cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Volume 4, No. 3, September 2009" : 8 Documents clear
PENGENDALIAN PERSEDIAAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DYNAMIC INVENTORY DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KETIDAKPASTIAN PERMINTAAN, YIELD, DAN LEADTIME Hartini, Sri; Larasati, Indria
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 3, September 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.134 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.3.179-188

Abstract

Manajemen persediaan merupakan masalah penting yang dihadapi oleh perusahaan. Untuk mendukung kelancaran produksi yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kelancaran pemenuhan permintaan konsumen maka manajemen harus selalu berusaha untuk menjamin ketersediaan bahan. Namun manajemen persediaan yang kurang optimal dapat mengakibatkan terjadinya overstock persediaan bahan yang ditunjukkan dengan nilai Days of Inventory (DOI) persediaan bahan yang cukup tinggi. Faktor – faktor yang mempengaruhi nilai DOI adalah hasil peramalan kebutuhan, jumlah safety stock, sisa persediaan serta ketidakpastian – ketidakpastian yang berasal dari supplier. Untuk dapat meminimasi nilai DOI, maka dalam menentukan jumlah pesanan harus dipertimbangkan faktor – faktor tersebut. Saat ini dalam menentukan jumlah pesanan PT Garudafood Putra Putri Jaya Pati hanya mempertimbangkan hasil peramalan kebutuhan, jumlah safety stock, sisa persediaan, dan tidak mempertimbangkan ketidakpastian – ketidakpastian yang berasal dari supplier, sehingga mengakibatkan tingginya nilai DOI persediaan perusahaan. Penelitian ini mencoba membandingkan model kebijakan pengendalian persediaan yang dipergunakan oleh perusahaan (current policy) dengan model kebijakan pengendalian persediaan dinamis ( ) yang mempertimbangkan ketidakpastian permintaan, yield, dan leadtime yang dikembangkan oleh Mohammed Zied Babai  [2]. Studi perbandingan kebijakan dilakukan menggunakan simulasi spreadsheet. Dari hasil simulasi spreadsheet dan analisa kebijakan yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa model kebijakan pengendalian persediaan dinamis ( ) merupakan kebijakan pengendalian persediaan terbaik karena dapat menghasilkan nilai DOI yang lebih rendah dari nilai DOI perusahaan yaitu 36.14 hari, total biaya persediaan lebih rendah dari total biaya perusahaan yaitu Rp. 6,078,696.72, dan pencapaian service level 100%. Key Word : Ketidakpastian Leadtime,  Ketidakpastian Permintaan, Ketidakpastian Yield, Days of Inventory, Dynamic Inventory     Abstract    Inventory management is one of serious problem faced by companies. PT Garuda Putra – Putri Jaya (PT GPPJ Pati) is company which produce snack, like coated peanuts, soybean snack, and pillus. With a purpose to support production’s fluency which is afected in consumer demand fulfillment’ fluency, then PT GPPJ Pati management try to assure the availability of roll pack material. But, the failure in inventory management causing overstock in inventory of roll pack material which showed in high value of Days of Inventory (DOI). Based from preliminary research for knowing factors that affected to higher value of DOI, was concluded that the higher value of DOI caused by determination of order quantity that only consider farecast of roll pack material’s need, quantity of safety stock, and outstanding inventory in warehouse without calcuation process and still using intuition and experience of worker. Based form preliminary research, this research try to compared inventory control policy used by company (current policy), and  ( ) inventory model based form forecasting with uncertainty demand, yield, and lead time which developed by Mohammed Zied Babai [Baba06]. Study of policy comparison was done with implementation of spreadsheet simulation with two policy scenario. From this simulation and policy analysis, was concluded that scenario 2 is best inventory control policy because deliver smallest DOI value, i.e. 36.02 days, and lowest inventory cost, i.e. Rp 5,775,116.41. Key words : Uncertainty Lead Time, Uncertainty Demand, Uncertainty Yield, Days of Inventory, Dynamic Inventory
SIMULASI PELAYANAN PUSKESMAS SADANG SERANG puspitasari, nia budi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 3, September 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.247 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.3.155-162

