cover
Contact Name
Putri Nur Malasari
Contact Email
jpm@iainkudus.ac.id
Phone
+6285697918884
Journal Mail Official
putrinurmalasari@iainkudus.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/jmtk/about/editorialTeam
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
ISSN : 26153939     EISSN : 27231186     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/jpm.v3i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus) has number of P-ISSN 2615-3939 | E-ISSN 2723-1186, it is to provide the latest scientific articles based on Teaching and Learning, Instruction, Curriculum Development, Learning Environments, Teacher Education, Educational Technology, Educational Developments, from many kinds of research such as survey, Research and Development, Experimental Research, Classroom Action Research, etc. (See Focus and Scope). The articles are published twice a year and published by the Institut Agama Islam Negeri Kudus.
Articles 109 Documents
Does E-Worksheet Based on Tri-N Principles Give Support to Improve Students' Ability to Think Critically and Creatively? Latifah, Dyah Ayu Retno Budi; Widodo, Sri Adi; Istiqomah, Istiqomah; Perbowo, Krisna Satrio
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i1.26054

Abstract

The rationale of this study was students' critical and creative thinking skills in learning mathematics are still low. Many strategies to improve those abilities, one of the strategies is using e-worksheets. This research aims to explore the effect of e-worksheets based on Tri-N Principles give support to improve the creative and critical thinking ability of students in learning mathematics. Tri-N was chosen since one of Ki Hajar Dewantara's principles, including Niteni, Nirokke, and Nambahi. These principles have provided support to improve the creative and critical thinking ability of students in learning. An experimental method with a posttest-only design type was used in this research. The random cluster was used to take a research sample of 52 students from the Junior High School of Pembangunan Piyungan in two classes. The instrument used is a mathematical test in the form of a description which aims to measure students' mathematical critical and creative thinking abilities. The hypothesis test uses multivariate analysis because this study has two dependent variables. The results revealed that the calculated F is  with a significance coefficient of .000. For this reason, it can be concluded that e-worksheets based on Tri-N principles improve critical and creative thinking skills. So, e-worksheets based on Tri-N principles can be used as an alternative to improve the creative and critical thinking ability of students in learning mathematics. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa masih belum optimal. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dua kemampuan tersebut, diantaranya menggunakan e-worksheet pada pembelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh e-worksheet berbasis Tri N terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa pada pembelajaran matematika. Dipilihnya Tri-N karena salah satu ajaran Ki Hajar Dewantara ini yang dapat menuntun siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif dan pemahaman konsep melalui kegiatan Niteni, Nirokke, Nambahi. Metode eksperimen dengan tipe posttest only design digunakan pada penelitian ini. Random cluster digunakan untuk mengambil sampel penelitian dengan ukuran 52 siswa SMP Pembangunan Piyungan yang tergabung dalam dua kelas. Instrumen yang digunakan adalah tes matematika berbentuk uraian yang bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa. Uji hipotesis menggunakan analisis multivariat karena penelitian ini memiliki dua variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F hitung sebesar  dengan koefisien signifikansi sebesar . Untuk itu dapat disimpulkan bahwa e-worksheet berbasis Tri-N meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif daripada bahan ajar e-worksheet biasa. Berkaitan dengan ini bahan ajar e-worksheet berbasis Tri-N dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa SMP.
Application of Discovery Learning and Inquiry Learning Model in Improving Students’ Mathematical Literacy Skills Putri, Yoshi Ivana; Fakhriyana, Dina
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i2.22001

