cover
Contact Name
Leo Rulino
Contact Email
Leo Rulino
Phone
-
Journal Mail Official
leorulino@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
ISSN : 2442501X     EISSN : 25412892     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Penerapan Teori Levine Pada Anak Hepatitis Dengan Gangguan Kebutuhan Nutrisi. Nyimas Heny P, Endah Nurohmah,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10, No 1 (2024): JAKHKJ Maret 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v10i1.370

Abstract

Latar Belakang: Penerapan teori Levine pada anak dengan hepatitis dan gangguan kebutuhan nutrisi menjadi fokus penting dalam upaya meningkatkan kualitas perawatan. Hepatitis pada anak dapat menyebabkan gangguan serius terhadap status gizi mereka, memerlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan faktor-faktor fisik, psikologis, dan sosial. Teori Levine, yang menekankan pentingnya adaptasi individu terhadap perubahan lingkungan, memberikan kerangka kerja yang relevan untuk memahami dan mengelola gangguan kebutuhan nutrisi pada anak dengan hepatitis. Penerapan teori ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman dan perawatan yang holistik terhadap anak-anak yang mengalami hepatitis dan masalah nutrisi. Tujuan: Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menganalisa aplikasi teori konservasi levine, dengan membandingkan implementasi di layanan termasuk kelebihan dan kekurangan pada asuhan keperawatan anak Hepatitis dengan kasus infeksi dan nutrisi. Metodologi Penelitian: Tuliskan secara singkat mengenai Metodologi Penelitian, dengan menggambarkan desain penelitian, tempat penelitian (tanpa menyebutkan lokasi sebenarnya), peserta (rincian tentang bagaimana dipilih, kriteria inklusi dan eksklusi, jumlah yang masuk dan keluar dari penelitian, karakteristik klinis dan/atau demografis yang relevan). Hasil: Metode yang digunakan menggunakan studi kasus yang lazim ditemukan pada anak dengan hepatitis, kami akan mengeksplorasi penerapan teori Levine dalam konteks anak hepatitis dengan gangguan kebutuhan nutrisi. membahas konsep-konsep utama dari Teori Levine diintegrasikan melalui pendekatan yang lebih holistik, diharapkan artikel ini dapat memberikan panduan praktis bagi para profesional. Kesimpulan: penerapan model konservasi Levine pada anak dengan hepatitis menunjukkan potensi yang signifikan dalam meningkatkan perawatan dan pemulihan. Teori ini menekankan pentingnya pemeliharaan integritas fisik dan psikososial, yang relevan dalam mengatasi tantangan medis dan psikologis terkait hepatitis pada anak Kata Kunci: Hepatitis, Levine, Nutrisi
IMPLEMENTASI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DALAM MENURUNKAN NYERI KEPALA & TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Dessy Haryanti, Yanti Anggraini
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 9, No 2 (2023): JAKHKJ September 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v9i2.348

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang bisa menyebabkan pasien mengalamikematian dini. Di dunia prevelensi pasien hipertensi sebanyak 1.4 miliar. Salah satu penanganan penyakit hipertensiadalah teknik relaksasi otot progresif. Manfaat tindakan relaksasi otot progresif adalah membuat nyeri kepala dantekanan darah menurun dan kembali normal.Tujuan: Melaksanakan asuhan keperawatan dengan melakukan teknik relaksasi otot progresif untuk membantumenurukan tekanan darah dan nyeri kepala pada klien hipertensi.Metode: Studi kasus ini memakai metode membandingkan 2 pasien hipertensi pada tanggal 11 - 16 April 2022 di RSTK. II Moh Ridwan Meuraksa dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak effektif. Saat penelitian pasiendilakukan edukasi dengan pemberian leafleat dan diajarkan teknik relaksasi otot progresif. Peserta yang dipilihberdasarkan krirteria inklusi yaitu berusia 18-80 tahun, menandatangi informed consent dan rawat inap.Hasil: Pada pasien 1 sebelum intervensi, blood pressure sebesar 189/108 mmHg dan skala nyeri 7 (0-10) sertasesudah dilakukan intervensi, blood pressure 127/77 mmHg dan skala nyeri 0 (0-10). Pada pasien 2 sebelumintervensi, blood pressure 150/80 mmHg dan level nyeri kepala 6 serta sesudah intervensi, blood pressure 136.65mmHg dan skala nyeri 0.Kesimpulan: Relaksasi Otot proresif bisa membantu dalam penurunan tekanan darah dan nyeri kepala pada pasienhipertensi selama tiga hari. Dianjurkan perawat melatih dan memberikan motivasi ke pasien untuk melaksanakanrelaksasi otot progresif dengan rajin saat dirawat ataupun pulang ke rumah..Kata Kunci: Hipertensi, Relaksasi Otot Progresif, Tekanan Darah
Tingkat Pemahaman Keluarga Tentang Penanganan Golden Periode Pada Anggota Keluarga Dengan Potensi Stroke Akibat Hipertensi di Wilayah Rt 01/ Rw 09 Kel. Cakung Barat, Cakung Jakarta Timur Nancy, Egeria Dorina Sitorus, Astuti Lumbantoruan,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10, No 1 (2024): JAKHKJ Maret 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v10i1.365

