cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24076422     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI" : 10 Documents clear
BOOST-UP CHOPPER 24 V/320 V DENGAN KENDALI PROPORSIONAL-INTEGRAL (PI) BERBASIS MIKROKONTROLLER Suroso, Suroso; Nugroho, Daru Tri; Siregar, Dolly Arthur
Transmisi Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.89 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.2.60-64

Abstract

Makalah ini menyajikan pengujian prototip boost-up chopper 24 V/320V DC dengan kendali Proporsional Integral (PI) berbasis mikrokontroller. Mikrokontroller diaplikasikan untuk menghasilkan sinyal kontrol yang mengatur duty cycle untuk menswitch saklar Isulated Gate Bipolar Transistor (IGBT) pada rangkaian chopper. Metode kontrol PI ini juga bekerja untuk memperoleh tegangan output dari boost-up chopper yang lebih stabil. Berdasarkan hasil pengujian secara simulasi komputer dan uji prototip di laboratorium menunjukkan bahwa kontroller dan prototip chopper mampu bekerja seperti yang direncanakan dan mampu menghasilkan nilai tegangan output yang baik dengan margin of error 2,18% dibandingkan dengan target tegangan output 320 VDC.
PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP ARRAY PADA FREKUENSI 850 MHz Yuli Christyono; Imam Santoso; Rahmat Dwi Cahyo
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.627 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.2.87-95

Abstract

Antena mikrostrip merupakan antana yang saat ini popular karena memiliki keunggulan dan memenuhi permintaan akan antena yang kecil dan ringan sehingga kompatibel dan mudah diintegrasikan. Antena mikrostrip memiliki banyak kelebihan namun antena ini juga memiliki beberapa kekurangan, seperti gain yang rendah dan bandwidth yang sempit. Salah satu cara untuk mengatasi gain yang rendah adalah merancang antena mikrostrip dengan konfigurasi array. Pada tugas akhir ini akan dirancang dan dianalisis antena mikrostrip array yang nantinya dapat digunakan dalam praktikum antena. Antena tersebut dirancang pada frekuensi 850MHz. Bahan yang digunakan adalah PCB epoxy (FR4) double layer dengan ketebalan bahan 1,3 mm dan konstanta dielektrik sebesar 4,7. Bentuk patch yang dibuat adalah segiempat, segitiga sama sisi, dan lingkaran. Antena mikrostrip tersebut diuji untuk mendapatkan nilai frekuensi resonansi, VSWR dan pola radiasi yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan hasil simulasi menggunakan perangkat lunak simulator mikrostrip IE3D. Pada pengujian diperoleh hasil untuk antena mikrostrip array segiempat: frekuensi resonansi = 930MHz, VSWR = 1,03, HPBW = 88o, antena mikrostrip array lingkaran : frekuensi resonansi = 915MHz, VSWR = 1,05, HPBW = 105o dan untuk antena mikrostrip array segitiga sama sisi : frekuensi resonansi = 925MHz, VSWR = 1,2, HPBW =  93o.
PERANCANGAN SISTEM KONTROL SIMULATOR PORTAL OTOMATIS JALUR BUSWAY MENGGUNAKAN METODE FUZZY-PID Triwiyatno, Aris; Widodo, Adrian Bela; Darjat, Darjat
Transmisi Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.94 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.2.49-54

Abstract

Transjakarta atau yang lebih dikenal sebagai busway merupakan salah satu moda transportasi andalan masyarakat di wilayah ibukota Jakarta. Tingginya angka kecelakaan di jalur busway diakibatkan oleh ketidaktertiban pengguna kendaraan bermotor yang nekat menerobos jalur khusus bus transjakarta. Sterilisasi jalur busway seperti razia, pemasangan MCB (Moving Concrete Block), dan portal yang bersifat manual, merupakan solusi yang telah dilakukan untuk mengurangi permasalahan tersebut. Dalam penelitian ini dirancang sebuah simulator portal otomatis untuk melakukan sterilisasi jalur busway menggunakan sistem pengendalian Fuzzy-PID. Pembuatan sistem berbasis RFID ini dimaksudkan untuk membedakan kendaraan yang diperbolehkan melintasi jalur busway dengan membandingkan antara Kartu RFID yang terdeteksi dengan data ID bus dalam basis data. Pergerakan portal akan dikendalikan oleh kontrol Fuzzy-PID ketika sensor HC-SR04 mendeteksi jarak bus. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh grafik respon sistem menggunakan metode kontrol Fuzzy-PID pada parameter pertama bersifat lebih linier dan memiliki waktu respon yang lebih cepat dibandingkan dengan parameter lainnya. Pada pengujian motor servo sebagai portal otomatis memiliki nilai RMSE total sebesar 0.248%. Pada pengujian keseluruhan sistem menggunakan kontroller Fuzzy-PID didapat respon yang paling stabil yaitu menggunakan nilai konstanta defuzifikasi Kp yaitu k1=25,  k2=30 , k3 = 45 sedangkan konstanta defuzifikasi Ki yaitu memiliki nilai k1=0.005 , k2=0.005, k3=0.005 dan pada defuzifikasi Kd memiliki k1=0.01 , k2=0.02 dan k3=0.03.
PENGATURAN POLA OPERASI CWP UNTUK OPTIMALISASI EFISIENSI THERMAL COMBINED CYCLE PLTGU TAMBAKLOROK SEMARANG Puranto, Denni Judha Jaya; Leksono, Haryadi Adi
Transmisi Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.86 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.2.96-100

