cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24076422     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 497 Documents
PERANCANGAN MAXIMUM POWER POINT TRACKING PANEL SURYA MENGGUNAKAN BUCK BOOST CONVERTER DENGAN METODE INCREMENTAL CONDUCTANCE Nugroho, Betantya; Handoko, Susatyo; Andromeda, Trias
Transmisi Vol 18, No 4 Oktober (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.464 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.4.168-175

Abstract

Potensi energi matahari di Indonesia dapat dimanfaatkan sepanjang hari, hal ini sangat menguntungkan untuk membangkitkan energi listrik dengan menggunakan panel surya. Beberapa metode digunakan pada panel surya untuk menaikkan efektifitas konversi energi panel surya. Metode pencarian dinamis menggunakan motor listrik untuk mengarahkan panel surya ke matahari, sedangkan metode pencarian statis atau Maximum Power Point Tracking (MPPT) menggunakan konverter daya. MPPT digunakan untuk mencari titik daya maksimum dari kurva karakteristik P-V pada panel surya. Titik daya maksimum panel surya berubah-ubah ketika terdapat perubahan irradiasi dan temperatur. Pada penelitian ini dilakukan perancangan MPPT menggunakan buck boost converter dengan metode algoritma Incremental Conductance untuk mencari daya maksimum panel surya. Pada pengujian sistem, didapatkan hasil sistem MPPT mampu mencari daya maksimum rata-rata panel surya sebesar 4,42 watt pada irradiasi 1000 watt/m2 temperatur 29oC, sedangkan daya tanpa MPPT pada resistansi 50 Ω sebesar 4,17 watt, 33,3 Ω sebesar 2,88 watt, 25 Ω sebesar 2,37 watt dan 20 Ω sebesar 2,04 watt. Irradiasi 750 watt/m2 temperatur 29oC sebesar 3,01 watt, , sedangkan daya tanpa MPPT pada resistansi 50 Ω sebesar 2,53 watt, 33,3 Ω sebesar 1,84 watt, 25 Ω sebesar 1,48 watt dan 20 Ω sebesar 1,33 watt.
Tuning Parameter Proporsional – Integral dengan Fuzzy Logic untuk Pengaturan Suhu Air pada Plant Heat Exchanger Rindho S., Prestian; Setiyono, Budi; Setiawan, Iwan
Transmisi Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.233 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.12.3.101-106

Abstract

Metode kontrol Proporsional-Integral (PI) merupakan sebuah metode kontrol yang banyak diterapkan di bidang industri sampai saat ini. Kontroler ini memiliki parameter-parameter pengontrol, yaitu konstanta proporsional (Kp) dan konstanta integral (Ki). Pada metode PI konvensional, kedua parameter tersebut diturunkan dari perhitungan matematis. Kesulitan penalaan parameter-parameter tersebut akan ditemui bila plant yang dikendalikan adalah sistem dengan orde tinggi. Maka dari itu, diperlukan suatu metode penala PI yang lebih baik dan dapat diterapkan dalam sistem orde tinggi.Metode penalaan PI dengan logika fuzzy dapat dilakukan secara otomatis tanpa melakukan pemodelan sistem. Pada metode ini nilai Kp dan Ki ditentukan berdasarkan sejumlah aturan-aturan yang ditetapkan oleh Logika  fuzzy. Input fuzzy berupa error dan delta error .  Plant pengendalian suhu cairan pada Heat Exchanger menggunakan mikrokontroler ATmega8535 sebagai kontroler dan heater sebagai aktuator. Pada pengujian didapatkan hasil penalaan parameter PI dengan logika fuzzy mampu menghasilkan tanggapan keluaran dengan rise time yang cepat, selisih tunak yang kecil, overshoot yang kecil,  dan ketika sistem diberi gangguan, tanggapan keluaran akan tetap terjaga dalam kestabilan. Keyword :   PI (Proporsional-Integral), metode Penalaan PI dengan logika fuzzy, Mikrokontroler ATmega 8535, Heat Exchanger
BALLAST ELEKTRONIK LAMPU UV BERTOPOLOGI INVERTER SETENGAH JEMBATAN RESONAN LCC FREKUENSI TINGGI Atmaja, Gilang Surya; Warsito, Agung; Karnoto, Karnoto
Transmisi Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.524 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.2.54-61

