cover
Contact Name
Jonathan Alfrendi
Contact Email
emailjonathan.a@gmail.com
Phone
+6285759296535
Journal Mail Official
izmykhumairoh@lecturer.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. dr. Antonius Suroyo Kampus Universitas Diponegoro Tembalang, Semarang, Jawa tengah, Kode Pos 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
ENDOGAMI Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi
Published by Universitas Diponegoro
Core Subject : Humanities, Social,
Fokus bidang ilmu antropologi. Bentuk-bentuk karya ilmiah yang dapat dimuat adalah original article berupa artikel hasil penelitian review article atau makalah kajian pustaka berupa uraian singkat tentang temuan penelitian yang dianggap penting untuk segera dipublikasikan.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2024): Juni" : 18 Documents clear
Air Terkelola, Panen Terjaga: Adaptasi Petani di Lahan Karst dalam Menghadapi Perubahan Iklim Isna Maulida Ahmad
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.301-315

Abstract

Perubahan iklim telah mengakibatkan kerentanan di bidang pertanian, terlebih petani yang berada di lahan karst. Petani dituntut untuk mampu mempertahankan penghidupannya dengan melakukan upaya adaptasi. Tulisan ini bertujuan mengetahui hubungan perubahan iklim dengan sektor pertanian dan kemampuan adaptasi petani di lahan karst terhadap perubahan iklim. Data penelitian ini bersumber dari tinjauan literatur, wawancara, dan observasi. Tinjauan literatur digunakan untuk mengetahui pandangan petani mengenai iklim, sedangkan observasi dan wawancara dilakukan untuk mendapat data lapangan terkait bentuk adaptasi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya memastikan ketercukupan air pertanian menjadi bentuk adaptasi petani dalam menghadapi perubahan iklim. Ketercukupan air dilakukan dengan melakukan perubahan teknologi serta membentuk institusi pengairan yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Perubahan teknologi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas akses terhadap air sehingga dapat mengantisipasi kekeringan saat terjadi kemarau panjang. Institusi pengairan diperlukan untuk memastikan kesetaraan distribusi akses terhadap air bagi petani. Sejalan dengan itu, tulisan ini memandang bahwa adaptasi kolektif memiliki peran penting untuk membantu meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi perubahan iklim, khususnya pada petani kecil yang memiliki keterbatasan modal, tetapi tetap harus mengamankan sumber penghidupannya.
Faktor Kesenangan dan Jaminan Tabungan Primogems dalam Genshin Impact Atria Graceiya
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.225-237

Abstract

Genshin Impact menjadi salah satu game yang populer di masyarakat dari berbagai kalangan usia, terlebih lagi Genshin Impact adalah free-to-play (f2p) atau game yang bisa dimainkan secara gratis tanpa mengeluarkan uang sepeserpun, serta memiliki banyak karakter yang bisa dimainkan yang didapatkan melalui gacha. Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor menggunakan pandangan Broostin yang menyebabkan player memutuskan untuk gacha salah satu karakter dari Genshin Impact beserta alasan mereka melakukan pembelian produk Blessing of The Welkin Moon. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif serta partisipasti observasi, ditemukan bahwa adanya keterlibatan dari knowing eye, vicarious eye, visceral eye, dan voyeur eye dalam pemilihan satu karakter yang akan di-gacha. Dari keterlibatan empat elemen tersebut yang akhirnya membuat player memilih untuk membeli Blessing of the Welkin Moon, yang player pakai sebagai jaminan bahwa tabungan primogems mereka jauh lebih banyak. Pada dasarnya, player yang telah membeli Blessing of the Welkin Moon cenderung tetap memilih untuk terus berlangganan produk freemium yang ditawarkan oleh Hoyoverse dikarenakan player merasakan itu sebagai jaminan tabungan primogems player terus bertambah, meskipun player telah mendapatkan karakter yang diinginkan. Terlebih lagi Hoyoverse terus-menerus merilis karakter baru, sehingga player memilih untuk terus berlangganan. Memiliki teman sebaya yang bermain game yang sama juga menjadi salah satu alasan kenapa player memilih untuk membeli Blessing of the Welkin Moon.
Kain Lurik dalam Baju Surjan: Jejak Dakwah Sunan Kalijaga Melalui Media Baju Takwa Tri Handayani; Firda Mutia Widayanti
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.482-495