Abstract

Condensor adalah  komponen utama PLTGU Tambaklorok yang berfungsi untuk merubah fasa uap keluaran Steam Turbine menjadi fasa air dengan mentransfer panas dalam uap kedalam media air pendingin. Untuk memenuhi kebutuhan air pendingin condensor PLTGU Tambaklorok dilengkapi 2 Circulating Water Pump yang beroperasi secara continuous saat beroperasi Combined dengan kapasitas tiap pompa sebesar 26,810 m3/hr. Kerja condensor  sangat dipengaruhi oleh jumlah massa uap dan air pendingin yang masuk condensor, sehingga dengan perubahan pola operasi Combined yang dinamis (1GTG - 1HRSG - 1STG, 2GTG - 2HRSG - 1STG atau 3GTG – 3HRSG – 1STG ) titik optimal condensor PLTGU Tambaklorok secara efisien dihitung dengan menentukan kebutuhan air pendingin berdasarkan jumlah massa uap masuk ke condensor. Selain analisa kebutuhan air pendingin berdasarkan jumlah massa uap yang masuk ke condensor, efisiensi pengoperasian condensor ditentukan pula dengan langsung membandingkan daya keluaran Steam Turbine Generator tiap pola operasi Combined dengan mengkondisikan Circulating Water Pump. Berdasarkan study disimpulkan pada pola operasi Combined 1GTG - 1 HRSG - 1 STG, condensor beroperasi optimal dengan 1 Circulating Water Pump running, sedangkan pada pola operasi Combined 2 GTG - 2 HRSG - 1 STG dan 3GTG - 3 HRSG - 1 STG condensor beroperasi optimal dengan 2 Circulating Water Pump running.
PERHITUNGAN FAKTOR KALIBRASI SENSOR AKSELEROMETER MMA7361L PADA KETIGA SUMBU DENGAN MENGGUNAKAN SIMULATOR ST-3176-TC-10 Wahyudi Wahyudi; Ngatelan Ngatelan; Wahyu Widada
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.881 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.2.42-48

Abstract

Akselerometer adalah sensor percepatan yang banyak dipakai sebagai komponen utama dalam pembuatan IMU (Inertial Measurement Unit). Akselerometer MMA7361L merupakan sensor percepatan dengan 2 pilihan tingkat sensitivitas, yaitu 800 mV/g dan 206 mV/g. Sensor akselerometer yang dijual belum terkalibrasi, sehingga sensor harus dikalibrasi sebelum digunakan. Kalibrasi akselerometer dipengaruhi oleh tegangan catu daya, sehingga diperlukan catu daya yang stabil dalam pemakaiannya. Faktor kalibrasi merupakan faktor pengali yang mengubah data ADC keluaran sensor menjadi nilai percepatan hasil pengukuran. Alat utama yang digunakan untuk melakukan kalibrasi sensor dan pengujian sensor adalah simulator gerak 3 sumbu ST-3176-TC-10. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor dengan tipe yang sama mempunyai faktor kalibrasi yang berbeda-beda, sehingga setiap sensor harus dikalibrasi sebelum digunakan. Faktor kalibrasi suatu sensor tidak dapat digunakan untuk sensor yang lain meskipun tipenya sama.
PROTOTYPE ALAT PENGUKUR RENDEMEN GULA MENGGUNAKAN SENSOR PING DAN SENSOR WARNA TCS3200 Ridho, Muhammad Alvin; Sulila, M. Surya; Hanafi, Andre; Nabila, Putri Rousan; Safitri, Rahmatika Luthfiani
Transmisi Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.408 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.2.70-74

