cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24076422     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI" : 7 Documents clear
PERANCANGAN MODULATOR DAN DEMODULATOR QUADRATURE PHASE SHIFT KEYING (QPSK) DENGAN RANGKAIAN BALANCE MODULATOR Wibisono, Randi Dwi; Sukiswo, Sukiswo; Christyono, Yuli
Transmisi Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.833 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.2.69-78

Abstract

Abstrak Modulasi QPSK (Quadrature Phase Shift Keying) adalah teknik modulasi digital yang merupakan pengembangan dari modulasi PSK (Phase Shift Keying) dengan memanfaatkan perubahan fasa dari sinyal pembawa.Modulasi QPSK dapat mengkodekan dua bit per simbol yang ditujukan untuk meminimalkan bit eror rate (BER). Pada penelitian ini dirancang perangkat modulator dan demodulator QPSK yang menggunakan rangkaian balance modulator sebagai pencampur sinyal informasi dengan sinyal pembawa. Dengan menggunakan rangkaian balance modulator hanya dibutuhkan sinyal data dan sinyal pembawa sebagai masukannya. Rangkaian balance modulator menghasilkan dua buah sinyal keluaran yang memiliki beda fasa 180o. Sinyal keluaran balance modulator yang masih berupa sinyal BPSK harus dijumlahkan agar didapatkan sinyal QPSK. Sinyal QPSK yang dihasilkan oleh perangkat modulator tersebut dimasukan ke perangkat demodulator untuk mendapatkan kembali sinyal informasi. Dari pengukuran dan pengujian perangkat modulator dan demodulator QPSK dapat diketahui bahwa sistem telah bekerja dengan baik. Hasil pencampuran sinyal data dengan sinyal pembawa menggunakan rangkaian balance modulator menghasilkan sinyal BPSK, akan tetapi bentuk sinyal sinus pada BPSK kurang sempurna. Terdapat waktu tunda antara data masukan pada perangkat modulator dengan data keluaran pada perangkat demodulator sebesar 31,2 us. Waktu tunda ini terjadi karena ada proses penjumlahan sinyal BPSK menjadi sinyal QPSK pada bagian modulator, proses penapisan dan pengkonversian dari data paralel menjadi data serial pada bagian demodulator. Kata Kunci :QPSK, modulator, demodulator, balance modulator     Abstract   QPSK (Quadrature Phase Shift Keying) modulation is a digital modulation technique which is developed from PSK (Phase Shift Keying) modulation by utilizing the phase change of the carrier signal.QPSK modulation can encode two bits per symbol for minimizing the bit error rate (BER). On this research, QPSK modulator and demodulator devices that uses balance modulator circuit as carrier signal and signal information’s mixer were designed.By using balance modulator circuit, it only needs a data signal and carrier signal as an input.Balance modulator circuit generates two output signals which have 180° phase difference. Balance modulator output signal which is still a BPSK signal must be added in order to obtain QPSK signal. QPSK signal generated by the device is inserted into demodulator device to recover information signal. The system has worked well by measuring and testing QPSK modulator and demodulator devices. The results of data signal by mixing the carrier signal using a series of balance modulator generates a BPSK signal, but the shape of BPSK sine signal was not perfect.There is a time delay between the input data on the device with demodulator device output for 31.2 us. Time delay is caused by BPSK signal summation process that becomes the QPSK signal at the modulator, the filtering process and the conversion of parallel data into serial data at demodulator. Keywords :QPSK, modulator, demodulator, balance modulator
PERANCANGAN SISTEM PEMANTAUAN POSISI PEJALAN KAKI MENGGUNAKAN FUSI DATA MEMS SENSOR DAN GPS Luthfa, Muhammad Fairuz; Hidayatno, Achmad; Setiawan, Iwan
Transmisi Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.894 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.2.79-85

