cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
KOMPETENSI INTERPERSONAL PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN ASRAMA DAN YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN COTTAGE Hartati, Lia; Respati, Winanti Siwi
Jurnal Psikologi Vol 10, No 02 (2012): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKompetensi Interpersonal adalah kemampuan dan kecakapan yang dimiliki individu untuk memahami berbagai situasi sosial dan menentukan perilaku yang sesuai dan tepat, yang merupakan hasil interaksi individu dengan individu lainnya. Kompetensi interpersonal penting untuk mampu menjalin relasi sosial yang harmonis, baik dan efektif. Telah dilakukan penelitian bagaimana kompetensi interper-sonal untuk remaja yang tinggal di panti asuhan Asrama dan Cottage dengan  menggunakan teknik Sampling Kuota. Kata kunci: kompetensi interpersonal, remaja, panti asuhan
HARDINESS PADA WANITA KARIR SINGLE PARENT YANG MEMILIKI ANAK TUNARUNGU Zwagery, Rika Vira; Hikmatul, Hikmatul; Husna, Aridha
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women who work as well as single parents for children with special needs Deaf certainly has a variety of challenges, duties and responsibilities that must be lived, so do not rule out that women single parent careers who have children with hearing impaired can experience stress in undergoing the double role. In the face of this stressful situation, hardiness is required that is a personality trait that can affect the individual about how he sees a stressful situation and determine an effective response. This study aims to determine the description of hardiness in single parent career women who have children with hearing impairment and what factors influence it. The subject of this study was a 53-year-old woman with a role as a career woman as well as single parent who have children with hearing impairment. This study uses qualitative methods by conducting semi-structured interview techniques and non-participant observation in the data collection. The results of this study indicate that subjects have high hardiness which is described through 3 aspects of the existence of commitment, control, and challenges. The dominant factor affecting the hardiness of the subject is the acceptance of a good self in the subject. Keywords: hardiness, career woman, single parent, deaf
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ATLET CABANG OLAH RAGA TAEKWONDO DALAM BERPRESTASI (STUDI PADA ATLET TAEKWONDO CLUB BJTC, KABUPATEN TANGERANG) Sakti, Galuh Fitriana; Rozali, Yuli Azmi
Jurnal Psikologi Vol 13, No 01 (2015): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUntuk memeperoleh prestasi, Atlet Taekwondo harus mampu memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya. Dukungan sosial yang diperoleh para Atlet akan mampu meningkatkan kepercayaan dirinya dalam bertanding sehingga mampu mendapatkan prestasi yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengankepercayaandiri. Penelitian ini bersifat kuantitatif non-eksperimental, dengan jumlah sampel sebanyak 117 Atlet Taekwondo Club BJTC, degan menggunakan teknik sample random sampling. Hasil uji reliabilitas, diperoleh (α) 0.914 untuk variabel dukungan sosial dan 0.942 untuk variabel kepercayaan diri, dengan alat ukur dukungan sosial (31 valid) dan kepercayaan diri (40 valid). Hasil penelitian menunjukkan r = 0.392 dan sig 0.000 (p < 0.05), artinya ada hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan kepercayaan diri pada Atlet Taekwondo Club BJTC. Dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial mempengaruhi kepercayaan diri atlet.Kata kunci: atlet taekwondo, dukungan sosial, kepercayaan diri
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN ASERTIVITAS GURU SD-IT, CENGKARENG, JAKARTA BARAT Rozali, Yuli Asmi; Sitasari, Novendawati Wahyu
Jurnal Psikologi Vol 15, No 01 (2017): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.  Selain memiliki status sebagai seorang pengajar, guru merupakan bagian dari organisasi, yaitu sekolah. Hubungan guru dengan Kepala Sekolah adalah hubungan antara atasan dan bawahan. Selain kepala sekolah, guru juga memiliki hubungan hirarki dengan pihak yayasan. Biasanya yayasan di suatu sekolah memiliki andil yang cukup besar terhadap keberlangsungan sekolahnya, walaupun sebenarnya telah diwakili oleh kepala sekolah. Namun pada kenyataannya banyak sekolah-sekolah yang terbentur dengan sikap yayasan yang otoriter dan komunikasi yang bersifat satu arah. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap perilaku asertif guru dan mendapatkan gambaran mengenai kemampuan asertivitas guru terhadap atasan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-non  eksperimental dengan menggunakan desian penelitian  kausal-komparatif bersifat ex post facto. Subjek dalam penelitian ini adalah guru SD-IT X, Cengkareng, Jakarta Barat, yang mengajar kelas 1 sampai dengan kelas VI. Adapun alat analisis yang digunakan adalah Sperman test yang digunakan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dengan asertivitas guru SD-IT, X, Cengkareng, Jakarta Barat. Berdasarkan hasil uji statistik spearman diperoleh nilai signifikansi sebesar p = 0.17; p > 0.05, artinya tidak ada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap asertivitas guru SDIT, Jakarta Barat atau hipotesis ditolak. Keyword : gaya kepemimpinan, asertivitas, guru