Abstract

The OECD-PISA results state that the mathematical literacy ability of students in Indonesia is relatively low. The aims of this study were: 1) To find out the increase in mathematical literacy skills by applying the Discovery Learning model, 2) To find out the increase in mathematical literacy skills by applying the Inquiry Learning model, 3) To find out whether mathematical literacy skills are increased by the application of the Discovery Learning model rather than Inquiry Learning.  This study utilized a quantitative approach.  The sampling technique was purposive sampling with two experimental groups in eighth-grade SMPN 1 Bae Kudus.  The experimental group I applied the Discovery Learning model and the experimental group II applied the Inquiry Learning model. The data analysis technique used the t-test and the Mann-Whitney U test. The results of this study were: 1) The t-test has given a significance level of 0,00 < 0,05. This means that there was a significant increase in the mathematical literacy skills of students in the experimental group I after the application of the Discovery Learning model with an increase in N-gain of 71%, 2) The t-test has given a significance level of 0,00 < 0,05.  This means that there was an increase in the mathematical literacy skills of students in experimental group II after applying the Inquiry Learning model significantly with an increase in N-gain of 60%, 3) The Mann-Whitney U test has given a significance level of 0,048 < 0,05 which indicated that literacy skills students' mathematics was further improved by the application of the Discovery Learning rather than Inquiry Learning model. Hasil OECD-PISA menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa di Indonesia relatif rendah. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui peningkatkan kemampuan literasi matematika dengan penerapan model Discovery Learning, 2) Mengetahui peningkatkan kemampuan literasi matematika dengan penerapan model Inquiry Learning, 3) Mengetahui apakah kemampuan literasi matematika lebih meningkat dengan diterapkannya model Discovery Learning daripada Inquiry Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah sampling purposive dengan dua kelas eksperimen di kelas VIII SMPN 1 Bae Kudus. Kelas eksperimen I diterapkan model Discovery Learning dan kelas eksperimen II diterapkan model Inquiry Learning. Teknik analisis data adalah menggunakan uji-t dan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian ini adalah: 1) Pada uji t memberikan taraf signifikansi  Artinya terdapat peningkatan kemampuan literasi matematika peserta didik kelas eksperimen I setelah diterapkannya model Discovery Learning secara signifikan dengan kenaikan N-gain sebesar , 2) Pada uji t memberikan taraf signifikansi  Artinya terdapat peningkatan kemampuan literasi matematika peserta didik kelas eksperimen II setelah diterapkannya model Inquiry Learning secara signifikan dengan kenaikan N-gain sebesar , 3) Pada uji Mann-Whitney U memberikan taraf signifikansi  yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika peserta didik lebih meningkat dengan diterapkannya model Discovery Learning daripada Inquiry Learning.
Make A Match Model: An Effort to Enhance Problem-Solving and Mathematical Representation Skills Anggoro, Bambang Sri; Putra, Fredi Ganda; Pupiyanti, Ika
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i2.23297

Abstract

This study aims to assess the impact of the "Make A Match" learning model on improving problem-solving abilities and mathematical representation among middle school students. Conducted at Mesuji Raya State Junior High School, this quasi-experimental study focused on the entire eighth-grade student body. A sample of 42 students was selected via cluster random sampling. Data analysis was performed using the Manova test with a significance level of 5%. The findings indicate a rejection of H0AB, suggesting a significant influence of the "Make A Match" learning model on enhancing students' problem-solving and mathematical representation abilities. These findings suggest that the "Make A Match" model can be an effective tool in aiding middle school students to improve their mathematical skills. This provides valuable insights for educators in developing learning strategies. Kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis adalah keterampilan kunci bagi siswa di tingkat sekolah menengah pertama. Meskipun penting, menemukan metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan ini sering kali menantang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran make a match dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis di kalangan siswa SMP. Menggunakan metode quasi eksperimen, penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Mesuji Raya. Target populasi adalah seluruh siswa kelas VIII, dengan sampel sejumlah 42 siswa yang dipilih melalui cluster random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Manova dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H0AB ditolak, mengindikasikan bahwa model pembelajaran Make A Match berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis siswa. Temuan ini menyarankan bahwa model Make A Match dapat menjadi alat yang efektif untuk membantu siswa SMP dalam meningkatkan keterampilan matematika mereka, memberikan wawasan berharga bagi para pendidik dalam pengembangan strategi pembelajaran.
Developing Electronic Student Worksheet based on Probing Prompting Learning Method using Google Form on Social Arithmetic Levia, Tilza; Maulidiya, Della; Siagian, Teddy Alfra
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i2.21631

