KAPAL Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan
Jurnal ini merupakan Jurnal Ilmiah untuk mengembangkan ilmu dibidang Ilmu Pengetahuan & Teknologi Kelautan. Jurnal ini diterbitkan oleh Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro 3 (tiga) kali dalam 1 tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober.
Articles
406 Documents
KAJIAN EKSPERIMENTAL DISAIN KAPAL SEP-HULL SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI DI PERAIRAN PANTAI DAN SUNGAI
Jamaluddin, Andi;
Ma’ruf, Buana
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 7, No 3 (2010): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (431.32 KB)
|
DOI: 10.14710/kpl.v7i3.3784
Makalah ini membahas pengujian hambatan model kapal Surface Effect Planning Hull (SEP-Hull). Model uji menggunakan sistem pelumasan udara di bawah permukaan lambung kapal untuk mengetahui pengaruh sistem pelumasan terhadap gaya hambatan kapal. Model ini terbuat dari bahan fiberglass dan diuji pada kecepatan, Fn 0.1-1.45, di towing tank- UPT Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika BPPT, Surabaya. Gaya hambatan model kapal diukur dengan alat ukur ‘load cell transducer’. Hasil pengujian model dipresentasikan dalam bentuk grafik dan tabel. Dari hasil uji diperoleh bahwa hambatan total kapal berkurang hingga 30 persen dengan mengaplikasikan sistim pelumasan udara di bawah permukaan lambung kapal. Hasil ini memberikan harapan yang menjanjikan dalam dunia perkapalan.
Cover V. 14, No. 2
Editor, Ketua
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 14, No 2 (2017): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (89.854 KB)
DESIGNING OF SIMULATION FOR ENGINE ROOM KM. SINABUNG WITH CONTROL MONITORING WEB SERVER BASED BY WIRELESS NETWORK AND POWER LINE COMMUNICATION
Hadi, Eko Sasmito;
Adietya, Berlian Arswendo;
S.P, Firdaus
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 10, No 2 (2013): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2559.459 KB)
|
DOI: 10.14710/kpl.v10i2.5122
Engine room monitoring control system is monitoring and controlling main engine and auxiliary engine from long distance by powerline communication network and wireless network to ease the operator in operating the ship and save operational cost. To prevent error in programming the main engine and auxiliary engine, a simulation using instrument software is needed to know the machine characteristic. After simulation result fulfills the requirement which is approached the value of test record, it can be applied to the real machine. In this study, some steps were done such as: getting know type of main engine and auxiliary engine which performance will be simulated and programmed, getting test record of main engine and auxiliary engine, getting know how the main engine and auxiliary engine work, making simulation of main engine and auxiliary engine work system, doing monitoring control simulation by powerline  communication and wireless network, comparing the results between simulation and test record of main engine and auxiliary engine. Engine programming can be set after simulation result meets the requirement. Result of simulation fulfills the requirement, the difference values between machine simulation using software instrument and test record of main engine and auxiliary engine are around 1%-2%. If engine room monitoring control system by wireless and powerline communication is applied in the ship, the ship owner will get advantages because it will prolong ship durability and can monitor operasional of main engine or Auxiliary engine from long distance ; while the operator will be easier in operating the ship. The disadvantage is only the higher cost
Front-Matter V. 15, No. 3
Editor, Ketua
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 15, No 3 (2018): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (156.313 KB)
ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS PENAMBAHAN MUATAN PETI KEMAS PADA KAPAL K.M. CARAKA JAYA NIAGA 3 TAHAP III
Sulaiman, Sulaiman
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 3, No 3 (2006): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.6 KB)
|