Abstract

Sunan Kalijaga terkenal dengan dakwahnya yang menggunakan pendekatan kesenian, salah satunya menciptakan baju takwa yang disebut surjan. Oleh karena itu, pertanyaan penting yang diangkat dalam artikel ini antara lain terkait bagaimana peran lurik sebagai bahan dasar surjan? Kedua, apakah melalui kain lurik tersebut bisa memberikan deskripsi tentang gambaran kehidupan masyarakat pada masa itu? Penelitian ini dilakukan dengan metode pustaka. Pertama, peneliti menentukan topik artikel setelah membaca beberapa referensi. Kedua, penelitian tidak dilakukan di lapangan, namun peneliti melalui beberapa langkah, yaitu mencari, mengumpulkan, dan menganalisis bahan literatur berupa jurnal, buku, berita online, dan dokumen lainnya. Hasil penelitian menunjukkan Sunan Kalijaga menghabiskan kehidupan masa kecilnya di era Kerajaan Majapahit yang hampir runtuh. Selama itu, ia menyadari adanya pelapisan sosial yang memberatkan golongan bawah laki-laki dan permasalahan iklim yang panas, salah satunya terkait aspek pakaian laki-laki. Kemudian ia menciptakan baju surjan berbahan dasar lurik yang baru resmi digunakan ketika masa Mataram Islam. Makna yang terdapat dari lurik bercampur dengan makna surjan, yaitu pentingnya kesederhanaan yang ditonjolkan dari motif garis dan bagaimana pentingnya tentang menanamkan  nilai-nilai Islam agar senantiasa hidup dengan mengingat Allah Swt. Artikel ini berkesimpulan bahwa hubungan antara Allah Swt. dengan manusia sangat yang tercermin dari baju surjan berbahan kain tenun lurik.
Ikhtiar Menghidupkan Kampung Adat Lama: Esensialisme—Anti Esensialisme dalam Pembelajaran Sekolah Adat di Kampung Wangun Danu Kurnianto
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.403-419

Abstract

Pendidikan masyarakat adat yang mulai ditaja oleh berbagai LSM pada tahun 1990-an hari ini mulai bertumbuhan di berbagai wilayah adat di Indonesia. Wacana politik gerakan masyarakat adat (indigentas) menguat ketika AMAN dideklarasikan pada tahun 1999. Berbagai ragam variasi bentuk-bentuk artikulasi pengakuan hak-hak masyarakat adat kini turut berlangsung melalui media sekolah-sekolah adat. Pendidikan kritis-kontekstual yang digaungkan, ternyata belum berjalan seideal wacana untuk memperkuat kembali kesadaran akan memiliki hak atas wilayah adat. Kajian etnografis ini menemukan fakta bahwa terdapat penyelenggaraan pendidikan masyarakat adat di sebuah kampung adat lama yang kini hidup tanpa kepemimpinan adat, dilaksanakan dengan tidak langsung menyandarkan materi pembelajarannya dengan proses pembangunan yang sedang berlangsung di sekitar mereka. Wacana indegenitas yang dapat berlangsung melalui artikulasi dalam pendidikan masyarakat adat ternyata tidak selamanya digunakan untuk menggugah daya kritis generasi muda adat dalam merespon pembangunan. Pendidikan masyarakat adat yang dilakukan sekolah adat Birawa ini lebih banyak menggunakan pendekatan esensialis. Pendekatan esensialis dalam pendidikan masyarakat adat lebih mencoba merangkum dan menjalankan kekayaan pengetahuan lokal dan tradisi yang masih bertahan tanpa mengkontekstualisasikan dengan proses pembangunan yang terjadi. Artikel ini berkesimpulan bahwa dekontekstualisasi materi pembelajaran dari problematika pembangunan yang dihadapi masyarakat adat dilakukan agar anak lebih dahulu merasa memiliki dan cinta terhadap adat-istiadat mereka. Harapannya ketika anak mencintai adat mereka, mereka akan turut berjuang menegakkan hak-hak masyarakat adat
Evaluasi Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program Kreativitas Desa Padu Banjar Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara Anti Angraini
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.316-331

