cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
GAMBARAN PROSES REGULASI EMOSI PADA PELAKU SELF INJURY Estefan, Gredyana; Wijaya, Yeni Duriana
Jurnal Psikologi Vol 12, No 01 (2014): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Self injury merupakan bentuk perilaku yang disengaja untuk menyakiti diri sendiri guna mengurangi penderitaan secara psikologis. Sebagai makhluk sosial, pelaku self injury juga tidak terlepas dari permasalahan hidup. Ketika mayoritas individu berusaha untuk fokus pada masalah yang dihadapinya, hal yang berbeda justru terjadi pada mereka yang cenderung menyakiti diri sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek berjumlah satu orang (F) dan terdapat tiga orang informan (U, VA, YY). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi serta dengan menggunakan skala karakteristik untuk menentukan karakteristik subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek telah melakukan penghayatan yang unik terhadap sebuah permasalahan hidupnya. Subjek menghayati masalah sebagai sesuatu yang sangat menyakitkan dan solusi yang dipilihnya hanya menimbulkan persoalan baru. Subjek menggoreskan luka fisik di tubuhnya sebagai pereda rasa sakit hati yang dirasakannya.  Inilah yang kemudian membuat subjek  melakukan fase terakhir perubahan respon dari proses regulasi emosi dengan cara yang maladaptif, yaitu melakukan self injury. Pola asuh yang permissive diduga berperan menimbulkan perilaku self injury. Kata kunci: self injury, regulasi emosi, pola asuh
GAMBARAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM DKI JAKARTA (PAM JAYA) JAKARTA PUSAT Puspasari, Septya R
Jurnal Psikologi Vol 9, No 02 (2011): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam usaha memenfaatkan dan mengelola SDM diperlukan manajemen perusahaan yang handal. Oleh karenanya, perusahaan harus memahami kebutuhan yang dapat memberikan kepuasan bagi karyawan. Kepuasan kerja bersumber dari faktor ekstrinsik (Hygiene) dan faktor intrinsik (Motivator) suatu pekerjaan (Herzberg, dalam Munandar 2001). Ketika perusahaan tidak mampu memenuhi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja, maka akan menimbulkan ketidakpuasan kerja bagi karyawan PAM Jaya. Hal ini dapat berdampak negatif pada prodiktivitas karyawan dan perusahaan.         Kata Kunci: kepuasan kerja, karyawan, hygiene & motivator
HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI DAN LOYALITAS KARYAWAN PADA SEBUAH PERUSAHAAN E-COMMERCE DI JAKARTA Yulianto, Aries; Martina, Devi
Jurnal Psikologi Vol 16, No 01 (2018): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of e-commerce business in Indonesia has increased dramatically since the last few years. This e-commerce business development is using by an e-commerce startup companylocated in West Jakarta.Researchers found some problems related to the company and its employees. Shortly, it could be assumed that their employee loyalty and organizational climate are low. Employee loyalty is an orientation toward organization that related with personal identification to their organization. On the other hand, organizational climate is an environment qualitywithin an organization that relatively felt and stayed by an employee. The objective of this study is to determine the relationship between organizational climate and employee loyalty, by controlling the effect of age and gender on loyalty. Participants were 50 employees (21 males, 29 females) of the company, aged 23 to 34 year old (M = 27.62,SD = 2.899). This research found the correlations range from .540 and .588, p < .01. It can be concluded that there is a positive and significant correlation between organizational climate and loyalty, including whencontrolling effect of age and gender to loyalty. Keywords: e-commerce, loyalty, organizational climate