Abstract

AbstrakKesehatan merupakan salah satu faktor utama dalam kehidupan manusia. PusatKesehatan Masyarakat (Puskemas) merupakan fasilitas kesehatan yang penting dan terjangkaubagi seluruh kalangan masyarakat, khususnya bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.Puskesmas Kelurahan Sadang Serang, melayani pasien dewasa dan anak-anak. Jam operasinyahanya empat jam, mengakibatkan panjangnya antrian pasien. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui berapa jumlah tempat duduk yang harus tersedia untuk menampung pasien dewasadan anak-anak pada jam sibuk (peak hour) dan menentukan jumlah server yang tepat sehinggarata-rata waktu menunggu lebih singkat. Penekatan yang dilakukan dengan menggunakansimulasi. Simulasi kejadian diskret (discrete time simulation) merupakan simulasi denganperubahan status dari model simulasi terjadi pada titik-titik waktu yang diskret yang dipicu olehkejadian. Dalam simulasi kejadian diskret, variabel status berubah jika suatu kejadian terjadi.Sedangkan simulasi kontinyu, variabel status berubah dengan berubahnya waktu.Kata kunci: Puskesmas, jam sibuk, simulasiAbstractHealth is one of the main factors in human life. Community Health Centers(Puskesmas) is an important health facilities and affordable for the whole community,especially for the lower middle income economies. Puskesmas Kelurahan Sadang Serang,serving adult patients and children. Hours of operation only four hours, causing long queues ofpatients. The purpose of this study is to determine how many seats should be available toaccommodate adults and children during rush hour (peak hour) and determine the appropriatenumber of servers so that the average waiting time is shorter. Penekatan done by usingsimulation. Discrete event simulation (discrete-time simulation) is a simulation by changing thestatus of the simulation model occur at points of discrete time triggered by events. In discreteevent simulation, variables change the status if an event occurs. Meanwhile, continuoussimulation, variables change with the changing status of the time.Keywords: Puskesmas, peak hour, simulation
EVALUASI KUALITAS LAYANAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP 4 D(DISCONFIRMATION, DISSATISFACTION, DISSONANCE, DISAFFECTION) DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR (Studi Kasus Program Studi XX) prastawa, heru; susanty, aries
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 3, September 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.574 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.3.205-214

Abstract

p { margin-bottom: 0.08in; } Kualitas pelayanan jasa dari suatu perguruan tinggi dapat mempengaruhi persepsi yang dimiliki oleh mahasiswanya. Disonansi atau diskonfirmasi dapat terjadi apabila pelayanan jasa yang diberikan oleh perguruan tinggi tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh mahasiswanya. Perguruan tinggi akan menghadapi masalah, yaitu timbulnya sejumlah besar mahasiswa yang disafeksi, apabila perguruan tinggi tersebut memiliki terlalu banyak mahasiswa yang mengalami disonansi atau diskonfirmasi. Pada akhirnya, perguruan tinggi tersebut akan kehilangan reputasi dan pangsa pasar. Oleh karena itu, pengelola perguruan tinggi harus dapat mengelola diskonfirmasi, disatisfaksi, disonansi, dan disafeksi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh diskonfirmasi, disatisfaksi, disafeksi, dan disonansi yang dirasakan oleh mahasiswa dari program studi XX terhadap penilaian kualitas layanan yang diberikan oleh program studi tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh kualitas layanan terhadap peningkatan motivasi dari mahasiswa. Untuk membuktikan hal tersebut, penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 220 mahasiswa yang berasal dari 4 (empat) angkatan, yaitu angkatan 2005, 2006, 2007 dan 2008. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling [SEM] dan modelnya diukur dengan Second Order Confirmatory Factor Analysis [Second Order CFA]. Hasil pengolahan data dengan menggunakan software LISREL 8.8 menunjukkan bahwa peningkatan diskonfirmasi, disatisfaksi, dan disafeksi memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap penilaian kualitas layanan dan peningkatan kualitas layanan memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi dari mahasiswa.
PENDEKATAN KOMBINASI METODE AHP DAN METODE CUT OFF POINT PADA TAHAP ANALISIS KEPUTUSAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PT.X Septiani, Winnie
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 3, September 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.046 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.3.195-204

