cover
Contact Name
Putri Nur Malasari
Contact Email
jpm@iainkudus.ac.id
Phone
+6285697918884
Journal Mail Official
putrinurmalasari@iainkudus.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/jmtk/about/editorialTeam
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
ISSN : 26153939     EISSN : 27231186     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/jpm.v3i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus) has number of P-ISSN 2615-3939 | E-ISSN 2723-1186, it is to provide the latest scientific articles based on Teaching and Learning, Instruction, Curriculum Development, Learning Environments, Teacher Education, Educational Technology, Educational Developments, from many kinds of research such as survey, Research and Development, Experimental Research, Classroom Action Research, etc. (See Focus and Scope). The articles are published twice a year and published by the Institut Agama Islam Negeri Kudus.
Articles 153 Documents
Banking Market Risk Modelling Using QAR-Based CoVaR with Quantile Regression Alma, Luqyana Zakiya; Prastyo, Dedy Dwi; Rahayu, Santi Puteri; Nugroho, Ari
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v9i1.35180

Abstract

Financial sector stability is essential for economic resilience, particularly in Indonesia’s banking industry. Commonly used risk measures such as Value-at-Risk (VaR) capture individual risk but do not adequately account for systemic interdependence. Existing studies often rely on linear models that are less capable of capturing asymmetric and heavy-tailed return behaviour. This study addresses this gap by developing a Conditional Value-at-Risk (CoVaR) framework based on the Quantile Autoregressive (QAR) approach. This study uses daily closing prices of 15 largest market-cap banking firms listed on the Indonesia Stock Exchange from July 4, 2022, to June 30, 2025. VaR is estimated using QAR, followed by CoVaR estimation through quantile regression, and evaluated using the Kupiec Proportion of Failures (POF) test. The results show that the QAR-based VaR model performs consistently well, with all 15 banks passing the Kupiec test at both the 1% and 5% quantiles, indicating robust tail risk estimation. In contrast, CoVaR results are less stable, with 14 banks passing at the 1% quantile and only 7 at the 5% quantile, suggesting challenges in capturing conditional dependence. Banks such as ARTO and BBHI exhibit stronger systemic spillover effects. This study contributes by integrating QAR into CoVaR modelling and provides insights for systemic risk monitoring in emerging banking markets. Stabilitas sektor keuangan sangat penting dalam menjaga ketahanan ekonomi, khususnya pada industri perbankan di Indonesia. Ukuran risiko yang umum digunakan seperti Value-at-Risk (VaR) mampu menangkap risiko individual, namun belum memadai dalam merepresentasikan keterkaitan sistemik antar institusi. Studi yang ada umumnya masih mengandalkan model linier yang kurang mampu menangkap karakteristik return yang asimetris dan berekor tebal. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan mengembangkan kerangka Conditional Value-at-Risk (CoVaR) berbasis pendekatan Quantile Autoregressive (QAR). Penelitian ini menggunakan data harga penutupan harian dari 15 perusahaan perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 4 Juli 2022 hingga 30 Juni 2025. Estimasi VaR dilakukan menggunakan model QAR, kemudian dilanjutkan dengan estimasi CoVaR melalui regresi kuantil, dengan evaluasi kinerja model menggunakan uji Kupiec Proportion of Failures (POF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model VaR berbasis QAR memiliki kinerja yang konsisten baik, dengan seluruh 15 bank lolos uji Kupiec pada kuantil 1% dan 5%, yang mengindikasikan estimasi risiko ekor yang andal. Sebaliknya, hasil CoVaR menunjukkan stabilitas yang lebih rendah, dengan 14 bank lolos pada kuantil 1% dan hanya 7 bank pada kuantil 5%, yang mengindikasikan adanya tantangan dalam menangkap ketergantungan kondisional. Bank seperti ARTO dan BBHI menunjukkan kontribusi risiko sistemik yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan mengintegrasikan QAR ke dalam pemodelan CoVaR serta memberikan implikasi praktis bagi pemantauan risiko sistemik pada pasar perbankan di negara berkembang.
The Effect of Deep Learning Approach on Conceptual Understanding and Critical Reasoning among Vocational High School Students Syamsiah, Siti Nurul; Wawan, Wawan; Anwar, Muhammad Saidun; Setiawan, Agus; Choirudin, Choirudin
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v9i1.36655

