cover
Contact Name
Putri Nur Malasari
Contact Email
jpm@iainkudus.ac.id
Phone
+6285697918884
Journal Mail Official
putrinurmalasari@iainkudus.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/jmtk/about/editorialTeam
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
ISSN : 26153939     EISSN : 27231186     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/jpm.v3i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus) has number of P-ISSN 2615-3939 | E-ISSN 2723-1186, it is to provide the latest scientific articles based on Teaching and Learning, Instruction, Curriculum Development, Learning Environments, Teacher Education, Educational Technology, Educational Developments, from many kinds of research such as survey, Research and Development, Experimental Research, Classroom Action Research, etc. (See Focus and Scope). The articles are published twice a year and published by the Institut Agama Islam Negeri Kudus.
Articles 145 Documents
Developing IT-Based Mathematics Learning TAPPS Model to Improve High School Student’s Problem-Solving Skills Rif'an, Muhamad Ghoni
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i1.16469

Abstract

Mathematical problem-solving skill is a student skill in order to be able to use mathematical activities to answer questions in mathematics, problems in other sciences and problems in everyday life. Three-dimensional space as a part closely related to everyday life cannot be separated. The objective is to develop IT-Based TAPPS model learning tool to  improve student’s three-dimensional geometric subject  problem-solving skill using IT-Based TAPPS Model. The research method is research and development using Thiagarajan paradigm to define, design and develop steps. Three representative classes from MAN 01 Kudus are the samples for the research. The research of learning, motivation, abilities, procedures, teacher and pupil reaction, and problem-solving skill are the variables. The data are collected using validation sheets, tests, questionnaires, observation, and problem solving soft-skill test sheet (all in succession). The research is genuine showing the average scores based on syllabus, lesson plans, student books, student worksheets, and problem solving soft-skill test in the range of 1– 5.  The values are 4.5, 4.44, 3.8, 4.38, and 4.38. The learning process is practical learning process. It is signed by the positive responses from both students and teachers. The effect of the students' skills and motivation on problem-solving efficiency is 60.5%. The average score of the test's result for problem-solving skill is 83.78. It is more than the passing grade of 70. The result shows that in average, IT-Based TAPPS Model is more effective to solve problems than ekspository approache. The research is judged to be reliable, efficient and applicable.Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah suatu keterampilan pada diri peserta didik agar mampu menggunakan kegiatan matematik untuk memecahkan masalah dalam matematika, masalah dalam ilmu lain dan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan ruang dimensi tiga merupakan bagian yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran Model TAPPS berbasis IT untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada materi dimensi tiga. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Thiagarajan, yang terdiri atas tahap pendefinisian, tahap perancangan, dan tahap pengembangan. Penelitian dilakukan di MAN 01 Kudus pada tiga kelas sampel penelitian. Variabel penelitian meliputi perangkat pembelajaran, motivasi, keterampilan proses, respon guru dan siswa, dan kemampuan pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data (berturut-turut) menggunakan lembar validasi, tes, angket, observasi, dan lembar TKPM. Hasil penelitian menunjukan rataan nilai silabus, RPP, buku siswa, LKS, dan TKPM berturut-turut dalam rentang 1-5 adalah 4,5; 4,44; 3,8; 4,38 dan 4,38 sehingga perangkat pembelajaran tergolong valid. Respon positif ditunjukkan oleh siswa dan guru terhadap pembelajaran, yang mengindikasikan perangkat pembelajaran praktis. Kemampuan pemecahan masalah meningkat. Motivasi dan keterampilan proses siswa berpengaruh sebesar 60,1% terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Rataan hasil tes kemampuan pemecahan masalah 83,78 melebihi batas KKM 70, sehingga rataan kemampuan pemecahan masalah yang belajar menggunakan TAPPS berbasis IT lebih baik dari rata-rata kemampuan pemecahan masalah yang menggunakan metode ekspository. Dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran valid, praktis, dan efektif dan dapat diterapkan.
Developing Android-Based Transformational Geometry E-Module Using Adobe Animate CC Auliya, Nanang Nabhar Fakhri; Zulfikri, Ahmad
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i1.19944

