cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
IMPLEMENTASI KOMANDO STRATEGIS PEMBANGUNAN PERTANIAN (KOSTRATANI) DI BPP KECAMATAN PAYAKUMBUH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Sidra Nefi; Gunarif Taib; Asmawi Asmawi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3446

Abstract

            This study aims to identify and describe the implementation of the Kostratani program at BPP Payakumbuh District, Lima Puluh Kota District, to analyze the achievements of the implementation of the Kostratani program at BPP Payakumbuh District, Lima Puluh Kota District. This research is a qualitative research with the type of case study research, carried out from August to December 2022. The selection of locations and informants was carried out purposively (intentionally). Data analysis used descriptive qualitative analysis. From the research results it can be identified that the development of BPP Kostratani in BPP Payakumbuh District and the implementation of the functions and roles of BPP as a data center, center for the agricultural development movement, learning center are in accordance with the indicators in the Kostratani SOP. Meanwhile, BPP as an agribusiness consulting center and partnership network center has not been implemented according to the indicators in the Kostratani SOP. The implementation of Kostratani development at BPP Payakumbuh District has been supported by IPDMIP activities but has not yielded good results. BPP Payakumbuh Sub-District has only been able to implement four of the six BPP Kostratani indicators, the implementation of which has not been optimal because there is no commitment from implementers at the Kostrawil, Kostrada and Kostratani levels in the sub-district. The implementation of Kostratani has not been supported by resource capabilities in the form of human resources and facilities owned by BPP.  Keywords: Kostratani; BPP; Implementation. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan pelaksanaan program Kostratani di BPP Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota, untuk menganalisis capaian pelaksanaan implementasi program Kostratani di BPP  Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, dilaksanakan bulan Agustus sampai dengan Desember 2022. Pemilihan lokasi dan informan dilakukan secara purposive (sengaja). Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dapat diidentifikasi bahwa pengembangan BPP Kostratani di BPP Kecamatan Payakumbuh dan pelaksanaan fungsi dan peran BPP sebagai pusat data, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran sudah sesuai indikator dalam SOP Kostratani. Sedangkan BPP sebagai pusat konsultasi agribisnis dan pusat jejaring kemitraaan belum dilaksanakan sesuai indikator dalam SOP Kostratani. Pelaksanaan pengembangan Kostratani di BPP Kecamatan Payakumbuh sudah di dukung oleh kegiatan IPDMIP tapi belum memberikan hasil yang baik. BPP Kecamatan Payakumbuh baru mampu melaksanakan empat dari enam indikator BPP Kostratani pelaksanaannya belum optimal karena tidak adanya komitmen dari implementor di tingkat Kostrawil, Kostrada dan Kostratani di kecamatan. Pelaksanaan Kostratani belum di dukung kemampuan sumberdaya berupa sumber daya manusia, dan fasilitas yang dimiliki oleh BPP. Kata Kunci : Kostratani; BPP; Implementasi.
IDENTIFIKASI HAMA PADA TANAMAN PADI INPARI 30 (Oriza sativa L) DI DESA PAPE KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA Hamakonda, Umbu A; Taus, Igniosa; Puspita, Victoria Ayu; Lea, Victoria C; Bure, Vinsensia; Soba, Kristianus; Mamo, Natalia
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3492

