cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL TARBIYAH
ISSN : 08542627     EISSN : 25974270     DOI : -
Tarbiyah Journal published by Tarbiyah Science and Teacher Training Faculty, State Islamic University of North Sumatera Medan, Medan City, North Sumatera Province,Indonesia Tarbiyah Journal is published since 1993 for Vol.1, No.1 and have gotten ISSN on May 29, 2007. This journal focuses on scholarly writing and articles of Tarbiyah science, Education and Islamic studies in the form of study, conceptual, reserach results, book review and biography.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 1 (2015)" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN KOMPETENSI DOSEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Syahrizal Syahrizal
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.573 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i1.11

Abstract

Dosen PAI yang membekali diri dengan kompetensi pedagogik, sosial, profesional, akhlak, emosional, intelektual, dan keagamaan atau minimal memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, kecerdasan moral, dan kecerdasan spiritual akan mampu menghadapi tantangan era globalisasi yang sedang bergulir. Era globalisasi, selain menjadi tantangan, juga menjadi peluang bagi dosen PAI untuk terus meningkatkan dan mengembangkan seluruh kompetensinya sehingga dapat menjalankan tugas keprofesionalannya untuk melahirkan output berkualitas yang mampu bersaing dalam era global.
KEPRIBADIAN DA`I DALAM BERDAKWAH Saidil Mustar
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.1 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i1.7

Abstract

Dai/Penyuluh Agama yang efektif dapat di kelompokkan kepada tiga bagian. Pertama, efektif bagi dirinya sendiri. Artinya, sebelum Dai/Penyuluh Agama memberikan Dakwah Islamiyah kepada orang lain ia harus meng-Dakwah Islamiyah dirinya sendiri. Dai/Penyuluh Agama harus orang yang secara pribadi sehat rohaninya, stabil emosinya, berpandangan baik terhadap dirinya (citra diri yang positif) dan mampu mengatasi masalah pribadi dan keluarganya. Kedua, efektif bagi orang lain (Mad`u). Artinya, Dai/Penyuluh Agama memiliki sejumlah kekayaan kepribadian yang dapat membuat orang lain (Mad`u) merasa senang, nyaman, aman, damai, merasa di hormati dan di hargai. Label-label kepribadian semacam ini tercermin dalam suasana hubungan Dakwah Islamiyah yang penuh penerimaan dan kepedulian, pemahaman dan empati, keterbukaan dan kesejatian serta mendengarkan dengan baik dari pihak Dai/Penyuluh Agama. Ketiga, kemampuan atau keterampilan dasar Dai/Penyuluh Agama. Artinya, seorang Dai/Penyuluh Agama yang efektif, disamping memiliki kepribadian yang efektif bagi dirinya sendiri dan orang lain (Mad`u), ia harus memiliki kemampuan atau keterampilan dasar agar dapat mengkomunikasikan kepribadiannya dalam proses Dakwah Islamiyah. Dimensi keterampilan ini merupakan dimensi kognitif yang meliputi kompetensi intelektual, kelincahan karsa cipta atau fleksibelitas dan mampu mengembangkan keakraban selama proses Dakwah Islamiyah berlangsung, bahkan di luar hubungan Dakwah Islamiyah. Kata Kunci: Da’i, da’wahIslamiah, komunikasi
PENINGKATAN MUTU KOMPETENSI PAEDAGOGIK DENGAN QUANTUM TEACHING AND LEARNING (QTL) Mas’ud Zein
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.37 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i1.12

Abstract

Pembelajaran di kelas harus dapat memandirikan siswanya dalam belajar, kemandirian dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk memikirkan, merasakan, serta melakukan sesuatu sendiri. Oleh sebab itu, guru harus memiliki kemampuan dalam mengelola pembelajaran. Quantum Teaching Learning merupakan sebuah metode yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif, dengan cara menggunakan unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnya melalui interaksi yang terjadi di dalam kelas. Dalam pandangan Islam Quantum Teaching Learning bertujuan membina manusia guna mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan Khalifah-Nya. Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik, Quantum Teaching Learning.
ETIKA PESERTA DIDIK PERSPEKTIF ISLAM Salmina wati
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.863 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i1.3