MODEL GOAL ORIENTATION SEBAGAI EFEK DARI PERSEPSI QUALITY OF SCHOOL LIFE SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PRESTASI MAHASISWA PSIKOLOGI Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 13, No 02 (2015): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran  model goal orientation mahasiswa sebagai efek dari persepsi quality of school life serta implikasinya terhadap prestasi belajar mahasiswa. Prestasi belajar mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kemampuan internal yang dimilikinya, namun juga dapat dipengaruhi oleh faktor di luar dirinya yaitu yang berkaitan dengan kualitas kehidupan kuliahnya ( quality of school life).Quality of school life merupakan derajat kepuasan dan kesejahteraan mahasiswa terhadap aspek-aspek fisik maupun non fisik serta pengalaman mahasiswa selama berada di kampus, baik  pengalaman positif maupun negatif. Pengalaman tersebut bersifat subjektif berupa pengalaman sosial, pengalaman terhadap tugas yang diberikan serta hubungan antara mahasiswa dengan otoritas dalam hal ini dosen dan kelompok sosial pertemanan di kampusnya. Pengalaman yang positif memuaskan cenderung dapat membuat mahasiswa antusias, termotivasi dalam menjalani proses belajar mengajar dan mengarahkan perilakunya yang berorientasi pada goal (goal orientation) yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan persepsi quality of school life terhadap goal orientation mahasiswa. Sedangkan persepsi quality of school life berpengaruh negatif signifikan terhadap prestasi belajar. Di sisi lain, ditemukan bahwa goal orientasi tidak mampu memediasi pengaruh persepsi quality of school life  terhadap prestasi belajar. Kata kunci: goal orientation, task involved, ego involved, persepsi of school life, pretasi belajar
SIKAP TERHADAP ABORSI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ESA UNGGUL Arisandi, Devi; Safitri, Safitri
Jurnal Psikologi Vol 10, No 01 (2012): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada zaman globalisasi saat ini banyak nilai-nilai moral yang ada dalam masyarakat menjadi berkurang. Pergaulan pada remaja menjadi semakin bebas hingga melanggar nilai-nilai moral dan agama. Tingginya angka aborsi dikalangan remaja bisa disebabkan antara lain karena kurangnya pendidikan seks sejak dini dan pengetahuan tentang agama masih minim. Fenomena aborsi saat ini semakin marak. Ada sebagian masyarakat yang menilai aborsi merupakan sesuatu yang tabu, dilarang dan dosa, namun ada sebagian yang setuju. Remaja dapat memiliki sikap yang berbeda-beda terhadap aborsi yang dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, pengaruh kebudayaan, pengaruh orang lain yang dianggap penting, media massa, lembaga pendidikan dan lembaga agama, serta faktor emosional. Kata kunci : sikap, aborsi, mahasiswa
CRITERION (PREDICTIVE) VALIDATION STUDY OF RELIGIOUS SCHEME SCALE Budiarto, Yohanes
Jurnal Psikologi Vol 15, No 01 (2017): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to confirm the factors of Religious Scheme Scale (RSS) using Indonesian Christian student sample. Participants were 230 students (male n= 100, female = 130) with age ranged from 15 – 23 years old (M = 16.8, SD = 1.588). Factor Analysis using Confirmatory Factor Analysis (CFA) was conducted using AMOS 21 did not confirm the 15 – item 3 – factor as proposed by Streib et al. (2010) but 13 – item 3 factor model. The unsatisfactory 2 variables were found in xenosophia sub scale. This study was considered similar to Proios’ study (2015) in Greece which dropped 2 items from xenosophia sub scale. The predictive validity of RSS showed a good predictor of identity fusion. In conclusion, RSS is satisfactory to be implemented in Indonesian Christian student samples. Keyword: Religious Scheme Scale, Factor analysis, Indonesian Christian students sample, predictive validity, identity fusion
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS ISLAM DAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ESA UNGGUL TAHUN AJARAN 2015/2016 Husaini, Ibnu; Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPremarital sexual behavior in students is a behavior that is driven by sexual desire. One of the factors that influence sexual behavior before marriage is the level of religiosity, which is the level of confidence, faith, obedience, and the science of religion. The purpose of this study was to determine the correlation between religiosity of moslem and premarital sexual behavior in students. The research is a quantitative