Abstract

Abstrak Sinar ultraviolet dapat dengan efektif membunuh segala jenis mikroorganisme, seperti bakteri, virus, jamur dan protozoa. Hal inilah yang membuat lampu ultraviolet dapat digunakan dalam sistem penjernihan udara dan air, seperti pada rumah sakit, kantor, laboratorium, dan lain – lain. Lampu ultraviolet, yang termasuk dalam jenis lampu discharge, membutuhkan komponen ballast untuk dapat menyala. Jenis ballast yang kini semakin marak digunakan yaitu jenis ballast elektronik. Pada penelitian ini dibuat ballast elektronik dengan topologi inverter half bridge resonan LCC frekuensi tinggi. Inverter half bridge menggunakan MOSFET sebagai komponen pensaklarannya. Pengoperasian lampu dengan frekuensi tinggi dapat memperbaiki kinerja lampu. Pemicuan kontrol frekuensi menggunakan IC 4047 dan pengaturan daya keluaran dilakukan dengan mengatur frekuensi pemicuannya sehingga lampu dapat diatur keredupannya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ballast eletronik yang dirancang dapat menyalakan lampu pada frekuensi 26 kHz dengan tegangan heating 35,3 V; tegangan igniting 141,4 V dan tegangan running 54,8 V. Ballast elektronik yang dirancang ini tergolong ballast elektronik tipe rapid start. Efisiensi rata – rata ballast ini yaitu 91,8 %.  Daya keluaran ballast dapat diatur dengan mengatur frekuensi kerja sehingga lampu dapat diredupkan. Peredupan dapat dilakukan pada rentang 13,2 W sampai dengan 7,3 W pada frekuensi 25,5 kHz sampai dengan 33,3 kHz.   Kata kunci : ultraviolet, ballast elektronik, inverter     Abstract Ultraviolet light can kill all types of microorganisms, such as bacteria, viruses, fungi and protozoa effectively. This makes ultraviolet light can be used in air and water purification systems, such as in hospitals, offices, laboratories, and others. Ultraviolet lamp, which is included in the type of discharge lamp, needs ballast components to be lit. Types of ballasts which increasingly widespread use now are electronic ballasts.This paper made an electronic ballast with half-bridge resonant inverter topology LCC high frequency. This inverter use MOSFETs as switching components. Operation lamp with high frequency can improve the performance of the lamp. Frequency control is triggered with IC 4047. The setting of power output is done by adjusting frequency so that the lights can be dimmed. The results of this study indicate that electronic ballast turn on the lights at a frequency of 26 kHz with a heating voltage of 35.3 V, igniting voltage of 141.4 V and running voltage of 54.8 V. It can be classified as a rapid start electronic ballast type. Average efficiency of this ballast is 91.8%. The output power can be set by adjusting the ballast operating frequency so that the lights can be dimmed. Dimming can be performed range of frequency 25.5 kHz up to 33.3 kHz and it consumes power of 7.3 W to 13.2 W.   Keyword : ultraviolet, electronic ballast, inverter
ANALISA KEBERADAAN GARDU INDUK BALAPULANG TERHADAP DISTRIBUSI 20 KV DI WILAYAH KERJA UPJ BALAPULANG PT. PLN (PERSERO) JATENG DIY Winardi, Bambang
Transmisi Vol 16, No 4 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.847 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.4.196-205

