cover
Contact Name
Raden Herdian Bayu Ash Siddiq
Contact Email
jitter@widyatama.ac.id
Phone
+62227275855
Journal Mail Official
jitter@widyatama.ac.id
Editorial Address
Jl. Cikutra no 204 A Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JITTER (Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan)
Published by Universitas Widyatama
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan (JITTER) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Widyatama, Bandung. Jurnal ini diterbitkan sebagai wahana sosialisasi dan diseminasi hasil penelitian bagi kalangan akademisi maupun masyarakat luas, pada bidang teknologi informasi dan terapannya. Bidang kajian dicakup meliputi sistem informasi, ilmu komputer, jaringan komputer, basis data, kecerdasan buatan, juga beberapa bidang teknik lainnya seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Teknik Industri.
Articles 335 Documents
SISTEM KEAMANAN SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ARDUINO UNO R3 DENGAN SENSOR HC-SR501 DAN HC-SR04 Harun Sujadi; Pafsi Paisal
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.227 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.158

Abstract

[Id]Pencurian sepeda motor pada saat ini semakin marak. Hal ini bisa terjadi di karenakan beberapa faktor selain kelalaian manusia yaitu masih belum adanya sistem keamanan sepeda motor yang memadai. Sistem keamanan sepeda motor keluaran pabrik hanya berupa keamanan system lock. Namun keamanan ini masih kurang efektif karena system lock tersebut dapat dilumpuhkan Banyak cara yang bisa di lakukan oleh pencuri motor untuk membongkar sistem keamanan motor yaitu dengan cara membobol kunci. Ada yang secara paksa dan yang lebih pintarnya lagi para pelaku sudah menggunakan sebuah cairan khusus untuk membobol kunci. Selain itu tindak pencurian sepeda motor kebanyakan terjadi karena kondisi lingkungan yang tidak cepat merespon atas kejadian pencurian tersebut, akibatnya sepeda motor tersebut dapat dengan leluasa dioperasikan oleh pencuri.Berdasarkan hal tersebut, maka perlunya suatu sistem keamanan sepeda motor yang handal dan responsive. Sistem keamanan ini memanfaatkan teknologi mikrokontroller arduino dan sensor HC-SR501 dan HC-SR04 serta rangkaian hardware lainnya yang dipasang pada sepeda motor. Sistem keamanan sepeda motor ini bisa dikendalikan dengan smartphone android oleh pemiliknya. Selain itu membantu pemilik sepeda motor untuk memonitoring sistem keamanan sepeda motornya yaitu dengan adanya pesan pemberitahuan pada aplikasi smartphone dan pemebritahuan SMS kepada pemilik sepeda motor ketika sepeda motornya dalam kondisi tidak aman. Diman nantinya pemilik sepeda motor bisa memilih untuk menelpon pihak berwajib atau tidak jika terjadi pencurian sepeda motor. Dengan seperti itu diharapkan bisa mengurangi angka pencurian sepeda motor.Kata kunci:sistem keamanan, mikrokontroller, android[En]Now, crime of motorcycle theft more rife. This can happen cause some factors, besides man negligence, that is no security system yet adequate. Motorcycle security system from factory output just security lock system. But, that is not effective, because security system lock still can broken by thief. Many ways that can doit for broken security system that is dismantle key of motorcycle. Thief broken it by force or they use special chemical liquid for to broke motorcycle key. Other than that. Crime of motorcycle theft offten occur because conditions of environment not fast respond when happen motorcycle theft. Consequently, thief can freely controll that motorcycle.Based on these, then the necessity a reliable and responsive motorcycle security system. This security system make use of microcontroller Arduino technology and sensors HC-SR501, sensors HC-SR04, and other hardware circuit mounted on the motorcycle. This motorcycle security system can controlled with smartphone android by its owner motorcycle. Other than that can help owner motorcycle for monitor this motorcycle with notification short message and notification in application at smartphone android from owner motorcycle when motorcycle in condition not safe. Where later owner motorcycle can choose for calling authorities or no, if it happens motorcycle theft. With that, expected can reduce crime of motorcycle theft.
ANALISIS PEMANTAUAN LAN MENGGUNAKAN METODE QoS DAN PENGKLASIFIKASIAN STATUS JARINGAN INTERNET MENGGUNAKAN ALGORITMA NAIVE BAYES Sachin Sabloak; Jasuandi Wijaya; Abdul Rahman; Molavi Arman
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.601 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.159

