cover
Contact Name
Putri Nur Malasari
Contact Email
jpm@iainkudus.ac.id
Phone
+6285697918884
Journal Mail Official
putrinurmalasari@iainkudus.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/jmtk/about/editorialTeam
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
ISSN : 26153939     EISSN : 27231186     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/jpm.v3i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus) has number of P-ISSN 2615-3939 | E-ISSN 2723-1186, it is to provide the latest scientific articles based on Teaching and Learning, Instruction, Curriculum Development, Learning Environments, Teacher Education, Educational Technology, Educational Developments, from many kinds of research such as survey, Research and Development, Experimental Research, Classroom Action Research, etc. (See Focus and Scope). The articles are published twice a year and published by the Institut Agama Islam Negeri Kudus.
Articles 145 Documents
The Effect of the Missouri Mathematics Project Learning Model on the Tenth Grade Student’s Mathematical Literacy Ability in Gender Perspective Rahma, Mulyanti; Usman, Usman; Ahsan, Muhammad
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v5i2.16139

Abstract

The students’ low ability on mathematical literacy caused by teachers’ monotonous learning process and lack of students’ participation in teaching and learning process. This research aims to determine if Missouri Mathematics Project (MMP) is able to improve students’ mathematical literacy ability more effectively than direct learning model. In addition, the researcher explores how gender affects the effectiveness of MMP. The gender contribution here is what the differences of male and female students’ mathematical literacy ability are. The approach used in this research is quantitative research and the method is quasi-experimental having design of non-equivalent controlled group design. There are 70 students of grade X as sample consisting 35 students in experimental classes and 35 students in controlled classes (simple random sampling technique). The data taken in this research through mathematical literacy written test as the instrument and documentation. The analysis technique used is a two-way analysis of variance. The research results shows that students who are taught using the MMP model have significant effect on mathematical literacy ability than the students who are taught using direct learning.  Female students’ mathematical literacy ability is better than the male students’ ability. There is a correlation between learning model and gender differences on mathematical literacy ability. Both male and female students’ mathematical literacy ability who are taught using MMP learning model is higher than male and female students’ ability who are taught using direct learning model Thus, MMP can be implemented as an alternative learning model to develop students' mathematical literacy ability. Kurangnya kemampuan literasi matematis dikarenakan oleh proses pembelajaran yang lebih monoton pada guru serta minimnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Studi ini untuk mengetahui apakah MMP (Missouri Mathematics Project) lebih efektif dalam mengembangkan literasi matematis daripada pembelajaran langsung. Selain itu, akan diekplorasi bagaimana gender mempengaruhi efektifitas MMP. Kontribusi gender yang dimaksud yaitu bagaimana perbedaan kemampuan literasi matematis antara laki-laki dan perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quaisy experimental. Sebanyak 70 siswa kelas X yang dijadikan sebagai sampel yang terdiri dari 35 kelas eksperimen dan 35 kelas kontrol (teknik simple random sampling). Instrumen penelitian dilakukan melalui tes literasi matematis, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis varians dua jalur. Penelitian tersebut menemukan bahwa siswa yang diajar dengan model pembelajaran MMP memiliki literasi matematis lebih baik dibandingkan siswa yang diajarkan menggunakan pembelajaran langsung. Kemampuan literasi matematis siswa perempuan lebih tinggi daripada laki-laki. Terdapat interaksi antara MMP dengan perbedaan gender terhadap kemampuan literasi matematis. Kemampuan literasi matematis siswa laki-laki yang menerapkan MMP lebih tinggi dibandingkan dengan yang menerapkan pembelajaran langsung. Kemampuan literasi matematika siswa perempuan dengan menerapkan MMP lebih tinggi dibandingkan kemampuan siswa yang menerapkan pembelajaran langsung. Sehingga, MMP dapat dijadikan alternatif model pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan literasi matematis siswa.
The Development of a Mathematics Learning Module on Proportion Material Based on STEM with Islamic Integration for Junior High School Kristanti, Miya; Masamah, Ulfa
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v5i2.16620

