Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi
Jurnal Anuva presents the latest information of study and research of Cultural Studies and Library and Information Science. Scientific scope of this journal covers cultural studies, library, documentation, and information science. Cultural Studies includes philosophy, literature, linguistics, philology, anthropology, and sociology. Library science includes librarianship, management activity/library services, library collection management, library automation, digital libraries, library cooperation, library empowerment, and/or development of library system/document and information institution. Studies of documentation include record and archive management, activities of data documentation, information, and publications/literature/collection in a database or a certain media, such as; repository, big data, codata, metadata, and/or development documentation system in the library/document and information institution. Studies of information include infometrics, bibliometrics, webometrics, repackaging information, retrieval information, knowledge management, literacy information, dissemination information, and/or development of information systems in the library/document and information institution.
Articles
409 Documents
Nilai Estetis pada Puisi “Sajak Cinta” Karya Mustofa Bisri (Kajian Stilistika)
Dhemaseta Reza Nurendra;
Redyanto Noor
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (463.877 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.13-23
Makna dari sebua karya sastra bergantung kepada penggunaan gaya bahasa. Penggunaan gaya bahasa yang beragam oleh pengarang dimaksudkan untuk menimbulkan efek tertentu bagi para pembaca, terutama pada aspek estetika dalam sebuah karya sastra. Puisi yang berjudul “Sajak Cinta” karya Mustofa Bisri merupakan salah satu puisi yang menarik untuk dikaji dalam penelitian susastra dengan menggunakan pendekatan stilistika. Tujuan dari penelitian ini untuk menguraikan dan mengungkap gaya bahasa yang digunakan oleh Pengarang. Tidak lupa juga untuk menemukan nilai estetika pada sebuah karya sastra ini. Penelitian ini menggunakan sebuah metode kualitatif bertujuan untuk menemukan fungsi gaya bahasa dalam karya sastra yg diteliti. Peneliti memfokuskan beberapa unsur yaitu: gaya bahasa, struktur kalimat, majas, citraan dan pola rima yang terdapat dalam puisi berjudul Sajak Cinta.
Kemampuan Literasi Digital Anggota Pers Mahasiswa Hayamwuruk Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dalam Merespon Hoax
Zhara Nicken Sahilanada;
Jumino Jumino
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.223 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.89-99
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kemampuan literasi digital anggota Lembaga Pers Mahasiswa Hayamwuruk (LPM Hayamwuruk) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dalam menyikapi hoax. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara semi terstruktur. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa informan menggunakan media informasi digital dengan bantuan internet sebagai sumber informasi. Hadirnya internet memang memberikan banyak kemudahan kepada informan, namun tetap ada sisi negatifnya seperti contoh maraknya persebaran hoax. Informan mengaku pernah percaya dengan hoax. Dari pengalaman tersebut, membuat informan kini lebih selektif saat menerima berita baru. Verifikasi merupakan salah satu bentuk cara informan dalam mengevaluasi berita yang didapat. Kemampuan dan kesadaran tentang hoax yang dimiliki informan menjadikan ia sebagai pribadi yang bijak dalam menggunakan media digital dan ikut serta berupaya memberantas hoax dengan cara berkontribusi dalam menulis pemberitaan dan mengedukasi orang terdekatnya.
Phonological Processes of English Loanwords From French: A Transformational Generative Phonology Approach
Rizka Ayu Prihandani;
Agus Subiyanto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (12.377 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.25-42
English lexicon has borrowed from 84 languages with French as the most important donor (Bielenia-Grajewska, 2009). English borrowed a great number of lexicon from French in Norman Conquest period. French which had status as high language in a diglosia situation influenced English in superstate borrowing. The main reason for borrowing is to provide words from the source language variety when there is no suitable existing words in the target language (Rao, 2018). This paper aims at describing the phonological process in the English loanwords from French. The data were collected from two online dictionaries; Larousse Francais-Anglais Dictionary and Oxford Living Dictionary. The data are English loanwords from French enlisted under categories A and B in the dictionaries. The method used to analyze the data was distributional method. The results show that Assimilation occurs in 29 loanwords or 6.6% of the total process which makes Assimilation process the least in number of the total process. Neutralization covers 7.8% with 34 loanwords. Syllable Structure is undergone by 63 loanwords or 14.3% of the total process. Strengthening occurs in 117 loanwords or 26.7% of the total process. Weakening covers 43.6% of the total process with 191 loanwords. Therefore, Weakening is the phonological process most found in the study.
