cover
Contact Name
Putri Nur Malasari
Contact Email
jpm@iainkudus.ac.id
Phone
+6285697918884
Journal Mail Official
putrinurmalasari@iainkudus.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/jmtk/about/editorialTeam
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
ISSN : 26153939     EISSN : 27231186     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/jpm.v3i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus) has number of P-ISSN 2615-3939 | E-ISSN 2723-1186, it is to provide the latest scientific articles based on Teaching and Learning, Instruction, Curriculum Development, Learning Environments, Teacher Education, Educational Technology, Educational Developments, from many kinds of research such as survey, Research and Development, Experimental Research, Classroom Action Research, etc. (See Focus and Scope). The articles are published twice a year and published by the Institut Agama Islam Negeri Kudus.
Articles 145 Documents
The Effectiveness of the SSCS (Search, Solve, Create, and Share) Learning Model for Increasing Mathematical Communication Skills and Numeracy Literacy Putriana, Canthika; Haqiqi, Arghob Khofya
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v6i2.22484

Abstract

The significance of mathematical communication skills and numeracy literacy is paramount for comprehending mathematical problems and concepts. Mathematical communication skills and numeracy literacy can be improved with innovative learning models that can create an active, creative, critical, and independent learning atmosphere, one of them is the SSCS model. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the process of learning mathematics on the material of flat-sided geometric shapes using learning models to improve mathematical communication skills and numeracy literacy. This study adopted a quantitative approach within the framework of field research. The research population was all students of class VIII regular MTs Negeri 1 Kudus, totaling 250 students. Sampling was carried out by cluster random sampling technique and obtained as many as 61 students consisting of the experimental class and the control class. To collect research data, essay test, observations, and documentation were carried out. The results revealed a significant difference in the average value of mathematical communication skills, indicated by a significance value of 0.00 < 0.05. Additionally, the experimental class showed a medium interpretation increase of 52% in the normalized gain test, while the control class demonstrated a low interpretation increase of 22%. In numeracy literacy skills, there was also a difference in the average value, indicated by a significance value of 0.00 < 0.05. Additionally, there was an increase in the experimental class in the normalized gain test, with a medium interpretation improvement of 55%, whereas the control class showed a low interpretation increase of 25%.  Based on the research data, the experimental class demonstrated a more significant improvement with the SSCS model compared to the control class. This led to the conclusion that applying the SSCS model effectively enhanced both mathematical communication skills and numeracy literacy. Pentingnya kemampuan komunikasi matematis dan literasi numerasi untuk pembelajaran matematika dalam memahami masalah dan konsep matematis. Kemampuan komunikasi matematis dan literasi numerasi dapat ditingkatkan dengan inovasi model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar aktif, kreatif, kritis, dan mandiri salah satunya menggunakan model SSCS. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran matematika pada materi bangun ruang sisi datar menggunakan model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan literasi numerasi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian field research dengan pendekatakan kuantitatif. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII regular MTs Negeri 1 Kudus yang berjumlah 250 siswa. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling diperoleh sebanyak 61 siswa yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Untuk mengumpulkan data penelitian dilakukan tes uraian, observasi, dan dokumentasi. Diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai kemampuan komunikasi matematis yang ditunjukkan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 dan peningkatan kelas eksperimen pada uji gain ternormalisasi sebesar 52% interpretasi sedang dan kelas kontrol 22% interpretasi rendah. Pada kemampuan literasi numerasi juga terdapat perbedaan rata-rata nilai yang ditunjukkan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 dan peningkatan kelas eksperimen pada uji gain ternormalisasi sebesar 55% interpretasi sedang dan kelas kontrol 25% interpretasi rendah. Berdasarkan data penelitian tersebut, karena pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan lebih baik dengan model SSCS daripada kelas kontrol. Disimpulkan bahwa penerapan model SSCS untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan literasi numerasi menunjukkan hasil yang efektif.
Development of Teaching Materials Oriented to Numeracy Literacy and Socio-Cultural Literacy for Madrasah Ibtidaiyah Fadila, Abi; Hakim, Rahman; Putra, Rizki Wahyu Yunian; Ambarwati, Riyama
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.29232

