cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
ANALISIS PENDAPATAN PETANI DAN NILAI TAMBAH KOPRA DI KABUPATEN BANYUASIN Defy Angrainy H; Muhammad Yazid; Agustina Bidarti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3322

Abstract

This study aims to determine the income and added value obtained by copra farmers. This research was conducted in Teluk Payo Village, Banyuasin II District and Sritiga Village, Sumber Marga Telang District, Banyuasin Regency from August 2022 to December 2022. Maintenance of the research location was carried out purposively considering that Banyuasin Regency has the largest coconut plantation area and the highest coconut production in South Sumatera Province. Banyuasin II Subdistrict, represented by Teluk Payo Village and Sumber Marga Telang Subdistrict, Sritiga Village, is included in the Banyuasin Regency area which produces round and peeled coconuts and processing their derivative products. . The selection of respondents was carried out using the Random Sampling Method. The data analysis used is income and added value analysis (Hayami Method) using Microsoft Excel analysis tools. The results showed that the added value of copra processing Based on the testing criteria for the added value of processing coconut into copra in Teluk Payo Village and Sritiga Village had a very high added value of 48.70%, namely > 40 percent or having a percentage above 40 percent. The income earned by farmers who process coconuts into copra is IDR 4,747/kg, while the total income for farmers who sell coconuts in the form of logs with an amount equivalent to 1 kg of copra, namely 4 coconuts, is IDR 1,005.50/kg. This shows that copra farming carried out by copra farmers is very profitable. Keywords: added value of copra, income, productivity, profit INTISARIKelapa memiliki  banyak potensi yang belum dimanfaatkan karena dalam proses pemanfaatan kelapa, petani  mempunyai beberapa kendala terutama kendala dari segi teknologi, permodalan dan daya serap pasar yang belum merata. Selain Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan nilai tambah yang diperoleh petani kopra . Penelitian ini dilakukan di di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II dan Desa Sritiga Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin pada ulan Agustus 2022 sampai Desember 2022. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) mengingat Kabupaten Banyuasin memiliki lahan perkebunan kelapa terluas dan produksi kelapa tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Kecamatan Banyuasin II yang diwakili Desa Teluk Payo dan Kecamatan Sumber Marga Telang Desa Sritiga termasuk dalam wilayah Kabupaten Banyuasin yang memproduksi kelapa bulat dan kelapa kupas serta pengolahan produk turunannya di Kabupaten Banyuasin penelitian sebanyak 90 responden petani kelapa yang termasuk didalamnya 32 responden petani yang melakukan pengolahan kopra. Penentuan responden dilakukan dengan Metode Random Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan nilai tambah (Hayami Metode) menggunakan alat analisis microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah pengolahan kopra Berdasarkan kriteria pengujian nilai tambah pengolahan kelapa menjadi kopra di Desa Teluk Payo dan Desa Sritiga mempunyai nilai tambah yang sangat tinggi yakni  sebesar 48,70% yakni > 40 persen atau memiliki presentase di atas 40 persen. Penerimaan yang diperoleh petani yang mengolah kelapa menjadi kopra adalah sebesar Rp4.747/kg, sedangkan total penerimaan petani yang menjual kelapa dalam bentuk gelondongan dengan jumlah yang setara dengan 1 kg kopra yakni 4 butir buah kelapa adalah Rp1.005,50/kg. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani kopra yang dilakukan oleh petani kopra sangatlah menguntungkan. Kata kunci: nilai tambah kopra, pendapatan, produktivitas, keuntungan
FUNGSI PRODUKSI PADA USAHATANI CABAI DI DESA BATUR, KECAMATAN GETASAN Zega, Jelita Hati; Prihtanti, Tinjung Mary
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3546