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui pendayagunaan SDM dan SDA yang ada pada masyarakat serta menekankan partisipasi sosial masyarakat tersebut, untuk mengambangkan daya nilai yang sudah ada dan menjadi program-program kreativitas untuk pertumbuhan perekonomian rumah tangga masyarakat. Penelitian ini akan mengkaji tentang evaluasi program pemberdayaan ekonomi yang telah didapat masyarakat dari Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah program-program yang diberikan dari Desa Padu Banjar sudah tercapai. (2) mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dari dari program-program yang telah diberikan kepada masyarakat. (3) menggali potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan dan sosialisasi mengenai program kreativitas ekonomi pada masyarakat Desa Padu Banjar. Metode penelitian kualitatif menjadi metode dalam pengumpulan data sehingga terbentuk analisis mengenai evaluasi program pemberdayaan ekonomi Desa Padu Banjar. 
Cerita Ibu Dari Kaki Pegunungan Prau: Pengetahuan Lokal dan Upaya Penyelesaian Masalah Stunting Pada Balita di Desa Igrimranak Wonosobo Eka Yuniati
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.238-254

Abstract

Stunting atau gizi pendek menjadi salah satu masalah gizi kronis yang berdampak terhadap serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan belum terselesaikan di Indonesia. Berbagai program telah diupayakan untuk menangani masalah stunting oleh pemerintah, namun belum menunjukkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, studi mengenai masalah stunting juga masih perlu dilakukan dengan melibatkan aspek sosial-budaya dan pendekatan secara komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan stunting berlatar pada masyarakat pegunungan di Desa Igirmranak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk mengidentifikasi pengetahuan lokal ibu balita tentang stunting dan upaya pemenuhan gizi pada balita di Desa Igirmranak. Teknis pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengamatan, wawancara mendalam, dan penelusuran kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman ibu balita mengenai stunting masih kurang. Stunting dipahami bukan sebagai penyakit serius dan menganggap balita memiliki ukuran tubuh normal seperti pada umumnya. Faktor penyebab balita stunting dipengaruhi oleh faktor internal dari balita maupun faktor eksternal. Berbagai upaya dan program penanganan stunting dilakukan oleh pemerintah desa Igirmranak seperti kegiatan posyandu secara rutin, pemberian makanan tambahan pada balita, pemberian tablet penambah darah pada remaja, dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil.
Konsep “Manusia Autentik” Menurut Søren Kierkegaard Dalam Menyikapi Fenomena Flexing Pada Kaum Muda Yulianus Evantus Hamat; Fransiskus A.D. Satyawardhana; Agustinus Ferdino; Nur Oktavianus Yeval
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.496-507

Abstract

Fokus utama tulisan ini adalah menggali konsep manusia autentik menurut Søren Kierkegaard dalam menyikapi fenomena “flexing” pada kaum muda. Fenomena flexing adalah kecenderungan untuk memamerkan gaya hidup mewah dan kesuksesan (pencapaian) yang diraih seseorang dengan tujuan untuk serta mendapat pengakuan dari sesama. Fenomena flexing tengah merambat kepada semua manusia pada zaman modern. Tanpa terkecuali kaum muda. Dalam menyikapi fenomena ini, penulis mengambil konsep manusia autentik dari Søren Kierkegaard. Dia adalah seorang filsuf eksisitensialisme yang memusatkan pemikirannya pada manusia dan problematika yang dialaminya. Penulis melihat bahwa konsep manusia autentik yang digagas Søren Kierkegaard mampu menjadi solusi untuk memutus mata rantai fenomena flexing pada kaum muda. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apa itu fenomena Flexing, penyebab fenomena flexing, apa itu manusia autentik menurut Søren Kierkegaard, serta apa sumbangan gagasan manusia autentik Søren Kierkegaard dalam meminimalisir merebaknya fenomena flexing pada kalangan kaum muda. Tulisan menggunakan pendekatan studi pustaka yakni pembacaan kritis atas pemikiran Søren Kierkegaard dan fenomenologi terhadap fenomena flexing. Penelitian ini menemukan bahwa kecenderungan untuk pamer di media sosial atau flexing yang dialami kaum muda dilatarbelakangi oleh krisis eksistensi dan pengakuan yang dialmi kaum muda. 
Diskursus Ontologis Suku Jawa serta Pemaknaan Pitutur Jawa Berdasarkan Metode Verifikasi Alfred Jules Ayer Alfian Tri Laksono
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.420-432

