cover
Contact Name
Putri Nur Malasari
Contact Email
jpm@iainkudus.ac.id
Phone
+6285697918884
Journal Mail Official
putrinurmalasari@iainkudus.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/jmtk/about/editorialTeam
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
ISSN : 26153939     EISSN : 27231186     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/jpm.v3i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus) has number of P-ISSN 2615-3939 | E-ISSN 2723-1186, it is to provide the latest scientific articles based on Teaching and Learning, Instruction, Curriculum Development, Learning Environments, Teacher Education, Educational Technology, Educational Developments, from many kinds of research such as survey, Research and Development, Experimental Research, Classroom Action Research, etc. (See Focus and Scope). The articles are published twice a year and published by the Institut Agama Islam Negeri Kudus.
Articles 145 Documents
The Effectiveness of an ICT-Based Problem-Based Learning Model on Students’ Mathematical Literacy Skills and Learning Interest Nada, Adiba I’lliyyun; Lestari, Mulyaningrum; II2, Salvador V. Briones
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v8i2.34083

Abstract

In the Industrial Revolution 4.0 era, education faces challenges such as low mathematical literacy and limited student interest. One solution is implementing a Problem-Based Learning (PBL) model supported by Information and Communication Technology (ICT)-based media. This study used Microsoft PowerPoint for visual presentations, YouTube videos, and worksheets for practice problems. These tools were selected for their relevance to mathematics content, accessibility, and alignment with PBL steps to enhance engagement. Learning materials were teacher-developed and contextualized with statistics topics. This study aimed to: (1) determine the effectiveness of the ICT-based PBL model in improving mathematical literacy compared to direct learning, and (2) examine its effect on students’ learning interest. A quantitative quasi-experimental method with a posttest-only control group design was used, involving 64 junior high school students (32 experimental, 32 control). Data were collected through validated instruments: a mathematical literacy test (reliability 0.87) and a learning interest questionnaire (reliability 0.82). Data analysis using an independent sample t-test confirmed significant differences (p < 0.05). The experimental group achieved higher mean scores in mathematical literacy (82.56) and learning interest (84.33) than the control group (74.18 and 76.41). The t-values (3.42 and 3.09) exceeded the critical value (t₀.₀₅ = 2.00). These findings indicate that the ICT-based PBL model effectively improves mathematical literacy and learning interest. Practically, mathematics teachers are encouraged to integrate ICT-based PBL into instruction, supported by adequate ICT facilities and teacher training. Di era Revolusi Industri 4.0, dunia pendidikan menghadapi tantangan berupa rendahnya kemampuan literasi matematis dan kurangnya minat belajar siswa. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan model Problem-Based Learning (PBL) yang didukung media berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Media TIK yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Microsoft PowerPoint untuk presentasi visual, video pembelajaran dari YouTube, serta lembar kerja siswa. Media tersebut dipilih berdasarkan relevansinya dengan materi matematika, kemudahan akses, dan kesesuaiannya dengan langkah-langkah PBL untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Seluruh bahan ajar dikembangkan oleh guru dan dikontekstualisasikan dengan materi statistika. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui efektivitas model PBL berbasis TIK dalam meningkatkan literasi matematis dibandingkan pembelajaran langsung, dan (2) menelaah pengaruhnya terhadap minat belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu posttest-only control group. Sampel penelitian terdiri atas 64 siswa SMP negeri (32 kelompok eksperimen dan 32 kelompok kontrol). Data dikumpulkan melalui tes literasi matematis (reliabilitas 0,87) dan angket minat belajar (reliabilitas 0,82). Hasil analisis menggunakan independent sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05). Rata-rata literasi matematis kelompok eksperimen (82,56) dan minat belajar (84,33) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (74,18 dan 76,41). Dengan demikian, model PBL berbasis TIK terbukti efektif meningkatkan literasi matematis dan minat belajar siswa, serta direkomendasikan untuk diterapkan oleh guru dengan dukungan fasilitas dan pelatihan TIK yang memadai.
Learning Direct and Inverse Proportion: A Study in the Framework of Pedagogical Content Knowledge Ruli, Redo Martila; Jupri, Al; Dahlan, Jarnawi Afgani
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v8i1.30523

