cover
Contact Name
Raden Herdian Bayu Ash Siddiq
Contact Email
jitter@widyatama.ac.id
Phone
+62227275855
Journal Mail Official
jitter@widyatama.ac.id
Editorial Address
Jl. Cikutra no 204 A Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JITTER (Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan)
Published by Universitas Widyatama
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan (JITTER) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Widyatama, Bandung. Jurnal ini diterbitkan sebagai wahana sosialisasi dan diseminasi hasil penelitian bagi kalangan akademisi maupun masyarakat luas, pada bidang teknologi informasi dan terapannya. Bidang kajian dicakup meliputi sistem informasi, ilmu komputer, jaringan komputer, basis data, kecerdasan buatan, juga beberapa bidang teknik lainnya seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Teknik Industri.
Articles 335 Documents
SISTEM PAKAR PENENTUAN JENIS PLANKTONIC FORAMINIFERA BERBASIS WEB DENGAN METODE FORWARD CHAINING Daniel Alexander Octavianus Turang
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.424 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss1.2017.148

Abstract

[Id]Mikropaleontologi merupakan salah satu cabang dari ilmu paleontologi yang mempelajari mikrofosil. Salah satu pengetahuan yang terdapat pada ilmu mikropaleontologi adalah planktonic foraminifera (fosil plankton). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Forward Chaining. Sistem yang akan dibangun merupakan suatu sistem informasi yang berbasis komputer dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang berfungsi sebagai sistem alat bantu atau pemberi rekomendasi dari proses identifikasi planktonic foraminifera kepada user. Data rekomendasi yang dihasilkan oleh sistem ini dilengkapi dengan nama spesies planktonic foraminifera, nama genus,? gambar planktonic foraminifera, beserta sifat-sifat fisik dari planktonic tersebut sehingga user dapat mengetahui spesies planktonic foraminifera apa yang ditemukan. Sistem akan menganalisa jawaban dari setiap pertanyaan yang diberikan, sehingga diperoleh hasil dari identifikasi berdasarkan basis pengetahuan yang ada dalam sistem pakar ini. Tugas dari user hanya memasukkan planktonic foraminifera apa saja yang terdapat pada batuan tersebut. Dan setelah itu, sistem akan menghitung range umur relatif berdasarkan range umur dari setiap planktonic foraminifera yang telah dimasukkan.[En]Micropaleontology is one of the branches of the science of paleontology which studies Microfossils. One of the knowledge contained on the planktonic foraminifera is micropaleontology science (fossils of plankton). The methods used in this research is a method of Forward Chaining. The system to be built is a computer-based information system by utilizing the technology of artificial intelligence that serves as the system tools or giver recommendations of the identification process planktonic foraminifera to the user. Data recommendations generated by the system is equipped with a planktonic foraminifera species name, genus name, images of planktonic foraminifera, along with the physical properties of the planktonic so the user can identify the species of planktonic foraminifera what was found. The system will analyze your answers to each question are given, so that the obtained results from identification based on the existing knowledge base in expert system. The task of the user only put in planktonic foraminifera anything contained on these rocks. And after that, the system will calculate the relative age range upon range of planktonic foraminifera of any age that have been entered.
KONSEP PARADIGMA PENERAPAN NIST DAN API DALAM MANAJEMEN RESIKO PADA PERBANKAN Ova Nurisma Putra
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.135 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss1.2017.149

