cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi)
ISSN : 25797239     EISSN : 25800523     DOI : -
Core Subject : Health,
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang bertujuan untuk memajukan dan menyebarluaskan perkembangan terbaru dalam bidang kedokteran gigi. Jurnal ini ditujukan untuk dosen, dokter/dokter gigi, mahasiswa, serta pihak-pihak lain yang menaruh minat dalam perkembangan ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
PENGARUH DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) PADA KONSENTRASI 5%,10%,20%,40% dan 80% TERHADAP Streptococcus mutans (In Vitro) Andryana Vera Anindya Astri Putri; Noor Hafida Widyastuti; Vera Megawati
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 1. No 1. 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun stevia (SteviarebaudianaBertoni) merupakan semakliarkeluarga dariAsteraceae, yangmemiliki unsur utama yaitustevioside yangtingkat kemanisannya300 kalidari sukrosa dan tidakmenyebabkan karies.Daun stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) mempunyai kandungan zat aktifseperti alkaloid, flavonoid dan tannin yang memiliki aktivitas antiplak dan antibakteri. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh daya antibakteri ekstrak daun stevia konsentrasi5%, 10%, 20%, 40% dan 80% terhadap Streptococcus mutans. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian post test onlycontrolled group design. Penelitian ini menggunakan metode difusi uji antibakteri secara Kirby -Bauer dengan enam perlakuan terdiri dari kontrol negatif (aquadest steril), ekstrak daun steviakonsentrasi 5%, 10%, 20%, 40% dan 80%. Cakram disk yang telah diberi bahan uji diletakkan padamedia Mueller Hinton yang berisi bakteri Streptococcus mutans, di inkubasi selama 18-24 jam padasuhu 370C. Zona hambat yang terbentuk di ukur menggunakan sliding caliper.Data yang diperolehdianalisis dengan menggunakan uji one way ANOVA dan LSD. Hasil analisis dengan menggunakan ujiANOVAmenunjukkan adanya perbedaan bermakna antarkelompok.Hasil analisis uji LSDmenunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara tiap-tiapkelompok.Simpulan penelitian ini adalah ekstrak daun stevia dapat menghambat pertumbuhanbakteri Streptococcus mutans (in vitro).
EKSPRESI KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR-α (TNF-α) CAIRAN SULKUS GINGIVA PADA PENDERITA GINGIVITIS (Kajian Pengguna Kontrasepsi Pil, Suntik dan Implan) Edi Karyadi; Ahmad Syaifyi
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 2. No 1. 2019
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi hormonal pil, suntik dan implan merupakan jenis kontrasepsi yang banyak diminati oleh pasangan usia subur di Indonesia. Ketiga jenis kontrasepsi ini mengandung hormon seks sintetis berupa esterogen dan progesteron yang dapat meningkatkan cairan sulkus gingiva dan memicu pelepasan sitokin TNF-α sehingga mengakibatkan gingivitis. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui perbedaan kadar Tumor nekrosis alpha (TNF-α) cairan sulkus gingiva pada penderita gingivitis pengguna kontrasepsi pil, suntik dan implan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analytic dengan rancangan penelitian cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 60 wanita dengan usia 25-28 tahun yang terbagi dalam 20 kelompok pil, 20 suntik dan 20 implan di kecamatan Kebonarum Klaten. Penelitian ini diawali dengan pengukuran gingival indeks kemudian pengambilan cairan sulkus gingiva menggunakan absorbent paper point lalu dilakukan penghitungan kadar TNF-α menggunakan metode ELISA. Hasil Penelitian: Hasil peneltian dengan uji statistic didapatkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p0,05). Meskipun demikian, rerata kadar TNF-α cairan sulkus gingiva penderita gingivitis sedang pengguna kontrasepsi implan lebih tinggi dibandingkan dengan kontrasepsi pil dan suntik. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar TNF-α cairan sulkus gingiva penderita gingivitis pengguna kontrasepsi pil, suntik dan implan.