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Riskesdas tahun (2018) pada usia 18 tahun prefelen hipertensi sekitar 34,1%, Riskesdas tahun (2019) bahwa DKI Jakarta mencapai 35% warga terdiagnosis hipertensi. Hipertensi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah diatas ambang normal yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Golden Periode adalah masa 3 jam pertama setelah serangan stroke. Tujuannya mengidentifikasi tingkat pemahaman keluarga tentang Penanganan Golden Periode Pada Anggota Keluarga Dengan Potensi Stroke Akibat Hipertensi di Wilayah RT 01 RW 09 KEL. Cakung Barat, Cakung Jakarta Timur. Metode yang di pakai yaiyu deskrptif kuantitatif. Dari hasil penelitian ini yang dilakukan selama 1 hari didapatkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pemahaman respnden antara usia sampai 30 tahun dengan lebih dari 30 tahun, dan pendidikan SD, SMP dan SLTA.Kata Kunci: Hipertensi, stroke dan penanganan golden periode
PENGARUH PENINGKATAN KUALITAS BOWEL PREPARATION TERHADAP HASIL VISUALISASI KOLONOSCOPY – A SISTEMATIC REVIEW Dhea Natashia, Reni Amiati, Euis Suhartini
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10, No 1 (2024): JAKHKJ Maret 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v10i1.374

Abstract

Latar Belakang: Kolonoskopi adalah salah satu bentuk skrining yang penting dalam menentukan diagnosa penyakit. Tidak seperti tes skrining yang lain, kolonoskopi bergantung pada persiapan kebersihan usus sebelum prosedur dilakukan. Jika persiapan usus tidak optimal, hasil patologi tidak terdeteksi secara signifikan. Banyak faktor yang dapat meningkatkan persiapan kebersihan usus. Tinjauan sistematik review ini akan melihat faktor-faktor yang dapat mengoptimalkan persiapan usus, termasuk pilihan persiapan usus, penilaian dari persiapan usus, faktor-faktor khusus yang mempengaruhi persiapan, dan diet sebelum kolonoskopi yang mempengaruhi persiapan usus.Tujuan: Tujuan Sistemtic review ini adalah untuk memperoleh intervensi yang tepat tentang cara peningkatan persiapan kebersihan usus pada pasien yang akan menjalani pemeriksaan kolonoskopi.Metodologi Penelitian: Review ini melibatkan dua data base di MEDLINE dan Cochrane Central dari tahun 2011 sampai dengan bulan November 2023. Penelitian yang kami telaah yang menggunakan metode RCT yang melaporkan keakuratan data yang menunjukan persiapan kebersihan usus yang dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan colonoscopy yang menunjukan hasil pemeriksaan colonoscopy yang optimal. Tinjauan sistematis ini mengikuti daftar periksa pedoman PRISMA dan penilaian kualitas setiap artikel dilakukan dengan menggunakan JBI.Hasil: Sebanyak 306 artikel yang diseleksi tersisa 4 artikel yang memenuhi kriteria untuk di analisis dan di sintesis dalam systematic review ini. Hasil synthesis menunjukan efektivitas bowel preparation dalam meningkatkan visualisasi kolonoskopi.Kesimpulan: : Untuk pengaplikasian di pelayanan kesehatan pada saat persiapan kebersihan usus/bowel preparation dapat di lakukan dengan pemberian 4 Liter cairan bening, pemberian 3L PEG, pemberian PEG 2-l+asam askorbat atau dengan pemberian 300 mg simetikon dalam 200 ml air sebelum tindakan colonoscopy. Kata Kunci: Colonoscopy, Bowel Preparation, Diet, Pendidikan Kesehatan, Laxative
KOMBINASI TERAPI PIJAT EFFLEURAGE DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN NYERI IBU POST PARTUM Ernika Damai Yanti, Eni Folendra Rosa, Lisdahayati, Rita Kamalia,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10, No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.456