Abstract

[Id] Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam nomor satu di dunia, yang sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi negara maju, tapi sayangnya banyak hambatan-hambatan yang menghalangi kemajuan tersebut. Salah satu faktornya adalah kondisi keuangan yang sampai saat ini menjadi masalah yang sangat serius. Perbankan sendiri merupakan perantara keuangan dari dua pihak, yakni pihak yang kelebihan dana dan pihak yang kekurangan dana. Hal tersebut tercermin pada UU RI no. 10 tahun 1998, tanggal 10 November 1998 yang menjelaskan mengenai Perbankan. Menurut? UU RI no. 10 tahun 1998 yang dimaksud dengan BANK adalah adan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan dana dari masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka? meningkatkan taraf hidup rakyat banyak Seperti pada pengertiannya, yang pada intinya perbankan merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat. Dalam upaya menekan dan mengelola resiko pada perbankan, maka perlu adanya usulan konsep paradigma framework manajemen resiko yaitu framework National Institute of Standards and Technology (NIST) yang harus diselaraskan dengan 6 pilar Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Hal ini bertujuan untuk menjadikan sistem perbankan yang sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu pertumbuhan ekonomi nasional. [En] Indonesia is a country that has the world's number one natural wealth, which actually has the potential to become a developed country, but unfortunately many of the obstacles that hinder the progress. One of the factors is the financial condition which until now became a very serious problem. Banking itself is a financial intermediary of two parties, namely the excess funds and the lack of funds. This is reflected in the RI Law no. 10 of 1998, dated November 10, 1998 which describes Banking. According to RI Law no. 10 year 1998 referred to BANK is "a business entity that collects funds from the public in the form of deposits and channel funds from the community in the form of credit or other forms in order to improve the standard of living of many people". As in the sense, in essence banks are business entities that raise funds from the community and channel it back into society. In an effort to suppress and manage risk in banking, it is necessary to propose the concept of a risk management framework paradigm that is the National Institute of Standards and Technology (NIST) framework that must be aligned with the 6 pillars of the Indonesian Banking Architecture (API). It aims to make the banking system healthy, strong and efficient in order to create financial system stability in order to help the growth of national economy.
COMPUTER BASED TEST (CBT) PADA SEKOLAH TINGGI TARAKANITA JAKARTA MENGGUNAKAN METODE COMPUTERIZED FIXED-FORM TEST (CFT) Petrus Dwi Ananto Pamungkas
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.481 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss1.2017.150

Abstract

[Id] Ujian merupakan salah satu tahapan yang biasa digunakan untuk mengevaluasi kemampuan seseorang dalam melakukan serangkaian kegiatan. Dalam serangkaian kegiatan pembelajaran di Sekolah Tinggi Tarakanita juga perlu suatu tahapan dalam mengukur kemampuan seorang mahasiswa. Tahapan ujian tersebut dilakukan dua kali dalam satu semester, yaitu ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Dengan jumlah sekitar 900 mahasiswa, setiap ujian berlangsung maka Sekolah Tinggi Tarakanita harus menyiapkan sekitar 64.800 sampai 108.000 lembar kertas atau sekitar 130 sampai 216 rim kertas ukuran F4 (folio) yang hanya digunakan saat ujian berlangsung. Setelah kegiatan ujian selesai maka lembaran soal ujian tidak digunakan dan akan ditumpuk dalam gudang. Selain mendukung program pemerintah dalam kampanye o Green/em> ternyata soal ujian berbasis Computer Based Test (CBT) juga mampu menghemat biaya sampai 80% untuk setiap kali kegiatan ujian berlangsung. Melalui integrasi Learning Management System (LMS) yang dibangun di Sekolah Tinggi Tarakanita maka soal ujian berbasis Computer Based Test (CBT) ini dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan menggunakan metode penelitian eksperimen maka dirancang sebuah aplikasi soal ujian berbasis Computer Based Test (CBT). Sedangkan metode pengembangan aplikasi yang digunakan adalah waterfall model dengan black box testing sebagai metode yang dipilih untuk pengujian aplikasi. Adapun hasil ujicoba aplikasi menunjukkan bahwa soal ujian berbasis Computer Based Test (CBT) dapat dilaksanakan dengan baik melalui dukungan sarana dan prasarana yang sudah tersedia. Bahkan hasil ujian pun dapat langsung diketahui beserta lokasi benar dan salah ada di nomor mana saja. Oleh karena itu, aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai latihan dalam persiapan menghadapi ujian. [En] The test is one of the stages used to evaluate a person's ability to perform a series of activities. In a series of learning activities at Sekolah Tinggi Tarakanita also need a step in measuring ability of a student. Stages of the exam is done twice in one semester, the midterm exam and the final exam of the semester. With about 900 students, each exam is ongoing so Tarakanita High School must prepare around 64,800 to 108,000 sheets of paper or about 130 to 216 reams of F4 size (folio) paper that is only used during the test. After the exam is over, the exam sheet is not used and will be stacked in the warehouse. In addition to supporting government programs in the campaign "Go Green" was a matter of test based Computer Based Test (CBT) is also able to save costs up to 80% for each time the examination takes place. Through the integration of Learning Management System (LMS) built at Tarakanita High School, this Computer Based Test (CBT) based test can be implemented well. By using the experimental research method then designed an application test questions based on Computer Based Test (CBT). While the application development method used is waterfall model with black box testing as the method chosen for testing the application. The results of the application test show that the question of Computer Based Test (CBT) based test can be done well through the support of facilities and infrastructure that are already available. Even the test results can be directly known along with the correct location and wrong in any number. Therefore, this application can also be used as an exercise in preparation for exams.
OPTICAL CHARACTER RECOGNITION JEPANG MENGGUNAKAN MATRIKS POPULASI PIKSEL DAN L1-METRIC Ade Setiawan; Kristien Margi Suryaningrum
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.631 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss1.2017.151

