cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan
ISSN : 25988573     EISSN : 25991388     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2018)" : 10 Documents clear
Pendanaan Program Imunisasi Dasar di 71 Kabupaten/Kota di Indonesia Tahun 2013-2014 Anni Yulianti; Endang Indriasih
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.272 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v2i2.128

Abstract

Abstrak Imunisasi adalah suatu intervensi kesehatan yang hemat biaya dan efektif untuk mencegah penderitaan akibat penyakit, kelumpuhan dan kematian. Dukungan pendanaan diharapkan mampu meningkatkan cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).Tulisan ini merupakan hasil analisis data Riset Pembiayaan Kesehatan (RPK) di Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun 2015. Metode District Health Account (DHA) digunakan untuk menghitung pendanaan program imunisasi dasar di kabupaten/kota pada tahun 2013-2014 menurut sumber dan alokasi anggaran. Hasil analisis menunjukkan anggaran imunisasi dasar di 71 kabupaten/kota berkisar 0,10%–2,3% dari APBD Kesehatan Tahun 2013, dengan disparitas yang cukup lebar. Sumber utama pendanaan program imunisasi di kabupaten/kota adalah PAD, DAU, dekonsentrasi (Dekon) dan BOK atau masih tergantung dari dana transfer pusat. Pendanaan imunisasi nasional pada tahun 2014 meningkat secara bermakna mencapai sekitar 2,6 kali lipat dari tahun 2013. Pendanaan program imunisasi sekitar 90% didanai dari APBN, sisanya dari donor (terbesar dari GAVI). Komponen terbesar alokasi secara nasional adalah untuk pengadaan vaksin, pengenalan vaksin baru dan investasi. Sementara alokasi di kabupaten/kota (dana pendamping) sebagian besar dimanfaatkan untuk kegiatan pelayanan dan kurang dari 8% untuk surveilans dan pelatihan. Daerah dengan kapasitas fiskal tinggi tidak berarti memiliki anggaran imunisasi yang besar atau cakupan IDL yang tinggi. Direkomendasikan untuk mempertahankan kebijakan pendanaan imunisasi yang berbiaya tinggi (vaksin, kulkas vaksin, cold room) bersifat sentralistik dari APBN, sedangkan provinsi dan kabupaten/kota menyediakan anggaran untuk pelatihan, distribusi, vaksin carier beserta bahan habis pakai dan injection kit. Perlu crash program khusus dengan tambahan dana pendamping (operasional) dari APBN bagi kabupaten/kota yang tidak pernah berhasil mencapai IDL 80%. Perlu dikembangkan alternatif sumber pembiayaan untuk pendanaan imunisasi di kabupaten/kota, misalnya melalui dana kapitasi dan sektor swasta. Puskesmas harus memperbaiki dan meningkatkan kemampuan perencanaan dan belanja anggaran imunisasi yang efektif. Kata kunci: imunisasi, pembiayaan, District Health Account Abstract Immunization is an effective and efficient health intervention to prevent severe illness, disability and child deaths. Funding support is important in order to achieve targeted universal child immunization (UCI) at high coverage. An Analysis of 2015’s National Survey on Health Financing in the Implementation of National Health Insurance (JKN) was conducted by using District Health Account method to figure out the sources and budget allocation on routine immunization programs in 71 districts / cities in 2013-2014. The results shows that the routine Immunization budget varies from 0.10% to 2.3% of the 2013 APBD (district budget), with a wide disparity. The main sources of funding for immunization programs in districts/cities are PAD, DAU, Dekon and BOK, which were still depend on central transfer funds (APBN). National immunization funding in 2014 increased significantly by 2.6x from 2013. Sources for the routine immunization program was around 90% funded by APBN (central budget), the rest from donors (GAVI, WHO, Unicef). At national level, funding allocation was mostly for vaccines procurement, introduction of new vaccines and investments. While, allocations in districts / cities was mostly used for service delivery and less than 8% for surveillance and training. District/city with high fiscal capacity doesn’t significantly having a large immunization budget or high coverage. It is recommended to maintain centralistic mechanism on immunization funding for high-cost components (vaccine, vaccine refrigerator, cold room) by APBN; while the Province and District / City provide a budget for training, distribution, vaccines carrier along with consumables gods and injection kits adjusted by fiscal capacity and service demands. Special crash programs need to carry out with additional accompaniment fund source from the provincial or district budget for targeted areas which never reached 80% coverage. Other funding resources should be widely explored to examine alternatives budget, such as capitation (JKN), private fund. Puskesmas competency also should be improved on budget planning and effective purchasing. Keywords: immunization, financing, District Health Account
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien pada Pelayanan Kesehatan dengan Jamu di Rumah Riset Jamu Hortus Medicus Tawangmangu Tri Wahyuni Lestari; Nurhayati Nurhayati; Delima Delima; Cicih Opitasari; Hadi Siswoyo
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.528 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v2i2.129

