cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
KAPAL Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18298370     EISSN : 23019069     DOI : 10.14710/kapal.
Core Subject : Science,
Jurnal ini merupakan Jurnal Ilmiah untuk mengembangkan ilmu dibidang Ilmu Pengetahuan & Teknologi Kelautan. Jurnal ini diterbitkan oleh Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro 3 (tiga) kali dalam 1 tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 409 Documents
ANALISIS PENJADWALAN ULANG UNTUK MENEKAN BIAYA AKIBAT KETERLAMBATAN PROYEK PEMBANGUNAN KAPAL PATROLI Zakki, Ahmad Fauzan; Windyandari, Aulia; Adietya, Berlian Arswendo
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 11, No 1 (2014): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.082 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v11i1.6320

Abstract

Keterlambatan proyek pembangunan Patroli boat 15 meter 2 (unit) di PT. Mahayala Utama Jakarta dapat meningkatkan biaya produksi kapal yang berakhir pada meruginya perusahaan. Keterlambatan ini disebabkan karena terjadinya perbedaan metode pembangunan sehingga terjadi penyimpangan dari jadwal yang telah direncanakan. Critical Path Method digunakan untuk mengkaji ulang tentang penjadwalan untuk mengatasi keterlambatan proyek dengan menggunakan microsoft project. Hasil dari penjadwalan ulang dapat mengurangi biaya pembangunan kapal. Jalur kritis dapat diketahui dengan penjadwalan ini, sehingga dapat dilakukan pengambilan keputusan dalam menyelesaikan permasalahan proyek untuk mempertahankan kulitas dan mutu dari kapal yang dibangun.
Perkiraan Umur Lelah Struktur Kapal Berbasis Keandalan dengan Metode Mean Value First Order Second Moment Misbah, M Nurul; Setyawan, Dony; Soleh, Ahmat
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 16, No 2 (2019): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.225 KB) | DOI: 10.14710/kapal.v16i2.23161

Abstract

Desain berbasis keandalan sering digunakan dalam perancangan struktur yang mempunyai ketidakpastian harga dari parameter, baik parameter kekuatan struktur maupun parameter beban operasional. Pendekatan desain berbasis keandalan lebih realistis dibanding dengan pendekatan faktor keamanan untuk mengakomodasi ketidakpastian tersebut. Salah satu metode untuk menghitung keandalan struktur yang efisien adalah metode Mean Value First Order Second Moment (MVFOSM). Dalam paper ini akan dibahas perkiraan umur lelah struktur kapal berbasis keandalan, khusunya pada sambungan pelat alas pada midship kapal. Dengan menyatakan keandalan sebagai fungsi waktu maka peluang aman dari struktur tersebut pada waktu tertentu dapat diketahui. Studi kasus diambil pada kapal tanker 17.500 DWT yang dioperasikan di perairan Masalembo. Akibat fabrikasi pada pelat alas kapal diasumsikan terjadi retak permukaan sedalam 0,5 mm. Dengan menggunakan metode MVFOSM didapat bahwa nilai keandalan kapal dengan nilai rentang tegangan (Ds) rata-rata sebesar 25,63 MPa dengan COV 0,416, dan tegangan rata-rata (smean)  sebesar 47,81 MPa, struktur kapal tanker dianggap cukup andal sampai tahun ke-18 dengan indeks keandalan 3,65 atau peluang aman sebesar 99,8%
DESAIN KAPAL LCU TNI-AL MENGGUNAKAN METODE OPTIMISASI Hasanudin, Hasanudin
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 12, No 1 (2015): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.9 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v12i1.8312