Abstract

[Id]Pentingnya jaringan komputer pada kehidupan sekarang, perlu adanya kestabilan jaringan komputer yang digunakan. Pemantauan kualitas jaringan internet didalam sebuah jaringan LAN dilakukan network administrator untuk mendapatkan nilai dari data yang didapat, penelitian ini menerapkan algoritma Naive Bayes menggunakan dataset TIPHON dengan parameter yang terdapat dalam metode QoS yaitu delay, packetloss dan jitter untuk memonitor kualitas jaringan internet. Metode QoS akan menghasilkan nilai dari setiap parameter yang dibutuhkan untuk pemantauan jaringan, guna mendapatkan kesimpulan mengenai status jaringan internet digunakan Algoritma Naive Bayes. Metode Quality of Service (QoS) merupakan sebuah metode yang digunakan dalam mendefinisikan kemampuan suatu jaringan yang ?digunakan untuk pengukuran tentang kualitas ?jaringan. Penggunaan algoritma Naive Bayes diperlukan karena algoritma tersebut digunakan dalam pengklasifikasian yang menggunakan probabilitas dan statistik serta mampu mengambil keputusan dengan menggunakan dataset yang telah disediakan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status jaringan internet di lab komputer STMIK Global Informatika MDP serta mengetahui tingkat akurasi dari algoritma Naive Bayes untuk mengklasifikasikan status jaringan internet. Pengujian penelitian dilakukan di lab komputer STMIK Global Informatika MDP. Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa akurasi Naive Bayes yang didapatkan sebesar 87,78% dan status jaringan internet di lab komputer STMIK Global Informatika MDP masuk ke dalam kategori memuaskan dengan nilai dominan yaitu sebesar 47,78%.Kata Kunci: Naive Bayes, network administrator, Quality of Service (QoS), status jaringan internet.[En]Since computer network is very important nowadays, it needs the stability of the network used. Monitoring the quality of the internet network in LAN is conducted by an administrator to get the value of the data obtained. This research applied Naive Bayes algorithm using TIPHON data set with parameters in QoS method; delay, packetloss and jitter, to monitor the quality of the internet network. QoS method will gain value in every parameter needed for network monitoring. To get a conclusion about the status of the internet network, Naive Bayes algorithm was used. Quality of Service (QoS) method is a method used to define the ability of a network to measure its quality. Naive Bayes algorithm is needed since the algorithm is used in classifying using probability and statistic as well as making decision using dataset provided. This research is conducted to see the status of the internet network in STMIK Global Informatika MDP computer laboratory and to know the level of accuracy of Naive Bayes algorithm to classify the status of the network. The research was conducted in STMIK Global Informatika MDP computer laboratory. The result of the research showed that the accuracy of Naive Bayes was 87,78% and the status of the internet network STMIK Global Informatika MDP was in the category of satisfactory with dominant value 47,78%.
PERANCANGAN MODEL TATA KELOLA PENGETAHUAN PROSES INOVASI PRODUK PADA TECHNO PARK Putra Fajar Alam; Asti Amalia Nur Fajrillah; Anik Hanifatul Azizah; Ahmad Almaarif
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.969 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.160