Abstract

Abstrak     Gardu induk sebagai komponen sistem tenaga listrik memegang peranan penting pada kontinyuitas suplai tenaga listrik kepada konsumen yang terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Apabila beban listrik yang ditanggung oleh gardu induk lebih besar dari kapasitas gardu induk, maka gardu induk akan mengalami overload yang berakibat suplai listrik ke konsumen terhenti. Kondisi ini tentunya harus diantisipasi sedini mungkin oleh PT. PLN (Persero) Distribusi Jateng DIY UPJ Balapulang selaku penyedia energi listrik. Dalam penelitian ini, penulis melakukan analisa keberadaan Gardu Induk Balapulang terhadap distribusi 20 KV di UPJ balapulang dengan parameter losses dan drop tegangan menggunakan software ETAP 7.0.0. Feeder-feeder lama yang berada di UPJ Balapulang secara bertahap di ambil sebagian bebannya oleh GI Balapulang. Pengaruh adanya GI balapulang membuat feeder lama terkurangi beban kerjanya dengan nilai losses dan drop tegangan yang memenuhi kriteria. Dari hasil simulasi dengan menggunakan perangkat lunak ETAP 7.0.0 didapatkan bahwa nilai drop tegangan dan losses feeder-feeder GI Balapulang cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya. Peningkatan terjadi dikarenakan adanya pertumbuhan beban tiap tahunnya dan juga pengalihan beban dari feeder-feeder lama. Kata kunci : Gardu Induk Balapulang, energi listrik, DKL 3.2, ETAP 7.0.0     Abstract Substation as a component of power system plays an important role in the continuity of the supply of electricity to consumers continues to increase each year. If the electrical load is borne by the substation is greater than the capacity of the substation, the substation will experience overload resulting in interrupted power supply to consumers. This condition must be anticipated as early as possible by PT. PLN (Persero) Java Distribution DIY UPJ Balapulang as the provider of electric energy. In this thesis, the author analyzes the existence Balapulang Substation 20 KV distribution with parameters in UPJ balapulang losses and drop voltage using ETAP software 7.0.0. Feeder old in UPJ Balapulang gradually taken part load by GI Balapulang. Effect of the GI balapulang make long feeder reduced workload with the value of losses and drop voltage criteria. From the results of simulation using ETAP software 7.0.0 it was found that the value of the voltage drop and feeder-feeder losses Balapulang GI tends to increase every year. The increase occurred due to load growth each year and also transfer the load from the old feeder.   Keywords: Balapulang substation, electrical energy, DKL3.2, ETAP7.0.0
ONLINE MONITORING KUALITAS AIR WADUK BERBASIS THINGSPEAK Akbar, Son Ali; Kalbuadi, Dimas Baskoro; Yudhana, Anton
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 21, No 4 Oktober (2019): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.337 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.21.4.109-115

Abstract

Waduk merupakan salah satu sarana penampungan sementara sumber air. Sumber air memiliki peranan yang penting bagi mahluk hidup dalam memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi, kualitas air perlu dijaga untuk mengurangi risiko pencemaran yang berdampak pada lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan merancang bangun prototipe untuk monitoring kualitas air secara online pada sebuah waduk. Parameter ukur untuk menentukan kualitas air yakni deteksi tingkat keasaman (pH), kekeruhan (NTU) dan suhu (OC) pada air waduk. Prototipe terpasang sensor pH electrode, sensor turbidity dan sensor suhu (DS18B20). Hasil pembacaan data sensor disimpan pada database Thinkspeak secara real-time. Monitoring kualitas air dapat divisualisasikan pada Smartphone yang telah terpasang aplikasi ThingView. Parameter uji sistem dilakukan dengan pada pagi hari, siang hari, dan malam hari. Validasi sistem dilakukan dengan membandingkan parameter hasil ukur dengan alat ukur digital. Pengujian sistem diperoleh pada malam hari (pH 6,4) level keasaman lebih rendah, pada siang hari (17,8 NTU) level kekeruhan lebih rendah, dan pada malam hari (22OC) suhu lebih rendah. Selain itu, performa sistem telah menunjukkan prediksi kesalahan ukur yang minimum dari hasil perbandingan pengukuran.
PERANCANGAN ANTENA 5/8λ BERPOLARISASI CIRCULAR PADA BAND VHF (30-300 MHz) Yuli Christyono; Imam Santoso; Budi Setiawan
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 11, No 1 (2009): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.177 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.11.1.53-59