Abstract

This research aims to develop android-based Transformational Geometry e-module teaching material meeting the media eligibility criterion so that it can be implemented as teaching materials for the Transformational Geometry lecture. The research method is Research and Development referring to one of models or learning system design approaches namely the ADDIE model that has been developed by Raiser and Mollenda in the 1990s consisting five stages including analysis, design, development, implementation, and evaluation (feedback). The research subjects involved are two media experts, two teaching materials experts, and thirty 5th semester students of Mathematics Education, IAIN Kudus. The results show that the media experts obtain a total score of 159 with an average score of 79,5 and categorized as “proper”. Based on validation result, the teaching material experts obtain a total score of 166 with an average score of 83 and categorized as “very proper”.  Meanwhile, based on limited and large-scale trials, the total score is 434 with an average score of 86,8 having “very proper” category and 1941 with an average score of 77,64 having “proper” category. Thus, it can be concluded that the android-based Transformational Geometry e-module is suitable to be implemented in learning process in and outside the classroom. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar e-module Geometri Transformasi berbasis android yang memenuhi kriteria kelayakan media agar dapat diimplementasikan sebagai bahan ajar mata kuliah Geometri Transformasi. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah metode Research and Development yang mengacu pada salah satau model atau pendekatan desain sistem pembelajaran yaitu model ADDIE yang telah dikembangkan oleh Raiser & Mollenda pada tahun 1990-an, yang terdiri dari 5 (lima) tahap meliputi Analysis (analisis), Design (desain atau perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi atau eksekusi), Evaluation (evaluasi atau umpan balik). Subjek uji coba yang terlibat adalah dua orang ahli media, dua orang ahli materi, dan mahasiswa semester 5 program studi Tadris Matematika IAIN Kudus yang berjumlah 30 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahawa ahli media yaitu memperoleh jumlah skor 159 dengan skor rata-rata 79,5, yang termasuk pada kategori “Layak”. Hasil validasi ahli materi memperoleh jumlah skor 166 dengan skor rata-rata 83, yang termasuk pada kategori “Sangat Layak”. Sedangkan pada uji coba terbatas dan uji coba skala besar memperoleh jumlah skor keseluruhan sebesar 434 dengan rerata skor 86,8 dengan kategori “Sangat Layak” dan 1941 dengan rerata skor 77,64 dengan kategori “Layak”. Maka, hal tersebut dapat diambil keputusan bahwa e-module Geometri Transformasi berbasis android layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas.
Implementation of K-Means to Classify Poverty Based on Housing Characteristics in Central Java in 2021 Setyaningsih, Laras Indah; Wulandari, Anjelina Rafika; Arum, Prizka Rismawati
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i1.19529

Abstract

Poverty is a condition in which a person's inability to meet basic needs such as food, clothing, shelter, and education so that he is unable to guarantee his own survival. To support the successful implementation of development programs, especially those aimed at reducing poverty, grouping districts/cities using cluster analysis can be assisted. Cluster analysis can be carried out to identify how the poverty rate is based on housing characteristics in Central Java which can be taken into consideration so that development programs are more targeted. Cluster analysis is a grouping method in which a group has the same characteristics, while between groups have different characteristics. K-means is one of the algorithms in data mining that can be used for grouping/clustering. The purpose of this study was to determine the classification of poverty in Central Java districts/cities based on housing indicators which include the floor area of the house, building materials for the widest floor, sources of drinking water, main building materials for roofs, and main fuel for cooking. This study yielded three clusters, with cluster 1 consisting of 22 districts and cities, cluster 2 consisting of 5 districts and cities, and cluster 3 consisting of 8 districts and cities. Cluster 1 grouping indicators were based on the sources of drinking water and the type of fuel used for cooking, cluster 2 grouping indicators were based on the size of the house's floor plan, and cluster 3 grouping indicators were based on the materials used to construct the house's widest floor and its main roof. Kemiskinan merupakan kondisi dimana ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, papan dan pendidikan sehingga tidak mampu menjamin kelangsungan hidupnya sendiri. Untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan program-program pembangunan, khususnya yang ditujukan untuk mengurangi kemiskinan dapat dibantu dengan mengelompokkan kabupaten/kota dengan analisis cluster. Analisis cluster dapat dilakukan untuk mengenali bagaimana tingkat kemiskinan berdasarkan karakteristik perumahan di Jawa Tengah yang dapat dijadikan pertimbangan agar program-program pembangunan lebih tepat sasaran. Analisis cluster merupakan suatu metode pengelompokan dimana dalam suatu kelompok mempunyai karakteristik yang sama, sedangkan antar kelompok mempunyai karakteristik yang berbeda. K-means merupakan salah satu algoritma dalam data mining yang dapat digunakan untuk mengelompokkan/clustering. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengelompokan kemiskinan Kabupaten/Kota Jawa Tengah berdasarkan indikator perumahan yang meliputi luas lantai rumah, bahan bangunan untuk lantai terluas, sumber air minum, bahan bangunan utama untuk atap rumah, dan bahan bakar utama untuk memasak. Penelitian ini menghasilkan 3 cluster dengan cluster 1 memiliki anggota 22 Kabupaten/Kota, cluster 2 memiliki anggota 5 Kabupaten/ Kota, cluster 3 memiliki anggota 8 Kabupaten/Kota. Indikator pengelompokkan cluster 1 didasarkan kepada sumber air minum dan bahan bakar untuk memasak yang digunakan, indikator pengelompokan cluster 2 didasarkan kepada luas lantai rumah, sedangkan indikator pengelompokkan cluster 3 didasarkan kepada bahan bangunan untuk lantai terluas dan bahan bangunan utama untuk atap rumah.
Student’s Numerical Skills in Solving Mathematical Problems on Numbers Subject in Maksuba Cake Context Putri, Debi Suci; Zulkardi, Zulkardi; Susanti, Ely
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i1.17622

