cover
Contact Name
Putri Nur Malasari
Contact Email
jpm@iainkudus.ac.id
Phone
+6285697918884
Journal Mail Official
putrinurmalasari@iainkudus.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/jmtk/about/editorialTeam
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
ISSN : 26153939     EISSN : 27231186     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/jpm.v3i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus) has number of P-ISSN 2615-3939 | E-ISSN 2723-1186, it is to provide the latest scientific articles based on Teaching and Learning, Instruction, Curriculum Development, Learning Environments, Teacher Education, Educational Technology, Educational Developments, from many kinds of research such as survey, Research and Development, Experimental Research, Classroom Action Research, etc. (See Focus and Scope). The articles are published twice a year and published by the Institut Agama Islam Negeri Kudus.
Articles 109 Documents
The Effectiveness of the SSCS (Search, Solve, Create, and Share) Learning Model for Increasing Mathematical Communication Skills and Numeracy Literacy Putriana, Canthika; Haqiqi, Arghob Khofya
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i2.22484

Abstract

The significance of mathematical communication skills and numeracy literacy is paramount for comprehending mathematical problems and concepts. Mathematical communication skills and numeracy literacy can be improved with innovative learning models that can create an active, creative, critical, and independent learning atmosphere, one of them is the SSCS model. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the process of learning mathematics on the material of flat-sided geometric shapes using learning models to improve mathematical communication skills and numeracy literacy. This study adopted a quantitative approach within the framework of field research. The research population was all students of class VIII regular MTs Negeri 1 Kudus, totaling 250 students. Sampling was carried out by cluster random sampling technique and obtained as many as 61 students consisting of the experimental class and the control class. To collect research data, essay test, observations, and documentation were carried out. The results revealed a significant difference in the average value of mathematical communication skills, indicated by a significance value of 0.00 < 0.05. Additionally, the experimental class showed a medium interpretation increase of 52% in the normalized gain test, while the control class demonstrated a low interpretation increase of 22%. In numeracy literacy skills, there was also a difference in the average value, indicated by a significance value of 0.00 < 0.05. Additionally, there was an increase in the experimental class in the normalized gain test, with a medium interpretation improvement of 55%, whereas the control class showed a low interpretation increase of 25%.  Based on the research data, the experimental class demonstrated a more significant improvement with the SSCS model compared to the control class. This led to the conclusion that applying the SSCS model effectively enhanced both mathematical communication skills and numeracy literacy. Pentingnya kemampuan komunikasi matematis dan literasi numerasi untuk pembelajaran matematika dalam memahami masalah dan konsep matematis. Kemampuan komunikasi matematis dan literasi numerasi dapat ditingkatkan dengan inovasi model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar aktif, kreatif, kritis, dan mandiri salah satunya menggunakan model SSCS. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran matematika pada materi bangun ruang sisi datar menggunakan model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan literasi numerasi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian field research dengan pendekatakan kuantitatif. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII regular MTs Negeri 1 Kudus yang berjumlah 250 siswa. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling diperoleh sebanyak 61 siswa yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Untuk mengumpulkan data penelitian dilakukan tes uraian, observasi, dan dokumentasi. Diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai kemampuan komunikasi matematis yang ditunjukkan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 dan peningkatan kelas eksperimen pada uji gain ternormalisasi sebesar 52% interpretasi sedang dan kelas kontrol 22% interpretasi rendah. Pada kemampuan literasi numerasi juga terdapat perbedaan rata-rata nilai yang ditunjukkan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 dan peningkatan kelas eksperimen pada uji gain ternormalisasi sebesar 55% interpretasi sedang dan kelas kontrol 25% interpretasi rendah. Berdasarkan data penelitian tersebut, karena pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan lebih baik dengan model SSCS daripada kelas kontrol. Disimpulkan bahwa penerapan model SSCS untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan literasi numerasi menunjukkan hasil yang efektif.
Development of Teaching Materials Oriented to Numeracy Literacy and Socio-Cultural Literacy for Madrasah Ibtidaiyah Fadila, Abi; Hakim, Rahman; Putra, Rizki Wahyu Yunian; Ambarwati, Riyama
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.29232