Abstract

Latar Belakang: Masa post partum adalah periode penting bagi ibu setelah melahirkan, di mana banyak ketidaknyamanan dapat terjadi, termasuk nyeri perut akibat involusi uterus. Intervensi non-farmakologi seperti pijat effleurage dan aromaterapi lavender telah terbukti efektif dalam mengurangi nyeri post partum.Tujuan: Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengevaluasi efek kombinasi terapi pijat effleurage dan aromaterapi lavender terhadap penurunan nyeri ibu post partum.Metodologi Penelitian: : Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian adalah dua ibu post partum yang mengalami ketidaknyamanan saat proses involusi uterus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung, dan merupakan bagian dari penelitian utama yang telah dilakukan sebelumnya tahun 2022 dan tahun 2023 yang berfokus pada edukasi holistik menyusui. Intervensi yang diberikan meliputi pijat effleurage dengan kombinasi aromaterapi lavender selama tujuh hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan pengukuran skala nyeri.Hasil: Setelah dilakukan intervensi, kedua subjek penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada skala nyeri. Klien pertama mengalami penurunan nyeri dari skala 5 (sedang) menjadi skala 1 (ringan), sedangkan klien kedua mengalami penurunan nyeri dari skala 6 (sedang) menjadi skala 1 (ringan). Pijat effleurage membantu meningkatkan sirkulasi darah dan relaksasi otot, sementara aromaterapi lavender memberikan efek menenangkan dan mengurangi stres.Kesimpulan: Kombinasi pijat effleurage dan aromaterapi lavender efektif dalam mengurangi nyeri post partum. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologi untuk manajemen nyeri pada ibu post partumKata Kunci: Pijat effleurage, aromaterapi lavender, nyeri post partum
PENERAPAN TEORI MODEL KEPERAWATAN COMFORT PADA ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RSPAD GATOT SOEBROTO Awaliah, Elis Komariah,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10, No 1 (2024): JAKHKJ Maret 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v10i1.369

Abstract

Latar Belakang: Anak yang mengalami infeksi Deman Berdarah Dengue. (DBD) akan mengalami gejala demam, mual muntah. Hal ini anak   merasa tidak nyama. Mual muntah dan demam akan menyebabkan gangguan keseimbangan cairan yang merupakan resiko yang dapat terjadi pada anak DBD. Penatalaksanaan demam berdarah (DBD) sangat penting, terutama dalam pemenuhan keseimbangan cairan. Bila gangguan keseimbangan cairan ini tidak segera daitasi maka dapat meyebabkan perburukan Kondisi tersebut jika berlarut-larut dapat mengakibatkan pengeluara caiaran yang hebat. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji upaya memberikan kenyamanan melalui pemenuhan kebutuhan cairan pada anak dengan Deman Berdarah Dengue berlandaskan Teori Keparawatan Comfort Kolcaba. Metode: Desain penelitian ini adalah case-study terhadap tiga kasus di RSPAD di Jakarta. Langkah-langkah penelitian merujuk pada teori Kenyamanan Kolcaba yaitu mengkaji, merumuskan pemeriksaan keperawatan, melakukan tindakan keperawatan, dan penilaian. Aspek kenyaman yang diteliti meliputi kenyamanan fisik, psikospiritual, lingkungan, dan sosial budaya. Hasil: penelitian berdasarkan Teori Keperawatan Comfort Kolcaba pada tiga kasus bahwa yang mengalami DBD memiliki masalah yang sama yaitu demam gangguan kebutuhan cairan. Dari kasus 1,2, dan 3 pada pemeriksaan fisik tidak ada perbedaan sedangkan implementasinya ada perbedaan pasien yang 1, 2 dan 3. Kesimpulan: Teori Comfort Kolcaba dapat digunakan sebagai landasan dalam merawat anak dengan Deman Berdarah Dengue yang sedang mengalami demam, gangguan kebutuhan cairan. Dianjurkan agar terus meningkatkan kenyamanan baik fisik, psikologis, spiritual, lingkungan dan sosial. Keempat aspek tersebut harus saling mendukung agar anak dengan Deman Berdarah Dengue merasa nyaman sehingga daput meningkatkan kepuasaan pasien dan keluarga serta dapat meningkatakan Kesehatan pasien. Kata Kunci: DBD; Demam; Kenyamanan; Kolcaba; Teori
APLIKASI PENERAPAN TEORI KONSERVASI LEVINE PADA ANAK PNEUMONIA DENGAN GAGAL NAFAS Awaliah, Jus Yuly
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 9, No 2 (2023): JAKHKJ September 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v9i2.347

