cover
Contact Name
Nuristiqamah Awaliyahputri B
Contact Email
jurnaltazkiya@uinsu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltazkiya@uinsu.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20731)
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20864191     EISSN : 28073959     DOI : 10.30829
Core Subject : Religion, Education,
Focuses on providing opportunities for researchers in the field of education, especially the results of research and research that are relevant to Islamic Education to be published. As for the scope of Islamic Education that is meant is: Islamic Education Islamic Education Management History of Islamic Education Islamic Education Curriculum Islamic Education Institutions Islamic Educational Psychology Character Education in Islam Learning Process Etc.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016): Tazkiya" : 8 Documents clear
KONTRIBUSI MAJELIS TA’LIM DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP REMAJA MESJID DESA CINTA RAKYAT KEC. PERCUT SEI TUAN Nurmawati, Nurmawati
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2016): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.768 KB) | DOI: 10.30829/taz.v5i1.48

Abstract

Nilai-nilai pendidikan karakter yang ditanamkan oleh Majelis Ta’lim bagi anggota  Remaja Mesjid di desa Cinta Rakyat kecamatan Percut Sei Tuan Deli Serdang. Pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan dan wawancara mendalam. Tehnik analisis data  adalah tehnik  analisis yang digunakan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan membuat kesimpulan/ verifikasi, data penelitian diperiksa keabsahannya dengan menggunakan tehnik triangulasi sumber, metode dan teori. Nilai-nilai pendidikan karakter difokuskan pada nilai pendidikan karakter spritual, emosi dan karakter sosial. Penelitian menemukan bahwa penanaman nilai-nilai karakter spiritual dan sosial melaluai majelis ta’lim belum  memberi kontribusi sepenuhnya secara maksimal. Melalui Pengajian akbar remaja mesjid pendidikan karakter spritual sebagaimana yang ditetapkan 18 (delapan belas) karakter, maka pendidikan karakter religius dan karakter sosial, jujur, toleransi dan disiplin lebih memberi kontribusi.
POTRET BURAM PENDIDIKAN NASIONAL Ritonga, Asnil Aidah
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2016): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.158 KB) | DOI: 10.30829/taz.v5i1.44

Abstract

Pendidikan nasional hingga saat ini tetap menjadi perhatian khusus pemerintah. ini dikarenakan  indeks pembangunan pendidikan untuk semua atau education for all (EFA) di Indonesia menurun tiap tahunnya. Potret pendidikan Indonesia, selain sebagai kontribusi positif yang telah dimainkan, juga sarat dengan persoalan yang kian hari kian kompleks dan sulit diurai. Ada jurang yang lebar antara tujuan ideal dengan realitas di lapangan. Potret buram pendidikan nasional tersebut di antaranya; sistem pendidikan nasional bersifat parsial, tidak utuh dan tidak sistematis. Implikasi dari sistem yang semacam ini adalah dihasilkannya out put yang memiliki karakteristik yang terpecah. Selanjutnya kurikulum yang kurang mencerdaskan, kelemahan lain dari sistem pendidikan nasional dapat kita cermati dari kontruksi kurikulum yang ditawarkan. Karakteristik kurikulum yang dikembangkan nampaknya kurang progresif. Rumusannya masih berkisar menjawab berbagai persoalan dalam jangka waktu 5 atau 10 tahun kedepan. Di samping kurikulum yang kurang mencerdaskan, nalar egoisme yaitu egoisme kedua orang tua yang memaksa anak untuk masuk disuatu sekolah atau belajar suatu pelajaran yang tidak diminati dan tidak disukai si anak sehingga belajar menjadi terpaksa. Ini menimbulkan dampak negatif dalam pencapaian pembelajaran. Potret buram pendidikan berikutnya adalah masyarakat yang mabuk gelar. Gelar dapat diperjual belikan, tanpa harus kuliah di Perguruan Tinggi seseorang dapat gelar asalkan membayar dengan sejumlah uang, ini adalah suatu pembohongan terhadap diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Makalah ini akan membahas persoalan-persoalan di atas, selanjutnya di diskusikan untuk mencari solusi demi kemajuan pendidikan nasional Indonesia
PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKANHASIL BELAJAR PADA MATERI PENGERTIAN DAN PENYEBAB TAKABBUR DALAM MATA PELAJARAN PAI T.P 2015/2016 Ermenelis, Ermanelis
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2016): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.756 KB) | DOI: 10.30829/taz.v5i1.45