Abstract

This study aims to determine and identify pests that attack Inpari 30 rice plants in Pape Village, Bajawa District, Ngada Regency, East Nusa Tenggara Province by making direct observations in the field. This research was carried out starting from February to May 2023. The research object was in the rice fields owned by farmers. This research was descriptive qualitative, namely observing and identifying 30 inpari rice pests that were seen during direct observation on 25 acres of farmer's land in Pape Village. Sampling by cluster sampling method Pest sampling technique is determined by saturated sampling method because all members of the pest population are used as samples. The results of observations in the field indicate that observations in the morning are the first detection of pests in the field. Types of pests include: False white pests, golden snails, grasshoppers, white stem borer (Scirpophaga innotata), green leafhoppers, brown planthoppers, stinging bugs (Leptocorixa acuta) and sparrows. Keywords: Identification, Pests, Diseases of Inpari 30 Rice Plants INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi hama yang menyerang tanaman padi Inpari 30 di Desa Pape Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada Provinsi Nusa tenggara Timur dengan melakukan pengamatan secara langsung di lapangan. Penelitian ini telah laksanakan terhitung mulai  Februari sampai dengan bulan Mei 2023. Obyek penelitian di lahan sawah  milik petani. Penelitian ini deskriptif kualitatif yakni mengamati dan mengidentifikasi jenis hama padi inpari 30 yang terlihat pada saat pengamatan langsung di lahan milik petani seluas 25 are di Desa Pape. Pengambilan sampel dengan metode cluster sampling teknik pengambilan sampel hama ditentukan dengan metode sampling jenuh karena semua anggota populasi hama digunakan sebagai sampel. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pengamatan di pagi hari merupakan pendeteksi awal keberadaan hama di lapangan. Jenis hama yang diantaranya: Hama putih palsu, keong mas, belalang, penggerek batang putih (Scirpophaga innotata), wereng hijau, wereng coklat, walang sangit (Leptocorixa acuta) dan burung pipit. Kata kunci: Identifikasi, Hama, Penyakit Tanaman Padi Inpari 30
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI LAMTORO DAN FREKUENSI NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA PADA TANAH GAMBUT Pradana, Gusti Fitrah; Darussalam, Darussalam; Palupi, Tantri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3526

Abstract

This study aims to determaine the interaction and dose of bokashi lamtoro and the frequency of NPP on the grwoth and yield of okra and peat soil. This study used a factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 2 factors. The first factor is bokashi lamtoro which consists of 3 levels, b1 = 10 tons/ha equivalent to 1,5 kg/per plot, b2 = 15 tons/ha equivalent to 2 kg/per plot, b3 = 20 tons/ha equivalent to 3 kg/per plot, the second factor is the frequency of NPP application, f1 = application twice per plant, f2 = application three times per plant,  with a dose of 600 kg/ha equivalent to 12 g/per plant. Treatmant of 10 ton/ha bokashi lamtoro and three times NPP gave the highest interaction results at 3 WAP plant height and 15 ton/ha bokashi lamtoro and twice NPP gave the highest average fruit weight per fruit and fruit weight per plant on okra on peat soil.  Keywords: Bokashi Lamtoro, NPP Frequency, Pet soil INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dan dosis bokashi lamtoro dan frekuensi NPK terhadap pertumbuhan dan hasil okra pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah bokashi lamtoro yang terdiri dari 3 taraf, b1 = 10 ton/ha setara ddengan 1,5 kg/per bedengan, b2 = 15 ton/ha setara dengan 2 kg/per bedengan, b3 = 20 to/ha setara dengan 3 kg/per bedengan, faktor kedua adalah pemberian frekuensi NPK, f1 = pemberian dua kali per tanaman, f2 = pemberian tiga kali per tanaman, dengan dosis 600 kg/ha setara dengan 12 g/per tanaman. Perlakuan 10 ton/ha bokashi lamtoro dan pemberian tiga kali NPK memberikan hasil interaksi tertinggi pada tinggi tanaman 3 MST dan 15 ton/ha bokashi lamtoro dan pemberian NPK dua kali memberikan rerata berat buah perbuah dan berat buah per tanaman tertinggi pada okra di tanah gambut. Kata Kunci: Bokashi Lamtoro, Frekuensi NPK, Tanah Gambut
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG NASI (Vigna umbellata) Pareira, Magdalena Sunarty; Naikofi, Kristina Irnasari
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3509