PENERIMAAN DIRI IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNANETRA Melati, Melati; Levianti, Levianti
Jurnal Psikologi Vol 11, No 01 (2013): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini akan melihat bagaimana proses penerimaan diri seorang Ibu yang memiliki anak tunanetra. Jenis penelitian Kualitatif, metode deskriptif. Sampel penelitian 3 Ibu yang memiliki anak tunanetra sejak lahir. Teknik purposive sampling. Mengumpulkan data dengan cara wawancara mendalam. Berdasarkan hasil analisis, ketiga Subjek dapat menerima dirinya dengan melalui beberapa Phase dalam penerimaan diri. Walaupun tidak semua tanda-tanda dari sebuah perasaan yang kemungkinan muncul pada suatu tahapan mereka rasakan. Contohnya seperti Subjek pertama yang tidak merasakan perasaan terguncang, dan tidak percaya, namun merasakan perasaan tidak siap. Faktor-Faktor yang mempengaruhi terjadinya penerimaan diri tersebut diantaranya adalah,adanya pemahaman tentang diri sendiri yang baik, adanya hal-hal realistik yang terpikirkan, tidak adanya hambatan dalam lingkungan, sikap anggota keluarga yang menyenangkan, tidak adanya gangguan emosional yang berat, pengaruh keberhasilan yang dialami, identifikasi dengan orang yang memiliki penerimaan diri yang baik, pola asuh dimasa kecil yang baik.Kata kunci: penerimaan diri, sikap positif, pemahaman diri
PENGARUH IDENTITAS KELOMPOK TERHADAP SELF-ESTEEM PADA KOMUNITAS REGGAE DI JAKARTA Gunawan, Aryadi; Sugiyanto, Sugiyanto
Jurnal Psikologi Vol 10, No 01 (2012): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKarakteristik para penggemar musik reggae seakan menunjukkan gaya hidup semaunya. Para penggemar musik reggae terlihat sering mengenakan kaos oblong, jeans belel, rambut gimbal, selalu menggunakan atribut-atribut yang lekat dengan warna merah, kuning, hijau atau terkadang hitam hijau dan mengenakan kaos bergambar Bob Marley atau band reggae. Bagi anggota komunitas reggae yang merasa identitas kelompok reggae adalah hal yang positif maka subjek akan percaya diri, bangga, percaya akan kemampuan mental & fisik ketika tampil dengan identitas kelompok tersebut sehingga kemungkinan akan meningkatkan self-esteem pada diri subjek tersebut. Akan tetapi tidak semua anggota komunitas reggae menganggap hal tersebut adalah hal yang positif. Bagi subjek yang meragukan identitas kelompoknya maka subjek akan malu, khawatir, dan cemas ketika tampil dengan identitas kelompok tersebut sehingga kemungkinan self-esteem pada subjek tersebut menjadi rendah. Kata kunci: identitas kelompok, self esteem, komunitas reggae
GAMBARAN COPING STRES PADA PENDERITA DYSTONIA DI JAKARTA Puspita, Puspita; Waluya, Olivia Tjandra
Jurnal Psikologi Vol 11, No 02 (2013): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDystonia adalah sindrom yang berupa kontraksi otot yang tidak dapat dikontrol yang menyebabkan  pergerakan yang berbelok dan berulang-ulang dan/atau postur tidak normal. Dystonia menimbulkan rasa sakit dan pegal yang menetap dan hingga saat ini belum bisa disembuhkan, sehingga pengobatan yang ada saat ini hanyalah untuk mengurangi gejala yang timbul dari Dystonia. Ketidakmampuan mereka dalam mengontrol tubuh mereka, rasa sakit yang mereka rasakan terus menerus serta belum adanya obat yang ditemukan menimbulkan stres bahkan depresi bagi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stres, beberapa faktor penyebab stres yang dialami dan coping stres yang dilakukan oleh penderita Dystonia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek yang dipilih adalah penderita Dystonia yang sudah mengalami Dystonia lebih dari 1 tahun, berusia 20-40 tahun dan berdomisili di Jakarta. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi serta menggunakan purposive sampling. Dari hasil pengolahan data diperoleh gambaran bahwa secara garis besar ketiga subjek mengalami stres karena penyakit Dystonia yang dideritanya. Stres yang mereka alami bersumber dari stressor fisik berupa adanya kekakuan otot pada bagian leher, bahu dan kepala. Kemudian adanya stressor psikologis yaitu depresi serta minder dan tidak percaya diri yang timbul karena ketidakmampuan mereka dalam mengontrol tubuh mereka. Selanjutnya stressor sosial, yaitu adanya rasa malu dan malas dalam bersosialisasi karena posisi tubuh mereka yang dianggap aneh dan terakhir adalah stressor ekonomi yaitu adanya kesulitan dalam keuangan karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan mereka yang mahal dan berkepanjangan. Ketiga subjek mengalami semua stressor tersebut namun melakukan perilaku coping yang berbeda. Subjek I memilih untuk menggunakan problem focused coping dan emotion focused coping, sedangkan subjek II dan III lebih memilih untuk menggunakan emotion focused coping saja. Namun bagi ketiga subjek, stres yang mereka alami dapat teratasi ketika mereka melakukan emotion focused coping berupa positive appraisal. Kata kunci: stressor, problem focused coping, emotion focused coping