Abstract

Since Hertz and Marconi, antennas have became increasingly important to our society until now they are indispensable. They are everywhere: at home and workplaces, on cars and aircraft, also in ships and satellites. So far most used antenna is an antenna with a single polarization, the horizontal polarization or vertical polarization only. The advantage of circular polarization is the radiation of antenna can be well received by the vertical receiving antenna or horizontal receiving antenna. The purpose of this research is to design and build a circular polarized antenna. Then the values of the parameters measured using Hewlett Packard 8656B Signal Generator as a transmitter and Hewlett Packard 8901A Modulation Analyzer as a receiver. Both measuring devices were used to determine the frequency and power generated by the antenna. SX-1000 SWR meter as a measuring VSWR and analog VU meters are used to determine the signal strength of the antenna. The result shows that the antenna works well on a predetermined frequency (144 MHz), has omni directional radiation pattern and its VSWR is 1.09. The result of the antenna radiation can also be well received, using vertical and horizontal polarization antenna. VU meter shows that the highest value when antenna used as transmitter is 10 μV and 11 μV when antenna is used as receiver antenna. Keywords: Antenna, vertical polarization, horizontal polarization, circular polarization.
PERBANDINGAN KINERJA RANGKAIAN PERBAIKAN FAKTOR DAYA JENIS KONVERTER BUCKBOOST TOPOLOGI SATU TINGKAT DAN DUA TINGKAT DENGAN BEBAN LAMPU FLUORESCENT Pambudi, Anindita Singgih; Facta, Mochammad; Warsito, Agung
Transmisi Vol 17, No 4 Oktober (2015): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.495 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.17.4.206-217

Abstract

Lampu Fluorescent saat ini banyak digunakan karena memiliki intensitas cahaya yang relatif tinggi. Lampu fluorescent membutuhkan rangkaian ballast untuk menyalakan lampu. Ballast elektronik untuk mensuplai lampu fluorescent memiliki faktor daya yang rendah. Untuk itu,  dibutuhkan rangkaian perbaikan faktor daya. Rangkaian perbaikan faktor daya lampu fluorescent yang umum digunakan menggunakan 2 rangkaian kontrol, satu untuk  kontrol Konverter DC-DC dan yang lain untuk inverter. Rangkaian ini disebut dengan rangkaian perbaikan faktor daya  2 tingkat. Sementara itu, saat ini masih banyak dikembangkan  rangkaian 1 tingkat. Penelitian mengenai perbandingan rangkian 1 tingkat dan 2 tingkat masih belum banyak dilakukan. Pada penelitian  ini, akan dibuat perangkat keras rangkaian perbaikan faktor daya 1 tingkat dan 2 tingkat untuk beban  lampu fluorescent. Konfigurasi rangkaian konverter adalah jenis buckboost dan konfigurasi ballast adalah inverter half bridge resonan LCC. Pengaturan duty cycle dan frekuensi pada rangkaian kontrol dilakukan untuk mengetahui daya lampu, efisiensi dan juga faktor daya. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor daya  rangkaian 1 tingkat paling besar adalah 0,888 sedangkan pada rangkaian 2 tingkat factor daya yaitu 0,946. Efisiensi rangkaian perbaikan factor daya 1 tingkat dan 2 tingkat paling besar secara berurutan adalah sebesar 17,02% dan 17,49%.   Kata Kunci : Faktor Daya, Buckboost, Fluorescent, 1 tingkat, 2 tingkat
Aplikasi Pengenalan Ucapan Sebagai Pengatur Mobil Dengan Pengendali Jarak Jauh Ajulian Z., Ajub; Hidayatno, Achmad; Widyanto Tri Saksono, Muhammad
Transmisi Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.859 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.10.1.21-26