PENGARUH AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia S.) SEBAGAI CAVITY CLEANSER TERHADAP KEKUATAN TARIK BAHAN ADHESIF SELF ETCH RESTORASI RESIN KOMPOSIT desnia sinta rini; Noor Hafida Widyastuti
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 1. No 2. 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan restorasi resin komposit tidak dapat berikatan langsung dengan struktur gigi sehingga diperlukan suatu bahan adhesif yaitu sistem adhesif self etch. Kekuatan ikatan adhesif antara permukaan gigi dan bahan restorasi dapat dipengaruhi oleh kebersihan smear layer yang dapat dibersihkan menggunakan cavity cleanser. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia S.) sebagai cavity cleanser terhadap kekuatan tarik bahan adhesif self etch restorasi resin komposit.Penelitian yang telah dilakukan merupakan penelitian true eksperimental laboratorium menggunakan post test only control group design. Penelitian dilakukan dengan menggunakan alat Universal Testing Machine mengukur besarnya gaya yang dibutuhkan untuk melepaskan pelekatan antara dua bahan. Kelompok perlakuan terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif, air perasan jeruk nipis sebagai cavity cleanser yang diaplikasikan setelah prosedur preparasi kavitas dilanjutkan penggunaan bahan adhesif self etch dan tumpatan resin komposit GV Black kelas V dengan penonjolan konvergen. Tahap selanjutnya disimpan dalam inkubator selama 24 jam dan dilanjutkan thermocycling sebelum dilakukan uji kekuatan tarik. Hasil data kemudian dianalisis menggunakan uji One Way Anova.Kesimpulan hasil penelitian berdasarkan uji Oneway ANOVA menunjukkan nilai p=0,00 (p0,05) yang berarti bahwa air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia S.)  memiliki pengaruh meningkatkan kekuatan tarik bahan adhesif self etch restorasi resin komposit.
REAKSI LIKENOID ORAL YANG DISEBABKAN OLEH MERKURI DAN AMALGAM: A NARRATIVE REVIEW Ulin Muzdalifah; Nendika Dyah Ayu Murika Sari
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 4, No 2 (2021): Vol 4, No 2 (2021) (On process)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mukosa rongga mulut manusia mengalami banyak rangsangan berbahaya. Banyak bahan dan obat-obatan kedokteran gigi yang mengandung zat yang dapat menyebabkan reaksi hipersensivitas pada mukosa rongga mulut atau kulit. Pada orang dengan gigi yang direstorasi, salah satu bahan yang menunjukkan reaksi ialah amalgam karena mengandung merkuri. Literature review ini dilakukan dengan menyesuaikan topik terkait dengan reaksi likenoid oral yang disebabkan oleh restorasi amalgam. Peneliti melakukan pencarian jurnal yang dipublikasikan di internet menggunakan search engine PubMed dan Research Gate dengan kata kunci: oral manifestation of oral lichenoid reaction, oral lichenoid reaction to dental amalgam dan dental amalgam. Didapatkan sebanyak 16 jurnal yang terdiri atas case report dan literature review yang kemudian digunakan sebagai bahan yang relevan untuk dijadikan sumber. Komponen amalgam dapat menyebabkan efek samping lokal atau reaksi alergi yang disebut sebagai reaksi likenoid oral. Reaksi likenoid oral terhadap amalgam termasuk sebagai reaksi hipersensitivitas terhadap paparan merkuri tingkat rendah. Penggunaan uji tempel digunakan untuk mengidentifikasi adanya reaksi likenoid oral akibat amalgam. Penegakan diagnosis yang pasti dapat menentukan perawatan yang tepat. Penghilangan restorasi amalgam direkomendasikan untuk penanganan lesi.