Abstract

[Id] Techno Park merupakan salah satu jenis dari organisasi/perusahaan yang membutuhkan inovasi yang berkelanjutan dalam memenuhi fungsinya sebagai lembaga riset dan komersialisasi produk. Namun hingga saat ini proses inovasi produk yang dijalankan Techno Park belum berhasil menciptakan produk yang optimal dan belum memanfaatkan pengetahuan yang tercipta di dalam proses pengembangan produk sebelumnya. Pada penelitian ini diajukan suatu model tata kelola pengetahuan untuk meningkatkan kualitas inovasi produk yang dikembangkan. Perancangan model tata kelola pengetahuan dibentuk berdasarkan sistem tata kelola COBIT 5.0 dan tata kelola pengetahuan berbasis inovasi terbuka. Untuk melihat pencapaian level kapabilitas tata kelola pengetahuan, dilakukan penilaian melalui Process Assesement berdasarkan model tata kelola pengetahuan yang telah disusun. Proses riset dan komersialisasi adalah fokus utama dalam pembentukan model tata kelola pengetahuan pada Techno Park. Proses - proses pendukung seperti peningkatan jejaring serta proses inkubasi start-up juga diperhatikan peranannya dalam mendukung proses riset dan pengembangan bisnis. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah membuat model tata kelola pengetahuan pada proses inovasi produk di Techno Park. Hasil dari penelitian ini berupa model tata kelola dengan 3 komponen berupa: enabler tata kelola pengetahuan; lingkup tata kelola pengetahuan; peran, aktivitas dan tata kelola pengetahuan. Model ini diharapkan dapat membantu Techno Park untuk menciptakan produk inovasi yang lebih optimal dengan memanfaatkan pengelolaan pengetahuan yang tercipta sebelumnya melalui suatu model tata kelola pengetahuan. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan efektifitas model agar semakin relevan dengan tujuan pengembangan produk inovasi pada Techno Park. Kata kunci :Techno Park, riset & komersialisasi, tata kelola pengetahuan [En] Techno Park is an organization in need of continuous innovation because of it functions a research facility and product commercialization. To date, their products of innovations haven successfully been commercialized. Their product isn being optimized properly. They also not utilizing their previous knowledge of developing product fully yet. This research proposed a knowledge governance model to increase the quality of product that being developed. The model is designed based on COBIT 5.0 governance system and an open innovation based of knowledge governance. To see an achievement level of knowledge governance capability a rating is made. The rating made through Assessment Process based on knowledge governance system that has been made earlier. Research process and commercialization is the main focus in making a knowledge governance system on Techno Park. Other supporting process such as networking and start-up incubation is also observed closely of their role in research support and business development. The objective of this research is to create a model of knowledge governance in product innovation process in Techno Park. The result of this research in form of governance model with 3 components: the enablers of knowledge governance; the scope of knowledge governance; role and activity of knowledge governance. This model is expected to help Techno Park to create a more optimized product innovation by utilizing the knowledge management that was created before through a model of knowledge governance. Further research is needed to improve the effectiveness of the model to be more relevant to the purpose of innovation product development in Techno Park.
IMPLEMENTASI RANKER PRINCIPAL COMPONENT DAN METODE ASSOCIATION RULE DALAM MENENTUKAN FAKTOR EKONOMI DI ASEAN Fajri Rakhmat Umbara; Ridwan Ilyas
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.128 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.161

Abstract

[Id]Kondisi perekonomian suatu negara sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup Negara tersebut. Seperti contoh yang terjadi pada Negara Yunani beberapa tahun yang lalu dimana mengalami krisis ekonomi yang tidak terelakkan. Kondisi perekonomian tersebut tidak terlepas dari faktor ? faktor ekonomi yang saling terkait didalamnya dan yang memang mempengaruhi Negara yang berkaitan, misalnya Produk Domestik Bruto (PDB), Nilai Tukar Mata Uang, Penghasilan Energi Baru Terbarukan dan lain sebagainya. Faktor ? faktor itu yang menjadi tolak ukur apakah perekonomian suatu Negara dapat dikategorikan berhasil atau malah dapat menyebabkan krisis ekonomi. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat dan mengevaluasi faktor ekonomi apa sajakah yang dapat mempengaruhi kondisi suatu bangsa, khususnya untuk Negara ? Negara di ASEAN, termasuk diantaranya adalah Indonesia menggunakan seleksi atribut Ranker Principal Component dan metode Association Rule. Data ekonomi didapat dari data yang disediakan oleh World Bank selama 50 tahun lamanya, atau antara tahun 1967 hingga tahun 2016 yang terdiri dari sekitar 1400 atribut / faktor ekonomi untuk 10 negara ASEAN yang terdiri dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, laos, Myanmar, dan Kamboja.Kata kunci : Faktor ekonomi asean, ranker principle component, association rule[En]Economic condition may cause a balance for every country in the world. For example, Grecee has been collapse after economic crisis in 2008. This phenomenon caused by economic factors that influence and depends on each other such as GDP, exchange rate, energy production, and so on. These factors become a benchmark for countrys that is can cause crisis or not. This research try to searching and evaluating these factors which influence head to the crisis in ASEAN, include Indonesia using atribut selection methods : ranker principle component and association rules methods. The economic data are downloaded from World Bank site and has been collected for 50 years between 1967 and 2016 which has 1400 attributes or economic factors for 10 ASEAN countrys such as Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar and Cambodia.
METODA TERINTEGRASI PENYUSUNAN RENCANA TEKNOLOGI INFORMASI Basuki Rahmad
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.338 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.162