Pengalaman Mahasiswa Undip yang Tinggal di Kawasan Pesisir Terhadap Arsip Elektronik Kesemat Sebagai Sumber Informasi Mangrove
Retna Nugraheni Wijayanti;
Yanuar Yoga Prasetyawan
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.035 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.43-51
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengalaman informasi mahasiswa Undip yang tinggal di kawasan pesisir pada saat berinteraksi dengan arsip elektronik KeSEMaT. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai informan dan perekrutannya menggunakan teknik purposive sampling, hasilnya didapatkan 8 informan yang bersedia untuk diwawancarai. Analisis penelitian ini menggunakan thematic analysis. Hasilnya adalah pengalaman informasi mahasiswa Undip yang tinggal di kawasan pesisir sebagai sebagai pengguna sumber informasi dengan arsip elektronik berupa postingan media sosial. Dalam penelitian ini mereka menunjukan bahwa ada beberapa hal yang mereka perhatikan saat mahasiswa berinteraksi dengan sumber informasi dari KeSEMaT, hal tersebut adalah dari sisi mahasiswa memandang arsip elektronik sebagai sumber informasi, lalu penyajian informasi dan pendekatan kampanye, kampanye yang dimaksud merupakan kampanye tentang isu-isu mangrove. Adapun media sosial yang paling sering digunakan adalah Instagram dan sumber informasi yang menggunakan format video lebih disukai karena memberikan penjelasan yang komprehensif, kemudian mahasiswa menggunakan arsip elektronik sebagai pratinjau sehingga mereka mampu menyeleksi sesuai minat masing-masing, selain itu kampanye mangrove yang dilakukan dari media sosial berhasil mempengaruhi mahasiswa dari segi gaya hidup agar ramah lingkungan.
Pengelolaan Dokumen Digital Pendaftaran Pangan Olahan di Direktorat Registrasi Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan Jakarta
Renaldi Setiawan Nugroho;
Mecca Arfa
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (443.136 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.101-112
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dokumen digital pendaftaran pangan olahan di Direktorat Registrasi Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan deksriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara semi terstruktur dengan menentukan informan atau narasumber menggunakan metode purposive sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode analisis data menurut Miles dan Huberman. Temuan yang didapat di lapangan adalah pengelolaan dokumen digital meliputi proses penerimaan dokumen digital dari pendaftaran izin produk pangan melalui website, pencatatan informasi dokumen digital terkait nama dan tanggal penerimaan dokumen, pemberkasan dan penyimpanan dokumen berdasarkan nama perusahaan dan nomor pengajuan, pendistribusian dokumen digital ke pengguna yang memiliki hak akses, pemeliharaan dan pengamanan terhadap hardware dan software penunjang dokumen digital, disposisi permanen arsip, dan pengaturan paket informasi arsip. Kegiatan pengelolaan dokumen digital pendaftaran pangan olahan sebagian besar sudah sesuai dengan ISO 14589-1:2016 tentang pengelolaan dokumen dan ISO 14721 OAIS tentang pengelolaan arsip digital. Beberapa hal yang belum sesuai dengan kedua ISO tersebut adalah pada tahap penulisan metadata arsip, pemusnahan dokumen digital, dan minimnya kegiatan validasi keaslian dokumen digital
Pengelolaan Arsip di LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Dalam Upaya Menjamin Ketersediaan Data untuk Layanan Kepada Stakeholder
Titiek Suliyati;
Sumarno Sumarno
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 2 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.329 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.2.329-339
Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang pengelolaan arsip perguruan tinggi swasta (PTS) di Unit Kearsipan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Sebagai lembaga layanan publik, sesuai dengan tugas dan fungsinya, LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah juga melakukan pengelolaan arsip untuk layanan yang diberikan kepada masyarakat khusunya perguruan tinggi swasta (PTS). Arsip atau dokumen yang dikelola di LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah adalah arsip-arsip kegiatan dalam melakukan fasilitasi peningkatan mutu perguruan tinggi yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Arsip-arsip ini dikelola di Unit Kearsipan di bawah Bagian Tata Usaha. Penelitian ini menggunakan metode kuatitatif deskriptif, yang pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara mendalam serta kajian pustaka dan dokumen. Analisa data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa walaupun LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah merupakan lembaga layanan publik yang meliputi seluruh PTS di Jawa Tengah dan sangat luas bidang kerjanya, tetapi bidang kearsipan, terutama pengelolaan arsip-arsip yang berkaitan dengan layanan kepada PTS, termasuk dosen dan mahasiswanya belum dilakukan secara maksimal. Perhatian pimpinana terhadap bidang kearsipan baru dilakukan dalam kurun waktu yang belum lama. Kemajuan teknologi dalam bidang kearsipan diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah dalam bidang kearsipan, sehingga arsip dapat dikelola secara efisien dan efektif. Pengelolaan arsip yang ideal dapat menunjang kemajuan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah sebagai lembaga layanan pendidikan tinggi dan layanan kepada masyarakat pada umumnya.
Kerangka Dasar Kepustakawanan Indonesia: Redefinisi Kepustakawanan Indonesia
Lydia Christiani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 2 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (513.13 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.2.251-262
Penelitian ini bertujuan untuk menelisik lebih lanjut tentang konsepsi Kerangka Dasar Kepustakawanan Indonesia yang digagas oleh Blasius Sudarsono. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kerangka Dasar Kepustakawanan Indonesia (KDKI) merupakan sebuah panduan berkarya ideal bagi pustakawan Indonesia. KDKI menunjukkan posisi kepustakawanan sebagai daya tumbuh pribadi pustakawan sekaligus sebagai wujud puncak pertumbuhan pribadi pustakawan. KDKI merumuskan poin utama empat pilar penyangga kepustakawanan Indonesia yaitu panggilan hidup, semangat hidup, karya pelayanan, dan profesionalisme, yang dilandasi oleh lima kemampuan dasar, yaitu kemampuan berpikir, menulis, membaca, kemampuan wirausaha, dan menjunjung tinggi etika. Kemudian menuju tiga sasaran antara yaitu menjadi pustakawan cerdas, kaya dan benar guna mencapai satu tujuan akhir yaitu pribadi pustakawan yang memiliki kepribadian kepustakawanan Indonesia yang diilhami konsep pribadi pustakawan sebagai manusia paripurna, bahagia dan berguna bagi sesama. KDKI menekankan pada sisi humanistik pada profesi pustakawan, hal tersebut dapat ditengarai pada tiap poin KDKI yang selalu menempatkan pustakawan sebagai subjek utamanya. KDKI juga ditujukan sebagai pemicu diskursus tentang kepustakawanan Indonesia, yang diharapkan dapat memunculkan pemikiran-pemikiran lebih lanjut tentang kepustakawanan Indonesia.
Konstruksi Verba Serial Tipe Gerakan Direksional Pada Bahasa Palembang Kajian Tipologi
Hanif Maghfiroh;
Agus Subiyanto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 2 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.576 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.2.189-197
Bahasa Palembang merupakan salah satu bahasa di Nusantara yang termasuk dalam rumpun Austronesia. Meskipun sama-sama berasal dari rumun Autronesia bahasa Palembang memiliki KVS yang berbeda dengan bahasa Palembang.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konstrusi verba serial bahasa Palembang tipe gerak direksional dan tipenya dalam tipologi talmy yang kemudian dilihat perebdaannya dengan bahasa Jawa. Sumber data yang digunakan berupa bahasa Palembang sehari-hari dari penutur asli, serta bahasa Jawa dari intiusi penulis. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan studi pustaka, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa teknik simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan pendekatan tipologi. Hasil peneliltian ini membuktikan bahwa KVSBPTGD dapat dibentuk dengan pola V1 transitif + V2 transitif dan V1 intransitif+V2 intransitif. Berdasarkan tipologi Talmy bahasa Palembang dan bahasa Jawa sama-sama dapat digolongkan ke dalam bahasa berkerangka verba maupun satelit, namun jika diujikan menggunakan alat ukur berupa kepemilikan pola resultif ajektif, bahasa Palembang termasuk ke dalam bahasa berkerangka satelit tidak seperti bahasa Jawa yang berkerangka verba.)