Abstract

Numeration is not only useful in solving math problems, but also in everyday life. One of problems that can be found related to numeration is Palembang’s special cake called Maksuba. The purpose of the research is to describe student’s numeracy competence for numbers subject in Maksuba cake context. The research type is descriptive research having research subject of 3 grade V elementary school students in the odd semester. The data collected in this research are obtained through written test and interview. Descriptive analysis technique is implemented to analyze the data obtained. In the written test, 2 questions are given in Maksuba cake context. The indicators that often appear are applying several types of symbols and numbers related to basic mathematical subject to solve a problem in several types of contexts, problems that occur in everyday life and conducting analysis of the information shown in several forms (diagrams, charts, tables, and graphs). While, the indicators commonly unseen are interpreting on the resulted analysis in order to make a prediction and determining of a decision making. By implementing Maksuba cake context, the result shows that two out of three students answer the question correctly even though the questions are uncommon. Numerasi tidak hanya berguna dalam memecahkan masalah yang ada pada matematika saja, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari yang ada pada sekitar siswa. Salah satu masalah yang bisa ditemukan berkaitan dengan numerasi yaitu kue maksuba khas Kota Palembang yang telah lama dikenal dikalangan masyarakat Kota Palembang. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu mendeskripsikan kompetensi numerasi siswa dalam materi bilangan konteks Kue Maksuba. Dalam penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitiannya dengan berupa 3 orang siswa kelas V SD. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan melakukan tes dan wawancara. Kemudian untuk menganalisa data yang diperoleh dari hasil pengumpulan data dilakukannya teknik analisa deskriptif. Pada tes, diberikan 2 permasalahan dengan menggunakan konteks Kue Maksuba. Indikator yang sering muncul adalah menerapkan beberapa jenis simbol dan angka yang berhubungan pada materi matematika dasar guna penyelesaian sebuah permasalahan dalam beberapa jenis konteks masalah yang terjadi dalam kehidupan dan melakukan analisa mengenai informasi yang ditunjukkan dalam beberapa bentuk (diagram, bagan, tabel, grafik, dll). Sedangkan indikator yang jarang terlihat yaitu melakukan penafsiran terhadap analisis yang dihasilkan guna melakukan sebuah prediksi dan penentuan pengambilan sebuah keputusan. Dengan menggunakan konteks kue maksuba hasilnya dua dari tiga siswa dapat menjawab soal tersebut meskipun soal tersebut merupakan soal non rutin.
Computational Thinking in Solving Arithmetic Sequences Problems for Slow Learners: Single Subject Research Zulfa, Faradina Nilam; Andriyani, Andriyani
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i1.20406