Abstract

[Id]Aksara Hiragana dan Katakana merupakan bahasa yang berasal dari negara Jepang. Bahasa Jepang juga telah menyebar di Indonesia khususnya dalam pembelajaran. Namun dikarenakan bahasa Jepang bukanlah bahasa dari daerah Indonesia dan bukan bahasa Internasional maka bahasa ini sulit dipelajari dan dibaca bagi seorang pemula yang ingin mempelajari bahasa tersebut. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat membaca aksara Jepang. Penelitian ini akan difokuskan pada perancangan aplikasi pengenalan karakter optik aksara Jepang dengan menggunakan fitur matriks populasi piksel dan l1-metric distance dalam melakukan pengenalan pada citra aksara Jepang dimana fitur matriks populasi piksel digunakan untuk mendapatkan fitur dari karakter dan l1-metric distance untuk pengukuran jarak. Serta dalam membangun aplikasi digunakan bahasa pemograman java. ?Proses dalam penelitian ini terdiri dari 4 tahap yaitu pre-processing, segmentasi, ekstrasi fitur, dan pengukuran jarak. Pre-processing dilakukan dengan proses binerisasi. Segmentasi dilakukan dengan segmentasi karakter dalam sebuah kata. Ekstrasi fitur dilakukan untuk mendapatkan fitur dari aksara. Pengukuran jarak dilakukan untuk menghitung selisih antara data yang diuji dengan data yang terdapat dalam basis data lalu membandingkan dimana jarak yang terkecil merupakan data sampel yang mendekati data uji.Hasil pengujian yang dilakukan dengan fitur matriks populasi piksel dan l1-metric distance menunjukan bahwa 82,61% aksara jepang dengan jenis font yang berbeda dengan data sampel berhasil dikenali. Namun masih 17,39% masih terdapat kegagalan dalam mengenali aksara tersebut. Kegagalan ini dikarenakan proses binerisasi dan segmentasi yang kurang baik dimana proses binerisasi kadang menghilangkan piksel-piksel yang seharusnya tidak hilang dan segmentasi kurang mampu memisahkan per karakter.[En]Hiragana and Katakana is a language that comes from Japan. Japanese language has spread in Indonesia especially in learning. But because of Japanese language is not a language from Indonesia and not International language then this language is difficult to learn and read for a beginner who wants to learn the language. Therefore, it takes a system that can read Japanese script. This research will be focused on design application of optical character recognition of Japanese scriptby using pixel population matrix and l1-metric distance in the introduction of Japanese image where pixel population matrix is used to obtain feature of character and l1-metric distance for distance measurement. And in building applications used java programming language. The process in this research consists of 4 stages of pre-processing, segmentation, feature extraction, and distance measurement. Pre-processing is done by binary process. Segmentation is done by segmenting characters in a word. Feature extraction is done to get the feature of the script. Distance measurements are performed to calculate the difference between the data tested and the data contained in the database and then compare where the smallest distance is the sample data close to the test data. The test results were performed with the pixel population matrix and l1-metric distance indicates that 82.61% japanese characters with different font types with sample data are identified. But still 17.39% there are still failures in recognizing the script. This failure is due to the poor binary and segmentation process where the binary process sometimes removes the pixels that should not be lost and the segmentation is less able to separate per character.
ANALISIS DAN EVALUASI TINGKAT KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER NIRKABEL (WIRELESS LAN); STUDI KASUS DI KAMPUS STMIK MATARAM Lalu Delsi Samsumar; Karya Gunawan
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.292 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss1.2017.152