Abstract

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan peserta didik yang cerdas, terampil, dan berkarakter. Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran yang  memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosial-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa. Strategi pembelajaran yang terpusat pada peserta didik dan penciptaan suasana yang menyenangkan sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran PAI. Dalam hal ini penulis memilih model “Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) untuk meningkatkan hasil belajar pada materi Pengertian dan Penyebab Takabbur. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada materi Pengertian dan Penyebab Takabbur khususnya kelas IX1 pada SMP Negeri 17 Medan, sehingga pelajaran PAI menjadi lebih menyenangkan dan menimbulkan kreatifitas. Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning di kelas IX1 dalam mata pelajaran PAI melihat sejauh manakah pendekatan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada kelas IX1.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN DOSEN JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUMATERA UTARA Nasution, Abd Halim
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2016): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.08 KB) | DOI: 10.30829/taz.v5i1.40

Abstract

Merencanakan pembelajaran merupakan tugas dosen termasuk dosen di jurusan Pendidikan Agama Islam sebelum melaksanakan perkuliahan, sebab perencanaan yang dirancang oleh dosen dalam pembelajaran akan mempengaruhi ketercapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. Perencanaan pembelajaran mencakup aktivitas memperkirakan kebutuhan belajar, memiliki pokok bahasan, tugas dan tujuan umum, meneliti ciri pembelajaran, menetukan isi pembelajaran dan analisis tugas, menyatakan tujuan pembelajaran, merancang kegiatan pembelajaran, memilih media, merinci pelayanan penunjang, mengavaluasi hasil belajar, dan memberikan uji awal untuk menentukan persiapan pembelajaran dalam mempelajari pokok bahasan. Adapun tujuan hasil penelitian ini untuk melihat  isi dari laporan RPP/RPS dosen  jurusan, dengan mengetahui kenyataan yang ada maka pihak fakultas khususnya juusan PAI dapat memberikan pelatihan dan informasi mengenai RPP/RPS yang terbaru sehingga ketika proses pembelajaran lebih inovatif dan menyenangkan mahasiswa sehingga kemampuan mereka lebih meningkat sehingga ilmu yang mereka peroleh dapat diaplikasikan ditengah masyarakat
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DISKUSI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA PEMBELAJARAN AL-QUR’AN-HADIS KELAS X MA LABORATORIUM UMN AL-WASHLIYAH MEDAN Milhan, Milhan
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2016): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.878 KB) | DOI: 10.30829/taz.v5i1.46

Abstract

Metode pembelajaran Al-Qur’an-Hadis yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode pembelajaran diskusi, yaitu dilakukan pada kelas X MA Laboratorium UMN Al-Washliyah Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pelaksanaan metode pembelajaran diskusi  dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa MA Laboratorium UMN Al-Washliyah Medan pada penguasaan materi pembelajaran Al-Qur’an-Hadis. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas X MA Laboratorium UMN Al-Washliyah Medan yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode diskusi lebih baik dengan nilai rata-rata =75,7 dibandingkan dengan hasil tes awal dengan nilai rata-rata   = 60,2. Dengan demikian hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran menggunakan metode diskusi terhadap prestasi belajar siswa, dimana hasil yang diperoleh thitung = 4,8 > ttabel = 1,67 hal tersebut menandakan bahwa hipotesis penelitian ini yang menyatakan bahwa metode diskusi mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah diterima pada taraf  = 0,05.
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) Rangkuti, Afifa
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2016): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.95 KB) | DOI: 10.30829/taz.v5i1.41

Abstract

Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada merupakan konsekuensi fundamental dalam penyelenggaraan demokrasi. Dalam Pasal 18 ayat 4 amandemen kedua UUD 1945,dikatakan bahwa Gubernur, Bupati, dan walikota masing-masing sebagai kepala Pemerintahan Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota dipilih secara demokratis. Sebagaimana lazimnya sebuah konstitusi atau UUD 1945 hanya memberikan garis besarnya saja tentang Pemilihan Kepala Daerah bahwa dipilih secara demokratis. Awalnya Pemilihan Kepala Daerah itu adalah bagian dari Otonomi Daerah yang ditetapkan dalam UU No.32 Tahun 2004 dengan menggunakan istilah Pemilihan Kepala Daerah atau disingkat PILKADA. Sedangkan istilah Pemilukada digunakan ketika pemilihan Kepala Daerah dianggap bukan lagi menjadi bagian dari rezim atau bagian dari Otonomi Daerah, melainkan menjadi rezim atau bagian dari PEMILU. Dalam UU No. 8 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah sebagai pengganti dari UU No.32 Tahun 2004 bahwa sistem pelaksanaan pemilihan kepala daerah di lakukan secara serentak di seluruh wilayah negara Indonesia. Hal ini merupakan perbedaan dalam pelaksanaan Pilkada yang diatur dalam UU Pemerintahan Daerah yang lama yaitu UU No.32 Tahun 2004 bahwa pelaksanaan Pilkada tidak dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, melainkan sesuai dengan daerah masing-masing yang diselenggarakan oleh KPUD masing-masing, di mana masa jabatan kepala Daerah nya akan berakhir masa jabatan nya. Dalam pelaksanaan Pilkada, ada kelebihan dan kekurangan dari pelaksaan secara langsung baik secara serentak dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia maupun tidak serentak dilaksanakan,kedua nya memiliki kebaikan dan keburukan dari kedua sistem ini.
URGENSI ZAKAT DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMERATAAN PENDAPATAN MASYARAKAT Nurcahaya, Nurcahaya
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2016): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.882 KB) | DOI: 10.30829/taz.v5i1.47

