cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN PROBOLINGGO JAWA TIMUR Kilmanun, Juliana Carolina; PR, P. Evy.; Nuarie, Restu Bayu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani bawang merah di Kabupaten Probolinggo. Penelitian dilaksanakan di salah satu sentra produksi bawang merah di Kabupaten Probolinggo. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder dan data primer. Pemilihan responden dilakukan secara purposive. Data dikumpulkan dengan cara survey dengan melakukan wawancara dengan responden bawang merah. Analisis yang digunakan adalah analisis diskriptif, analisis pendapatan dan analisis R/C ratio. Hasil analisis menunjukkan bahwa keuntungan petani adalah 87.520.000/ha dan R/C ratio 2,08. Hal ini menunjukan bahwa bertanam bawang merah sangat berdampak bagi pendapatan petani desa Bermi Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.
PENGARUH BIAYA SARANA PRODUKSI DAN TENAGA KERJA TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI INPARI Ahimzha Ibnu Wiharnata; Sumardi Sumardi; Saparto Saparto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1286

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) pendapatan usahatani padi Inpari 32 dan 42; (2) pengaruh biaya sarana produksi dan tenaga kerja terhadap pendapatan usahatani padi Inpari 32 dan 42. Penelitian dilakukan di Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati pada bulan Mei 2019 hingga Februari 2020. Penelitian dilakukan dengan survei dan menggunakan metode sampling Stratified Random Sampling dan sampel 35 responden usahatani Inpari 32, dan 35 responden usahatani Inpari 42. Pengumpulan data dengan wawancara dan pengamatan. Data yang dicatat adalah data biaya : benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, penyusutan peralatan, sewa lahan/pajak. Data penerimaan diperoleh dari data produksi dikalikan harga jual. Pendapatan petani dianalisis dengan perhitungan penerimaan dikurangi biaya. Pengaruh biaya sarana produksi dan tenaga kerja terhadap pendapatan dianalisis dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian : (1) Pendapatan usahatani Inpari 32 = Rp 11.253.124/ha sangat berbeda nyata (P<1%) lebih tinggi dibanding Inpari 42 = Rp 10.198.685/ha; (2) Ada pengaruh yang sangat nyata (P<1%) biaya sarana produksi dan tenaga kerja terhadap pendapatan, baik pada Inpari 32 maupun Inpari 42. Kesimpulan: usahatani padi Inpari 32 dan 42 menguntungkan dan ada pengaruh yang sangat nyata dari biaya sarana produksi dan tenaga kerja terhadap pendapatan usahatani padi Inpari 32 dan 42.
ANALISIS PERILAKU PETANI PADI DALAM MENGHADAPI RISIKO DI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DESA BANYUMENENG, GIRIKERTO, GUNUNGKIDUL Ratri, Wahyu Setya; Widiatmi, Susi; Kusuma, Nanang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang dihadapi petani padi di Banyumeneng, Girikarto, Gunungkidul dan faktor yang memengaruhi perilaku petani dalam menerima risiko. Penelitian menggunakan metode proposive random sampling dengan 60 sampel petani dari 90 petani. Hasil penelitian menunjukkan risiko lebih disebabkan oleh risiko produksi, yaitu serangan hama dan penyakit. Koefisien risiko > 0.5 (cv 0.770) dan nilai batas ambang bawah pendapatan Rp (-22.659.110,47), artinya semakin besar risiko, semakin kecil pendapatan. Secara bersama-sama petani menerima risiko yang disebabkan usaha tani, dengan 86,22 persen faktor yang menyebabkan sikap petani dalam menerima risiko adalah luas lahan, pendapatan, usia, biaya produksi, jarak antara lahan ke rumah, kemiringan lahan, dan harga jual, sedangkan 3.78 persen disebabkan faktor lain. Risiko usahatani ini disebabkan oleh besarnya biaya produksi karena selain untuk menanggulangi hama dan penyakit, biaya produksi digunakan juga untuk membuat terasering  dan jarak tempuh yang jauh.
KAJIAN PENGARUH MACAM PUPUK KANDANG DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP HASIL DAN KANDUNGAN PROTEIN KACANG HIJAU (Vigna radiata L) Anjariana Makmum Rokim; Muhammad Inti; Efan Nurhidayat; Muhammad Nurhuda; Ananda Rizqi Azharry Rohmadan; Dinna Juwita Anggraini; Nurmaliatik Nurmaliatik; Nurwito Nurwito; Indah Rohana Setyaningsih; Nurdin Cahyo Setiawan; Yuda Wicaksana; Nurul Hidayat; Sri Widata; Yekti Maryani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1279