Abstract

This study aims to feasibility electronic student worksheet with the Probing Prompting learning method using Google Form on social arithmetic material for valid, practical, and effective. This research was used an ADDIE model, that consist of analyze, design, development, implementation, and evaluation. The research instrument include of validation sheets, practicality sheets, and tests of mathematical problem solving abilities. This research produced an electronic student worksheets based on probing prompting usng Google Form on social arithmetic material.  of seventh-grade students was included in the following criteria: 1) Very valid based on content assessment, construct assessment, language assessment, media assessment; 2) Practical based on 11 aspects of assessment; 3) Effectiveness based on classical learning mastery, namely 90% of students who complete score ≥70 and the results of the N-Gain calculation of problem solving abilities with an average N-Gain of 0.77 are in the high category. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja peserta didik berbentuk elektronik dengan metode pembelajaran Probing Prompting menggunakan Google Form materi aritmatika sosial yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan model ADDIE, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penelitian ini terdiri dari lembar validasi, lembar kepraktisan, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menghasilkan LKPD elektronik berbasis probing prompting menggunakan Google Form pada materi aritmatika sosial peserta didik kelas VII memenuhi kriteria: 1) Sangat valid berdasarkan aspek penilaian isi, aspek konstruk, aspek bahasa, aspek media; 2) Praktis; 3) Efektif berdasarkan ketuntasan belajar klasikal yaitu 90% peserta didik yang tuntas memperoleh nilai ≥70 dan hasil perhitungan N-Gain kemampuan pemecahan masalah dengan rata-rata N-Gain 0,77 berada pada kategoti tinggi.
A Systematic Review: Use of GeoGebra in Mathematics Learning at Junior High School in Indonesia and Japan Siswanto, Deny Hadi; Tanikawa, Kanako; Alghiffari, Eka Kevin; Limori, Masako; Aprilia, Dede Dwi
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i1.26201

Abstract

The aim of this research is to analyze the implementation of GeoGebra in mathematics learning at junior high school in Indonesia and Japan. This research examines systematic literature reviews using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) method with articles indexed by  Web of Science (WoS) and Scopus from 2010 to 2024. The research findings show that; (1) most publicized use of Geogebra begins in 2022; (2) the topic most frequently used in research related to the application of GeoGebra in Indonesia and Japan is geometric transformation; (3) the highest percentage of student perspective analysis results in Indonesia is 25% with the experience, reflect and explain aspects, each of which consists of 6 topics (triangular properties, geometric transformation, matrix operations, cylinders, perform set operations and different parts of a circles); (4) the highest percentage of student perspective analysis results in Japan is 38% with the experience aspect consisting of 6 topics (square roots, quadratic function, triangle similarity condition, inverse of inscribed angle theorem, quadratic equation and Pythagorean theorem). It is hoped that this research can provide input for using GeoGebra in mathematics learning in these two countries, because GeoGebra not only helps students understand mathematical concepts better, but also facilitates more interesting and interactive learning. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis implementasi penggunaan GeoGebra pada pembelajaran matematika SMP di Indonesia dan Jepang. Penelitian ini mengkaji tinjauan literatur sistematik menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) dengan artikel yang terindeks WoS dan Scopus dari rentang tahun 2010 hingga 2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa; (1) penggunaan Geogebra paling banyak dipublikasikan dimulai pada tahun 2022; (2)  topik yang paling sering digunakan dalam penelitian terkait penerapan GeoGebra di Indonesia dan Jepang yaitu transformasi geometri; (3) persentase tertinggi hasil analisis perspektif siswa di Indonesia yaitu 25% dengan aspek experience, reflect, dan explain yang masing-masingnya terdiri dari 6 topik (triangular properties, geometric transformation, matrix operation, cylinder, perform set operations dan different parts of a circle); (4) persentase tertinggi hasil analisis perspektif siswa di Jepang yaitu 38% dengan aspek experience yang terdiri dari 6 topik (square roots, quadratic function, triangle similarity condition, inverse of inscribed angle theorem, quadratic equation dan theorem pythagoras). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk menggunakan GeoGebra pada pemebelajaran matematika di kedua negara tersebut, karena GeoGebra bukan hanya membantu siswa dalam memahami konsep matematika secara lebih baik, tetapi juga memfasilitasi pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Analysis of Student Understanding Related to Indefinite Integral Concepts Through Cooperative Learning Assisted Media Interactive Animated PowerPoint Learning and Indefinite Integral Matter Sihombing, Rizky Agassy; Muslim, Muslim; Rahman, Taufik; Rahma, Aulia Eka; Hutagalung, Jennie Febrina; Sitanggang, Winanta; Karimi, Amir
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i1.26227