SITOTOKSISITAS NON DENTAL GLASS FIBER REINFORCED COMPOSITE TERHADAP SEL FIBROBLAS METODE METHYL TETRAZOLIUM TEST Dendy Murdiyanto
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 1. No 1. 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan di kedokteran gigi mulai menggunakan material fiber reinforced composite (FRC) sebagai bahan penyusun alat-alat tertentu seperti gigi tiruan cekat, restorasi onlay,  splinting gigi goyah, pasak gigi dan space maintainer. Penyusun FRC terdiri dari fiber dengan jenis terbanyak glass fiber dan matriks berupa dental composite. Non dental glass fiber merupakan jenis glass fiber yang digunakan pada pembuatan gypsum, patung dan alat-alat otomotif yang mudah dijumpai di pasaran dengan harga terjangkau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sitotoksisitas non dental glass fiber reinforced composite terhadap sel fibroblas yang mati.Penelitian ini menggunakan FRC yang diperkuat oleh non dental glass fiber yang telah dianalisa komposisinya dengan scanning electron microscope – energy dispersive x-ray (SEM-EDX). Uji sitotoksisitas dilakukan dengan metode methyl tetrazolium test (MTT) menggunakan sel Vero terhadap air hasil rendaman FRC selama 1, 4 dan 7 hari masing-masing 6 pengulangan  sampel tiap kelompok. Jumlah sel yang mati menunjukkan tingkat sitotoksisitas dan kemudian dianalisa dengan uji Anava satu jalur(α = 0,05).Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kematian sel tertinggi yaitu 8,50 ± 0,34 % pada lama perendaman 4 dan 7 hari, sedangkan rata-rata kematian sel terendah yaitu 8,49 ± 0,35 % pada lama perendaman 1 hari. Berdasarkan pedoman dari Sjögren bahan tidak bersifat sitotoksis jika kematian sel masih dibawah 10%. Uji Anava satu jalur diperoleh p0,05 pada lama perendaman 1, 4 dan 7 hari. Kesimpulan hasil penelitian yaitu tidak terdapat perbedaan jumlah sel fibroblas yang mati pada lama perendaman 1, 4 dan 7 hari. Non dental glass fiber reinforced composite tidak bersifat sitotoksis terhadap sel fibroblas.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KEPOMPONG ULAT SUTRA (Bombyx moriL.) TERHADAP KEKUATAN TARIK DIAMETRAL RESIN KOMPOSIT FLOWABLE Dendy Murdiyanto
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Composite flowable is composite that have low viscocity and have amount of filler 60% from the total weight. The low amount of the filler make resin composite flowable have lower mechanical properties then the conventional resin composite. One of the important mechanical propeties is the diametral tensile strength, the force that make a material elongated and stretch before the material finally break. The additional of fiber can increase the toughness of tensile. Silkworm fiber (bombyx mori L.) actually have high tensile strength until 600Mpa. The objective of this research is to determine the effect of adding cocoon silkworm fiber on flowable composite resin diametral tensile strength and to determine the effect of adding cocoon silkworm fiber on the increase of diametral tensile strength. The study design was post-test-only control design which measures the diametral tensile strength of flowable composite resin with and without the addition of silkworm cocoons fibers. The object for the research was flowable composite resin groups as 32 samples were divided into 2 groups: control group and treatment group. Independent T-Test result showed that there was significant means difference (0.05) with 43,086 MPa for the treatment group and 38,504MPa for the control group. Conclusion of this study was the additional of silkworm cocoons fiber have influence to the diametral tensile strength. The addition of silkworm cocoon fiber increase the diametral tensile strength of flowable composite resin.  