Abstract

21st-century learning requires a special approach which improve students’ learning outcomes, namely aspects of cognitive, affective, and psychomotor. Mathematics learning tools must still pay attention to the universal values of Islamic teachings and the use of technology, including STEM. The learning module is the teaching material used by teachers in the mathematics learning process. This study aims to develop and determine the level of validity of ISTEM-based mathematics learning modules on proportion material. This research was carried out at junior high school based on research and development with the ADDIE model, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The instruments were observation sheets, questionnaires, and interviews. The module has been validated by design experts and material experts. The results showed that the development of the module based on the assessment of material experts obtained an average percentage of 90.42% with appropriate criteria, learning expert assessments obtained an average percentage of 81.67% with appropriate criteria, and design expert assessments obtained an average percentage of 81.08%. The results of using the module obtained an average score of 85.71% with a total of 24 students who completed it. The module obtained very high assessment criteria and met the requirements for effective use in improving mathematical learning outcomes and was suitable for use in the mathematics learning process on proportion material for junior high school level. Thus, based on the results of this study, it is necessary to integrate ISTEM in the development of mathematics learning modules for junior high school on proportion materials. Pembelajaran abad ke-21 membutuhkan pendekatan khusus yang meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Perangkat pembelajaran matematika harus tetap memperhatikan nilai-nilai universal ajaran Islam dan pemanfaatan teknologi, diantaranya adalah STEM. Modul pembelajaran merupakan bahan ajar yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui tingkat validitas modul pembelajaran matematika berbasis ISTEM pada materi perbandingan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP berdasarkan penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Instrumennya adalah lembar observasi, angket dan wawancara. Modul tersebut telah divalidasi oleh ahli desain dan ahli materi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan modul tersebut berdasarkan penilaian ahli materi diperoleh persentase rata-rata 90,42% dengan kriteria sesuai, penilaian ahli pembelajaran memperoleh persentase rata-rata 81,67% dengan kriteria sesuai, penilaian ahli desain diperoleh rata-rata persentase 81,08%. Hasil penggunaan modul tersebut diperoleh nilai rata-rata 85,71% dengan total 24 siswa yang tuntas. Modul tersebut memperoleh kriteria penilaian sangat tinggi dan memenuhi syarat efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar matematika dan layak digunakan dalam proses pembelajaran matematika materi perbandingan tingkat SMP. Dengan demikian, berdasar pada hasil penelitian tersebut, perlu ada integrasi ISTEM dalam pengembangan modul pembelajaran matematika materi perbandingan jenjang sekolah menengah pertama.
Comparison of K-Means, Fuzzy C-Means, Fuzzy Gustafson Kessel, and DBSCAN for Village Grouping in Surabaya Based on Poverty Indicators Hidayati, Sri; Darmaliana, Aviolla Terza; Riski, Raulia
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v5i2.16552

Abstract

The population growth rate in various countries in the world is increasing, including Indonesia. The population explosion as a result of rapid population growth has a negative impact on the socio-economic life of the community, such as increasing unemployment rates, food shortages, and high poverty rates. Therefore, local governments in each country try to overcome the poverty problem using various policies, including in Surabaya, East Java, Indonesia. This study aims to classify villages in Surabaya using non-hierarchical clustering, such as K-Means, Fuzzy C-Means, Fuzzy Gustafson Kessel, and DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise), based on poverty indicators. Before analysis, the villages in Surabaya, East Java, Indonesia were classified using non-hierarchical clustering, and the results of cluster analysis were compared from various methods using the value of within clusters sum of squares and average silhouette width. Comparison between village grouping methods results in K-Means being the best method for village grouping in Surabaya, East Java, Indonesia based on the values of the within clusters sum of squares. While based on the average silhouette width value, the DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise) method is found to be the best method because its value was close to 1 compared to the other methods. Thus, it can be concluded that K-Means and DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise) is the best method for village grouping in Surabaya, East Java, Indonesia in relation to poverty problems. Laju pertumbuhan penduduk di berbagai negara di dunia semakin meningkat, termasuk Indonesia. Ledakan penduduk akibat pertumbuhan penduduk yang pesat berdampak negatif terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat, seperti meningkatnya angka pengangguran, kekurangan pangan, dan tingginya angka kemiskinan. Oleh karena itu, pemerintah daerah di setiap negara berusaha mengatasi masalah kemiskinan dengan berbagai kebijakan, termasuk di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan desa-desa di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia menggunakan non-hierarchial clusterings, seperti K-Means, Fuzzy C-Means, Fuzzy Gustafson Kessel, dan DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise), berdasarkan indikator kemiskinan. Sebelum dilakukan analisis, desa-desa di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia diklasifikasikan menggunakan non-hierarchical clustering, dan hasil analisis cluster dibandingkan dari berbagai metode dengan menggunakan nilai cluster sum of squares dan rata-rata lebar siluet. Perbandingan antar metode pengelompokan desa menghasilkan K-Means menjadi metode terbaik untuk pengelompokan desa di Surabaya berdasarkan nilai cluster sum of squares. Sedangkan berdasarkan nilai rata-rata lebar siluet, metode DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise) merupakan metode yang paling baik karena nilainya mendekati 1 dibandingkan dengan metode lainnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa K-Means dan DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise) merupakan metode terbaik untuk pengelompokan desa di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia dalam kaitannya dengan masalah kemiskinan.
Classification of Hepatitis Patients Using Logistic Regression and Support Vector Machines Methods Nurlaily, Diana; Irfandi, Yoga Prastya; Santoso, Noviyanti; Qomariyah, Siti; Wibowo, Dandy
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v5i2.17052