Abstract

This research aims to determine students' understanding of integral calculus. This qualitative study investigates students' responses and understanding of integral calculus, with a particular focus on indefinite integrals. The study employed cooperative learning and animated PowerPoint (PPT) media. Data were collected from 117 students across 37 educational institutions, representing various classes and majors. The study, conducted online, comprised nine questions addressing students' attitudes, perceptions, and behaviours towards learning integral calculus. The findings reveal that while a majority of students express interest in mathematics, 26.5% have a good understanding of integral calculus, 45.3% find it average, and 18.8% struggle. For indefinite integrals, 28.2% understand them well, 45.3% find them average, and 19.7% struggle. Regarding learning methodologies, 60.7% of students express a preference for learning models integrating various media over traditional teacher-centric approaches. Additionally, 59.8% find animated PPTs helpful in understanding Integral Calculus. Additionally, 51.3% prefer a combination of traditional teaching and animated PPTs. Furthermore, the study reveals a strong inclination towards group learning models over individual learning. Notably, the majority of students correctly solved the indefinite integral problems provided, indicating a satisfactory understanding of the subject matter. Students generally exhibit a positive attitude towards learning Integral Calculus, especially when utilizing cooperative learning methods and animated PPTs. These findings underscore the importance of incorporating diverse teaching strategies to enhance student engagement and comprehension in mathematics education. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pemahaman siswa dan mahasiswa tentang kalkulus integral. Studi penelitian kualitatif ini menyelidiki respons dan pemahaman mahasiswa terhadap Kalkulus Integral, dengan fokus khusus pada topik integral tak tentu, dengan menggunakan pembelajaran kooperatif dan media PowerPoint animasi (PPT). Sebanyak 117 siswa dan mahasiswa dari 37 lembaga pendidikan di berbagai kelas dan jurusan berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang terdiri dari sembilan pertanyaan, yang membahas sikap, persepsi, dan perilaku mahasiswa terhadap pembelajaran Kalkulus Integral. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa (59,8%) menunjukkan minat dalam matematika. Namun, sementara 26,5% mengklaim pemahaman yang baik tentang kalkulus integral, 45,3% menganggapnya hanya biasa, dan 18,8% kesulitan memahami konsep tersebut dengan baik. Demikian pula, 28,2% memahami integral tak tentu dengan baik, sementara 45,3% menganggapnya biasa, dan 19,7% mengalami kesulitan dalam pemahaman. Mengenai metodologi pembelajaran, 60,7% mahasiswa menyatakan preferensi terhadap model pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai media dibanding pendekatan tradisional yang berpusat pada guru. Selain itu, 59,8% menganggap PPT animasi bermanfaat dalam memahami Kalkulus Integral. Namun, 51,3% lebih memilih kombinasi pengajaran tradisional dan PPT animasi. Selain itu, penelitian ini mengungkap kecenderungan kuat terhadap model pembelajaran kelompok (70,1%) dibanding pembelajaran individual (13,7%). Secara mencolok, mayoritas mahasiswa (74,4%) berhasil menyelesaikan masalah integral tak tentu dengan benar, menunjukkan pemahaman materi yang memuaskan. Secara umum, mahasiswa menunjukkan sikap positif terhadap pembelajaran Kalkulus Integral, terutama saat menggunakan metode pembelajaran kooperatif dan PPT animasi. Temuan ini menekankan pentingnya menggabungkan beragam strategi pengajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mahasiswa dalam pendidikan matematika.
The Implementation of Project-Based Learning Model towards the Ability to Understanding Mathematical Concepts Junia, Junia; Fitrianti, Yuli; Septy, Liana
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i2.21672

