cover
Contact Name
Zaenal Arifin
Contact Email
arifin1169@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltheorems.unma@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Theorems (The Original Research of Mathematics)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 2528102X     EISSN : 25414321     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of THEOREMS (The Original Research of Mathematics) published by Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Majalengka, that contains writings from innovative and relevant research and conceptual studies related to mathematics and / or the development of mathematics learning.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
Penggunaan Software Lindo dalam Matakuliah Program Linear Zaenal Arifin
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.82 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i1.879

Abstract

Abstrak— Munculnya berbagai aplikasi atau software dari ilmu matematika dalam kehidupan sehari-hari memberikan arti bahwa matematika merupakan dasar, alat, ataupun pelayan bagi ilmu-ilmu lain. Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari terkadang dapat dinyatakan dalam suatu sistem bersifat sistematis yang sering disebut dengan pemodelan matematika. Untuk keperluan menyelesaikan program linear sudah tersedia program khusus salah satu aplikasi yang dapat digunakan adalah software Lindo (Linear Interactive Discreat Optimizer). Software ini dapat menyelesaikan permasalahan program linear dengan muda, cepat dan akurat bahkan mampu menyelesaikan masalah program linear sampai 100 constraints (fungsi kendala). Salah satu yang utama dari software Lindo adalah memasukan rumus berdasarkan penyelesaiannya. Rumus yang dimaksud disini dalam bentuk matematika. Jika menggunakan program linear secara manual atau dengan menggunakan metode simpleks akan lebih sulit dan memakan waktu lebih lama karena membutuhkan ketelitian dan ketekunan yang tinggi. Untuk itu sangatlah tepat jika masalah dalam program linear dengan berbagai kejadian masalah optimasi ataupun segala permasalahan optimasi dalam dunia nyata di cari penyelesaiannya dengan Lindo. Secara umum software lindo akan menyediakan pengalaman langsung kepada pelajar ataupun mahasiswa dalam belajar merumuskan. Dengan menggunakan software lindo diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan dalam belajar, khususnya pada matakuliah Program Linear. Kata Kunci: Program Linear, Software Lindo
PENGGUNAAN MODEL PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA Fajar Pamungkas, Yuyu Yuliati Dudu Suhandi Saputra
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.364 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1176

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman matematis siswa pada pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sunia III, sebanyak 21 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dengan 3 tindakan pada tiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan matematis siswa kelas IV Sekolah dasar. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai pada siklus I, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 56,04 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah47,6% atau 10 orang siswa yang mencapai KKM dan 52,4% atau 11 orang siswa berada dibawah KKM.Pada siklus II, nilai rata-rata kelas kelas yang diperoleh siswa adalah 69,6 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah71,4%atau 15 orang siswa yang mencapai KKM dan 28,6% atau 6 orang siswa berada dibawah KKM. Pada siklus III, nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 76,5 sedangkan persentase ketuntasan belajar klaksikal (mastery learning) adalah 90,4% atau 19 orang siswa yang mencapai KKM dan 9,6% atau 2 orang siswa berada dibawah KKM.Secara umum dapat disimpulkan, bahwadalam meningkatkan pemahaman matematis siswa di kelas IV sekolah dasar dapat dengan menggunakan model RME (Realistic Mathematics Education).Kata kunci: model rme, pemahaman matematis siswa.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA SISWA PADA POKOK BAHASAN BILANGAN MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING Sardin Sardin
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.077 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1419

Abstract

Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut adalah apakah kemampuan berpikir kreatif matematika siswa  kelas VII-C SMP Negeri 7 Baubau dapat  ditingkatkan melalui pendekatan pengajuan masalah (problem masalah)?. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa kelas VII-C SMP Negeri 7 Baubau melalui pendekatan pengajuan masalah (problem posing).Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.C SMP Negeri 7 Baubau sebanyak 30 siswa. Hipotesis penelitian tindakan kelas ini adalah kemampuan berpikir kreatif matematika siswa kelas VII.C SMP Negeri 7 Baubau dapat ditingkatkan melalui pendekatan pengajuan masalah (problem posing). Berdasarkan Hasil analisis data penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematika siswa kelas VII.C SMP Negeri 7 Baubau dapat ditingkatkan melalui pendekatan pengajuan masalah (problem Posing). Hal ini diketahui dengan semakin banyak (>70%) siswa yang menunjukan aspek kemampuan berpikir kreatif matematika dalam jawabannya untuk setiap tes siklus yakni aspek memahami masalah, aspek kefasihan dan kebaruan serta adanya peningkatan nilai rata-rata.Kata kunci: Kemampuan berpikir kreatif, pendekatan problem posing.
PENGARUH MODEL BRAIN-BASED LEARNING BERBANTUAN CABRI 3D TERHADAP KEMAMPUAN SPASIAL MATEMATIS SISWA Benny Hendriana; Ishaq Nuriadin; Listya Rachmaeni
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.481 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1435