Abstract

[Id]Perkembangan teknologi informasi saat ini telah berkembang dengan sangat pesat, terutama dalam hal penggunaan jaringan komputer nirkabel. Penggunaan teknologi internet semakin banyak dan tidak terkontrol, hal ini disebabkan karena banyaknya pengguna internet di dunia, dan hampir semua lapisan masyarakat mengetahui tentang adanya internet dan cara mengaksesnya. Fenomena saat ini, banyak instansi-instansi pemerintah maupun swasta yang telah memanfaatkan teknologi nirkabel untuk mengkoneksikan perangkatnya, sehingga dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dengan cepat. Namun hal ini membuat seorang administrator jaringan komputer untuk berfikir dan bekerja keras dalam membangun sebuah koneksi yang bersifat secure dan private.Seiring dengan perkembangan teknologi tersebut dibutuhkan kemampuan untuk dapat memecahkan persoalan-persoalan yang semakin kompleks dan rumit seperti persoalan terkait dengan keamanan jaringan komputer khusunya jaringan yang berbasis jaringan nirkabel. Untuk memelihara dan menjaga stabilitas jaringan agar tetap memadai dibutuhkan evaluasi dan analisis penilaian secara berkala. Penelitian ini menghasilkan sebuah model sebagai hasil dari penilaian yang dapat digunakan sebagai referensi untuk mengembangkan dan meningkatkan keamanan akses jaringan komputer nirkabel pada jaringan kampus STMIK Mataram.[En]The development of information technology has now grown very rapidly, especially in the case of the use of wireless computer networks. The use of internet technology more and more uncontrolled, this is due to the number of internet users in the world, and almost all levels of society know about the Internet and how to access it. The current phenomenon, many government agencies and private companies that have taken advantage of wireless technology to connect the device, so it can complete the tasks quickly. But this makes a computer network administrator to think and work hard in building a connection that is secure and private.Along with the development of these technologies required the ability to be able to solve the problems of increasingly complex and complicated such as issues related to the security of computer networks, especially network-based wireless network. To maintain and maintain network stability in order to be adequate, regular evaluation evaluations are required. This study produced a model as a result of the assessment that can be used as a reference to develop and improve the security of wireless computer network access on the campus network STMIK Mataram.
APLIKASI E-LEARNING MENGGUNAKAN TREE VIEW Iwan Rijayana
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.154 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss1.2017.153

