pulau Jawa.  Lahan rawa terbagi atas lahan pasang surut dan lebak. Pemanfaatan rawa pasang surut untuk pertanian seperti di Kalimantan Selatan, khususnya padi sawah oleh masyarakat dimulai spontan sejak ratusan tahun lalu.  Sebagian besar masih ditanami dengan padi varietas lokal.  Eksistensi padi varietas lokal ini tidak terlepas dari faktor adaptabilitas dan akseptabilitasnya.  Berbagai varietas padi lokal yang ditanam petani termasuk dalam kelompok varietas Siam, Bayar, Pandak, dan Lemo. Teknologi budidaya padi varietas lokal ini mencakup persemaian, pindah tanam dan penanaman, penyiapan lahan, pemupukan, pemeliharaan dan pengendalian OPT, panen, dan prosesing hasil atau pasca panen yang dilakukan petani secara tradisional.  Diperlukan alat tanam tradisional untuk budidaya padi ini seperti tajak, tutujah, ani-ani, dan gumbaan. Teknologi budidaya tradisional padi varietas lokal ini memiliki beberapa kelebihan sekaligus kekurangan ditinjau dari segi teknis dan ekonomis.  Segi positif seperti pengelolaan bahan organik, minim penggunaan pestisida dan minim penyiangan, dan penggunaan benih.  Kekurangannya antara lain potensi hasil rendah, umur dalam, penggunaan tenaga kerja lebih banyak, dan tanpa atau sedikit dalam penggunaan pupuk.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKTIVITAS PADI DI KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT Puspitasari, Melia; Musyafak, Akhmad
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1236

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas padi dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas padi di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Februari s/d September 2019. Metode pengambilan sample berdasarkan Proportional Stratified Random Sampling. Sampel acak kemudian dipilih berdasarkan strata agroekosistem lahan ; 1. Lahan pasang surut, lahan tadah hujan dan lahan ladang. Jumlah sampel adalah 130 orang di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Analisis menggunakan fungsi Cobb-Douglas dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil survei menunjukkan bahwa produktivitas rata-rata padi di Kabupaten Sambas adalah 3.23 ton/ha. Hasil analisis secara simultan menunjukkan bahwa variabel independent berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent pada taraf kepercayaan 5%. Namun hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa yang berpengaruh signifikan adalah jumlah penggunaan pupuk urea, penggunaan alat mesin pertanian (traktor) dan musim, sementara jumlah benih, jumlah pupuk NPK, umur, pendidikan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap produktivitas padi di Kabupaten Sambas.
PENGARUH KEDALAMAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN JENIS PANJATAN TERHADAP PERTUMBUHAN PANILI (Vanilla planifolia Andrews) Parmila, I Putu; Suarsana, Made
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1292

Abstract

Prospek pengembangan panili sangat menguntungkan namun masih terkendala penyakit busuk batang. Berbagai upaya telah dicoba namun belum maksimal sehingga diperlukan teknologi baru perlakuan kedalaman penempatan bahan organik dan jenis panjatan agar ruang tumbuh dan zone perakaran ideal untuk tumbuh maksimal. Tujuan: mengetahui pengaruh kedalaman pemberian pupuk organik dan jenis panjatan terhadap pertumbuhan panili. Penelitian brupa percobaan petak 2 m x 1,5 m, tinggi 0,3 m, dengan Rancangan Acak Kelompok tiga ulangan. Perlakukan terdiri dua faktor, pertama tiga tingkat kedalaman pemberian pupuk organik (0 cm, 15, cm, dan 30 cm), kedua, jenis panjatan (panjatan sintetis dan panjatan pohon Gamal). Hasil: terjadi interaksi pengaruh kedalaman pemberian pupuk organik dengan jenis panjatan terhadap panjang tunas, jumlah daun, luas daun, panjang akar, berat segar tunas, berat kering akar dan berat kering total tanaman sebagian besar hasil tertinggi dipengaruhi oleh perlakuan kedalaman pemberian pupuk organik pada 30 cm dan jenis panjatan sintetis dengan nilai tertinggi panjang tunas 50, 03 cm jumlah daun 10,83 helai, berat kering akar 2,53 g, berat kering total tanaman 4,70 g kecuali pada luas daun 8,64 cm2 , panjang akar 48,83 cm dan berat segar tunas 15,73 g pengaruh kedalaman 0 cm pemberian pupuk organik dan panjatan pohon gamal. sedangkan perlakuan tunggal masingmasing perlakuan tidak berpengaruh nyata.

Page 25 of 139 | Total Record : 1386