Penyelamatan Nilai Guna Informasi Melalui Preservasi Arsip Statis di Balai Pelestarian Cagar Budaya D.I. Yogyakarta
Widiastuti Widiastuti;
Ika Krismayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.345 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.1.113-123
Penelitian ini berjudul “Penyelamatan Nilai Guna Informasi Melalui Preservasi Arsip Statis di Balai Pelestarian Cagar Budaya D.I.Yogyakarta”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya penyelamatan nilai guna informasi melalui preservasi arsip statis yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya D.I.Yogyakarta.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan preservasi arsip statis yang dilakukan di Balai Pelestarian Cagar Budaya D.I.Yogyakarta berperan dalam upaya penyelamatan nilai guna informasi yang terkandung di dalam arsip yang disimpan. Kegiatan preservasi arsip statis yang dilakukan dengan cara preventif dan kuratif menjadi salah satu upaya dalam penyelamatan nilai guna informasi yang terkandung di dalam arsip dikarenakan kegiatan preservasi tersebut merupakan serangkaian upaya dalam melakukan penjagaan fisik arsip yang berdampak pada terjaganya isi informasi arsip yang ada di dalamnya.
Bubur India di Masjid Jami’ Pekojan Semarang: Kuliner Sebagai Sarana Islamisasi
Siti Maziyah;
Alamsyah Alamsyah;
Sutejo Kuwat Widodo
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 2 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (925.479 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.5.2.341-352
Semarang merupakan salah kota pelabuhan pada masa lalu. Jejaknya terlihat pada beberapa kampung yang mengindikasikan bahwa kampung itu dihuni oleh salah satu etnis pendatang. Salah satunya adalah Kampung Pekojan, tempat tinggalnya kaum Koja, yaitu sekelompok masyarakat India Muslim yang berasal dari Gujarat. Hal menarik pada kampung ini terjadi pada setiap bulan Ramadhan, yaitu selalu disajikannya bubur India di Masjid Jami’ Pekojan sebagai menu utama untuk berbuka puasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asal-usul dan tujuan disajikannya kuliner ini di Masjid Jami’ Pekojan. Mengapa kuliner ini menjadi menu utama untuk berbuka puasa di Masjid Jami’ Pekojan Semarang? Siapakah yang terlibat dalam penyiapannya, serta siapakah yang diperkenankan untuk menikmati kuliner ini? Untuk menjawab permasalahan di atas digunakan beberapa metode penelitian. Pertama, digunakan studi pustaka untuk mengetahui lebih lanjut berkaitan dengan Masjid Jami’ Pekojan Semarang beserta warisan budaya kulinernya yang khas itu. Selanjutnya dilakukan observasi untuk mengetahui cara pembuatannya serta wawancara terhadap tak’mir Masjid Jami’ Pekojan yang berkaitan dengan sejarah bubur India, orang-orang yang bertugas untuk menyiapkannya, serta orang-orang yang diperkenankan untuk menikmati kuliner itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pembuatan bubur India di Masjid Jami’ Pekojan Semarang telah dilakukan selama 100 tahun lebih bersamaan dengan pembangunan masjid itu. Salah satu tujuan disajikannya bubur India disajikan sebagai menu berbuka puasa di Masjid Jami’ Pekojan Semarang adalah untuk menarik dan merekatkan masyarakat Islam pada masjid tersebut sebagai salah satu warisan budaya yang dibangun oleh masyarakat Koja di Semarang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bubur India merupakan sarana rekayasa budaya untuk Islamisasi di Semarang.