Articles
224 Documents
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA TINGKAT CEMAS PASIEN HIPERTENSI DI RT.012 RW.001 KELURAHAN KOJA
Kartini, Irmina, Ami Kadewi,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10, No 1 (2024): JAKHKJ Maret 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59374/jakhkj.v10i1.366
Latar Belakang: Hipertensi adalah salah satu penyakit yang sering disebut juga sebagai silent killer. Pasalnya penyakit ini sering hadir tanpa keluhan sebelumnya. Hal ini membuat penderita tidak mengetahui hipertensi yang dideritanya telah parah atau tidak, dan baru menyadari ketika sudah terjadi komplikasi bahkan bisa menyababkan kematian. Hal ini yang menyababkan pasien hipertensi banyak yang mengalami kecemasan karena takut terancam status kesehatan, terancam akan status ekonomi dan lingkungan sekitarnya. Untuk itu penting bagi pasien hipertensi untuk melakukan peningkatan status kesehatan dengan melakukan terapi farmakologi dan non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yaitu terapi teknik relaksasi otot progresif digunakan untuk mengatasi kecemasan dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan penelitian: Untuk Mengetahui Penerapan Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tingkat Cemas Pada Klien Hipertensi Di RT.001 Kelurahan Koja Tahun 2019. Metode Penelitian: Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, tehnik sampling penelitian adalah mengunakan non probability sampling, sampel dipilih dengan mengunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi dan didapatkan sampel sejumlah 2 partisipan. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat cemas pada pasien hipertensi. Hasil penelitian: Hasil studi kasus yang dilakukan pada 2 pasien hipertensi dengan diagnosa keperawatan kecemasan menunjukkan adanya penurunan tingkat cemas dan tekanan darah 5-10 mmHg sistolik maupun diastolik pada pasien dengan hipertensi yang mendapat terapi teknik relaksasi otot progresif sehingga pasien mampu mempertahankan derajat kesehatan, kemampuan dalam menghadapi kecemasan dan penurunan tekanan darah.Kata Kunci: Hipertensi, Cemas, Relaksasi Otot Progresif.
PENERAPAN TEORI PARENT CHILD INTERACTION BARNARD DALAM ASUHAN KEPERAWATAN BAYI DENGAN IKTERIK NEONATUS
Titin Sutini, Maya Sari
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 9, No 2 (2023): JAKHKJ September 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59374/jakhkj.v9i2.351
Latar Belakang: Ikterik neonatus adalah suatu keadaan pada bayi baru lahir yang diakibatkan oleh penumpukan berlebihkadar bilirubin yang tidak terkonjugasi sehingga menyebabkan adanya warna kuning pada sklera dan kulit. Pendekatankeperawatan yang diberikan pada bayi iketerik yang mendapatkan fototerapi yang dapat diminimalkan melalui pemberian ASIdimana orang tua dapat berinteraksi dengan bayi selama pelaksanan fototerapi. Penerapan teori model Kathryn E Barnard yaituinteraksi antara bayi dan orang tua yang tertuang dalam 3 kasus terpilih dan di temukan masalah keperawatan iketerik neonatus,fototerapi. Adapun masalah lainnya yaitu bagaimana cara perawatan bayi selama pelaksanaan fototerapi. Masalah -masalah yangmuncul akan memperberat keadan ikterik dan menghambat proses adaptasi bayi dalam proses tumbuh kembangnya untukmencapai integritas dan menghambat proses perilaku orang tua dan bayi dalam berinteraksi dalam asuhan.Tujuan: Mengaplikasikan model Kathryn E. Barnard dalam memberikan asuhan keperawatan ikterik neonatus dengan masalahperawatan melalui pendekatan proses keperawatan.Metodologi Penelitian: Metode penelitian ini dalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Aauhan keperawatan dilakukan dengan menerapkan teori Karthryn E Barnad ( Parent Child Interaction). Proses keperawatan dilakukan dari pengkajian,intervensi implementasi dan evaluasi. Sampel penelitian berjumlah tiga neonatus dengan bayi yang mengalami iketerik denganpemeberian fototerapi yang di rawat di rumah sakit .Kesimpulan: :Penerapan teori Parent Child Interaction Barnar memfasilitasi pelaksanaan asuhan keperawatan pada bayi denganmasalah ikterik neonatus yang dilakukan fototerapi melalui identifikasi respon/perilaku bayi dan membalas respon bayi tersebutdengan respon/perilaku orangtua/pemberi asuhan untuk mencapai respon adaptif bayi dan orangtua/pemberi asuhan. Hambatandalam penerapan teori ini karena masih bersifat umum, banyak melihat tentang interaksi orangtua (ibu dan ayah) dalam pemberianASI dan pendidikan pada orang tua tentang bayi, tidak ada uraian yang jelas tentang respon baik anak maupun orangtua/pemberiasuhan yang spesifik dalam rangka memenuhi kebutuhan bayi dalam mencapai perilaku adaptif yang diharapkan terutama dalampemberian ASI.Kata Kunci: Ikterik Neonatus, fototerapi, model Parent Child Interaction
TINGKAT PENGETAHUAN PEDAGANG JAJANAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA KEGAWATDARURATAN LUKA BAKAR DI PULAU KELAPA RW 001 KEPULAUAN SERIBU UTARA
Prawitra Ayu Tome, Leo Rulino, Egeria Sitorus,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10, No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.457