Abstract

The importance of mathematical problem-solving skill shows that it is very important to develop it as an integrated part of learning mathematics process. However, some prior research results show that students' problem-solving skill is still relatively low, especially for slow learners. The students as slow learners require external stimulation or encouragement to help them to simplify complex problems into simple one. One of stimulations or encouragements is a computational thinking technique. The computational thinking technique in this research includes four principles namely decomposition, abstraction, pattern recognition, and algorithms. This research aims to determine the use of computational thinking for slow learners in solving problems related to arithmetic sequences. The method used in this research is single-subject research having two students as research subjects in one group. The data collection techniques include observation and students’ test results and the data analysis techniques used are within-conditions analysis and between-conditions analysis with an A-B research design. The A-B research design is one of designs in Single Subject Research (SSR) method, with A as the baseline phase and B as the intervention phase. The results show that in the baseline phase, the students receive a final score in the range of 20 to 30 and in the intervention phase, after being given a computational thinking technique as a treatment, students' final scores increase to the range of 50 to 60. This shows that there is positive effect using computational thinking technique for slow learners in solving arithmetic sequences problems. Pentingnya peran pemecahan masalah matematika menunjukkan perlunya mengembangkan kemampuan tersebut sebagai bagian integral dari pembelajaran matematika. Namun, beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa masih terbilang rendah, terkhusus siswa lamban belajar. Keterbatasan siswa lamban belajar memerlukan rangsangan atau dorongan dari luar untuk membantu siswa lamban belajar menyederhanakan permasalahan yang kompleks menjadi beberapa masalah sederhana, seperti pendekatan berpikir komputasional. Pendekatan berpikir komputasi dalam penelitian ini mencakup empat prinsip, yakni dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola dan algoritma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran berpikir komputasi untuk siswa lamban belajar dalam menyelesaikan permasalahan terkait barisan aritmetika. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research dimana subyek dalam penelitian ini adalah dua siswa dalam satu kelompok. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan hasil tes siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi dengan desain penelitian A-B. Desain penelitian A-B merupakan salah satu desain dari Single Subject Research (SSR) dengan A sebagai fase baseline dan B sebagai fase intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase baseline, subjek mendapatkan skor akhir pada kisaran 20 hingga 30, dan pada fase intervensi, setelah diberikan perlakuan berupa pendekatan berpikir komputasi, skor akhir siswa meningkat menjadi dalam rentang 50 sampai 60. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan berpikir komputasi berpengaruh positif terhadap pemecahan masalah siswa lamban belajar terkait barisan aritmatika.
Developing Transformation Geometry Learning Media Integrated with The Architecture of Menara Kudus Mosque through an Articulate Storyline Auliya, Nanang Nabhar Fakhri; Wahyuni, Fina Tri
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i1.26218

Abstract

The objectives of this research are: 1) developing transformation geometry learning media integrated with the architecture of menara kudus mosque through articulate storyline; 2) knowing the feasibility of transformation geometry learning media integrated with the architecture of menara kudus mosque through articulate storyline. The research method used is the Research and Development (R & D) method with the ADDIE model stands for Analysis, Design, Development, Implementation  ,  Evaluation (evaluation/feedback). The results of this study were obtained, including: 1) the process of developing this learning media utilize several stages: a) analysis, conducting analysis of the mathematical lesson plan (in Indonesia called Rencana Pembelajaran Semester/ RPS), student needs, and characteristics; b) designing, planning mathematical topics structure, making flowcharts, preparing and evaluating mathematical topics, preparing a grid of media feasibility assessment instruments, media selection, media display planning stages; c) development, making applications in accordance with flowchat, media display plans and feasibility assessments to expert of learning media and mathematical content; d) implementation, conducting feasibility assessments to users (students). e)evaluation, revising the results of user assessment. 2) the results of the feasibility assessment of learning applications by expert of mathematical content obtained a percentage of 83% with eligibility criteria. The results of the assessment by expert of learning media were obtained 79.5% with feasible criteria.  The results of the assessment by users  (students) in the small group obtained 79.2% in the feasible category and in the large group obtained 76.83% in the feasible category. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu: 1) mengembangkan aplikasi pembelajaran geometri transformasi terintegrasi arsitektur Masjid Menara Kudus berbantuan articulate storyline bagi mahasiswa tadris matematika; 2) mengetahui kelayakan aplikasi pembelajaran gemetri transformasi terintegrasi arsitektur Masjid Menara Kudus berbantuan articulate storyline bagi mahasiswa tadris matematika. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE singkatan dari Analysis (analisis), Design (desain/perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi/eksekusi), Evaluation (evaluasi/umpan balik). Diperoleh hasil penelitian dan pengembangan yaitu: 1) proses pengembangan aplikasi pembelajaran geometri-transformasi terintegrasi arsitektur Masjid Menara Kudus” berbantuan articulate storyline  dikembangkan dengan tahapan: a) analisis, melakukan analisis mencakup pemahaman materi, RPS, kebutuhan dan karakteristik mahasiswa; b) perancangan, melakukan perencanaan struktur materi, pembuatan flowchart, penyusunan dan evaluasi materi, penyusunan kisi-kisi instrumen penilaian kelayakan media, pemilihan media, tahap perencanaan tampilan media; c) pengembangan, membuat aplikasi sesuai dengan flowchat, rencana tampilan media dan penilaian kelayakan kepada ahli media, materi; d) implementasi, melakukan penilaian kelayakan kepada user (mahasiswa). e) evaluasi, melakukan revisi dari hasil penilaian user. 2) hasil penilaian kelayakan aplikasi pembelajaran oleh ahli materi diperoleh persentase sebesar 83% dengan kriteria layak. Hasil penilaian oleh ahli media diperoleh 79,5% dengan kriteria layak.  Hasil penilaian oleh user (mahasiswa) pada kelompok kecil diperoleh 79,2% dengan kategori layak dan pada kelompok besar didapatkan 76,83% dalam kategori layak.
Analysis of Case-Based Learning Assisted by Math Song Media on Students' Mathematical Literacy Dhiyazzahra, Daffani Putri; Ubaidah, Nila; Maharani, Hevy Risqi
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i2.22230