Abstract

Farming is one of the activities in the agricultural sector that can benefit the farmer's economy. However, even though chili farming can have a good impact on farmers, not all or many farmers still experience difficulties in managing chili farming in the field of efficient use of production inputs. The research was carried out in Batur Village, Getasan District from April to June 2023. The type of research used in the research was a quantitative descriptive method with Cobb-Douglas production function analysis. In this research, techniques are applied nonprobability namely technique purposive sampling where this technique is the determination of respondents to be used as samples based on certain criteria with a total of 40 farmers as respondents. The research results show that the factors that influence the productivity of curly red chilies are seeds, labor, NPK fertilizer and pesticides. For allocative efficiency, the input of seeds, manure and pesticides is not yet efficient and the input of labor and NPK fertilizer is not efficient. Key words: productivity, curly red chilies, allocative efficiency  IntisariUsahatani merupakan salah satu kegiatan dari sektor pertanian yang dapat menguntungkan perekonomian petani. Namun meskipun usahatani cabai dapat memberikan dampak yang baik bagi petani, tidak semua petani dalam mengelola usahatani cabai secara efisien penggunaan input produksi. Penelitian dilaksanakan di Desa Batur, Kecamatan Getasan pada bulan April hingga Juni 2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan analisis fungsi produksi Cobb-douglas. Dalam penelitian ini menerapkan teknik nonprobability yakni teknik purposive sampling dimana teknik ini merupakan penentuan responden untuk dijadikan sampel berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu dengan jumlah responden 40 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi produktivitas cabai merah keriting yaitu bibit, tenaga kerja, pupuk NPK dan pestisida. Kata kunci: produktivitas, cabai merah keriting, efisiensi Alokatif
PENGARUH DOSIS NPK DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN SEMANGKA DI GUNUNG SELAMAT, KECAMATAN BILAH HULU, KABUPATEN LABUHAN BATU Toni Suganda; Siti Hartati Yusida Saragih; Fitra Syawal Harahap; Dini Hariyati Adam
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3353

Abstract

on January 2023 until completion. application of NPK fertilizer was given at 2 WAP using 4 treatment levels, namely: P1:80 g/plant P2:120 g/plant P3:160 g/plant. Parameters observed were plant length, number of leaves, flowering age, were observed at 2 WAP until the end of the vegetative period using a meter from the base of the stem to the tip of the root. From the results of this study the growth of watermelon plants, plant length and amount of leaves were calculated from the age of 2, and 4WAP and the flowering age was taken when the plants began to flower and from this study shows that the correct dose of NPK fertilizer for the growth and yield of watermelon plants is 160 g/plant. This reserch showed thtof NPK fertilizer the growth of watermelon plants both from plant length, number of leaves is 160 g/plant. Keywords: Fertilizer, Horticulture, PlantINTISARI Penelitian ini akan dilaksanakan dikebun percobaan Gunung Selamat, Bilah hulu, Labuhanbatu pada bulan Januari 2023 sampai selesai. pengaplikasian pupuk NPK diberikan pada 2 MST dengan menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu: P1 :80 g/tanaman P2:120 g/tanaman P3:160 g/tanaman. Pada penelitin ini menggunakan nilai panjang batng, jumlah daun, umur bunga pada 2 MST hingga akhir vegetatif alat ukur panjang dari pangkl akar ke ujung batang. Dari hasil penelitian ini pertumbuhan tanaman semangka panjang tanaman dan jumlah daun dihitung sejak umur 2, dan 4 MST dan umur berbunga diambil pada saat tamanan mulai berbunga. Hasil melaporkan bahwa perlakuab 160 g/tanaman memberikan hasil terbaik dari seluruh parameter. Kata Kunci: Pupuk, Hortikultura, Tanaman
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI YANG DI APLIKASIKAN KEDALAM AEROB DAN ANAEROB TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L) Ahyar Nasution; Khairul Rizal; Dini Hariyati Adam; Siti Hartati Yusida Saragih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3250