Abstract

Hepatitis is an inflammatory disease of the liver. The virus often causes hepatitis and it becomes the number one world health problem. From 2019 to 2020, there were 1.5 million new cases of hepatitis B and C infection per year. WHO (World Health Organization) aims to eliminate hepatitis by 2030. Based on this problem, it is necessary to classify which health indicators may be vulnerable to the survival of hepatitis patients. This research aims to obtain the best method for classifying hepatitis patients by comparing the logistic regression method and SVM (Support Vector Machines). The classification using logistic regression and SVM is the suitable alternative for this case because the response category is binary data. This research is quantitative research and the researcher uses the hepatitis data set obtained from the UCI repository learning machine. The hepatitis data set contains 19 predictive variables (6 continuous and 13 discrete variables). The patients are divided into two groups, living, and dead patients’ groups. The results show that the best accuracy value produced by using the logistic regression method is 79.3%, and by using the SVM method is 81.94%. Thus, the best classification result for the hepatitis data set is the holdout stratified SVM method using Kernel radians with an accuracy value of 81.94%. This result indicates that the holdout stratified SVM method using Kernel radians can classify hepatitis patients’ data. Hepatitis adalah penyakit peradangan pada hati. Hepatitis sering disebabkan oleh virus. Hepatitis termasuk masalah kesehatan dunia. Tahun 2019 sampai dengan 2020, terdapat 1,5 juta kasus baru infeksi hepatitis B dan C per tahun. WHO (World Health Organization) bertujuan untuk menghilangkan penyakit hepatitis pada tahun 2030. Berpondasikan masalah tersebut, perlu adanya pengklasifikasian untuk mengetahui indikator kesehatan mana yang mungkin rentan terhadap kelangsungan hidup pasien hepatitis. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan metode terbaik dalam mengklasifikasikan pasien hepatitis dengan cara membandingkan metode regresi logistik dan SVM (Support Vector Machines). Klasifikasi menggunakan regresi logistik dan SVM merupakan alternatif yang tepat untuk kasus ini, karena kategori respon adalah data biner. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan dataset hepatitis yang diperoleh dari UCI machine learning repository. Kumpulan data hepatitis berisi 19 variabel prediksi (6 variabel kontinu dan 13 variabel diskrit). Pasien dibagi menjadi dua kelas yaitu hidup dan mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai akurasi terbaik yang dihasilkan metode regresi logistik adalah 79.3% sementara menggunakan metode SVM adalah 81.94%. Jadi hasil klasifikasi terbaik untuk dataset hepatitis adalah metode SVM holdout stratified menggunakan kernel radian dengan akurasi sebesar 81,94%. Hasil ini mengindikasikan bahwa metode SVM holdout stratified menggunakan kernel radian dapat digunakan untuk mengklasifikasikan data pasien hepatitis.
Newman's Error Analysis: The Errors of 4th Grade Students in Solving TIMSS Problems Aziza, Mela; Eratika, Enisri
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v5i2.16618