Abstract

In this modern era, although technology has brought significant changes to education, there remains a gap in the implementation of numeracy and socio-cultural literacy in Madrasahs in Indonesia, contributing to students' low numeracy literacy skills. The government has introduced the Indonesian Madrasah Competency Assessment Program (AKMI), but challenges in developing innovative and needs-based teaching materials persist. Therefore, new strategies are needed to enhance students' literacy in diverse contexts, such as numeracy literacy-oriented teaching materials. This study aims to develop teaching materials oriented towards numeracy and socio-cultural literacy for Madrasah Ibtidaiyah using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research instruments included expert validation sheets to evaluate the feasibility of the teaching materials and questionnaires to assess the product's attractiveness from students' perspectives. The feasibility of the teaching materials was evaluated by three groups of experts: material, media, and socio-cultural specialists. The validation results showed average scores of 3.59 for the material aspect, 3.46 for the media aspect, and 3.48 for the socio-cultural aspect on a 4-point scale, indicating that the teaching materials met the feasibility criteria. Meanwhile, the attractiveness of the teaching materials was assessed based on student responses through questionnaires involving two trial groups: a small group of 10 students with an average attractiveness score of 3.59 and a larger group of 20 students with an average attractiveness score of 3.62. The results of the study indicate that the developed teaching materials are feasible to use based on expert validation and are considered attractive by students. Thus, the development of these teaching materials is expected to contribute positively to the learning process in Madrasah Ibtidaiyah. Di era modern ini, meskipun teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam pendidikan, masih terdapat kesenjangan dalam penerapan literasi numerasi dan sosial budaya di Madrasah di Indonesia, yang berdampak pada rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa. Upaya pemerintah melalui Program Asesemen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) telah dilakukan, tetapi tantangan dalam mengembangkan bahan ajar yang inovatif dan sesuai kebutuhan tetap ada. Oleh karena itu, diperlukan strategi baru untuk meningkatkan literasi siswa dalam konteks yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yang berorientasi pada literasi numerasi dan sosial budaya untuk Madrasah Ibtidaiyah dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Instrumen penelitian mencakup lembar validasi ahli untuk mengevaluasi kelayakan bahan ajar dan angket untuk menilai tingkat kemenarikan produk dari sudut pandang mahasiswa. Kelayakan bahan ajar dievaluasi oleh tiga kelompok ahli, yaitu ahli materi, media, dan sosial budaya. Hasil validasi menunjukkan rata-rata skor 3,59 untuk aspek materi, 3,46 untuk aspek media, dan 3,48 untuk aspek sosial budaya pada skala 4, yang menunjukkan bahwa bahan ajar memenuhi kriteria kelayakan (kategori”layak”). Sementara itu, kemenarikan bahan ajar dinilai berdasarkan respons mahasiswa melalui angket. Penilaian dilakukan oleh dua kelompok uji coba: kelompok kecil yang terdiri dari 10 mahasiswa dengan rata-rata penilaian kemenarikan 3,59 dan kelompok besar yang terdiri dari 20 mahasiswa dengan rata-rata penilaian kemenarikan 3,62. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak digunakan berdasarkan validasi para ahli dan dinilai menarik oleh mahasiswa. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah.
The Development of an Educational Statistics Module Based on a Guided Discovery Learning Model Oriented to Students’ Statistical Literacy Hafiz, M; Dimyati, Ahmad; Putri, Finola Marta
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.29017

Abstract

The low statistical literacy of students encourages lecturers to develop lecture modules that can facilitate this ability. This study aims to determine how to create a feasible, practical, and effective educational statistics module and identify the feasibility, practicality, and effectiveness of the Guided Discovery Learning-based educational statistics module to facilitate students’ statistical literacy. This type of research is Research and Development (R&D) with Plomp design with the stages of Preliminary Investigation, Design, Realization, and Evaluation. The trial subjects in this study consisted of two types, namely expert trial subjects and product trial subjects. The expert trial subjects were three lecturers of the Mathematics Education Department in one of The State University in Jakarta, while the product test subjects were seven mathematics education students in semester 4. Expert trial were conducted to assess the validity or feasibility of the products developed. The product trial was a limited trial to evaluate the practicality and effectiveness of the developed product. The results showed that the developed module met the feasible, very practical, and effective criteria. This research produces a module that can be used in statistics lectures to facilitate students’ statistical literacy. Rendahnya literasi statistika mahasiswa mendorong dosen untuk mengembangkan modul perkuliahan yang dapat memfasilitasi kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara membuat modul statistika pendidikan yang layak, praktis, dan efektif serta mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan modul statistika pendidikan berbasis Guided Discovery Learning untuk memfasilitasi literasi statistik mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan desain Plomp dengan tahapan Preliminary Investigation, Design, Realization, Evaluation. Subjek uji coba pada penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu subjek uji ahli dan subjek uji coba produk. Subjek uji ahli adalah tiga orang dosen Jurusan Pendidikan Matematika di salah satu Universitas Negeri di Jakarta, sedangkan subjek uji coba produk adalah tujuh orang mahasiswa pendidikan matematika semester 4. Uji coba ahli dilakukan untuk menilai kevalidan atau kelayakan produk yang dikembangkan. Uji coba produk merupakan uji coba terbatas untuk mengevaluasi kepraktisan dan keefektifan produk yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memenuhi kriteria layak, sangat praktis dan efektif. Penelitian ini menghasilkan modul yang dapat digunakan dalam perkuliahan statistika untuk memfasilitasi literasi statistik mahasiswa.
Development Hypothetical Learning Trajectory on Statistics Material in Grade VIII Using Realistic Mathematics Education at the Preliminary Stage with Pranata Mangsa Context Nursyahidah, Farida; Albab, Irkham Ulil; Rubowo, Maya Rini; Tuni’mah, Lattifah; Febriansyah, Muhammad Aldo; Hardiyanto, Dwi; Atmaja, Satriya Adika Arif
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.29180