Abstract

Mustard greens is one of a group of plants from the Brassica clan, green mustard (Brassica juncea L) is a type of vegetable that is used for its leaves or flowers, this vegetable is enjoyed by Indonesian people both consumed in fresh and processed form, consumers from the lower class to the upper classes of society. Another advantage of mustard is able to grow both lowlands and highlands. Mustard greens have high economic value after crop cabbage, cauliflower, and broccoli. Sawi is not native to Indonesia, but the development of this agribusiness and agro-industry-patterned plant commodity can be categorized as a source of income in the agricultural sector in Indonesia (Anjeliza, 2013). This research was conducted in Nelayan Village, Bilah Hilir District, Labuhanbatu Regency. This research was conducted in January 2023 until completion. The experimental design was a randomized block design (RAK) consisting of 2 factors, namely the first factor was aerobic cow manure and the second factor was anaerobic cow manure with 3 replications so that several trials were obtained, namely: An 0 = Control without treatment An 1 = 200 g / plant, cow manure, An 2 = 300 g / plant, average cow manure An 3 = 400 g / plant, cow manure, Anaerobic cow manure with 4 levels of treatment, namely: A 0 = No treatment, A 1 = 100 g / plant, cow manure / liter of water, A 2 = 200 g / plant, cow manure / liter of water, A 3 = 300 g / plant, cow manure / liter of water. Parameters observed were plant height, number of leaves,. the average number of leaves of mustard plants. The average height of mustard plants obtained at 4 WAP on the An3A3 treatment of 300 g/plant was 25.0 cm while the lowest average height of mustard plants was obtained at 2 WAP on the An1A1 treatment of 100 g/plant of 6.0 cm. The average number of leaves obtained at 4 WAP on the An3A3 treatment of 300 g/plant was 24 leaves while the lowest average number of leaves of mustard plants was obtained at 2 WAP on An0A0 (without treatment), namely 6 leaves.INTISARISawi merupakan salah satu dari sekelompok tumbuhan dari marga Brassica, sawi hijau (Brassica juncea L) merupakan jenis sayur yang dimanfaatkan bagian daun atau bunganya, sayuran ini di gemari oleh masyarakat indonesia baik dikonsumsi dalam bentuk segar maupun olahan, konsumennya mulai dari golongan masyarakat kelas bawah hingga golongan masyarakat kelas atas. Kelebihan lainnya sawi mampu tumbuh baik dataran rendah maupun dataran tinggi. sawi mempunyai nilai ekonomi tinggi setelah kubis krop, kubis bunga, dan brokoli. Sawi bukan merupakan tanaman asli Indonesia,  namun pengembangan komoditas tanaman berpola agribisnis dan agroindustri ini dapat dikategorikan sebagai salah satu sumber pendapatan dalam sektor pertanian di Indonesia (Anjeliza, 2013).Penelitian ini dilakukan di Kampung Nelayan Kecamatan  Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari 2023 sampai selesai. Rancangan percobaan penelitian rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 Faktor yaitu faktor pertama pupuk kandang sapi aerob dan faktor kedua pupuk kandang sapi anaerob  dengan 3 kali ulangan sehingga diadapatkan beberapa percobaan yaitu yaitu: An 0 = Kontrol tanpa perlakuan  An 1 = 200 g / tanaman, pupuk kandang sapi , An 2 = 300 g /tanaman, pupuk kandang sapi rataan An 3 = 400 g / tanaman, pupuk kandang sapi , Faktor pemberian pupuk kandang sapi Anaerob dengan 4 Taraf perlakuan, yaitu :A 0 = Tanpa perlakuan,A 1 = 100 g / tanaman, pupuk Kandang Sapi /Liter Air , A 2 = 200 g / tanaman, Pupuk Kandang Sapi/Liter Air , A 3 = 300 g / tanaman, Pupuk Kandang Sapi/Liter Air. Parameter yang diamati  yaitu tinggi tanaman,jumlah daun,. rataan jumlah dau tanaman sawi. Hasil rataan tinggi tanaman sawi yang   diperoleh 4 MST  pada perlakuan An3A3 300 gr/tanaman yaitu 25,0 cm sedangkan rataan tinggi tanaman sawi yang terendah diperoleh pada 2 MST pada perlakuan An1A1 100 gr/tanaman 6,0 cm. Hasil rataan  jumlah daun yang  diperoleh 4 MST  pada perlakuan An3A3 300 gr/tanaman yaitu 24 helai sedangkan rataan jumlah daun tanaman sawi yang terendah diperoleh pada 2 MST pada An0A0 ( Tanpa Perlakuan) yaitu 6 helai. Rataan lebar daun tanaman sawi yang   diperoleh 4 MST  pada perlakuan An3A3 300 gr/tanaman yaitu 9,5 cm sedangkan rataan tinggi tanaman sawi yang terendah diperoleh pada 2 MST pada perlakuan An1A1 100 gr/tanaman 12,9 cm.
STRATEGI MARKETING MIX OLAHAN SINGKONG (Manihot utilissima) DI PAKUDERJAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Karomah, Nuri Mubtadiyatul; Hartawaty, Dheny Arina
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3488

