Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

IMUNITAS NON-SPESIFIK DAN SINTASAN LELE MASAMO (Clarias sp.) DENGAN APLIKASI PROBIOTIK DAN DASAR KOLAM BUATAN Selvia, Mauli; ., Supono; Adiputra, Yudha Trinoegraha
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.232 KB)

Abstract

Lele masamo (Clarias sp.) merupakan lele varian baru yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan lele biasa. Salah satu keunggulannya yaitu pertumbuhan yang cepat sehingga lele masamo banyak diminati oleh pembudidaya. Penggunaan dasar kolam buatan pada budidaya lele masamo dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan produksi. Namun, pemberian dasar kolam buatan dalam budidaya mengindikasi ikan mengalami stres. Salah satu cara untuk menanggulangi permasalahan tersebut yaitu dengan pemberian imunostimulan seperti yang terkandung dalam probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian probiotik terhadap imunitas non-spesifik lele masamoyang dibudidayakan dengan menggunakan dasar kolam buatan. Rancangan penelitian menggunakan 2 perlakuan yaitu perlakuan pemberian probiotik dan tanpa pemberian probiotik dengan tiga kali ulangan. Penelitian berlangsung selama 45 hari dan diamati pada hari ke-0, hari ke-15, hari ke-30, dan hari ke-45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik berpengaruh nyata terhadap total leukosit, persentase limfosit  dan sintasan lele masamo (P<0,05), namun tidak berbeda nyata terhadap persentase monosit, persentase neutofil dan kadar hematokrit (P>0,05). Pemberian probiotik dalam pakan dan air budidaya mampu meningkatkan total leukosit dari 66.856 sel/mm3 menjadi 103.739 sel/mm3,persentase limfosit dari 68,7% menjadi 75%.
Modifikasi Biosekuritas, Peningkatan Performa Tambak Dan Keberlanjutan Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Hudaidah, Siti; Kahfi, Ainul; Akbaidar, Gesty Ayu; Wardiyanto, Wardiyanto; Adiputra, Yudha Trinoegraha
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.193 KB)

Abstract

Penerapan biosekuritas pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan hubungannya secara deskriptif dengan infeksi penyakit virus dan parasit dan performa budidaya  dipelajari untuk keberlanjutan budidaya udang di Kabupaten Pesawaran. Penelitian dilakukan dengan kuisioner standar biosekuritas, diagnosis penyakit virus, identifikasi jenis parasit dan performa budidaya udang. Penelitian menggunakan empat desa yang merupakan sentra budidaya udang di Kabupaten Pesawaran antara lain Hanura, Sidodadi, Gebang, Seribu dengan mengambil 16 petak tambak sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat modifikasi penyediaan sarana, prasarana dan aplikasi biosekuritas pada empat desa dibandingkan biosekuritas standar. Modifikasi biosekuritas yang buruk di Desa Hanura menyebabkan infeksi penyakit virus dan budidaya udang tidak berlanjut. Modifikasi biosekuritas di Desa Sidodadi, Gebang dan Seribu yang berbeda mempengaruhi performa budidaya udang. Penerapan standar biosekuritas yang konsisten sesuai aturan lokal, nasional dan internasional diperlukan agar keberlanjutan industri udang vaname di Kabupaten Pesawaran dapat dipertahankan.
Effectiveness of Egg Stimulant® and Oodev® for Maturation of Tilapia (Oreochromis niloticus) PB, Andre Ramadhan; Sarida, Munti; Adiputra, Yudha Trinoegraha
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 26, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.26.3.176-184