Abstract

Tujuan: mengetahuii pengaruh pupuk kandang dan pupuk guano fosfat terhadap hasil dan kandungan protein kacang hijau (Vigna radianta L.). Percobaan dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2020 di lahan pasir Depok, Bantul, ketinggian 10 mdpl. Percobaan menggunakan split plot dua factor. Pertama, penyiraman air sebagai main plot: penyiraman sehari sekali dan tiga hari sekali. Kedua, subplot: tanpa pemberian pupuk, pupuk kandang kambing, pupuk kandang ayam, pupuk guano fosfat. Hasil: kombinasi perlakuan pupuk kandang kambing dengan penyiraman 1 hari 1 kali maupun 3 hari sekali, kandang ayam dengan penyiraman sehari sekali maupun 3 hari sekali, guano fosfat dengan penyiraman sehari sekali memberikan hasil per ha lebih tinggi daripada perlakuan tanpa pupuk dengan penyiraman 1 hari 1 kali maupun 3 hari 1 kali, pupuk guano fosfat dengan penyiraman 3 hari sekali. Kombinasi perlakuan pupuk kandang kambing dengan penyiraman sehari maupun 3 hari sekali, kandang ayam dengan penyiraman 3 hari sekali dan guano fosfat dengan penyiraman 3 hari sekali sekali memberikan sum quality rate lebih tinggi daripada perlakuan tanpa pupuk dengan penyiraman sehari sekali maupun 3 hari sekali. Perlakuan kombinasi pemberian pupuk kandang ayam dengan perlakuan penyiraman tiga hari sekali pada tanaman kacang hijau memberikan kandungan protein tertinggi sebesar 24,32 % per 100 gram.
RESPONSE TO THE GROWTH AND RESULTS OF MICROGREENS BROCOLY PLANTED HYDROPONICALLY WITH VARIOUS PLANTING MEDIA AND ADDITION OF COCONUT WATER SOURCES OF NUTRITION AND HORMONE Sulistiya Sulistiya
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1339

Abstract

This study aims to: (1) determine the type of planting medium that is most suitable for the growth and yield of broccoli microgreens, (2) to determine the effect of coconut water on the growth and yield of broccoli microgreens. Experiments were arranged according to Factorial Completely Randomized Design (CRD) with further 5% BNJ test, with factor I: Media for planting consisted of 4 levels (M1: Media for rockwool planting, M2: Media for planting cocopeat, M3: Media for planting husk charcoal, M4: Media Sand planting Factor II: Coconut water application consists of 2 levels (S1: Spraying ordinary water, S2: Spraying coconut water with 100% concentration). Based on these two factors, 8 treatment combinations were obtained with 3 repetitions. The results showed: (1) The planting medium of cocopeat added with coconut water gave the best response to the growth and yield of microgreen broccoli cultured hydroponically compared to the planting medium of rockwool, husk charcoal, and sand, (2) The addition of coconut water as a nutrient and hormone able to increase the growth and yield of broccoli microgreen in all types of planting media tested. In this experiment, the addition of coconut water to the cocopeat growing medium in hydroponic culture was able to increase the growth of microgreen height to 12.20 cm with a wet weight of 340.20 grams. To achieve optimal microgreen growth and yields, further research is needed using a mixed planting medium of cocopeat and other growing media to overcome the weaknesses in cocopeat.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI MELALUI AMELIORASI DAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI DI LAHAN RAWA PASANG SURUT TIPE B Koesrini Koesrini; M Saleh; Arthanur Rifki Hidayat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1134