Abstract

This study aims to find out about the right strategy to increase the marketing of processed cassava in PAKUDERJAN. This research was conducted at PAKUDERJAN, Job Village, Beji Village, Patuk District, Gunungkidul Regency. The data taken by researchers are primary data and secondary data. Primary data was obtained by observational data using a questionnaire with respondents in the study being PAKUDERJAN visitors or consumers consisting of 50 people. Secondary data obtained from literature studies sourced from journals, scientific books. Data collection was carried out during May 2023. The data analysis technique taken was the swot analysis technique, the swot matrix, the formulation of the IFAS matrix, the EFAS matrix and the IE matrix. The analysis phase is carried out by calculating the IFAS matrix consisting of strengths and weaknesses, the EFAS matrix consisting of opportunities and threats, the swot matrix to form a strategy in the marketing mix. Based on the research results, it is known that the total IFAS matrix is 3.23 and the total EFAS matrix is 3.09. Based on the results of the IFAS matrix and EFAS matrix values, the position of the IE matrix diagram is in quadrant 1, which means processed cassava food products are in phase (grow and build).Keywords:  Cassava, PAKUDERJAN, Matriks EFAS, Matrik IFAS. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang strategi yang tepat untuk meningkatkan pemasaran olahan singkong di PAKUDERJAN. Penelitian ini dilakukan di PAKUDERJAN dusun Kerjan desa Beji kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul. Data yang diambil oleh peneliti yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan data observasi yang menggunakan alat bantu kuisioner dengan responden dalam penelitian adalah pengunjung PAKUDERJAN atau konsumen yang terdiri dari 50 orang. Data sekunder diperoleh dari studi Literatur yang bersumber dari jurnal,buku ilmiah. Pengambilan data dilakukan selama 1 bulan pada bulan Mei 2023. Teknik analisis data yang diambil adalah teknik analisis swot,matrik swot perumusan matriks IFAS, matriks EFAS dan matriks IE. Tahapan analisis dilakukan dengan langkah-langkah menghitung matrik IFAS yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan, matrik EFAS yang terdiri dari peluang dan ancaman,matriks swot untuk membentuk strategi dalam bauran pemasaran. Bedasarkan hasil penelitian, diketahui total matriks IFAS adalah 3,23 dan total matriks EFAS adalah 3,09. Berdasarkan hasil nilai matriks IFAS dan matrik EFAS maka posisi diagram matriks IE berada di posisi sel 1 yang artinya produk makanan olahan singkong dalam fase (grow and build) tumbuh dan membangun.Kata kunci : Singkong, PAKUDERJAN, Matriks EFAS, Matrik IFAS.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKOENZIM DAN GULA MERAH PADA PERTUMBUHAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) Fitriani Fitriani; Najla Lubis; Sri Mahareni Br. Sitepu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3598