Abstract

The ability to understand mathematical concepts is an important part of learning objectives. The provided material is not only to be memorized, but also students need to understand the entire concepts of the material being studied. This research aims to determine the effect of implementing the PjBL model on the ability to understand mathematical concepts and how much students' interest in learning as a response to the application of the PjBL learning model in classVIIby using algebra material atSMPNegeri 36 OKU in the academic year 2022/2023. The research used a quantitative research method with a One Group Pretest-Posttest design. The research population was all members of classVIIstudents. The sample used was only 1 class with a saturated sampling technique where all members of the population were used as samples. The techniques in collecting the data were tests, questionnaires, and observations. The data test analysis technique used the Z-Test, the questionnaire was measured using a Likert scale, and observations were measured using the Guttman scale. From the research results, the z table value = -1.95996398454005 and the calculated z = -5.8488123797208 with a sig of 0.00 < 0.05 where the calculated z < -z table concludes that learning with the PjBL model has an effect on the ability to understand mathematical concepts and The response to students' interest in learning shows that the majority are in a good category. However, it is necessary to adapt to this learning process because this learning model is being used for the first time and several meetings are needed to complete the project. Kemampuan pemahaman konsep matematis salah satu bagian penting dalam tujuan pembelajaran. Materi yang diberikan bukan semata-mata untuk dihapalkan, tetapi peserta didik harus mengerti agar dapat memahami konsep materi yang dipelajari. Permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik karena mengalami kesulitan dalam membedakan unsur-unsur bentuk aljabar, kesulitan mensubstitusikan persamaan, dan  kesulitan dalam operasi hitung bentuk aljabar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran PjBL terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis dan berapa besar respon minat belajar peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran PjBL pada materi bentuk aljabar kelas VII SMP Negeri 36 OKU Tahun 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas VII. Sampel yang digunakan hanya 1 kelas dengan tehnik sampling jenuh yang mana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, angket, dan observasi. Tehnik analisis data tes menggunakan Uji-Z, angket diukur dengan skala Likert, dan observasi diukur dengan skala Guttman. Dari hasil penelitian nilai –z tabel = -1,95996398454005 dan z hitung = -5,8488123797208 dengan sig 0,00 < 0,05 yang mana z hitung < -z tabel disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model PjBL berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis dan respon minat belajar peserta didik menunjukkan bahwa sebagian besar pada kategori baik. Walaupun, perlu adaptasi dengan proses pembelajaran ini karena model pembelajaran ini baru pertama kali digunakan dan dibutuhkan beberapa pertemuan untuk menyelesaikan proyek.
Inductive and Intuitive in Proving the Identity Element of A Group: A Structure of Argumentation Arifin, M. Zainul; Sudirman, Sudirman; Rahardi, Rustanto
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i1.25793