Abstract

[Id]Beberapa negara maju telah lama menerapkan komputer dan ICT dalam lingkungan pembelajaran baik intranet maupun internet, dan dalam bentuk Computer Aided Learning (CAL) maupun Intelligent Tutorial System (ITS). Berdasarkan pengamatan institusi pendidikan Sekolah Menengah Umum di Indonesia telah memanfaatkan fasilitas komputer untuk keperluan pembelajarannya, salah satunya adalah menggunakan sarana pembelajaran e-learning. Dalam penelitian ini di bangun suatu perangkat lunak Self Learning Centre (SLC) yang bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran dan memantau perkembangan siswa secara on-line dengan menggunakan metode Asyncronous Learning.Aplikasi e-learning dengan menggunakan tree view sebagai alat bantu proses pembelajaran di SMU ini di buat dengan menggunakan Macromedia Dreamwaver MX, bahasa pemogramman PHP, Java Script dan database menggunakan MySQL, dan? perancangan sistemnya menggunakan UML (Unified Modelling Language).Berdasarkan hasil implementasi, dapat di simpulkan bahwa Aplikasi e-learning SLC dapat membantu siswa dan guru dalam menggunakan materi paper based menjadi computer based yang lebih dinamis. Selain itu juga SLC dapat dijadikan salah satu fasilitas untuk menyajikan materi terstruktur dengan menggunakan tree view dan untuk melihat hasil perkembangan siswa berupa statistik dan grafik. Untuk perkembangan aplikasi ini materi dan soal-soal yang ditampilkan sebaiknya di update secara periodik yang sesuai dengan kebutuhan siswa.Kata Kunci : E-Learning, TreeView, SLC, Asynchronous learning[En]Some developed countries implemented computer and ICT in learning environment both intranet and internet, and in the form of Computer Aided Learning (CAL) and Intelligent Tutorial System (ITS). Based on the observations, some of high school education institutions in Indonesia have utilized computer facilities for learning purposes, such as using e-learning tools. In this research we built a Self Learning Center (SLC) software that aims to support the learning process and monitor the progrss of students learning on-line using Asyncronous Learning method.The e-learning application is built using tree view as a tool of learning process. It was created using Macromedia Dreamwaver MX, PHP programming language, Java Script and MySQL database.Based on the results of implementation, it can be concluded that the SLC e-learning application can help students and teachers to swift from paper-based materials to computer based. In addition SLC can be used as one of the facilities to present the material structured using tree view and to see the results of student progress by presenting statistics and graphs
IMPLEMENTASI ALGORITMA HUFFMAN DAN RUN LENGTH ENCODING PADA APLIKASI KOMPRESI BERBASIS WEB Eka Prayoga; Kristien Margi Suryaningrum
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.742 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.154

Abstract

[Id]Meningkatnya penggunaan media digital dalam kehidupan sehari-hari secara tidak langsung turut meningkatkan kebutuhan dalam penyimpanan data, oleh karena itu dibutuhkan sebuah metode untuk menangani hal tersebut, salah satunya adalah dengan menerapkan kompresi data. Kompresi adalah teknik dalam memampatkan suatu data untuk menghemat media penyimpanan yang digunakan, selain itu, kompresi pun dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, seperti backup data, proses pengiriman data, serta keamanan data. Pemampatan atau kompresi pada umumnya diterapkan pada mesin komputer, karena setiap simbol yang ditampilkan memiliki bit-bit yang berbeda. Penulis menggunakan algoritma Huffman dan Run Length Encoding dalam proses pemampatan yang dilakukan, dimana masukkannya adalah file TXT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi dari gabungan antara kedua algoritma tersebut, selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana rasio perbandingan ukuran file antara file awal dan file yang terkompresi. Implementasi sistem yang dilakukan memanfaatkan aplikasi berbasis web untuk memudahkan pengguna dalam memanfaatkan fitur sistem yang ada, dimana dalam sistem ini memuat proses kompresi dan dekompresi. Tahapan kompresi digunakan untuk proses pemampatan, dan tahapan dekompresi untuk proses pengembalian file ke bentuk dan ukuran yang semula. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 5 data uji, dan menunjukkan ukuran file hasil dekompres tidak seperti semula karena proses kompresi yang bersifat lossy.Kata kunci :Kompresi, TXT, Dekompresi, Huffman, Run Length Encoding[En]Increasing the use of digital media in life indirectly also increases the need for data storage, therefore needed a method to handle it, one of them is by applying data compression. Compression is a technique which compress data to save used storage, in addition, any compression can be used for other needs, such as data backup, data transmission process, and data security. Compression or compression is generally applied to a computer machine, because every symbol displayed has different bits. Writer here used Huffman and Run Length Encoding algorithm in the compression process, where the input is TXT file. The purpose of this study is to find out how the implementation of the combination between the two algorithms, in addition, this study also aims to find out how the ratio of file sizes between the initial file and the compressed file. Implementation of the system made use of web-based applications to facilitate users in utilizing the features of existing systems, which in this system includes the compression and decompression process. The compression stages are used for the compression process, and the decompression stage for the process of returning the file to its original shape and size. The study was conducted using 5 test data, and showed the decompress file size is not as original because the compression process is categorized as lossy
PENGEMBANGAN SMARTCAM AUTO MOTION DETECT DAN SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) ALERT Ade Bastian; Dony Susandi
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.46 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.155