Abstract

Abstrak Pada sejumlah bidang aplikasi seperti militer, keamanan dan layanan darurat, informasi posisi pejalan kaki dapat memiliki arti  sangat penting dan strategis. Sampai sekarang kebutuhan akan informasi posisi disediakan oleh GPS yang memiliki kelemahan akurasi. Pada tahun 2000 mulai dikembangkan sistem pemantauan posisi pejalan kaki menggunakan MEMS sensor yang memiliki kelemahan adanya drift. Pada penelitian ini dirancang suatu sistem pemantauan posisi untuk pejalan kaki dengan menggabungkan data posisi dari MEMS Sensor dan GPS menggunakan algoritma complementary filter.  Penggunaan complementary filter bertujuan untuk menggabungkan data dari kedua sensor sehingga didapatkan hasil informasi posisi pejalan kaki dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan hanya dengan menggunakan salah satu metode saja. Perancangan simulasi dari complementary filter menggunakan Simulink Matlab 2012. Perancangan perangkat keras dibagi menjadi 3 subsistem, yaitu slave, master dan ground station. Sensor accelerometer ADXL345, magnetometer CMPS10 dan GPS EM411 digunakan untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan dalam proses estimasi posisi pejalan kaki. Pengiriman data posisi dari handheld ke ground station menggunakan modul RF Parallax 433 MHz. Hasil dari pengujian sistem dengan fusi data menunjukkan adanya peningkatan akurasi informasi posisi dibandingkan dengan hanya mengandalkan salah satu dari MEMS sensor atau GPS. Kata kunci: Posisi Pejalan Kaki, MEMS Sensor,GPS,Complementary Filter.     Abstract Information position of a pedestrian is very important for military, security and emergency services application.  For now, information position has been provided by GPS that has weakness its accuracy. In 2000, development of pedestrian positioning system using MEMS sensor has been developed and it gets drift as its weakness. In this research  a method for pedestrian positioning system that fuse the data of MEMS sensor and GPS by using complementary filter is proposed. The use of complementary filter aims to combine the data from both sensors to obtain the results of pedestrian position information with accuracy higher than using only one method alone. The design of a complementary filter simulation using Matlab Simulink 2012. Hardware design is divided into three subsystems, namely the slave, the master and the ground station. ADXL345 accelerometer sensor, magnetometer CMPS10 and GPS EM411 used to obtain the data required in the process of estimation pedestrian position. Delivery of position data from the handheld to the ground station using Parallax 433 MHz RF modules. The results of testing the system with data fusion showed an increase in accuracy of positioning information as opposed to just relying on one of the MEMS sensors or GPS. Keywords: Pedestrian Positioning, MEMS sensor, GPS, Complementary Filter.
PENGENDALIAN PADA PROTOYPE KONVEYOR PEMISAH BARANG BERDASARKAN WARNA MENGGUNAKAN SENSOR DT-SENSE COLOR DENGAN CONTOLLER ATMEGA 16 DAN PLC OMRON CPM1-A S, Arbye; Sumardi, Sumardi; Setiyono, Budi
Transmisi Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.386 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.2.86-91