non-experimental with purposive sampling and non-probability sampling, totaling 100 students of the 2014. coefficient the reliability of measuring instruments coefficient (α) = 0.946 for religiosity with 41 items is valid, and (α) = 0.976 premarital sexual behavior with 37 items valid. The results is obtained pearson product moment correlation (sig = 0,013, p<0.05) with a coefficient correlation (r) = -0.247. It’s means, there’s a significant negative correlation between moslem religiosity and premarital sexual behavior. Religiosity contributed by 6.1% against premarital sexual behavior. then the result of sex, family status, old dating was not correlation with premarital sexual behavior. Sexual behavior dominant at Esa Unggul University students is oral sex.Keywords: Islamic religiosity, premarital sexual behavior, student AbstrakPerilaku seksual pranikah pada mahasiswa merupakan perilaku yang didorong dengan hasrat seksual. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah adalah tingkat religiusitas, yaitu tingkat  keyakinan, keimanan, ketaatan, dan ilmu pengetahuan tentang agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas islam dan perilaku seksual pranikah pada mahasiswa. Rancangan penelitian ini kuantitatif non-eksperimental dengan purposive sampling dan non-probability sampling, berjumlah 100 mahasiswa. Koefisiensi reliabilitas alat ukur (α) = 0,946 untuk religiusitas dengan 41 item valid, dan (α) = 0,976 perilaku seksual pranikah dengan 37 item valid. Hasil uji korelasi pearson product moment diperoleh nilai (sig = 0,013, p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi (r) = -0,247. Artinya, terdapat hubungan negatif signifikan antara religiusitas dan perilaku seksual pranikah. Religiusitas memberikan sumbangan sebesar 6,1% terhadap perilaku seksual pranikah. kemudian diperoleh hasil jenis kelamin, status keluarga, lama berpacaran tidak berhubungan dengan perilaku seksual pranikah. Perilaku seksual yang dominan di mahasiswa Universitas Esa Unggul adalah oral seksual.Kata kunci: religiusitas islam, perilaku seksual pranikah, mahasiswa    
GAMBARAN COPING STRES PADA PENDERITA DYSTONIA DI JAKARTA Puspita, Puspita; Waluya, Olivia Tjandra
Jurnal Psikologi Vol 11, No 02 (2013): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDystonia adalah sindrom yang berupa kontraksi otot yang tidak dapat dikontrol yang menyebabkan  pergerakan yang berbelok dan berulang-ulang dan/atau postur tidak normal. Dystonia menimbulkan rasa sakit dan pegal yang menetap dan hingga saat ini belum bisa disembuhkan, sehingga pengobatan yang ada saat ini hanyalah untuk mengurangi gejala yang timbul dari Dystonia. Ketidakmampuan mereka dalam mengontrol tubuh mereka, rasa sakit yang mereka rasakan terus menerus serta belum adanya obat yang ditemukan menimbulkan stres bahkan depresi bagi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stres, beberapa faktor penyebab stres yang dialami dan coping stres yang dilakukan oleh penderita Dystonia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek yang dipilih adalah penderita Dystonia yang sudah mengalami Dystonia lebih dari 1 tahun, berusia 20-40 tahun dan berdomisili di Jakarta. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi serta menggunakan purposive sampling. Dari hasil pengolahan data diperoleh gambaran bahwa secara garis besar ketiga subjek mengalami stres karena penyakit Dystonia yang dideritanya. Stres yang mereka alami bersumber dari stressor fisik berupa adanya kekakuan otot pada bagian leher, bahu dan kepala. Kemudian adanya stressor psikologis yaitu depresi serta minder dan tidak percaya diri yang timbul karena ketidakmampuan mereka dalam mengontrol tubuh mereka. Selanjutnya stressor sosial, yaitu adanya rasa malu dan malas dalam bersosialisasi karena posisi tubuh mereka yang dianggap aneh dan terakhir adalah stressor ekonomi yaitu adanya kesulitan dalam keuangan karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan mereka yang mahal dan berkepanjangan. Ketiga subjek mengalami semua stressor tersebut namun melakukan perilaku coping yang berbeda. Subjek I memilih untuk menggunakan problem focused coping dan emotion focused coping, sedangkan subjek II dan III lebih memilih untuk menggunakan emotion focused coping saja. Namun bagi ketiga subjek, stres yang mereka alami dapat teratasi ketika mereka melakukan emotion focused coping berupa positive appraisal. Kata kunci: stressor, problem focused coping, emotion focused coping