Abstract

The 2018 PISA results show that Indonesia ranked 74th out of 79 participating countries. The rationale behind this lies in the fact that students are unaccustomed to engaging with mathematical literacy questions, particularly those concerning two-dimensional geometric shapes. Furthermore, the instructional model employed does not yet adhere to a student-centred approach. The study aimed to analyze and determine the effectiveness of case-based learning assisted by math song media on students' mathematical literacy in the material of geometric shapes of cubes and blocks at State MTs Negeri 2 Semarang City. The research method was a mixed method-exploratory sequential design. The population was all students of class VIII MTs Negeri 2 Semarang City. The sampling technique was purposive sampling, with 32 students of class 8th grade B as the sample. The research instruments included observation sheets, questionnaires, interview guides, and mathematical literacy tests. Qualitative data analysis techniques were data reduction, data presentation, and conclusion and quantitatively using the normality test, Paired Sample t-test, and N-Gain test. The percentage of students interested in learning was 78.4%, and the teacher's response questionnaire was perfect, 88.9%. The acquisition of the Paired Sample t-test was Sig. (2-tailed) 0.000 means 0.000 <0.05 Ha accepted; in conclusion, there is a difference in mathematical literacy's pre-test and post-test averages, increasing from 53.06 to 86.34. The N-Gain test results obtained 0.7 with a percentage of 65.1% in the category of quite effective. Applying this learning, students are involved in learning and trained to analyze the case's problems critically. Hasil PISA 2018 menunjukkan peringkat ke 74 dari 79 negara partisipan. Penyebabnya siswa tidak dibiasakan mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan literasi matematika khususnya pada materi bangun ruang sisi datar dan model pembelajaran yang digunakan belum bersifat student center. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan mengetahui keefektifan case-based learning berbantuan media lagu matematika terhadap literasi matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar kubus dan balok di MTs Negeri 2 Kota Semarang. Metode penelitian adalah mixed method-exploratory sequential design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan sampel yang digunakan adalah 32 siswa kelas VIII B. Instrumen penelitian yaitu lembar observasi, angket, pedoman wawancara, dan tes literasi matematis. Teknik analisis data kualitatif adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan kuantitatif menggunakan uji normalitas, Paired Sample t-Test, dan uji N-Gain. Siswa tertarik dengan pembelajaran, persentase 78,4% dan angket respon guru sangat baik, persentase 88,9%.  Perolehan Paired Sample t-Test yaitu Sig. (2-tailed) 0,000 artinya 0,000 < 0,05 maka  diterima, simpulannya ada perbedaan rata-rata pre-test dan post-test literasi matematis meningkat dari 53,06 sampai 86,34. Hasil uji N-Gain diperoleh 0,7 dengan persentase sebesar 65,1% dengan kategori cukup efektif. Penerapan pembelajaran membuat siswa terlibat dalam pembelajaran dan siswa terlatih untuk menganalisis kritis terhadap persoalan dalam kasus.
Developing LEGAMAT on Geometric Distribution: A Teaching Tools for Understanding Mathematics Concept Cahyaningsih, Desi; Khairunnisa, Alya; Safitri, Azzahra Indah; Kholifah, Nur; Jumrotin, Resti; Rani, Rondiah Novi; Putri, Ratu Ilma Indra; Sari, Novita; Sukma, Yovika
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i1.26085