Abstract

Abstrak   Salah satu bagian terpenting pada produksi adalah sistem penyortiran. Parameter sistem penyortiran ada yang berdasarkan warna, bahan, bentuk, ukuran, dan lain lain. Pada umumnya sistem sortir dilakukan secara manual oleh tenaga manusia. Akan tetapi ada beberapa kerugian jika dilakukan secara manual antara lain memerlukan biaya upah tenaga kerja, harus menggunakan sistem shift, rentan terjadi human error. Untuk mengatasi permasalahan yang ada maka diperlukan suatu sistem yang dapat berjalan secara otomatis. Pada tugas akhir ini dilakukan pembuatan prototype konveyor pemisah barang berdasarkan warna menggunakan sensor DT-Sense color dengan kontroler Atmega 16 dan PLC Omron CPM1-A. Pengendalian dapat dilakukan secara manual menggunakan push button ataupun secara digital melalui menu pada tampilan HMI (Human Machine interface). Masukan sistem adalah sensor DT-Sense color, sensor photodioda-led, push button, dan relay DC. Keluarannya adalah aktuator DVD, aktuator pneumatik, relay DC, dan  LCD. Barang yang akan dipisahkan berupa kotak ukuran  8cm x 5cm  x5 cm dengan 5 jenis warna, yaitu  merah, hijau, biru, putih dan hitam. Dari pengujian yang dilakukan prototype sudah mampu mengenali dan melakukan proses sortir pada 5 jenis barang yang berbeda. Tingkat keberhasilannya adalah sebesar 84%. Dengan demikian, semoga penelitian ini bisa digunakan sebagai salah satu rujukan dalam pengembangan sistem sortir barang otomatis.   Kata kunci: konveyor, sortir, PLC Omron CPM1A, Atmega 16, sensor warna.     Abstract One of the most important part of the production is sorting systems. There are many parameters of sorting system such as based on color, material, shape, size, and others. It is generally done manually by human. However, there are some disadvantages if done manually. We need a system that can run automatically to overcome the problems.This final project purpose is to design a conveyor separator items by color using DT-Sense sensor  with Atmega 16 and Omron PLC CPM1-A. Control of the prototype can be done using the push button or via HMI.  Input of the system are DT-Sense color sensor, photodioda-LED sensor, Push button, and DC relay. The output are DVD, pneumatic, DC relay, and  LCD. The items to be separated is a box with 8 cm x 5 cm x 5 cm.  5 kinds of colors are red, green, blue, white and black. The testing shows that the  system have been able to identify and sort five different types of goods. The succes rate of equipment separating the goods based of color is 84 %. As a conclution, I hope the result of this research can be used as a reference in the development of an automatic sorting system.   Keywords: Conveyor,sorting system, PLC Omron CPM1A, ATmega, colour sensor.
BALLAST ELEKTRONIK LAMPU UV BERTOPOLOGI INVERTER SETENGAH JEMBATAN RESONAN LCC FREKUENSI TINGGI Atmaja, Gilang Surya; Warsito, Agung; Karnoto, Karnoto
Transmisi Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.524 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.2.54-61

Abstract

Abstrak Sinar ultraviolet dapat dengan efektif membunuh segala jenis mikroorganisme, seperti bakteri, virus, jamur dan protozoa. Hal inilah yang membuat lampu ultraviolet dapat digunakan dalam sistem penjernihan udara dan air, seperti pada rumah sakit, kantor, laboratorium, dan lain – lain. Lampu ultraviolet, yang termasuk dalam jenis lampu discharge, membutuhkan komponen ballast untuk dapat menyala. Jenis ballast yang kini semakin marak digunakan yaitu jenis ballast elektronik. Pada penelitian ini dibuat ballast elektronik dengan topologi inverter half bridge resonan LCC frekuensi tinggi. Inverter half bridge menggunakan MOSFET sebagai komponen pensaklarannya. Pengoperasian lampu dengan frekuensi tinggi dapat memperbaiki kinerja lampu. Pemicuan kontrol frekuensi menggunakan IC 4047 dan pengaturan daya keluaran dilakukan dengan mengatur frekuensi pemicuannya sehingga lampu dapat diatur keredupannya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ballast eletronik yang dirancang dapat menyalakan lampu pada frekuensi 26 kHz dengan tegangan heating 35,3 V; tegangan igniting 141,4 V dan tegangan running 54,8 V. Ballast elektronik yang dirancang ini tergolong ballast elektronik tipe rapid start. Efisiensi rata – rata ballast ini yaitu 91,8 %.  Daya keluaran ballast dapat diatur dengan mengatur frekuensi kerja sehingga lampu dapat diredupkan. Peredupan dapat dilakukan pada rentang 13,2 W sampai dengan 7,3 W pada frekuensi 25,5 kHz sampai dengan 33,3 kHz.   Kata kunci : ultraviolet, ballast elektronik, inverter     Abstract Ultraviolet light can kill all types of microorganisms, such as bacteria, viruses, fungi and protozoa effectively. This makes ultraviolet light can be used in air and water purification systems, such as in hospitals, offices, laboratories, and others. Ultraviolet lamp, which is included in the type of discharge lamp, needs ballast components to be lit. Types of ballasts which increasingly widespread use now are electronic ballasts.This paper made an electronic ballast with half-bridge resonant inverter topology LCC high frequency. This inverter use MOSFETs as switching components. Operation lamp with high frequency can improve the performance of the lamp. Frequency control is triggered with IC 4047. The setting of power output is done by adjusting frequency so that the lights can be dimmed. The results of this study indicate that electronic ballast turn on the lights at a frequency of 26 kHz with a heating voltage of 35.3 V, igniting voltage of 141.4 V and running voltage of 54.8 V. It can be classified as a rapid start electronic ballast type. Average efficiency of this ballast is 91.8%. The output power can be set by adjusting the ballast operating frequency so that the lights can be dimmed. Dimming can be performed range of frequency 25.5 kHz up to 33.3 kHz and it consumes power of 7.3 W to 13.2 W.   Keyword : ultraviolet, electronic ballast, inverter
DETEKSI KERUSAKAN BUSI PADA MOTOR BAKAR OTTO DENGAN METODA PEMROSESAN SINYAL GETARAN DENGAN WAVELET Sujono, Agus
Transmisi Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.876 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.2.92-98