Abstract

Indonesian students who have low ability in mathematics require a lot of testing of international standard questions to practice their problem-solving and reasoning skills. Error analysis is needed to analyze the causes of student errors and how determine preventive solutions in the future. This study aims to determine the errors of fourth-grade students at SD Negeri 36 Lubuk Sirih Ilir Village in solving TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) problems. A qualitative approach was used to collect qualitative descriptive data on students’ errors. The ability of each student is categorized based on the TIMSS benchmark, and the errors made are analyzed by Newman’s Error Analysis (NEA). The analysis activity steps for this study are collecting data, reducing, presenting, and drawing conclusions. Ten TIMSS problems that have been selected based on the content domains were tested on students, and the results showed that the abilities of eight students were in a low category, while one person with medium ability and one with very high ability. When students answered the TIMSS problems, they made the most errors in the numbers, measurement, and geometry domains.  All students gave incorrect answers to number 6, one of the measurement and geometry problems, meanwhile, in number 3, a problem of numbers domain, one participant answered correctly. According to the NEA, errors in understanding problems and process skills were the most common errors. The types of mistakes made by students can be an evaluation for teachers in determining strategies when asking questions in mathematics class. Kemampuan siswa Indonesia di bidang matematika yang rendah membutuhkan banyak pengujian soal standar internasional untuk melatih kemampuan pemecahan masalah dan penalaran mereka. Analisis kesalahan dibutuhkan untuk menganalisis penyebab kesalahan siswa dan bagaimana menentukan solusi pencegahan ke depannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan peserta didik kelas IV SD Negeri 36 Desa Lubuk Sirih Ilir dalam memecahkan soal TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study). Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif deskriptif tentang kesalahan peserta didik. Kemampuan setiap peserta didik dikategorikan berdasarkan tolak ukur TIMSS dan kesalahan yang dilakukan dianalisis dengan Newman’s Error Analysis (NEA). Langkah-langkah analisis yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan pengambilan kesimpulan. Sepuluh soal TIMSS yang sudah diseleksi berdasarkan domain materi diujikan kepada peserta didik dan hasilnya menunjukan bahwa kemampuan delapan peserta didik berada pada kategori rendah sedangkan satu orang berkemampuan sedang dan satu lainnya memiliki kemampuan sangat tinggi. Ketika menjawab soal TIMSS, peserta didik melakukan kesalahan paling banyak pada domain materi bilangan serta pengukuran dan geometri. Pada salah satu soal pengukuran dan geometri yaitu nomor 6, semua peserta didik memberikan jawaban yang salah. Sedangkan pada soal materi Bilangan nomor 3, hanya satu peserta yang tidak melakukan kesalahan dalam menjawab. Berdasarkan NEA, kesalahan dalam memahami soal dan keterampilan proses adalah kesalahan yang paling banyak dilakukan. Jenis kesalahan yang dilakukan siswa bisa menjadi evaluasi bagi guru dalam menentukan strategi dalam aktivitas bertanya di kelas matematika.
The Development of Digital Comics Learning Media Based Ethnomathematics of Kretek Dance Integrated with Islamic Values Arthamevia, Arnetta Thalia; Wahyuni, Fina Tri; Mursyid, Achmad Yafik
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v5i2.16174

Abstract

The Indonesian education system has come in the era of the industrial revolution 4.0, so the development of learning media should be carried out according to technological developments with upholding Indonesian cultural values and religious character to achieve the noble goals of education. Media development is carried out to overcome students' difficulties in learning mathematics, one of which is the angle material that requires visualization. One of the visual media is digital comics. This study aims to determine the development process and the feasibility of developing digital comic learning media based on the ethnomathematics of kretek dance that integrates Islamic values. This study used a Research and Development (R&D) type with a Four-D (4D) model that used a limited-scale trial. The model consists of four stages: define, design, develop, and disseminate. The results of this study were obtained by expert validation sheets and student response questionnaires as users. The research results from the three experts showed that the criteria were very feasible, with an average of 88.89% for material experts, 82.78% for media experts, and 95% for Islamic value integration experts. A limited-scale product trial conducted on 10 grade VII students of MTs NU Hasyim Asy'ari 03 Kudus obtained a percentage average of 98% with the criteria very feasible. Thus, the digital comic learning media developed in this study was very feasible to be used in mathematics learning. This research can encourage teachers to explore more about learning media that will be used to help transfer academic knowledge to students. Sistem pendidikan Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0 sehingga pengembangan media pembelajaran hendaknya dilakukan sesuai perkembangan teknologi dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya Indonesia dan karakter religious sebagai usaha untuk mencapai tujuan luhur pendidikan. Pengembangan media dilakukan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika, salah satunya yakni pada materi sudut yang memerlukan visualisasi. Salah satu media visual yang dapat digunakan yakni komik digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan dan kelayakan hasil pengembangan media pembelajaran komik digital berbasis etnomatematika tari kretek yang terintegrasi nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Four-D (4D) yang menggunakan uji coba skala terbatas. Model ini terdiri dari empat tahapan yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Hasil penelitian ini diperoleh dari lembar validasi ahli dan angket respon peserta didik sebagai pengguna. Adapun hasil penelitian dari ketiga ahli menunjukkan kriteria sangat layak dengan rata-rata persentase sebesar 88,89% dari ahli materi, sebesar 82,78% dari ahli media, dan sebesar 95% dari ahli integrasi nilai keislaman. Dari uji coba produk skala terbatas yang dilakukan kepada 10 siswa kelas VII MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Kudus diperoleh rata-rata persentase sebesar 98% dengan kriteria sangat layak. Maka media pembelajaran komik digital yang dikembangkan dalam penelitian ini sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran matematika. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat mendorong para guru untuk lebih mengeksplorasi mengenai media-media pembelajaran yang mungkin digunakan dalam membantu mentransferkan ilmu pendidikan kepada siswa.
The Correlation between Memorizing the Qur’an Ability and Students’ Logical-Mathematical Intelligence Irsal, Irni Latifa; Yunita, Nurma
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v5i2.16586