Abstract

Abstrak Rumah Riset Jamu Hortus Medicus (RRJHM) berdasarkan Permenkes No.003/Menkes/Per/2010, merupakan klinik jamu yang melakukan kegiatan penelitian berbasis pelayanan. Sebagai bagian dari fasilitas penelitian berbasis pelayanan kesehatan, maka RRJHM terus meningkatkan kualitas pelayanannya agar senantiasa dapat memenuhi kebutuhan pasien. Salah satu aspek peningkatan mutu pelayanan adalah aspek kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional dan merupakan analisis lanjut dari data penelitian Model Pelayanan Kesehatan Tradisional tahun 2016. Subjek penelitian adalah pasien yang berobat di RRJHM pada saat penelitian berlangsung. Tujuan analisis untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien yang berobat ke RRJHM. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh responden merasa puas terhadap pelayanan di RRJHM. Namun, masih ada beberapa responden yang berpendapat tidak atau kurang puas terhadap beberapa aspek pelayanan seperti: pelayanan yang dapat diberikan dengan cepat, selalu menanyakan keluhan pasien, selalu memberikan kesempatan bertanya kepada pasien, memberikan informasi tentang penyakit, cara pengobatan/tindakan yang dilakukan, kontra indikasi dan efek samping yang mungkin terjadi secara jelas/mudah dimengerti, memberikan edukasi tentang pola hidup sehat (diet, aktivitas fisik), prosedur administrasi yang cepat, ruangan yang tertata bersih, rapi dan nyaman. Kata kunci: Kepuasan pasien, pelayanan kesehatan, jamu Abstract Based on Permenkes No.003/Menkes/Per/2010, Rumah Riset Jamu Hortus Medikus (RRJHM) is a jamu clinic that conducts service-based research activities. As part of the service based research facility, RRJHM continues to improve the quality of its services so that it can always fulfill the needs of patients. One aspect of improving the quality of service is the aspect of patient satisfaction. This cross-sectional descriptive study is an analysis of secondary data from the former research i.e.Traditional Health Service Model in 2016 that was conducted regarding patient satisfaction who visited at RRJHM. This study aims to determine the aspects of patient satisfaction at RRJHM. Data were analyzed descriptively. The results show that almost all respondents satisfied with the service at the RRJHM. However, there are still some respondents who are not satisfied with the service, especially in the aspect such as: the service is given quickly, always asks the patient’s complaint, always gives the opportunity to ask the patient, providing information about the disease, how the treatment/action is done, contra indications and side effects that may occur clearly/easily understood, providing education about healthy lifestyle (diet, physical activity), rapid administration procedures, clean, neat and comfortable room. Keywords: patient satisfaction, health service, herbal medicine
Sistem Kesehatan Jiwa di Indonesia: Tantangan untuk Memenuhi Kebutuhan Sri Idaiani; Edduwar Idul Riyadi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.314 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v2i2.134