Abstract

Abstrak   Busi merupakan alat utama agar mesin dapat menyala, namun cukup sulit untuk mengetahui kondisi masih baik atau sudah setengah rusak, lebih-lebih pada saat mesin jalan. Bengkel pun sering tidak bisa teliti mengatasi karena peralatan nya yang kurang memadai. Maka penelitian ini mencoba mencari metoda baru yang lebih mudah dan murah digunakan untuk mengetahui kondisi busi, yang dapat memeriksa kondisi busi saat mesin dalam keadaan hidup. Metoda yang digunakan adalah dengan merekam pola sinyal getaran mesin, yang kemudian dapat dianalisa dengan metoda wavelet dari Matlab. Wavelet induk yang digunakan adalah fungsi Haar yang dimanfaatkan sebagai filter digital untuk menemukan ciri dari sinyal tersebut, yaitu dengan memilah spektrum frekuensi tertentu sehingga dapat diketahui ciri pola getaran yang menandakan kerusakan busi. Hasil penelitian ini telah dapat dengan cukup baik dapat menetapkan kondisi busi yang rusak. Metoda ini dapat dikembangkan pada diagnosa kerusakan mesin yang lain.   Katakunci :  wavelet, signal processing, spark failure, Otto engine     Abstract   Spark plug is the main tool for the internal combustion engine to turn on , but it is quite difficult to determine the condition still good or was half broken , especially when the vihicle is on the road. Workshops are often not able to accurately resolve because its equipment inadequate. This research is trying to find a new method that is easier and cheaper to use to determine the condition of the spark plug, which can check the condition of the spark plugs  while the engine is in running on. The method used is to record the pattern of machine vibration signals , which can then be analyzed with the wavelet method of Matlab. Used mother wavelet is the Haar function which is used as a digital filter to find the characteristics of the signal, ie with a certain sort of frequency spectrum that can be known characteristic vibration patterns that indicate damage to the spark plug . The results of this study have been well enough to be able to set a broken spark plug condition . This method can be developed to diagnose other engine damage . Keywords: wavelet , signal processing , spark failure , Otto engines
PEMANFAATAN TEKNOLOGI RFID MELALUI KARTU IDENTITAS DOSEN PADA PROTOTIPE SISTEM RUANG KELAS CERDAS Alief, Ridwan; Darjat, Darjat; Sudjadi, Sudjadi
Transmisi Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.316 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.2.62-68