Abstract

In this modern era, although technology has brought significant changes to education, there remains a gap in the implementation of numeracy and socio-cultural literacy in Madrasahs in Indonesia, contributing to students' low numeracy literacy skills. The government has introduced the Indonesian Madrasah Competency Assessment Program (AKMI), but challenges in developing innovative and needs-based teaching materials persist. Therefore, new strategies are needed to enhance students' literacy in diverse contexts, such as numeracy literacy-oriented teaching materials. This study aims to develop teaching materials oriented towards numeracy and socio-cultural literacy for Madrasah Ibtidaiyah using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research instruments included expert validation sheets to evaluate the feasibility of the teaching materials and questionnaires to assess the product's attractiveness from students' perspectives. The feasibility of the teaching materials was evaluated by three groups of experts: material, media, and socio-cultural specialists. The validation results showed average scores of 3.59 for the material aspect, 3.46 for the media aspect, and 3.48 for the socio-cultural aspect on a 4-point scale, indicating that the teaching materials met the feasibility criteria. Meanwhile, the attractiveness of the teaching materials was assessed based on student responses through questionnaires involving two trial groups: a small group of 10 students with an average attractiveness score of 3.59 and a larger group of 20 students with an average attractiveness score of 3.62. The results of the study indicate that the developed teaching materials are feasible to use based on expert validation and are considered attractive by students. Thus, the development of these teaching materials is expected to contribute positively to the learning process in Madrasah Ibtidaiyah. Di era modern ini, meskipun teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam pendidikan, masih terdapat kesenjangan dalam penerapan literasi numerasi dan sosial budaya di Madrasah di Indonesia, yang berdampak pada rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa. Upaya pemerintah melalui Program Asesemen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) telah dilakukan, tetapi tantangan dalam mengembangkan bahan ajar yang inovatif dan sesuai kebutuhan tetap ada. Oleh karena itu, diperlukan strategi baru untuk meningkatkan literasi siswa dalam konteks yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yang berorientasi pada literasi numerasi dan sosial budaya untuk Madrasah Ibtidaiyah dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Instrumen penelitian mencakup lembar validasi ahli untuk mengevaluasi kelayakan bahan ajar dan angket untuk menilai tingkat kemenarikan produk dari sudut pandang mahasiswa. Kelayakan bahan ajar dievaluasi oleh tiga kelompok ahli, yaitu ahli materi, media, dan sosial budaya. Hasil validasi menunjukkan rata-rata skor 3,59 untuk aspek materi, 3,46 untuk aspek media, dan 3,48 untuk aspek sosial budaya pada skala 4, yang menunjukkan bahwa bahan ajar memenuhi kriteria kelayakan (kategori”layak”). Sementara itu, kemenarikan bahan ajar dinilai berdasarkan respons mahasiswa melalui angket. Penilaian dilakukan oleh dua kelompok uji coba: kelompok kecil yang terdiri dari 10 mahasiswa dengan rata-rata penilaian kemenarikan 3,59 dan kelompok besar yang terdiri dari 20 mahasiswa dengan rata-rata penilaian kemenarikan 3,62. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak digunakan berdasarkan validasi para ahli dan dinilai menarik oleh mahasiswa. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah.
The Development of an Educational Statistics Module Based on a Guided Discovery Learning Model Oriented to Students’ Statistical Literacy Hafiz, M; Dimyati, Ahmad; Putri, Finola Marta
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.29017