AGENESIS MOLAR TIGA ORANG TUA SEBAGAI FAKTOR RESIKO AGENESIS MOLAR TIGA ANAK Juwita Raditya Ningsih; Doly Hasonangan; Ade Martha Dinata
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agenesis gigi merupakan kondisi dimana gigi tidak dijumpai di dalam rongga mulut akibat ketiadaan benih gigi. Faktor genetik merupakan salah satu faktor yang dominan sebagai faktor resiko terjadinya agenesis gigi pada dari orang tua pada anak. Melalui penelitian ini untuk pertama kalinya akan dapat dilaporkan adanya hubungan antara status agenesis gigi molar tiga orang tua terhadap status agenesis molar tiga anak dan mengetahui berapa besar resiko kedua orang tua yang keduanya agenesis molar tiga memiliki anak yang agenesis molar tiga.Data status agenesis disajikan dalam bentuk skala ordinal dan dianalisis non parametrik chi square untuk mengetahui ada tidaknya hubungan. Hasil perhitungan Odds Ratio menunjukkan angka 0,94 atau mendekati angka 1 (OR=1). Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat risiko yang hampir sama bagi kedua orang tua agenesis gigi molar ketiga maupun salah satu orang tua agenesis gigi molar ketiga untuk memiliki anak dengan agenesis gigi molar ketiga.Hasil analisis Chi-Square diketahui pada data crosstabulation (tabulasi silang) tidak memenuhi syarat untuk dilakukan uji analisis Chi-Square sehingga perlu dilakukan uji analisis alternatif Chi-Square yaitu uji analisis Fisher’s Exact Test. Hasil uji analisis Fisher’s Exact Test nilai significancy menunjukkan angka 1,000 yang berarti tidak terdapat hubungan antara status agenesis gigi molar tiga orang tua dengan status agenesis gigi molar tiga anak pada suku Jawa (P0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwasanya agenesis gigi molar tiga orang tua hanya berperan sebagai faktor resiko minimal terhadap terjadinya agenesis molar tiga anak.Kata kunci: kelainan jumlah gigi, kelainan tumbuh kembang, variasi normal
Hubungan Perilaku Sehat dan Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut Terhadap Derajat Kesehatan Gigi pada Komunitas Tukang Becak di Kota Surakarta, Jawa Tengah deny teguh setyaji; Morita Sari
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 2. No 1. 2019
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perilaku kesehatan merupakan unsur penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Termasuk dalam perilaku tersebut adalah perilaku dalam memenuhi gizi bagi tubuh, perilaku merokok, perilaku kebersihan dan perilaku pencarian kesehatan. Perilaku kesehatan sangat dipengaruhi oleh status sosial seseorang. Orang dengan status sosial rendah atau miskin cenderung mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan mereka. Perilaku kesehatan juga mempengaruhi status kesehatan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku kesehatan dan perilaku kesehatan gigi dengan status kesehatan mulut pada masyarakat pengemudi becak di Surakarta, Jawa Tengah. Tukang Becak dipilih karena jam kerja mereka yang spesifik dan status kurang mampu. Metode Penelitian: Metode penelitian dilakukan dengan cross sectional study design menggunakan kuisioner kesehatan dan pemeriksaan indeks DMF-T dengan responden tukang becak sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling method yang dilakukan pada 5 Kecamatan berbeda untuk memperoleh data yang merata. Data yang diperoleh kemudian akan dianalisis dengan uji Chi-Square dan Multinomial Logistic Regression. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 79% responden memiliki indeks DMFT sangat tinggi. Perilaku merokok yang meliputi durasi merokok (0,0018) dan frekuensi merokok (0,0003) memiliki korelasi terkuat juga faktor risiko tinggi untuk menyumbang status kesehatan mulut yang parah. Perilaku kesehatan gigi yang meliputi rutinitas menyikat gigi (0,0043) dan penggunaan obat kumur (0,02) keduanya berkontribusi signifikan terhadap risiko memiliki status kesehatan mulut yang buruk, ditambah dengan perilaku mencari kesehatan gigi karena perlunya mengunjungi dokter gigi (0,002). Kesimpulan: Perilaku merokok adalah faktor risiko yang paling jelas  mempengaruhi kesehatan  secara  umum maupun kesehatan gigi dan mulut tukang becak, sementara rutinitas menyikat gigi, menggunakan obat kumur dan perilaku mencari kesehatan gigi sangat berkorelasi dengan derajat kesehatan gigi.