Abstract

Telah dibuat sebuah prototype alat pendeteksi nilai pol pada gula tebu dengan menggunakan komponen utama berupa sensor warna TCS3200 dan sensor ultrasonik. Sensor warna mengidentifikasi kekeruhan pada sampel, sedangkan sensor ultrasonik mengidentifikasi kekentalan berdasarkan kecepatan gelombang yang dipancarkan melewati sampel. Semakin tinggi tingkat kekeruhan dan kekentalan sampel, maka kadar glukosa yang terkandung dalam sampel semakin tinggi sehingga nilai pol semakin besar. Komponen pelengkap pada alat antara lain wadah sampel, corong, lampu LED, baterai, UBEC Converter, microcontroller Atmega, dan layar LCD. Sampel yang digunakan adalah sari tebu murni dengan faktor pengenceran 100 kali. Cara kerja alat dimulai dengan memasukkan sampel kedalam wadah hingga batas tertentu kemudian hidupkan tombol ON, alat akan mendeteksi nilai pol dalam sampel dan mengkonversinya menjadi nilai rendemen kemudian angka rendemen akan muncul pada layar LCD. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa pengujian rendemen gula dengan alat ini memiliki keakuratan mencapai 88%, mudah digunakan, dan tidak memerlukan waktu yang lama dalam pengoperasiannya.
PERBAIKAN LOSSES DAN DROP TEGANGAN PWI 9 DENGAN PELIMPAHAN BEBAN KE PENYULANG BARU PWI 11 DI PT PLN (PERSERO) AREA SEMARANG Winardi, Bambang; Winarno, Heru; Aditama, Kurnanda Rizky
Transmisi Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.112 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.2.64-69

Abstract

Suatu sistem tenaga listrik dapat bekerja maksimal sesuai dengan standart yang ditetapkan oleh sistem tersebut. Di wilayah kerja Rayon Tegowanu pada jaringan tegangan menengah 20 kV penyulang PWI 9, tejadi drop tegangan pada ujung penyulang, yang melebihi standart SPLN 72:1987 sebesar 5 %. Selain itu, juga terjadi rugi daya yang tidak memenuhi target Kajian Kelayakan Operasi pada PT. PLN (Persero) Area Semarang yaitu lebih dari 5%. Dengan melihat topologi jaringan di wilayah kerja PT PLN Rayon Purwodadi, didapatkan solusi memindahkan sebagian beban PWI 9 ke penyulang baru PWI 11, agar dapat menekan persentase drop tegangan dan rugi daya. Menggunakan software ETAP 7.5.0 dapat disimulasikan perhitungan beban, drop tegangan dan rugi daya tersebut. Dari hasil simulasi ETAP 7.5.0 pemindahan sebagian beban PWI 9 ke penyulang baru PWI 11, persentase drop tegangan pada penyulang PWI 9 akan menurun dari 11,85% menjadi -0,78%, dan persentase drop tegangan pada penyulang baru PWI 11 menjadi 5,49%. Sedangkan persentase rugi daya pada penyulang PWI 9 akan menurun dari  7,24% menjadi 1,71%, dan persentase rugi daya pada penyulang baru PWI 11 menjadi 4,49%.
PERBAIKAN JTR PENYULANG SRL001 DI DAERAH TANJUNGSARI GUNA MENGURANGI DROP TEGANGAN DI PT PLN (PERSERO) RAYON SEMARANG SELATAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP Warsito, Agung; Winardi, Bambang; Kusumastuti, Dinda Hapsari
Transmisi Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.744 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.2.75-79

Abstract

Jumlah tarikan sambungan rumah yang tidak standar ini menyebabkan tegangan rumah mengalami jatuh tegangan. Hasil pengukuran pada waktu beban puncak adalah 170 V, persentasenya adalah 22,72%. Padahal tegangan jatuh yang adalah 10%. Dengan melihat keadaan yang terjadi di lapangan, maka direncanakan solusi untuk perbaikan jaringan. Perbaikan jaringan yang dilakukan adalah perluasan jaringan tegangan rendah (JTR) , perluasan jaringan tegangan menengah (JTM) 1 fasa, penambahan transformator 1 fasa 50 kVA, serta penataan tarikan sambungan rumah. Pada jaringan eksisting, perbedaan perhitungan antara pengukuran secara langsung dengan software ETAP 12.6.0 juga masih sedikit. Persentase jatuh tegangan pada jaringan eksisting ini berkisar antara 9,09% - 22.72%. Sedangkan pada rencana perbaikan jaringan, perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan software ETAP 12.6.0 diperoleh persentase jatuh tegangan hanya berkisar antara 1,81% - 3,63%.  Pada software ETAP 12.6.0 menunjukkan bahwa rencana perbaikan yang dilakukan sudah memenuhi standar. Hal ini terlihat dari kisaran persetase jatuh tegangan dari 9,09% 22.72% bisa menjadi 1,81% - 3,63%.
ANALISIS KINERJA PROTOKOL ROUTING IoT PADA TOPOLOGI STATIS DENGAN NS2 Sony, Arya; Sulistyo, Selo
Transmisi Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.371 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.2.55-59