Abstract

The low statistical literacy of students encourages lecturers to develop lecture modules that can facilitate this ability. This study aims to determine how to create a feasible, practical, and effective educational statistics module and identify the feasibility, practicality, and effectiveness of the Guided Discovery Learning-based educational statistics module to facilitate students’ statistical literacy. This type of research is Research and Development (R&D) with Plomp design with the stages of Preliminary Investigation, Design, Realization, and Evaluation. The trial subjects in this study consisted of two types, namely expert trial subjects and product trial subjects. The expert trial subjects were three lecturers of the Mathematics Education Department in one of The State University in Jakarta, while the product test subjects were seven mathematics education students in semester 4. Expert trial were conducted to assess the validity or feasibility of the products developed. The product trial was a limited trial to evaluate the practicality and effectiveness of the developed product. The results showed that the developed module met the feasible, very practical, and effective criteria. This research produces a module that can be used in statistics lectures to facilitate students’ statistical literacy. Rendahnya literasi statistika mahasiswa mendorong dosen untuk mengembangkan modul perkuliahan yang dapat memfasilitasi kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara membuat modul statistika pendidikan yang layak, praktis, dan efektif serta mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan modul statistika pendidikan berbasis Guided Discovery Learning untuk memfasilitasi literasi statistik mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan desain Plomp dengan tahapan Preliminary Investigation, Design, Realization, Evaluation. Subjek uji coba pada penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu subjek uji ahli dan subjek uji coba produk. Subjek uji ahli adalah tiga orang dosen Jurusan Pendidikan Matematika di salah satu Universitas Negeri di Jakarta, sedangkan subjek uji coba produk adalah tujuh orang mahasiswa pendidikan matematika semester 4. Uji coba ahli dilakukan untuk menilai kevalidan atau kelayakan produk yang dikembangkan. Uji coba produk merupakan uji coba terbatas untuk mengevaluasi kepraktisan dan keefektifan produk yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memenuhi kriteria layak, sangat praktis dan efektif. Penelitian ini menghasilkan modul yang dapat digunakan dalam perkuliahan statistika untuk memfasilitasi literasi statistik mahasiswa.
Development Hypothetical Learning Trajectory on Statistics Material in Grade VIII Using Realistic Mathematics Education at the Preliminary Stage with Pranata Mangsa Context Nursyahidah, Farida; Albab, Irkham Ulil; Rubowo, Maya Rini; Tuni’mah, Lattifah; Febriansyah, Muhammad Aldo; Hardiyanto, Dwi; Atmaja, Satriya Adika Arif
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.29180

Abstract

Statistics is a staple in the curriculum because it is considered necessary in everyday life. However, students often find statistics challenging. Students' difficulties in learning statistics are caused by several factors, including a lack of understanding of mathematical concepts and principles in solving problems. This study aimed to design and develop a Hypothetical Learning Trajectory (HLT) for grade VIII statistics using the Realistic Mathematics Education (RME) approach, with Pranata Mangsa as the learning context. The method used in this research was validation-type design research. This research produced an HLT of statistics material using pranata mangsa context consisting of 3 activities to help students understand and master the material. The activities of the HLT are 1) collecting, presenting, and analyzing data, 2) measuring centralized data, and 3) measuring data distribution. The results showed an HLT for teaching statistics using RME that can effectively support students of all ability levels. This HLT allows students to rediscover statistics concepts through horizontal and vertical mathematical processes. Finally, the HLT facilitates students to create their models from informal to formal and increases the interaction between students and teachers. Statistika menjadi materi pokok dalam kurikulum karena dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada kenyataannya statistika merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit bagi siswa. Kesulitan siswa dalam belajar statistika disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kurangnya pemahaman konsep dan prinsip-prinsip matematika dalam menyelesaikan soal. Tujuan penelitian untuk mendesain dan mengembangkan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada materi statistika kelas VIII menggunakan konteks Pranata Mangsa yang menjadi starting point dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah design research tipe validasi. Penelitian ini menghasilkan HLT materi statistika menggunakan konteks pranata mangsa yang terdiri dari 3 iceberg untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai materi. Adapun iceberg dari HLT tersebut adalah 1) mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisi data; 2) ukuran pemusatan data; dan 3) ukuran penyebaran data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa HLT mampu membantu siswa menemukan kembali konsep statistika melalui proses matematika horizontal dan vertikal. HLT memfasilitasi siswa untuk membuat model mereka sendiri dari informal ke formal dan meningkatkan interaksi antara siswa dan guru.
Solving PISA-like Quantity Content: Mathematical Literacy Students Viewed by Level of Mathematical Logic Intelligence Elyasarikh, Annisa Alvi; Masriyah, Masriyah
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.26069