Abstract

PT. Indhira Travindo merupakan salah satu agen perjalanan wisata ke Negara United Arab Emirates (UAE) khususnya negara Abu Dhabi dan Dubai.  Sistem penjualan perusahaan saat ini sering kali mengalami masalah-masalah yang akhirnya akan memperlambat proses penjualan. Hasil analisis sistem menunjukkan bahwa masalah yang sedang dihadapi perusahaan adalah data penjualan perusahaan sering hilang, waktu pelayanan yang lama, belum adanya prosedur penjualan yang memadai, waktu pembuatan laporan yang cukup lama dan hal lain. Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi tersebut maka perlu dilakukan analisis keputusan terhadap kebutuhan sistem informasi penjualan.  Tahap analisis keputusan merupakan salah satu bagian penting dalam metodologi. Tahap ini merupakan tahap untuk pengambilan keputusan mengenai sistem informasi apakah yang akan dibangun  berdasarkan hasil  analisis masalah dan analisis kebutuhan sistem informasi. Metode Cut off Point akan digunakan dalam hal memilih kriteria berdasarkan opini sejumlah responden/pengambil keputusan dengan memberikan indeks terhadap derajat kepentingan masing-masing kriteria dan dipergunakan sebagai komponen pembangun struktur hirarki Analytical Hierarchy Process (AHP). Validitas kriteria yang terpilih ditentukan berdasarkan hasil perundingan pihak yang terkait langsung dan user  dalam sebuah forum diskusi ”Nominal Group Tehnic” (NGT) . Kata kunci : analisis keputusan, cut off point, AHP, NGT     Abstract   PT.X as one of traveling agency to United Arab Emirates (UAE) countries especially Abu Dhabi and Dubai. The selling system nowadays often encounters some problems which eventually will slow the selling process down. The results of the analysis showed that the problems encountered by the company are the lost of selling data happens very often, the services takes quite a long time, the selling procedure is not well available, the making of the report takes a long time and so on. Decision analysis for selling information system is needed to solve the problem on the selling system. One of the important parts in action planning of System Information Method is phase of Decision Analysis. It forms phase for decision making about what kind of System Information will built based on problem analysis results and necessity of System Information analysis. Cut-Off Point Method will use in choosing criteria based on opinions of respondents/decision makers by give index across degree of each criteria importance and used as component of hierarchy structure builder of Analytical Hierarchy Process (AHP). The chosen criteria of validity fixed by result of discuss between personal direction and user in a “Nominal Group Techic” NGT discussion forum. Keyword : Decision analysis, cut-  off point, AHP, NGT
ANALISIS IMPLEMENNTASI SISTEM MANAJEMEN KUALITAS ISO 9001:2000 DENGAN MENGGUNAKAN GAP ANALYSIS TOOLS (Studi Kasus di PT PLN (Persero) PIKITRING JBN Bidang Perencanaan) Bakhtiar, Arfan; Purwanggono, Bambang
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 3, September 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.872 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.3.163-170

Abstract

PT PLN (Persero) PIKITRING Jawa, Bali & Nusa Tenggara menerapkan sistem manajemen mutu ISO9001:2000 untuk sistem manajemen mutu standar di bidang Perencanaan. Tujuan dari penerapan sistemmanajemen mutu ISO 9001:2000 adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kualitasuntuk kelangsungan hidup perusahaan. Persyaratan dokumen Sistem Mutu ISO 9001:2000 prosessertifikasi telah dibuat PT PLN (Persero) PIKITRING Jawa, Bali & Nusa Tenggara Perencanaan. Tetapidalam pelaksanaan dokumen-dokumen ini tidak dijalankan seperti yang diharapkan. Jadi untukmengidentifikasi kesenjangan antara penerapan sistem manajemen mutu perusahaan dokumen-dokumenini digunakan alat analisis kesenjangan. Setelah celah di perusahaan itu diketahui, maka dapat digunakanuntuk meningkatkan standar dan sistem manajemen kualitas juga meningkatkan efektivitas keseluruhandari sistem manajemen mutu di PT PLN (Persero) PIKITRING Jawa, Bali & Nusa TenggaraPerencanaan. Dari hasil penilaian yang dilakukan telah ditemukan bahwa PT PLN (Persero) PIKITRINGJawa, Bali & Nusa Tenggara Perencanaan memiliki nilai rata-rata di atas 75% sehingga dapat dikatakantelah siap untuk menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 dan memenuhi persyaratan untuksertifikasi ISO 9001: 2000.Kata kunci : PT. PLN, ISO 9001:2000,manajemen kualitas PT PLN (Persero) PIKITRING Java, Bali & Nusa Tenggara implementing quality management systemISO 9001:2000 for quality management system standard in the field of Planning. The purpose of theapplication of quality management system ISO 9001:2000 is to raise awareness of the importance ofquality for the survival of the company. Requirements documents Quality System to ISO 9001:2000certification process has been made of PT PLN (Persero) PIKITRING Java, Bali & Nusa TenggaraPlanning. But in the implementation of these documents have not executed as expected. So to identify thegap between the implementation of quality management systems in the company of these documents areused gap analysis tools. After a gap in the company is known, then it can be used to improve standardsand quality management systems also increase the overall effectiveness of the quality management systemis in PT PLN (Persero) PIKITRING Java, Bali & Nusa Tenggara Planning. From the results of theassessment was done, it was found that PT PLN (Persero) PIKITRING Java, Bali & Nusa TenggaraPlanning have average values above 75% so it can be said to have ready to apply the qualitymanagement system ISO 9001:2000 and eligible for ISO 9001 certification: 2000.Keyword : PT. PLN, ISO 9001 : 2000, quality management
EVALUASI METODE PENGADAAN e-COMMERCE DENGAN MEMANFAATKAN AHP Widodo, Erwin
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 3, September 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.17 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.3.147-154