Abstract

This research applies the Toulmin Argumentation Model in identifying the argumentation structure and proving the identity property of a group with an inductive and intuitive approach. This research is qualitative descriptive research, and the instrument is one problem of proving the identity property of a group.  Data were collected from a cohort of 30 students who enrolled in the Introduction to Ring Theory course. All participants selected one Subject based on complete and correct answers for further analysis. The results showed that the Subject used his intuition to take one element, which would then be proven as the identity element of a group. Then, the Subject used an Inductive Warrant to prove it. The Subject only takes one element that fulfils the identity property. However, the Subject states that the conclusion applies in general, which makes the argument invalid because valid arguments are based on deductive. At the same time, students at the college level should use a deductive approach to proof. By using the Toulmin Argumentation Model, the subject's ability to formulate and construct arguments in a proof can be seen as structured and clear. This model allows a systematic explanation and strengthens confidence in the validity of the evidence. This research is expected to enrich the understanding of argumentation structure in inductive proofs of group identity properties and show the potential use of the Toulmin Argumentation Model in identifying more in-depth mathematical argumentation. Penelitian ini menerapkan Model Argumentasi Toulmin dalam mengidentifikasi struktur argumentasi pada pembuktian sifat identitas suatu grup dengan pendekatan induktif dan intuitif. Penelitian ini termasuk penelitian dekriptif kualitatif, dan instrumen berupa satu soal pembuktian sifat identitas suatu grup. Data diperoleh dari 30 mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pengantar Teori Gelanggang. Dari seluruh partisipan, satu subjek dipilih berdasarkan jawaban lengkap dan benar untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek menggunakan intuisinya dalam mengambil satu elemen yang kemudian akan dibuktikan sebagai elemen identitas suatu Grup. Kemudian Subjek menggunakan Warrant Induktif dalam membuktikannya. Subjek hanya mengambil satu elemen yang memenuhi sifat identitas, namun subjek menyatakan bahwa kesimpulan tersebut berlaku secara umum, yang menjadikan argumenya tidak valid. Karena argumen yang valid didasari pada deduktif. Padahal mahasiswa di tingkat perguruan tinggi seharusnya menggunakan pendekatan deduktif dalam pembuktian. Dengan menggunakan Model Argumentasi Toulmin, kemampuan Subjek dalam merumuskan mengonstruksi argumen dalam pembuktian dapat terlihat terstruktur dan jelas. Model ini memungkinkan penjelasan yang sistematis dan memperkuat kepercayaan terhadap validitas pembuktian. Penelitian ini juga menunjukkan kekuatan metode induktif dan intuitif dalam pembuktian matematika, menunjukkan bagaimana pendekatan ini dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pembuktian matematika. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai struktur argumentasi dalam pembuktian induktif sifat identitas grup dan menunjukkan potensi penggunaan Model Argumentasi Toulmin dalam mengidentifikasi argumentasi matematika yang lebih mendalam.
Junior High School Students’ Mathematical Modelling Ability in Solving Geometry and Measurements Problems on Asesmen Kompetensi Minimum Maulani, Silvia Fajar; Hidayat, Dayat; Fardah, Dini Kinati
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i2.22851