Abstract

Zakat dan sistim pewarisan dalam Islam cenderung berperan sebagai sistem distribusi harta yang egaliter sehingga harta akan selalu berputar dan beredar kepada seluruh lapisan rakyat. Selain itu zakat juga merupakan ibadah maliyah ijtima’iyah (ibadah yang berkaitan  dengan ekonomi keuangan dan kemasyarakatan)  dan merupakan salah satu   dari lima rukun Islam yang mempunyai status dan punsi  yang penting dalam syari’at Islam , sehingga Al-Qur’an menegaskan kewajiban zakat bersama dengan kewajiban solat di delapan puluh dua tempat. Meskipun penanganan zakat sudah dikelola oleh pemerintah namun masih ada saja di dalam pelaksanaan pembayaran zakat dilakukan oleh pribadi-pribadi wajib zakat yang tanpa campur tangan dari pemerintah hal ini mengakibatkan zakat tidak bisa tersalur secara  merata kepada para mustahiqqin. Bahkan ada yang enggan untuk mengeluarkan zakatnya kalaupun dikeluarkan jumlahnya tidak sesuai dengan ketentuan zakat yang sebenarnya. Apabila pemerintah kita dengan aparatnya yang bersih dan berwibawa sudah dapat menangani pengolaan zakat dengan manajemen yang baik dan sesuai dengan tujuan dan saran zakat yang telah digariskan oleh Islam,  maka pengeloaannya akan jauh lebih efektif dan efisien, di samping hasilnya juga dampak positifnya akan jauh lebih baik.
PENGETAHUAN GURU FIKIH TENTANG ILMU HADITS YANG TERKAIT DENGAN HADITS JUAL BELI PADA MADRASAH TSANAWIYAH AMIN DARUSSALAM BANDAR SETIA KEC. PERCUT SEI TUAN Daulay, Ahmad Riadi
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2016): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.961 KB) | DOI: 10.30829/taz.v5i1.43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengetahuan Guru Tentang Ilmu Hadits Yang Terkait Dengan Hadits Jual Beli di Madrasah Tsanawiyah Amin Darussalam Bandar Setia. Subjek penelitian ini adalah guru fikih,  sumber data primer diperoleh dari guru fikih,  sedangkan sumber data sekunder adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah. Ada tiga  tehnik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu: pengamatan,  wawancara mendalam, tes  dokumentasi. Untuk mengukur tingkat pengetahuan guru tentang ilmu hadits yang terkait dengan hadits jual beli digunakan tes pilihan ganda sebanyak dua puluh butir. Setiap butir terdiri dari pokok soal dan optionnya terdiri dari a,b,c dan d.   Setelah disusun tes berdasarkan kisi- kisi tersebut, tes ditelaah butir dengan menganalisisnya dari tiga ranah yaitu ranah materi, ranah konstruksi dan ranah bahasa. Kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut: Pengetahuan guru fikih tentang sanad hadits  berdasarkan jawaban butir tes,  skor perolehan guru fikih adalah sebesar 6, maka dapat dikategorikan bahwa pengetahuan guru fikih tentang sanad hadits adalah tinggi. Pengetahuan guru fikih tentang matan  hadits, berdasarkan jawaban butir tes, skor perolehan guru fikih adalah sebesar 4, maka dapat dikategorikan bahwa pengetahuan guru fikih tentang sanad hadits adalah tinggi. Pengetahuan guru fikih tentang rawi   hadits,   berdasarkan jawaban butir tes, skor perolehan guru  fikih adalah sebesar 22, maka dapat dikategorikan bahwa pengetahuan guru fikih tentang rawi hadits hadits  adalah tinggi. Pengetahuan guru fikih tentang arti  hadits, berdasarkan jawaban butir tes, skor perolehan guru fikih adalah sebesar 8, maka dapat dikategorikan bahwa pengetahuan guru fikih tentang rawi hadits haadis adalah tinggi.  Pengetahuan guru fikih tentang ilmu hadits yang terkait dengan hadits tentang hadits jual beli di Madrasah Tsanawiyah Amin Darussalam Bandar Setia

Page 1 of 1 | Total Record : 8