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of using different doses of eco-enzymes in the cultivation of white oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus), knowing the effectiveness of using different doses of brown sugar in the cultivation of white oyster mushrooms  .  White oyster mushrooms require nutritional supplements during their growing years. Additional nutrients can be obtained using water-soluble ecoenzymes and fertilizing the substrate of white oyster mushrooms. Ecoenzyme nutrients and brown sugar can increase the yield and growth of white oyster mushrooms at harvest time. This study used factorial complete randomized design (RAL) with 2 factors, 16 treatments, 3 repeats, and 48 baglogs. G0 = 0%/baglog, G1 = 40%/baglog, G2 = 80%/baglog, G3 = 120%/baglog. Factor Pertreatment 2 Using eco enzyme with symbol "E" E0 = 0%/baglog, E1 = 20%/baglog, E2 = 40%/baglog, E3 = 60%/baglog. The highest mycelium growth data is found at G0 with a height of 28.83 cm.The highest height of the mushroom  stalk is E0 with a height of 3.93 cm. The largest hood diameter is found in the E1 treatment with a diameter of 7.68 cm. The highest number of saplings is E3 with 7.50 saplings. The highest wet weight was found in the G3 treatment with the highest wet weight of 109.00 g. The data obtained were analyzed with ANOVA. The results of the variation analysis continued with the Duncan distance test. The results showed that the growth height of the mushroom mycelium, the number of branches, the thickness of the cap, the height of the mushroom and the diameter of the cap on the interaction of brown sugar intake and ecological enzymes in white oyster mushrooms gave the following results: Results did not differ markedly, but wet weight yields did not differ markedly. The results differed significantly.Keywords: ecoenzymes, brown sugar, oyster mushrooms  INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan konsentrasi ekoenzim yang bervariasi pada budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), dan mengetahui efektivitas penggunaan konsentrasi gula merah bervariasi pada budidaya jamur tiram putih. Jamur tiram putih memerlukan suplemen nutrisi selama pertumbuhannya. Nutrisi tambahan diperoleh dengan menggunakan ekoenzim yang larut dalam air dan pemupukan substrat jamur tiram. Nutrisi ekoenzim dan gula merah dapat meningkatkan hasil dan pertumbuhan jamur tiram pada saat panen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RAL) dengan 2 faktor, 16 perlakuan, 3 ulangan, dan 48 baglog. Faktor perlakuan 1 gula merah disimbolkan dengan G0 = 0%/baglog, G1 =  40%/baglog, G2 = 80%/baglog, G3 = 120%/baglog. Faktor Perlakuan 2 ekoenzim dengan simbol E0 = 0%/baglog, E1 = 20%/baglog, E2 = 40%/baglog, E3 = 60%/baglog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data pertumbuhan miselium tertinggi terdapat pada G0 yaitu 28,83 cm, tinggi tangkai jamur tertinggi adalah E0 yaitu 3,93 cm, diameter tudung terbesar pada E1 yaitu 7,68 cm, jumlah anakan terbanyak adalah E3 yaitu 7,50 anakan. Berat basah tertinggi pada G3 yaitu 109,00 g. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi pertumbuhan miselium jamur, jumlah cabang, tebal tutup, tinggi badan jamur dan diameter tutup pada interaksi asupan gula merah dan ekoenzim pada jamur tiram putih memberikan hasil tidak berbeda nyata, namun hasil berat basah  berbeda sangat nyata. Hasilnya berbeda secara signifikan.Kata kunci: ekoenzim, gula merah, jamur tiram
PERTUMBUHAN DAN HASIL GALUR-GALUR F2 TANAMAN JAGUNG (Zeea mays L.) DI LAHAN KERING Eli Anggraini; Akhmad Zubaidi; I Wayan Sudika
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3249