Abstract

This research aims to determine the effect of the best organic fertilizer and its response and interaction in applying organic fertilizer and biochar on the growth of rice bean plants. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors consisting of 6 levels and 3 replications. factors namely the first factor of organic fertilizer namely: control (P0), guano 15 tons/ha (P1), and cow dung 15 tons/ha (P2). The second factor is biochar (B) namely 5 tons/ha (B2), 10 tons/ha (B3), and 15 tonnes/ha (B5). The results of the research showed that applying 15 tons/ha of guano fertilizer and 10 tons/ha of biochar had an authentic influence on the growth parameters of plant height, number of leaves, and stem diameter. The type of fertilizer, sometimes cattle 15 tons/ha and biochar 15 tons/ha, significantly affects plant height and stem diameter parameters.Keywords: Guano fertilizer, manure, biocharINTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik yang terbaik dan respon serta interaksinya  pada aplikasi pupuk organik dan biochar terhadap pertumbuhan tanaman kacang nasi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yang terdiri dari 6 taraf dan 3 ulangan. faktor yakni faktor pertama pupuk organik yakni : kontrol (P0), guano 15 ton/ha (P1) dan kotoran sapi 15 ton/ha (P2). Faktor kedua  biochar (B) yakni 5 ton/ha ( B2), 10 ton/ha (B3) dan 15 ton/ha (B5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pemberian pupuk guano 15 ton/ha dan biochar 10 ton/ha memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun  diameter batang. Jenis pupuk kadang sapi 15 ton/ha dan biochar 15 ton/ha  memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman dan diameter batang. Kata kunci: Pupuk guano, pupuk kandang,biochar
PERILAKU PETANI DALAM MENGHADAPI RISIKO USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN BERASTAGI, KABUPATEN KARO Dearma Ivo Sanne Purba; Yuliawati Yuliawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3521

Abstract

This study aims to analyze the behavior of chili farmers in facing the risk of red chili farming in the Berastagi District, Karo Regency, and the influencing factors. The research respondents consisted of 30 individuals selected through simple random sampling. Data analysis was conducted using Moscardi & de Janvry's risk behavior model and multiple linear regression. The results indicate that 87% of red chili farmers exhibit risk-averse behavior, while the remaining 13% demonstrate neutral behavior in facing risks. The influencing factors on farmers' behavior in facing the risk of red chili farming are farming experience and land area.while partially farming experience and land area. Keywords:  risk behavior, red chili farmers, farming risk, Berastagi District INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku petani dalam menghadapi risiko usahatani cabai merah di Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Responden penelitian berjumlah 30 orang yang diambil dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Analisis data menggunakan model perilaku risiko Moscardi dan de Janvry dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87% petani cabai merah berperilaku menghindari risiko (risk averter), sementara 13% sisanya berperilaku netral dalam menghadapi risiko (risk neutral). Faktor yang memengaruhi perilaku petani dalam menghadapi risiko usahatani cabai merah adalah pengalaman berusahatani dan luas lahan. Kata Kunci: perilaku risiko, petani cabai merah, risiko usahatani, Kecamatan Berastagi
ADAPTASI VARIETAS PADI INPAGO DAN INPARI DI LAHAN RAWA LEBAK DANGKAL PROVINSI SUMATERA SELATAN Dedeh Hadiyanti; Suparwoto Suparwoto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3465

Abstract

In the dry season, shallow lebak swamp lands experience dryness more quickly compared to other typologies so suitable varieties are recommended to be varieties that are tolerant to drought. The research aims to look at the growth performance, yield components, and productivity of the varieties studied in shallow lebak swamp lands. This activity was carried out in Sidakersa Village, Ogan Komering Ilir (OKI) Regency, South Sumatra with a shallow lebak swamp agroecosystem, starting from April 2021 to August 2021 during the dry season. The treatment consisted of the rice varieties Inpari 22, Inpari 32, Inpago 10, and Inpago 9. The method used was a quantitative method by looking at the performance of each variety studied. The data obtained were compiled tabulated and analyzed using the one-way anova test and followed by the Duncan 5% test. The results showed that the growth of all varieties was good, none of them fell over and the number of productive tillers was moderate. The highest productivity was achieved by Inpari 9 and Inpari 10, namely 6.6 tons GKP/ha and 5.9 tons GKP/ha. Key-words: Adaptation, Rice, Shallow lebak swamp.INTISARI        Pada musim kemarau, rawa lebak dangkal lebih cepat mengalami kekeringan dibandingkan dengan tipologi lainnya sehingga varietas yang sesuai dianjurkan varietas yang toleran terhadap kekeringan. Penelitian bertujuan untuk melihat keragaan pertumbuhan, komponen hasil dan produktivitas dari varietas yang dikaji di rawa lebak dangkal. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sidakersa, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan dengan agroekosisten rawa lebak dangkal, dimulai  April 2021 sampai Agustus 2021 pada musim kemarau. Perlakuan terdiri dari varietas Padi Inpari 22, Inpari 32, Inpago 10 dan Inpago 9. Metoda yang digunakan adalah metode kuatitatif dengan melihat keragaan dari masing-masing varietas yang dikaji. Data yang diperoleh disusun secara tabulasi dan dianalisis dengan uji one way anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan 5%.  Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan semua varietas baik tidak ada yang rebah dan jumlah anakan produktif tergolong sedang. Produktivitas tertinggi dicapai oleh Inpari 9 dan Inpari 10 yaitu 6,6 ton GKP/ha dan 5,9 ton GKP/ha.  Kata kunci: Adaptasi, Padi, Rawa lebak dangkal
PATOGENISITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA (Steinernema carpocapsae) ASAL TANAH GAMBUT TERHADAP RAYAP TANAH (Coptotermes curvignathus) Hendarti, Indri; Paster, Ari; Malik, Akhmad Faisal
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3489

Abstract

Soil termites (Coptotermes curvignathus) are one of the main pests that can cause plant death and economic losses. One of controling C. curvignathus is by using entomopathogenic nematodes (Steinernema carpocapsae). This study aims to measure the pathogenicity of S. carpocapsae from peat soil against C. curvignathus. Research was carried out at the Plant Pest Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. This research used Randomized Block Design with one treatment and six concentration levels of S. carpocapsae (25 ji/ml, 50 ji/ml, 100 ji/ml, 200 ji/ml, 400 ji/ml, and 800 ji/ml), each concentration level was repeated five times. Parameters observed included the mortality of C. curvinathus, lethal period, virulence level, and number of S. carpocapsae per host. The results showed that S. carpocapsae caused 100% mortality in 800 ji/ml after 96 hours inoculation. Lethal period and virulence up to 40.68 hour and 0,024 hour. Whereas, number of S. carpocapsae per host were not significantly different among another treatments. Keywords: Mortality, lethal period, virulenceINTISARIRayap tanah (Coptotermes curvignathus) merupakan salah satu hama utama yang dapat menyebabkan kematian tanaman sehingga menimbulkan kerugian secara ekonomis sangat besar. Salah satu cara pengendalian rayap tanah yaitu dengan  menggunakan nematoda patogen serangga (Steinernema carpocapsae). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur daya patogenisitas S. carpocapsae asal tanah gambut terhadap rayap tanah (C. curvignathus). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu perlakuan dan 6 taraf  konsentrasi S. carpocapsae (25 ji/ml, 50 ji/ml, 100 ji/ml, 200 ji/ml, 400 ji/ml, dan 800 ji/ml), masing-masing taraf konsentrasi diulang sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati antara lain mortalitas C. curvignathus, periode letal, dan tingkat virulensi, serta jumlah S. carpocapsae yang keluar dari serangga uji terinfeksi, dan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa S. carpocapsae mampu menyebabkan mortalitas sebesar 100% pada perlakuan 800 ji/ml dalam 96 jam setelah inokulasi, periode letal dan tingkat virulensi masing-masing sebesar 40,68 sebesar 0,024. Sementara itu, jumlah S. carpocapsae yang keluar dari tubuh serangga uji terinfeksi tidak berbeda nyata antara satu perlakuan dengan perlakuan lainnya. Kata kunci : Mortalitas, periode letal, virulensi
IDENTIFIKASI JENIS TANAMAN TUBA (Derris sp.) SEBAGAI SUMBER PESTISIDA NABATI DI DESA TERATI KABUPATEN SANGGAU Mangardi, Mangardi; Yulianingsih, Ratri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3523

Abstract

Pests are one of the determining factors for the success of plant cultivation. Therefore, pests must be controlled using natural pesticides or botanical pesticides because they are more environmentally friendly and relatively easy to obtain. Tuba is a type of plant that can be used as a botanical pesticide. This research aims to create a description of tuba plants in Terati Village, Sanggau Regency and so that the wider community can know about various types of tuba as an alternative source of pesticides based on local resources. This research uses a qualitative approach using exploratory methods and descriptive methods. This research was carried out in several stages, namely interviews, field observations, taking tuba plant samples, and morphological identification of each type of tuba plant. The research results showed that there were 4 types of tuba plants in the Terati Village area, Sanggau Regency, namely Korunang, Tibuh Uwat, Mpadi', and Jaroh. Korunang is a woody plant with a tree height of 10 - 20 m. The part of the plant that is used as a tuba is the fruit. Tibuh Uwat is a climbing and twining plant, the part of the plant that is used as a tuba, namely the roots. Mpadi' is a thorny vine, the organ used as a tuba is the tuber. Jaroh is a woody plant with a height of 1-2.5 m. The part of the plant used as tuba is the fruit. Keywords: Botanical Pesticides; Fruit Tuba; Root TubaINTISARIHama merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman. Oleh sebab itu, hama harus dikendalikan dengan menggunakan pestisida alami atau pestisida nabati karena lebih ramah lingkungan dan relative mudah diperoleh. Tuba merupakan jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk membuat deskripsi mengenai tumbuhan tuba di Desa Terati Kabupaten Sanggau dan agar masyarakat secara luas dapat mengetahui berbagai jenis tuba sebagai sumber pestisida alternatif berbasis sumberdaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode eksploratif dan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu wawancara, observasi lapangan, pengambilan sampel tanaman tuba, dan identifikasi morfologi setiap jenis tanaman tuba. Hasil penelitian ditemukan terdapat 4 jenis tanaman tuba yang ada di wilayah Desa Terati, Kabupaten Sanggau, yaitu Korunang, Tubuh Uwat, Mpadi’, dan Jaroh. Korunang merupakan tumbuhan berkayu dengan tinggi pohon 10 - 20 m, bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai sebagai tuba adalah buah. Tibuh Uwat adalah tumbuhan merambat dan membelit, bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai tuba, yaitu akar. Mpadi’ merupakan tumbuhan merambat yang berduri, organ yang dimanfaatkan sebagai tuba adalah umbi. Jaroh merupakan tumbuhan berkayu dengan tinggi 1-2,5 m, bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai tuba adalah buahnya. Kata kunci: Pestisida Nabati; Tuba Buah; Tuba Akar
ANALISIS USAHA PADA USAHA TAHU ATB/RTB DI KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG Prayoga, Aldi; Hakimi, Rini; Yuerlita, Yuerlita
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3475

Abstract

This study aims to describe the ATB/RTB tofu business profile and analyze profit and break-even points. This study uses a descriptive method with the type of case study research and financial calculations using the variable costing method. The data used are primary data and secondary data. Data was collected through direct interviews with business leaders tofu ATB/RTB and literature related to research. The results showed that the ATB/RTB tofu business made a profit in the July 2022 period of IDR 7,325,394,-. Based on the break-even point analysis in the ATB/RTB tofu business for July 2022, a break-even quantity of 69,935.8 pieces was obtained with break-even sales of Rp. 69,969,447,-. The results showed that the ATB/RTB tofu business was already above the break-even point. This research recommends that ATB/RTB tofu businesses improve the promotion method further so that all products offered are absorbed by the market and carry out financial records by good and correct accounting records. Keywords: Business Analysis, Tofu, Profile, Profit, Break-even Point INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil usaha tahu ATB/RTB yang meliputi gambaran umum usaha, aspek operasional, aspek pemasaran dan aspek keuangan serta mengetahui keuntungan dan titik impas usaha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus dan perhitungan keuangan menggunakan metode variable costing. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan pimpinan usaha tahu ATB/RTB serta literatur yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tahu ATB/RTB memperoleh keuntungan pada periode Juli 2022 sebesar Rp 7.325.394,-. Berdasarkan analisis titik impas pada usaha usaha tahu ATB/RTB periode Juli 2022, diperoleh impas kuantitas sebanyak 69.935,8 potong dengan impas penjualan Rp 69.969.447,-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha usaha tahu ATB/RTB sudah berada diatas titik impas. Disarankan kepada pihak usaha usaha tahu ATB/RTB lebih meningkatkan cara promosi agar semua produk yang ditawarkan terserap oleh pasar dan melakukan pencatatan keuangan sesuai dengan kaidah pencatatan akuntansi yang baik dan benar. Kata kunci: Analisis Usaha, Usaha Tahu, Profil, Keuntungan, Titik Impas
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK DAN HERITABILITAS PADA KARAKTER VEGETATIF CABAI RAWIT GENERASI PERTAMA (M1) HASIL IRRADIASI SINAR GAMMA Rima Margareta Retnyo Gumelar; Sri Kuning Retno Dewandini; Nailan Nabila; Amalia Nurul Huda
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3496

Abstract

Increasing production and yield quality of cayenne pepper can be done by assembling superior varieties through plant breeding programs. Information related to genetic diversity and heritability is very important for establishing a variety. This research aims to obtain information about genetic diversity and heritability values in the vegetative characters of the first generation (M1) cayenne pepper mutant genotype. The research was carried out from May to September 2023 at the Wedomartani Experimental Garden, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" Yogyakarta using 70 mutant genotypes (M1) and three comparison varieties, namely Ori 121, Kaliber, and Cempluk for a total of 73 genotypes. The experimental design used was an Augmented Design with a Randomized Complete Block Design (RCBD) as the environmental design. The results of the research show that the characteristics of stem diameter, petiole length and leaf length in cayenne pepper have extensive genetic diversity and have high heritability. These characters can be used as selection criteria because they are more influenced by genetic factors than environmental factors.Keywords: mutation, genetic diversity, heritability INTISARIPeningkatan produksi dan kualitas hasil pada cabai rawit dapat dilakukan dengan perakitan varietas unggul melalui program pemuliaan tanaman. Informasi terkait keragaman genetik dan heritabilitas sangat penting untuk perakitan suatu varietas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang keragaman genetik dan nilai heritabilitas pada karakter vegetatif genotipe mutan cabai rawit generasi pertama (M1). Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai September 2023 di Kebun Percobaan Wedomartani Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta menggunakan 70 genotipe mutan (M1) dan tiga varietas pembanding yaitu Ori 121, Kaliber, dan Cempluk sehingga total terdapat 73 genotipe. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Bersekat (Augmented Design) dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) sebagai rancangan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter diameter batang, panjang tangkai daun, dan panjang daun pada cabai rawit memiliki nilai keragaman genetik yang luas serta memiliki nilai heritabilitas tinggi. Karakter-karakter tersebut dapat dijadikan kriteria seleksi karena lebih banyak dipengaruhi oleh faktor genetik daripada faktor lingkungan. Kata kunci: mutasi, keragaman genetik, heritabilitas

Page 87 of 139 | Total Record : 1386