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan spasial matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya pengaruh kemampuan spasial matematis siswa dengan menggunakan Brain-Based Learning berbantuan software Cabri 3D di SMP Negeri 103 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 103 Jakarta tahun ajaran 2017/2018 yang terdaftar pada semester genap pada tahun ajaran 2017/2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling. Sampel yang diteliti sebanyak 72 siswa. Instrumen penelitian berupa soal uraian sebanyak 7 soal, dilihat dari hasil validitas isi, muka dan konstruk kemudian di uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran dan uji daya pembeda. Uji prasyarat yang dilakukan yaitu uji normalitas dan homogenitas kemudian diperoleh hasil data yang berdistribusi normal dan kedua kelompok homogen. Uji hipotesis menggunakan uji- 16t">  dengan taraf signifikansi 5% didapat 165,262≥1,668">  sehingga H0 ditolak. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan spasial matematis siswa menggunakan Brain-Based Learning berbantuan software Cabri 3D. Kata Kunci :Brain-Based Learning, Cabri 3D, kemampuan spasial matematis
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA MANAJEMEN DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN ANALISIS TITIK IMPAS Agatha Rinta Suhardi; Puji Lestari
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.868 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1438

Abstract

Penguasaan mengenai dasar ilmu ekonomi seperti analisis pulang pokok atau analisis titik impas bagi mahasiswa manajemen merupakan sebuah keharusan dalam menentukan strategi bisnis yang tepat. Dalam pelaksanaannya, seringkali ditemukan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan analisis titik impas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan titik impas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan populasi mahasiswa manajemen kelas karyawan week end di semester 1. Adapun sampel dipilih secara purposive sampling sebanyak 5 orang berdasarkan kesalahan jawaban yang dilakukan. Hasil analisis kesalahan menunjukkan bahwa kurangnya penguasaan konsep dasar matematika seperti operasi aljabar menjadi faktor utama mahasiswa dalam membuat kesalahan. Kesulitan dalam menggambar grafik titik impas juga akibat dari kurang pahamnya mahasiswa mengenai prosedur dasar menggambar grafik suatu fungsi serta menentukan konsep dasar ekonomi seperti Price dan Quantity.  Kata kunci:Analisis Titik Impas, Kesalahan Jawaban, Mahasiswa Manajemen.Kata kunci:Analisis Titik Impas, Kesalahan Jawaban, Mahasiswa Manajemen.
Pemodelan Matematika Rentang Waktu yang Dibutuhkan dalam Menghafal Al-Qur’an indah nursuprianah
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.241 KB) | DOI: 10.31949/th.v2i1.562

Abstract

Kegiatan menghafal Al-Qur’an merupakan bentuk ibadah dan sunnah yang sangat mulia, serta mempunyai keutamaan khusus yang berdasarkan dalil-dalil baik Al-Qur’an maupun hadits. Penelitian ini membahas tentang rentang waktu yang dibutuhkan untuk menghafal Al-Qur’an 30 juz. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Al-Huffadz, Gedongan, Cirebon. Dengan santri angkatan 2011-2014 sebagai sampel. Tahfidz atau menghafal adalah proses mengulang sesuatu, baik dengan membaca atau mendengar karena pekerjaan apapun jika sering diulang, pasti menjadi hafal. Banyak sekali metode-metode yang digunakan dalam menghafal Al-Qur’an, diantaranya yaitu metode tasalsuli, jam’ii, muqsam dan lain sebagainya. Dari penelitian ini didapatkan formula untuk pemodelan menghitung waktu yang dibutuhkan untuk menghafal al-quran, yaitu , dengan Y adalah jumlah juz yang dihafal dan x adalah banyaknya minggu dalam menghafal al-quran.
ANALYSIS MATHEMATICS LEARNING APPS ANDROID BASE AND DESIGNING SYSTEM USING UML 2.0 Rahman Abdillah
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.326 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1405

Abstract

Artikel ini menjelaskan analisis dari aplikasi android yang digunakan sebagai aplikasi pembelajaran matematika. Beberapa aplikasi pembelajaran matematika berbasis android seperti Brainly, Khan Academy dan PhotoMath memiliki fitur-fitur bagus yang dapat digunakan untuk mempermudah interaksi manusia/pengguna dengan sistem. Artikel ini terdapat desain diagram UML 2.0 aplikasi pembelajaran matematika berdasarkan hasil analisis dari 3 aplikasi pembelajaran matematika tersebut.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE TIPE TGT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Novi Yuliyanti, Dudu Suhandi saputra, Muhammad Ihsan Hernawan
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.827 KB) | DOI: 10.31949/th.v3i2.1175