Abstract

The traditional approach to teaching geometric distributions, which focuses on proving theorems, makes it difficult for students to apply the concept in everyday life. Moreover, the content delivered by the teacher is challenging for students to understand.  Therefore, developing learning media to increase student interest and understanding of the concept was necessary. In response to these challenges, the researchers developed 'Lempar Gelang Matematika (LEGAMAT)', a set of teaching tools for geometric distributions, accompanied by a student worksheet. Consequently, this study aimed to produce valid and practical teaching tools. This study employed a design research method with two stages: the preliminary stage (preparation and design stage of teaching tools and Student Worksheet) and the formative evaluation stage (evaluation and revision stage). The participants of this research were nine pre-service teachers. The data were collected by walkthrough, observation, and interview. The collected data was analyzed qualitatively. Based on the results of expert judgments and trials at the one-to-one stage, it was found that the set of LEGAMAT teaching tools was valid in media appearance aspects, easiness aspects, aesthetic aspects, and usage requirements aspects. It is practical to be used by students based on the observation in the small group stage. The researchers suggested that further studies continue until the field test stage to determine the effectiveness of the teaching tools. Additionally, they recommended developing other teaching tools related to geometric distribution topics. Proses pembelajaran distribusi geometri, yang biasanya terbatas pada pembuktian teorema, membuat siswa sulit ketika konsep tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, materi yang disampaikan oleh guru sulit untuk dipahami oleh siswa. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan media pembelajaran untuk menambah minat belajar serta membantu siswa memahami materi pembelajaran tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengembangkan media pembelajaran berupa Alat Peraga yaitu Lempar Gelang Matematika (LEGAMAT) dengan Lembar Kerja Peserta Didik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan alat peraga yang valid dan praktis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Design Research tipe Development Study yang terdiri dari dua tahap yaitu tahap pendahuluan (tahap persiapan dan perancangan alat peraga dan Lembar Kerja Peserta Didik) dan tahap evaluasi formatif (tahap evaluasi dan revisi). Adapun subjek dari penelitian ini adalah 9 orang mahasiswa calon guru. Pengumpulan data dilakukan dengan cara walkthrough, observasi, dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil expert judgement dan uji coba tahap one-to-one diperoleh hasil bahwa seperangkat ajar LEGAMAT valid baik isi, konstruk, dan bahasa. Seperangkat alat ini praktis digunakan oleh mahasiswa calon guru berdasarkan observasi pada tahap kelompok kecil. Peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya melanjutkan penelitian hingga tahap field test, sehingga dapat mengetahui keefektifan perangkat pengajaran dalam proses pembelajaran. Peneliti juga menyarankan untuk mengembangkan perangkat pengajaran lain yang berkaitan dengan topik sebaran geometri.
The Effectiveness of Learning Media Exhibitions Through Project-Based Learning (PjBl) to Improve the Creativity Skills of Prospective Mathematics Teachers Maharani, Rizqona; Lestari, Mulyaningrum; Abd Rauf, Rose Amnah; Hargrove, Benjamin Michael; Chong, Seng Tong; Listiani, Tanti; Exacta, Annisa Prima
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i2.22674