Abstract

The connection between mathematics and the application of mathematical concepts affects all aspects of daily life. Because of the connection between mathematics and the real world through mathematical models, mathematical modelling may help students in understanding this relationship. In the context-based Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) problems, students are asked to solve mathematical problems related to the real world. This study aims to determine the mathematical modelling ability of grade VIII junior high school students in solving AKM problems. The place of research was carried out at SMP Negeri 22 Surabaya. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. Data analysis was carried out by drawing conclusions and describing the percentage of students who achieved certain mathematical modeling indicators. The subjects of this study were twenty-six junior high school students in grade VIII. Students were given a test sheet containing AKM problems in the numeracy section that had been adapted to the geometry and measurements content domain. The results showed that in the geometry and measurements content domain, 77% of students are still in the stage of working mathematically. Students are able to make mathematical modelling used to calculate volume using the formula and calculate water volume using debit and time. However, students still have difficulty in interpreting answers and referring the results of answers that have been obtained with mathematical models to the context of everyday life problem situations given in AKM problems in the geometry and measurement content domain. Teachers have an important role in training students to get used to writing answers systematically, so that they are able to provide appropriate solutions when answering the problems given. Hubungan antara matematika dan penerapan konsep matematika mempengaruhi semua aspek kehidupan sehari-hari. Karena adanya hubungan antara matematika dan dunia nyata melalui model matematika, pemodelan matematika dapat membantu siswa dalam memahami hubungan ini. Dalam soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berbasis konteks, siswa diminta untuk menyelesaikan soal matematika yang berkaitan dengan dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemodelan matematis siswa kelas VIII SMP dalam menyelesaikan soal AKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis data dilakukan dengan penarikan kesimpulan dan mendeskripsikan persentase banyaknya peserta didik yang mencapai indikator pemodelan matematika tertentu. Subjek penelitian ini adalah dua puluh enam siswa SMP kelas VIII. Siswa diberikan lembar tes yang berisi soal AKM pada bagian berhitung yang telah disesuaikan dengan domain konten geometri dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada domain konten geometri dan pengukuran, 77% siswa masih dalam tahap bekerja secara matematis. Siswa mampu membuat pemodelan matematika yang digunakan untuk menghitung volume dengan menggunakan rumus dan menghitung volume air dengan menggunakan debit dan waktu. Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam menginterpretasikan jawaban dan menghubungkan hasil jawaban yang telah diperoleh dengan model matematika dengan konteks situasi masalah kehidupan sehari-hari yang diberikan dalam soal AKM pada domain konten geometri dan pengukuran. Guru memiliki peran penting dalam melatih peserta didik agar terbiasa menuliskan jawaban secara sistematis, sehingga mereka mampu memberikan solusi yang tepat saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan
Content of School Mathematics Textbook: A Praxeological Analysis on Indefinite Integral Andriatna, Riki; Kurniawati, Ira
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i1.25746

Abstract

Indefinite integrals are a fundamental concept in calculus. This qualitative study aims to describe the content of school mathematics textbooks on indefinite integrals. The analysis used the concept of praxeology, which includes theory, technology, and techniques, based on the Reference Epistemological Model. The primary instrument in this research was the researcher, who used data from school mathematics textbooks, including two electronic textbooks used in Indonesia, one textbook from Singapore, and one from the Cambridge curriculum. The study results included a Reference Epistemological Model for indefinite integrals, used to compare textbook content and praxeological components. Praxeological analysis shows that the theoretical and technological components of Indonesian school mathematics textbooks are more complex than those from Singapore and the Cambridge curriculum. These differences are attributed to variations in the mathematics curricula of the three regions. Therefore, the Reference Epistemological Model can guide the development of instructional materials on indefinite integrals, taking into account the complexity differences among the textbooks. Materi integral adalah salah satu konsep fundamental dalam kalkulus. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan muatan pada buku teks matematika sekolah pada materi integral tak tentu. Analisis menggunakan konsep prakseologi yang meliputi teori, teknologi, dan teknik berdasarkan Referensi Model Epistemologi. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan sumber data berupa buku teks matematika sekolah yaitu dua buku sekolah elektronik yang digunakan di Indonesia, satu buku teks matematika yang digunakan di Singapura, dan satu buku teks kurikulum Cambridge. Hasil penelitian berupa Referensi Model Epistemologi pada materi integral tak tentu yang digunakan untuk perbandingan buku dan organisasi prakseologi. Analisis prakseologi menunjukkan bahwa komponen teori, teknologi, dan teknik pada buku teks matematika sekolah dari Indonesia lebih kompleks dibandingkan dengan buku dari Singapura dan kurikulum Cambridge. Adanya perbedaan tersebut didasarkan pada muatan kurikulum yang berbeda diantara ketiganya. Dengan demikian, Referensi Model Epistemologi yang dihasilkan dapat dijadikan salah satu acuan dalam mengembangkan pembelajaran pada materi integral tak tentu, termasuk perbedaan kompleksitas antar kedua buku dapat menjadi referensi untuk digunakan sebagai sumber pembelajaran.

Page 9 of 11 | Total Record : 109