Abstract

This study was motivated by the low conceptual understanding and critical mathematical reasoning among vocational high school students, largely due to conventional instruction emphasizing procedural memorization, and the limited empirical evidence on deep learning interventions in vocational mathematics. This investigation aimed to examine the effect of the deep learning approach on vocational students' conceptual understanding and critical mathematical reasoning regarding exponential functions. A quasi-experimental posttest-only non-equivalent control group design was implemented. The sample comprised 40 tenth-grade students from SMK Ma'arif 1 Metro, assigned to an experimental group (n=19) receiving deep learning instruction and a control group (n=21) receiving conventional instruction. Data were collected using conceptual understanding and critical reasoning tests (10 multiple-choice items each), validated by four experts using Aiken's V (mean V=0.76, high; mean V=0.67, moderate), with reliability (Spearman-Brown=0.730). Data were analyzed using Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). The findings revealed a statistically significant multivariate difference between groups (Wilks' Λ=0.519; F=17.123; p<0.05; partial η²=0.481). Univariate analyses confirmed significantly higher conceptual understanding (F=7.634; p<0.05; partial η²=0.167) and critical reasoning (F=18.937; p<0.001; partial η²=0.333) in the deep learning class. These findings suggest that deep learning pedagogy may foster vocational students' higher-order cognitive skills, encouraging mathematics educators to integrate mindful, meaningful, and joyful learning activities connected to industrial contexts. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep dan penalaran kritis matematis siswa SMK yang disebabkan oleh pembelajaran konvensional yang berorientasi pada hafalan prosedural, serta terbatasnya bukti empiris tentang intervensi deep learning dalam matematika vokasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendekatan deep learning terhadap pemahaman konsep dan penalaran kritis matematis siswa SMK pada materi eksponen. Metode kuasi-eksperimen dengan desain posttest-only non-equivalent control group digunakan. Sampel terdiri dari 40 siswa kelas X SMK Ma'arif 1 Metro, terbagi dalam kelompok eksperimen (n=19) yang mendapat pembelajaran deep learning dan kelompok kontrol (n=21) dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan tes pemahaman konsep dan penalaran kritis (masing-masing 10 soal pilihan ganda), divalidasi oleh empat ahli menggunakan Aiken's V (rata-rata V=0,76 kategori tinggi; V=0,67 kategori sedang), dengan reliabilitas Spearman-Brown 0,730. Analisis data menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan multivariat signifikan antara kedua kelompok (Wilks' Λ=0,519; F=17,123; p<0,05; partial η²=0,481). Analisis univariat mengonfirmasi bahwa kelas deep learning memiliki pemahaman konsep (F=7,634; p<0,05; partial η²=0,167) dan penalaran kritis (F=18,937; p<0,001; partial η²=0,333) yang lebih tinggi secara signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan deep learning berpotensi mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMK, sehingga mendorong pendidik matematika untuk mengintegrasikan aktivitas pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful yang terhubung dengan konteks industri.
Mapping the Landscape of Ethnomathematics in Mathematics Education: Trends, Pedagogical Designs, and Future Directions Rahmawati, Dessy; Nusantara, Duano Sapta; Rohati, Rohati
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpmk.v9i1.35240

Abstract

Ethnomathematics has emerged as a culturally responsive approach to mathematics education, yet its research landscape remains fragmented across geographical, methodological, and thematic dimensions. This study aims to comprehensively map the landscape of ethnomathematics in mathematics education by tracing publication trends, analyzing pedagogical designs, and identifying critical research gaps. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PRISMA framework, integrating bibliometric analysis with VOSViewer and qualitative content analysis. Of 663 Scopus-indexed articles published between 2015 and 2025, 13 articles met the inclusion criteria and were selected for in-depth analysis. Findings revealed a significant growth in ethnomathematics publications, particularly after 2023, with the most productive year being 2025. Research focus has shifted from STEAM education and game-based learning toward mathematical literacy, numeracy, critical thinking, problem-solving, and ethno-modeling. Content analysis identified three main categories of cultural artifacts employed in instructional designs: traditional architecture, agricultural and calendrical systems, and artistic and craft traditions. However, four critical gaps were identified: (1) the dominance of qualitative methods with a scarcity of experimental and longitudinal studies; (2) minimal integration of emerging technologies such as VR, AR, and AI; (3) strong geographical concentration in Indonesia with limited cross-cultural representation; and (4) insufficient research on teacher professional development and culturally responsive assessment. Future research is recommended to diversify methodological designs, develop digital ethnomathematics platforms, strengthen international collaboration, and address teacher preparation and curriculum integration systematically. This study contributes a structured research roadmap that supports the development of culturally sensitive mathematics education globally. Etnomatematika telah berkembang menjadi pendekatan responsif budaya dalam pendidikan matematika, namun lanskap penelitiannya masih terfragmentasi secara geografis, metodologis, dan tematik. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara komprehensif lanskap etnomatematika dalam pendidikan matematika dengan menelusuri tren publikasi, menganalisis desain pedagogis, serta mengidentifikasi kesenjangan penelitian yang masih kritis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA, mengintegrasikan analisis bibliometrik menggunakan VOSViewer dan analisis konten kualitatif. Dari 663 artikel terindeks Scopus yang diterbitkan antara 2015 hingga 2025, sebanyak 13 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dipilih untuk dianalisis secara mendalam. Temuan menunjukkan pertumbuhan signifikan publikasi etnomatematika, terutama setelah 2023, dengan tahun paling produktif adalah 2025. Fokus penelitian telah bergeser dari pendidikan STEAM dan pembelajaran berbasis permainan menuju literasi matematika, numerasi, berpikir kritis, pemecahan masalah, dan etomodeling. Analisis konten mengidentifikasi tiga kategori utama artefak budaya yang digunakan dalam desain pembelajaran: arsitektur tradisional, sistem pertanian dan penanggalan, serta tradisi seni dan kerajinan. Namun, empat kesenjangan kritis ditemukan: (1) dominasi metode kualitatif dengan minimnya studi eksperimental dan longitudinal; (2) terbatasnya integrasi teknologi seperti VR, AR, dan AI; (3) konsentrasi geografis yang kuat di Indonesia dengan representasi lintas budaya yang terbatas; dan (4) minimnya penelitian tentang pengembangan profesional guru dan asesmen responsif budaya. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mendiversifikasi desain metodologis, mengembangkan platform etnomatematika digital, memperkuat kolaborasi internasional, serta menangani persiapan guru dan integrasi kurikulum secara sistematis. Penelitian ini berkontribusi pada penyusunan peta jalan penelitian terstruktur yang mendukung pengembangan pendidikan matematika yang sensitif budaya secara global.