Abstract

Growth in Digital signal processing technology gives positives influences in human life. One of the branch of science that gives significant influence is digital speech processing. It can be expand into some applications that make human life easier. Digital speech processing is appropriate to speech recognition.Speech recognition is used to arrange the movement of remote control car. The remote control car will move according to our speech.  This final project is closely related with speech recognition.  The LPC (Linear Predictive Coding) method will extract the speech signal features and HMM (Hidden Markov Model) to modelling the speech signal are used. It is done by comparing model from extracting  feature that is available in HMM modelling. Models will be used in the speech recognition process, if the models have highest level of conformity.The experiment has been done in two conditions, i.e ideal condition in room wih low noise level and unideal condition in room with noise. Result of the experiment from the whole sistem performace at ideal condition is 97,71% for people that have been inputed in the database, and 95,42% for people which have not been inputed in the database. Result of the experiment of database say it regulary is 97,14%. Result of the experiment of database at unideal condition is 54,28% for inputing word at noisy area, result of the experiment of database for inputing word at high frequency from siren voice is 98,57% and result of the experiment of inputing similar word with database is 97,6%Keywords: speech recognition, LPC, HMM
APLIKASI PENCIRIAN DENGAN LINEAR PREDICTIVE CODING UNTUK PEMBELAJARAN PENGUCAPAN NAMA HEWAN DALAM BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN PROPAGASI BALIK Rohman, Sigit Nur; Hidayatno, Achmad; Zahra, Ajub Ajulian
Transmisi Vol 14, No 4 (2012): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.865 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.14.4.150-158

Abstract

Abstract In this research designed a recognition system for learning the pronunciation of the word animal names in English. Original speech signal sample at 8000 Hz pick out a small portion For voice parameter extraction process used method Linear Predictive Coding (LPC​​) to obtain cepstral coefficients. LPC cepstral coefficients are transformed into the frequency domain with Fast Fourier Transform (FFT). For decision making process of the introduction and use Neural Networks (NN) back propagation. Testing is done using the data train, according to a database of test data and test data do not fit database. While the networks do a variation of 3, 4 and 5 hidden layers respectively for 1, 2 and 3 the number of syllables said. Based on the results of testing training data, the recognition rate for each variation of each network the number of syllables showed no difference in test results, the percentage was 99% for the 1 syllable, 98.5% for the 2 syllables and 100% for 3 syllables. Test data suitable for testing the database, the highest recognition rate for type 1 syllable is a network with 4 hidden layers using a variation of the percentage is 85%, whereas type 2 syllables highest recognition rate using a variation of 5 hidden layers with the correct percentage of 75% and 81.67 % for type 3 syllables using 5 hidden layers. While the test results do not fit the test database, the highest recognition rate for type 1 syllable is a network with 4 hidden layers using a variation of the percentage is 15.83% while the type 2 syllables highest recognition rate using a variation of 3 hidden layers with percentage correct, 20.83% and 33.33% for type 3 syllables using 3 and 4 hidden layers. Keywords : Linear Predictive Coding, Fast Fourier Transform, Neural Network, Backpropagation.
PERANCANGAN SISTEM OTOMATISASI PADA PROTOTYPE PLANT AUTO COWFEEDER MACHINE BERBASIS PROGRAMMBALE LOGIC CONTROLLER (PLC) OMRON CPM1A DAN MIKROKONTROLER ATMEGA 8 Pradana, Anindita Panji; Triwiyatno, Aris; Sumardi, Sumardi
Transmisi Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.192 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.19.2.42-49