Abstract

[Id]Perkembangan kehidupan modern berpengaruh terhadap meningkatnya aktivitas manusia yang lebih sering meninggalkan rumah. Kondisi tersebut menimbulkan atau mengundang tindak kejahatan.Dalam dunia Information Technology (IT) segala upaya dilakukan dengan membuat berbagai macam eksperimen, guna membuat suatu sistem yang baru dan semakin mempermudah kerja sistem tersebut. Diantaranya ada suatu sistem pemantau atau monitoring system menggunakan kamera.Sistem Pemantau adalah suatu sistem yang dapat mengawasi segala aktivitas atau kegiatan yang terjadi pada suatu ruangan atau daerah tertentu yang dianggap penting untuk dijaga keamanannya, sehingga dalam penelitian ini dibuataplikasi pengembangansmartcamberbasis auto motion detectdan Sms Alertdengan tujuan untuk memanfaatkan? image dan video capturing agar bisa mengontrol keadaan rumah tanpa harus selalu ada di dalam rumah. Aplikasi smartcam dibangun menggunakan perangkat lunak sistem operasi windows 7 ultimatedan bahasa pemrograman Visual Basic.Net 2010.Hasil penelitian ini adalah aplikasi smartcam berbasis auto motion detect dan sms agar dapat menjaga keamanan rumah saat pemilik sedang tidak berada di tempat serta mengantisipasi dengan cara mengetahui tindak kejahatan lebih dini.Kata Kunci:Smartcam, Auto Motion Detect, SMS Alert[En]Modern life is affecting an increasing human activity more often leave the house . These conditions pose or invite crime . In the world of Information Technology ( IT ) every effort was made to create a wide range of experiments , in order to create a new system and further simplify the system works . Among them there is a monitoring system or monitoring system using a camera .Monitoring System is a system that can oversee all activities or events that occur in a particular room or area that is considered essential to safeguard , so in this study were made based application development SmartCam auto detect movement and SMS Alert with the aim to utilize image and video capturing in order to control the state of the house without having to always be in the house . SmartCam applications built using the software windows 7 operating system and programming language Visual Basic Net 2010.The aim of this research is to build the SmartCam applications to detect motion and sending the alert through sms? while the owner was not in place and anticipate crime by identifying it early .
ANALISIS FAKTOR KEPERCAYAAN TERHADAP TEKNOLOGI PADA KEINGINAN MASYARAKAT DALAM MENGADOPSI E-VOTING Anik Hanifatul Azizah
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.142 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.156