Abstract

AbstrakPengadaan sistem solusi e-Commerce adalah sebuah investasi yang tidak kecil bagiperusahaan.Langkah analisis yang tepat perlu dilakukan untuk mengevaluasi pemilihan metodepengadaannya. Secara praktis, beberapa cara pengadaan telah sering dilakukan oleh pelaku industri,namun aspek obyektivitas mekanisme penilaian seringkali masih menjadi prioritas kedua setelah intuisiatau subyektivitas pengambil keputusan. Penelitian ini mencoba mengusulkan pemanfaatan AHP sebagaisalah satu solusi untuk permasalahan diatas. Dalam sebuah kasus pengadaan sistem e-Commerce untuksebuah perusahaan manufaktur nasional, dilakukan penetapan goal, identifikasi kriteria pengambilankeputusan serta penentuan seluruh alternatif solusi pengadaan yang mungkin untuk diterapkan. Seluruhelemen tersebut disusun berdasarkan pedoman strukturisasi dalam AHP. Sebagai tindak lanjut, pihakmanajemen diminta memberikan nilai preferensi dalam skema pairwise comparison antar kriteria maupunantar alternatif di dalam tiap kriteria. Alternatif terbaik dapat dipilih berdasarkan sintesis tingkatkepentingan tertinggi sebagai hasil kalkulasi dari model secara keseluruhan. Hasil yang didapatmenunjukkan bahwa AHP dapat dipakai sebagai alat yang cukup komprehensif untuk melakukan evaluasimetode pengadaan solusi e-Commerce. Dengan memanfaatkan mekanisme evaluasi yang diusulkan olehpenelitian ini, perusahan yang melaksanakan implementasi sistem berbasis cybermedia ini dapatmeminimalkan risiko bisnis khususnya untuk tinjauan aspek metode pengadaannya.Kata kunci: e-Commerce, metode pengadaan, AHP.AbstractThe procurement of e-Commerce system solution is considered as a non trivial investment..Aproper analysis is needed to evaluate suct procurement. Practically, a number of procurement methodshave been frequently done by industrila performer. However, the objectivity of evaluation mechanism stillbecome second priority following intuition and subjectivity of the decision maker. This reserach proposesAHP as one solution to overcome aforementioned problem. In an e-Commerce procurement case for onenational company, goal elicitation, criteria identification and alternatives determination were done. All ofthose elements are composed based on AHP structure. As the following step, management was asked togive her preference in pairwise comparison for criteria and alternatives as well. The best alternative thencould be chosen based on the synthesis for the whole model. The result shows that AHP could be used asa comprehensive tool to evaluate the procurement method of e-Commerce system solution. Using theproposed evaluation mechanism, company implementing this cybermedia-based system could minimize itsbusiness risks especially on its procurement method context.Keywords: e-Commerce, procurement method, AHP.
PEMODELAN PERSAMAAN NEWTON-EULER PADA PENGEMBANGAN PROSTHETIC TANGAN KOSMETIK DALAM MENENTUKAN BESARNYA DAYA PADA SISTEM KABEL EXTERNAL Herdiman, Lobes; Damayanti, Retno Wulan; Suletra, I Wayan
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 3, September 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.928 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.3.171-178