Abstract

Mathematical literacy related to problem-solving can be measured through PISA or PISA-like, which requires mathematical logic intelligence. Differences in levels of mathematical logical intelligence can result in varying levels of students' mathematical literacy. Therefore, the objective of this study is to describe the mathematical literacy of students based on the level of mathematical logic intelligence when it comes to solving PISA-like problems in quantity content. This study used a descriptive-qualitative approach. Purposive sampling was applied to select three students representing low, medium, and high levels of mathematical logical intelligence. The instruments used were a mathematical logic intelligence test, a PISA-like test, and interview guidance. Data reduction, data display, and making conclusions were data analysis techniques used in this study. The results indicate that a student with high mathematical logical intelligence met all indicators of mathematical literacy. A student with medium mathematical logical intelligence met only the 'formulate' indicator, while a student with low mathematical logical intelligence did not meet any indicators. Teachers can utilize the study's findings to build learning experiences that can improve mathematical literacy of students in solving both PISA and PISA-like problems based on their level of mathematical logic intelligence. Literasi matematis berkaitan dengan pemecahan masalah dapat diukur melalui PISA atau PISA-like yang memerlukan kecerdasan logis matematika untuk menyelesaikannya. Perbedaan tingkat kecerdasan logis matematis memungkinkan perbedaan literasi matematis siswa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan literasi matematis siswa berdasarkan tingkat kecerdasan logis matematis dalam menyelesaikan soal PISA-like konten bilangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tiga siswa dipilih secara purposive sampling yakni subjek yang memiliki kecerdasan logis matematis tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan adalah tes kecerdasan logis matematis, tes PISA-like, dan pedoman wawancara. Analisis data penelitian ini mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat kecerdasan logis matematis tinggi mampu mencapai semua indikator kemampuan literasi matematis, siswa dengan tingkat kecerdasan logis matematis sedang hanya dapat mencapai kemampuan formulate, sedangkan siswa dengan tingkat kecerdasan logis matematis rendah tidak mampu mencapai semua kemampuan literasi matematis. Guru dapat memanfaatkan temuan penelitian ini sebagai bahan untuk merancang pembelajaran yang dapat meningkatkan literasi matematis siswa dalam memecahkan masalah PISA maupun PISA-like berdasarkan tingkat kecerdasan logis matematis siswa.
The Effect of Learning Independence and Gender on Students’ Mathematics Learning Achievement Imron Farhani, Muhammad Andi; Noor, Naili Lumaati
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.28026