Abstract

Landing Craft Utility (LCU) mempunyai peranan yang penting bagi Tentara Nasional Angkatan Laut (TNI-AL) digunakan sebagai kapal amphibious mendaratkan: pasukan, logistik dan kendaraan. Desain  LCU TNI-AL mengunakan metode optimasi belum pernah dilakukan, desain kapal umumnya menggunakan metode spiral design yang berlangsung beberapa putaran secara manual yang membutuhkan waktu yang lama dan seringkali tidak mencapai hasil yang optimal. Untuk mengatasi masalah tersebut dalam makalah ini digunakan metode Non Linier Constrains Optimization sehingga perlu satu putaran untuk menyelesaikannya yaitu pada tahap preliminary design. Pemodelan optimasinya dilibatkan ukuran utama dan hull form secara bersamaan sehingga tidak diperlukan pembuatan lines plan. Variables yang dicari adalah ukuran utama dan propulsi kapal; constrains adalah ukuran utama, rasio ukuran utama, stabilitas dan propulsi; objective functions adalah meminimalkan biaya pembanguan.  Dari hasil perhitungan didapatkan Landing Craft Utility yang optimal adalah: bentuk round bilge, Lpp=46,76m, B=9,63m, T=2,56m, H=4,63m, dan Vs= 11knot.
ANALISA KEANDALAN SISTEM BAHAN BAKAR MOTOR INDUK PADA KM. LEUSER Hadi, Eko Sasmito; Budiarto, Untung
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 5, No 2 (2008): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.868 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v5i2.3195

Abstract

Fuel oil system is one of the vital main engine supporting systems of MV. Leuser because this system is directly influence the main engine performance. The failure of fuel system should be the main engine shut down. The bigger affect was the ship could not be operated so the financial lost would be occurred. The aim of the research is an analysis the fuel system by approximation on reliability based. An analysis of the system was using qualitative and quantitative approximation. Qualitative analysis could be achieved by the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and the Fault Tree Analysis (FTA). The quantitative analysis could be achieved by the Monte Carlo simulation. The resulted of the research, severity components such as filter, separator, transfer pump and booster pump was obtained by the severity classification and failure probability. The simulation would be achieved the value availability at 0.97 and the value of MTTFF (Mean Time to First Failure) is 2423.8363 hours. The simulation used some scenarios, the system availability would be more decrease if there were more stand by components occur the failure in the one of the components at 0,893.
ANALISIS KERETAKAN PELAT ZONA LAMBUNG KAPAL BERBAHAN FIBER GLASS Marasabessy, Amir; Siagian, Saut
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 13, No 3 (2016): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.376 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v13i3.12400

Abstract

Produksi kapal fiber glass di berbagai galangan kapal di Indonesia proses laminasi  masih dilakukan secara manual (hand lay-up) di areal terbuka, hal ini sangat rentang terjadi udara terperangkap (air trap) yang dapat menimbulkan lepuh (blistering). Perawatan  pitting defect akibat blistering,  oleh galangan kapal hanya  di sekrap, dibersihkan, didempul, diratakan/ dihaluskan dan gelcoat painting. Tujuan penelitian adalah menyelidiki penyebab kerusakan/ keretakan pelat zona lambung berkaitan dengan blistering. Metode yang digunakan adalah mengamati proses produksi dan pemeliharaan zona lambung kapal fiber glass dan pengujian pelat blistering zona lambung yang dibandingkan dengan pelat asli menggunakan peralatan uji FTIR sesuai standar ASTM E1252-07 dengan metode ATR dan Morphology Analysis. Sesuai  pengamatan lapangan, galangan kapal tidak melakukan pengukuran kandungan air diarea blistering yang terdapat pitting defect sehingga terjadi peristiwa osmosis sebagaimana ditunjukan pada spektrum FTIR yakni terjadi penurunan intensitas bilangan gelombang dari gugus puncak 1724 cm-1 ke 1722 cm-1 disamping terdapat puncak tambahan pada sampel pelat blister akibat reaksi hidrolisa pada serat penguat, juga terdapat kerusakan yang signifikan pada pelat blistering dan terdapat rongga sehingga menimbulkan kelembaban dalam serat penguat. Dalam waktu (2 s/d 3) tahun serat penguat akan menjadi rapuh/getas sehingga jika terjadi benturan dengan gelombang laut atau objek lain dapat menyebabkann kerusakan/keretakan.
ANALISA SIFAT MEKANIK PADUAN ALUMINIUM SEBAGAI RANGKA JENDELA KAPAL DI PERUSAHAAN PENGECORAN LOGAM CV. SETIA KAWAN KOTA TEGAL DENGAN CETAKAN TIDAK PERMANEN Kiryanto, Kiryanto; Sasmito Hadi, Eko; Ansori, Muhammad
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 9, No 1 (2012): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.479 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v9i1.3818