Abstract

Lack of distribution, inbreeding depression and environment factors were several negative impacts to tilapia fry quality. It is needed to enhance fry quality by increasing reproduction performance of broodstocks with nutrient and hormonal by using Egg stimulant® and Oodev®. This research purposed to evaluate maturation process with Egg stimulant and Oodev application and effective doses to increase reproduction performance of female tilapia broodstocks. This research conducted within two months at Unit Pelaksana Teknis Dinas Perikanan Budidaya Air Tawar (UPTD PBAT) Wilayah Barat Tanggamus. The research design used was a complete randomized designs two factors and two levels with three replications. Control treatment (K) (Egg stimulant feed 0 g/kg and Oodev injection 0 ml/kg), P1 (Egg stimulant feed 3 g/kg), P2 (Oodev injection 0,5 ml/kg) and P3 (Egg stimulant feed 3 g/kg and Oodev injection 0,5 ml/kg) The results showed that P1, P2 and P3 treatments were not significantly different to eggs diameter, gonadal maturation level, gonadal maturation index, relative fecundity, and fertilization rate. However, Egg stimulant and Oodev were functionally enhance reproduction performances of female tilapia broodstock.  It is showed by treatments has better result than control.  The effective doses of Egg stimulant, Oodev or combination need more longer period of research to applying in tilapia husbandry
The Technique of Directing the Sex of Betta Fish (Betta Sp.) Larval Stage (H3, H5, and H7) using Coconut Water (Cocos Nucifera) Rohayati, Cucu; Utomo, Deny Sapto Chondro; Adiputra, Yudha Trinoegraha
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 26, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.26.3.185-191

Abstract

Betta (Betta sp.) is an anabantidae fish with sexual development that can be directed at the embryonic and larval stages. One way to direct the sex development of these fish is by using hormone therapy using natural ingredients. Coconut water is one of the natural ingredients that can be used because it contains high potassium. This potassium can convert cholesterol in fish body tissue to pregnenolone which will affect the increase in testosterone production. This study aims to determine the best dose and age group in directing the sex of Betta fish experimentally using a randomized block design (RBD) with 4 treatments and 3 replications. The immersion treatment of larvae in the age group of 3 days, 5 days, and 7 days for 15 hours with a dose of 0%, 10%, 20%, and 30% coconut water was carried out in a 3 L jar containing 30 larvae. The results showed that coconut water was able to influence the increase in the percentage of male betta fish (P <0.05) with the highest value at a dose of 30% as much as 86.26 ± 8.34% and the 3 day larvae age group of 72.78 ± 16.03, and have a different effect on other treatments. In addition, the survival calculated after immersion shows a value of 100%, meaning that coconut water does not have a harmful effect on fish. Based on the results of this study, the best treatment for directing the sex of betta fish is a dose of 30% coconut water with the 3 day age group
Keragaman Genetik Ikan Beronang (Siganus) dan Ikan Cobia (Ranchycentron Canadum) Dari Indonesia dan Taiwan Jin Chywan Gwo; Yudha Trinoegraha Adiputra; Te Hua Hsu
Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan Vol 6 No 01 (2018): April 2018
Publisher : Balitbangda Provinsi Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.342 KB)

Abstract

Genetic diversity of rabbitfish (Siganus) and cobia (Ranchycentron canadum) from Indonesia and Taiwan was compared. Rabbitfish was fisheries commodities and cobia was cultured in Taiwan and Indonesia. Study aimed to compared genetic diversity of both species as a references for conservation and culture species. Finger printing DNA method were AFLP (amplified fragment length polymorphism) within two primers use to assesed their diverence. Multivariate analysis was used to amount statistical similarities within DNA fragments of AFLPs. Results showed there is two different species of rabbitfish within Hurun Bay of Lampung were Siganus fuscescens dan S.gutattus. Indepth analysis also shown rabbitfish from Taiwan was different with Indonesia showed by genetic distance. These results showed there is no relation within ancestor of rabbitfish from this two locations.Contrast with cobia, Taiwan stocks seperated in two groups and one of Indonesia group joined with Taiwan group and the other independently. These results showed cobia from Indoneisa only limited population of cobia from Taiwan. This study recommended rabbitfish from Hurun Bay of Lampung was pure and genetically approved as cultue fish species. Indonesia may use other cobia stocks from Taiwan, in case there is inbreeding depression threats the established Indonesia cobia stocks.
IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN PADA KUDA LAUT (Hippocampus kuda) DI BALAI BUDIDAYA LAUT, LAMPUNG Yudha Trinoegraha Adiputra; Triyanto Triyanto; Namastra Probosunu
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.9064

