cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HARMONI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25991795     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Harmoni (E ISSN 2599-1795) merupakan jurnal berbasis pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada tiga bidang keilmuan yaitu Bahasa, Sastra, dan Budaya. Jurnal Harmoni dikelola oleh Departemen Linguistik Universitas Diponegoro dalam hal ini Program Studi Sastra Inggris dan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 16 Documents clear
PENULISAN MEDIA PROMOSI WISATA DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS DI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PEMERINTAH KOTA SEMARANG Asmarani, Ratna; Atrinawati, Atrinawati
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Artikel ini berdasarkan pengabdian masyarakat yang berupa pelatihan penulisan media promosi wisata, khususnya leaflet, kepada staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Semarang. Diawali dengan mengkaji beberapa leaflet yang diterbitkan oleh Disbudpar Semarang ditemukanlah beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki. Untuk itu diadakan pelatihan bagi para staf yang menangani media promosi wisata. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah plus yang dibagi dalam empat langkah: ceramah/presentasi, contoh/demonstrasi, diskusi/tanya jawab, latihan/penerapan. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah perlunya leaflet khusus untuk setiap objek wisata dengan keterangan yang ringkas dan persuasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk itu diperlukan pelatihan yang berkelanjutan. Kata kunci :  penulisan leaflet, Disbudpar Semarang, promosi wisata, objek wisata. 
PENGENALAN BUDAYA MERANGKAI BUNGA ALA JEPANG (IKEBANA) Rosliana, Lina; Nindia Rini, Elizabeth Ika Hesti Aprilia; S.I., Trahutami; Noviana, Fajria
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Sebagai salah satu tridharma perguruan tinggi, dosen-dosen Program Studi S1 Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro melaksanakan pengabdian kepada masyrakat dengan tema pengenalan budaya merangkai budaya ala Jepang (ikebana). Dilihat dari asal katanya, ikebana (生け花) berasal dari kata ikeru, adalah seni merangkai bunga yang memanfaatkan berbagai jenis bunga, rumput-rumputan dan tanaman dengan tujuan untuk dinikmati keindahannya. Ikebana berasal dari Jepang tetapi telah meluas ke seluruh dunia. Kata ikebana merupakan gabungan dari kata ‘ike’ yang berari ‘hidup’ atau ‘tumbuh’ dan kata ‘hana/ bana’ yang berarti ‘bunga’. Jadi, secara etimologi ikebana berarti ‘bunga hidup’. Secara populer, ikebana diterjemahkan sebagai ‘seni merangkai bunga’.Rangkaian bunga ikebana tidak hanya disusun oleh bunga saja. Daun, buah, rumput dan ranting juga menjadi unsur penting dalam ikebana. Bahkan plastik, kaca dan logam juga dipergunakan dalam ikebana kontemporer. Semua unsur-unsur tersebut dirangkai sedemikian rupa dengan memperhatikan cara merangkai, ukuran, tekstur, volume, warna, jambangan, tempat dan waktu merangkai bunga tersebut sehingga dapat dihasilkan rangkaian bunga yang indah dan bernilai seni tinggi.Kata kunci : budaya Jepang; ikebana; seni merangkai bunga
PENERJEMAHAN TEKS BOOKLET PROMOSI MUSEUM RANGGAWARSITA SEMARANG Hadiyanto, Hadiyanto; Ellisafny, Cut AP
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.942 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Paper ini membahas tentang penerjemahan teks booklet promosi museum Ranggawarsita Semarang dengan menerapkan dua metode penerjemahan yaitu, Penerjemahan Kata Per Kata (Word-for-word Translation) dan Penerjemahan Harfiah (Literal Translation). Penerapan metode-metode penerjemahan tersebut bertujuan untuk menghasilkan teks terjemahan yang dapat menyampaikan pesan penulis bahasa sumber kepada pembaca dalam bahasa sasaran secara tepat. Hasil penerapan dua metode penerjemahan tersebut menunjukkan bahwa teks booklet dalam versi bahasa Indonesia yang telah diterjemahkan dalam versi bahasa Inggris memiliki kemiripan struktur tata bahasa sumber dengan beberapa penyesuaian, sehingga akan lebih mudah dibaca dan dipahami oleh pembaca bahasa sasaran khususnya wisatawan asing.Kata kunci: penerjemahan, booklet, metode penerjemahan
KIAT-KIAT UNTUK GURU AGAR SISWA AKTIF TERLIBAT AKTIF DI DALAM KELAS BAHASA Mualimin, Mualimin; Kistanto, Nurdien Harry