Abstract

Many real-life problems are closely related to the concepts of direct and inverse proportion. Therefore, it is essential for students to develop a sound understanding of these concepts. This study aims to observe the mathematics learning process in the classroom, specifically in relation to pedagogical and content knowledge regarding direct and inverse proportion. This research employed a qualitative observational approach to examine how the teaching and learning process unfolds in the context of these mathematical concepts. The study took place on November 28, 2024, involving 28 seventh-grade students from a private junior high school in Bandung, Indonesia. Data were collected through direct classroom observation during the lesson. The primary research instrument was an observation sheet, which was developed to examine the implementation of Pedagogical Content Knowledge (PCK) in mathematics instruction. The data analysis process consisted of data processing, data analysis, and data interpretation. The observation of seventh-grade mathematics instruction focusing on the concepts of direct and inverse proportion from a PCK perspective provides insight into how PCK is applied in the mathematics classroom. The predominant use of lecture-based teaching limited students’ opportunities to construct conceptual understanding, resulting in noticeable difficulties in distinguishing between direct and inverse proportion problems. It was found that many students lacked a clear understanding of the differences between direct and inverse proportions, leading to difficulties in identifying whether a given problem involved one or the other. This indicates a need for instructional methods that allow students to construct their own understanding of the topic being taught. Furthermore, the development of instructional materials should be more closely aligned with students’ cognitive characteristics to support meaningful learning experiences. Permasalahan dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali berkaitan dengan konsep perbandingan senilai dan berbalik nilai, oleh sebab itu perlu bagi siswa untuk memahami konsep ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati proses pembelajaran matematika di dalam kelas yang ditinjau dari pedagogik dan pengetahuan tentang konten perbandingan senilai dan berbalik nilai. penelitian ini merupakan studi kualitatif observasional, metode ini digunakan untuk menyelidiki proses pembelajaran di kelas pada materi perbandingan senilai dan berbalik nilai. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 November 2024, dengan partisipan yaitu 28 orang siswa kelas VII pada salah satu SMP swasta di Kota Bandung. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan melakukan pengamatan langsung pada saat proses pembelajaran. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa lembar observasi yang dikembangkan untuk mengamati PCK pada pembelajaran di kelas. Teknik analisis data pada penelitian ini terdiri atas pemrosesan data, analisis data, dan interpretasi data Pembelajaran matematika kelas VII dengan konsep perbandingan senilai dan berbalik nilai yang ditinjau dari sudut pandang PCK memberikan gambaran tentang bagaimana PCK diterapkan dalam pembelajaran matematika di dalam kelas. Metode ceramah yang digunakan guru menimbulkan dampak yang membuat siswa kurang memaknai apa yang sedang dipelajari. Kurangnya pemahaman siswa tentang perbedaan antara konsep dari perbandingan senilai dan berbalik nilai yang mengakibatkan siswa tidak bisa membedakan permasalahan yang sedang dibahas apakah permasalahan perbandingan senilai atau perbandingan berbalik nilai. Diperlukan metode pembelajaran yang dapat membuat siswa membangun pengetahuannya sendiri tentang materi yang sedang dipelajari, Selain itu, pengembangan bahan ajar melalui proses penelusuran dan pengkajian yang lebih mendalam dan telah disesuaikan dengan karakteristik siswa, sehingga pada akhirnya siswa dapat memaknai apa yang sedang dipelajarinya.
Tebiras Sarong: A Number Theory Based Innovation Derived from the Menara Kudus Motif Wahyuni, Fina Tri; Anggraini, Choirina Tri Wahyuni
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v8i2.34783