Abstract

Latar belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi pada pernafasan yang menyebabkan gangguanoksigenisasi. Pneumonia yang tidak teratasi dapat mengakibatkan terjadinya kegagalan dalam pertukaran gas yang seringterjadi pada pasien sakit akut kritis dan kronik dengan masalah pernafasan di rumah sakit.Tujuan:Peran perawat sangat dibutuhkan dalam upaya membantu memenuhi kebutuhan oksigenisasi pada pasien denganmengaplikasikan Teori Konservasi Levine. Penerapkan konsep teori Konservasi Levine bertujuan untuk membantu anakberadaptasi dalam memenuhi kebutuhan oksigenisasi sehingga tubuh mampu melanjutkan fungsinya melalui aspekkonservasi energi, integritas struktur, integritas personal, dan sosial.Metode: Studi kasus ini memakai metode membandingkan 3 pasien pneumonia dengan masalah keperawatan pada gagalnafas.Hasil: Hasil yang didapatkan yaitu anak dapat beradaptasi dengan kondisinya dengan pencapaian yang berbeda bedatergantung kondisi anak dan penyakitnya.Kesimpulan: yang diperoleh menunjukkan bahwa Model Konservasi Levine dapat diterapkan dalam perawatan anakdengan masalah oksigenasi pada gagal nafas.Kata Kunci: Anak, Pneumonia, gagal nafas, Teori Konservasi Levine
PENGARUH EDUKASI BUKU SAKU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PETUGAS PENANGANAN PRASARANA DAN SARANA UMUM (PPSU) TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA LAKA LANTAS DI PAPANGGO JAKARTA UTARA Irmina, Astuti Lumbantoruan, Heldianus,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10, No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.460

Abstract

Latar belakang: Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia yang menyebabkan banyak musibah dan kejadian ini mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerugian material.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Edukasi buku saku terhadap tingkat pengetahuan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tentang pertolongan pertama laka-lantas di Papanggo Jakarta Utara.Metodologi penelitian: Penelitian ini menggunakan metode desain pre experimental dengan one group pre and post dengan menggunakan uji T-test. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19-23 April 2024 dengan jumlah responden 20 orang sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan oleh peneliti.Hasil: Tingkat Pendidikan responden rata-rata SMA, dan 40% responden sudah bekerja selama 6-10 tahun. Tingkat pengetahuan PPSU sebelum diberikan edukasi buku saku dominan kategorinya adalah cukup sebanyak 10 orang (50%) sedangkan tingkat pengetahuan PPSU sesudah diberikan edukasi buku saku dominan kategorinya adalah cukup sebanyak 10 orang (50%).Kesimpulan: Hasil uji T-Test menunjukkan p-value 0,001 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan edukasi buku saku terhadap Tingkat pengetahuan PPSU tentang laka lantas.Kata kunci: Edukasi, Buku Saku, Tingkat Pengetahuan, PPSU
Pemberian Jus (Jambu, Lemon dan Nanas) Pada Penanganan Dismenorea Remaja Dengan Anemia Lenny Rosbi Rimbun, Devi Trianingsih,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10, No 1 (2024): JAKHKJ Maret 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v10i1.373