Abstract

This study was conducted at MTs Maslakul Huda Sluke Rembang, emphasizing the importance of self-directed learning and gender in mathematics achievement. The objectives of this study were to determine 1) the significant influence of self-directed learning on mathematics achievement, 2) the significant influence of gender on mathematics achievement, and 3) the significant interaction between self-directed learning and gender on mathematics achievement. This study used a quantitative approach with a correlational method. The research sample was randomly selected and consisted of 37 eighth-grade students from MTs Maslakul Huda Sluke Rembang. Data were collected through tests and questionnaires, using a self-directed learning questionnaire, gender data, and a mathematics achievement test. Hypothesis testing was conducted using two-way ANOVA and Tukey's post-hoc test. The results showed a significant influence of self-directed learning on mathematics achievement with a significance value of 0,000<0,05. Tukey's post-hoc test indicated a significance value among the self-directed learning groups of 0,000, showing significant differences among the groups. There was no significant difference between gender and mathematics achievement with a significance value of 0,121>0,05. There was a significant interaction between self-directed learning and gender on mathematics achievement with a significance value of 0,016<0,05. The implications of this study are the importance of enhancing students' self-directed learning as a key factor in improving mathematics achievement and that gender does not significantly affect this, so the focus of learning can be more directed towards developing students' self-directed learning while still considering gender equality to enhance mathematics achievement. Penelitian ini dilakukan di MTs Maslakul Huda Sluke Rembang dengan menekankan pentingnya kemandirian belajar dan gender dalam prestasi belajar matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh signifikan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar matematika, 2) pengaruh signifikan antara gender terhadap prestasi belajar matematika, 3) pengaruh interaksi signifikan antara kemandirian belajar dan gender terhadap prestasi belajar matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian dipilih secara acak dan terdiri dari 37 siswa kelas VIII A MTs Maslakul Huda Sluke Rembang. Data dikumpulkan melalui tes dan angket, menggunakan instrumen angket kemandirian belajar, data gender, dan tes prestasi belajar matematika. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji two-way ANOVA dan uji lanjut tukey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara kemandirian belajar terhadap prestasi belajar matematika dengan nilai Sig sebesar 0,000<0,05. Uji lanjut tukey menunjukkan nilai signifikansi antar kelompok kemandirian belajar sebesar 0,000, menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara gender terhadap prestasi belajar matematika dengan nilai Sig sebesar 0,121>0,05. Terdapat interaksi signifikan antara kemandirian belajar dan gender terhadap prestasi belajar matematika dengan nilai Sig sebesar 0,016<0,05. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peningkatan kemandirian belajar siswa sebagai faktor utama dalam meningkatkan prestasi belajar matematika, serta bahwa faktor gender tidak mempengaruhi secara signifikan, sehingga fokus pembelajaran dapat lebih diarahkan pada pengembangan kemandirian belajar siswa dengan tetap memperhatikan kesetaraan gender agar meningkatkan prestasi belajar matematika.
Ethnomathematics Exploration of Simo Dance and Gringsing Batik Dance from Batang Central Java in Mathematics Learning Fahmy, Ahmad Faridh Ricky; Saputra, Moh. Alwi Andiansyah; Shandy, Kevin Fredika
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.28646

Abstract

Culture in Each region's culture has unique characteristics, which are often expressed through dance. As a cultural form, dance serves as a way to express emotions through body movements. In Batang Regency, there are two folk traditions called the Simo Dance and Gringsing Batik Dance. The movements of the two dances consist of forward beksan, beksan, and backward beksan movements. This research used a descriptive qualitative method with an ethnographic approach. Observations, interviews and literature studies were carried out as data collection tools. The results indicate that mathematical concepts are present in the dances, including activities such as counting, patterns of hand and foot movements, and floor formations. These involve geometric concepts like plane shapes, spatial shapes, angles, and reflections. Further research can be developed from other aspects, such as clothing and musical notation which are related to mathematics. Budaya di setiap daerah memiliki karakter tersendiri, termasuk kesenian tari. Tari sebagai bentuk budaya merupakan corak ekspresi perasaan yang dituangkan dalam gerakan tubuh. Di Kabupaten Batang, ada sebuah tradisi kerakyatan yaitu Tari Simo dan Tari Batik Gringsing. Gerakan kedua tari tersebut terdiri dari gerakan maju beksan, beksan, dan mundur beksan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Adapun observasi, wawancara dan studi pustaka dilakukan sebagai tahap pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat aktivitas matematika seperti menghitung, pola gerakan tangan, kaki, dan pola lantai yang menggunakan konsep geometri seperti bangun datar, bangun ruang, sudut, dan refleksi. Penelitian lebih lanjut dapat dikembangkan kembali dari aspek lain, seperti busana, dan notasi musik serta hubungannya dengan matematika.
Learning Number Patterns through Batik and Webbing Motifs: An Ethnomathematics Study in Kudus Lestari, Mulyaningrum; Malasari, Putri Nur
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.26220