Abstract

Abstrak Sistem kesehatan jiwa yang baik akan menghasilkan masyarakat Indonesia yang sehat jiwa dengan ketersediaan pelayanan kesehatan jiwa yang bermutu, merata, tanggap, efisien dan terjangkau. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan tinjauan sistem kesehatan jiwa di Indonesia beserta tantangannya. Studi ini merupakan kajian di bidang kesehatan jiwa. Informasi diperoleh melalui telaah kepustakaan, dokumen, curah pendapat, kunjungan ke lapangan dan wawancara terhadap pelaksana program jiwa. Hasil kajian memperlihatkan masih minimnya sumber daya kesehatan, pengeluaran biaya kesehatan yang masih rendah di Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga. Sistem informasi kesehatan juga belum memadai. Kelebihan yang dimiliki Indonesia adalah adanya obat psikotropika yang cukup variatif dalam daftar obat esensial, memiliki Undang-Undang Kesehatan Jiwa, dan beberapa Peraturan Menteri Kesehatan yang menyangkut kesehatan jiwa. Meskipun memiliki Undang-Undang Kesehatan Jiwa, namun belum tersedia perangkat hukum dibawahnya untuk melaksanakan Undang-Undang. Peran serta sektor lain serta upaya promotif dan preventif belum dirasakan. Kata kunci: sistem kesehatan jiwa, undang-undang kesehatan jiwa, sumber daya, sistem informasi, Indonesia Abstract A good mental health system will produce a healthy mental Indonesian community with the availability of good quality, equitable, responsive, efficient and affordable mental health services. This paper aims to provide a review of the mental health system in Indonesia and it challenges. This study is a review of mental health. Information is obtained through literatures and documents review, brainstorming, field visits and interviews with the implementers of the mental health program. The result shows that human resources, health expenditure are still minimal than neighbour countries. Health information system has not yet been adequate. The advantages of Indonesia are this country have adequate list of essential medicines, have a Mental Health Law and some Ministerial decree related to mental health. Although Indonesia has a Mental Health Law, but there has no legal devices available under the law to implement it. Other sector role’s and promotive, prevention program have not been felt. Keywords: mental health system, mental health law, resources, information system, Indonesia
Hubungan Antara Gastritis, Stres, dan Dukungan Suami Pasien dengan Sindrom Hiperemesis Gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Syahril Syamsuddin; Hariati Lestari; Andi Faisal Fachlevy
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.132 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v2i2.136

Abstract

Abstrak Salah satu komplikasi kehamilan yang mempengaruhi status kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin adalah hiperemesis gravidarum dimana kejadian ini dapat dideteksi dan dicegah pada masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gastritis, stres, dan dukungan suami dengan sindrom hiperemesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas Poasia kota Kendari tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan studi potong lintang. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 326 orang ibu hamil trimester I. Sampel dalam penelitian ini sebesar 74 ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Poasia kota Kendari. Metode pengambilan sampel dilakukan yaitu dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square diperoleh ρ value = 0,000 dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) menunjukan ada hubungan bermakna antara gastritis dengan sindrom hiperemesis gravidarum ρ value (0,380) > 0,001, ada hubungan bermakna antara stres dengan sindrom hiperemesis gravidarum ρ value (0,243) > 0,037, serta ada hubungan bermakna antara dukungan suami dengan sindrom hiperemesis gravidarum ρ value (0,411) > 0,000 di wilayah kerja Puskesmas Poasia kota Kendari Tahun 2015. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor stres, gastritis, dan dukungan suami memiliki hubungan signifikan dengan faktor kejadian hiperemesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kendari. Kata kunci: gastritis, stres, dukungan suami, sindrom hiperemesis gravidarum Abstract One of complications that effect the health status of mother and that growth of the fetus is hyperemesis gravidarum that actually can be detected and prevented during the pregnancy period. This reserach aims at finding out the correlation between gastritis, stress, and support of husband and hyperemesis syndrome gravidarumin working area of Puskesmas Poasia in Kendari Municipality in 2015. This is an analytical research by using cross sectional study approach. The populations of this research were 74 pregnant women in working area of Puskesmas Poasia in Kendari Municipality. The sample was taken by using total sampling technique and chi-square test was used to find out the result of statistical analysis and it was know that result of p value = 0,000 with the trust level of 95% (α = 0,05) shows that there is significant correlation between gastritis and hyperemesis syndrome gravidarum p value (0,380) > 0,001, there is significant correlation between getting stress and hyperemesis syndrome gravidarump value (0,234) > 0,001, and there is a significant correlation between the support of husband and hyperemesis syndrome gravidarum p value (0,411) > 0,000 in working area of Puskesmas Poasia in Kendari 2015. Based on the results of the study it can be concluded that stress factors, gastritis, and husband’s support have a significant relationship with the incidence of hyperemesis gravidarum in the working area of the Poasia Kendari Health Center. Keywords: gastritis, stress, husband’s support, hyperemesis gravidarum
Penelitian Perbedaan Tarif Riil dan INA-CBG’s Penyakit Talasemia di Ruang Perawatan Anak RSUP Sanglah Bali Tahun 2017 Anak Agung Made Wijaya Kusuma; Ketut Ariawati
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.261 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v2i2.171