PENGARUH KESEPIAN, MOTIF PERSAHABATAN, KOMUNIKASI ON LINE DAN TERHADAP PENGGUNAAN INTERNET KOMPULSIF PADA REMAJA Dariyo, Agus
Jurnal Psikologi Vol 11, No 02 (2013): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractLoneliness as a feeling of emotion which someone feel alone withaout the other people in her / his life. Actually, someone need the presence of the other people in her / his life, because human  is social creature of God.  Therefore, someone has friendship motive. The friendship motive will make someone to seek a friend to build the social community.  One of ways for seeking a friend is use the on line communication. By using internet, someone can make  a network to connect to the other people in the world. But if someone has no the self-regulation in her / his life, he/she will improve the internet addiction. Internnet addiction is a bad habit to use internet without stoping. This research want to explain the effect of loneliness, friendship motive, on line communication on the  internet addition of adolescence. This  research use the 4 quostioneries consist of loneliness, friendship motive, on line communication, and the internet addiction quostioner, By using multiple regression analisys (N = 286), result of the research are the significant effect of lonelines, friendship motive, on line commnication on the  internet addiction of adolescence (13,2 %). And there are the other factor which effect on the internet addiction on adolescence (86,8 %). But partially, there is only on line communication which effect on the  internet addiction. Actually, loneliness and friendship motive have no effect on the internet addiction ( t=6,324, p 0,000<0,05)Keywords: loneliness, friendship motive
GAMBARAN MAKNA HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA Nurani, Vika Maris; Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 11, No 01 (2013): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPasien yang menderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa akan menghadapi penderitaan psikologis, finansial, fisik dan sosial. Dengan adanya penderitaan tersebut pasien akan mengalami keadaan meaningless. Keadaan ini akan membawa pasien pada proses pencarian makna dalam penderitaan atau tetap berada pada keadaan keputusasaan. Proses pencarian makna hidup menurut Frankl didapati melalui pemenuhan salah satu atau ketiga nilai kehidupan yaitu nilai daya cipta, nilai pengalaman dan nilai sikap. Bila hasrat untuk hidup bermakna ini dapat dipenuhi, maka kehidupan akan dirasakan berguna, berharga, dan berarti (meaningful). Kata kunci: makna hidup, pasien gagal ginjal kronis, hemodialisa
SIKAP ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH DI KOMPLEK XXX TANGERANG Rediekan, Gianreca; Respati, Winanti Siwi
Jurnal Psikologi Vol 11, No 01 (2013): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk melihat sikap orang tua terhadap perilaku seksual pranikah di komplek xxx (Tangerang). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 77 orang tua di komplek XXX (Tangerang) dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa sikap orang tua terhadap perilaku seksual pranikah lebih banyak yang bersikap positif (56%) daripada yang bersikap negatif (44%). Orang tua yang memiliki sikap positif lebih banyak yang berusia di antara 41-50 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan akhir SMA dan S1, memiliki pekerjaan pegawai swasta dan IRT, serta berdomisili di RT 3, RT 4, RT 5, RT 7, RT 8, dan RT 9. Kecenderungan sikap positif responden ternyata didominasi oleh komponen konatif, yang dimaksudkan bahwa orang tua masa kini lebih terbuka untuk dapat menerima anaknya berpacaran yang hanya boleh melakukan sebatas pegangan tangan, ciuman kering, dan ciuman basah. Namun orang tua tetap tidak menyetujui remaja untuk melakukan perilaku seksual seperti oral seksual dan sexual intercourse. Sedangkan sikap negatif responden didominasi komponen kognitif dan afektif. Hasil uji beda ditinjau dari usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan wilayah RT menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan sikap terhadap perilaku seksual pranikah secara signifikan. Namun ada perbedaan sikap terhadap perilaku seksual pranikah secara signifikan ditinjau dari pekerjaan. Kata kunci: sikap, perilaku seksual, pranikah

Page 8 of 17 | Total Record : 163