cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UNIVERSITAS PELITA HARAPAN, Gedung B-203, Lippo Karawaci, Tangerang – 15811
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sinergitas PkM & CSR
ISSN : 25287184     EISSN : 25287184     DOI : http://dx.doi.org/10.19166/jspc
Jurnal Sinergitas PKM dan CSR has been published by Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Universitas Pelita Harapan since October 2016. It covers scientific publications related to community service (PKM) and corporate social responsibility (CSR) activities in the the following fields: 1) agriculture, fisheries and marine life; 2) environment and disaster management; 3) health; 4) economics, society, and culture; 5) information and communication technology; and, 6) education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER" : 14 Documents clear
INISIASI PENANGANAN LIMBAH PADAT MELALUI PROGRAM MONITORING CENTER SUSTAINABLE TOURISM OBSERVATORIES (MCSTO) Muhammad, Muhammad; Kardiyati, Endah Nurhaweny; Indawati, Iin
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik pelaksanaan  Program  Monitoring  Center Sustainable  Tourism Observatories   (MCSTO) hakikatnya adalah upaya untuk menjamin keberlangsungan sumber  daya dan manfaat secara berkelanjutan. Kompleksitas fasilitas, aktivitas dan pelayanan ditujukan sepenuhnya untuk memperhitungkan dampak ekonomi, sosial budaya dan lingkungan pada saat ini hingga masa yang akan datang tanpa mengabaikan kebutuhan wisatawan, industri, lingkungan dan masyarakat di destinasi setempat. Tujuan utama pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat  melalui program  Monitoring  Center Sustainable  Tourism Observatories   (MCSTO) : bagaimana  pelaksanaan penanganan limbah padat melalui program MCSTO, bagaimana edukasi dan sosialisasi, fasilitasi infrastruktur dan teknologi pengolahan dan monitoring dan evaluasi berkelanjutan kolaborasi dan replikasi dalam penanganan limbah padat melalui program MCSTO.  Metode pelaksanaan  yaitu  Sosialisasi dan Edukasi, Sistem Pemilahan Sampah, Pengolahan Sampah Organik Daur Ulang dan Bank Sampah, dan Kelompok Masyarakat, Pemantauan dan Evaluasi Berkala  melalui   penanganan sampah. Hasil yang diharapkan   yaitu  penanganan limbah padat   berkolaborasi antara  institusi Pendidikan , dunia industri,  dan Organisasi Masyarakat  Muhammadiyah melalui   yaitu Pimpinan Cabang  Aisyah  (PCA)  Kabupaten  Cirebon,  menunjukkan bahwa pengelolaan berbasis masyarakat, didukung edukasi, fasilitas pemilahan, dan pengolahan limbah, dapat menciptakan  lingkungan sekitar  yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. The implementation practice of the Monitoring Center for Sustainable Tourism Observatories (MCSTO) program is essentially an effort to ensure the sustainability of resources and long-term benefits. The complexity of facilities, activities, and services is fully directed toward considering economic, socio-cultural, and environmental impacts at present and in the future, without neglecting the needs of tourists, the tourism industry, the environment, and local communities at the destination. The main objectives of this community service program through the Monitoring Center for Sustainable Tourism Observatories (MCSTO) are to explore: (1) how solid waste management is implemented through the MCSTO program, (2) how education and community outreach are carried out, (3) how infrastructure and waste processing technologies are facilitated, and (4) how continuous monitoring, evaluation, collaboration, and replication are conducted in solid waste management through the MCSTO program. The methods of implementation include: socialization and education, waste sorting systems, organic waste recycling and waste bank initiatives, community groups, as well as periodic monitoring and evaluation of waste management.
IMPLEMENTASI SI PATUH DENGAN KALENDER EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH REMAJA PUTRI MANDIKAPAU TIMUR Fakhriyah; Muhammad Roif Althaf; Dina Khairina; Nurhalisa Ramadhiani; Rifka Shupia
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10598