Abstract

Prospective mathematics teachers in the IAIN Kudus mathematics education study program have not demonstrated maximum creative behaviour when developing learning media. Learning media exhibitions through project-based learning (PjBL) enable prospective teachers to interact directly (facilitate discussions)/be engaged authentically, explore critically, be innovative, elaborative, collaborative, and original, and gain challenging cognitive experiences so that their creativity increases. To determine the effectiveness of media exhibitions through PjBL on increasing the creativity of prospective mathematics teachers, a quasi-experimental approach was carried out on students (n=50) in the fifth semester of the 2022/2023 academic year of the IAIN Kudus mathematics education study program taken using cluster random sampling techniques. After applying this model and carrying out a paired t-test, there was a statistically significant difference between the mean of creativity of prospective mathematics teachers before and after implementing the PjBL model and exhibition activity. Meanwhile, the effectiveness of the improvement is 0.48 in the medium category. This means that the learning media exhibition through PjBL is effective in increasing the creativity of prospective teachers. Media exhibition activities through project-based learning can be a valuable and sustainable educational program to foster the creativity of prospective teachers majoring in mathematics education. Calon guru matematika pada program studi pendidikan matematika IAIN Kudus belum menunjukkan perilaku kreatif yang maksimal dalam mengembangkan media pembelajaran. Pameran media pembelajaran melalui pembelajaran berbasis proyek (PjBL) memungkinkan calon guru berinteraksi langsung (memfasilitasi diskusi)/terlibat secara autentik, bereksplorasi secara kritis, inovatif, elaboratif, kolaboratif dan orisinal, serta memperoleh pengalaman kognitif yang menantang sehingga kreativitasnya meningkat. Untuk mengetahui efektivitas pameran media melalui PjBL terhadap peningkatan kreativitas calon guru matematika, dilakukan pendekatan kuasi eksperimen pada siswa (n=50) semester V tahun pelajaran 2022/2023 pendidikan matematika IAIN Kudus program studi yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Setelah diterapkan model tersebut dan dilakukan uji t berpasangan, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata kreativitas calon guru matematika sebelum dan sesudah penerapan model PjBL dan kegiatan pameran. Sedangkan efektivitas peningkatannya sebesar 0,48 dengan kategori sedang. Artinya pameran media pembelajaran melalui PjBL efektif meningkatkan kreativitas calon guru. Kegiatan pameran media melalui pembelajaran berbasis proyek dapat menjadi program pendidikan yang bernilai dan berkelanjutan untuk menumbuhkan kreativitas calon guru jurusan pendidikan matematika.
Does E-Worksheet Based on Tri-N Principles Give Support to Improve Students' Ability to Think Critically and Creatively? Latifah, Dyah Ayu Retno Budi; Widodo, Sri Adi; Istiqomah, Istiqomah; Perbowo, Krisna Satrio
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i1.26054

Abstract

The rationale of this study was students' critical and creative thinking skills in learning mathematics are still low. Many strategies to improve those abilities, one of the strategies is using e-worksheets. This research aims to explore the effect of e-worksheets based on Tri-N Principles give support to improve the creative and critical thinking ability of students in learning mathematics. Tri-N was chosen since one of Ki Hajar Dewantara's principles, including Niteni, Nirokke, and Nambahi. These principles have provided support to improve the creative and critical thinking ability of students in learning. An experimental method with a posttest-only design type was used in this research. The random cluster was used to take a research sample of 52 students from the Junior High School of Pembangunan Piyungan in two classes. The instrument used is a mathematical test in the form of a description which aims to measure students' mathematical critical and creative thinking abilities. The hypothesis test uses multivariate analysis because this study has two dependent variables. The results revealed that the calculated F is  with a significance coefficient of .000. For this reason, it can be concluded that e-worksheets based on Tri-N principles improve critical and creative thinking skills. So, e-worksheets based on Tri-N principles can be used as an alternative to improve the creative and critical thinking ability of students in learning mathematics. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa masih belum optimal. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dua kemampuan tersebut, diantaranya menggunakan e-worksheet pada pembelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh e-worksheet berbasis Tri N terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa pada pembelajaran matematika. Dipilihnya Tri-N karena salah satu ajaran Ki Hajar Dewantara ini yang dapat menuntun siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif dan pemahaman konsep melalui kegiatan Niteni, Nirokke, Nambahi. Metode eksperimen dengan tipe posttest only design digunakan pada penelitian ini. Random cluster digunakan untuk mengambil sampel penelitian dengan ukuran 52 siswa SMP Pembangunan Piyungan yang tergabung dalam dua kelas. Instrumen yang digunakan adalah tes matematika berbentuk uraian yang bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa. Uji hipotesis menggunakan analisis multivariat karena penelitian ini memiliki dua variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F hitung sebesar  dengan koefisien signifikansi sebesar . Untuk itu dapat disimpulkan bahwa e-worksheet berbasis Tri-N meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif daripada bahan ajar e-worksheet biasa. Berkaitan dengan ini bahan ajar e-worksheet berbasis Tri-N dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa SMP.

Page 11 of 15 | Total Record : 145