Abstract

[Id]Paper ini ditujukan untuk mengusulkan metoda terintegrasi penyusunan rencana teknologi informasi (TI), mencakup arsitektur dan tata kelola TI. Metoda-metoda perencanaan TI yang ada saat ini secara umum terbagi dalam dua kelompok terpisah, yaitu perencanaan arsitektur dan perencanaan Tata Kelola TI. Dikotomi metoda ini memiliki potensi risiko ketidaktepatan strategi dan sumberdaya dalam mengimplementasikan rancangan arsitektur TI, sehingga realisasi value dari implementasi TI tidak optimal. Metoda yang diusulkan terdiri dari empat tahapan: assessment, visioning, design dan roadmap. Pada tahapan assessment, perbaikan yang diusulkan adalah mengaitkan antara ketercapaian kontribusi value bisnis dan korelasinya dengan tingkat kematangan TI. Pada tahapan visioning, perbaikan yang diusulkan adalah pendekatan berbasis kapabilitas untuk pada domain arsitektur teknis dan tata kelola, yang akan menjadi rujukan dalam tahapan design. Pada tahapan design, perbaikan yang diusulkan ditekankan pada identifikasi model operasi TI yang tepat untuk merealisasikan desain enterprise architecture. Pada tahapan roadmap, perbaikan yang diusulkan ditekankan pada sinkronisasi pencapaian arsitektur dan ketepatan strategi sumberdaya pada komponen-komponen tata kelola seiring dengan peningkatan kematangan tata kelola. Metoda ini memberikan alternatif architecture view yang terintegrasi dan kuat tentang strategi merealisasikan arsitektur enterprise.Kata kunci : Rencana Strategis TI, Master Plan TI, Arsitektur Enterprise, Tata Kelola TI[En]This paper is aimed to propose the integrated method of information technology (IT) planning development, covering IT Architecture & IT Governance. In general, the current methods are separated between both. That dichotomy has a potential risk of inaccuracy of strategy and resource allocation in implementing IT Archicture Design. And finally, the potential value of IT Architecture is not optimal. The proposed method consists of four stages: assessment, visioning, design and roadmap. At the assessment stage, the proposed improvement is to link between the achievement of the business value contribution and its correlation with the level of IT maturity. At the stage of visioning, the proposed improvement is a capability-based approach to the domain of technical architecture and governance, which will be a reference in the design stage. At the design stage, the proposed improvements emphasize the identification of the right IT operation model for the realization of enterprise architecture design. At the roadmap stage, the proposed improvements are emphasized on synchronizing architectural achievements and the timeliness of resource strategies on governance components in line with improved governance maturity. This method provides an integrated and robust architecture view alternative to the strategy of realizing enterprise architecture.
KUNCI TEKNOLOGI 5G Ulil Surtia Zulpratita
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.352 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.163