Abstract

  Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Desa Mandikapau Timur, Kabupaten Banjar. Rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi hambatan utama dalam upaya pencegahan anemia, meskipun pemerintah telah menetapkan target konsumsi 52 tablet per tahun. Hasil survei menunjukkan hanya sebagian kecil remaja yang rutin mengonsumsi TTD, dengan dukungan keluarga yang juga rendah. Kondisi ini berdampak pada risiko menurunnya konsentrasi belajar, melemahnya daya tahan tubuh, hingga komplikasi kehamilan di masa depan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD melalui inovasi program SI PATUH (Sistem Pengingat dan Edukasi Kepatuhan Minum Obat) berbasis chatbot WhatsApp dan penggunaan kalender pemantauan keluarga. Metode yang digunakan meliputi survei diagnosis komunitas, perencanaan intervensi, implementasi chatbot dan kalender, serta monitoring melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai manfaat TTD, pemahaman efek samping, serta konsistensi konsumsi TTD secara mingguan. Intervensi gabungan berbasis teknologi digital dan dukungan keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan remaja putri. Program ini berpotensi direplikasi di wilayah lain sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan prevalensi anemia remaja. Anemia among adolescent girls remains a serious health problem in Indonesia, including in Mandikapau Timur Village, Banjar Regency. Low adherence to consuming Iron-Folic Acid (IFA) tablets is a major barrier to anemia prevention efforts, even though the government has set a target of 52 tablets per year. Survey results show that only a small number of adolescents regularly consume IFA tablets, with low family support as well. This condition increases the risk of decreased learning concentration, weakened immunity, and future pregnancy complications. This community service activity aims to improve IFA consumption adherence through the innovation of the SI PATUH program (Reminder and Education System for Medication Adherence) using a WhatsApp-based chatbot and a family monitoring calendar. The methods used include community diagnostic surveys, intervention planning, implementation of the chatbot and calendar, and monitoring through pre- and post-tests. The results show an increase in adolescents’ knowledge of the benefits of IFA tablets, understanding of side effects, and consistency in weekly IFA consumption. The combined intervention of digital technology and family support proved effective in increasing adherence among adolescent girls. This program has the potential to be replicated in other areas as a promotive and preventive effort to reduce the prevalence of adolescent anemia.
MARKETING PROMOTION ASSISTANCE FOR TRADITIONAL HEALERS IN WONOSOBO IN DEALING WITH CANCER PATIENTS Wahyu Wibowo, Dr. Indiwan Seto; Hereyah, Yoyoh; Wibowo, Claudia Shinta Octa
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10802

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya. Pengobatan konvensional seperti kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan kerap menimbulkan efek samping yang berat, sehingga mendorong masyarakat mencari alternatif pendamping berupa Terapi Komplementer dan Alternatif (TKA) melalui pengobatan tradisional. Wonosobo memiliki potensi besar dalam pengembangan pelayanan kesehatan tradisional (Yankestrad) melalui peran aktif Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI). Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah lemahnya strategi promosi dan komunikasi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan promosi para pengobat tradisional di Griya Sehat Hudaya Bhakti, Wonosobo, melalui pelatihan pemasaran digital berbasis media sosial. Metode yang digunakan ialah pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, perencanaan, dan pelatihan pembuatan video promosi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme pengobat tradisional terhadap penggunaan media sosial sebagai sarana promosi edukatif dan etis. Implikasinya, strategi promosi digital berbasis konten edukatif dan testimoni dinilai efektif untuk memperluas jangkauan, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat eksistensi pengobatan tradisional di era digital.
PELATIHAN MEMASAK MASAKAN KHAS MANADO BERBASIS CAKALANG FUFU BAGI ANGGOTA SML UMKM CENTER DI RAWABUNTU, SERPONG, TANGERANG SELATAN Yuliantoro, Nonot; Pramono, Rudy; Dimas, Mathew; Hanjani, Florencia
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 3 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i3.10821

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam mendukung perekonomian nasional, termasuk di bidang kuliner yang berbasis kearifan lokal. Namun, keterbatasan keterampilan teknis dan inovasi produk masih menjadi tantangan utama bagi UMKM kuliner. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan memasak masakan autentik khas Manado, yaitu cakalang fufu rica dan cakalang fufu woku. Kegiatan dilaksanakan di SML UMKM Center Rawabuntu, Serpong, Tangerang Selatan dengan melibatkan 20 peserta UMKM kuliner. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif melalui sosialisasi, penyampaian materi, praktik memasak dengan hands-on training, serta evaluasi berupa pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, di mana 60% peserta hanya mampu menjawab benar 50% soal pada pre-test, namun setelah pelatihan seluruh peserta (100%) dapat menjawab dengan benar pada post-test. Selain itu, peserta mampu mengolah dan menyajikan masakan dengan cita rasa autentik, serta menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pelatihan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi pengetahuan konseptual dan keterampilan teknis berbasis kuliner lokal dapat meningkatkan kompetensi UMKM sekaligus membuka peluang usaha berbasis produk tradisional. Dengan demikian, program PKM ini berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM kuliner melalui penguatan kapasitas, diferensiasi produk, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Page 2 of 2 | Total Record : 14