Abstract

Number pattern learning lacks a link to everyday life. This research aims to find the concept of number patterns in batik and weaving motifs in the Japanese village of Kudus Regency. Qualitative approach with ethnographic model was used in this research. The subjects of this research were woven craftsmen in Japanese village, batik craftsmen in Alfa Shoofa Batik Kudus and Muria Batik Kudus. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation with research instruments in the form of interview guidelines, documentation, and field notes. The results of the research found the concept of arithmetic sequence in Kudus batik motifs. Kudus batik motifs form an arithmetic sequence with a difference of 6 and a difference of 3. In addition, odd and even number sequence patterns were found. Meanwhile, in the weaving of the Japanese village community, an arithmetic sequence with the formula Un = 2n -1 (odd number pattern) and Un = 2n (even number pattern) was found. The research findings can be developed as a learning resource for number patterns in mathematics learning. Pembelajaran pola bilangan kurang mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep pola bilangan pada motif batik dan anyaman di desa Jepang Kabupaten Kudus. Pendekatan kualitatif dengan model etnografi digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian ini adalah pengrajin anyaman di desa jepang, pengrajin batik di Alfa Shoofa Batik Kudus dan Muria Batik Kudus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ditemukan konsep barisan aritmatika pada motif batik Kudus. Motif batik Kudus membentuk barisan aritmatika dengan beda 6 dan beda 3. Selain itu, ditemukan pola barisan bilangan ganjil, dan genap. Sementara pada anyaman masyarakat Desa Jepang ditemukan barisan aritmatika dengan rumus Un = 2n -1 (pola bilangan ganjil) dan Un = 2n (pola bilangan genap). Temuan penelitian dapat dikembangkan sebagai sumber belajar pola bilangan pada pembelajaran matematika.
Cognitive Exploration of Mathematics Teachers in the Lesson Study Model Through Metacognitive Skills to Enhance Digital Competence in Independent Learning Hidajat, Djatmiko; Susilowati, Dewi; Exata, Anisa Prima; Hadiprasetyo, Krisdianto
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v7i2.28697

Abstract

This research aims to explore the cognition of mathematics teachers through the lesson study model focusing on metacognitive skills and digital competence. The background of this research is based on the urgency of improving learning evaluation. Although many studies have been conducted, however these studies have yet to specifically explore teachers' cognition before, during, and after the lesson. Therefore, this research focuses on the three stages of lesson study: plan, do, and see. This research method uses a qualitative approach to reveal the cognition of mathematics teachers. The study involves two subjects: a male model teacher and a female model teacher with ten observers. Data were collected using initial diagnostic tests, observations, and reflections with the students. The research results show that teachers have a good understanding in learning objectives, teaching strategies that align with student characteristics, and digital skills. The data for this research was collected using a four-step metacognitive skills method, namely: prediction, planning, monitoring, and evaluation. The objectives of this research are: 1) The formation of cognitive classifications of teachers in three stages: a) Plan, where teachers conduct initial analysis, understand student characteristics, and prepare lesson plans; b) Do, where teachers implement the prepared lesson plans using predetermined methods and strategies according to the material and student characteristics, and actively interact with students to collect learning data; and c) See, where teachers evaluate student learning outcomes, reflect on the learning process, identify successes and shortcomings in teaching, and improve teaching practices based on the reflection of the obtained data. 2) Lesson study has a positive impact by supporting the availability of data for researchers in the data collection process, as well as enhancing teachers' digital competence. Penelitian ini bertujuan menggali pemahaman kognitif guru matematika melalui model Lesson Study dengan fokus pada keterampilan metakognitif dan kompetensi digital. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada urgensi evaluasi pembelajaran untuk perbaikan di pembelajaran berikutnya. Meskipun banyak penelitian telah dilakukan, belum ada yang secara khusus mengeksplorasi pemikiran guru sebelum, selama, dan setelah pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada tiga tahap Lesson Study: Plan, Do, dan See. Metode penelitian melibatkan dua subjek: seorang guru model laki-laki dan seorang guru model perempuan dengan sepuluh observer. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik awal, observasi, dan refleksi bersama peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru memiliki pemahaman yang baik tentang tujuan pembelajaran, strategi pengajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, dan keterampilan digital. Data penelitian ini menggunakan metode empat langkah keterampilan metakognitif yaitu: prediksi, perencanaan, monitoring, dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Terbentuknya klasifikasi kognitif pengajar di tiga zona waktu: a) Plan, di mana pengajar melakukan analisis awal, memahami karakteristik siswa, dan mempersiapkan rencana pembelajaran; b) Do, pengajar melaksanakan rencana pembelajaran yang telah disusun, menggunakan metode dan strategi yang sudah ditentukan sesuai dengan materi dan karakteristik siswa, dan pengajar aktif berinteraksi dengan siswa dalam mengumpulkan data pembelajaran; dan c) See, pengajar mengevaluasi hasil belajar siswa dan merenungi proses pembelajaran, mengidentifikasi keberhasilan dan kekurangan dalam mengajar, dan memperbaiki praktik mengajar berdasarkan refleksi data yang diperoleh. 2) Lesson Study memberikan dampak positif yaitu mendukung ketersediaan data bagi peneliti dalam proses terkumpulnya data riset, serta meningkatkan kompetensi digital pengajar.
Optimizing Kuring Tofu's Distribution Route in Salatiga and Semarang Using Prim's Algorithm Fitriani, Annisa; Rohmah, Miftahur; Rohman, Muhamad Gani
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v8i2.33271