Abstract

Sea horse (Hippocampus kuda) is one of the ornamental marine organisms and raw material of traditional medicine. Since 1993, Seafarming Development Centre, Lampung has pioneered a research and  culture  of sea horse in Indonesia. The serious problem in the culture of sea horse is pathogenic bacteria caused death of juveniles and broodstocks. The objective of this study was to identify pathogenic bacteria isolated from  sea horse in Seafarming Development Centre. Koch Postulate test was carried out, and then the pathogenic bacteria were identifed by morphological and biochemical tests. Results showed that from a total of 6 bacterial strains isolated from diseased sea horse, 3 strains were pathogenic bacteria to sea horse. These 3 pathogenic bacteria caused identical disease signs with the initial disease signs when the bacteria were isolated.  Morphological and biochemical tests suggested that  the pathogenic bacteria could be identified to be Vibrio fluvialis, V. alginolyticus and V. hollisae. 
Diversitas Ektoparasit pada Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) Budi Daya di Teluk Lampung Istikomah Istikomah; Agus Setiawan; Yudha Trinoegraha Adiputra; Supono Supono; Munti Sarida
Journal of Tropical Marine Science Vol 6 No 1 (2023): Journal of Tropical Marine Science (on going)
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v6i1.3809

Abstract

Snubnose pompano (Trachinotus blochii) mariculture commodity that admired in Lampung Bay due to faster growth and relatively struggle in dynamics environment changes likes floating cages. Disease infection become challenges when water quality degradation affects by tourism and mariculture activity in Lampung Bay. This research aimed to evaluate ectoparasite diversity that infect snubnose pompano and water qualities parameters at Lampung Bay. Survey conducted three times on 2022, September and October with snubnose pompano sampled amount 2.5% of population. Nine water quality variables were taken and measured in Seafarming Development Centre of Lampung. Results showed three species identified i.e. Pyragraphorus hollisae, Neobenedenia girellae and Benedenia sp. were infected snubnose pompano. Pyragraphorus hollisae dominated in intensity, prevalence while diversity index and uniformity index were low. Ammonia amount was high due to pollution and supported domination of Pyragraphorus hollisae. This research is expected to be one of the references in the treatment of ectoparasite infection in Snubnose pompano cultivation
Penyuluhan Budi Daya dan Perlindungan Sumber Daya Lobster serta Demonstrasi Budi Daya Lobster untuk Masyarakat di Kuala Stabas, Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung Yudha Trinoegraha Adiputra; Agus Setyawan; Munti Sarida; Hilma Putri Fidyandini; Nidya Kartini
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 6 (2023): November
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v2i6.337

Abstract

Penangkapan lobster oleh masyarakat di Kuala Stabas Krui, Kabupaten Pesisir Barat telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan karena menunjukkan tanda-tanda telah melebihi kapasitas penangkapan berkelanjutan (maximum sustainable yield). Masyarakat belum paham, bahwa lobster memerlukan perlindungan sumber daya agar tidak cepat punah. Saat ini, tidak mudah memperoleh lobster berukuran besar dan dewasa. Pada sisi lain, teknologi pembesaran lobster dengan pakan formulasi yang telah dilakukan Unila, dapat meningkatkan pertumbuhan lobster dan perintisan pembenihan lobster telah mencapai tahap pemijahan sehingga diperoleh lobster betina yang membawa telur hasil budidaya. Tetapi, penyebar luasan teknologi pembesaran dan pembenihan harus disebarluaskan pada masyarakat luas. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk menyebarluaskan informasi tentang perlindungan sumber daya lobster dengan menerapkan pelarangan penangkapan lobster pada ukuran tertentu dan budi daya lobster kepada masyarakat dan kelompok nelayan penangkap lobster di Kuala Krui, Kabupaten Pesisir Barat. Dua tahapan yang akan dilakukan adalah penyuluhan yang menyangkut aspek potensi dan biologi lobster, konservasi dan perlindungan lobster, penyuluhan tentang prinsip budi daya lobster dan tahapan budi daya lobster dengan pakan formulasi. Tahapan kedua adalah penyebaran informasi melalui praktek dalam plot demonstrasi pembesaran lobster dengan wadah bak fiber dan pakan formulasi. Hasil yang diperoleh masyarakat dapat meningkat pengetahuannya tentang sumber daya lobster dan memahami situasi turunnya tangkapan lobster meskipun sedang musim penangkapan. Nelayan juga tertarik dengan teknik pembesaran lobster dan penggunaan pakan formulasi. Pengabdian ini mendorong nelayan dapat membudidayakan lobster hasil tangkapannya untuk memperoleh ukuran yang besar dan harga jual yang lebih tinggi.
Kajian Ektoparasit pada Budidaya Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus x E. lanceolatus) di Perairan Ringgung dan Durian, Pesawaran, Lampung : Identifikasi, Prevalensi, dan Intensitas Setiawan, Aqshal Dwi; Setyawan, Agus; Yusuf, Maulid Wahid; Hudaidah, Siti; Istikomah, Istikomah; Adiputra, Yudha Trinoegraha
Journal of Tropical Marine Science Vol 6 No 2 (2023): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v6i2.4217