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.683 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Students in language classes are sometimes reluctant to be active. This condition can be a problem for teachers because in learning languages students are supposed to be actively involved and they even enjoy the activities. This paper aims at exploring some teaching and learning strategies and enjoyable activities that teachers may use in their classes so that students in the class are provoked to be involved in and enjoy the activities in their classes. To discuss this matter the writer has collected some references from books and journals on the matter. The discussion will cover teaching methods and strategic activities or techniques that teachers may find them useful to cater for such problems. By considering such methods and startegies it is hoped that the students of language classes will have enjoyable activities in their class and they will have a better achievement in their learning processes. Key words: teaching and learning strategies, enjoyable activities, language classes
PENGENALAN DAN PELATIHAN KALIGRAFI JEPANG BAGI SISWA SMU DI JAWA TENGAH Fadli, Zaki Ainul; Ratna, Maharani; Hastuti, Nur; Widiandari, Arsi; Saraswati, Dewi
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.944 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Japanese Caligraphy – Shodo, is a work of art that expresses the beauty of kanji characters on paper by writing using brushstrokes. The art of calligraphy is popular in Japan from elementary school children to the elderly and already widespread in the world. The tools used during shodo include shitajiki, bunchin, suzuri, sumi, and fude. At the beginning of  shodo, one must pay attention to his posture and hand to get good results. It is strongly advised so that the result can be as good as it is written with Japanese brush/fude. There are some various kinds of Japanese shodo, such as kaishou, gyousho, shousho. Usually shodo can be seen in some Japanese traditional events, such as Japanese wedding ceremony, Japanese tea ceremony room, in houses during new year, etc. 
MODEL PENGAJARAN “ENGLISH FOR TOURISM’ BAGI ANGGOTA POLRI DI POLRESTABES SEMARANG Subiyanto, Agus; Jumino, Jumino; Resnitriwati, Christine; Allien, Astri Adriani
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.278 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

ABSTRAK Sebagai salah satu bahasa Internasional, bahasa Inggris memiliki peranan sangat penting dalam pengembangan pariwisata.Pentingnya bahasa Inggris ini dirasakan tidak hanya oleh para pelaku pariwisata, tetapi juga oleh para anggota kepolisian di Polrestabes Semarang yang bertugas di bidang pariwisata (tourism police) atau di bidang yang menangani persoalan terkait dengan wisatawan asing. Tulisan ini membahas model pengajaran bahasa Inggris pariwisata kepada para anggota kepolisian di Polrestabes Semarang. Untuk melaksanakan kegiatan ini dlakukan beberapa tahapan, yakni pemberian pre-testdan kuesioner, untuk menjaring data terkait dengan kebutuhan peserta dan tingkat kemampuan bahasa Inggris mereka, pelaksanaan pelatihan dengan tiga metode pengajaran, yakni metode ceramah, diskusi kelompok kecil, dan role play, serta pemberian post-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggabungan metode ceramah, diskusi kelompok kecil, dan role play cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris lisan para peserta pelatihan. Hal ini dibuktikan melalui rerata peningkatan nilai post test dibanding dengan nilai pre-test sebesar 20 persen. Kata kunci: model pengajaran, tourism English, kepolisian  ABSTRACTAs one of the International languages, English has a very important role in the development of tourism. The importance of English is not only experienced by those involved in the tourism sector, but also by police members at the police office of Semarang city(Polrestabes Semarang)who serveas tourism office,or who often handle the issues related to foreign tourists. This paper discusses the model of teaching English for tourism to members of Polrestabes Semarang. There are three steps of doing the English training. First, the participants were given a pre-test and a questioner, which is aimed to get the data related to their English needs and competence. Next, the participants were given an English training, using 3 teaching methods: lecture, small group discussion, and role play. Next, the participants were given a post-test. The results of the analysis show that combining lecture methods, small group discussions, and role plays is effective in improving the spoken English skills of the trainees. This is evidenced through the average increase in the post-test score compared with the pre-test score of 20 percent.Keywords: teaching model, tourism, English, police. 

Page 2 of 2 | Total Record : 16