Abstract

A hypothesis telling that students' mathematics logical ability differences are caused by memorizing the Qur'an, is the focus of this research. The researcher in this research analyzes whether there is correlation between logical-mathematical ability and memorization the Qur'an and the overview. Quantitative and qualitative analysis is used to reveal the correlation between logical-mathematics intelligence and the Qur'an memorization. Logical-Mathematical Intelligence test, Qur'an memorization test, interview, and observation are used as instruments in the research. Twenty-eight students in the mathematics study program are as the subject of research where all students have already joined logical-mathematical subject. Based on the results obtained, overall, logical-mathematical intelligence and Qur'an memorization have a positive linear correlation. The more the students memorize the Qur’an the more the students have logical-mathematical intelligence. It is illustrated in the results, there are 6 different types of numerical indicators when viewed from the level of quantity and quality of memorizing the Qur'an. The same number is also reflected in abstract indicators and spatial relations. Each of them shows 6 different types of logical-mathematical intelligence when viewed from the level of quantity and quality of the Qur'an memorization. The research result also shows the benefits of memorizing the Qur'an which provides positive changes on students learning patterns. The development of the Qur'an memorization method is expected to be able to improve students' Qur'an memorization having an impact on students, intelligence especially logical-mathematical intelligence.  Adanya dugaan bahwa perbedaan kemampuan logika matematika dimiliki mahasiswa disebabkan oleh hafalan Al-Qur’an, menjadi dasar dari penelitian ini.  Penelitian ini menganalisi apakah ada hubungan antara logika matematika dan hafalan Al-Qur’an, serta gambaran dari hubungan tersebut. Analisis kuantitatif dan kualitatif digunakan untuk mengungkap hubungan antara logika matematika dan hafalan Al-Qur’an. Tes logika matematika, tes hafalan Al-Qur’an, wawancara, serta observasi digunakan sebagai instrument dalam penelitian. Dua puluh delapan mahasiswa tadris matematika menjadi subjek penelitian di mana seluruh mahasiswa telah mempelajari matakuliah logika matematika. Berdasarkan hasil yang didapat, secara keseluruhan, kecerdasan logika matematika dan hafalan Al-Qur’an memiliki hubungan linier positif. Semakin baik kuantitas dan kualitas hafalan Al-Qur’an yang dimiliki, maka akan semakin baik pula kemampuan logika matematika yang dimiliki mahasiswa. Tergambar pada hasil bahwa, terdapat 6 tipe perbedaan pada indikator numerikal jika dilihat dari tingkat kuantitias dan kualitas hafalan Al-Qur’an. Jumlah yang sama juga tergambar pada indikator abstrak dan relasi ruang. Masing-masing menunjukkan 6 tipe perbedaan kecerdasan logika matematika jika dilihat dari tingkat kuantitas dan kualitas hafalan Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan pula kebermanfaatan penghafalan Al-Qur'an yang memberikan perubahan positif dalam pola belajar mahasiswa. Pengembangan metode menghafal al-qur'an diharapkan mampu mengembangkan hafalan al-qur'an mahasiswa yang berdampak pula pada kecerdasannya
Promoting Collaboration in InFleX Modality: A Case on Teaching History of Mathematics Medina, Joneil Bariñan
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i1.19405