Abstract

Abstrak   Saat ini terdapat berbagai aplikasi dari kemajuan teknologi yang telah diciptakan dan mulai menggantikan sistem konvensional. Salah satu contohnya adalah sistem RFID (Radio Frequency Identification). Sistem RFID kini telah banyak digunakan baik sebagai perangkat sistem keamanan ruangan, pengecekan barang, maupun sebagai media untuk melakukan presensi harian dalam area perkantoran. Dengan adanya sistem RFID ini diharapkan seseorang dapat melakukan berbagai kegiatan secara lebih cepat, efektif, dan aman. penelitian bertujuan untuk membuat suatu sistem ruang kelas cerdas yang memanfaatkan RFID melalui kartu identitas dosen sebagai media akses penggunaan ruangan kelas. Pada penelitian ini dihasilkan sebuah sistem ruangan cerdas, menggunakan RFID sebagai peralatan utama untuk mengenali pengguna sehingga hanya pengguna yang telah teregistrasi dalam database yang dapat menggunakan ruang kelas. Dari hasil pengujian fungsi sistem RFID sebagai akses masuk ruang kelas secara keseluruhan sudah sesuai dengan algoritma yang diinginkan. Hanya tag yang nomor serinya sudah diregistrasikan ke dalam reader RFID yang dapat melakukan akses untuk masuk kedalam ruang kelas. Pengguna yang melakukan akses masuk kedalam ruang kelas akan disimpan datanya pada reader RFID.   Kata Kunci: RFID, mikrokontroler ATmega 8535, sensor Pyroelectric Infrared (PIR).     Abstract   Currently, there are various applications of advances in technology that have been created and replaces the conventional system. One of them is RFID (Radio Frequency Identification) system. The RFID system now has been widely used as a security system, checking the goods, and a media to check daily presence in the office. By using RFID system, someone can accomplish various activities faster, effective, and safe. This research aims to create a system of smart class room based on RFID system and card to facilitated to access the classroom. This research produced an smart class room so only registered user can using the class room. The result of this system is in accordance to the desired algorithm and then produce 100%  success rate.   Keywords: RFID, microkontroller ATmega 8535, sensor Pyroelectric Infrared (PIR).
ANALISIS PENGGUNAAN BALLAST ELEKTRONIK UNTUK PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK PADA BEBAN PENERANGAN Suroso, Suroso; Winasis, Winasis; Permana, Satria Ardhi
Transmisi Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.432 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.2.99-105

Abstract

Abstrak   Lampu neon tabung masih banyak digunakan masyarakat umum meskipun telah diciptakan lampu neon kompak yang menggantikan lampu pijar. Lampu neon kompak memiliki efisiensi tinggi karena menggunakan ballast elektronik, sedangkan lampu neon tabung yang umum dipakai masih menggunakan ballast elektromagnetik. Makalah ini menganalisa tingkat penghematan yang didapatkan saat ballast elektromagnetik diganti dengan ballast elektronik pada beban penerangan lampu neon, khususnya untuk rangkaian lampu neon tabung 18 Watt dan 36 Watt di RSUD Saras Husada Purworejo. Analisa kedua jenis ballast meliputi perbandingan konsumsi daya, faktor daya, analisa segi ekonomis, tingkat pencahayaan, harmonisa, dan bentuk gelombang arus yang ditarik oleh beban lampu dari sumber listrik PLN. Dari data yang diperoleh didapatkan bahwa lampu neon dengan ballast elektronik konsumsi dayanya lebih rendah, faktor daya lebih tinggi, dan biaya listrik per bulannya lebih hemat dibandingkan dengan lampu neon yang memakai ballast elektromagnetik. Namun dari data pengukuran intensitas pencahayaan ditemukan terjadi penurunan kuat pencahayaan untuk lampu yang menggunakan ballast elektronik. Untuk data harmonisa arus yang ditarik dari sumber diperoleh bahwa lampu yang menggunakan ballast elektronik menarik arus dengan kandungan komponen harmonisa yang lebih tinggi dibandingkan dengan lampu dengan ballast elektromagnetik. Kata kunci : energi listrik, efisiensi, ballast elektronik     Abstract   Fluorescent tube lamps are still widely used in spite of the compact fluorescent lamp has been introduced to replace the incandescent lamps. Compact fluorescent lamps use electronic ballast with higher efficiency, however many of the installed fluorescent tube lamps still use electromagnetic ballasts. This paper analyzes the level of savings obtained when the electromagnetic ballasts replaced by electronic ballasts in the fluorescent tube lamp circuits of 18 Watt and 36 Watt installed at Saras Husada Hospital Purworejo. Comparison analysis of both types of ballast was carried out, i.e. the ratio of power consumption, power factor, economic analysis, illumination levels, harmonics, and waveform. The results showed that the lamp with electronic ballasts have lower power consumption, better power factor, and cheaper in the electricity cost than the lamp with electromagnetic ballasts. However, a decrease in the level of illumination is found for the lamp with electronic ballast. In the case of harmonic contents of the current drawn from the power grid, the lamp with electronic ballast created a more distortion and harmonic contents of the current.   Keywords : electrical energy, efficiency, electronic ballasts