Abstract

Statistics is a staple in the curriculum because it is considered necessary in everyday life. However, students often find statistics challenging. Students' difficulties in learning statistics are caused by several factors, including a lack of understanding of mathematical concepts and principles in solving problems. This study aimed to design and develop a Hypothetical Learning Trajectory (HLT) for grade VIII statistics using the Realistic Mathematics Education (RME) approach, with Pranata Mangsa as the learning context. The method used in this research was validation-type design research. This research produced an HLT of statistics material using pranata mangsa context consisting of 3 activities to help students understand and master the material. The activities of the HLT are 1) collecting, presenting, and analyzing data, 2) measuring centralized data, and 3) measuring data distribution. The results showed an HLT for teaching statistics using RME that can effectively support students of all ability levels. This HLT allows students to rediscover statistics concepts through horizontal and vertical mathematical processes. Finally, the HLT facilitates students to create their models from informal to formal and increases the interaction between students and teachers. Statistika menjadi materi pokok dalam kurikulum karena dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada kenyataannya statistika merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit bagi siswa. Kesulitan siswa dalam belajar statistika disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kurangnya pemahaman konsep dan prinsip-prinsip matematika dalam menyelesaikan soal. Tujuan penelitian untuk mendesain dan mengembangkan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada materi statistika kelas VIII menggunakan konteks Pranata Mangsa yang menjadi starting point dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah design research tipe validasi. Penelitian ini menghasilkan HLT materi statistika menggunakan konteks pranata mangsa yang terdiri dari 3 iceberg untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai materi. Adapun iceberg dari HLT tersebut adalah 1) mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisi data; 2) ukuran pemusatan data; dan 3) ukuran penyebaran data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa HLT mampu membantu siswa menemukan kembali konsep statistika melalui proses matematika horizontal dan vertikal. HLT memfasilitasi siswa untuk membuat model mereka sendiri dari informal ke formal dan meningkatkan interaksi antara siswa dan guru.
Ethnomathematics Exploration of Simo Dance and Gringsing Batik Dance from Batang Central Java in Mathematics Learning Fahmy, Ahmad Faridh Ricky; Saputra, Moh. Alwi Andiansyah; Shandy, Kevin Fredika
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.28646

Abstract

Culture in Each region's culture has unique characteristics, which are often expressed through dance. As a cultural form, dance serves as a way to express emotions through body movements. In Batang Regency, there are two folk traditions called the Simo Dance and Gringsing Batik Dance. The movements of the two dances consist of forward beksan, beksan, and backward beksan movements. This research used a descriptive qualitative method with an ethnographic approach. Observations, interviews and literature studies were carried out as data collection tools. The results indicate that mathematical concepts are present in the dances, including activities such as counting, patterns of hand and foot movements, and floor formations. These involve geometric concepts like plane shapes, spatial shapes, angles, and reflections. Further research can be developed from other aspects, such as clothing and musical notation which are related to mathematics. Budaya di setiap daerah memiliki karakter tersendiri, termasuk kesenian tari. Tari sebagai bentuk budaya merupakan corak ekspresi perasaan yang dituangkan dalam gerakan tubuh. Di Kabupaten Batang, ada sebuah tradisi kerakyatan yaitu Tari Simo dan Tari Batik Gringsing. Gerakan kedua tari tersebut terdiri dari gerakan maju beksan, beksan, dan mundur beksan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Adapun observasi, wawancara dan studi pustaka dilakukan sebagai tahap pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat aktivitas matematika seperti menghitung, pola gerakan tangan, kaki, dan pola lantai yang menggunakan konsep geometri seperti bangun datar, bangun ruang, sudut, dan refleksi. Penelitian lebih lanjut dapat dikembangkan kembali dari aspek lain, seperti busana, dan notasi musik serta hubungannya dengan matematika.
Learning Number Patterns through Batik and Webbing Motifs: An Ethnomathematics Study in Kudus Lestari, Mulyaningrum; Malasari, Putri Nur
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.26220