Abstract

The goal of mathematics education in the Philippines is the development of critical thinking and problem-solving skills of the students. The pandemic, however, posed a serious challenge in implementing strategies that would promote 21st-century skills among unprepared students. This paper aimed to present the mathematics instructor’s experience in promoting collaboration in the time of the pandemic among pre-service teachers, utilizing the innovative and flexible (InFleX) modality. As action research, this paper describes the implementation of modular collaboration projects and study groups to promote collaboration. Utilizing local research outputs on interdisciplinary contextualized project-based units, collaborative problem solving, and communication patterns, these mechanisms of implementing collaborative activities in online and distance learning modality was devised. Purposive sampling is employed in the collection of student data. Preliminary survey results of the student experiences yielded some types of students’ mechanisms of decision-making and collaboration that are termed additive; goal-oriented and consultative. Students also expressed the role of the teacher in the collaboration activity and the challenges encountered. The implementation of the modular collab projects amidst the challenge of connectivity and the pandemic through the establishment of study groups and multiple communication channels encouraged students to achieve the module outcomes. Tujuan pendidikan matematika di Filipina adalah pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah para mahasiswa. Namun, pandemi menimbulkan tantangan serius dalam menerapkan strategi yang akan mempromosikan keterampilan abad ke-21 di kalangan mahasiswa yang tidak siap. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan pengalaman instruktur matematika dalam mempromosikan kolaborasi di masa pandemi di antara calon guru, dengan memanfaatkan modalitas inovatif dan fleksibel (InFleX). Sebagai penelitian tindakan, artikel ini menjelaskan implementasi proyek kolaborasi modular dan kelompok belajar untuk mempromosikan kolaborasi. Memanfaatkan hasil penelitian lokal pada unit berbasis proyek kontekstual interdisipliner, pemecahan masalah kolaboratif, dan pola komunikasi, mekanisme pelaksanaan kegiatan kolaboratif dalam modalitas pembelajaran online dan jarak jauh ini dirancang. Purposive sampling digunakan dalam pengumpulan data mahasiswa. Hasil survei awal dari pengalaman mahasiswa menghasilkan beberapa jenis mekanisme pengambilan keputusan dan kolaborasi mahasiswa yang disebut aditif; berorientasi pada tujuan dan konsultatif. Mahasiswa juga mengungkapkan peran guru dalam kegiatan kolaborasi dan tantangan yang dihadapi. Implementasi proyek kolaborasi modular di tengah tantangan konektivitas dan pandemi melalui pembentukan kelompok belajar dan berbagai saluran komunikasi mendorong mahasiswa untuk mencapai hasil modul.
Implementation of the MathCityMap Application to Increase Students' Mathematical Problem-Solving Skills: A Systematic Literature Review Paramitha, Witha; Agoestanto, Arief
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i1.19735

Abstract

The growing research on the use of the MathCityMap application in mathematics education necessitates a summary of its finding. MathCityMap is an application supported by the use of mobile technology to provide real visualization of mathematics concepts to students in order to improve students' mathematical problem-solving skills. This study aims to provide an overview of the application of the MathCityMap application to increase students' mathematical problem-solving skills. A systematic literature review (SLR) was used to synthesize research relevant to the objectives of this study. Research steps using Systematic Literature Review are formulating research questions, applying inclusion criteria, looking for studies related to the topic, selecting some studies to be the main study, analyzing data from the studies’ results, and compiling them into research reports. Through Publish or Perish, Google Scholar, Directory of Open Access Journals (DOAJ), and Education Resources Information Centre (ERIC) it was obtained that 16 primary studies were published from 2013 to 2023 that fitted the inclusion criteria for further analysis. The results of this study conclude that the MathCityMap application is effective in improving students' mathematical problem-solving skills. The integration of the MathCityMap application with learning models can be used by teachers to help students complete various project-based assignments and improve mathematics problems. The results of this study help teachers and researchers to understand how the MathCityMap application can be applied in learning mathematics to improve students' mathematical problem-solving skills. Penelitian tentang implementasi aplikasi MathCityMap dalam pembelajaran matematika semakin banyak dilakukan, sehingga perlu adanya penelitian yang merangkum hasil temuan penelitian aplikasi MathCityMap dalam pembelajaran Matematika. MathCityMap adalah aplikasi yang didukung dengan pemanfaatan teknologi mobile untuk memberikan visualisasi konsep matematika secara nyata kepada siswa guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan aplikasi MathCityMap terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR). Langkah-langkah penelitian dengan menggunakan Systematic Literature Review adalah merumuskan pertanyaan penelitian, menerapkan kriteria inklusi, mencari kajian yang berkaitan dengan topik, memilih beberapa kajian untuk menjadi kajian utama, menganalisis data dari hasil kajian, dan menyusunnya menjadi laporan penelitian. Sintesis studi yang relevan dengan tujuan penelitian ini dilakukan menggunakan Publish or Perish, Google Scholar, Directory of Open Access Journals (DOAJ), dan Education Resources Information Centre (ERIC) dimana diperoleh 16 studi primer yang diterbitkan dari tahun 2013 hingga tahun 2023. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa aplikasi MathCityMap efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Integrasi MathCityMap dengan model pembelajaran dapat digunakan guru untuk membantu siswa menyelesaikan berbagai tugas berbasis proyek dan memecahkan masalah. Hasil penelitian ini membantu guru dan peneliti untuk memahami bagaimana aplikasi MathCityMap dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Metacognitive Skills of High School Students Based on Interest in Learning Mathematics Suandi, Rizki Desiana; Firmasari, Siska; Raharjo, Jajo Firman
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i1.19548