Abstract

Latar Belakang: Nyeri haid (dismenore) merupakan salah satu keluhan yang umum dirasakan remaja putri saat mengalami menstruasi. Pada remaja putri yang mengalami anemia menjadi lebih beresiko mengeluh dismenore jika dibandingkan dengan remaja tanpa anemia. Anemia termasuk salah satu permasalahan kekurangan zat gizi yang mampu menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik sehingga dapat berakibat pada meningkatnya angka kesakitan. Upaya penanganan dismenorea terdiri dari dua klasifikasi yaitu terapi medis (farmakologi) dan non medis (non farmakologis). Tujuan dari penelitian adalah menganalisa adanya pengaruh pemberian jus buah terhadap dismenore yang dialami remaja dengan anemia. Penelitian ini dilakukan pada remaja putri dengan anemia yang mengalami dismenore sejumlah 36 orang dalam 3 kelompok intervensi buah. Kelompok intervensi buah yang diberikan adalah jambu, nanas dan lemon. Pemberian bahan herbal seperti buah-buahan yang disukai remaja dapat menjadi alternatif penanganan dismenore remaja yang mengalami anemia.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian jus buah jambu, lemon dan nanas terhadap penurunan dismenorea pada remaja putri. Metodologi Penelitian: Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan menggunakan pendekatan Randomize Control Trial (RCT)) pada remaja putri dengan anemia yang mengalami dismenore sejumlah 36 orang. Intervensi membandingkan 3 kelompok pemberian buah, yaitu jambu, nanas dan lemon terhadap dismenore responden. Hasil: Hasil uji anova diperoleh p = 0,0975 (p > p value) untuk analisa pemberian jus buah jambu, lemon dan nanas terhadap tingkat dismenorea. Hasil uji paired t test pada kelompok jambu, lemon dan nanas didapatkan p = 0,001 (p < p value). Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian jus jambu, nanas dan lemon terhadap dismenore remaja putri dengan anemia akan tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan diantara ketiga kelompok pemberian jus terhadap skor dismenorea. Kata Kunci: anemia, dismenorea, jus buahi
PENERAPAN TERAPI BERMAIN MEWARNAI UNTUK MENGONTROL ANSIETAS ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN DEMAM TIFOID YANG MENDAPATKAN PERAWATAN DI RUMAH SAKIT Anna Angelica Siregar, Sri Melfa Damanik,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10, No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.455

Abstract

Latar Belakang: Demam Tifoid merupakan penyakit pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Sallmonella Typhi. Penyakit ini banyak terjadi pada anak usia  tahap pra sekolah (3-6 tahun). Terapi bermain mewarnai merupakan salah tindakan non farmakologi untuk mengatasi masalah ansietas akibat dampak hospitalisasi pada anak  demam tifoidTujuan: Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi bermain mewarnai untuk mengontrol tingkat ansietas  anak pra sekolah dengan Demam Tifoid yang mendapat perawatan di Rumah sakit.Metodologi Penelitian: Menggunakan laporan studi kasus dari 2 anak yang dirawat di Rumah Sakit yang mengalami masalah ansietas dengan penerapan terapi bermain mewarnai dan penilaian Skala FIS (Face Image Scale) sebelum dan sesudah intervensi dilakukan.Hasil: Studi Kasus ini menujukkan hasil bahwa masalah keperawatan ansietas pada pasien pertama dan kedua dapat teratasi pada hari keempat perawatan. Terapi bermain mewarnai dapat mengontrol ansietas pada anak usia pra sekolah dengan demam tifoid yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit dari tingkat ansietas sedang dengan skor FIS 4 menjadi skala FIS 1 (Sangat tidak ansietas) pada pasien 1 dan skala FIS 2 (Tidak ansietas) pada pasien kedua setelah 4 hari masa perawatan di Rumah Sakit.Kesimpulan: Penerapan terapi bermain mewarnai pada anak usia prasekolah dengan demam tifoid yang dirawat di Rumah Saakit dapat mengontrol ansietas anak dan memberi kenyamanan pada anak sehingga dampak hospitalisasi dapat diminimalisir.Kata Kunci: Demam Tifoid pada Anak, Terapi Bermain Mewarnai, Ansietas, pada anak, Face Image Scale (FIS)