Abstract

Bahasa merupakan instrumen penting dalam keberlangsungan peradaban umat manusia. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menganalisis salah satu produk bahasa, yaitu pitutur jowo yang merupakan bagian dari budaya suku Jawa. Analisis terhadap pitutur jowo tersebut dilakukan dengan menggunakan metode verifikasi Alfred Jules Ayer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data yang didapatkan dari laporan tertulis yang bersifat ilmiah dan sumber-sumber pustaka yang berkaitan dengan penelitian ini. Dengan pertanyaan peneltian yang dimaksudkan adalah bagaimana penjelasan terkait asal-usul orang/suku Jawa dan bagaimana falsafah hidup yang berkembang dan dipegang oleh masyarakat suku jawa, serta bagaimana menurut metode verifikasi A.J Ayer mengenai beberapa pitutur jowo. Hasil dalam penelitian ini adalah dalam sembilan pitutur yang dianalisis terdapat empat pitutur yang dikualifikasikan sebagai suatu yang meaning full dan sisanya meaning less. Pitutur yang dipilih sebagai objek penelitian ini adalah jenis pitutur sinandi yang umum digunakan oleh keluarga dalam mendidik anak usia dini. Kemudian hasil lainnya berkaitan dengan asal-usul suku Jawa, diketahui terdapat lima sumber yang dapat dijadikan referensi untuk mengetahuinya, yaitu pendapat dari sejarawan; pendapat arkeolog; babad tanah jawi; tulisan kuno India; dan surat kuno Keraton Malang.
Thebridestory Media Representation of Bride: Between Bridal Fiction and Consumerism Vir Risky Kustiani
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.332-352

Abstract

This article will explain how wedding media constructs and shapes the representation of brides in its publications. The analysis uses digital ethnographic methods with a semiotic approach to analyze Thebridestory Instagram content. Studies will be conducted to explore the representation of the bride's portrait in Thebridestory posts and what the wedding media constructs through language, symbols, and signs. Research shows that the bride portrait in Thebridestory uploads shows how bridal fiction is constructed and visualized into wedding documentation portraits. The implication of this is the celebration of a new form of feminity celebrated in the logic of consumerism. The wedding documentation published by Thebridestory narrates the idea of heteronormativiy through the celebration of women's feminity at the wedding celebration and the consumption of wedding that has become a whole. Then, the posts became a show that resulted in gazing from female audience. This representation perpetuates the patriarchal system by constructing marriage as an ideal choice for women.
Enklave Mangunan: Potensi Reforma Agraria Di Desa Mangunan, Bantul, D.I Yogyakarta Cahya Daru Saputro
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 7, No 2 (2024): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.7.2.255-269

Abstract

Status tanah di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki sejarah panjang baik dalam hal kepemilikan maupun status lahan yang dimilikinya. Salah satu dari sekian banyak tanah yang menjadi objek reforma agraria di DIY adalah Tanah Bekas Enklave di Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Disebut bekas enklave karena dahulu merupakan tanah eks swapraja Kasunanan Surakarta yang telah masuk menjadi bagian wilayah administratif Daerah Istimewa Yogyakarta. Keberadaan wilayah tanah bekas enklave saat ini bukan berarti menjadi tanah kosong melainkan sudah banyak aktifitas masyarakat yang memanfaatkan. Namun demikian pada saat ini masyarakat dalam posisi menunggu berkaitan status yang masih tarik ulur. Pada kesempatan kali akan mencoba memotret pemanfaatan tanah bekas enklave oleh masyarakat setempat dan potensi untuk meningkatkan kesejahteraanya, Akhirnya diharapkan tanah yang “tertinggal” ini bukan lagi menjadi polemik yang berkepanjangan. Namun bisa menjadi solusi atas kebutuhan kesejahteraan masyarakat yang lebih utama dengan penataan aset dan penataan akses yang lebih adil. 

Page 1 of 2 | Total Record : 18