cover
Contact Name
Nuristiqamah Awaliyahputri B
Contact Email
jurnaltazkiya@uinsu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltazkiya@uinsu.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20731)
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20864191     EISSN : 28073959     DOI : 10.30829
Core Subject : Religion, Education,
Focuses on providing opportunities for researchers in the field of education, especially the results of research and research that are relevant to Islamic Education to be published. As for the scope of Islamic Education that is meant is: Islamic Education Islamic Education Management History of Islamic Education Islamic Education Curriculum Islamic Education Institutions Islamic Educational Psychology Character Education in Islam Learning Process Etc.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017): Juli - Desember 2017" : 9 Documents clear
ILMU DAN KEKUASAAN: ULAMA DAN POROS-POROS POLITIK muhammad basri
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.036 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i2.207

Abstract

Ulama merupakan tokoh atau orang yang mempunyai ilmu pengetahuan agama dengan baik. Ulama sebagai pigur dan tauladan bagi orang-orang disekitarnya, dan secara umum ulama adalah tempat bertanya serta mengetahui berbagai ilmu sesuai dengan bidang ulama tersebut. Politik merupakan sebuah strategi untuk mencapai sebuah tujuan, dari jenisnya politik terbagi dua yaitu politik yang bertujuan baik dan politik yang bertujuan tidak baik. Bagaimana ulama yang berkecimpung di dunia politik, apakah pantas bagi mereka, sehingga dalam tulisan ini dikaji dengan tema Ulama dan Politik.
PENGANGKATAN MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERUMUSAN TUJUAN PENDIDIKAN DALAM ISLAM Abd Halim Nasution
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.167 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i2.203

Abstract

Pendidikan sebagai sebuah proses memerlukan tujuan dan arah, tujuan pendidikan dalam Islam tidak terlepas dari tujuan hidup dan peran manusia, walaupun dipengaruhi oleh berbagai budaya, pandangan hidup, atau keinginan-keinginan lainnya. Dalam kajian  Islam, pendidikan adalah sarana untuk menghasilkan manusia yang taat beribadah dan mengabdi kepada penciptaNya, serta berhasil menjalankan tugasnya sebagai khalifah di bumi. Berdasarkan kajian tentang pengangkatan manusia sebagai khalifah dibumi dapat dipahami bahwa nilai-nilai yang harus dimiliki seseorang untuk menempati posisi sebagai khalifah dan sebagai manusia yang mulia, adalah beriman kepada Allah, beramal saleh, menegakkan hukum dengan benar, tidak memperturutkan hawa nafsu  dan tidak mengikuti jalan mufsid. Tujuan pendidikan Islam  harus berorientasi menyahuti peran dan tugas manusia sebagai khalifah, mampu menciptakan out put hamba yang taqwa serta memiliki skill dalam melaksanakan tugas kekhalifahannya.
Hellenisasi Pemikiran Islam vs Islamisasi Berbagai Tradisi Keilmuan mahariah mahariah
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.416 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i2.208

Abstract

When the bright sun has set, the stars will show their lights. Matahari tidak mungkin bersinar selamanya, ada saat di mana sinarnya akan memerah, temaram, redup, hingga kemudian tenggelam sepenuhnya. Dan pada saat yang sama, bintangpun mulai menampakkan diri, kerlipannya berpendar menghiasi langit, hingga datangnya pagi membawa matahari baru, the stars will show their lights. Begitulah, fenomena alam yang melibatkan matahari dan bintang, yang oleh karenanya siang dan malam itu ada, seakan telah terpola sedemikan rupa, dan terjadi setiap hari dengan pola yang persis sama. Melaluinya, seakan-akan Tuhan ingin berpesan bahwa kebangunan dan kejatuhan, cahaya dan gelap, terang dan temaram telah terpola sedemikan apik, dan ia akan terus terulang waktu ke waktu.
Institusi Pendidikan Islam Sebelum Madrasah: Masjid dan Kuttab muhammad idris
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.282 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i2.204

Abstract

Pendidikan pada masa Rasululla>h saw. dapat dibedakan menjadi dua periode: periode Makkah dan periode Madinah. Sistem pendidikan Islam lebih bertumpu kepada Nabi saw. Bahkan, tidak ada yang mempunyai kewenangan untuk memberikan atau menentukan materi-materi pendidikan, selain Nabi. Pada perkembangan berikutnya kuttab yang ada memuat kurikulum tingkat awwal dan qanuni. Ketika peserta didik selesai mengikuti pendidikan di kutta>b, mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni di masjid. Di masjid ini, ada dua tingkat, yakni tingkat menengah dan tingkat tinggi. Yang membedakan di antara pendidikan itu adalah kualitas gurunya. Pada tingkat menengah, gurunya belum mencapai status ulama besar, sedangkan pada tingkat tinggi, para pengajarnya adalah ulama yang memiliki pengetahuan yang mendalam dan integritas kesalehan dan kealiman yang diakui oleh masyarakat.
Metode Keteladanan Dalam Perspektif Sirah Nabawiyah Junaidi Arsyad
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.162 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i2.200