Abstract

Shiping components necessary are needed nowadays. For that many minor industry develop. One of them is CV. Setia Kawan Tegal City which is one of central metal cast company which main product is ship component but product that produced by CV. Setia Kawan has not comply but JIS or SNI standart. Based on that, this final project purposed to now tensil test and material composition include from the material that produced by CV. Setia Kawan. Materials which used is pure elbow Aluminium, Aluminium Plat, brake Canvas and used pan. Those materials must pass some process before tested, melting process, casting process than extracting from mould with use permanent mould. After that the next process which done is tensil test. Beside tensil test material also pass material composition test. Tensil test result shows that Aluminium and Break canvas has the best materials quallity and fullfell JIS and SNI standart about 13,18 kg/mm² for Aluminium Plate with used pan fusion about 10,46 kg/mm². Where as for elbow Aluminium and Aluminium Plate fot it about 8,84 kg/mm² and 10,33 kg/mm². For the materials composition test result with passed melting process, elbow aluminium and brake canvas and Aluminium Plate with used plan have fullfelled standart both JIS and SNI which each content about 92,46% and 99,43%. For elbow Aluminium and Aluminium Plate each content about 99,43% and 98,46% but material give not pass standart. Where as pure materilas has not passed melting process for Aluminium and Aluminium Plate doesn’t meet standart both have its content 98,33% and 99,59%. For breake canvas and used panthose about materials comply SNI and JIS standart with content 84,68% and 97,66%.
Perancangan Kendali Manuver Untuk Menghindari Tabrakan Pada Kapal Patroli Cepat Berbasis Pengujian Model Priohutomo, Kusnindar; Masroeri, A.A.; Permana, Chandra
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 14, No 3 (2017): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.493 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v14i3.15534

Abstract

Kendali manuver kapal untuk menghindari tabrakan menjadi masalah penting pada sebagian besar sistem transportasi kapal. Banyak kajian yang dilakukan agar kapal dapat terhindar dari tabrakan. Tetapi semuanya menggunakan pendekatan numerik. Pendekatan numerik memiliki kelemahan yaitu nilai yang diperoleh adalah nilai hampiran dan bukan nilai exact. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian kendali manuver kapal menggunakan pendekatan pengujian skala model. Pada paper ini akan dibahas perancangan kendali manuver yang akan digunakan pada model kapal untuk menghindarkan kapal dari tabrakan. Dimana didalam sistem kendali tersebut terdapat beberapa sensor, antara lain sensor ultrasonic, sensor gyro dan kamera Qualysis. Pengujian dilakukan di kolam Manuvering Ocean Basin milik Balai Teknologi Hidrodinamika (d/h LHI), BPP. Teknologi. Model kapal yang digunakan adalah kapal patroli cepat (fast patrol boat). Halangan yang dipasang berjumlah 1 dan dalam posisi diam. Dari pengujian model kapal yang dilakukan, perancangan kendali manuver terbukti mampu menghindarkan kapal dari terjadinya tabrakan. Jarak minimum kapal dan halangan pada jarak tabrakan 250 m sebesar 88,25 m, pada jarak tabrakan 200 m sebesar 47,33 m sedangkan pada jarak tabrakan 150 m sebesar 12,75 m.
EVALUASI EMERGENCY RESPONS PLAN PADA KAPAL 42M CREW BOAT BERDASARKAN IMO INTERIM GUIDILINES Ashari, Mochamad Luqman; Wiediartini, Wiediartini; Dermawan, Denny
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 10, No 3 (2013): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.739 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v10i3.5600

Abstract

Emergency situations that have tendency or potential harm can be happened any time and any where and carry some big damaging impacts to property damages, mental disturbances, injured and died victims. In shipping, emergencies can be happened in both at anchor or while doing loading and unloading activities at the port. The type of equipments used in emergency situations set out in SOLAS Chapter III (Life Saving Appliance) and the guidelines for evacuation analysis on passenger ships refer to the IMO Guidelines Interm MSC/Circ.909. This study aimed to determine the muster station and evacuation time on the ship 42 M crewboats with a capacity of 101passengers. This ship consists of three parts of decks, these are lower part, main deck and bridge deck. The results showed that the placement of muster station is on the bridge deck with required wide 35.35 m2. Evacuation time need by the all passengers to reach the muster station on the bridge deck is 51.59 minutes, and this is in accordance with standard evacuation time (not more than 60 minutes).
Studi Pemodelan Harga Kapal Tanker Bekas Dengan Metode Statistik Heri Supomo; Imam Baihaqi
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 16, No 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1210.193 KB) | DOI: 10.14710/kapal.v16i1.22442

Abstract

Salah satu alasan pemodal membeli kapal tanker bekas adalah karena lamanya waktu pembangunan dan tingginya biaya investasi untuk membangun sebuah kapal baru. Namun demikian terkait dengan harga kapal tanker bekas, saat ini masih belum ada metode yang tepat untuk memprediksi nilainya. Multi-faktor seperti: tahun pembuatan, kapasitas kapal, negara asal pembuat, dan operasional kapal menjadikan proses memprediksi harga kapal ini menjadi lebih kompleks dibandingkan single-faktor. Kompleksitas tersebut membuat penentuan harga kapal tanker bekas pula menjadi berbeda-beda antar penilai. Estimasi harga kapal bekas yang kurang tepat dapat merugikan perusahaan jika harga beli lebih mahal dari nilai kapal bekas sesungguhnya. Tujuan dari paper ini adalah membuat pemodelan statistik untuk memprediksi harga kapal tanker bekas agar mendekati harga semestinya. Pemodelan dibuat secara simultan dengan mempertimbangkan faktor kualitatif meliputi usia kapal dan ukuran DWT dan faktor kuantitatif dimana mengacu pada galangan pembuat, klas dan negara asal pembuat kapal. Data kapal yang terkumpul, yang diperoleh dari data pusat broker kapal internasional secara online, kemudian dianalisa secara statistik dengan melakukan regresi secara multikolinearitas. Data-data ini kemudian diuji secara statistik antara lain yaitu: uji serentak, uji individu, uji asumsi normalitas, uji asumsi heteroscedasticity, dan penentuan koefisien determinasi. Korelasi kuadratik didapatkan antara umur dengan harga kapal, sedangkan umur dengan DWT berhubungan secara logaritmik. Kedua korelasi ini kemudian disimultankan dan didapatkan model secara statistik berdasarkan lima kelompok negara asal pembuat (Eropa (beberapa negara), Jepang, Korea, China, dan Asia Tenggara (beberapa negara termasuk Indonesia)). Jika kelompok Asia Tenggara dijadikan acuan, maka pada kelas Minibulker kelompok Eropa dan Jepang jauh lebih mahal sekitar 40% disusul Korea 21,0% dan China hanya 0,5% lebih mahal. Pada kelas Handysize, selisih harga untuk kelompok Eropa adalah 13,7% lebih mahal, disusul Korea sebesar 7,2%; sebaliknya, selisih harga di Jepang dan China lebih murah 4,9% dan 5,9%.
STUDI PENGGUNAAN PERMESINAN GELADAK DAN PERALATAN TANGKAP PADA KAPAL IKAN 12 GT DI KABUPATEN REMBANG Kiryanto, Kiryanto
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 4, No 1 (2007): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.91 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v4i1.2656

Abstract

Perencanaan kapal ikan memegang peranan penting bagi berkembangnya industri perikanan laut serta peningkatan taraf hidup nelayan. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kapal ikan adalah perencanaan kebutuhan daya permesinan geladak (Fishing gear) dan penentuan karakteristik dari peralatan penangkap ikan. Perencanaan tersebut memerlukan data-data yang akurat mengenai daerah operasi dari kapal ikan, jenis ikan yang akan ditangkap. Oleh karena itu diperlukan analisa teknis berupa penentuan kebutuhan daya serta konsumsi energi dari permesinan untuk penangkapan ikan penentuan performance dari alat tangkap. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kabutuhan daya permesinan geladak yang sesuai untuk kapal ikan 12 GT di kabupaten Rembang dan Menghitung ukuran peralatan tangkap jaring cincin untuk kapal ikan 12 GT di Kabupaten Rembang, dengan menggunakan tahapan-tahapan metode dalam melakukan penelitian yaitu Studi Literatur meliputi data sekunder untuk mempelajari permasalahan beserta solusinya yang akan dikemukakan dalam tugas akhir ini dari berbagai referensi baik berupa buku, jurnal-jurnal, Studi Lapangan meliputi data primer dari studi lapangan dilakukan secara langsung dan wawancara yang mendapatkan data ukuran utama kapal, yaitu panjang kapal (Lwl), lebar kapal (B), tinggi kapal (H), dan mengukur profil-profil karateristik peralatan tangkap berupa jaring cincin yaitu panjang dan lebar jaring, lebar kantong, jumlah pelampung, dan speck permesinan yang telah ada yaitu mesin dorong, panjang poros, diameter poros, propeller, kecepatan dinas, kecepatan saat tebar jaring, kecepatan tarik kolor, waktu penarikan jaring, mesin tarik tali kolor, diameter drum gardan. Hasil penelitian dan perhitungan menunjukkan bahwa perbandingan antara permesinan geladak dan peralatan tangap dengan kondisi eksisnya perbandingannya lebih kecil daya yang dibutuhkan permesinan geladak KM Raharjo dan lebih kecil pula dimensi ukuran peralatan tangkap dari hasil penelitian dan perhitungan dengan yang telah ada, sehingga dengan ukuran peralatan tangkap dan kebutuhan daya permesinan geladaknya dari penelitian dan perhitungan lebih efisien dan menguntungkan

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1 (2026): Article in Press Vol 22, No 3 (2025): October Vol 22, No 2 (2025): Article in Progress (Accepted Papers) Vol 22, No 2 (2025): June Vol 22, No 1 (2025): February Vol 21, No 3 (2024): October Vol 21, No 2 (2024): June Vol 21, No 1 (2024): February Vol 20, No 3 (2023): October Vol 20, No 2 (2023): June Vol 20, No 1 (2023): February Vol 19, No 3 (2022): October Vol 19, No 2 (2022): June Vol 19, No 1 (2022): February Vol 18, No 3 (2021): October Vol 18, No 2 (2021): June Vol 18, No 1 (2021): February Vol 17, No 3 (2020): October Vol 17, No 2 (2020): June Vol 17, No 1 (2020): February Vol 16, No 3 (2019): Oktober Vol 16, No 2 (2019): Juni Vol 16, No 1 (2019): Februari Vol 15, No 3 (2018): Oktober Vol 15, No 2 (2018): Juni Vol 15, No 1 (2018): Februari Vol 14, No 3 (2017): Oktober Vol 14, No 2 (2017): Juni Vol 14, No 1 (2017): Februari Vol 13, No 3 (2016): Oktober Vol 13, No 2 (2016): Juni Vol 13, No 1 (2016): Februari Vol 12, No 3 (2015): Oktober Vol 12, No 2 (2015): Juni Vol 12, No 1 (2015): Februari Vol 11, No 3 (2014): Oktober Vol 11, No 2 (2014): Juni Vol 11, No 1 (2014): Februari Vol 10, No 3 (2013): Oktober Vol 10, No 2 (2013): Juni Vol 10, No 1 (2013): Februari Vol 9, No 3 (2012): Oktober Vol 9, No 2 (2012): Juni Vol 9, No 1 (2012): Februari Vol 8, No 3 (2011): Oktober Vol 7, No 3 (2010): Oktober Vol 7, No 2 (2010): Juni Vol 7, No 1 (2010): Februari Vol 6, No 2 (2009): Juni Vol 5, No 3 (2008): Oktober Vol 5, No 2 (2008): Juni Vol 5, No 1 (2008): Februari Vol 4, No 1 (2007): Februari Vol 3, No 3 (2006): Oktober More Issue