Abstract

[Id] Proses kelengkapan standarisasi teknologi 5G diharapkan akan selesai sebelum Oktober 2020. Resminya standarisasi ini akan menjadi hal penting untuk komersialisasi jaringan 5G. Teknologi 5G diprediksi akan membutuhkan transformasi akan kebutuhan frekuensi carrier yang sangat tinggi dengan bandwidth yang sangat lebar, densitas ekstrim untuk berbagai divais dan base station, serta sejumlah besar antena. 5G tidak akan menjadi antarmuka udara tunggal sebagaimana pada model generasi sebelumnya. 5G diprediksi akan sangat integratif: jalinan koneksi antarmuka udara dan spektrum 5G bersama-sama dengan teknologi nirkabel yang sudah ada (misalnya: LTE dan WiFi) akan memberikan layanan dengan pesat data tinggi dan cakupan luas, serta menjamin terwujudnya pengalaman pengguna tanpa hambatan. Untuk mendukung hal tersebut, di bagian core network harus berevolusi untuk mencapai tingkat belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal fleksibilitas dan kecerdasan, regulasi spektrum perlu dikaji kembali dan direvisi, masalah energi dan efisiensi biaya juga akan menjadi pertimbangan yang penting. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, artikel ini akan mengidentifikasi dan merumuskan empat kunci penting implementasi teknologi 5G. Kata kunci : implementasi 5G, massive MIMO, jaringan hybrid, mmWave, unified air interface [En] 5G standardization process is expected to be finished before October 2020. This standardization is essential for making 5G network commercial deployment. The 5G technology is forecasted to demand a transformation in the need for very high carrier frequencies with very extensive bandwidth, extreme density for devices and base stations, as well as large numbers of antennas. 5G will not be a distinct air interface based on Radio Access Technology as in former generation models. 5G is predicted to be immensely collaborative: the linkage of air interface and 5G spectrum together with existing wireless technologies (for example: LTE and WiFi) will provide services with universal high-rates coverage and ensure seamless user experience. To support this, the core network must also evolve to achieve an extraordinary level of adjustability and intelligence, spectral standardization needs to be reviewed and revised, energy issues and cost efficiency will also be an important attention. Based on studies that had been done, this article will discuss and identify the four significant keys to the implementation of 5G technology.
SISTEM REKOMENDASI TOPIK SKRIPSI MENGGUNAKAN METODE CASE BASED REASONING Ni Luh Putu Merawati; Sri Hartati
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.903 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss3.2018.164

Abstract

[Id]Syarat utama mendapatkan gelar sarjana di perguruan tinggi yaitu dengan membuat suatu karya ilmiah skripsi. Skripsi bertujuan agar mahasiswa dapat menyusun serta menulis karya ilmiah sesuai dengan bidang ilmunya. Skripsi dapat dijadikan acuan atau standar untuk menilai ketercapaian pembelajaran mahasiswa selama masa perkuliahan. Mahasiswa akan mencari topik-topik skripsi yang relevan dengan kompetensi serta mata kuliah yang pernah diambil oleh mahasiswa tersebut. Mahasiswa seringkali mengalami kendala dalam menentukan topik skripsi yang akan diambil karena minimnya informasi topik-topik skripsi mahasiswa terdahulu. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang mampu memberikan rekomendasi topik skripsi bagi mahasiswa.Metode Case Based Reasoning (CBR) dapat digunakan sebagai sistem rekomendasi topik skripsi bagi mahasiswa S1 Teknik Informatika Bumigora Mataram. CBR mempunyai 4 tahapan yaitu retrieval, reuse, revisi dan retain. Tahapan yang paling penting pada CBR adalah proses retrieval karena pada tahap ini dilakukan pencarian solusi untuk kasus baru dengan menghitung nilai similaritas atau nilai kedekatan antara kasus baru dengan kasus lama. Kasus lama berasal dari data-data topik skripsi mahasiswa sebelumnya. Pada penelitian ini nilai similaritas antar kasus di hitung menggunakan metode manhattan distance. Sedangkan inputan sistem menggunakan nilai mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan yang telah diambil oleh mahasiswa. Sistem CBR, akan menghitung nilai similaritas antara kasus baru dengan seluruh kasus lama yang tersimpan dalam basis kasus menggunakan metode manhattan distance. Kasus lama dengan nilai similaritas tertinggi digunakan sebagai solusi kasus baru. Hasil implementasi sistem menunjukkan bahwa case based reasoning mampu memberikan rekomendasi topik skripsi untuk mahasiswa. Tahap pengujian menggunakan 280 data dengan metode K-fold Cross Validation, dimana nilai K yang digunakan adalah 7, 10 dan 13. Nilai akurasi terbaik diperoleh untuk K=13 dengan nilai 94,34% disusul K=10 sebesar 93, 99% dan K= 7 sebesar 93,95%.[En]The main requirement to get a bachelor's degree in college is by making a undergraduate thesis scientific work. Undergraduate thesis aims to enable students to compile and write scientific works in accordance with their fields of science. Undergraduate thesis can be used as a reference or standard to assess the achievement of student learning during the lecture period. Students will look for thesis topics that are relevant to the competencies and courses taken by the student. Students often experience obstacles in determining thesis topics that will be taken because of the lack of information on previous student thesis topics. Therefore we need a system that is able to provide thesis topic recommendations for students.The Case Based Reasoning (CBR) method can be used as a undergraduate thesis topic recommendation system for students of S1 Informatics Engineering Bumigora Mataram. CBR has 4 stages, namely retrieval, reuse, revise and retain. The most important stage in CBR is the retrieval process because at this stage a search for a solution for a new case is done by calculating the value of similarity or the value of proximity between the new case and the old case. The old case comes from the previous student undergraduate thesis topic data. In this research the value of similarity between cases was calculated using the manhattan distance method. While the input system uses the value of compulsory courses and elective courses taken by students. CBR system, will calculate the similarity value between new cases with all old cases stored in the base case using the manhattan distance method. The old case with the highest similarity value is used as a solution to the new case. Based on the results of implementation shows that case based reasoning can be used as a recommendation system for topic and undergraduate thesis supervisor. Test phase used 280 data with K-fold Cross Validation method, where the value of K used were 7, 10 and 13. The best accuracy value obtained for K = 13 was with the value of 94,34% followed by K = 10 equal to 93, 99% and K =93,95%.
ANALISIS DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PUBLIK DATA POKOK PENDIDIKAN (STUDI KASUS DAPODIK KOTA PADANG) Nilla Rachmaningrum; Falahah Falahah; Pramayogi Sanches
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.118 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss3.2018.165