Abstract

Number pattern learning lacks a link to everyday life. This research aims to find the concept of number patterns in batik and weaving motifs in the Japanese village of Kudus Regency. Qualitative approach with ethnographic model was used in this research. The subjects of this research were woven craftsmen in Japanese village, batik craftsmen in Alfa Shoofa Batik Kudus and Muria Batik Kudus. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation with research instruments in the form of interview guidelines, documentation, and field notes. The results of the research found the concept of arithmetic sequence in Kudus batik motifs. Kudus batik motifs form an arithmetic sequence with a difference of 6 and a difference of 3. In addition, odd and even number sequence patterns were found. Meanwhile, in the weaving of the Japanese village community, an arithmetic sequence with the formula Un = 2n -1 (odd number pattern) and Un = 2n (even number pattern) was found. The research findings can be developed as a learning resource for number patterns in mathematics learning. Pembelajaran pola bilangan kurang mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep pola bilangan pada motif batik dan anyaman di desa Jepang Kabupaten Kudus. Pendekatan kualitatif dengan model etnografi digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian ini adalah pengrajin anyaman di desa jepang, pengrajin batik di Alfa Shoofa Batik Kudus dan Muria Batik Kudus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ditemukan konsep barisan aritmatika pada motif batik Kudus. Motif batik Kudus membentuk barisan aritmatika dengan beda 6 dan beda 3. Selain itu, ditemukan pola barisan bilangan ganjil, dan genap. Sementara pada anyaman masyarakat Desa Jepang ditemukan barisan aritmatika dengan rumus Un = 2n -1 (pola bilangan ganjil) dan Un = 2n (pola bilangan genap). Temuan penelitian dapat dikembangkan sebagai sumber belajar pola bilangan pada pembelajaran matematika.
Cognitive Exploration of Mathematics Teachers in the Lesson Study Model Through Metacognitive Skills to Enhance Digital Competence in Independent Learning Hidajat, Djatmiko; Susilowati, Dewi; Exata, Anisa Prima; Hadiprasetyo, Krisdianto
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.28697

Abstract

This research aims to explore the cognition of mathematics teachers through the lesson study model focusing on metacognitive skills and digital competence. The background of this research is based on the urgency of improving learning evaluation. Although many studies have been conducted, however these studies have yet to specifically explore teachers' cognition before, during, and after the lesson. Therefore, this research focuses on the three stages of lesson study: plan, do, and see. This research method uses a qualitative approach to reveal the cognition of mathematics teachers. The study involves two subjects: a male model teacher and a female model teacher with ten observers. Data were collected using initial diagnostic tests, observations, and reflections with the students. The research results show that teachers have a good understanding in learning objectives, teaching strategies that align with student characteristics, and digital skills. The data for this research was collected using a four-step metacognitive skills method, namely: prediction, planning, monitoring, and evaluation. The objectives of this research are: 1) The formation of cognitive classifications of teachers in three stages: a) Plan, where teachers conduct initial analysis, understand student characteristics, and prepare lesson plans; b) Do, where teachers implement the prepared lesson plans using predetermined methods and strategies according to the material and student characteristics, and actively interact with students to collect learning data; and c) See, where teachers evaluate student learning outcomes, reflect on the learning process, identify successes and shortcomings in teaching, and improve teaching practices based on the reflection of the obtained data. 2) Lesson study has a positive impact by supporting the availability of data for researchers in the data collection process, as well as enhancing teachers' digital competence. Penelitian ini bertujuan menggali pemahaman kognitif guru matematika melalui model Lesson Study dengan fokus pada keterampilan metakognitif dan kompetensi digital. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada urgensi evaluasi pembelajaran untuk perbaikan di pembelajaran berikutnya. Meskipun banyak penelitian telah dilakukan, belum ada yang secara khusus mengeksplorasi pemikiran guru sebelum, selama, dan setelah pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada tiga tahap Lesson Study: Plan, Do, dan See. Metode penelitian melibatkan dua subjek: seorang guru model laki-laki dan seorang guru model perempuan dengan sepuluh observer. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik awal, observasi, dan refleksi bersama peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru memiliki pemahaman yang baik tentang tujuan pembelajaran, strategi pengajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, dan keterampilan digital. Data penelitian ini menggunakan metode empat langkah keterampilan metakognitif yaitu: prediksi, perencanaan, monitoring, dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Terbentuknya klasifikasi kognitif pengajar di tiga zona waktu: a) Plan, di mana pengajar melakukan analisis awal, memahami karakteristik siswa, dan mempersiapkan rencana pembelajaran; b) Do, pengajar melaksanakan rencana pembelajaran yang telah disusun, menggunakan metode dan strategi yang sudah ditentukan sesuai dengan materi dan karakteristik siswa, dan pengajar aktif berinteraksi dengan siswa dalam mengumpulkan data pembelajaran; dan c) See, pengajar mengevaluasi hasil belajar siswa dan merenungi proses pembelajaran, mengidentifikasi keberhasilan dan kekurangan dalam mengajar, dan memperbaiki praktik mengajar berdasarkan refleksi data yang diperoleh. 2) Lesson Study memberikan dampak positif yaitu mendukung ketersediaan data bagi peneliti dalam proses terkumpulnya data riset, serta meningkatkan kompetensi digital pengajar.
Optimizing Kuring Tofu's Distribution Route in Salatiga and Semarang Using Prim's Algorithm
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v8i2.33271