DOI: 10.14710/kpl.v3i3.2641
Pada 15 tahun terakhir ini pemerintah telah mengembangkan sistem transportasi laut secara terpadu melalui peremajaan armada pelayaran armada nasional yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara makro. Salah satu program untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional adalah melalui program pengadaan kapal KM. Caraka Jaya Niaga. Kapal ini telah memasuki tahap ke III, pada tahap I kapal ini merupakan kapal general cargo, pada tahap ke II kapal ini dikembangkan menjadi kapal general cargo dan semi container, pada tahap ke III kapal ini dikembangkan lagi menjadi kapal full container. Perkembangan kapal ini harus dikaji aspek teknis dan aspek ekonomisnya karena akan berpengaruh terhadap kebutuhan biaya pelayaran dan daya muat dari kapal itu sendiri
ANALISIS KARAKTERISTIK UNJUK KERJA SISTEM PENDINGIN (AIR CONDITIONING) YANG MENGGUNAKAN FREON R-22 BERDASARKAN PADA VARIASI PUTARAN KIPAS PENDINGIN KONDENSOR
Poernomo, Heroe
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 12, No 1 (2015): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.518 KB)
|
DOI: 10.14710/kpl.v12i1.8175
Pengkondisian udara pada ruangan berfungsi untuk mengatur kelembaban, pemanasan dan pendinginan udara di dalam ruangan tersebut. Pengkondisian ini bertujuan memberikan kenyamanan, sehingga mampu mengurangi keletihan. Untuk mendapatkan suhu udara yang sesuai dengan yang diinginkan banyak alternative yang dapat diterapkan, diantaranya adalah dengan menaikkan koefisien perpindahan kalor kondensasi dan dengan menambahkan kecepatan udara pendingin pada kondensor sehingga akan diperoleh harga koefisien prestasi yang lebih besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan menggunakan peralatan dari mesin refrigerasi sistem pendingin udara di laboratorium Fluida, Data-data yang dicatat yaitu suhu, tekanan dan perbedaan tekanan di kompresor. Untuk membuat variasi putaran poros fan kondensor dilakukan dengan melakukan beberapa perubahan frequensi motor listrik yang menggerakkannya. Variasi putaran motor listrik fan kondensor yang digunakan adalah 50 rpm sampai dengan 150 rpm. Data hasil pencatatan berupa tekanan dan temperatur selanjutnya diplot pada diagram P-h untuk refrigeran R-22. Berdasarkan pembahasan dan perhitungan data yang diperoleh, dapat ditarik beberapa kesimpulan karakteristik dan unjuk kerja sistem pendingin, Semakin besar laju aliran udara untuk mendinginkan kondensor maka besarnya koefisien prestasi semakin meningkat. Karena laju pelepasan kalor yang besar akan berimbas pada temperature kondensor yang semakin rendah, sehingga dapat mencapai temperatur yang lebih rendah lagi pada keluaran evaporator. Jadi kerja kompresor lebih ringan pada variasi laju pelepasan kalor yang paling besar.
Simulasi CFD pada Kapal Planing Hull
Samuel, Samuel;
Trimulyono, Andi;
Santosa, Ari Wibawa Budi
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 16, No 3 (2019): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1205.156 KB)
|
DOI: 10.14710/kapal.v16i3.26397
Akurasi dalam memprediksi hambatan kapal adalah salah satu aspek penting dalam mendesain lambung kapal. Secara umum, hambatan kapal dengan type planing lebih rumit daripada type displacement. Planing hull memiliki karakteristik unik seperti trim, heave, hard-chine, Froude number tinggi dan dead-rise angle. Gaya hidrodinamik pada planing hull lebih dominan daripada gaya hidrostatik. Analisis numerik menggunakan Finite Volume Method (FVM) dipilih untuk menyelesaikan masalah hidrodinamik. Dalam penelitian ini, persamaan (RANS Reynolds-Averaged Navier-Stokes) digunakan untuk menggambarkan model turbulensi dengan k-ε. Secara umum, pemodelan Volume of Fluid (VOF) menggunakan aliran multiphase Euler yang diasumsikan air dan udara sebagai phase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkenalkan perhitungan kapal type planing hull untuk memprediksi hambatan kapal dan seakeeping. Studi validasi ini dilakukan dengan menggunakan eksperimen Fridsma hullform. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa simulasi numerik pada jenis planing hull dapat diprediksi dengan akurasi yang cukup baik.