Abstract

[Id] Sistem informasi publik mengacu pada sistem informasi yang digunakan untuk kepentingan umum yang biasanya menyediakan berbagai tingkat solusi seperti sebagai layanan publik, informasi atau solusi teknologi. Sistem ini biasanya dikembangkan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Secara umum sistem ini memiliki karakteristik yaitu digunakan oleh pihak masyarakat, pemerintah dan pelaku bisnis, menyediakan data-data dengan karakteristik tertentu dan dapat diakses secara cuma-cuma oleh seluruh masyarakat. Salah satu sistem informasi publik yang pernah dibuat dan digunakan di Indonesia yaitu sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang menyimpan berbagai informasi terkait sekolah, siswa dan guru-guru di seluruh Indonesia. Sistem ini cukup populer dan sering diakses oleh masyarakat umum, terutama untuk pencarian NISN (Nomor Induk Siswa Nasional). Namun dalam perkembangannya terjadi perubahan kebijakan di lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional sehingga akhirnya sistem ini ditutup dan diganti oleh sistem lain yang sejenis. Untuk menjembatani adanya kebutuhan sistem informasi sejenis di ruang lingkup yang lebih kecil, dikembangkan sistem Data Pokok Pendidikan untuk tingkatan kabupaten/kota dengan mengambil contoh kasus Dinas Pendidikan Kota Padang. Analisis dan pengembangan sistem ini mengacu pada karakteristik sistem informasi publik dan diharapkan sistem ini dapat menyediakan informasi bagi masyarakat luas mengenai profil sekolah dan informasi lainnya. Pengembangan dan implementasi sistem ini memerlukan dukungan kebijakan, peraturan dan kerjasama antara berbagai pihak terkait. [En] Public information systems refer to information systems that are used for public purposes which usually provide various levels of solutions such as public services, information or technological solutions. This system is usually developed by the government to meet people's information needs. In general this system has characteristics that are used by the public, the government and business people, provide data with certain characteristics and can be accessed free of charge by the entire community. One of the public information systems that has been created and used in Indonesia is the Basic Education Data System (Dapodik) which stores various information related to schools, students and teachers throughout Indonesia. This system is quite popular and often accessed by the general public, especially for searches. NISN (National Student Identification Number). But in it development there has been a change in policy within the Ministry of National Education, so that finally the system was closed and replaced by other similar systems which have not yet completed the data content. To bridge the need for similar information systems in a smaller scope, a Basic Education Data system was developed for the district / city level by taking the case of the Padang City Education Office. Analysis and development of this system refers to the characteristics of a public information system and it is hoped that this system can provide information for the general public regarding school profiles and other information. The development and implementation of this system requires policy support, regulation and cooperation between various related parties.
APLIKASI POMPA AIR OTOMATIS DENGAN SENSOR LEVEL CAIRAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY LOGIC SUGENO Steven Andreas; Rainhard Rainhard; Halim Agung
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.647 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss3.2018.166