Abstract

In product marketing, one of the important things to consider is the product distribution process. To optimize the distribution process, determining the shortest route is essential, which can be achieved by applying Prim's Algorithm. Prim's Algorithm is a method in graph theory used to find the minimum spanning tree on a connected weighted graph. The purpose of this study is to determine the shortest route from the Kuring Tofu Factory to marketing areas in Salatiga and Semarang using Prim’s Algorithm. This study was conducted by identifying routes using Google Maps and interviewing a staff member of the Kuring Tofu Factory. The data obtained was then processed using the principles of Prim's Algorithm. The interview revealed that product distribution covered 12 markets located in the Salatiga and Semarang areas. The resulting minimum spanning tree indicated a total distance of 175.5 km, with distance and time, respectively, being 175.5 km in 4 hours and 57 minutes. This distance is shorter than the initial total distribution route shown by Google Maps, which is 378.9 km with a travel time of 6 hours and 57 minutes. Therefore, the percentage of distance traveled saved is 53.7%, and the percentage of travel time saved is approximately 29%. These results demonstrate that the graph theory approach can improve distribution efficiency and save time. Therefore, Prim's Algorithm can be used as one solution to determine the shortest and fastest route from one place to another. Dalam pemasaran produk, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan yaitu proses pendistribusian produk tersebut. Untuk mengoptimalkan proses pendistribusian, maka diperlukan rute terpendek yang dapat dilakukan dengan mengaplikasikan Algoritma Prim. Algoritma Prim adalah metode dalam teori graf yang digunakan untuk menemukan pohon rentang minimum (minimum spanning tree) pada graf berbobot yang saling terhubung. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan rute terpendek untuk pendistribusian produk Pabrik Tahu Kuring ke daerah pemasaran yang berada di daerah Salatiga dan Semarang dengan menggunakan Algoritma Prim. Penelitian ini dilakukan dengan mencari rute menggunakan Google Maps dan wawancara terhadap salah satu pegawai di pabrik tersebut. Kemudian data yang diperoleh diolah menggunakan prinsip Algoritma Prim. Dalam wawancara, pendistribusian produk dilakukan di 12 pasar yang berada di daerah Salatiga dan Semarang. Penelitian ini memperoleh hasil bobot dari pohon perentang minimum dengan jarak tempuh dan waktu secara berturut-turut, yaitu 175,5 km dalam waktu 4 jam lebih 57 menit. Jarak tersebut lebih dekat dibandingkan dengan total lintasan pendistribusian awal yang ditunjukkan oleh Google Maps yaitu jaraknya 378,9 km dengan waktu tempuh 6 jam lebih 57 menit. Sehingga diperoleh persentase penghematan jarak tempuh yaitu 53,7% dan persentase waktu tempuh sekitar 29%. Hasil ini membuktikan pendekatan teori graf dapat meningkatkan efisiensi distribusi dan menghemat waktu. Oleh karena itu, Algoritma Prim dapat dijadikan salah satu solusi untuk menentukan rute terpendek dan tercepat dari suatu tempat ke tempat lainnya.Optimizing Kuring Tofu's Distribution Route in Salatiga and Semarang Using Prim's Algorithm
Problem-Solving Ability and Self-Efficacy: The Effect of Mathematics Instruction-Based Theory of Didactical Situation
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v8i1.30901