Abstract

Abstrak Biaya pengobatan suportif seperti transfusi darah dan kelasi besi seumur hidup pada seorang pasien talasemia sangat besar. Hampir seluruh pasien talasemia di RSUP Sanglah Bali merupakan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang menggunakan sistem pola pembayaran Indonesia Case Based Groups (INA-CBG’s). Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan tarif biaya riil dan INA-CBG’s penyakit talasemia di ruang perawatan anak RSUP Sanglah Bali. Penelitian potong lintang menggunakan desain deskriptif, dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Desember 2017. Data dalam penelitian ini terdiri dari data karakteristik dan perbedaan antara tarif riil rumah sakit dengan tarif INA-CBGs penyakit talasemia di ruang perawatan anak RSUP Sanglah. Terdapat 313 kasus rawat inap dari 29 pasien talasemia yang diikutsertakan dalam penelitian. Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah mendapat nilai positif Rp 534.784.590 (21,8%) dari selisih total tarif paket INA CBG’s dengan total tarif riil rumah sakit pada tahun 2017. Terdapat perbedaan positif antara tarif riil rumah sakit dengan tarif sesuai INA CBG’s pada perawatan anak dengan talasemia di RSUP Sanglah, yang memberi keuntungan bagi pihak rumah sakit. Kata kunci: talasemia, asuransi, JKN, INA-CBG’s Abstract The cost of supportive treatment such as blood transfusion and lifelong iron chelation in thalassemia patient is very expensive. Almost all thalassemia patients at Sanglah Bali Hospital are participants of Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) who use Indonesia Case Based Groups (INA-CBG’s) payment system. The study was conducted to determine the discrepancy hospital and INA-CBG’s fare of Thalassemia disease at pediatric ward Sanglah Bali Hospital. Cross sectional study using descriptive design, conducted in January until December 2017. The data in this study consisted of data on the characteristics and differences between the hospitals real cost with INA-CBG’s fare in the child with Thalassemia disease at Sanglah Hospital. There were 313 inpatient cases of 29 thalassemia patients enrolled in the study. Sanglah Hospital received a positive value of Rp 534,784,590 (21.8%) from discrepancy of the INA CBG’s fare with the total real cost of hospitals in 2017. There is a positive discrepancy between hospital and INA-CBG’s fare of Thalassemia disease at pediatric ward which gives benefits to the hospital. Keywords: thalassemia, insurance, JKN, INA-CBG’s
Faktor yang Berpengaruh terhadap Pemanfaatan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Swasta Selma Siahaan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.058 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v2i2.183