Abstract

Increasing maize production is done by utilizing all available planting land, one of which is by intensifying and extensifying dry land. To release new seeds in the form of lines into varieties, agronomic studies are needed. This study aims to determine the growth and yield of 15 selected lines of F2 maize (Zea mays L.) compared to their parents and the national variety Lamuru planted on dry land. The experiment was conducted from November 2022 to March 2023 in Segara Katon Village, Gangga District, North Lombok Regency. This study used a Randomized Block Design (RBD) with a total of 19 treatments, namely 15 F2 lines; 3 parental varieties; and 1 composite variety in dryland. The experiment was repeated three times to obtain 57 experimental units. The results showed that there were several F2 lines of maize plants that had better growth when compared to the parental varieties and national variety Lamuru in dryland. There is an F2 strain that has a higher yield, J50, when compared to its parents and the national variety Lamuru. The J50 line and 12 other F2 lines, other than J40 and J42, can be suggested for the establishment of a base population to create superior dryland varieties.INTISARIPeningkatan produksi jagung dilakukan dengan memberdayakan seluruh lahan tanam yang ada, salah satunya adalah dengan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan kering. Untuk melepas benih baru yang berupa galur menjadi varietas diperlukan kajian secara agronomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil 15 galur terpilih tanaman F2 jagung (Zea mays L.) dibandingkan dengan tetuanya dan varietas nasional Lamuru yang ditanam di lahan kering. Percobaan dilakukan dari bulan November 2022 sampai bulan Maret 2023 di Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan jumlah perlakuan sebanyak 19 perlakuan yaitu 15 galur F2; 3 varietas tetua; dan 1 varietas komposit di lahan kering. Percobaan diulang tiga kali sehingga diperoleh 57 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa galur F2 tanaman jagung yang lebih baik pertumbuhannya jika dibandingkan dengan varietas tetua dan varietas nasional Lamuru di lahan kering. Terdapat galur F2 yang memiliki daya hasil lebih tinggi, yaitu J50, jika dibandingkan varietas tetua dan varietas nasional Lamuru. Galur J50 dan 12 galur F2 lainnya, selain J40 dan J42 dapat disarankan untuk pembentukan populasi dasar untuk membuat varietas unggul lahan kering.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JAGUNG DI DESA TUWIE KAREUNG KECAMATAN PASIE RAYA KABUPATEN ACEH JAYA Nurlaila Nurlaila; Agustiar Agustiar; Mahrizal Mahrizal
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3408

Abstract

The results of this study indicate that corn production in Tuwie Kareung Village, Pasie Raya District, Aceh Jaya Regency is jointly influenced by the variables of land area, seeds, urea fertilizer, NPK fertilizer, KCL fertilizer, pesticides and working days of 82.7% which are affected by the area variable land, seeds, urea fertilizer, NPK fertilizer, KCL fertilizer, pesticides and working day. Meanwhile, 17.3% is explained or influenced by other independent variables that are not included in this research model. Corn production in Tuwie Kareung Village, Pasie Raya District, Aceh Jaya Regency partially stated that Tcount > Ttable and α <0.05 indicated that it was influenced by variables of land area, seeds, urea fertilizer, NPK fertilizer, KCL fertilizer, pesticides and working days. Keywords: Production, Corn, Farmers INTISARITujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung di Desa Tuwie Kareung Kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produksi jagung di Desa Tuwie Kareung Kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya secara bersama-sama dipengaruhi variabel luas lahan, bibit, pupuk urea, pupuk NPK, pupuk KCL, pestisida dan hari orang kerja sebesar 82,7% diperngaruhi variabel luas lahan, bibit, pupuk  urea, pupuk NPK, pupuk KCL, pestisida dan hari orang kerja. Sedangkan sebesar 17,3% % dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Produksi jagung di Desa Tuwie Kareung Kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya secara parsial menyatakan Thitung > Ttabel dan α < 0,05 menunjukkan dipengaruhi oleh variabel luas lahan, bibit, pupuk urea, pupuk NPK, pupuk KCL, pestisida dan hari orang kerja. Kata Kunci: Produksi, Jagung, Petani 
ANALISIS POLA PENDAPATAN DAN PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETERNAK KAMBING DI KAMPUNG KAMBING DESA DARMASI, KECAMATAN BUDURAN, KABUPATEN SIDOARJO Ulfia Fildzah Tsany; Sri Widayanti; Ika Sari Tondang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3448