Abstract

This study investigates how Theory of Didactical Situations-based mathematics training affects problem-solving and self-efficacy. A quasi-experimental approach with pre- and post-tests and a control group was used in this study. The research sample comprised 58 students and was allocated into two groups: an experimental group, which received TDS intervention, and a control group, which received traditional explanatory learning. The two-way analysis of variance (ANOVA) results indicated a substantial interaction between the teaching methods employed in mathematics instruction, the early mathematical skills of the students (EMS), and the link between class and EMS. This interaction significantly improved students' capacity to solve arithmetic problems. Similarly, these characteristics have a notable impact on the degree of self-efficacy. The study emphasises the practical consequences of the necessity for teachers to consider students' cognitive abilities when planning mathematics instruction carefully. Additionally, it underscores the importance of designing learning environments that align with specific learning goals. This study further enhances the existing empirical evidence about the correlation between the learning environment, mathematical problem-solving abilities, and self-efficacy. Penelitian ini menguji efek dari pengajaran matematika berbasis Teori Situasi Didaktis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dan efikasi diri. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental yang menampilkan kerangka kerja pre-test dan post-test, serta melibatkan kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 58 siswa yang dialokasikan ke dalam dua kelompok: kelompok eksperimen, yang menerima intervensi TDS, dan kelompok kontrol, yang menerima pembelajaran eksplanatori tradisional. Hasil analisis varians (ANOVA) dua arah menunjukkan adanya interaksi yang substansial antara metode pengajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika, kemampuan awal matematika siswa (EMS), dan hubungan antara kelas dan EMS. Interaksi ini secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah aritmatika. Demikian pula, karakteristik ini memiliki dampak penting pada tingkat efikasi diri. Penelitian ini menekankan konsekuensi praktis yang muncul dari perlunya guru mempertimbangkan kemampuan kognitif siswa ketika merencanakan pengajaran matematika dengan hati-hati. Selain itu, penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya merancang lingkungan belajar yang selaras dengan tujuan pembelajaran yang spesifik. Penelitian ini semakin memperkuat bukti empiris yang ada tentang korelasi antara lingkungan belajar, kemampuan pemecahan masalah matematika, dan efikasi diri.
The Effectiveness of Digital Media on Understanding Mathematical Concepts and Problem Solving Abilities: Systematic Literature Review
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v8i1.25758

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of digital media on students' conceptual understanding and mathematical problem solving abilities. This research employed a Systematic Literature Review (SLR) approach, drawing data from 33 national and international journal articles that have been identified, evaluated, and categorized based on predefined criteria relevant to the study objectives. The results of this study indicate that (1) the integration of digital media in mathematics learning is effective in enhancing students’ understanding of mathematical concepts and their problem-solving abilities, (2) the combination of digital media with appropriate learning models yields greater effectiveness, (3) the most frequently utilized digital tools are GeoGebra and Lectora Inspire, often integrated with contextual and constructivist approaches, (4) digital media plays a significant role in improving students’ mathematical understanding and problem-solving skills, especially when delivered through interactive multimedia that incorporates diverse learning components and meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness for classroom implementation. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas media digital dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan data diperoleh dari 33 artikel jurnal nasional dan internasional. Sumber-sumber tersebut dipilih melalui proses identifikasi, evaluasi, dan kategorisasi yang ketat berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil dalam penelitian ini adalah (1) penggunaan media digital dalam pembelajaran matematika efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan kemampuan pemecahan masalah siswa; (2) Integrasi model pembelajaran dengan media digital meningkatkan efektivitas keseluruhan proses pembelajaran; (3) Alat digital yang paling sering digunakan adalah GeoGebra dan Lectora Inspire, yang umumnya diterapkan bersamaan dengan pendekatan pembelajaran kontekstual dan konstruktivis; (4) Media digital memainkan peran penting dalam meningkatkan pemahaman matematika dan kemampuan pemecahan masalah, terutama ketika disajikan dalam bentuk multimedia interaktif yang diperkaya dengan berbagai komponen pembelajaran, yang telah divalidasi sebagai praktis, efektif, dan layak digunakan di kelas.

Page 10 of 11 | Total Record : 109