Abstract

Kepribadian Nabi saw. telah menjadi faktor utama dalam mengajar umat Islam, mendidik adab mereka, mengubah pola pikir dan cara pandang mereka, memperbaiki perilaku mereka, dan menuntun mereka membangun kepribadian dan masyarakat yang Islami. Ketika menekankan pentingnya mengikuti Rasulullah saw. dengan menyebutnya sebagai teladan yang baik, al-Quran telah mengambil panutan sebagai metode mewujudkan sasaran-sasarannya. Karena itu, seorang guru harus mencontohkan cara yang ia ajarkan dan didik agar ia menjadi panutan. Janganlah ada pertentangan apa pun antara perkataan dan perbuatannya, sehingga para murid menjadikan gerak dan diamnya sebagai panutan yang mereka teladani, terlebih lagi akhlaknya dan caranya. Jika tidak, pendidikan hanya akan berubah menjadi pengajaran, dan ceramah bebas yang sama sekali tidak memiliki pengaruh nyata dalam kehidupan peserta didik. Karena Nabi Muhammad saw. adalah seorang teladan dalam segala aspek kehidupan dengan berbagai sisi keagungan. Setiap orang yang sadar tentu menemukan sisi agung pada diri Rasulullah saw.
MENEMUKAN DASAR HUKUM AHLI WARIS PENGGANTI MELALUI METODE AL ISTIQRA’ AL MA’NAWI HASAN MAKSUM
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.75 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i2.201

Abstract

Wacana tentang ahli waris pengganti telah lama menjadi perdebatan di kalangan ulama. Para ulama yang peduli terhadap nasib keturunan ahli waris yang meninggal sebelum pewaris dikenal dengan istilah "patah titi" terlihat telah melakukan  berbagai upaya advokasi untuk melindungi hak keturunan ahli waris yang telah telah meninggal mendahului pewaris tersebut. Sebagian dari mereka mengambil jalan wasiat wajibah berdasarkan pemikiran hukum Ibnu Hazm, sementara yang lain menjalankan metode penggantian ahli waris yang dikenal sebagai ahli waris pengganti. Metode yang kedua ini merupakan hal baru dalam hukum kewarisan Islam. Oleh karenanya lembaga ahli waris pengganti banyak dikritik oleh mereka yang tidak setuju dengan lembaga tersebut, dengan alasan hak kewarisan ahli waris pengganti tidak memiliki dasar hukum secara syar’i. Berdasarkan hal tersebut dirasa perlu untuk menemukan fondasi hukum lembaga ahli waris pengganti tersebut dalam kedua sumber hukum Islam, yaitu Alquran dan Hadis, sehingga memiliki dasar yang kuat dalam aplikasinya. Metode yang digunakan dalam penggalian dasar hukum ahli waris pengganti yaitu metode al-istiqra’ al-ma’nawi asy-Syatibi dengan pendekatan  normatif-teologis-yuridis yang kemudian dinalasisa secara kualitatif-deduktif. Dengan metode ini, peneliti menemukan bahwa ahli waris pengganti memiliki dasar hukum yang cukup kuat baik dari Alquran maupun Hadis.
SUNAN AT-TARMIZI kifrawi kifrawi
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.665 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i2.206

Abstract

Hadis sumber hukum kedua dalam islam, setelah Al-Qur’an. Pada zaman Nabi  tidaklah semua hadis dicatat oleh para sahabat, pencatatan dan penghimpunan hadis secara resmi barulah terjadi pada zaman Umar bin Abdul Azis.
RASA PERCAYA DIRI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Sangkot Nasution
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.782 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i2.202

Abstract

Rasa percaya diri (zelfvertrouwen) adalah kesadaran seseorang terhadap kemampuan atau potensi yang dimilikinya untuk dapat melakukan sesuatu. Rasa percaya diri atau yang sering disebut dengan kepercayaan pada diri sendiri memegang peranan yang penting dalam perjuangan untuk mencapai sukses.
PESANTREN DAN MADRASAH DALAM SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA farida jaya
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.34 KB) | DOI: 10.30829/taz.v6i2.205

Abstract

Pesantren dan Madrasah sebagai sub sistem dari sistem pendidikan nasional telah memberikan kontribusi penting dalam proses unculturasi masyarakat. Proses pencerdasan dan pembudayaan telah meningkatkan mutu masyarakat Islam dalam segala aspek kehidupan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9