Abstract

[Id]Provinsi DKI Jakarta merupakan daerah dengan padat pengguna mobil dan motor. Pertumbuhan mobil di jakarta adalah mencapai 1.600 unit per hari nya; Untuk sepeda motor, pertumbuhan nya adalah mencapai 4.000 - 4.500 per hari nya. Hal ini tentu menimbulkan efek dibutuhkannya lebih banyak lahan parkir di berbagai tempat, mulai dari gedung kantor, pusat perbelanjaan, pusat kebugaran, dan lain sebagainya. Salah satu solusi yang cukup efektif adalah adanya basement pada setiap bangunan . karena posisi basement pada setiap gedung berada di bawah permukaan tanah serta curah hujan yang tinggi dan kurangnya drainase air di sekitar gedung, maka tidak menutup kemungkinan bahwa basement dapat tergenang air sehingga menyebabkan banjir di seluruh lahan basement. Pompa air otomatis dengan sensor level cairan dapat menjadi solusi bagi pengelola gedung atau wisma, dalam mencegah masalah banjir yang terjadi pada basement mereka. Aplikasi pada pompa air otomatis mengimplementasikan metode logika fuzzy logic Sugeno dalam microcontroller yang terhubung dengan pompa air, sensor level cairan, serta sensor waterflow. Metode logika fuzzy logic sugeno berperan sebagai pengontrol kecepatan pompa air berdasarkan kecepatan debit air yang masuk kedalam penampungan, kemudian total air dan kecepatan arus air yang masuk ke dalam penampungan akan di tampilkan di LCD display . kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa metode fuzzy logic sugeno dapat di terapkan pada pompa air otomatis yang di tunjukan pada pengujian 20 sampel dimana 18 sampel terindikasi valid[En]DKI Jakarta Province is an area with heavy users of cars and motorcycles. The growth of cars in Jakarta is reaching 1,600 units per day; For motorcycles, its growth is reaching 4,000 - 4,500 per day. This certainly causes the effect of need more parking space in various places, ranging from office buildings, shopping centers, fitness centers, and so forth. One solution that is quite effective is the basement on every building. because the basement position in every building is below ground level and high rainfall and lack of drainage of water around the building, it is possible that the basement can be flooded causing flooding in all basement area. Automatic water pumps with liquid level sensors can be a solution for building managers or guesthouses, in preventing flood problems occurring in their basements. The application on the automatic water pump implements the Sugeno fuzzy logic logic method in a microcontroller connected to a water pump, liquid level sensor, and waterflow sensor. The logic method of fuzzy logic sugeno acts as a water pump speed controller based on the rate of water discharge that enters the shelter, then the total water and velocity of the incoming water into the shelter will be displayed on the LCD display. the conclusion of this study shows that the fuzzy logic sugeno method can be applied to the automatic water pump which is shown on the test of 20 samples where 18 samples indicated valid
KONVERSI DATA MATRIKS MODEL CUACA KE CITRA DIGITAL UNTUK PENGIRIMAN MELALUI MEDIA ONLINE Candra Nur Ihsan
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.683 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss3.2018.167

Abstract

[Id]Kendala untuk melakukan akses terhadap data cuaca yang berbentuk spasial yang terkompresi dalam format netCDF ada pada ukuran data yang besar untuk ditransimisikan ke pengguna via media online serta format atau kompresi data yang tidak dimengerti oleh aplikasi penjelajah web secara umum. Kendala diatasi dengan melakukan konversi data matriks model cuaca ke citra digital dalam format PNG untuk mendapatkan ukuran yang lebih kecil dan kompresi yang dimengerti penjelajah web. Pengujian hasil plot dari data konversi menunjukan bahwa terdapat kesamaan yang baik (nyaris sempurna) antara plot data matriks cuaca dengan plot yang berasal dari data PNG.[En]Constraints for accessing spatial weather data in the netCDF format lies on the size of the data that have to be transmitted to user via internet and the file format that unknown to most web browsers. This constraint is overcome by converting the weather data to digital imagery in PNG format to obtain smaller size and compression or format that most web browsers understand. Plotting test from weather data and PNG image showing very good similarity

Page 11 of 34 | Total Record : 335