Abstract

Pengembangan  komponen telapak tangan prosthetic terdiri dari metacarpal, metacarpal pollicis, dan jari tangan. Bahan yang digunakan yaitu nylon, jumlah komponen sebanyak 87 dan berat 175 gram. Kemampuan ibu jari dan jari telunjuk memegang peranan penting dalam melakukan 6 model gerakan. Posisi ujung phalanx media-distalis ibu jari dan jari telunjuk bertemu pada satu titik, sehingga mampu melakukan gerakan dasar tangan. Pengujian dengan eksperimen empiris pada pengembangan prosthetic tangan kosmetik dilakukan untuk mengetahui rotasi dari titik koordinat pada sendi pada saat aktivitas pemegangan. Sumbu koordinat ruang dan sistem dimana sumbu x, y, dan z, dengan titik nol ditetapkan pada pangkal poros utama. Model mekanisme prosthetic tangan kosmetik dengan sistem penarikan pada kendali kabel eksternal. Pengukuran tekanan pada ibu jari dengan jari telunjuk sebesar 493 gram yang dilakukan dengan alat dial indicator, pengukuran tekanan ibu jari dengan jari tengah sebesar 487 gram. Pengujian beban tarikan kabel untuk membuka jari menjadi terbuka penuh sebesar 4.291 gram dengan alat force gauge. Persamaan Newton-Euler menghasilkan besarnya torsi melalui persamaan forward (maju) dan backward (mundur). Rotasi matriks yang disimbolkan xRx+1, dengan x adalah titik mulai dan x+1 adalah titik tujuan. Titik koordinat pada tiap ruas sebagai degree of freedom pada tiga titik, yaitu titik 0, titik 1, dan titik 2. Perhitungan matriks rotasi menggunakan titik awal (origin) dan titik tujuan (destination). Titik 0 jari ditentukan pada sendi metacarpophalangeal, titik 1 pada sendi interphalangeal proximalis, dan titik 2 pada ujung komponen phalanx media-distalis sebagai end effector dimana ω0 = v0 = 0 dan gravitasi g = 9,8062 m/s2. Besarnya torsi maksimal dicapai pada gerakan spherical sebesar 10,00449 N.m, dengan mengkonversikan besaran torsi ke daya maka dicapai sebesar untuk gerakan spherical sebesar 12,5046 watt, dan daya terkecil pada gerakan lateral dan tip sebesar 12,5041 watt. Daya yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar menentukan spesifikasi motor. Spesifikasi motor yaitu tipe motor servo dengan seri PTSV4835 atau SV4835, rpm 55,1, volt (12,13 V), I (4.27 amp), input (51,82 watt), torque ( 47 kg-cm), output (26,60 watt) dan efficiency sebesar 51,33%. Kata kunci: Prosthetic tangan kosmetik, functional requirements, 6 model gerakan dasar, Newton Euler, tosi, daya Abstract   Development of Prosthetic hand component consists of the metacarpal, metacarpal pollicis, and fingers. The material used is nylon, the number of components of 87 and 175 grams weight. Ability thumb and index finger an important role in the movement to 6 models. The position of the tip-media Phalanx distalis thumb and index finger meet at one point, so that they can perform the basic hand movements. Testing with empirical experiments on the development of cosmetics Prosthetic hand performed to determine the rotation of the coordinate points on the joints during activities of holdings. Coordinate axis and space axis system where x, y, and z, with zero point set at the base of the main shaft. Model mechanism cosmetics Prosthetic hand with withdrawal system to control an external cable. Measurement of pressure on the thumb with the index finger of 493 grams which is done by means of a dial indicator, measuring the pressure with the thumb middle finger for 487 grams. Load Testing pull cable to open the fingers to be fully open by 4291 grams with a force gauge. Newton-Euler equations to produce the amount of torque through the equation forward (forward) and backward (backward). Rotation matrix symbolized xRx +1, with x is the starting point and x +1 is the destination point. Point coordinates on each segment as a degree of freedom on three points, namely the point 0, point 1 and point 2. Rotation matrix calculation using the starting point (origin) and the destination point (destination). Fingers 0 points specified in the metacarpophalangeal joints, point 1 on the interphalangeal joints proximalis, and point 2 at the end of the media components of Phalanx distalis as end-effector where ω0 = v0 = 0 and the gravity g = 9.8062 m/s2. The amount of the maximum torque is achieved on the movement of spherical 10.00449 Nm, with the amount of torque to convert the power to achieve registration to the movement of spherical 12.5046 watts, and the smallest at lateral movement and the tip of 12.5041 watts. The resulting power can be used as the basis for determining the motor specifications. Specification of the type of motor servo motor with PTSV4835 or SV4835 series, 55.1 rpm, volts (12.13 V), I (4:27 amp), the input (51.82 watts), torque (47 kg-cm), output (26.60 watts) and the efficiency of 51.33%. Keywords: Prosthetic hand cosmetics, functional requirements, the basic motion model 6, Newton Euler, Tosi, power
PEMILIHAN PEMASOK COOPER ROD MENGGUNAKAN METODE ANP (Studi Kasus : PT. Olex Cables Indonesia (OLEXINDO)) Dewayana, Triwulandari
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 3, September 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.37 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.3.189-194