Latar Belakang: Luka bakar adalah cedera pada kulit disebabkan oleh sumber panas, radioaktivitas, listrik, kontak dengan bahan kimia. WHO 2016 memperkirakan bahwa ada 265.000 kematian yang terjadi setiap tahun di seluruh dunia karena luka bakar. Sementara Menurut Kemenkes RI 2018, kejadian luka bakar di seluruh wilayah Indonesia dari tahun 2014 hingga 2018, terjadi peningkatan kejadian luka bakar sebanyak 35%. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar di Pulau Kelapa RW 001 Kepulauan Seribu Utara. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di RW 001 pada tanggal 24-26 april 2024 dengan jumlah sampel 25 resdesaponden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden berpendidikan SMA yaitu sebanyak 13 responden (52%), sementara berdasarkan usia mayoritas responden berusia 17-25 tahun sebanyak 9 responden (36%). Hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang menghentikan proses luka bakar saat terjadi luka bakar mayoritas berpengetahuan tinggi sebanyak 15 responden (60%), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara mendinginkan luka bakar mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 18 responden (72%), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara menjaga kelembaban kulit dan mencegah infeksi pada saat terjadi luka bakar mayoritas berpengetahuan tinggi sebanyak 13 responden (52%), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara mencegah pembengkakan pada luka bakar mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 15 responden (60%), dan hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang langkah-langkah pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar secara keseluruhan mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 12 responden (48%). Kesimpulan: : Pengetahuan pedagang jajanan tentang langkah-langkah pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar masuk kategori rendah.
PENERAPAN TERAPI BERMAIN MEWARNAI UNTUK MENGONTROL ANSIETAS ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN DEMAM TIFOID YANG MENDAPATKAN PERAWATAN DI RUMAH SAKIT
Anna Angelica Siregar, Sri Melfa Damanik,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10 No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.455
Latar Belakang: Demam Tifoid merupakan penyakit pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Sallmonella Typhi. Penyakit ini banyak terjadi pada anak usia tahap pra sekolah (3-6 tahun). Terapi bermain mewarnai merupakan salah tindakan non farmakologi untuk mengatasi masalah ansietas akibat dampak hospitalisasi pada anak demam tifoidTujuan: Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi bermain mewarnai untuk mengontrol tingkat ansietas anak pra sekolah dengan Demam Tifoid yang mendapat perawatan di Rumah sakit.Metodologi Penelitian: Menggunakan laporan studi kasus dari 2 anak yang dirawat di Rumah Sakit yang mengalami masalah ansietas dengan penerapan terapi bermain mewarnai dan penilaian Skala FIS (Face Image Scale) sebelum dan sesudah intervensi dilakukan.Hasil: Studi Kasus ini menujukkan hasil bahwa masalah keperawatan ansietas pada pasien pertama dan kedua dapat teratasi pada hari keempat perawatan. Terapi bermain mewarnai dapat mengontrol ansietas pada anak usia pra sekolah dengan demam tifoid yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit dari tingkat ansietas sedang dengan skor FIS 4 menjadi skala FIS 1 (Sangat tidak ansietas) pada pasien 1 dan skala FIS 2 (Tidak ansietas) pada pasien kedua setelah 4 hari masa perawatan di Rumah Sakit.Kesimpulan: Penerapan terapi bermain mewarnai pada anak usia prasekolah dengan demam tifoid yang dirawat di Rumah Saakit dapat mengontrol ansietas anak dan memberi kenyamanan pada anak sehingga dampak hospitalisasi dapat diminimalisir.Kata Kunci: Demam Tifoid pada Anak, Terapi Bermain Mewarnai, Ansietas, pada anak, Face Image Scale (FIS)
KOMBINASI TERAPI PIJAT EFFLEURAGE DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN NYERI IBU POST PARTUM
Ernika Damai Yanti, Eni Folendra Rosa, Lisdahayati, Rita Kamalia,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10 No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.456
Latar Belakang: Masa post partum adalah periode penting bagi ibu setelah melahirkan, di mana banyak ketidaknyamanan dapat terjadi, termasuk nyeri perut akibat involusi uterus. Intervensi non-farmakologi seperti pijat effleurage dan aromaterapi lavender telah terbukti efektif dalam mengurangi nyeri post partum.Tujuan: Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengevaluasi efek kombinasi terapi pijat effleurage dan aromaterapi lavender terhadap penurunan nyeri ibu post partum.Metodologi Penelitian: : Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian adalah dua ibu post partum yang mengalami ketidaknyamanan saat proses involusi uterus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung, dan merupakan bagian dari penelitian utama yang telah dilakukan sebelumnya tahun 2022 dan tahun 2023 yang berfokus pada edukasi holistik menyusui. Intervensi yang diberikan meliputi pijat effleurage dengan kombinasi aromaterapi lavender selama tujuh hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan pengukuran skala nyeri.Hasil: Setelah dilakukan intervensi, kedua subjek penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada skala nyeri. Klien pertama mengalami penurunan nyeri dari skala 5 (sedang) menjadi skala 1 (ringan), sedangkan klien kedua mengalami penurunan nyeri dari skala 6 (sedang) menjadi skala 1 (ringan). Pijat effleurage membantu meningkatkan sirkulasi darah dan relaksasi otot, sementara aromaterapi lavender memberikan efek menenangkan dan mengurangi stres.Kesimpulan: Kombinasi pijat effleurage dan aromaterapi lavender efektif dalam mengurangi nyeri post partum. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologi untuk manajemen nyeri pada ibu post partumKata Kunci: Pijat effleurage, aromaterapi lavender, nyeri post partum
TINGKAT PENGETAHUAN PEDAGANG JAJANAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA KEGAWATDARURATAN LUKA BAKAR DI PULAU KELAPA RW 001 KEPULAUAN SERIBU UTARA
Prawitra Ayu Tome, Leo Rulino, Egeria Sitorus,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10 No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.457
Latar Belakang: Luka bakar adalah cedera pada kulit disebabkan oleh sumber panas, radioaktivitas, listrik, kontak dengan bahan kimia. WHO 2016 memperkirakan bahwa ada 265.000 kematian yang terjadi setiap tahun di seluruh dunia karena luka bakar. Sementara Menurut Kemenkes RI 2018, kejadian luka bakar di seluruh wilayah Indonesia dari tahun 2014 hingga 2018, terjadi peningkatan kejadian luka bakar sebanyak 35%. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar di Pulau Kelapa RW 001 Kepulauan Seribu Utara. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di RW 001 pada tanggal 24-26 april 2024 dengan jumlah sampel 25 resdesaponden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden berpendidikan SMA yaitu sebanyak 13 responden (52%), sementara berdasarkan usia mayoritas responden berusia 17-25 tahun sebanyak 9 responden (36%). Hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang menghentikan proses luka bakar saat terjadi luka bakar mayoritas berpengetahuan tinggi sebanyak 15 responden (60%), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara mendinginkan luka bakar mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 18 responden (72%), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara menjaga kelembaban kulit dan mencegah infeksi pada saat terjadi luka bakar mayoritas berpengetahuan tinggi sebanyak 13 responden (52%), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara mencegah pembengkakan pada luka bakar mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 15 responden (60%), dan hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang langkah-langkah pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar secara keseluruhan mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 12 responden (48%). Kesimpulan: : Pengetahuan pedagang jajanan tentang langkah-langkah pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar masuk kategori rendah.
PENERAPAN SENAM HAMIL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH RT 002/ RW 001 PULAU KELAPA
Rosita Lubis, Nancy Febriani, Lulu Febriyanti,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10 No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.458
Latar belakangSenam hamil merupakan program kebugaran bagi ibu hamil untuk mengencangkan sistem tubuh dan mempersiapkan otot menghadapi masa kehamilan. Senam kehamilan dilaksanakan pada setiap akhir sesi edukasi ibu hamil sebagai sumber untuk menambah pengetahuan tentang kehamilan dan persiapan persalinan.TujuanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman secara nyata penerapan senam hamil terhadap tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi proses persalinan pada ibu hamil primigravida di wilayah Rt 002/ Rw 001 Pulau Kelapa.Metodologi penelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan melakukan penerapan senam hamil terhadap 2 pasien yang mengalami kecemasan dalam menghadapi proses persalinan dari mulai tahap pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan.HasilBerdasarkan hasil evaluasi selama 5 hari dari 2 kedua pasien setelah dilakukan senam hamil, pada Ny.K didapatkan sudah tidak merasa cemas dan merasa nyaman dan yakin akan mengadapi proses persalinan yang akan dihadapinya sedangkan pada Ny.Y cemasnya berkurang.KesimpulanKesimpulan penelitian ini terapi penerapan senam hamil dapat menurunkan tingkat kecemasan. Kata kunciSenam Hamil, Kecemasan, Primigravida
HUBUNGAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MENGGUNAKAN POSTER TERHADAP PENGETAHUAN LANSIA TENTANG HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 2 JAKARTA BARAT
Mikyal Azizah, Susihar, Labora Sitinjak,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10 No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.459