PENGARUH POSISI SILKWORM FIBER TERHADAP KEKUATAN DIAMETRAL SILKWORM FIBER REINFORCED COMPOSITE Prima Diandita; Ariyani Faizah
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 1. No 2. 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bahan pembuat gigi tiruan cekat (GTC) telah berkembang yaitu dengan FRC. FRC merupakan campuran dari dua komponen yaitu komposit dan fiber. Fiber pada komposit mampu meningkatkan sifat mekanis pada FRC. Fiber yang digunakan adalah natural fiber. Salah satu contoh natural fiber adalah silkworm fiber. Kandungan serisin pada silkworm bersifat hidrofobik yang menjadikan fiber tidak mudah menyerap air sehingga dapat memperkuat. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh posisi silkworm fiber terhadap kekuatan diametral silkworm fiber reinforced composite dan untuk mengetahui posisi silkworm fiber yang menunjukkan hasil kekuatan diametral paling tinggi. Metode Penelitian: Menggunakan cetakan yang berbentuk disk dengan diameter 6mm dan tinggi 3mm berjumlah 27 sampel yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu compression side, neutral side dan tension side. Sampel berupa komposit dan fiber yang diletakkan pada cetakan sesuai dengan kelompok, disinar selama 20 detik kemudian direndam dalam akuades dan diinkubasi pada suhu 37o C selama 24 jam. Orientasi silkworm fiber  unidirectional dan sampel dilakukan pengujian menggunakan universal testing machine. Hasil: Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan nilai rerata ketiga kelompok. Perbedaan pengaruh diuji menggunakan ANAVA satu jalur dan uji LSD. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan pengaruh antar kelompok dengan nilai signifikansi p=0,000 (p0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh posisi silkworm fiber terhadap kekuatan diametral silkworm fiber reinforced composite. Posisi tension side menunjukkan hasil rerata kekuatan diametral paling tinggi.
PENGARUH AROMATERAPI JERUK MANIS (Citrus sinensis) TERHADAP PERUBAHAN FREKUENSI PERNAPASAN DAN SATURASI OKSIGEN ANAK USIA 6-9 TAHUN PADA KUNJUNGAN PERTAMA KE DOKTER GIGI Septriyani Kaswindiarti; Dita Noviyanti
JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 4, No 1 (2021): Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan dental seringkali terjadi pada anak-anak, terutama pada anak yang pertama kali datang ke dokter gigi. Kecemasan tersebut disebabkan karena anak merasa takut saat melihat alat-alat kedokteran gigi. Kecemasan dapat memicu adanya perubahan pada frekuensi saturasi oksigen. Terapi nonfarmakologis dengan menggunakan aromaterapi Citrus sinensis menggunakan diffuser selama 10 menit dapat memberikan efek menenangkan dan mengurangi kecemasan dengan cara menurunkan frekuensi pernapasan dan meningkatkan saturasi oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi Citrus sinensis terhadap perubahan frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen anak usia 6-9 tahun pada kunjungan pertama ke dokter gigi. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan pre and post-test design. Subjek adalah pasien berusia 6-9 tahun sebanyak 22 subjek dengan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang tidak diberi dan kelompok yang diberi aromaterapi, kedua kelompok ditunjukkan alat-alat kedokteran gigi yang sama lalu dilakukan pengukuran frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen ketika sebelum dan saat ditunjukkan alat kedokteran gigi. Uji hipotesis menggunakan uji Independent T-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan pada rerata frekuensi pernapasan pada kelompok yang diberi aromaterapi Citrus sinensis sebesar 1.14 kali/menit dengan nilai signifikansi p sebesar 0.007 (p0,05) dan peningkatan rerata saturasi oksigen sebesar 2.71 % dengan p sebesar 0.000 (p0,05). Aromaterapi Citrus sinensis berpengaruh terhadap perubahan frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen anak usia 6-9 tahun pada kunjungan pertama ke dokter gigi.

Page 9 of 11 | Total Record : 107