Abstract

AbstrakPemilihan pemasok merupakan kegiatan strategis, terutama apabila pemasok tersebut akanmemasok item yang kritis dan/atau akan digunakan dalam jangka panjang. Banyak faktor yang perludipertimbangkan dalam pemilihan pemasok. PT. Olex Cables Indonesia (Olexindo) adalah salah satuperusahaan dari Olex Group yang merupakan bagian dari Pacific Dunlop Limited Australia,memproduksi berbagai jenis kabel copper. Terdapat kelemahan dalam pemilihan pemasok yangdilakukan oleh PT. Olexindo yaitu pengambil keputusan menilai hanya berdasarkan pada harga yangditawarkan dan kualitas yang dimiliki bahan baku secara subyektif. Oleh karena itu, kajian ini bertujuanuntuk melakukan pemilihan pemasok dengan pertimbangan yang lebih komprehensif dan obyektif sesuaidengan kebutuhan. Tahap pertama yang dilakukan agar dapat merepresentasikan keadaaan yangsebenarnya yaitu dengan mengidentifikasi kriteria, subkriteria, dan alternatif yang akan digunakan dalampemilihan pemasok. Terdapat 5 kriteria, 11 sub kriteria, dan 4 alternatif yang digunakan pada pemilihanpemasok untuk bahan baku Copper Rod. Tahap kedua, yaitu tahap menentukan metode untuk pemilihanpemasok. Berdasarkan identifikasi terdapat ketergantungan antar sub kriteria. Oleh karena itu, metodeyang tepat digunakan untuk menentukan prioritas pemasok yang akan dipilih adalah metode AnalyticNetwork Process (ANP). Dengan menggunakan metode ANP, prioritas pemasok yang dipilih untuk bahanbaku utama Copper Rod adalah PT. Tembaga Mulia Semanan dengan bobot 0.098725 sebagai prioritasutama. Diikuti oleh PT Sumi Indo Kabel dengan bobot 0.057509, prioritas ketiga adalah DaewodInternasional dengan bobot 0.041970, dan yang terakhir adalah Hyundai Corporation dengan bobot0.034577.Kata Kunci : Pemilihan pemasok, ketergantungan sub kriteria, Analytic Network Process AbstractSupplier selection is a strategic activity, especially if this supplier will provide the critical itemand/or will be used in long time period. A lot of factors need to be considered in supplier selection. PT.Olex Cables Indonesia (Olexindo) is one of companies within Olex Group which part of Pacific DunlopLimited Australia, producing many kinds of copper cable. For supplier selection, PT. Olexindo has aweakness in decision making because only using price offered and quality of raw material subjectively.Therefore, this study aims to do supplier selection more objectively with more comprehensiveconsideration. First step, in order to represent the real condition we start with identifying criteria, subcriteria, and alternatives for determining the supplier. There are 5 criteria, 11 sub criteria, and 4alternatives that will be used in supplier selection for Copper Rod raw material. The second step isdetermining the method for supplier selection. From identification, there is interdependency between subcriteria. Therefore, the right method to be used for determining supplier selection priority is AnalyticNetwork Process (ANP method). With ANP method, supplier priority choosen for main raw materialCopper Rod is PT. Tembaga Mulia Semanan having weight 0.098725 as the main priority. Secondly, PTSumi Indo Kabel having weight 0.057509. The third is Daewoo Internasional having weight 0.041970,and the last one is Hyundai Corporation having weightt 0.034577.Keywords : Supplier selection, interdependency sub criteria, Analytic Network Process

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue