cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Aquasains : Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 2301816X     EISSN : 25797638     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2014)" : 3 Documents clear
Embriogenesis Dan Daya Tetas Ikan Pelangi (Melanotaenia parva) Pada Salinitas Yang Berbeda Mubarokah, Dahlia; Tarsim, Tarsim; Kadarini, Tutik
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.769 KB)

Abstract

Ikan hias adalah salah satu potensi  perikanan yang cukup besar di Indonesia. Budidaya ikan hias air tawar memiliki nilai ekspor yang cukup tinggi dan berpeluang dapat meningkatkan devisa. Ikan hias dapat dijadikan alternatif usaha yang dapat memberikan keuntungan finansial. Ikan pelangi (Melanotaenia parva) merupakan salah satu ikan hias air tawar yang memiliki warna, bentuk dan ukuran yang menarik, serta mudah dibudidayakan. Budidaya ikan pelangi memiliki kendala terutama pada ketersediaan benih. Ketersediaan benih berhubungan dengan waktu penetasan telur yang membutuhkan waktu lama. Peningkatan salinitas dapat digunakan untuk meningkatkan ketersediaan benih ikan pelangi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap daya tetas dan lama waktu penetasan telur ikan pelangi. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan salinitas yaitu 0; 2; 4; 6; 8; dan 10 ppt dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetasan telur menggunakan salinitas yang berbeda berpengaruh terhadap lama embriogenesis. Telur ikan pelangi yang ditetaskan pada salinitas 4 ppt lebih cepat menetas dibandingkan dengan perlakuan lain. Kontras dengan lama waktu penetasan, ternyata salinitas  tidak berpengaruh terhadap daya tetas telur ikan pelangi. Penelitian ini menyarankan agar penggunaan air berkadar garam rendah disarankan untuk mempersingkat embriogenesis ikan pelangi.
Toksisitas Metil Metsulfuron Hubungannya Dengan Maskulinitas Copepoda Daphnia SP. Muarif, Muarif; Hasani, Qadar; Wijayanti, Henni
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.496 KB)

Abstract

Metil metsulfuron merupakan senyawa aktif yang umum digunakan oleh para petani untuk membasmi gulma di sawah. Penggunaan yang tidak sesuai pada senyawa aktif tersebut akan menyebabkan resiko pencemaran lingkungan yang berpengaruh terhadap kondisi organisme non target disekitarnya seperti gangguan reproduksi pada Daphnia sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas metil metsulfuron dengan menentukan nilai LC50-48 jam terhadap Daphnia sp. serta mengetahui rasio jenis kelamin jantan anakan Daphnia sp. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian senyawa aktif metil metsulfuron dengan konsentrasi yang berbeda. Pada uji toksisitas akut menggunakan konsentrasi 0 ppm; 20,89 ppm; 43,64 ppm; 91,17 ppm; 190,48 ppm dan 397,96 ppm. Sedangkan pada uji pengaruh metil metsulfuron terhadap rasio anakan jantan Daphnia sp. yaitu 0 ppm; 20 ppm; 40 ppm dan 80 ppm. Hasil penelitian pada uji toksisitas menunjukkan nilai (LC50)-48 jam sebesar 140,2 ppm sedangkan persentase rasio anakan jantan Daphnia sp. tertinggi terdapat pada perlakuan 80 ppm yaitu mencapai 71%. Hubungan antara konsentrasi metil metsulfuron dengan rasio anakan jantan Daphnia sp. menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi metil metsulfuron yang dipaparkan pada Daphnia sp., maka semakin meningkat pula rasio anakan jantan Daphnia sp. yang dihasilkan.
Modifikasi Biosekuritas, Peningkatan Performa Tambak Dan Keberlanjutan Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Hudaidah, Siti; Kahfi, Ainul; Akbaidar, Gesty Ayu; Wardiyanto, Wardiyanto; Adiputra, Yudha Trinoegraha
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.193 KB)

Abstract

Penerapan biosekuritas pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan hubungannya secara deskriptif dengan infeksi penyakit virus dan parasit dan performa budidaya  dipelajari untuk keberlanjutan budidaya udang di Kabupaten Pesawaran. Penelitian dilakukan dengan kuisioner standar biosekuritas, diagnosis penyakit virus, identifikasi jenis parasit dan performa budidaya udang. Penelitian menggunakan empat desa yang merupakan sentra budidaya udang di Kabupaten Pesawaran antara lain Hanura, Sidodadi, Gebang, Seribu dengan mengambil 16 petak tambak sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat modifikasi penyediaan sarana, prasarana dan aplikasi biosekuritas pada empat desa dibandingkan biosekuritas standar. Modifikasi biosekuritas yang buruk di Desa Hanura menyebabkan infeksi penyakit virus dan budidaya udang tidak berlanjut. Modifikasi biosekuritas di Desa Sidodadi, Gebang dan Seribu yang berbeda mempengaruhi performa budidaya udang. Penerapan standar biosekuritas yang konsisten sesuai aturan lokal, nasional dan internasional diperlukan agar keberlanjutan industri udang vaname di Kabupaten Pesawaran dapat dipertahankan.

Page 1 of 1 | Total Record : 3