Abstract

Anak didik merupakan individu yang akan dipenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan, sikap dan tingkah lakunya. Akan tetapi, dalam proses kehidupan dan pendidikan umum, batas antara keduanya sulit ditentukan karena adanya saling mengisi dan saling membantu, saling meniru dan ditiru saling memberi dan menerima informasi yang dihasilkan akibat dari komunikasi yang dimulai dari kepekaan indera, pikiran daya apersepsi dan keterampilan untuk melakukan sesuatu yang mendorong internalisasi dan individualisasi pada diri individu sendiri. Imam Nawawi menuliskan tentang beberapa etika yang harus dimiliki seorang murid dalam prosesnya mencari ilmu. Etika ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan petunjuk bagi orang yang ingin memperoleh keberkahan hidup yaitu dengan usaha mencari ilmu.Kata Kunci: Etika, Peserta Didik, Islam
KONFLIK DALAM ORGANISASI SEKOLAH Anziz Han
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.07 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i1.8

Abstract

Salah satu dimensi konflik adalah konflik dalam organisasi. sekolah sebagai satu organisasi pendidikan, di dalamnya berlangsung interaksi antara warga sekolah. Kepala sekolah, staf, guru, pegawai, komite sekolah dan siswa melakukan relasi sosial dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Pengembangan kepribadian anak untuk mencapai kedewasaan menjadi fokus kegiatan sekolah. Munculnya perbedaan pandangan, kepentingan, tujuan, dan harapan-harapan dalam menciptakan sekolah efektif yang diinginkan menjadi poros konflik yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah dalam pemecahannya agar sekolah menjadikan kualitas pendidikan diterima semua stakeholders pendidikan di setiap sekolah. Kata Kunci: Konflik, Organisasi dan Sekolah
EVALUASI KETERAMPILAN LABORATORIUM MAHASISWA MENGGUNAKAN ASESMEN KEGIATAN LABORATORIUM BERBASIS KOMPETENSI PADA PELAKSANAAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN Djohar Maknun
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.823 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i1.4

Abstract

Pelayanan kegiatan laboratorium/praktikum merupakan salah satu unsur dan upaya yang tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran sains IPA secara menyeluruh. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan terhadap kegiatan laboratroium yang semakin meningkat baik jumlah maupun mutunya, maka peranan laboratorium sains (biologi) baik dalam bentuk rujukan kegiatan lab sains maupun bentuk lainnya perlu dikembangkan dan ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan metode riset dan pengembangan (Research and Development). Asesmen berbasis kompetensi yang dikembangkan meliputi empat dimensi kompetensi dalam asesmen berbasis kompetensi yaitu; (1) task skills, (2) contingency management skills, (3) task management skills, dan (4) role/job environment skills. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Pre Experimen Design (Quasi experiment). Kegiatan praktikum di Jurusan Tadris IPA Biologi IAIN Syekh Nurjati Cirebon kurang mengembangkan keterampilan laboratorium, kompetensi keterampilan lab mahasiswa kategori sedang sampai tinggi. Efektivitas asesmen yang digunakan untuk mengevaluasi keterampilan lab mahasiswa sudah cukup tinggi. Keunggulan asesmen yang digunakan, dapat secara rinci mengevaluasi keterampilan lab mahasiswa berdasarkan kriteria/indikator kerja yang jelas, sedangkan kelemahannya memerlukan waktu yang ekstra dan metode penilaian yang komprehensif untuk mendapatkan data hasil evaluasi yang lebih valid. Faktor-faktor pendukung untuk mengembangkan keterampilan lab mahasiswa, antara lain keberadaan lab, alat, dan bahan praktikum, dan adanya panduan praktikum, sedangkan faktor penghambat adalah keterbatasan waktu praktikum, serta kerusakan dan keterbatasan alat. Kata Kunci: Evaluasi, Keterampilan Lab, Asesmen, Kompetensi, PPL
MENANAMKAN KECERDASAN MORAL SEJAK ANAK USIA DINI PADA KELUARGA MUSLIM R.A.Anggraeni Notosrijoedono
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.433 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i1.9