Abstract

[Id]Berkembangnya penggunaan mesin e-voting dan meningkatnya penerapan pemilu dalam jaringan (daring) mengindikasikan bahwa masyarakat percaya akan performansi teknologi informasi dalam meningkatkan proses pemilu. Kesuksesan implementasi teknologi informasi mutlak dibutuhkan, Sebagai dukungan kesuksesan tersebut diperlukan analisis yang mendalam. Sebelum mengimplementasikan teknologi e-voting, pemerintah perlu mengetahui tingkat kesediaan (willingness) masyarakat untuk menggunakan teknologi baru. Tingkatan tertentu bahwa ekspektasi seseorang dapat terpenuhi dengan baik adalah definisi dari kepercayaan (trust). Kepercayaan masyarakat teridentifikasi sebagai faktor utama untuk mempengaruhi niat/ kemauan masyarakat menggunakan sebuah teknologi. Penelitian ini menganalisis pengaruh dari faktor kepercayaan terhadap niat untuk menggunakan e-voting. Penelitian ini mengusulkan sebuah model yang menggambarkan niat masyarakat untuk menggunakan e-voting (Intention to use) dengan mengidentifikasi kepercayaan masyarakat terhadap teknologi (trust of technology). Trust dibagi menjadi beberapa faktor yang lebih spesifik. Kuisioner kertas disebarkan kepada 370 masyarakat negara Indonesia dan 346 di antaranya valid. Kuisioner disebarkan secara langsung oleh surveyor kepada masyarakat yang telah memiliki hak pilih dan disebar secara merata kepada golongan umur yang bervariasi, serta tingkat Pendidikan maupun profesi yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi Trust of Technology (TOT) dapat meningkatkan niat masyarakat untuk menggunakan e-voting (Intention to Use E-voting - ITU). Ditemukan juga beberapa faktor dapat mempengaruhi pengaruh positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap teknologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah diharapkan untuk memperhatikan fakto-faktor yang mempengaruhi kepercayaan masyarakat yang berujung niat dan kemauan masyarakat untuk menggunakan e-voting sebelum menerapkan e-voting tersebut.Kata Kunci: Kepercayaan, Keinginan, Keamanan, Validitas, Pemilu.[En]Increasing adoption of the electronic voting machine and rising pilot testing of internet voting suggests people believe that ICT can improve the electoral process. Since every new technology adoption needs to achieve successful implementation, deeper analysis on several sides was needed to support it. Before implementing a particular e-voting technology, the government needs to know the level of citizen willingness to adopt those new technologies. The expectancy that promise of an individual or group can be relied upon is defined as trust. The citizen trust can be identified by certain factors that lead to intention to use actual system. This study analyzes the impact of trustworthiness on citizen intention to use e-voting system in a developing country. The research proposes a model of e-voting adoption intention by investigating citizen trustworthiness from trust of technology (TOT). The trust was expanded to more specific unique factors. Offline questionnaires were spreaded to 370 respondents and 346 of them were valid. Questionnaires were distributed directly by surveyors to people who have the right to vote and distributed equally for a wide range of ages, as well as varying levels of education and professions. The results indicate that higher TOT increase citizen intention to use e-voting, and also several key determinants have positive influence on the citizen trust. This result suggested that government should first comply with several factors in citizen trustworthiness before conducting an e-voting system.
RANCANG BANGUN RUNNING TEXT P10 16x32 BERBASIS ARDUINO UNO DENGAN KOMUNIKASI SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) Imelda U.V Simanjuntak; Asep Suhendar
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.645 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol4.iss2.2018.157

Abstract

[Id]Dalam perkembangan saat ini running text dapat menjadi salah satu media informasi yg banyak dipakai berupa berita maupun iklan yang dikemas dengan tampilan yang unik dan menarik. Penulisan teks saat ini kebanyakan mengandalkan unit komputer ataupun remote kontrol yang memiliki keterbatasan dalam hal jarak dan tidak efisien. Pada perancangan ini, Arduino Uno digunakan sebagai perangkat penghubung yang telah di program sehingga user atau operator dapat menggunakan running text sebagai media informasi dengan menggunakan komunikasi melalui SMS (short message service) dari telepon seluler, kemudian pesan diterima oleh modul GSM (global system for mobile communications) Sim800L yang diteruskan ke mikrokontroller Arduino Uno untuk ditampilkan pada display running text yang dapat berupa huruf, angka dan tanda baca.Melalui rancang bangun running text ini diharapkan jarak jangkauan menjadi lebih luas antara running text dan penggunanya, proses perubahan teks nya bisa dilakukan sewaktu ? waktu dan proses pengubahan data running teks menjadi lebih mudah. Running Text yang digunakan type P10 ukuran 16cm x 32cm.Output tampilan berupa huruf atau angka yang terus berjalan sesuai pesan yang dikirim melalui SMS.Kata kunci: Running Text, Arduino Uno, SIM800L, Modul P10 16 x 32[En]Nowadays, running text is the most widely used information media in the form of news and advertisements that are packed with a unique and interesting appearance. Writing text currently mostly relies on computer units or remote controls that have limitations in terms of distance and inefficiency. In this design, Arduino Uno is used as a liaison device that already in at the program. so the user or operator can use running text as a medium of information by using communication via SMS (short message service) from mobile phone. The message received by GSM module (global system for mobile communications) Sim800L on the running text, then is forwarded to Arduino Uno microcontroller to be displayed on the display running text. Display that can be letters, numbers and punctuation marks. Through the design of the running text is expected to be wider range of distance between running text and its users, the process of text changes becomes easier for anytime. Running Text used type P10 size 16cm x 32cm. Output display in the form of letters or numbers are running according to messages via SMS.

Page 10 of 34 | Total Record : 335