Abstract

Abstrak Studi terhadap faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan fasyankes swasta dengan analisis lanjut terhadap data Riskesdas 2013 diikuti oleh studi kualitatif yaitu wawancara mendalam terhadap pengguna layanan rawat jalan di 7 fasilitas pelayanan kesehatan swasta masing-masing 5 orang di Kota Tangerang. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan fasyankes swasta. Kerangka konsep mengikuti kerangka Green L, yaitu melakukan penilaian terhadap faktor predisposing, enabling dan reinforcing. Hasilnya adalah faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan fasyankes swasta adalah usia, pekerjaan, kepemilikan asuransi dan untuk penyakit TB paru, diabetes, hepatitis dan hipertensi. Hasil studi kualitatif memperlihatkan faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan fasyankes swasta tidak berbeda dengan hasil analisis lanjut, yaitu: jarak (akses) dan kepemilikan asuransi kesehatan. Studi ini merekomendasikan bahwa pemerintah perlu intens mendorong peningkatan kualitas fasyankes baik fasyankes pemerintah maupun swasta agar sama-sama memenuhi ekspektasi dan kebutuhan masyarakat dan juga pengaturan, distribusi dan pembinaan terhadap fasyankes swasta. Kata kunci: fasyankes, rawat jalan, asuransi kesehatan, Riskesdas 2013 Abstract It has been conducted study about factors influencing the utilization of private health facilities by further analyses towards Riskesdas 2013 data and followed by qualitative study i.e in-depth interviewed on outpatients in 7 private health care facilities that 5 people respectively in Tangerang city. The aim of this study was to find out factors that influence significantly to the utilization of private health services facilities. Conceptual framework followed Green L concept that is assessment to predisposing, enabling dan reinforcing factors. The results was that ages, occupation and having health insurance were factors that influencing significantly to th the utilization. In addition, TB pulmonary, diabetes, hepatitis and hypertension diseases was also significant. The qualitative study showed factors that influence the utilization of private health services facilities were not far different with the results of further study of Riskesdas 2013 i.e. access (distance) and having health insurance. This study recommended that government should push intensively the improvement of quality health services in public and private health facilities to fulfilled expectation and need of people. In addition, the Government should also continuing to regulate and to guidance private health facilities. Keywords: health services facilities, outpatients, health insurance, Riskesdas 2013
Pengembangan Model Latihan Gerak Pasif-Aktif Terhadap Pelayanan Rehabilitatif Pasien Stroke Hemiplegia RSUD dan RSI Fatimah Kabupaten Cilacap Wahyu Wahid Muttaqin; Furqon Hidayatullah; Muchsin Doewes
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.103 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v2i2.276