Abstract

Pengolahan pakan ternak, pemerahan dan pengolahan susu secara otomatis mulai banyak diterapkan di Indonesia. Namun, teknologi pemberian pakan pada sapi masih kurang penerapannya, padahal pemberian makan secara tepat dan efisien dapat meningkatkan faktor produksi dan nilai ekonomi. Penelitian yang dilakukan sebelumnya, waktu yang dibutuhkan untuk pemberian pakan dapat dikurangi 70-80% dengan menerapkan Automatic Livestock Feeding (pemberian makan secara otomatis), namun penggunaan sistem yang masih mekanis membutuhkan adanya campur tangan dari operator untuk menjalankan sistem sehingga perlu dirancang sistem yang dapat meminimalisir campur tangan manusia. Penelitian ini dirancang sistem otomatisasi pada prototype plant Auto Cowfeeder Machine berbasis Programmable Logic Controller (PLC) OMRON CPM1A dan Mikrokontroler ATMega 8 yang dapat menyalurkan pakan secara otomatis dengan berat dan waktu yang ditentukan. Prototype plant Auto Cowfeeder Machine terdiri dari konveyor, timbangan, slider, dan storage yang digunakan untuk menyalurkan pakan pada kandang. PLC digunakan sebagai kontroler utama sedangkan mikrokontroler digunakan sebagai pembaca sensor berat (loadcell) dan sensor (level) HC-SR04 yang nantinya menjadi input PLC. Penelitian ini menghasilkan sistem otomatisasi penyaluran pakan yang sudah dapat diterapkan pada plant Pengujian keseluruhan ketika plant dijalankan secara otomatis dengan berat pilihan sebesar 40 gram didapat rata-rata pakan yang masuk pada kandang sebesar  41,35 gram atau error sebesar 1,35 gram.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 Oktober (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 3 Juli (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 2 April (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 1 Januari (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 4 Oktober (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 3 Juli (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 2 April (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 1 Januari (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 4 Oktober (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 3 Juli (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 2 April (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 1 Januari (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 4 Oktober (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 3 Juli (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 2 April (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 1 Januari (2022): TRANSMISI Vol 23, No 4 Oktober (2021): TRANSMISI Vol 23, No 3 Juli (2021): TRANSMISI Vol 23, No 2 April (2021): TRANSMISI Vol 23, No 1 Januari (2021): TRANSMISI Vol 22, No 4 Oktober (2020): TRANSMISI Vol 22, No 3 Juli (2020): TRANSMISI Vol 22, No 2 April (2020): TRANSMISI Vol 22, No 1 Januari (2020): TRANSMISI Vol 21, No 4 Oktober (2019): TRANSMISI Vol 21, No 3 Juli (2019): TRANSMISI Vol 21, No 2 April (2019): TRANSMISI Vol 21, No 1 Januari (2019): TRANSMISI Vol 20, No 4 Oktober (2018): TRANSMISI Vol 20, No 3 Juli (2018): TRANSMISI Vol 20, No 2 April (2018): TRANSMISI Vol 20, No 1 Januari (2018): TRANSMISI Vol 19, No 4 Oktober (2017): TRANSMISI Vol 19, No 3 Juli (2017): TRANSMISI Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI Vol 19, No 1 Januari (2017): TRANSMISI Vol 18, No 4 Oktober (2016): TRANSMISI Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI Vol 18, No 1 Januari (2016): TRANSMISI Vol 17, No 4 Oktober (2015): TRANSMISI Vol 17, No 3 Juli (2015): TRANSMISI Vol 17, No 2 April (2015): TRANSMISI Vol 17, No 1 Januari (2015): TRANSMISI Vol 16, No 4 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 3 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 1 (2014): TRANSMISI Vol 15, No 4 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 3 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 2 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 1 (2013): TRANSMISI Vol 14, No 4 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 3 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 2 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 1 (2012): TRANSMISI Vol 13, No 3 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 1 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 3 (2009): TRANSMISI Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI Vol 13, No 4 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 2 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 1 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 4 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 2 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 4 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 2 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 1 (2009): TRANSMISI VOL 10, NO 4 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 3 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 2 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI Vol 9, No 2 (2007): TRANSMISI Vol 9, No 1 (2007): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2006): TRANSMISI Vol 8, No 1 (2006): TRANSMISI Vol 7, No 1 (2005): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2004): TRANSMISI Vol 6, No 2 (2003): TRANSMISI More Issue