Abstract

Important metacognitive skills are possessed by students because then the student can control his or her mind in learning. The student who can control himself or herself in learning has been able to sort out appropriate learning methods for himself or herself so that the student can come to know his or her interest in learning. Interest in learning is one of the internal factors that will affect the results of learning, not only will interest in learning also affect students' metacognitive skills. The goal of this study is to analyze the characteristics students have of the metacognitive skills covered by the interest in studying mathematics and not only is it to describe the metacognitive skills covered by the interest in studying mathematics. This research uses a qualitative approach with descriptive methods with research subjects 6 students majoring in accounting, who was selected following the research conducted random selection. The tools used in the study are observation of metacognitive skills and interest in learning, interviews that also include metacognitive and interest in learning, and finally, a test problem containing an indicator of metacognitive skills. This study suggests that for students who have an interest in learning high math, their metacognitive skills will be high by meeting all the available indicators, along with the results of learning by a test with good results. Students who are not interested in learning, then during learning will not be maximized because a major key to learning is interest. Keterampilan metakognitif penting dimiliki setiap siswa karena dengan begitu siswa dapat mengendalikan pikirannya sendiri dalam belajar. Siswa yang dapat mengontrol dirinya sendiri dalam belajar maka ia sudah bisa memilah cara belajar yang sesuai untuk dirinya sendiri dan sudah dapat mengetahui minatnya dalam pembelajaran. Minat belajar termasuk faktor internal dan berdampak pada hasil belajar, minat belajar juga berdampak kepada keterampilan metakognitifnya. Tujuan penelitian yaitu menganalisis karakteristik yang siswa miliki terhadap keterampilan metakognitif yang ditinjau dari minat belajar matematika penelitian memiliki tujuan mendeskripsikan keterampilan metakognitif yang ditinjau dari minat belajar matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan subjek penelitian 6 siswa jurusan akuntansi, yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan yaitu observasi untuk keterampilan metakognitif dan minat belajar, wawancara yang mencakup keterampilan metakognitif dan minat belajar, dan soal tes yang memuat indikator keterampilan metakognitif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki minat belajar matematika yang tinggi maka keterampilan metakognitifnya akan tinggi memenuhi semua Indikator yang ada, didukung juga dengan hasil belajar yang baik. Siswa yang minat belajarnya sedang maka keterampilan metakognitifnya juga akan sedang dimana pada setiap indikatornya sudah cukup memenuhi, didukung dari hasil belajar yang memperoleh cukup baik dalam menyelesaikan soal tes. Untuk siswa yang memiliki minat belajar rendah metakognitifnya akan rendah pada setiap indikatornya siswa tersebut kurang memenuhi, didukung juga dari hasil belajar sebatas untuk menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan siswa masih belum mampu. Siswa yang tidak minat dalam belajar, maka selama pembelajaran tidak akan maksimal dikarenakan sebuah kunci utama pembelajaran yaitu minat.

Page 10 of 15 | Total Record : 145