Abstract

This study aims to develop and evaluate Sarung Tebiras, an innovative reinterpretation of the Menara Kudus sarong that integrates number theory concepts to cultivate students’ edupreneurial competencies. The research employed a 4D Research and Development (R&D) model consisting of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. Data were collected through expert validation forms, student response questionnaires, and edupreneurship assessments, and were analyzed using validation scoring, Likert-scale conversion, and feasibility testing. The development process produced a sarong design integrating number theory elements such as prime numbers, factorization, congruence, Euler’s theorem, and modulo arithmetic into the traditional Menara Kudus motif. Expert evaluations from material, design, and edupreneurship specialists indicated that the product met the criteria of “Very Worthy” and “Worthy”. Student responses indicated a positive reception, with an average score of 96%. The edupreneurship questionnaire yielded an average score of 39.21, categorized as “Very Good.” These results showed that Sarung Tebiras is feasible and effective as a culturally grounded innovative product that integrates mathematical concepts while enhancing students’ edupreneurial development. The novelty and contribution of this study lie in demonstrating how integrating number theory concepts into the Menara Kudus sarong motif can produce a contextual learning product that enhances mathematical understanding and stimulates students’ edupreneurial awareness. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi Sarung Tebiras, sebuah reinterpretasi inovatif dari sarung Menara Kudus yang mengintegrasikan konsep teori bilangan untuk menumbuhkan kompetensi edupreneurial siswa. Penelitian ini menggunakan model Penelitian dan Pengembangan (R&D) 4D yang terdiri dari tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Data dikumpulkan melalui formulir validasi ahli, kuesioner respons siswa, dan penilaian edupreneurship, dan dianalisis menggunakan skor validasi, konversi skala Likert, dan uji kelayakan. Proses pengembangan menghasilkan desain sarung yang mengintegrasikan unsur-unsur teori bilangan seperti bilangan prima, faktorisasi, kongruensi, teorema Euler, dan aritmatika modulo ke dalam motif Menara Kudus tradisional. Evaluasi ahli dari spesialis material, desain, dan edupreneurship menunjukkan bahwa produk tersebut memenuhi kriteria "Sangat Layak" dan "Layak". Respons siswa menunjukkan penerimaan yang positif, dengan skor rata-rata 96%. Kuesioner edupreneurship menghasilkan skor rata-rata 39,21, yang dikategorikan "Sangat Baik". Hasil ini menunjukkan bahwa Sarung Tebiras layak dan efektif sebagai produk inovatif berbasis budaya yang mengintegrasikan konsep matematika sekaligus meningkatkan perkembangan edupreneurial siswa. Kebaruan dan kontribusi penelitian ini terletak pada bagaimana mengintegrasikan konsep teori bilangan ke dalam motif sarung Menara Kudus dapat menghasilkan produk pembelajaran kontekstual yang meningkatkan pemahaman matematika dan merangsang kesadaran edupreneurial siswa.
A Meta-thematic Synthesis of Problem Posing as an Instructional Approach in Mathematics Education Balacuit, Ian Cesar Panawan; Oledan, Alexis Michael B.
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v8i2.30913