Abstract

salah satu area penelitian didunia yang berkembang pesat saat ini adalah IoT, terlebih penelitian pada area berbasis pergerakan atau biasa disebut MANET (Mobile Adhoc Network), hal tersebut tidak terhindarkan lagi karena teknologi ini menjelma menjadi kebutuhan manusia moderen, oleh karena itu tren penelitian selalu mengarah dan mengasumsikan parameter penelitian dan simulasinya pada topologi adhoc. Indonesia dilain pihak belum membutuhkan teknologi semacam ini karena sebagian besar penggunaan perangkat IoT masih berbasis pada topologi infrastruktur tetap/pasti. Paper ini menggunakan Network Simulator 2 (NS2) sebagai perangkat lunak simulasi untuk membandingkan kinerja dari 3 protokol routing terpopuer MANET diantaranya AODV, DSDV dan DSR. Hasil analisa menunjukan AODV menjadi protokol pencarian jalur yang paling dapat diandalkan namun paling boros dalam penggunaan energi.
IMPLEMENTASI KIT TORSI ELEKTRIK SEPEDA UNTUK BANTUAN JALAN MENANJAK Widianto, Eko Didik; Prasetyo, Tri; Isnanto, R. Rizal
Transmisi Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.365 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.2.80-86

Abstract

Sepeda menjadi pilihan alat transportasi yang ramah lingkungan dan hemat. Namun, untuk kontur jalan yang menanjak, pengguna sepeda memerlukan tenaga ekstra untuk dapat melewatinya, bahkan harus menuntun sepedanya saat di tanjakan cukup tajam. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan alat bantu untuk menambah torsi secara elektrik. Dalam penelitian ini, kit torsi sepeda dikembangkan yang secara khusus untuk dapat mengontrol kecepatan motor DC  pada sebarang kemiringan jalan berdasarkan nilai sumbu Z akselerometer. Kit dikembangkan menggunakan papan Arduino Uno R3, modul akselerometer ADXL345 dan RTC DS3231. Alat telah dapat bekerja sesuai dengan spesifikasi fungsional yang ditentukan. Motor DC akan mulai berputar saat sudut tanjakan mencapai 20o. Kecepatan maksimal motor DC saat tanpa beban adalah 330 rad/detik dan dengan beban adalah 292 rad/detik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 Oktober (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 3 Juli (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 2 April (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 1 Januari (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 4 Oktober (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 3 Juli (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 2 April (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 1 Januari (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 4 Oktober (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 3 Juli (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 2 April (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 1 Januari (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 4 Oktober (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 3 Juli (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 2 April (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 1 Januari (2022): TRANSMISI Vol 23, No 4 Oktober (2021): TRANSMISI Vol 23, No 3 Juli (2021): TRANSMISI Vol 23, No 2 April (2021): TRANSMISI Vol 23, No 1 Januari (2021): TRANSMISI Vol 22, No 4 Oktober (2020): TRANSMISI Vol 22, No 3 Juli (2020): TRANSMISI Vol 22, No 2 April (2020): TRANSMISI Vol 22, No 1 Januari (2020): TRANSMISI Vol 21, No 4 Oktober (2019): TRANSMISI Vol 21, No 3 Juli (2019): TRANSMISI Vol 21, No 2 April (2019): TRANSMISI Vol 21, No 1 Januari (2019): TRANSMISI Vol 20, No 4 Oktober (2018): TRANSMISI Vol 20, No 3 Juli (2018): TRANSMISI Vol 20, No 2 April (2018): TRANSMISI Vol 20, No 1 Januari (2018): TRANSMISI Vol 19, No 4 Oktober (2017): TRANSMISI Vol 19, No 3 Juli (2017): TRANSMISI Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI Vol 19, No 1 Januari (2017): TRANSMISI Vol 18, No 4 Oktober (2016): TRANSMISI Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI Vol 18, No 1 Januari (2016): TRANSMISI Vol 17, No 4 Oktober (2015): TRANSMISI Vol 17, No 3 Juli (2015): TRANSMISI Vol 17, No 2 April (2015): TRANSMISI Vol 17, No 1 Januari (2015): TRANSMISI Vol 16, No 4 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 3 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 1 (2014): TRANSMISI Vol 15, No 4 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 3 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 2 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 1 (2013): TRANSMISI Vol 14, No 4 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 3 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 2 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 1 (2012): TRANSMISI Vol 13, No 3 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 1 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 3 (2009): TRANSMISI Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI Vol 13, No 4 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 2 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 1 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 4 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 2 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 4 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 2 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 1 (2009): TRANSMISI VOL 10, NO 4 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 3 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 2 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI Vol 9, No 2 (2007): TRANSMISI Vol 9, No 1 (2007): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2006): TRANSMISI Vol 8, No 1 (2006): TRANSMISI Vol 7, No 1 (2005): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2004): TRANSMISI Vol 6, No 2 (2003): TRANSMISI More Issue