Abstract

Produktivitas padi di lahan rawa pasang surut masih rendah, lebih rendah dari potensi hasilnya. Peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui penggunaan varietas unggul baru berdaya hasil tinggi dan perbaikan lingkungan tumbuh. Tujuan penelitian mengevaluasi pengaruh amelioran dan pupuk hayati dalam meningkatkan produktivitas  padi  lahan rawa pasang surut.Pengujian dilaksanakan di lahan rawa pasang surut tipe luapan air B di Kebun Percobaan Belandean, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Barito Kuala, Kalimantan Selatan musim kemarau April sampai Agustus 2018. Rancangan percobaan menggunakan Strip Plot, dengan tiga ulangan. Sebagai strip plot adalah 4 paket pemupukan, yaitu paket 1 (takaran pupuk berdasarkan program DSS padi rawa), paket 2 (paket 1+biotara 25 kg/ha), paket 3 (paket 1+bokashi dari kotoran ayam 2 t/ha), paket 4 (paket 1+biotara 25 kg/ha + pupuk cair diberikan 1 kali) dan sebagai sub plot adalah 3 varietas Inpara (Inpara 2, Inpara 3, dan Inpara 8). Hasil: pemberian kombinasi pupuk anorganik dengan takaran sesuai DSS padi rawa dan pemberian amelioran berupa bokashi kotoran ayam 2 t/ha meningkatkan hasil padi 11,97% lebih tinggi dibandingkan hanya pemberian pupuk anorganik sesuai takaran DSS padi rawa di lahan rawa pasang surut. Keragaan hasil padi masih rendah (1,5-1,7 t/ha) lebih rendah daripada potensi hasilnya yang dapat mencapai 5,6-6,08 t/ha.
KAJIAN MACAM PUPUK ORGANIK DAN PENYIRAMAN TERHADAP HASIL DAN KUALITAS KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Setyaningsih, Indah Rohana; Inti, Muhammad; Nurhidayat, Efan; Rokim, Anjariana Makmum; Nurhuda, Muhammad; Rohmadan, Ananda Rizqi azharry; Anggraini, Dinna Juwita; Nurmaliatik, Nurmaliatik; Nurwito, Nurwito; Setiawan, Nurdin Cahyo; Wicaksana, Yuda; Hidayat, Nurul; Widata, Sri; Maryani, Yekti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam pupuk organik dan perbedaan penyiraman pada tanaman kacang hijau (Vigna radianta L.). Data pendukung diperoleh dari percobaan yang dilaksanakan di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan ketinggian ± 10 meter di atas permukaan laut. Lokasi percobaan memiliki jenis tanah berpasir. Percobaan ini dilaksanakan dengan rancangan split plot dengan menggunakan dua faktor. Faktor pertama adalah penyiraman satu kali satu hari dan tiga hari satu kali. Adapun faktor kedua adalah pemberian macam pupuk organik, yaitu tanpa pemberian pupuk, pupuk kompos, pupuk kascing, pupuk guanofosfat. Variabel yang diamat adalah pada fase generative yang meliputi jumlah polong, bobot polong per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot biji per hektar, bobot 100 biji, kandungan karbohidrat, kandungan protein, dan kandungan lemak. Analisis data pengamatan menggunakan sidik ragam pada jenjang nyata lima persen, sedangkan perbedaan antar-perlakuan diuji dengan uji jarak berganda Duncan Multiple Range Test pada jenjang lima persen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan pupuk kompos, kascing, dan guanofosfat memberikan hasil per hektar lebih tinggi daripada tanpa pupuk. Perlakuan frekuensi penyiraman sehari sekali memberikan hasil per hektar kacang hijau lebih tinggi daripada frekfensi penyiraman tiga hari sekali. Kombinasi pemberian pupuk kompos dengan frekuensi penyiraman tiga hari sekali pada tanaman kacang hijau memberikan kualitas hasil tertinggi.
KAJIAN PENGARUH MACAM PUPUK KANDANG DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP SERAPAN FOSFAT TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L) Hidayat, Nurul; Inti, Muhammad; Nurhidayat, Efan; Nurhuda, Muhammad; Rokim, Anjariana Makmum; Rohmadan, Ananda Rizqi Azharry; Anggraini, Dinna Juwita; Nurmaliatik, Nurmaliatik; Nurwito, Nurwito; Setyaningsih, Indah Rohana; Setiawan, Nurdin Cahyo; Wicaksana, Yuda; Darnawi, Darnawi; Maryani, Yekti Maryani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1294