Latar Belakang: Lansia adalah seseorang yang berusia 60 tahun ke atas. Proses penuaan pada lansia akan menyebabkan perubahan dari fisik, mental, sosial, ekonomi, dan fisiologi. Salah satu perubahan yang terjadi adalah perubahan pada struktur vena besar yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit di mana peningkatan tekanan darah sistolik melebihi batas normal, yaitu lebih dari 140 mmHg, dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg pada kondisi ini, tekanan pada pembuluh darah terus meningkat. Tekanan darah normal sendiri adalah 120 mmHg sistol atau saat jantung berdetak, dan 80 mmHg diastol atau saat jantung sedang rileks. Tujuan: Menganalisis hubungan pendidikan kesehatan dengan menggunakan poster terhadap pengetahuan lansia tentang hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jakarta Barat. Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperiment dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Sampel yang diteliti sebanyak 30 responden analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa Pengetahuan hipertensi pada lansia sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media poster sebagian besar berpengetahuan kurang sebanyak 15 lansia (50,0%), Pengetahuan hipertensi pada lansia penderita hipertensi sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media poster berpengetahuan baik sebanyak 14 orang (46,7%). Kesimpulan: Simpulan didapatkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media poster berpengaruh terhadap pengetahuan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Pendidikan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan
PENGARUH EDUKASI BUKU SAKU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PETUGAS PENANGANAN PRASARANA DAN SARANA UMUM (PPSU) TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA LAKA LANTAS DI PAPANGGO JAKARTA UTARA
Irmina, Astuti Lumbantoruan, Heldianus,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10 No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.460
Latar belakang: Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia yang menyebabkan banyak musibah dan kejadian ini mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerugian material.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Edukasi buku saku terhadap tingkat pengetahuan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tentang pertolongan pertama laka-lantas di Papanggo Jakarta Utara.Metodologi penelitian: Penelitian ini menggunakan metode desain pre experimental dengan one group pre and post dengan menggunakan uji T-test. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19-23 April 2024 dengan jumlah responden 20 orang sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan oleh peneliti.Hasil: Tingkat Pendidikan responden rata-rata SMA, dan 40% responden sudah bekerja selama 6-10 tahun. Tingkat pengetahuan PPSU sebelum diberikan edukasi buku saku dominan kategorinya adalah cukup sebanyak 10 orang (50%) sedangkan tingkat pengetahuan PPSU sesudah diberikan edukasi buku saku dominan kategorinya adalah cukup sebanyak 10 orang (50%).Kesimpulan: Hasil uji T-Test menunjukkan p-value 0,001 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan edukasi buku saku terhadap Tingkat pengetahuan PPSU tentang laka lantas.Kata kunci: Edukasi, Buku Saku, Tingkat Pengetahuan, PPSU
IMPLEMENTASI LATIHAN RANGE OF MOTION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN AKTIVITAS FISIK PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK
Kinanti Ratna Dewi, Yanti Anggraini
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 11 No 1 (2025): JAKHKJ Maret 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59374/.v11i1.480
Latar Belakang: stroke merupakan penyakit persayarafan dimana peredaran darah berhenti di pembuluh darah arteri bagian otak karena pembuluh darah merobek atau adanya penyumbatan di seluruh atau sebagaian yang bersifat tetap atau tidak. Angka kejadian pasien stroke ada 12,2 juta di dunia. Prevelensi pasien stroke non hemoragik didapatkan 58,5% di Jakarta. Salah satu tindakan keperawatan untuk membuat kemampuan aktivitas fisik pasien stroke meningkat adalah dengan latihan ROM. Tujuan: dari penelitian ini adalah melakukan analisa tindakan latihan ROM pada kedua pasien stroke non hemoragik. Metode: memakai metode deskriptif dengan proses keperawatan dengan intrevensi latihan ROM selama 3 hari. Metodologi Penelitian: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kerja keperawatan melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik untuk melihat masalah dan kondisi yang dihadapi, yang dipandang secara objektif. Subjek penelitian adalah 2 orang pasien yang didiagnosis Stroke Non Hemoragik oleh dokter. Hasil: Sesudah dilaksanakan latihan ROM, indeks barthel pasien 1 meningkat dari skala 25 menjadi 60. Sementara pasien 2 tidak significant meningkat dari skala 5 menjadi 25. Kesimpulan: Latihan ROM dapat meningkatkan kemampuan aktivitas fisik pada pasien stroke non hemoragik selama tiga hari dan direkomendasikan agar perawat bisa mengajarkan latihan ROM dan memberikan motivasi ke keluarga dan pasien stroke non hemoragik untuk bisa latihan ROM di rumah. Kata Kunci: Stroke Non Hemoragik, Aktivitas Fisik, Latihan ROM.