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bekerjasama dengan guru kelas V SDN Sunia Baru I, sebanyak 20 siswa terdiri dari 9 siswa laki laki dan 11 siswi perempuan. Penelitian ini berlangsung dalam 3 siklus, setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes berupa soal dan lembar observasi serta dokumentasi data yang diperoleh berupa hasil tes sebagai data primer dan hasil observasi serta dokumentasi sebagai data pendukung. Indikator keberhasilan yang ditetapkan apabila rata-rata kelas meningkat siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut ditunjukan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas yaitu pada siklus I nilai rata-rata 59,72 dengan ketuntasan individu 9 siswa (45%) diatas KKM, sedangkan 11 siswa (55%) masih dibawah KKM. pada siklus II nilai rata-rata 68,25 dengan ketuntasan individu 13 siswa (65%) diatas KKM, sedangkan 7 siswa (35%) masih dibawah KKM. Pada siklus ke III nilai rata-rata 72,25 dengan ketuntasan individu 16 siswa (80%) diatas KKM, sedangkan 4 siswa (20%) masih dibawah KKM . Selain itu dari data observasi diperoleh sebelum diberikan tindakan siswa terlihat kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Setelah diberikan tindakan siswa terlihat aktif baik pada saat kegiatan tanya jawab maupun pada saat kegiatan kelompok.Kata kunci : hasil belajar siswa, teams game tournament.
UPAYA PENINGKATAN BERPIKIR KRITIS DAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK Nana Suhana
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.979 KB) | DOI: 10.31949/th.v4i1.1420

Abstract

Disadari atau tidak, kurikulum pendidikan di Indonesia menuntut beban yang terlalu banyak bagi siswa, seperti yang pernah diungkapkan oleh Drost, bahwa kurikulum yang diterapkan selama ini hanya dapat diserap oleh 30% siswa Indonesia, 30% itu adalah siswa yang memiliki nilai rata-rata lulus ujian 7, sedangkan 70 % siswa tidak dapat maksimal menyerap semua mata pelajaran yang mereka dapat di sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pembelajaran sinektik dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif  siswa kelas VII C SMP Negeri 3 Majalengka Kabupaten Majalengka tahun pelajaran 2018 – 2019. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas. Subjek penlitian kelas VII C SMPN 3 Majalengka. Langkah ini dilakukan berulang-ulang yang terdiri dari Perencanaan-Tindakan-Observasi-Refleksi. Hasil penelitian menenjukan 1) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mendapat pembelajaran sinektik lebih baik secara signifikan; 2) Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang mendapat pembelajaran sinektik lebih baik secara signifikan. 3) Secara keseluruhan siswa sudah memiliki kebiasaan yang positif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis yang tinggi selama menggunakan model pembelajaran sinektik Kata kunci: model sinektik, berpikir kritis, berpikir kreatif
IMPLEMENTASI MODEL COOPERATIF LEARNING TYPE JIGSAW PADA MATA KULIAH ALJABAR LINEAR UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR MAHASISWA Zuli - Nuraeni
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/th.v2i2.647

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subyek penelitian mahasiswa semester 4 Pendidikan matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Model Cooperatif Learning Type Jigsaw pada mata kuliah Aljabar Linear mahasiswa semester 4 STKIP Muhammadiyah Kuningan untuk meningkatkan partisipasi belajar mahasiswa dalam perkuliahan. Pada akhir siklus I rata-rata partisipasi belajar mahasiswa sebesar 3,38, sedangkan pada akhir siklus II rata-rata partisipasi belajar mahasiswa sebesar 3,61. Rata-rata keaktifan mahasiswa pada akhir siklus I adalah 3,37, dan rata-rata keaktifan mahasiswa pada akhir siklus II adalah 3,51. Pada akhir siklus I rata-rata nilai mahasiswa 70, mahasiswa yang memperoleh nilai kurang dari 75 sebanyak 44,44% dan mahasiswa yang memperoleh nilai lebih dari 75 sebanyak 55,56%. Sedangkan pada akhir siklus II rata-rata nilai mahasiswa 83,67, mahasiswa yang memperoleh nilai kurang dari 75 sebanyak 22,22% dan mahasiswa yang memperoleh nilai lebih dari 75 sebanyak 77,78%. Mahasiswa yang memperoleh nilai kurang dari 75 menurun sebanyak 22,22% dari siklus I ke siklus II, dan mahasiswa yang memperoleh nilai lebih dari 75 naik sebanyak 22,22% dari siklus I ke siklus II. Terjadi peningkatan rata-rata nilai mahasiswa dari siklus I ke siklus II sebesar 16,67.

Page 9 of 22 | Total Record : 211