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji macam pupuk kandang terhadap serpan fosfat tanaman kacang hijau. Data pendukung diperoleh dari percobaan yang dilakukan di Parangtritis, kecamatan Kretek, kabupaten Bantul, D. I. Yogyakarta dengan ketinggian ± 10 meter di atas permukaan laut dan jenis tanah berpasir, Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2020. Faktor pertama frekuensi penyiraman sebagai main plot dan faktor kedua macam pupuk kandang sebagai sub plot. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Perlakuan pupuk kandang ayam dengan frekuensi penyiraman sehari sekali memberikan kandungan fosfat jaringan tanaman kacng hijau tertinggi sebesar 0,476 %. Perlakuan pupuk kandang ayam memberikan Sum Growth Rate tanaman kacang hijau tertinggi. Frekuensi penyiraman sehari sekali memberikan Sum Growth Rate tanaman kacang hijau tertinggi dibandingkan frekuensi penyiraman 3 hari sekali.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL VARIETAS JAGUNG HIBRIDA (Zea mays) TERHADAP RHIZOBAKTERIA Setiawati, Evi; Maryani, Yekti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1128

Abstract

Penelitian ini mempelajari rhizobacteria untuk jagung varietas unggul. Itu dilakukan di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan percobaan Split Plot Design. Faktor utama adalah varietas unggul jagung, yaitu Hibrida 2, Hibrida 4, Hibrida 6, dan Hibrida 7. Sub faktor adalah konsentrasi rhizobakteri 0 persen dan 10 persen. Data dianalisis menggunakan analisis varians dan analisis pertumbuhan. Hasil menunjukkan bahwa rhizobacteria meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan indeks toleransi jagung yang lebih tinggi daripada kontrol. Varietas hibrida 4 memberikan pertumbuhan jagung lebih tinggi daripada varietas hibrida 2, hibrida 6, hibrida 7. Varietas hibrida 6 memberikan hasil jagung lebih tinggi daripada varietas hibrida 2, hibrida 4, hibrida 7.
TINGKAT KEMATANGAN NENAS GALANG UNTUK KONSUMSI SEGAR Jhon David H
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1182

Abstract

Daerah penghasil utama nenas di Kalimantam Barat adalah Kabupaten Kuburaya dan Mempawah. Kedua daerah tersebut mempunyai ciri khas masing-masing akan rasa. Kegiatan kajian ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat kematangan optimum nenas dalam konsumsi segar di kalangan konsumen. Nenas dipanen pada 6 tingkat kematangan, yaitu tua, breaker, breaker 25% matang, >25-50% matang, >50-75% matang, dan >75% matang. Nenas dipanen dari sentra produksi nenas dari desa Galang Kab. Mempawah dan diangkut dengan mobil ke ibukota propinsi yaitu Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nenas Galang untuk konsumsi segar dapat dipanen pada breaker >50-75% matang dengan rendemen daging buah 75,50%, PTT 14,5oBrix, kadar asam 21,4, kandungan vitamin C nya 41,10 mg/100g. Buah segar tahan simpan selama 6 hari pada suhu ruang dan 12 hari pada suhu 15oC. Untuk keperluan industri, menyimpan hancuran daging buah nenas lebih menguntungkan karena tahan simpan selama 60 hari pada suhu 160C

Page 27 of 139 | Total Record : 1386