Abstract

In product marketing, one of the important things to consider is the product distribution process. To optimize the distribution process, determining the shortest route is essential, which can be achieved by applying Prim's Algorithm. Prim's Algorithm is a method in graph theory used to find the minimum spanning tree on a connected weighted graph. The purpose of this study is to determine the shortest route from the Kuring Tofu Factory to marketing areas in Salatiga and Semarang using Prim’s Algorithm. This study was conducted by identifying routes using Google Maps and interviewing a staff member of the Kuring Tofu Factory. The data obtained was then processed using the principles of Prim's Algorithm. The interview revealed that product distribution covered 12 markets located in the Salatiga and Semarang areas. The resulting minimum spanning tree indicated a total distance of 175.5 km, with distance and time, respectively, being 175.5 km in 4 hours and 57 minutes. This distance is shorter than the initial total distribution route shown by Google Maps, which is 378.9 km with a travel time of 6 hours and 57 minutes. Therefore, the percentage of distance traveled saved is 53.7%, and the percentage of travel time saved is approximately 29%. These results demonstrate that the graph theory approach can improve distribution efficiency and save time. Therefore, Prim's Algorithm can be used as one solution to determine the shortest and fastest route from one place to another. Dalam pemasaran produk, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan yaitu proses pendistribusian produk tersebut. Untuk mengoptimalkan proses pendistribusian, maka diperlukan rute terpendek yang dapat dilakukan dengan mengaplikasikan Algoritma Prim. Algoritma Prim adalah metode dalam teori graf yang digunakan untuk menemukan pohon rentang minimum (minimum spanning tree) pada graf berbobot yang saling terhubung. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan rute terpendek untuk pendistribusian produk Pabrik Tahu Kuring ke daerah pemasaran yang berada di daerah Salatiga dan Semarang dengan menggunakan Algoritma Prim. Penelitian ini dilakukan dengan mencari rute menggunakan Google Maps dan wawancara terhadap salah satu pegawai di pabrik tersebut. Kemudian data yang diperoleh diolah menggunakan prinsip Algoritma Prim. Dalam wawancara, pendistribusian produk dilakukan di 12 pasar yang berada di daerah Salatiga dan Semarang. Penelitian ini memperoleh hasil bobot dari pohon perentang minimum dengan jarak tempuh dan waktu secara berturut-turut, yaitu 175,5 km dalam waktu 4 jam lebih 57 menit. Jarak tersebut lebih dekat dibandingkan dengan total lintasan pendistribusian awal yang ditunjukkan oleh Google Maps yaitu jaraknya 378,9 km dengan waktu tempuh 6 jam lebih 57 menit. Sehingga diperoleh persentase penghematan jarak tempuh yaitu 53,7% dan persentase waktu tempuh sekitar 29%. Hasil ini membuktikan pendekatan teori graf dapat meningkatkan efisiensi distribusi dan menghemat waktu. Oleh karena itu, Algoritma Prim dapat dijadikan salah satu solusi untuk menentukan rute terpendek dan tercepat dari suatu tempat ke tempat lainnya.Optimizing Kuring Tofu's Distribution Route in Salatiga and Semarang Using Prim's Algorithm