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 Oktober (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 3 Juli (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 2 April (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 1 Januari (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 4 Oktober (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 3 Juli (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 2 April (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 1 Januari (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 4 Oktober (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 3 Juli (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 2 April (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 1 Januari (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 4 Oktober (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 3 Juli (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 2 April (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 1 Januari (2022): TRANSMISI Vol 23, No 4 Oktober (2021): TRANSMISI Vol 23, No 3 Juli (2021): TRANSMISI Vol 23, No 2 April (2021): TRANSMISI Vol 23, No 1 Januari (2021): TRANSMISI Vol 22, No 4 Oktober (2020): TRANSMISI Vol 22, No 3 Juli (2020): TRANSMISI Vol 22, No 2 April (2020): TRANSMISI Vol 22, No 1 Januari (2020): TRANSMISI Vol 21, No 4 Oktober (2019): TRANSMISI Vol 21, No 3 Juli (2019): TRANSMISI Vol 21, No 2 April (2019): TRANSMISI Vol 21, No 1 Januari (2019): TRANSMISI Vol 20, No 4 Oktober (2018): TRANSMISI Vol 20, No 3 Juli (2018): TRANSMISI Vol 20, No 2 April (2018): TRANSMISI Vol 20, No 1 Januari (2018): TRANSMISI Vol 19, No 4 Oktober (2017): TRANSMISI Vol 19, No 3 Juli (2017): TRANSMISI Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI Vol 19, No 1 Januari (2017): TRANSMISI Vol 18, No 4 Oktober (2016): TRANSMISI Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI Vol 18, No 1 Januari (2016): TRANSMISI Vol 17, No 4 Oktober (2015): TRANSMISI Vol 17, No 3 Juli (2015): TRANSMISI Vol 17, No 2 April (2015): TRANSMISI Vol 17, No 1 Januari (2015): TRANSMISI Vol 16, No 4 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 3 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 1 (2014): TRANSMISI Vol 15, No 4 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 3 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 2 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 1 (2013): TRANSMISI Vol 14, No 4 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 3 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 2 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 1 (2012): TRANSMISI Vol 13, No 3 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 1 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 3 (2009): TRANSMISI Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI Vol 13, No 4 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 2 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 1 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 4 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 2 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 4 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 2 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 1 (2009): TRANSMISI VOL 10, NO 4 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 3 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 2 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI Vol 9, No 2 (2007): TRANSMISI Vol 9, No 1 (2007): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2006): TRANSMISI Vol 8, No 1 (2006): TRANSMISI Vol 7, No 1 (2005): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2004): TRANSMISI Vol 6, No 2 (2003): TRANSMISI More Issue