MANFAAT PROGRAM MENTOR BAGI SISWA MINORITAS DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN KAJIAN JURNAL: MENTORING IN A POST-AFFIRMATIVE ACTION WORLD Safitri, Safitri
Jurnal Psikologi Vol 9, No 01 (2011): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMentoring adalah sebuah proses pendampingan untuk peningkatan hubungan antara anak dan orang tua, teman sebaya dan guru/dosen yang multidimensional guna membnatu anak menghadap tantangan dan masalah dalam kesehariannyai. Tulisan ini membahas mentoring untuk kaum minoritas di AS, model mentoring, keberhasilan mentoring, mentoring di Indonesia dan di Universitas Esa Unggul  Kata Kunci: mentoring, penasehat akademis, bimbingan konseling
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN BURNOUT PADA PENGAJAR TAMAN KANAK-KANAK SEKOLAH “X” DI JAKARTA Hartawati, Dewi; Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 12, No 02 (2014): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractTeacher needs to have a self-efficacy as the main factor which can help them to perform well when they have to face the demand as a teacher. Teachers who have lack of Self-efficacy in doing their job as a teacher tend to have stress and get burnout. Therefore, there is a correlation between Self-efficacy and Burnout. This research is a quantitative, with statistical techniques correlations. The sample in this study involved 40 of The “X” Preschool Teacher in Jakarta. Sample was taken by census method. The instrument used are self-efficacy and burnout scale with reliability coefficient (α) 0,965 for Burnout variable with 45 valid items and (α) 0,978 for Self-efficacy variable with 58 valid items.The results showed the strong correlation coefficient of -0,691 with sig. 0,000 (p < 0.01), which means that there is a negative strong significant correlation between Self-efficacy with Burnout on The “X” Preschool teacher, belonging to the categorisation is moderately, where Self-efficacy is high and the level of Burnout on the “X” Preschool teacher belonging to the categorisation is moderately, where Burnout is low. Burnout analysis with age, marital status, education and job using cross-tabulation (p>0,005) showed there is no correlation between age, marital satus, education and job with Burnout.Keywords: teacher, self-efficacy, burnout AbstrakFaktor yang perlu dimiliki oleh seorang pengajar diantaranya adalah Self-efficacy yang dapat membantu pengajar menghadapi kendala dalam menjalani tuntutan tugasnya. Ketidakyakinan pengajar akan kemampuan dirinya dalam menghadapi tuntutan tugasnya dapat menimbulkan stres dan menyebabkan Burnout. Penelitian ini bersifat kuantitatif korelasioal non-eksperimental. Sampel penelitian berjumlah 40 pengajar TK sekolah “X” di Jakarta.  Teknik sampling yang digunakan ada-lah sampel jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Burnout dan kuesioner Self-efficacy. Masing-masing kuesioner memiliki tingkat reliabilitas (α) 0,965 untuk variabel Burnout dengan 45 item valid dan (α) 0,978 untuk variabel Self-efficacy dengan 58 item valid. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi kuat sebesar -0,691 dengan sig. 0,000 (p < 0,01), artinya ada hubungan negatif kuat signifikan antara Self-efficacy dengan Burnout pada pengajar TK sekolah “X”. Pengajar TK sekolah “X” memiliki Self-efficacy tinggi lebih banyak dibandingkan yang memiliki Self-efficacy rendah. Burnout pada pengajar TK sekolah “X” lebih banyak memiliki Burnout rendah dibandingkan Burnout tinggi. Berdasarkan analisis hubungan Burnout dengan data penunjang yang menggunakan tabulasi silang (p > 0,005) menunjukkan tidak terdapat hubungan antara Burnout dengan usia, status, pendidikan dan jabatan pada pengajar TK sekolah “X” di Jakarta.Kata kunci: pengajar, self-efficacy, burnout

Page 7 of 17 | Total Record : 163