Abstract

Abstrak Stroke merupakan gangguan fungsi saraf akut yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak. Efek dari penyakit ini tidak hanya berdampak pada pasien tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model latihan gerak pasif–aktif yang efektif terhadap peningkatan aktivitas fungsional anggota gerak yang mengalami kelumpuhan pada pasien stroke di RSUD Kabupaten Cilacap. Rancangan penelitian menggunakan eksperimen semu pada bulan Maret 2017. Subyek penelitian ini adalah pasien stroke berjumlah 40 orang, terdiri dari 20 pasien stroke rawat jalan di RSUD Cilacap sebagai kelompok coba dan 20 pasien stroke rawat jalan di RSI Fatimah Cilacap sebagai kelompok kontrol. Intervensi berupa latihan gerak pasif-aktif yang dikembangkan sebelumnya untuk meningkatkan aktivitas fungsional yang diukur dengan Indeks Barthel. Analisis data menggunakan uji t. Pengaruh latihan gerak pasif-aktif dengan menggunakan buku panduan dan audio visual latihan stroke terbukti efektif diterapkan dalam pelayanan rehabilitasi di fasilitas kesehatan, peningkatkan hasil aktivitas fungsional tersebut diukur mengunakan Indeks Barthel. Kata kunci: stroke, pasif-aktif, Indeks Barthel Abstract Stroke is acute nervous function disorder caused by brain circulatory disorders. The effects of this disease not only affect the patient but also the family and the surrounding environment. The purpose of this study was to develop an effective passive-active motion training model for increasing functional activity of limbs who experienced paralysis in stroke patients in Cilacap District Hospital. The research design used a quasi-experimental in March 2017. The subjects of this study were 40 stroke patients, consisting of 20 outpatient stroke patients in Cilacap Regional Hospital as the trial group and 20 outpatient stroke patients at Fatimah Cilacap Hospital as the control group. Interventions in the form of passive-active motion exercises that were developed previously to increase functional activity as identified by the Barthel Index. Data analysed using t test. The effect of passive-active motion examined by using a guide book and audio visual stroke exercises had effectively proved in rehabilitative health service facility, the improvement of functional activity results was examined using Barthel Index. Keywords: stroke, passive-active, Barthel Index
Implementasi Perawat dalam Pemenuhan Kebutuhan Aktivitas Sehari-hari Pasien Stroke di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan RS PKU Muhammadiyah Gamping Lia Nurul Latifah; Erfin Firmawati; Nur Chayati
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.207 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v2i2.493

Abstract

Abstrak Penderita stroke di Indonesia meningkat setiap tahun. Salah satu dampak stroke adalah terjadinya gangguan fungsi motorik yang mengakibatkan pasien stroke memerlukan bantuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari serta waktu perawatan yang cukup lama. Perawat berperan penting untuk meningkatkan kemandirian pasien, seperti mengkaji, membantu, dan mengajarkan aktivitas sehari-hari kepada keluarga dan pasien stroke sehingga pasien mampu memenuhi kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi perawat dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari pasien stroke di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Desain penelitian adalah penelitian potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan besar sampel 42 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner bentuk-bentuk implementasi perawat dengan skala Likert. Analisis data dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan implementasi perawat dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari pasien stroke, semua termasuk dalam kategori kurang, baik dalam mengkaji aktivitas sehari-hari (59,52%), membantu aktivitas sehari-hari (83,33%), maupun mengajarkan aktivitas sehari-hari pada keluarga dan pasien stroke (90,48%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi perawat dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari pasien stroke adalah kurang baik, baik dalam proses pengkajian maupun implementasi tindakan terhadap keluarga dan pasien stroke. Saran pada peneliti selanjutnya agar melakukan observasi tindakan perawat serta mengambil data dari pasien dan perawat untuk lebih menjamin keabsahan data. Kata kunci: pemenuhan ADL, perawat, stroke Abstract The number of stroke patients in Indonesia is increasing gradually. One of the effects of stroke was impaired of motor function that cause stroke patients required assistance in daily activity and long term care. The important role of nurses is to improve stroke patients independence, such as assessed, assisted, and taught stroke patient and their families so they could fulfill their own requirement This study aimed to describe of nursing implementation in stroke patients activity daily living (ADL) fulfillment at PKU Muhammadiyah Yogyakarta and PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. This research was a quantitative descriptive study. Fourty two subjects were recruited by accidental sampling method. The research instrument was a questionnaire with Likert Scale. Data were analyzed using descriptive statistics. As results, nursing implementation in ADL fulfillment showed poor category with details in assessing ADL (59,52%), assisting ADL (66,67%), and teaching ADL for stroke patient and their families (90,48%). This study concluded that nursing implementation in stroke patients ADL fulfillment was not good, either on assessing or doing intervention for stroke patient and their families. Future studies were suggested to observe nursing activity and get the data both from patients and nurses. Keywords: Activities of Daily Living fulfillment, nurse, stroke
Front Matter Vol. 2 No. 2 Agustus 2018 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.57 KB)

Abstract

Back Matter Vol. 2 No. 2 Agustus 2018 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.774 KB)

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 10