PENGARUH PENAMBAHAN GAS O2 PADA PENGELASAN CO2 DENGAN MENGGUNAKAN ELEKTRODA INTI FLUKS DAN SOLID TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN VISUAL BASE METAL ST42 MARINE PLAT
Budi Santosa, Ari Wibawa
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 6, No 2 (2009): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.685 KB)
|
DOI: 10.14710/kpl.v6i2.2729
Weld CO2 is processing electric arc welding where gas carbondioksida or CO2 as component of metal fluid canopy where at welder process there will be liquefaction of metal, in order not to invite oxidation process, what causes the happening of porosity at weldment metal. Where porosity will reduce strength to draw the metal. At welder process surely happened liquefaction process of metal. Liquefaction of the metal because hot influence where temperature dissociation energy of diatomic used by electric current and oksidator attachment, to get strong weld joint is by enough temperature to liquefy metal which will be jointed, where increasingly temperature would increasingly in and the metal wide melts. If happened addition of gas O2 at welder process hence adding oxidation process meaning to increasingly temperature. In consequence is applied welding flux core electrode to lessen porosity generated by temperature. Purpose of this research to know strength value draws, bending and visual from result of weld welder CO2 with addition of gas O2 counted 0%, 5%, 10% at steel ST42 joint I plate Thick 10 mm Marine Plate with welding flux core electrode and Solid. Method used in this research is experiment method, that is experimental method directly to object. In this case steel ST42 joint I Thick plate 10 mm 24 piece weld by using gas CO2. To get research data is applied observation method by using testing machine draws and bending and test EDSA. Data which collected then is analysed the correlation. Result of research shows existence of strength difference to draw and bending and penetration depth between additions of gas O2 counted 0%, 5% and 10% with welding flux core electrode and Solid. Based on result of research suggested in doing welder kontruksi steel ST42 with Thick 10 mm joint I at weld process CO2 majoring strength to draw suggested to applies welding flux core electrode with current 230 A, while majoring strength of compress is suggested to applies electrode solid, that strength draws and compress and penetration either from result of maximum weldment.
LONG-TERM FSO/FPSO CHARTER RATE ESTIMATION
Kurniawati, Hesty A;
Aryawan, Wasis D;
Baidowi, Achmad
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 13, No 1 (2016): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (457.385 KB)
|
DOI: 10.14710/kpl.v13i1.10105
Most of the charter rate data provided in the market is for the short-term and it is based on freight rate for cargo ships. This paper offers a method to estimate long-term charter rate for special ships such as FSO and other supporting vessels. The method is utilizing engineering economy such as IRR and goal seek facility provided in spreadsheet. The IRR is iterated 2% above the basic saving interest rate to find more attractive charter rate and the sensitivity analysis provides flexibility for the owner in order to anticipate the volatility of economic condition
PENGARUH PERUBAHAN SAAT PENYALAAN (IGNITION TIMING) TERHADAP PRESTASI MESIN PADA SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH DENGAN BAHAN BAKAR LPG
Yunianto, Bambang
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 7, No 2 (2010): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.859 KB)
|
DOI: 10.14710/kpl.v7i2.3771
Bahan bakar LPG merupakan bahan bakar gas yang ramah lingkungan, sehingga dapat dijadikan bahan bakar alternatif selain bahan bakar bensin Performa Mesin bensin yang dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar gas LPG mengalami penurunan. Penurunan ini terjadi dikarenakan karakteristik sifat bahan bakar bensin berbeda dengan LPG. Hal ini dapat diatasi dengan mengatur saat penyalaan sehingga lebih sesuai dengan karakteristik gas LPG. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa dengan pengaturan saat penyalaan 11° sebelum TMA, menghasilkan prestasi (Torsi dan Daya) yang dekat dengan prestasi motor bensin yaitu hanya selisih 3 %. Prestasi terbaik pada mesin bahan bakar bensin ataupun LPG berkisar pada putaran 4000 s.d 5000 rpm