Abstract

Kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus) memiliki nilai strategis dalam marikultur di Indonesia dan menjadi salah satu komoditas unggulan perikanan di Lampung. Namun keberadaan ektoparasit berpotensi menurunkan produksi kerapu Cantang. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi prevalensi, intensitas, dan identifikasi ektoparasit pada kerapu Cantang di perairan Ringgung dan Durian Kabupaten Pesawaran. Metode penelitian dengan pengambilan sampel secara acak di dua lokasi karamba jaring apung. Pengambilan sampel sebanyak tiga kali dengan jumlah ikan sebanyak 30 ekor pada setiap lokasi. Pengamatan ektoparasit dilakukan di Laboratorium Kesehatan Lingkungan Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung. Hasil penelitian menunjukan ada 3 jenis ektoparasit yang menginfeksi kerapu cantang di Perairan Ringgung dan Durian yaitu Pseudorhabdosynochus sp., Neobenedenia sp. dan Brooklynella sp.. Ektoparasit Pseudorhabdosynochus sp. memiliki nilai prevalensi 100% pada lokasi satu, dan ektoparasit Brooklynella sp memiliki nilai intensitas 873 ind/ekor pada lokasi dua. Indeks keanekaragaman (H’) pada lokasi satu 0,18 dan lokasi dua 0,10. Indeks keseragaman (e) pada lokasi satu 0,27 dan lokasi dua 0,09. Indeks dominansi (c) pada lokasi satu 0,91 dan lokasi dua 0,96. Berdasarkan hasil tersebut nilai prevalensi tertinggi yaitu pada Pseudorhabdosynocus sp. dan nilai intensitas tertinggi pada Brooklynella sp.. Hasil juga menunjukkan adanya co-infeksi sebesar 30% pada sampel kerapu cantang berasal dari perairan Ringgung. Organ insang dominan terinfeksi oleh Pseudorhabdosynocus sp., sedangkan lendir didominanasi terinfeksi oleh Neobenedenia sp. dan Brooklynella sp.. Dibutuhkan pendekatan lain untuk mengontrol kelimpahan ektoparasit pada budidaya kerapu cantang di Teluk Lampung disamping menggunakan perendaman dengan air tawar yang selama ini dilakukan pembudidaya.
Suplementasi Fucoidan Padina dari Perairan Lampung untuk Meningkatkan Respon Imun Udang Vannamei Setyawan, Agus; Lestari, Kiki Indah; Adiputra, Yudha Trinoegraha
Journal of Tropical Marine Science Vol 7 No 1 (2024): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i1.5180

Abstract

Padina, one of the brown algae, grows in many tropical waters including in Lampung. Padina contains fucoidan, a sulfated polysaccharide, which has been shown to have a wide range of bioactivity. This study aims to determine the effectiveness of fucoidan Padina sp. from Lampung waters to enhance the non-specific immune response in Pacific white shrimp. Padina sp. was collected from Ketapang Beach, Pesawaran, Lampung then the Padina’s fucoidan was acidly extracted by previously method. Fucoidan then supplemented to 10 vananmei shrimp (size 10 g) each container (45 L) for 14 days. The study was conducted with a complete randomized design trial (CRD) consisting of 3 treatments and 4 repeats including fucoidan supplementation at a dose of 0 mg/kg (control); 750 mg/kg; and 1500 mg/kg of feed. Every day, shrimp were fed as much as 3% of biomass with a frequency of 4 times. Four nonspecific immune response of shrimp including total hemocyte count (THC), phagocytosis activity (PA), phagocytosis index (PI), and total plasma protein (TPP) were mesured on day 0; 7; and 14 after fucoidan supplementation. The results showed the administration of fucoidan extract Padina sp. gives significantly different results to THC and TPP enhancements. Supplementation treatment of 750 mg/kg fucoidan Padina is the best treatment to increase nonspecific immune response in Pacific white shrimp.