Abstract

Problem posing has garnered increasing attention from mathematics education researchers due to its positive impact on students' learning outcomes. However, the extent of these outcomes has not been comprehensively synthesized. Therefore, this study conducted a meta-thematic synthesis to consolidate qualitative evidence on the impacts of the problem-posing approach on students’ learning and their experiences during its implementation. Following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework, a systematic search of literature published between 2010 and 2024 was conducted through Google Scholar. From 207 studies screened, 16 met the inclusion criteria and were analyzed through a meta-thematic synthesis. Findings revealed that the effects of problem posing on students' learning in mathematics can be categorized into cognitive and socio-emotional effects. Cognitive effects include positive changes in problem-solving, creative thinking, mathematical understanding, and argumentation skills. The socio-emotional domain includes the development of productive beliefs, positive mindsets, and affective engagement in learning. Furthermore, two overarching themes emerged regarding students’ engagement with problem-posing tasks: (1) strategies for participating in problem-posing activities, and (2) perceptions of the instructional approach itself. The results affirm that the problem-posing approach contributes to holistic student development by simultaneously fostering cognitive growth and nurturing positive learning dispositions. The findings suggest that integrating the problem-posing approach in the classroom is a sound pedagogy to promote holistic student development.  Pendekatan pemecahan masalah telah menarik perhatian yang semakin besar dari para peneliti pendidikan matematika karena dampaknya yang positif terhadap hasil belajar siswa. Namun, sejauh mana dampak tersebut belum disintesis secara komprehensif. Oleh karena itu, studi ini melakukan sintesis meta-tematik untuk mengkonsolidasikan bukti kualitatif mengenai dampak pendekatan pemecahan masalah terhadap pembelajaran siswa dan pengalaman mereka selama implementasinya. Mengikuti kerangka kerja Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), dilakukan pencarian sistematis terhadap literatur yang diterbitkan antara tahun 2010 dan 2024 melalui Google Scholar. Dari 207 studi yang disaring, 16 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui sintesis meta-tematik. Temuan menunjukkan bahwa dampak pendekatan pemecahan masalah terhadap pembelajaran matematika siswa dapat dikategorikan menjadi dampak kognitif dan sosial-emosional. Dampak kognitif meliputi perubahan positif dalam pemecahan masalah, berpikir kreatif, pemahaman matematika, dan keterampilan berargumen. Domain sosial-emosional meliputi pengembangan keyakinan produktif, mindset positif, dan keterlibatan afektif dalam pembelajaran. Selain itu, dua tema utama muncul terkait keterlibatan siswa dalam tugas-tugas pemecahan masalah: (1) strategi untuk berpartisipasi dalam aktivitas pemecahan masalah, dan (2) persepsi terhadap pendekatan instruksional itu sendiri. Hasil penelitian menegaskan bahwa pendekatan pemecahan masalah berkontribusi pada perkembangan holistik siswa dengan sekaligus mendorong pertumbuhan kognitif dan menumbuhkan disposisi belajar yang positif. Temuan ini menyarankan bahwa mengintegrasikan pendekatan pemecahan masalah di kelas merupakan pendekatan pedagogis yang efektif untuk mempromosikan perkembangan holistik siswa.
Android-Based Statistics Adventure Educational Games to Enhance Students’ Understanding of Measures of Central Tendency and ICT Literacy Fatahillah, Arif; Ningsih, Mirah Wahyu; Monalisa, Lioni Anka; Kristiana, Arika Indah; Hussen, Saddam
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v8i1.30547

Abstract

In the era of society 5.0, one of the essential skills students must possess is ICT literacy. This skill can be developed through the use of technology-integrated learning media. One of the technology-based learning media that can be used is educational games. This study aims to examine the effectiveness of the Statistics Adventure educational game in enhancing students' understanding of measures of central tendency and ICT literacy. The ICT literacy components assessed include access, manage, integrate, evaluate, and create. This research specifically focuses on the "create" component. Data were collected using questionnaires, interviews, and tests. The participants were 28 seventh-grade students from SMP Negeri 3 Jember. The results show that the Statistics Adventure game is effective in enhancing students' ICT literacy, with an overall N-Gain score of 0.8, categorized as high. The N-Gain values for each indicator are as follows: access (0.84), manage (0.87), integrate (0.84), evaluate (0.72), and create (0.92), with "create" showing the highest gain. Furthermore, the game is also effective in enhancing students’ understanding of the subject matter, with an N-Gain score of 0.5. These findings suggest that educational games can significantly enhance both ICT literacy and content comprehension among students. Kemampuan yang perlu dimiliki siswa pada era society 5.0 saat ini adalah kemampuan literasi ICT. Kemampuan literasi ICT dapat dicapai melalui penggunaan media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi. Salah satu media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat digunakan adalah game edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas penggunaan game edukasi Statistics Adventure untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang materi pemusatan data statistika dan literasi TIK. Aspek ICT meliputi Access, Manage, Integrate, Evaluate, dan Create. Pada penelitian ini aspek yang akan diteliti adalah aspek create. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE terdiri dari lima tahap yaitu Analyze (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluate (Evaluasi). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara, dan tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Jember sebanyak 28 siswa. Keefektifan game edukasi Statistics Adventure efektif untuk meningkatkan ICT Literacy siswa dengan nilai N-Gain yang diperoleh sebesar 0,8 sehingga efektif dengan kategori tinggi. Nilai N-gain setiap indikator menunjukkan peningkatan, Access (0,84), Manage (0,87), Integrate (0,84), Evaluate (0,72), dan Create (0,92). Aspek Create merupakan aspek dengan nilai N-Gain tertinggi. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa game edukasi dapat meningkatkan ICT literacy siswa dengan kategori tinggi. Game edukasi ini juga efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan nilai N-Gain sebesar 0,5.