Abstract

Households are the smallest unit of community life. Sidoarjo Regency has a unique group of goat farmers called Kampung Kambing, which is located in Darmasi Village, Buduran Subdistrict. The sampling method used Saturated Sampling which amounted to 32 farmers. The research objectives were first, to describe the characteristics of goat farmer households. Second, to analyze the income and expenditure patterns of goat farmer households. Data analysis methods of the first and second objectives using descriptive statistics. The results of this study are the characteristics of farmer households including productive age and household expenditure of goat farmers dominated by non-food consumption expenditure of 51.48% while food consumption amounted to 48.52%. The largest household income is non-livestock farming income of 47.9% and livestock farming income of 28.92%.   Keyword: household, income, consumption INTISARIRumah tangga adalah unit terkecil dalam kehidupan masyarakat. Kabupaten Sidoarjo memiliki kelompok peternak kambing yang terbilang unik yaitu Kampung Kambing, yang berlokasi di Desa Darmasi, Kecamatan Buduran. Metode penentuan sampel menggunakan Sampling Jenuh yaitu sejumlah 32 peternak. Tujuan penelitian adalah Pertama, Mendeskripsikan karakteristik rumah tangga peternak kambing. Kedua, Menganalisis pola pendapatan dan pengeluaran rumah tangga peternak kambing. Metode analisis data tujuan pertama dan kedua menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini adalah karakteristik rumah tangga peternak termasuk usia produktif dan pengeluaran rumah tangga peternak kambing didominasi oleh pengeluaran konsumsi non pangan sebesar 51,48% sedangkan konsumsi pangan sebesar 48,52%. Pendapatan rumah tangga yang terbesar adalah pendapatan usahatani non ternak sebesar 47,9% dan pendapatan usahatani ternak sebesar 28,92%. Kata Kunci: rumah tangga, pendapatan, konsumsi
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PAKAN TERNAK GAMA UMAMI DI SOR TURGO FARM DESA PURWOBINANGUN KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA Rozaq, Abdul; Dewi, Meita Puspa; Millaty, Marosimy
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3563

Abstract

Gama Umami is a new type of forage which is expected to overcome the shortage of forage for ruminants livestock and many farmers have used gama umami as a commodity for their farming businesses. Therefore this research was conducted to assess the feasibility of gama umami cultivation at Sor Turgo Farm located in Purwobinangun Village based on financial aspects. The observed variables include investment costs, fixed costs and variable costs incurred for gama umami farming at Sor Turgo Farm. The research method used is case study method and descriptive analysis by collecting data using direct observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out by calculating all costs incurred and income from gama umami cultivation. Then analyzed net profit, R/C ratio, B/C ratio, payback period and BEP. The results showed a net profit of IDR 549,833,714.29, R/C ratio of 3.2, B/C ratio of 2.21, payback period of 1.83, revenue BEP of IDR. 73,363,659.79, production BEP of 73,363,653 kilograms and unit BEP of Rp. 310.9. Keywords: Farming Feasibility, Gama Umami, Purwobinangun Village INTISARIGama Umami merupakan jenis hijauan pakan baru yang diharapkan dapat mengatasi kekurangan hijauan pakan untuk ternak ruminansia dan sudah banyak petani yang menjadikan Gama Umami sebagai komoditas usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi budidaya Gama Umami di Sor Turgo Farm, yang berlokasi di Desa Purwobinangun, dengan fokus pada dimensi finansial. Variabel-variabel yang diperhatikan mencakup biaya investasi, biaya tetap, dan biaya variabel yang terlibat dalam operasi usahatani Gama Umami di Sor Turgo Farm. Pendekatan yang diadopsi dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, didukung oleh analisis deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan melakukan perhitungan atas semua jenis biaya yang terlibat, sekaligus menghitung pendapatan yang dihasilkan dari budidaya Gama Umami. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai aspek finansial dari usaha budidaya Gama Umami di Sor Turgo Farm. Kemudian dilakukan analisis net profit, rasio R/C, rasio B/C, payback period dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan net profit yang menunjukkan nilai sebesar Rp 444.633.715. Nilai rasio R/C sebesar 3,29. Nilai rasio B/C sebesar 2,29. Nilai payback period sebesar 2,26. Nilai BEP penerimaan sebesar Rp 71.032.094, BEP produksi sebesar 88.790,12 kg dan BEP satuan sebesar Rp 242,81 per kg.Kata kunci:  Kelayakan Usahatani, Gama Umami, Desa Purwobinangun

Page 89 of 139 | Total Record : 1386