Abstract

Kecerdasan moral perlu dikembangkan sejak anak usia dini melalui keluarga muslim. Orangtua terutama ibu mempunyai peran penting dalam pembentukan kecerdasan moral seorang anak yang akan membentuk karakter anak untuk menuju kedewasaannya. Ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi seorang anak. Anak usia dini yang berada diantara usia 0 – 6 tahun merupakan masa usia emas atau golden age, yaitu usia di mana sel-sel otak berkembang secara luar biasa dengan membuat sambungan antar sel. Masa ini tidak akan kembali berulang, sehingga perlu waktu yang cukup lama dari orang tua untuk membina anak-anaknya menjadi manusia yang bermoral. Untuk membangun kecerdasan moral perlu diperhatikan tujuh kebajikan utama kecerdasan moral yang dapat membentuk karakter anak , yaitu (1) empati untuk memahami dan merasakan kekhawatiran orang lain, (2) nurani untuk mengetahui dan menerapkan cara bertindak yang benar, (3) kontrol diri untuk mengendalikan pikiran dan tindakan agar dapat menahan dorongan dari dalam maupun dari luar sehingga dapat bertindak dengan benar, (4) rasa hormat untuk menghargai orang lain dengan berlaku baik dan sopan, (5) kebaikan hati untuk menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan dan perasaan orang lain, (6) toleransi untuk menghormati martabat dan hak semua orang meskipun keyakinan dan perilaku mereka berbeda dengan kita dan (7) keadilan untuk berpikir terbuka serta bertindak adil dan benar. Diharapkan dua puluh mendatang Indonesia akan mendapatkan generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupannya.Kata kunci : Tumbuh-kembang, Kecerdasan Moral, Empati, Nurani, Kontrol Diri, Rasa Hormat, Kebaikan hati, Toleransi, Keadilan, Anak Usia Dini dan Keluarga Muslim
KEPEMIMPINAN DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Hidayati Hidayati
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.246 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i1.5

Abstract

Kepemimpinan pendidikan merupakan strategi yang menentukan munculnya perubahan instiusi kea rah yang lebih baik. Oleh sebab itu, kepemimpinan harus ditingkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu untuk memajukan dunia pendidikan nasional. Semua kepala sekolah menjadi factor signifikan yang memungkinkan visi, misi dan tujuan pendidikan menjadi terwujud dalam era globalisasiKata Kunci : Kepemimpinan, Peningkatan, dan Mutu Pendidikan.
PELATIHAN MANAJEMEN SEKOLAH SEBAGAI UPAYA UNTUK MENCIPTAKAN SEKOLAH EFEKTIF PADA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN TANGGAMUS Riswandi Riswandi
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.398 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i1.10

Abstract

Salah satu upaya untuk menciptakan sekolah efektif di Sekolah Dasar adalah dengan melaksanakan manajemen sekolah secara komprehensif dan menyusun rencana pengembangan program kerja sekolah. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian ini adalah agar peserta memiliki wawasan dan pemahaman yang baik dan benar tentang ruang lingkup manajemen sekolah dalam rangka untuk mencapai sekolah efektif dan menyusun rencana pengembangan program sekolah. Tahap pelaksananaan kegiatan yang dilaksanakan adalah dengan melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode kegiatan pengabdian yang dilaksanakan adalah ceramah dan tanya jawab, tutotial dan pendampingan, penugasan dan diskusi, serta praktik. Hasil pretest peserta yang berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman menunjukkan masih rendah, sedangkan yang berkaitan dengan keterampilan cukup. Hasil pretest juga menunjukkan lima orang peserta memperoleh nilai rendah, 35 orang memperoleh nilai sedang, dan 10 orang mendapat nilai baik. Setelah dilaksanakan kegiatan, hasil postest yang diperoleh peserta terjadi kenaikan. Hasil kegiatan ini menyimpulkan (1) penguasaan peserta terhadap materi tentang ruang lingkup manajemen sekolah terjadi peningkatan, baik yang berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan, dan (2) terjadi peningkatan kemampuan pemahaman dan keterampilan tentang menyusun rencana pengembangan program sekolah mendapat nilai baik setelah mengikuti pelatihan yang mana sebelumnya memperoleh nilai cukup.Kata Kunci: Manajemen Sekolah, Sekolah Efektif, Program Pengembangan Sekolah
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH Wahyudin Nur Nasution
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.016 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i1.6

Abstract

Kepemimpinan pendidikan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakkan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan agar dapat dicapai tujuan pendidikan atau sekolah secara efektif dan efisien. Agar tujuan sekolah dapat dicapai secara efektif dan efisien dibutuhkan kepemimpinan kepala sekolah yang efektif. Ada tujuh karekateristik kepemimpinan kepala sekolah efektif: (1) memiliki visi yang jelas, (2) memiliki harapan tinggi terhadap prestasi ; (3) memprogramkan dan memberikan umpan balik yang positif dan konstruktif , (4) mendorong pemanfaatan waktu secara efisien, (5) mendayagunakan berbagai sumber belajar, (6), memantau kemajuan peserta didik baik secara individual maupun kelompok, (7), melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkesinambungan.Kata Kunci: Kepemimpinan, Pendidikan, dan Sekolah

Page 1 of 1 | Total Record : 10